Anda di halaman 1dari 5

Pengkajian 11 pola Gordon

Pada pengkajian 11 pola Gordon pada klien dengan dermatitis alegika akan mempengaruhi
beberapa aspek akibat dari gejala yang di timbulkan dan di cantumkan beberapa data yang
mungkin memiliki masalah:
Pola Gordon

Hasil Pengkajian

Masalah
keperawatan

Pola persepsi dan

pemeliharaan
kesehatan

Persepsi terhadap penyakit :


- Kaji pendapat klien mengenai kesehatan
-

dan penyakit
Kaji apakah pasien langsung mencari
pengobatan

atau

menunggu

sampai

penyakit tersebut mengganggu aktivitas

pasien
Penggunaan :
- Kaji tentang penggunaan obat-obatan

klien
- Kaji tentang penggunaan alcohol dan
tembakau untuk mengetahui gaya hidup
2

Pola nutrisi dan

klien
Kaji pola dan porsi makan klien sehari-hari

(pagi, siang dan malam)


Kaji nafsu makan klien, apakah ada mual

muntah, pantangan atau alergi


Kaji apakah klien mengalami gangguan

dalam menelan
Kaji apakah klien sering mengkonsumsi

metabolisme,
cairan dan
elektrolit

buah-buahan dan sayur-sayuran yang


3

Pola eliminasi

mengandung vitamin antioksidant


Kaji pola kebiasaan miksi dan defekasi klien,

warna , konsistensidan karakteristiknya


Berapa kali miksi dalam sehari, karakteristik

urin dan defekasi, konsistensi, warna


Adakah masalah dalam proses miksi dan
defekasi , adakah penggunaan alat bantu

Pola aktivitas dan


latihan

untuk miksi dan defekasi


Kaji perubahan aktivitas klien biasanya/ hobi
sehubungan dengan gangguan pada kulit
Kaji kekuatan otot : biasanya klien tidak ada

masalah dengan kekuatan ototnya karena

Pola tidur dan

istirahat

yang terganggu adalah kulitnya


Kaji keluhan klien saat beraktivitas
Kaji kebiasaan sebelum masuk rumah sakit :
tanyakan lama, kualitas dan kuantitas tidur

pasien
Kaji masalah pola tidur : tanyakan apakah

terjadi masalah istirahat/ tidur yang

Pola persepsi dan


kognitif

berhubungan dengan gangguan pada kulit


Kaji bagaimana perasaan klien setelah

bangun tidur. Apakah merasa segar atau tidak


Kaji status mental klien

Kaji kemampuan berkomunikasi dan

Nyeri akut

penyakitnya

nyaman

dan derajatnya.

penyebab kecemasan klien


Kaji
pola
pendengaran,

Identifikasi

penglihatan,

dan memori
Kaji apakah klien mengalami vertigo
Kaji nyeri (akut/kronik): gejalanya yaitu
timbul gatal-gatal atau bercak merah pada
kulit. Tanyakan lokasi nyeri, bagaimana
penatalaksanaan nyeri, intensitas nyeri, apa
yang dilakukan klien untuk mengurangi nyeri
saat nyeri terjadi, apakah klien mengalami

pengetahuan

kemampuan klien dalam memahami sesuatu


Kaji tingkat ansietas klien berdasarkan

ekspresi wajah, nada bicara klien terkait

pengecap, penciuman, persepsi nyeri, bahasa

Defisiensi

insensitivitas terhadap panas/dingin/nyeri


Apakah klien bisa bicara dengan normal/ tak

Gangguan rasa
Kerusakan
integritas kulit
Risiko infeksi

jelas/gugup
Data Yang Mungkin ditemuakan :
Penderita pada umumnya mengeluh gatal.
Kelainan kulit bergantung pada keparahan
dermatitis. Pada yang akut dimulai dengan
bercak eritema berbatas jelas, kemudian diikuti
edema, papulovesikel, vesikel atau bula. Vesikel
atau bula dapat pecah menimbulkan erosi dan
eksudasi (basah) yang memunculakan gangguan
rasa nyaman
Pada yang

kronis

terlihat

kulit

kering,

berskuama, papul, likenifikasi dan mungkin


juga fisur, batasnya tidak jelas dan biasanya
disertai dengan nyeri.
7

Pola persepsi diri

dan konsep diri

Kaji bagaimana klien menggambarkan


dirinya sendiri dan persepsi terhadap
kemampuan, harga diri, gambaran diri dan
perasaan terhadap diri sendiri apakah
kejadian yang menimpa klien mengubah

gambaran dirinya
Kaji bagaimana klien menggambar dirinya
sendiri, apakah ada hal yang membuaatnya

mengubah gambaran terhadap diri


Kaji apakah ada hal yang menjadi
pikirannya, apakah klien sering merasa
marah, cemas, depresi, takut, suruh klien
menggambarkannya.
Data Yang Mungkin di temukan :
Pada dermatitis akan menyebabkan
kerusakan pada kulit yang merupakan bagian
yang paling sering mudah di lihat, klien
kemungkinan merasakan perasaan malu pada

Gangguan citra tubuh

kulitnya serta dermatitis alergi yang bersifat


kumat-kumatan mungkin membuat klien
bertanya- tanya mengapa tubuhnya begitu
8

Pola peran dan


hubungan

sensitive.
Menggambarkan keefektifan hubungan dan
peran dengan keluarga dan kerabat klien
Tanyakan apa pekerjaan dan status pekerjaan

klien
Tanyakan tentang sistem pendukung dalam
kehidupan klien seperti : istri, suami, anak,

Pola seksualitas

teman
Tanyakan apakah ada masalah keluarga

berkenaan dengan perawatan penyakit klien


Tanyakan bagaimana keadaan keuangan

sejak klien sakit


Bagaimana dalam pengambilan keputusan

dan penyelesaian konflik


Tanyakan juga apakah klien aktif dalam

kegiatan sosial
Tanyakan masalah seksual klien yang

dan reproduksi

berhubungan dengan penyakitnya, apakah


klien mengalami kesulitan/ perubahan dalam

pemenuhan kebutuhan seks


Bagaimana kehidupan seksual klien, jika
klien wanita kaji siklus menstruasinya,

biasanya klien tidak terlalu mengalami


gangguan dengan pola reproduksi

10

Pola toleransi
coping- stress

seksualitas.
Tanyakan kapan klien mulai menopause dan

masalah kesehatan terkait dengan menopause


Menggambarkan kemampuan untuk menangani
stress dan menggunakan system pendukung
Tanyakan dan kaji perhatian utama selama
dirawat di rumah sakit (finansial atau

perawatan diri)
Kaji keadaan emosi klien sehari-hari dan
bagaimana klien mengatasi kecemasannya
(mekanisme koping klien), apakah efektif,
tanyakan apakah klien termasuk orang yang
santai atau mudah panik. Apakah ada
penggunaan obat untuk penghilang stress
atau klien sering berbagi masalahnya dengan

11

Pola tata nilai dan


kepercayaan

orang terdekat
Menggambarkan spiritualitas,

nilai,

system

kepercayaan dan tujuan dalam hidup


Kaji tujuan, cita-cita dan rencana klien pada

masa yang akan datang


Tanyakan agama klien dan apakah ada
pantangan-pantangan dalam beragama serta
seberapa taat klien menjalankan ajaran
agamanya.

Orang

yang

dekat

Tuhannya lebih berfikiran positif

kepada