Anda di halaman 1dari 8

BAB III

PEMBUATAN DAN PERANCANGAN ALAT


Bab ini akan membahas tentang perancangan keseluruhan bagian
perancangan Sistem Transaksi Otomatis Menggunakan RFID Dan
Wireless beserta HMI. Blok fungsional perancangan sistem otomasi
secara keseluruhan selengkapnya berada pada Gambar 3.1.
Untuk melakukan proses transaksi otomatis dibutuhkan beberapa
peralatan (hardware) dan program (software). Peralatan (hardware) yang
dibutuhkan adalah RFID reader, satu set Xbee-PRO(Receiver &
Transmitter) dan Minimum Sistem Atmega 8535 sebagai kontroler untuk
mengontrol proses dan membaca data RFID pada sistem untuk
kemudian dikirim ke modul wireless yang dihubungkan dengan
komputer menggunakan kabel serial RS-232. Sedangkan software yang
dibutuhkan pada sisi kompiler mikrokontroler adalah code vision AVR
dan pada sisi HMI adalah Java Desktop dan HTML/PHP Web
Application.

Gambar 3.1 Blok diagram rancangan sistem keseluruhan


Konfigurasi hardware secara keseluruhan pada Gambar 3.1, secara
garis besarnya mikrokontroler digunakan sebagai kontroler utama untuk
mengatur proses pengolahan dari input menjadi output pada
perancangan sistem yang akan dibuat. Jenis mikrokontroler yang dipakai
sebagai kontroler utama sistem otomasi ini yaitu AVR Atmega 853523

16PU. Input dari mikrokontroler meliputi input analog yaitu data RFID.
Sedangakan Output yang akan dihasilkan berupa display Android
Tablet, buzzer, dan lampu indikator. Komunikasi tambahan untuk mendownload program dan melakukan interface dengan PC digunakan
komunikasi serial dengan RS-232 port dengan metode ISP (In System
Programming) dan USBASP sebagai programmer nya untuk melakukan
proses transfer kode program dari PC ke mikrokontroler.
Dalam perancangan, selain terdapat perancangan alat
keseluruhan atau konfigurasi mengenai hardware yang berisi
perancangan dari keseluruhan perangkat keras yang akan digunakan
untuk cara kerja dari sistem, juga terdapat logika atau diagram kontrol
mengenai pengerjaan proses utama atau cara kerja utama dari sistem
yang akan dibuat. Untuk lebih jelasnya, diagram kontrol dari sistem
yang akan dibuat dapat dilihat pada Gambar 3.2. Set point utama dari
sistem berupa data input dari RFID. Kemudian data tersebut akan
diteruskan ke pemancar wireless yang dalam hal ini menggunakan XbeePRO transmitter untuk dikirimkan ke komputer server. Pada sisi
komputer server, data tersebut akan diolah menjadi sebuah database
yang memiliki fungsional dan struktur yang jelas. Bila database telah
terisi data, maka secara otomatis data tersebut akan ditampilkan melalui
sebuah website yang berfungsi memvisualisasikan item yang dibeli pada
trolley customer melalui sebuah Android Tablet. Sedangkan untuk
komunikasi antara server dengan Android Tablet adalah menggunakan
router wireless.
Sedangkan untuk logika proses pengerjaan sistem keseluruhan
akan dijelaskan selengkapnya pada flowchart program atau software.

Gambar 3.2 Diagram Kontrol Sistem


3.1

Perancangan Perangkat Keras


Perancangan perangkat keras sistem transaksi otomatis ini selain
didasarkan pada perancangan yang telah ada sebelumnya, juga
didasarkan kebutuhan akan kemudahan dan efisiensi waktu dan biaya.
Secara keseluruhan, pada perancangan hardware didapat beberapa
perancangan yang dibutuhkan yaitu :
1. Perancangan rangkaian elektrik
24

2. Perancangan mekanik
3. Software
Rangkaian elektrik berfungsi sebagai rangkaian pengatur yang
berisi rangkaian listrik untuk penyesuaian isi dari perancangan mekanik.
Mekanik berupa rancangan bagian input dan output pada sistem yang
ditata dengan rapi dan didesain menyesuaikan dengan trolley customer
yang akan digunakan nanti. Segala logika sebagai penunjang cara kerja
atau sebagai kontroler utama keseluruhan proses yang terjadi pada
bagian input dan output dari sistem ini akan diatur oleh Mikrokontroler.
3.1.1

Perancangan Rangkaian Elektrik


Rangkaian elektrik dikerjakan pada board PCB (Printed Circuit
Board) yang mana terdiri dari beberapa elemen rangkaian listrik yang
digunakan pada perancangan sistem otomasi. Elemen rangkaian listrik
yang dimaksud meliputi power supply, driver motor DC, driver relay,
dan rangkaian penguat.
3.1.1.1 Perancangan Rangkaian Sistem Minimum
Rangkaian Sistem Minimum ini digunakan sebagai
kontroler utama yang akan mengatur jalannya data hingga
sampai ke komputer server. Rangkaian ini menggunakan DTAVR Low Cost Micro System AVR Atmega 8535 Basic. Pada
sistem ini, port yang digunakan sebagai input dan output adalah
pada port D. Sedangkan untuk downloader program rangkaian
ini menggunakan metode ISP (In-System Programming) yang
menggunakan jenis ISP 10.

Gambar 3.3 Pin ISP 10 DT-AVR Low Cost Atmega8535

25

Gambar 3.4 Rangkaian Sistem Minimum Atmega8535


3.1.1.2 Perancangan Rangkaian XBee-PRO Transmitter
Perancangan rangkaian XBee-PRO Transmitter ini
digunakan sebagai pengirim data melalui frekuensi 2.4GHz.
Menggunakan standard protocol IEEE 802.15.4, modul ini
dapat berkomunikasi 2 arah atau full duplex terhadap modul
RF lain yang menggunakan protocol dan frekuensi yang sama.

Gambar 3.5 Rangkaian Transmitter XBee-PRO

26

3.1.1.3 Perancangan Rangkaian XBee-PRO Receiver


Perancangan rangkaian XBee-PRO Receiver ini
digunakan sebagai penerima data melalui frekuensi 2.4GHz
dari modul RF XBee-PRO Transmitter.Menggunakan standard
protocol IEEE 802.15.4, modul ini dapat berkomunikasi 2 arah
atau full duplex terhadap modul RF lain yang berfungsi sebagai
Transmitter.

Gambar 3.6 Rangkaian Receiver XBee-PRO


3.1.1.4 Perancangan Rangkaian Downloader USBASP
Perancangan rangkaian downloader digunakan untuk
menulis kode program dari PC ke rangkaian sistem minimum.

Gambar 3.7 Rangkaian downloader USBASP

27

3.1.1.5 Rangkaian Power Supply


Power supply difungsikan sebagai sumber tegangan
dari seluruh rangkaian board yang akan dibuat. Output dari
rangkaian power supply ini adalah +9. Jenis catu daya yang
digunakan pada power supply ini menggunakan Li-Po battery
1300 mAH.

Gambar 3.8 Turnigy Li-PoBattery 1300 mAh


3.1.2

Perancangan Mekanik
Perancangan mekanik merupakan rancangan nyata dari sistem
ini yang berfungsi sebagai penunjang dari proses kerja suatu plant untuk
dapat melakukan perannya. Perancangan mekanik dari sistem ini
meliputi perancangan rangkaian utama pada trolley belanja customer.
3.1.2.1 Perancangan Trolley Belanja
Pada sistem ini akan melakukan re-design tempat
belanja yaitu trolley menjadi desain yang telah disesuaikan
dengan kebutuhan alat ini.

3.2

Gambar Software
3.8 Perancangan Desain Trolley Belanja
Perancangan
28

Perancangan software merupakan urutan program untuk


mengkompilasi keseluruhan hardware yang telah dirancang agar dapat
melakukan tugas seperti yang diinginkan. Pada Tugas Akhir ini
menggunakan perangkat lunak Java Desktop Platform, MySQL
database dan web application. Java Desktop Platform digunakan untuk
proses pengolahan data yang diterima dari RFID untuk di simpan
kedalam database. Sedangkan web application digunakan untuk
pembuatan HMI pada Android Tablet dari data yang telah diolah pada
database.

Gambar 3.9 Flowchart sistem pada sisi customer


29

Secara garis besar, sistem otomasi yang diinginkan memiliki


logika kerja seperti pada Gambar 3.9. Sistem akan berjalan ketika power
supply dihidupkan. Awal mula customer mengambil trolley kemudian
melakukan scan kartu rfid pada rfid yang dipasang pada trolley untuk
dapat melihat menu selanjutnya yang ditampilkan pada android tablet
yang terpasang pada pegangan trolley(diasumsikan customer adalah
member). Kemudian sistem akan memproses dan menampilkan
informasi pelanggan. Setelah itu baru customer dapat melakukan input
barang belanja yang diinginkan pada rfid masing-masing trolley. Ketika
sudah memilih produk, maka customer memasukkan kode tag rfid pada
rfid reader yang terletak pada pegangan trolley. Setelah memasukkan
kode tag produk, maka sistem akan mengirimkan ke server melalui
wireless modul, dan pada server akan diterima kemudian diproses
apakah produk dengan kode tersebut sudah ada atau belum pada
database pelanggan tersebut. Bila belum ada maka produk akan
didaftarkan sebagai produk baru, dan secara otomatis akan muncul pada
display android tablet di trolley customer. Apabila produk sudah ada
pada database pelanggan, maka sistem secara otomatis akan
mengganggap sebagai permintaan untuk hapus produk. Bila konfirmasi
hapus dipilih maka produk akan dihapus dari database dan display
android tablet akan secara otomatis menghilangkan produk tersebut.
Semua proses ini dilakukan dalam sekali scan produk. Selanjutnya
apabila proses penyimpanan produk ke database selesai, maka sistem
akan secara otomatis menghitung total pembelian yang dilakukan oleh
customer tersebut dan sekaligus menyimpan data pembelian pada
database pelanggan, untuk kemudian di tampilkan pada komputer kasir
saat customer tersebut melewati rfid scanner di kasir.

30