Anda di halaman 1dari 6

Tumor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari
Tumor (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi
padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang
mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa
latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas
(malignan) atau jinak (benign).
Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan
merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak
menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi
dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali
setelah penyingkiran melalui operasi.
Berdasarkan tissue awal, tumor dapat dibagi menjadi:

Tumor asal epithelial.


o squamous epithelium: squamous cell papilloma, squamous cell
carcinoma
o transitional epithelium: transitional cell papilloma, transitional cell
carcinoma
o basal cell (hanya di kulit): basal cell carcinoma
o glandular epithelium: adenoma, cystadenoma, adenocarcinoma
o tubules epithelium (ginjal): renal tubular adenoma, renal cell
carcinoma (Grawitz tumor)
o hepatosit: hepatocellular adenoma, hepatocellular carcinoma
o bile ducts epithelium: cholangiocellular adenoma,
cholangiocellular carcinoma
o melanosit: melanocytic nevus, malignant melanoma
Tumor asal mesenchymal:
o tissue berhubungan:
fibroma, fibrosarcoma
myxoma, myxosarcoma
chondroma, chondrosarcoma
osteoma, osteosarcoma (osteogenic sarcoma)
lipoma, liposarcoma
o otot:
leiomyoma, leiomyosarcoma
rhabdomyoma, rhabdomyosarcoma
o endothelium:
hemangioma (capillary h., cavernous h.), glomus tumor,
hemangiosarcoma, Kaposi sarcoma
lymphangioma, lymphangiosarcoma

Tumor sel darah:


o hematopoietic cells: leukemia
o lymphoid cells: non-Hodgkin lymphoma, Hodgkin lymphoma
Tumor sel germ:
o Teratoma (mature teratoma, immature teratoma)

Tumor epithelial dianggap ganas bila dia menembus basal lamina dan dianggap
jinak bila tidak.
Tumor disebabkan oleh mutasi dalam DNA sel. Sebuah penimbunan mutasi
dibutuhkan untuk tumor dapat muncul. Mutasi yang mengaktifkan onkogen atau
menekan gen penahan tumor dapat akhirnya menyebabkan tumor. Sel memiliki
mekanisme yang memperbaiki DNA dan mekanisme lainnya yang menyebabkan
sel untuk menghancurkan dirinya melalui apoptosis bil DNA rusak terlalu parah.
Mutasi yang menahan gen untuk mekanisme ini dapat juga menyebabkan kanker.
Sebuah mutasi dalam satu oncogen atau satu gen penahan tumor biasanya tidak
cukup menyebabkan terjadinya tumor. Sebuah kombinasi dari sejumlah mutasi
dibutuhkan.
DNA microarray dapat digunakan untuk menentukan apakah oncogene atau gen
penahan tumor telah termutasi. Di masa depan kemungkinan tumor dapat dirawat
lebih baik dengan menggunakan DNA microarray untuk menentukan karakteristik
terperinci dari tumor.
Penuaan menyebabkan lebih banyak mutasi di DNA mereka. Ini berarti
"prevalence" tumor meningkat kuat sejalan dengan penuaan. Ini juga kasus di
mana orang tua yang terdapat tumor, kebanyakan tumor ini merupakan tumor
ganas. Contohnya, bila seorang wanita berumur 20 tahun memiliki tumor di
dadanya kemungkinan besar tumor ini adalah jinak. Namun, apabila wanita
berumur 70 tahun makan kemungkinan besar tumor ini adalah ganas.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Inisiasi tumor
2 Promosi tumor
3 Lihat pula

4 Rujukan

[sunting] Inisiasi tumor


Inisiasi tumor bermula saat karsinogenesis kimiawi yang terjadi pada sel
menyebabkan kerusakan genetik yang tidak dapat dipulihkan.[1] Pada organ paru
dan usus besar manusia, perubahan epigenetik adalah perubahan awal yang terjadi
pada proses karsinogenesis.

Kerusakan genetik tersebut disebabkan kesalahan genetik yang diinduksi oleh


karsinogen kimiawi dengan mengubah struktur molekul pada DNA yang
berakibat pada mutasi dalam sintesis DNA. Perubahan struktur molekul DNA,
terjadi setelah terjadi adduct atau ligasi antara karsinogen atau salah satu gugus
fungsionalnya dengan salah satu nukleotida di dalam DNA. Hal ini menjelaskan
mengapa tumor sangat jarang ditemukan pada jaringan tubuh yang tidak dapat
membentuk ligasi karsinogen-DNA.
Ligasi ini akan mengaktivasi proto onkogen atau meng-inaktivasi gen penghambat
tumor. Metilasi DNA pada area promoter dalam berkas gen, dapat
mentranskripsikan inaktivasi gen penghambat tumor.
Akumulasi mutasi kemudian terjadi, jika sel mempunyai kemampuan proliferasi
dan hidup cukup lama di dalam organisme.

[sunting] Promosi tumor


Karena akumulasi mutasi berbanding lurus dengan laju proliferasi, atau
setidaknya pada laju pergantian sel punca, ekspansi klonal dari sel terinisiasi, akan
menghasilkan populasi sel, sebelum mengalami perubahan genetik lebih jauh.
Pada tahap ini, sebuah zat yang disebut promoter tumor bekerja.
Promoter tumor, pada umumnya tidak bersifat mutagenik, tidak bersifat
karsinogenik, dan sering memiliki kemampuan untuk menginduksikan potensi
kimiawinya tanpa aktivasi metabolik terlebih dahulu. Agen ini memiliki
kemampuan untuk menurunkan jangka waktu latensi guna pembentukan tumor,
setelah terpapar suatu jaringan atau sebuah inisiator tumor, atau meningkatkan
jumlah tumor yang terbentuk di dalam jaringan. Selain itu, promoter tumor juga
dapat membentuk heterodimer dengan zat inisiator yang terlalu lemah untuk
menimbulkan dampak karsinogenik dalam bentuk monomernya.
Minyak kroton yang diekstrak dari biji Codiaeum variegatum, merupakan
promoter tumor dalam karsinogenesis kulit dengan lintasan senyawa 12otetradecanoylphorbol-13-acetate melalui aktivasi protein kinase-C. Peningkatan
diasilgliserol akan menyertai aktivasi tersebut, hanya jika terjadi asupan lemak
makanan kadar tinggi yang kontinu.
Contoh promoter lain berupa dioksin, benzoil peroksida, makrosiklik lakton,
bromometilbenzantrasena, antralin, fenol, sakarin, triptofan, dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT), fenobarbital, kondensat asap rokok,
polychlorinated biphenyls (PCBs), teleosidin, asam siklamat, estrogen, asam
empedu, sinar ultraviolet, luka, abrasi, dan iritasi kronis lain seperti saline lavage.
Sedangkan agen yang dapat menginisiasi sekaligus mempromosikan tumor,
disebut karsinogen utuh, antara lain: benzo[a]pyrene dan 4-aminobiphenyl.

[sunting] Lihat pula

Antigen
Kanker
Polip
Teh hijau

[sunting] Rujukan
1. ^ (en)Kufe, Donald W.; Pollock, Raphael E.; Weichselbaum, Ralph R.;
Bast, Robert C., Jr.; Gansler, Ted S.; Holland, James F.; Frei III, Emil.
(2003). Holland-Frei Cancer medicine - Multistage Carcinogenesis (edisi
ke-6). Hamilton on BC Decker Inc.,. ISBN 1-55009-213-8.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?
book=cmed6&part=A4991. Diakses pada 2010-07-08.

"Penghapus Magis" Angkat Tumor


Otak
Rabu, 9 Juni 2010 11:36 WIB | Mancanegara | Amerika | Dibaca 1585 kali
Ilustrasi Chordoma (medscape.com)
Los Angeles (ANTARA News) - Seorang dokter Amerika Serikat berhasil
menghilangkan tumor otak yang mematikan dari batang otak seorang anak kecil
dengan menggunakan "penghapus magis", demikian sebuah laporan, Rabu.
Dokter Amin Kassam menggunakan alat itu, yang disebut Nico Myriad, untuk
mengangkat tumor tersebut dari sistem otak anak laki-laki Belgia, kata Saint
John`s Health Center di Santa Monica, dekat Los Angeles.
Anak laki-laki itu, yang hanya diidentifikasi sebagai Tristan, menghadapi
kepastian kematian akibat "chordoma" --tumor otak langka dan ganas, demikian
keterangan rumah sakit tersebut.
Tumor itu telah membungkus batang otak bocah laki-laki yang berusia 4 tahun
tersebut, sehingga tak mungkin untuk menggunakan teknik operasi normal guna
menyelamatkan nyawa anak itu, kata rumah sakit tersebut.
Amin pergi ke Belgia dengan membawa alat baru itu, yang digambarkan sebagai
alat otomatis yang dapat memotong tumor sampai menjadi lembaran mikroskopis
tanpa menghasilkan panas.
Alat Nico Myriad tersebut diperkenalkan di Amerika Serikat sekitar satu tahun

lalu, dan Amin adalah salah seorang dari sedikit ahli bedah syaraf yang dilatih
untuk menggunakan alat itu.
Alat tersebut telah memungkinkan pembuatan lubang yang dapat dibengkokkan
yang memungkinkan ahli bedah memiliki akses ke tempat tumor yang sulit
dijangkau, dan pengangkatan tumor anak laki-laki tersebut dilakukan melalui
lubang hidung anak itu.
Satu tim ahli bedah memerlukan waktu 13 jam untuk melakukan operasi tersebut.
"Alat penghapus magis" menyediakan pencukuran jaringan secara tepat di atau
dekat bagian tubuh yang kritis, seperti pembuluh darah dan syaraf, dan juga
membungkam jaringan tumor jadi satu ruang pengumpulan bagi evaluasi
laboratorium, kata rumah sakit tersebut.
Meskipun "chordoma" berkembang lamban, penyakit itu dapat menimbulkan
nyeri, kelumpuhan, gangguan pandangan, gangguan menelan dan kematian.

Penyakit Tumor Vagina atau Kanker Vagina


Dipublikasikan pada 08 June 2010 oleh Wawan Lodro
Vagina adalah saluran sepanjang 7,5-10 cm; ujung atasnya berhubungan
dengan serviks (leher rahim atau bagian terendah dari rahim), sedangkan ujung
bawahnya berhubungan dengan vulva. Tumor vagina adalah pertumbuhan
jaringan yang abnormal pada vagina, organ reproduksi wanita. Sebagian besar
kanker dalam vagina adalah akibat penyebaran kanker, seperti kanker leher rahim
atau kanker endometrium ke dalam vagina.
Ada beberapa jenis kanker vagina:
1. Karsinoma sel skuamosa
Berasal dari lapisan epitelium vagina. Lebih banyak ditemukan di vagina bagian
atas.
Karsinoma skuamosa biasanya ditemukan pada wanita berusia 60-80 tahun.
Karsinoma verukosa adalah sejenis karsinoma sel skuamosa yang tumbuhnya
lambat. Karsinoma ini tumbuh ke arah rongga vagina dan tampak seperti kutil
atau bunga kol.
2. Adenokarsinoma
Adenokarsinoma paling sering terjadi pada wanita berusia 12-30 tahun.

3. Melanoma maligna
Berasal dari sel-sel penghasil pigmen, lebih banyak ditemukan di vagina bagian
bawah.
4. Sarkoma
Kanker ini tumbuh jauh di dalam dinding vagina, bukan pada epitelium.
Ada beberapa jenis sarkoma, yang paling sering ditemukan adalah
leiomiosarkoma, yang menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas.
Rabdomiosarkoma adalah kanker pada masa kanak-kanak, biasanya terjadi
sebelum usia 3 tahun. Sel-selnya mirip dengan sel otot volunter, yang merupakan
suatu jaringan yang dalam keadaan normal tidak ditemukan pada dinding vagina.
Karsinoma sel skuamosa tidak tumbuh secara tiba-tiba, kanker ini berkembang
selama bertahun-tahun dari suatu perubahan prekanker pada vagina yang disebut
neoplasi intraepitel vagina (NIVA).
Gejala
Gejala tumor ini meliputi; pendarahan vagina tan diikuti rasa sakit, pendarahan
setelah hubungan seksual, dan panggul atau vagina sakit.
Pengobatan
Pengobatan kanker vagina tergantung pada tahapan penyakit, jenis kanker, daerah
vagia yang terserang, usia, dan kesehatan
pasien. Biasanya pengobatan dilakukan dengan radiasi.