Anda di halaman 1dari 3

Biografi dan Pemikiran Vilfredo

pareto (1848-1923)

Nama

lengkapnya

Vilfredo

Federico

Damaso

Pareto.

Latar

belakang

keluarganya adalah bangsawan Genoa yang diasingkan ke Paris di tahun 1848.


Ayahnya Raffaele Pareto adalah seorang insinyur sipil Italia, ibunya Marie Metenier,
seorang perempuan Prancis.
Ditahun 1870, ia meraih gelar di bidang teknik di universitas politeknik Turin.
Setelah lulus ia bekerja pada perusahaan kereta api. Tahun 1886 menjadi dosen
ekonomi dan manajemen di universitas Florence. Tahun 1893 ia menjadi dosen
ekonomi di universitas Laussane Swiss. Pada 19 Agustus 1923 ia meninggal dunia di
Jenewa, Swiss.
Karyanya sebagai berikut;

Trattato di sociologia generale (1916)

Treatise on general sociology (3 jilid) diterjemahkan ke bahasa Inggris (4 jilid,


1935) dengan judul the mind and society

Compendio di sociologia generale (1920)


Selain sebagai sosiolog, Pareto juga seorang insinyur, ekonom dan filsuf.

Sosiologinya didasarkan pada observasi terhadap tindakan-tindakan, eksperimen


terhadap fakta-fakta dan rumus-rumus matematis. Menurutnya, masyarakat merupakan
system kekuatan yang seimbang, dan keseimbangan tersebut tergantung ciri-ciri
tingkah

laku dan

tindakan-tindakan

manusia, dan

tindakan-tindakan manusia

tergantung dari keinginan-keinginan serta dorongan-dorongan dalam dirinya.


Gagasan Pareto saat itu menyangkal gagasan Marx dan sebagian besar filsafat
pencerahan. Misalnya, selagi filsuf penecerahan menekankan peran factor rasional,
Pareto menekankan pada factor nonrasional seperti naluri manusia. Penekananya ini
pun berkaitan dengn penolakanya terhadap teori Marx. Artinya, karena factor
nonrasional menjadi demikian penting dan karena tak berubah maka tak realistis
berharap akan tercapai perubahan social yang dramatis melalui revolusi ekonomi.
Kalau teori perubahan sosial Marx memusatkan perhatian pada peran massa,
Pareto menyodorkan teori elit perubahan sosial. Pareto melakukan penelitian lapangan
pada masyarakat Itali, terutama aspek sosial-ekonomi, dan berkesimpulan bahwa 80%
kekayaan di Italia dikuasai oleh elit yang jumlahnya tidak lebih 20%. Sebaliknya 80%
rakyatnya hanya menikmati 20% saja dari kekayaan negaranya. Dan pandangan ini
menurutnya terjadi di wilayah manapun di bumi, dan kiranya masih relevan untuk
konteks Indonesia saat ini.
Perubahan social terjadi ketika elite mulai mengalami kemerosotan moral dan
digantikan oleh elite baru yang berasal dari elit yang tak memerintah. Jadi, Pareto
menyodorkan teori perubahan sosial melingkar, sedangkan Marx, Comte, Spencer, dan
yang lain menyodorkan teori perubahan sosial yang liniear.
Teori sosiologi Pareto berpengaruh dalam pengembangan teori dan karya
Parsons berjudulthe structure of social action dan pengaruh lebih umumnya lagi dalam
pengembanganfungsionalisme structural. Selain itu pemikiran Pareto juga digemari
penguasa Itali saat itu Benito Mussolini. ***

Kutipan;
[1] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992, hlm
451
[2] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, terj. Jakarta,
Prenada Media, 2004, hlm 53-54
Sumber Rujukan;
[1] Vilfredo Pareto www.wikipedia.com Diakses 05 September 2014
[2] Gambar Vilfredo Pareto www.quotessays.com Diakses pada 18 September 2014