Anda di halaman 1dari 10

Gelombang

cahaya

merupakan

salah

satu

contoh

dari

gelombang

elektromagnetik, dimana gelombang cahaya ini dapat merambat walaupun


tanpa medium perantara. Gelombang cahaya dikatakan sebagai gelombang
elektromagnetik karena arah rambatnya merupakan perpaduan dari medan
listrik dan medan magnet yang saling tegak lurus.
Sifat-sifat gelombang cahaya ini diantaranya adalah :
1. Interferensi
Pengertian dari interferensi gelombang adalah perpaduan antara dua
gelombang cahaya atau lebih sehingga menimbulkan pola gelombang
yang baru. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat
membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang
baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut.
Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua
gelombang saling menghilangkan. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar
1.

Gambar 1. Sifat interferensi gelombang


Sumber : http://nenysmadda.ucoz.org/news/interferensi_cahaya/201009-03-14
Syarat dua buah gelombang cahaya dapat berinterferensi adalah kedua
sumber cahaya harus bersifat koheren, yang artinya kedua sumber
cahaya mempunyai frekuensi dan amplitude sama serta beda fasenya

tetap.

Hasil

interferensi

dari

dua

cahaya

yang

koheren

akan

menghasilkan pola interferensi terang dan gelap.


Interferensi cahaya dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Interferensi celah ganda young
Untuk mendapatkan dua cahaya yang koheren maka sumber cahaya
dilewatkan pada dua celah (celah ganda). Cahaya dari setiap celah
akan koheren karena berasal dari satu sumber cahaya. Tiap-tiap celah
dapat berfungsi sebagai sumber cahaya, sumber cahaya harus
monokromatis. Hasil dari superposisi cahaya yang berasal dari dua
celah ini dapat menghasilkan interferensi maksimum atau minimum.
Untuk

interferensi

maksimum

akan

menhasilkan

pola

terang

sedangkan interfernsi minimum menghasilkan pola gelap.

Gambar 2. Interferensi celah ganda


Sumber : http://nenysmadda.ucoz.org/news/interferensi_cahaya/201009-03-14
Interferensi maksimum, terjadi bila :
d.sin = (2n)

1
2

.....

1
2

.....

(1)
atau

p.d
l

= (2n)

..(2)
Interferensi minimum, terjadi bila :

d.sin = (2n - 1)

1
2

...

1
2

....

(3)
atau

p.d
l

= (2n - 1)

..(4)
Dengan :
S1 = Sumber cahaya
S2 dan S3 = dua sumber cahaya baru
d = jarak antar dua sumber cahaya
= Sudut belok
a = jarak antara dua sumber terhadap layar
b. Interferensi pada lapisan tipis

Gambar 3. Inerferensi pada selaput tipis


Sumber : http://fisika-0nlinesman5bks.blogspot.com/p/interferensicahaya.html
Interferensi maksimum pola terang
2 n d cos r = (2m - 1)

1
2

..(5)

Interfernsi minimum pola gelap


2 n d cos r = m . ..(6)
Dengan :
n = indeks bias lapisan tipis
d = tebal lapisan
r = sudut sinar bias
2. Difraksi
Difraksi adalah pembelokan cahaya di sekitar suatu penghalang seperti
misalnya pada suatu celah, seperti yang terlihat pada gambar 4.

Gambar 4. Difraksi cahaya pada benda


Sumber : http://www.4shared.com/web/preview/doc/7p6OuJWN?locale=tr
Gambar 4. ini menunjukkan pola cahaya yang terbentuk pada layar oleh
cahaya dari suatu sumber kecil yang melewati ujung suatu obyek buram.

a. Difraksi celah tunggal

Gambar 5. Skema difraksi celah tunggal


Sumber : http://blajar-pintar.blogspot.com/2012/02/difraksi-padacahaya.html
Untuk difraksi maksimum berlaku :
d.sin = n ......(7)
Untuk difraksi minimum berlaku :

d.sin = (2n - 1)

1
2

.....

(8)
b. Difraksi celah majemuk (kisi)
Jika cahaya melewati celah majemuk (kisi), maka cahaya akan
mengalami difraksi, disini cahaya putih melewati kisi difraksi sehingga

mengalami difraksi dan terurai menurut panjang galombang masingmasing.

Gambar 6. Skema difraksi kisi


Sumber : https://fisikamemangasyik.wordpress.com/fisika-3/optikfisis/c-difraksi-cahaya/
Kisi difraksi terdiri atas banyak celah dengan lebar yang sama. Lebar
tiap celah pada kisi difraksi disebut konstanta kisi dan dilambangkan
dengan d. Jika dalam sebuah kisi sepanjang 1 cm terdapat N celah,
maka konstanta kisinya adalah:
d =

1
N

cm ........

(9)
Untuk difraksi maksimum berlaku :
d.sin = n ....(10)
Untuk difraksi minimum berlaku :
d.sin = (2n - 1)

1
2

....

(11)
Dengan :
d = jarak antar celah pada kisi
N = jumlah garis per cm kisi
3. Pemantulan Gelombang (Refleksi)

Pemantulan

gelombang

(Refleksi)

terjadi

pada

saat

sebuah

gelombang yang merambat dalam suatu media sampai di bidang batas


medium tersebut dengan media lainnya. Contohnya, gelombang cahaya
yang merambat di dalam udara akan dipantulkan oleh bidang batas
antara udara dan air atau oleh bidang batas udara dan cermin/kaca. Sinar
gelombang tersebut akan dipantulkan pada saat mengenai dinding
penghalang tersebut. Dalam pemantulan gelombang tersebut berlaku
hukum pemantulan gelombang yaitu :
a. Sudut datang gelombang sama dengan sudut pantul gelombang,
b. Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal terletak
dalam satu bidang datar.
c. Jarak tempuh sinar insiden dan sinar refleksi bersifat reversible.

4. Pembiasan Gelombang (Refraksi)


Refraksi (atau pembiasan) dalam optika geometris didefinisikan
sebagai perubahan arah rambat partikel cahaya akibat terjadinya
percepatan.

Pada

optika

optik

geometris,

refraksi

cahaya

yang

dijabarkan dengan Hukum Snellius, terjadi bersamaan dengan refleksi


gelombang cahaya tersebut, seperti yang dijelaskan oleh persamaan
Fresnel pada masa transisi menuju era optik fisis.

Skema pembiasan pada dua buah medium :

Secara umum sering dituliskan :

Dengan :
i = sudut datang gelombang (derajat atau radian)
r = sudut bias gelombang (derajat atau radian)
1 = panjang gelombang pada medium 1 (m)
2 = panjang gelombang pada medium 2 (m)
v1 = cepat rambat gelombang pada medium 1 (m/s)
v2 = cepat rambat gelombang pada medium 2 (m/s)
n1 = indeks bias medium 1
n2 = indeks bias medium 2
n2.1 = indeks bias relatif medium 2 terhadap medium 1

Contoh soal :
1. Percobaan Thomas young, celah ganda berjarak 5 mm. Dibelakang
celah yang jaraknya 2m ditempatkan layar, celah disinari dengan
cahaya yang memiliki panjang gelombang 600 nm, maka jarak pola
terang ke-3 dari pusat terang adalah
Diketahui :
d = 5 mm
l = 2 m = 2000 mm
= 600 nm = 6 . 10-5 mm
n=3
Ditanya : p = ?
Jawab :
p.d
1
= (2n) 2
l
p .5 mm
2000 mm

= (2.3)

1
2

6 . 10-5 mm

p = 0,072 mm
2. Sebuah laser helium ( = 6,328 ) digunakan untuk mengkalibrasi
kisi difraksi. Jika orde maksimum pertama terjadi pada sudut 20,5.
Berapa jarak celah-celah yang berdekatan antar kisi-kisinya?
Diketahui :
= 20,5
n=1
= 6,328 = 6,328 .10-10 m
Ditanya : d = ..?
Jawab :
d.sin = n
n
d = sin
d=

( 1 ) (6,328 . 1010 m)
sin 20,5

d=

(6,328 .10 m)
0,350

10

d = 18,80 .10-10 m = 1,88 .10-9 m = 1,88 nm


3. Orde difraksi pertama diamati pada sudut 12,6 untuk sebuah Kristal
yang mempunyai jarak antar atom kristalnya sebesar 0,240 nm.

Berapa panjang gelombang dari sinar-x yang digunakan? Berapa


banyak orde difraksi lain yang dapat diamati?
Diketahui :
= 12,6
d = 0,240 nm = 0,240 .10-9 m
Ditanya : a. x-ray . . . . . ?
b. Sudut orde difraksi lain . . . . . ?
Jawab :
a. Untuk difraksi sinar-x persamaan yang digunakan adalah :
2d.sin = n
2 d . sin
=
n
=

2 ( 0,240 . 109 m) . sin(12,6 )


1

= 2(0,240 .10-9 m)(0,218)


= 0,105 .10-9 m = 0,105 nm
2( 0,105 nm)
2
b. sin 2 = 2 d = 2( 0,240 nm) =

0,21
0.480

= 0,4375

2 = 25,94
3
sin 3 = 2 d

3 (0,105 nm)
2(0,240 nm)

0,315
0.480

= 0,65625

3 = 41,01
4
sin 4 = 2d

4( 0,105 nm)
2(0,240 nm)

0,42
0.480

= 0,875

4(0,105 nm)
2(0,240 nm)

0,525
0.480

= 1,094

4 = 61,04
5
sin 5 = 2 d

5 = tidak dapat diamati


4. Suatu gelombang datang dari medium yang berindeks bias 3/2 menuju medium yang
berindeks bias 3/4 6. Jika besar sudut datang adalah 60 tentukan besar sudut bias
yang terjadi!
Diketahui :
n1 = 3/2

i= 60

n2 = 3/4 6
Ditanyakan : sudut bias ( r ) .?

Jawab :
n1 sin i = n2 sin r

(3/2) sin 60 = (3/4 6) sin r


(3/2)(1/2 3) = (3/4 6) sin r
sin r =

/6

sin r = 1/22
r = sin-1 1/22 = 45
5. Perhatikan gambar berikut ini! Seorang anak, sebut A berada berada 12 meter diatas
permukaan air sebuah kolam.

Diketahui :
n air
= n1 = 4/3
n udara = n2 = 1
i= 60
Ditanya : Berapa ketinggian anak A yang terlihat oleh anak B yang sedang berendam
dalam air?
Jawab:

hsemu = n1/n2 x hasli


dengan n1 adalah indeks bias dari air, dan n2 adalah indeks bias dari udara.
Sehingga:

hsemu = (4/3)/(1) x (12 meter) = 16 meter.