Anda di halaman 1dari 41

SIKLUS PENGELOLAAN

APBD
Disusun Oleh:
1.

Ersan Febrian

2.

Gladys Nieke

3
3.

I d Ghana
Indra
Gh

4.

Mahesa Perdana

5.

Stephanie Isvirastri

GAMBARAN UMUM
Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD)
merupakan rencana
k
keuangan
t h
tahunan
pemerintahan daerah yang
disetujui oleh DPRD dan
ditetapkan dengan Peraturan
Daerah.

ALUR PENGELOLAAN APBD

STRUKTUR APBD

APBD
Pendapatan
Daerah

Belanja
Daerah

Pembiayaan
Daerah

1. PENDAPATAN DAERAH

OVERVIEW
Pendapatan Daerah meliputi semua penerimaan uang
melalui rekening kas umum daerah, yang menambah ekuitas
dana, merupakan
p
hak daerah dalam satu tahun anggaran
gg
dan tidak perlu dibayar kembali oleh daerah
Dalam struktur APBD, pendapatan daerah dirinci menurut
urusan pemerintah daerah,
daerah organisasi,
organisasi kelompok,
kelompok jenis obyek
dan rincian obyek pendapatan.
Pendapatan daerah dibagi menjadi tiga komponen, yaitu:
1. Pendapatan Asli Daerah
2. Dana Perimbangan
3 Lain-lain
3.
L i l i Pendapatan
P d
t
D
Daerah
h yang Sah
S h

OVERVIEW
Pendapatan Asli
Daerah
Pajak Daerah
Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan
Kekayaan
Daerah yang
Dipisahkan
p
Lain-Lain PAD
yang Sah

Dana
Perimbangan
Dana Bagi Hasil
Dana Alokasi
Umum
Dana Alokasi
Khusus

LLain-Lain
i L i
Pendapatan
Daerah yang Sah
Hibah
Dana Darurat
Dana Bagi Hasil
Pajak
Dana
Penyesuaian dan
Dana Otonomi
Khusus
Bantuan
Keuangan

PENGELOLAAN PENDAPATAN
DAERAH
Setiap SKPD yang memiliki tugas memungut dan/atau
menerima
i
pendapatan daerah wajib
ji melaksanakan tugas
tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
Pelaksanaan pendapatan daerah dilakukan oleh:

Bendahara
Penerimaan

Bendahara
Penerimaan
Pembantu

Bank Kas
D
Daerah
h

Bank
L i
Lainnya

ALUR PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH

1. BENDAHARA PENERIMAAN

2. BENDAHARA PENERIMAAN PEMBANTU

3. BANK KAS DAERAH

4. BANK LAINNYA

2. Belanja
j Daerah

Overview

Belanja Daerah adalah semua pengeluaran dari rekening kas


umum daerah yang mengurangi ekuitas dana.
dana Belanja
daerah merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun
anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali
oleh daerah.
daerah
Belanja Daerah dibedakan menjadi Belanja Langsung dan
Belanja Tidak Langsung

Jenis Belanja Daerah


Belanja Tidak
Langsung

Belanja
Langsung

Belanja Pegawai
Bunga

Belanja Pegawai

Subsidi
Hibah
Bansos

Belanja Barang dan Jasa

Belanja Bagi Hasil


Bantuan Keuangan
Belanja tidak terduga

Belanja
j Modal

Pelaksanaan dan Penatausahaan


Belanja Tidak Langsung

PROSES PENCAIRAN DAN


PEMBAYARAN UP/GU/TU

PEJABAT PENGGUNA
ANGGARAN/KUASA

SPM UP/GU/TU

PPK - SKPD

KUASA
S
BUD

SP2D

SPP UP/GU/TU
BENDAHARA
PENGELUARAN

BANK
UANG

Pelaksanaan dan Penatausahaan


Belanja Langsung

PROSES PENCAIRAN DAN


PEMBAYARAN LS
PEJABAT PENGGUNA
ANGGARAN/KUASA

SPM

KUASA
BUD
SP2D

PPK - SKPD

BANK
BENDAHARA
PENGELUARAN
(SPP-LS)

PPTK
(menyiapkan dokumen)

UANG

Tagihan dan
Laporan Kegiatan

PIHAK
III

Belanja Langsung Dana Gaji & Tunjangan

Belanja Langsung Dana Gaji & Tunjangan

Belanja Langsung Dana Gaji & Tunjangan

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa


Non Pihak Ketiga

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa


Non Pihak Ketiga

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa


Non Pihak Ketiga

Belanja Langsung Belanja Barang & Jasa


Non Pihak Ketiga

Belanja Langsung Belanja Dana Bunga,


Subsidi Hibah,
Subsidi,
Hibah Bantuan dan Pembiayaan

Belanja Langsung Belanja Dana Bunga,


Subsidi Hibah,
Subsidi,
Hibah Bantuan dan Pembiayaan

Belanja Langsung Belanja Dana Bunga,


Subsidi Hibah,
Subsidi,
Hibah Bantuan dan Pembiayaan

3. Penyediaan
y
Dana

Overview
Setiap penerimaan yang perlu dibayar
kembali dan
dan//atau pengeluaran yang akan
dit i
diterima
k
kembali
kembali,
b li, baik
b ik pada
d tahun
t h anggaran
bersangkutan maupun tahuntahun-tahun anggaran
berikutnya,, yang dalam penganggaran
berikutnya
pemerintah terutama dimaksudkan untuk
menutup
p defisit atau memanfaatkan surplus
p
anggaran

AKUNTANSI PENERIMAAN
PEMBIAYAAN

Penerimaan pembiayaan diakui pada saat


diterima pada Rekening Kas Umum Negara

Akuntansi penerimaan pembiayaan


dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu
dengan membukukan penerimaan bruto,
dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)
pengel aran)

S
I
K
L
U
S

Contoh

Alternatif
#1.
Penggunaan
SiLPA

Alternatif
#2
#2.
Penjualan
kekayaan
daerah

Alternatif
#3.

Penerimaan
pinjaman atau
piutang daerah

THANK

YOU

Anda mungkin juga menyukai