Anda di halaman 1dari 4

INDRA PRASETIYO 2414105044

Material Energi

MAKALAH MENYUBLIM ATAU SUBLIMASI

Disusun oleh:
Nama Anggota Kelompok.
1. I Gusti A.A Putri Wardanyati (12320011)
2.Gusti Putu Agus Arya Suardinata (12320010)
3. M. Dimas Pujantara Fauzi (12320013)
4. I Gust Agusi Palguna Artha (12320007)

BAB PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Salah satu perubahan wujud yang dapat digunakan untuk pemisahan campuran adalah
menyublim atau sublimasi. Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas
ke padat. Bila partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu, maka partikel tersebut
akan menyublim menjadi gas. Sebaliknya, bila suhu gas tersebut diturunkan, maka gas akan
segera berubah wujudnya menjadi padat.
Penggunaan teknik ini terbatas, karena hanya sedikit zat yang dapat mengalami
sublimasi, di antaranya adalah kapur barus, amonium klorida, dan iodium. Bagaimanakah cara
kita memisahkan suatu campuran yang mengandung zat yang dapat menyublim?
Cara yang dapat kita lakukan adalah memisahkan partikel yang mudah menyublim
tersebut menjadi gas. Gas yang dihasilkan ditampung, lalu didinginkan kembali. Syarat
pemisahan campuran dengan menggunkan sublimasi adalah partikel yang bercampur harus
memiliki perbedaan titik didih yang besar, sehingga kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat
kemurnian yang tinggi.

BAB
TINJAUAN PUSTAKA

INDRA PRASETIYO 2414105044


Material Energi

Penyubliman adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat padat menjadi gas. Contoh
penyublimandalamkehidupanseharihariadalahsepertiketikakitameletakkankapurbarusdiruangan
terbukadalamwaktuyangcukuplama,kemudiankitamengamatikapurbarustersebutternyataukuran
kapurbarustersebuttidaktetap.Makinlamakapurbarustersebutmenjadikecilukurannya.Peristiwa
penyusutaninikarenasebagianbesarkapurbarustelahberubahmenjadigas.Apabila ada dua zat atau

lebih di dalam campuran yang tidak mengalami reaksi kimia , maka hasil komponen campuran
tersebut memiliki sifat-sifat yang tetap. Campuran yang mamiliki sifat-sifat yang tetap ini dapat
dipisahakan dengan cara fisika , yaitu pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang tampak , antara
lain berdasarkan titik didihnya , densitas dan daya serapnya. Setiap unsur atau senyawa yang
merupakan komponen penyusun campuran dalam keadaan temperatur dan keadaan yang sama
mempunyai sifat-sifat dasar yang identik dengan zat murni. Teknik-teknik pemisahan campuran
banyak macamnya , antara lain destilasi , ekstraksi , filtrasi , sublimasi , dan sentrifugasi (Tim
Penyusun Pemisahan Kimia , 2010).
Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat. Bila
partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu, maka partikel tersebut akan
menyublim menjadi gas. Sebaliknya, bila suhu gas tersebut diturunkan, maka gas akan segera
berubah wujudnya menjadi padat.Cara yang dapat kita lakukan adalah memisahkan partikel yang
mudah menyublim tersebut menjadi gas. Gas yang dihasilkan ditampung, lalu didinginkan
kembali. Syarat pemisahan campuran dengan menggunkan sublimasi adalah partikel yang
bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar, sehingga kita dapat menghasilkan
uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi(Dennifa,2010).
Sublimasi adalah proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap , dan uap
dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fasa cair. Pada proses sublimasi, senyawa
padat apabila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap
tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu (Basset,1994).
Cara kerja sublimasi adalah zat yang akan disublimasi dimasukkan dalam cawan/gelas
piala untuk keperluar sublimasi, ditutup dengan cawan, berisi es batu , kemudian di panaskan
dengan api kecil pelan-pelan. Zat padat akan menyublim berubah menjadi uap, sedangkan zat
penyampur tetap padat. Uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan berubah lagi
menjadi padat yang menempel pada dinding alat pendingin. Bila sudah tidak ada lagi zat yang
menyublim , dihentikan proses pemanasan dan di biarkan dingin supaya uap yang terbentuk
menyublim semua kemudian zat yang terbentuk dikumpulkan diperiksa kemurniannya. Bila
kurang murni diulang proses subliasi sampai didapatkan zat yang murni (sudja,1990).

INDRA PRASETIYO 2414105044


Material Energi

BAB HASIL DAN PEMBAHASAN


Pembahasan
Sublimasi

Pada percobaan terakhir yaitu sublimasi pada kamfer (naftalen) kotor. Pemurnian naftalen
dengan menggunakan proses sublimasi dikarenakan sifat naftalen yang mudah menyublim dan
merupakan padatan kristal yang tak bewarna (Riswiyanto,2003). Reaksi dari naftalen
berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan zat padat dalam proses sublimasi
mengalami proses perubahan langsung menjadi gas tanpa melalui fase cair, kemudian
terkondensasi menjadi padatan atau kristal kembali. Sehingga dalam proses sublimasi, naftalen
tidak berubah menjadi senyawa lain, hanya berubah bentuk (fase) dari padat ke gas. Pada proses

INDRA PRASETIYO 2414105044


Material Energi

sublimasi naftalen, beker gelas yang sudah di isi dengan kapur barus kotor diatasnya dipasang
cawan yang berisi es batu fungsinya untuk melihat perubahan warna pada kamfer namun tetap
mengisolasi massa naftalen didalam sistem. Lalu, dilakukan pemanasan dengan api yang kecil
sehingga terbentuk kristal-kristal di permukaan bawah cawan yang diletakkan es pada
permukaan atasnya, fungsi es yaitu sebagai penyerap kalor dalam gas naftalen agar mengalami
rekristalisasi. Pada percobaan diperoleh berat kapur barus murni yaitu 6,5 gram yang sebelumnya
berat kapur barus adalah 10 gram, Berarti hasil naftalen yang didapatkan tidak benar benar
murni, hal ini dapat disebabkan karena pengaruh lingkungan sekitar sehingga tidak semua
pengotor dapat dipisahkan serta tutup cawan pada saat di uapkan tidak tertutup rapat, dan alat
ukur yang digunakan. Kristal naftalen yang didapat yaitu dari bentuk kristal yang seperti jarum
(monoklin) dan bentuk kristal yang didapatkan lebih tipis dan jernih dari pada sebelum
sublimasi.