Anda di halaman 1dari 9

MODEL PENELITIAN PENGEMBANGAN BORG AND GALL

MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Pengembangan Modul yang Dibimbing Oleh
Dr. Hadi Suwono, M.Si

Oleh:
Kelompok 12
Offering B/2012
Afif Saifudin

(120341421993)

Endah Handayani

(1203414219

Rahayu Setianingsih

(110341421541)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2015

BAB I
PENDAHULUAN

A Latar Belakang
Dewasa ini, terdapat kesenjangan antara penelitian yang dilakukan oleh
perguruan tinggi (yang kebanyakan berorientasi pada penelitian dasar untuk
mengembangkan teori), dengan kebutuhan masyarakat terhadap penelitian yang
hasilnya langsung dapat dimanfaatkan. Hal tersebut mengarah pada tuntutan akan
penelitian yang hasilnya langsung dapat dimanfaatkan atau diterapkan oleh
masyarakat semakin kuat.
Penelitian pengembangan bukanlah penelitian untuk menemukan teori,
melainkan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan atau mengembangkan suatu
produk. Penelitian pengembangan dalam dunia pendidikan, merupakan jenis
penelitian yang relatif baru yang lebih dikenal dengan R&D. Strategi dalam R&D
dimaksudkan untuk mengembangkan suatu produk baru untuk menyempurnakan
produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut bisa
berupa media pembelajaran, model pembelajaran, program komputer, pelatihan,
bimbingan, alat evaluasi dan sebagainya (Kantun, 2013).
Menurut Munawaroh (2012) menjelaskan bahwa penelitian pengembangan
merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang
dilakukan

secara

sistematis

dan

objektif

yang

disertai

dengan

kegiatan

mengembangan sebuah produk untuk memecahkan suatu persoalan yang dihadapi.


Sedangkan menurut Borg & Gall (1983), penelitian dan pengembangan merupakan
suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk
pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, penting sekali mengetahui tahapan model
penelitian Borg and Gall. Maka dari itu penulis menyusun makalah dengan judul
Model Penelitian Pengembangan Borg and Gall.
B Rumusan Masalah
1 Bagaimanakah model pengembangan Borg and Gall?
2 Bagaimana kelebihan penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall ?
3 Bagaimanakah kelemahan penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall?
C Tujuan
1 Mengetahui model pengembangan Borg and Gall
2 Mengetahui kelebihan penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall
3 Mengetahui kelemahan penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Model Penelitian dan Pengembangan Borg dan Gall
Penelitian pengembangan merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis,
dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang disertai dengan
kegiatan mengembangan sebuah produk untuk memecahkan suatu persoalan yang
dihadapi (Munawaroh, 2012). Ada berbagai macam model penelitian dan
pengembangan yang dikenal saat ini seperti, Model Dick&Carey, Model Borg&Gall,
Model 4D, dll. Salah satu model penelitian dan pengembangan yang biasa digunakan
adalah model Borg&Gall. Model Borg&Gall dikembangkan oleh Walter R. Borg dan
Meredith Damien Gall.
Menurut Borg dan Gall, educational research and development (R & D) is a
process used to develop and validate educational production". Dengan pengertian
tersebut maka rangkaian langkah-langkah penelitian dan pengembangan dilakukan
secara siklis, dan pada setiap langkah yang akan dilalui atau dilakukan selalu mengacu
pada hasil langkah sebelumnya hingga pada akhirnya diperoleh suatu produk
pendidikan yang baru (UPI, 2015).
Menurut Borg & Gall (1983) model procedural menggariskan langkah-langkah
umum dalam penelitian dan pengembangan, sebagai berikut :

develop preliminary form of product


Gambar 1 bagan penelitian dan pengembangan menurut Borg&Gall

Berikut penjelasan dari bagan diatas:


1. Research And Information Collecting Atau Studi Pendahuluan
Pada studi pendahuluan memiliki dua kegiatan utama, yaitu studi literatur
(pengkajian pustaka dan hasil penelitian terdahulu) dan studi lapangan. Studi

Planning

lapangan seperti pengamatan atau observasi kelas untuk melihat kondisi nyata di

lapangan dan persiapan awal. Penelitian awal atau analisis kebutuhan sangat
penting

dilakukan

guna

memperoleh

informasi

awal

untuk

melakukan

pengembangan. Pada tahap ini juga perlu dilakukan identifikasi strategi yang
digunakan untuk mencapai tujuan. Selain itu, perlu juga memperhatikan kritik dan
saran dari para ahli.
2. Planning Atau Perencanaan
Tahap ini mencakup merumuskan kemampuan, merumuskan tujuan khusus untuk
menentukan urutan bahan, dan uji coba dalam skala kecil. Hal yang sangat urgen
dalam tahap ini adalah merumuskan tujuan khusus yang ingin dicapai oleh produk
yang dikembangkan. Tujuan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang
tepat untuk mengembangkan program-program atau produk sehingga program atau
produk yang diuji cobakan sesuai dengan tujuan khusus yang ingin dicapai. Hal
penting lain pada tahap ini yaitu memperkirakan biaya, kemampuan, dan waktu
yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk. Perencanaan yang baik
membantu peneliti menghindari terbuangnya banyak waktu untuk tahap
selanjutnya.
3. Develop Preliminary Form Of Product Atau Pengembangan Produk Awal
Tahap ini mencakup penyiapan bahan-bahan pembelajaran, handbook dan alat-alat
evaluasi. Format pengembangan program yang dimaksud apakah berupa bahan
cetak, urutan proses, atau prosedur yang dilengkapi video. Prinsip utama dari tahap
ini adalah menyusun sebuah produk yang akan memunculkan banyak umpan balik
pada uji coba awal.
4. Preliminary Field Testing Atau Uji Coba Awal
Tujuan dari tahap ini untuk memperoleh data awal evaluasi produk yang
dikembangkan. Tahap ini dilakukan pada satu sampai tiga sekolah yang melibatkan
6-12 subjek dan data hasil wawancara, observasi dan angket dikumpulkan dan
dianalisis. Setelah itu, peneliti menggunakan hasilnya untuk merancang ulang
produk dan melakukan revisi.

5. Main Product Revision Atau Revisi Produk Tahap I


Tahap ini dilakukan berdasarkan hasil uji coba awal. Hasil uji coba lapangan
tersebut diperoleh informasi kualitatif tentang program atau produk yang
dikembangkan.
6. Main Field Testing Atau Uji Coba
Tahap ini dilakukan pada 5-15 sekolah dengan subjek coba sebanyak 30-100 orang.
Data kuantitatif dikumpulkan saat melakukan uji coba. Hasil yang didapat
dievaluasi dan dibandingkan dengan data kelompok kontrol. Tujuan dari uji coba
yakni untuk menentukan apakah produk yang dikembangkan sesuai dengan tujuan
pengembangannya. Selain itu, uji coba bertujuan untuk mengumpulkan informasi
yang dapat digunakan untuk meningkatkan produk setelah direvisi. Oleh karena itu
pada tahap ini data

kuesioner dan wawancara harus diperoleh dari seluruh

partisipan.
7. Operational Product Revision atau Revisi Produk Tahap II
Jika dari uji coba ini ditemukan bahwa produk yang dikembangkan memiliki
standar dibawah tujuan, maka perlu dilakukan revisi dan melakukan uji coba lagi.
Tahap ini terus dilakukan sampai produk yang dikembangkan memenuhi tujuan
minimal yang ingin dicapai. Jika produk tidak menunjukkan perkembangan yang
progresif pada uji coba kedua, maka produk sebaiknya diganti. Revisi produk
didasarkan pada hasil uji coba lapangan.
8. Operational Field Testing Atau Uji Coba Operasional
Tahap ini dilakukan pada 10-30 sekolah dengan subjek sebanyak 40-200 orang.
Pengumpulan data berupa hasil wawancara, observasi, dan kuesioner selanjutnya
dianalisis. Tujuan dari uji coba operasional yakni untuk menentukan apakah produk
yang dikembangkan dapat digunakan oleh pihak sekolah meskipun tanpa
pengawasan dari pengembang. Agar dapat digunakan secara penuh, produk harus
lengkap dan telah diuji setiap komponennya. Uji coba operasional ditujukan pada
sekolah reguler. Hal ini karena pada kondisi sekolah reguler cocok untuk menjadi
tempat uji coba. Setelah dilakukan uji coba, pihak sekolah diminta untuk memberi
umpan balik. Umpan balik dapat berupa mengisi kuesioner yang nantinya
dikumpulkan pada peneliti.
9. Final Product Revision Atau Revisi Produk Tahap Akhir

Setelah tahap uji coba operasional selesai dan data telah dianalisis, dilakukan revisi
akhir. Revisi didasarkan hasil dari uji coba operasional. Pada tahap ini peneliti dapat
menyiapkan produk untuk dipublikasikan. Peneliti dapat menghubungi penerbit dan
pihak yang dapat membantu.
10. Dissemination And Implementation Atau Penyebaran Dan Implementasi
Penyebaran dapat dikatakan sebuah proses untuk membuat seseorang menyadari
bahwa produk yang dikembangkan memiliki manfaat. Perlu juga dilakukan
demonstrasi untuk menunjukkan bahwa produk sesuai dengan kebutuhan
pengguna. Implementasi mengacu pada proses membantu pemakai untuk
menggunakan produk sesuai dengan tujuan yang diinginkan pencipta. Pada tahap
ini, pendanaan yang cukup akan sangat membantu kelancaran proses.

B. Kelebihan penelitian R&D


Menurut (Gall & Borg, 1983; Gall, Gall, & Borg, 2003; (Plomp dan Nieven, 2007)
kelebihan R&D antara lain:
1. Mampu mengatasi kebutuhan nyata dan mendesak melalui pengembangan solusi atas
suatu masalah sembari menghasilkan pengetahuan yang bisa digunakan di masa
mendatang.
2. Mampu menghasilkan suatu produk/model yang memiliki nilai validasi tinggi, karena
melalui serangkaian uji coba di lapangan dan divalidasi ahli.
3. Mendorong proses inovasi produk/model yang tiada henti sehingga diharapkan akan selalu
ditemukan model/produk yang selalu aktual dengan tuntutan kekinian.
4. Merupakan penghubung antara penelitian yang bersifat teoritis dan lapangan.

C. Kekurangan penelitian R&D:


Menurut (Gall & Borg, 1983; Gall, Gall, & Borg, 2003; (Plomp dan Nieven, 2007)
kekurangan R&D antara lain:
1. Tidak bisa digeneralisasikan secara utuh, karena penelitian R&D ditujukan untuk
pemecahan masalah here and now, dan dibuat berdasar sampel (spesifik), bukan
populasi.
2. Penelitian R&D memerlukan sumber dana dan sumber daya yang cukup besar.

BAB III
PENUTUP
A. Keismpulan
1. Model penelitan dan pengembangan Borg&Gall terdiri dari 10 langkah, yaitu: (1)
research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form of
product, (4) prelimina1y field testing, (5) main product revision, {6) main field
testing. (7) operational producr revision, (8) operasional field tesring, (9) final
product revision. and (10) dissemination and implementation
2. Kelebihan model penelitan dan pengembangan Borg&Gall adalah
3. Kekurangan model penelitan dan pengembangan Borg&Gall adalah
B. Saran
1. Sebaiknya dalam penyusunan makalah ini menggunakan sumber rujukan yang
lebih banyak agar konsep dan isi yang ditulis lebih lengkap
2. Sebaiknya dalam penyusunan makalah penulis berkonsultasi kepada dosen atau
asisten dosen agar isi yang ditulis sesuai dengan konspe yang ada

DAFTAR RUJUKAN
Borg and Gall (1983). Educational Research, An Introducfioz. New York and London:
Longman Inc.
Kantun, Sri. 2013. Hakikat dan Prosedur Penelitian Pengembangan. Jurnal Prog. Studi
Ekonomi FKIP UNEJ. (Online), (http://library.unej.ac.id/client/search/asset/468), diakses
21 Januari 2015
Munawaroh, Isniatun. 2012. Urgensi Penelitian dan Pengembangan. Jurnal Penelitian UNY.
(Online),
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/PENELITIAN
%20PENGEMBANGAN.pdf), diakses 21 Januari 2015
Universitas
Pendidikan
Indonesia
(UPI).
2015.
(Online),
(http://repository.upi.edu/8673/4/s_pkn_0808831_chapter3.pdf), diakses 21 Januari 2015