Anda di halaman 1dari 6

PERBEDAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG

PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN


2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Tugas Matakuliah
GD4205 Batas Laut Wilayah

KRAMER NAPITUPULU
15111101

PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

Bila kita menyelisik sejarah perundang-undangan Indonesia, akan kita dapati bahwa
ada sekitar 8 Undang-Undang (atau disingkat UU), termasuk Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang (disingkat Perpu atau Perppu), yang membahas tentang Pemerintahan
Daerah. Otonomi Daerah adalah hal terbesar yang memprakarsai terciptanya konstitusi
tentang Pemerintahan Daerah ini. Sistem pemerintahan yang berubah menuju kesempurnaan
sejak masa Orde Baru sampai sekarang masa Reformasi adalah hal terbesar yang
memprakarsai terciptanya revisi terhadap konstitusi tentang Pemerintahan Daerah tersebut.
Karena tulisan ini adalah tugas matakuliah GD4205 Batas Laut Wilayah, perbedaan
yang dibahas hanyalah pada aspek kewenangan pemerintah dalam penanganan masalahmasalah perbatasan.
Untuk dapat melakukan pengidentifikasian perbedaan antara kedua UU tersebut, yang
pertama harus kita lakukan adalah membuat garis-garis besar kerangka pembahasan pada
masing-masing UU.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
BAB I

KETENTUAN UMUM

BAB II

PEMBENTUKAN DAERAH DAN KAWASAN KHUSUS

BAB III

PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN

BAB IV

PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

BAB V

KEPEGAWAIAN DAERAH

BAB VI

PERATURAN DAERAH DAN PERATURAN KEPALA DAERAH

BAB VII

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB VIII

KEUANGAN DAERAH

BAB IX

KERJA SAMA DAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN

BAB X

KAWASAN PERKOTAAN

BAB XI

DESA

BAB XII

PEMBINAAN DAN PFNGAWASAN

BAB XIII

PERTIMBANGAN DALAM KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH

BAB XIV

KETENTUAN LAIN-LAIN

BAB XV

KETENTUAN PERALIHAN

BAB XVI

KETENTUAN PENUTUP

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah


BAB I

KETENTUAN UMUM

BAB II

PEMBAGIAN WILAYAH NEGARA

BAB III

KEKUASAAN PEMERINTAHAN

BAB IV

URUSAN PEMERINTAHAN

BAB V

KEWENANGAN DAERAH PROVINSI DI LAUT DAN DAERAH


PROVINSI YANG BERCIRI KEPULAUAN

BAB VI

PENATAAN DAERAH

BAB VII

PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DAERAH

BAB VIII

PERANGKAT DAERAH

BAB IX

PERDA DAN PERKADA

BAB X

PEMBANGUNAN DAERAH

BAB XI

KEUANGAN DAERAH

BAB XII

BUMD

BAB XIII

PELAYANAN PUBLIK

BAB XIV

PARTISIPASI MASYARAKAT

BAB XV

PERKOTAAN

BAB XVI

KAWASAN KHUSUS DAN KAWASAN PERBATASAN NEGARA

BAB XVII

KERJA SAMA DAERAH DAN PERSELISIHAN

BAB XVIII

DESA

BAB XIX

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

BAB XX

TINDAKAN HUKUM TERHADAP APARATUR SIPIL NEGARA DI


INSTANSI DAERAH

BAB XXI

INOVASI DAERAH

BAB XXII

INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH

BAB XXIII

DEWAN PERTIMBANGAN OTONOMI DAERAH

BAB XXIV

KETENTUAN PIDANA

BAB XXV

KETENTUAN LAIN-LAIN

BAB XXVI

KETENTUAN PERALIHAN

BAB XXVII :

KETENTUAN PENUTUP

Berdasarkan garis besar kerangka pembahasan Undang-Undang Nomor 32 Tahun


2004 Tentang Pemerintahan Daerah di atas, dipersempitlah bagian yang akan dibahas pada
tulisan ini menjadi hanya pada 2 BAB saja yaitu BAB III yang terdiri dari pasal 10 s/d 18 dan
BAB IX yang terdiri dari pasal 195 s/d 198 dengan masing-masing berurutan membahas
tentang Pembagian Urusan Pemerintahan dan Kerja Sama Dan Penyelesaian Perselisihan.
Berdasarkan garis besar kerangka pembahasan Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2014 Tentang Pemerintahan Daerah di atas, dipersempitlah bagian yang akan dibahas pada
tulisan ini menjadi hanya pada 3 BAB saja yaitu BAB IV yang terdiri dari pasal 9 s/d 26,
BAB V yang terdiri dari pasal 27 s/d 30, dan BAB XVII yang terdiri dari pasal 363 s/d 370
dengan masing-masing berurutan membahas tentang Urusan Pemerintahan, Kewenangan
Daerah Provinsi Di Laut Dan Daerah Provinsi Yang Berciri Kepulauan, dan Kerja Sama
Daerah Dan Perselisihan.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terdiri dari 16
BAB dan 240 Pasal sedangkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintahan Daerah terdiri dari 27 BAB dan 411 Pasal. Hal ini mengindikasikan bahwa
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah membahas
pemerintahan daerah lebih detail dibandingkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
Tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

Tentang Pemerintahan Daerah

Tentang Pemerintahan Daerah

Tidak

menguraikan

pemerintah.

klasifikasi

urusan Menguraikan klasifikasi urusan pemerintah


yaitu urusan pemerintahan absolut, urusan
pemerintahan

konkuren,

dan

urusan

pemerintahan umum.
Urusan pemerintah hanya dijabarkan secara Urusan pemerintah dijabarkan lebih spesifik
umum.

dengan menguraikan urusan pemerintahan


absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan

urusan pemerintahan umum.


Tidak membahas Daerah Provinsi yang Membahas Daerah Provinsi yang Berciri

Berciri Kepulauan.

Kepulauan. Daerah Provinsi yang Berciri


Kepulauan

mendapat

Pemerintah

Pusat

penugasan

untuk

dari

melaksanakan

kewenangan Pemerintah Pusat di bidang


kelautan
Mengatur

kewenangan untuk

berdasarkan

Pembantuan.
mengelola Tidak
mengatur

sumber daya di wilayah laut secara teknis.

asas

Tugas

kewenangan

untuk

mengelola sumber daya di wilayah laut

secara teknis.
Tidak mengatur kebijakan penetapan Dana Mengatur kebijakan penetapan Dana Alokasi
Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus
Khusus (DAK).
Tidak membahas

strategi

(DAK).
percepatan Membahas strategi percepatan pembangunan

pembangunan daerah.

daerah meliputi prioritas pembangunan dan


pengelolaan sumber daya alam di laut,
percepatan

pembangunan

ekonomi,

pembangunan sosial budaya, pengembangan


sumber daya manusia, pembangunan hukum
adat terkait pengelolaan laut, dan partisipasi
masyarakat.
Tidak mengatur kerja sama wajib, baik Mengatur kerja sama wajib yaitu merupakan
konsep maupun pelaksanaannya.

kerja sama antar daerah yang berbatasan


untuk

penyelenggaraan

Urusan

Pemerintahan.
Tidak mengatur kerja sama sukarela baik Mengatur kerja sama sukarela yaitu kerja
konsep maupun pelaksanaannya.

sama yang dilaksanakan oleh daerah yang


berbatasan atau tidak berbatasan untuk
penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang
menjadi

kewenangan

daerah

namun

dipandang lebih efektif dan efisien jika


dilaksanakan dengan bekerja sama.
Tidak membahas pemantauan dan evaluasi

Membahas pemantauan dan evaluasi kerja

kerja sama.

sama

yaitu

Gubernur

sebagai

wakil

Pemerintah Pusat melakukan pemantauan

dan evaluasi terhadap kerja sama yang


dilakukan Daerah Kabupaten/Kota dalam
satu Daerah Provinsi. Menteri melakukan
pemantauan dan evaluasi terhadap kerja sama
antar-daerah provinsi, antara Daerah provinsi
dan Daerah kabupaten/kota di wilayahnya,
serta antara Daerah provinsi dan Daerah
kabupaten/kota di luar wilayahnya.