Anda di halaman 1dari 186

INOVASI

PEMBELAJARAN

Drs. Sutrisno,S.E.,M.M.,M.Pd.

SISTEM PEMBELAJARAN

OUTPUT
lulusan
lembaga
pendidikan
tertentu

INPUT

PROSES

OUTPUT

mahasiswa

pembelajaran

kurikulum

bimbingan

dosen

praktikum

sarana/prasarana

belajar mandiri

materi/bahan

belajar kelompok

INPUT

lulusan

INOVASI

PEMBELAJARAN SEBAGAI SISTEM


WHOM?
Who are the subject?
HOW?
Design, Plan, Strategy
Input

Process

- Resources
- Relation with the
environment

Utilization of
Resource to
Achieve Target

WHAT ?
(support needed)

Student

Output
Result
and
Impact

WHO ?
Teachers

Resources
Funding

Graduate

Laboratories
Staff

Organization

Physical Facilities

Library

Teaching & Learning

Curriculum
Academic Atmosphere

Stake holders/
Market demands
WHAT PROFILE?
(their need)

Model Pengembangan
Pembelajaran
Melakukan
Analisis
Kebutuhan

Identifikasi
kebutuhan &
menulis
Kompetensi
Umum

Menulis
Kompetensi
Khusus

Mengidentifikasi perilaku
awal &
karakteristik
awal siswa

Menulis
Tes
Acuan
Patokan

Mengembangkan Bahan
Pembelajaran

Menyusun
Strategi
Pembelajar
an

Mendesain
Alat
Evaluasi

Sistem
Pembel
ajaran

TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

Kognitif
Afektif

Psikomotor

DIDOMINASI OLEH RANAH KOGNITIF

KONDISI SEKARANG
Sebagian besar pendidik, guru dan dosen
hanya mengurusi aspek hard skill: kognitif dan
psikomotorik (untuk keterampilan laboratorium
misalnya)
Masalah afektif/ soft skill terabaikan (kejujuran
mengisi presensi, tanggung jawab ruangan)
Pendekatan pembelajaran jarang,
langsung/taklangsung, mendorong tumbuhnya
soft skill
Keterampilan ICT belum terintegrasi dalam
pembelajaran

SOFT/LIFE SKILL
Personal and interpersonal

behaviors that develop and maximize


human performance (e.g. coaching,
team building, decision making,
initiative). Soft skills do not include
technical skills, such as financial,
computer or assembly skills.
(Berthal)

SOFT/LIFE SKILL
(SUTJIPTA)

MENGAPA LIFE SKILL (KECAKAPAN HIDUP) PERLU:


CIRI-CIRI KECAKAPAN HIDUP: DISIPLIN, JUJUR, CERDAS,
SEHAT DAN BUGAR, PEKERJA KERAS, ULET, MADIRI,
PANDAI MENCARI DAN MEMANFAATKAN PELUANG, MAMPU
BEKERJASAMA DG ORANG LAIN, BERANI MENGAMBIL
KEPUTUSAN, BERANI MENGAMBIL RESIKO, MENGHARGAI
WAKTU, KREATIF DAN PENUH INISIATIF DSB.
KECAKAPAN HIDUP: KECAKAPAN YG DIPERLUKAN AGAR
SESEORANG MAMPU DAN BERANI MENGHADAPI
PROBLEMA KEHIDUPAN DAN MEMECAHKANNYA SECARA
ARIF DAN KREATIF.
PENDIDIKAN RELEVAN, JIKA HASILNYA SESUAI DG
KEBUTUHAN ANAK DIDIK SETELAH LULUS.

Usaha sadar seseorang untuk merubah


tingkah laku, melaui interaksi dengan sumber
belajar
Perubahan tingkah laku yang dihasilkan
bersifat permanen dan ke arah positif.
Perubahan tingkah laku dapat berupa
kognitif, afektif, psikhomotorik
Proses belajar hanya bisa berlangsung jika
terjadi interaksi antara si belajar dengan
sumber belajar

Terjadinya proses belajar tidak selalu harus ada


orang yang mengajar
Kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain,
harus dialami sendiri oleh si belajar
Mengajar merupakan upaya untuk membuat
orang lain belajar
Peran utama (guru/guru, tutor, Instruktur)
adalah menciptakan kondisi agar terjadi
kegiatan belajar pada si belajar

TEORI BELAJAR

DASAR MODEL
PEMBELAJARAN

Pendekatan-StrategiMetode dan Teknik


Pembelajaran

Teori Belajar
Behaviourism

Cognitivism

Perubahan
tingkah laku

Perubahan
Persepsi dan
Pemahaman
proses,
interaksi

Stimulusrespon

Constructivism

Pemaknaan
pengetahuan
proses hasil
konstruksi, interaksi

Proses pembelajaran
inspiratif

interaktif

memotivasi MAHASISWA
berpartisipasi aktif

menyenangkan

Proses
pembelajaran

menantang

memberikan ruang bagi


prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
(bakat, minat dan KARAKTER POSITIP )

MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran adalah
kerangka konseptual yang
menggambarkan prosedur yang
terorganisir secara sistemik dalam
mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Model pembelajaran berfungsi
sebagai pedoman bagi guru dalam
merencanakan dan melaksanakan
aktivitas belajar mengajar.

Unsur-Unsur Dasar yang perlu ada dalam Model Pembelajaran


(Joyce & Weil 2004)

-Syntax
-Social System
-Principle of Reaction
-Support system
-Instructional and Nurturant Effect

SINTAKS PEMBELAJARAN (STANDAR PROSES)


KEGIATAN
PENDAHULUAN

KEGIATAN
INTI

PENUTUP

menyiapkan peserta
didik
secara psikis dan
fisik

mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi
yang akan dipelajari
Menjelaskan kompetensi pembelajaran

Pelaksanaan Proses Pembelajaran


KEGIATAN
INTI
Eksplorasi

melibatkan peserta mencari informasi


menggunakan beragam
pendekatan pembelajaran
terjadinya interaksi
antar peserta didik/Guru/Lingkungan
membiasakan peserta didik
dalam membaca dan menulis

Elaborasi

Konfirmasi

memfasilitasi memunculkan gagasan baru


baik secara lisan maupun tertuluis;

memberi kesempatan untuk berpikir,


menganalisis, menyelesaikan masalah,
dan bertindak tanpa rasa takut

KEGIATAN
INTI

Elaborasi lanjutan

memfasilitasi peserta didik


dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
memfasilitasi peserta didik
berkompetisi secara sehat
untuk meningkatkan prestasi
belajar

Elaborasi

Memfasilitasi peserta didik


membuat laporan eksplorasi ,
baik lisan maupun tulisan,
secara individu atau
kelompok;

memfasilitasi peserta didik melakukan


pameran, turnamen, festival, serta produk yang
dihasilkan

memberikan umpan balik positif

Konfirmasi

memberikan konfirmasi terhadap hasil


eksplorasi dan elaborasi
memfasilitasi peserta didik melakukan refeksi

memfasilitasi memperoleh
pengalaman yang bermakna

membantu menyelesaikan masal

berfungsi sebagai nara dan fasili


memberi acuan agar peserta
dapat melakukan pengecekan
eksplorasi;
memberi informasi untuk
bereksplorasi lebih lanjut;
memberi motivasi kepada peserta
untuk bereksplorasi lebih lanjut.

di
ha

Pelaksanaan Proses Pembelajaran


bersama mebuat rangkuman/kesimpulan pelajaran

melakukan penilaian dan/atau refleksi

PENUTU
P

memberikan umpan balik terhadap proses dan

merencanakan kegiatan tindak lanjut

meyampaikan pembelajaran berikutnya

PELAKSANAAN

PENGEMBANGA
N

Guru
RENC.
PEMB
.

PROSES
DAN HASIL
BELAJAR
sumber
Siswa
belajar

PTK

METODE DAN MODEL


PEMBELAJARAN SCL
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN

PENGEMBANGAN
PEMBELAJARA

KURIKULUM

PERENCANAAN

Mengapa
Penting?
UU 20/2003
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara.

Mengapa
Era
global
Penting?

Pendidikan perlu menyiapkan manusia yang


mampu menjawab tantangan global

Mengapa
Penting?

PP 19
Tahun 2005

Memberikan ruang yang cukup bagi


prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.

KOMPETENSI
DASAR

Peserta mampu
mendemontrasikan
pemahaman tentang modelmodel pembelajaran
SCL(Student Centered
Learning)

LANGKAH KEGIATAN

Pengantar
Kilas Balik
Brainstorming
Penguatan
Diskusi Kelompok
Presentasi
Penguatan
Apa yang akan kulakukan
Refleksi

: 10
: 20
: 10
: 15
: 20
: 15
: 10
: 15
: 5

KILAS BALIK 10
Model pembelajaran apa yang sudah
pernah saya lakukan?
Apa saja yang saya lakukan dalam
pelaksanaan pembelajaran tersebut?
Apa yang saya siapkan dalam
pembelajaran tersebut
Apa yang sudah bapak/ibu lakukan dalam
evaluasi pembelajaran?

COCOKKAN! (10)
Apakah yang bapak/ibu lakukan
sudah mencerminkan
pembelajaran Aktif?
Cocokkan hasil kilas balik
bapak/ibu dengan indikator
pembelajaran aktif?

BEDAKAN

Penelitian David Johnson, Roger


Johnson dan Karl Smith (1991)
PEMBELAJARAN yang ada:
Perhatian siswa menurun dari waktu ke
waktu
Hanya sesuai untuk tipe auditori
Hanya melibatkan belajar tingkat rendah
Berasumsi bahwa semua siswa memerlukan
informasi yang sama
siswa cenderung tidak menyukainya

Kegunaan
Meningkatkan keterlibatan aktif siswa
Meningkatkan ingatan siswa pada konsep
yang dipelajari
Meningkatkan rasa memiliki proses
PEMBELAJARAN
Mengurangi ceramah dari Guru
Meningkatkan gairah belajar di kelas
Melibatkan aktifitas berfikir tingkat tinggi.

Kelebihan
Penelitian menunjukkan bahwa
PEMBELAJARAN aktif dapat
meningkatkan keterampilan siswa
diantaranya keterampilan berfikir,
keterampilan memecahkan
masalah dan keterampilan
komunikasi.

OLAH HATI/KALBU

OLAH PIKIR

CERDAS SPIRITUAL

CERDAS INTELEKTUAL

CERDAS
OLAH RASA

OLAH RAGA

CERDAS EMOSIONAL DAN SOSIAL

CERDAS KINESTETIK

PEMBELAJARAN

AKTIF

Klasifikasi pendekatan
pembelajaran berdasarkan
subjek dan objek

1. Pendekatan yang berpusat pada


guru (teacher-centred approaches)
2. Pendekatan yang berpusat pada
siswa (student-centred approaches)

Mel Silberman
Apa yang saya dengar saya lupa
Apa yang saya dengar dan lihat, saya sedikit
ingat
Apa yang saya dengar, lihat dan diskusikan
dengan orang lain saya mulai mengerti
Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan
lakukan saya akan menguasai dan trampil
Apa yang saya ajarkan pada orang lain saya
akan ahli

CONE OF EXPERIENCE
(Edgar Dale & James Finn, 1946)
Abstrak

Lambang Verbal
Lambang Visual
Radio
Rekaman
Gambar Mati
Gambar Hidup

Pameran
Karyawisata
Demonstrasi
Dramatisasi
Pengalaman Buatan
Kongkrit

Pangalaman langsung

Otak Laksana
Komputer
Perlu on ketika bekerja (perlu
motivasi)
Perlu software yang cocok (perlu
dihubungkan dengan
pengetahuan terdahulu)
Tidak mengingat jika tidak
disimpan. (review,
menceriterakan ke orang lain)

Ketika otak menerima


informasi
Apakah aku pernah mendengar atau
melihat informasi ini sebelumnya?
Dimana kecocokan informasi ini dengan
pengetahuan yang telah ada? Apa yang
harus aku lakukan?
Dapatkah diasumsikan bahwa gagasan
ini telah didapatkan kemarin, atau
beberapa waktu lalu?
Otak tidak sekedar menerima informasi,
otak memproses informasi

Menggeser Paradigma
Mengajar

Mengajar

merupakan pelibatan
peserta didik dalam belajar, jadi
siswa perlu dilibatkan secara aktif
dalam membangun pengetahuan. . .

Belajar adalah
proses aktif
Siswa otonom
Fokus pada
belajar
Siswa punya
keinginan
Siswa punya
tujuan

Motivasi sebagai
kunci belajar
Melibatkan:
Keingintahuan
siswa
Penyelidikan
siswa
Inisiatif siswa

Pengalaman adalah
hal utama
Siswa memiliki:
Keyakinan awal
Sikap awal
Pengetahuan awal

Fokus pada siswa

Konstruktivisme

Siswa memiliki
konsep awal
Memilih dan
memindahkan
informasi
Menyusun
hipothesis
Membuat pilihan

Tujuan

Penalaran
Berfikir kritis dan kreatif
Pemecahan masalah
Pemahaman dan penggunaan
Keluwesan kognitif
Refeksi
Distribusi kepakaran

Belajar itu ...


Kontekstual
Berhubungan dengan
kehidupan
Berhubungan dengan
pandangan awal

Aktivitas sosial
Melibatkan
pembelajaran
kooperatif
Belajar dengan
bahasa
Melibatkan siswa
dengan dunia nyata
Dialog antar siswa
dan siswa-guru

Memerlukan waktu
Refleksi
Pendewasaan

Ditekankan pada

Pemahaman
Kinerja
45

ANALISIS KOMPARATIF PANDANGAN BEHAVIORISTIK DAN KONSTRUKTIVISTIK

KOMPONEN

PANDANGAN
BEHAVIORISTIK

BELAJAR

PEMBELA
JARAN

PEROLEHAN PENGET
Pengetahuan:Objektif, Pasti, Tetap,
Tidak
Berubah.

PENYUSUNAN PENGET.
Pengetahuan: non objektif, temporer, selalu
berubah, tidak menentu.

MEMINDAHKAN PENGT.
Memiliki pemahaman
yang sama dg guru

MENATA LINGKUNGAN SISWA SUPAYA


BELAJAR
Pemahaman bisa berbeda tergantung
pengalaman

SISTEM

KETERATURAN
Ketaatan
Kedisiplinan
Penuh aturan
Kontrol belajar sistem

TUJUAN
STRATEGI

PENAMBAHAN PENGETAHUAN
URUTAN BAGIAN KE
KESELURUHAN
Urutan Kurikulum ketat
Acuan buku teks,
pengunkapan kembali
buku teks.
PENEKANAN PADA HASIL

EVALUASI

KONSTRUKTIVISTIK

KETIDAKTERATURAN
Kebebasan
Kontrol belajar oleh siswa
BELAJAR BAGAIMANA BELAJAR
URUTAN KESELURUHAN KE
BAGIAN
Lebih banyak menjawab pertanyaan siswa
Keterampilan berpikir
kritis
PENEKANAN PADA
PROSES

Usaha sadar seseorang untuk merubah


tingkah laku, melaui interaksi dengan sumber
belajar
Perubahan tingkah laku yang dihasilkan
bersifat permanen dan ke arah positif.
Perubahan tingkah laku dapat berupa
kognitif, afektif, psikhomotorik
Proses belajar hanya bisa berlangsung jika
terjadi interaksi antara si belajar dengan
sumber belajar

Terjadinya proses belajar tidak selalu harus ada orang yang


mengajar

Kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain, harus dialami


sendiri oleh si belajar

Mengajar merupakan upaya untuk membuat orang lain belajar

Peran utama (guru/guru, tutor, Instruktur) adalah menciptakan


kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada si belajar

TEORI BELAJAR

DASAR MODEL
PEMBELAJARAN

Pendekatan-StrategiMetode dan Teknik


Pembelajaran

Teori Belajar
Behaviourism

Cognitivism

Perubahan
tingkah laku

Perubahan
Persepsi dan
Pemahaman
proses,
interaksi

Stimulusrespon

Constructivism

Pemaknaan
pengetahuan
proses hasil
konstruksi, interaksi

Proses pembelajaran
inspiratif

interaktif

memotivasi MAHASISWA
berpartisipasi aktif

menyenangkan

Proses
pembelajaran

menantang

memberikan ruang bagi


prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
(bakat, minat dan KARAKTER POSITIP )

MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran adalah
kerangka konseptual yang
menggambarkan prosedur yang
terorganisir secara sistemik dalam
mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Model pembelajaran berfungsi
sebagai pedoman bagi guru dalam
merencanakan dan melaksanakan
aktivitas belajar mengajar.

Unsur-Unsur Dasar yang perlu ada dalam Model Pembelajaran


(Joyce & Weil 2004)

-Syntax
-Social System
-Principle of Reaction
-Support system
-Instructional and Nurturant Effect

SINTAKS PEMBELAJARAN (STANDAR PROSES)


KEGIATAN
PENDAHULUAN

KEGIATAN
INTI

PENUTUP

menyiapkan peserta
didik
secara psikis dan
fisik

mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi
yang akan dipelajari
Menjelaskan kompetensi pembelajaran

Pelaksanaan Proses Pembelajaran


KEGIATAN
INTI
Eksplorasi

melibatkan peserta mencari informasi


menggunakan beragam
pendekatan pembelajaran
terjadinya interaksi
antar peserta didik/Guru/Lingkungan
membiasakan peserta didik
dalam membaca dan menulis

Elaborasi

Konfirmasi

memfasilitasi memunculkan gagasan baru


baik secara lisan maupun tertuluis;

memberi kesempatan untuk berpikir,


menganalisis, menyelesaikan masalah,
dan bertindak tanpa rasa takut

KEGIATAN
INTI

Elaborasi lanjutan

memfasilitasi peserta didik


dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
memfasilitasi peserta didik
berkompetisi secara sehat
untuk meningkatkan prestasi
belajar

Elaborasi

Memfasilitasi peserta didik


membuat laporan eksplorasi ,
baik lisan maupun tulisan,
secara individu atau
kelompok;

memfasilitasi peserta didik melakukan


pameran, turnamen, festival, serta produk yang
dihasilkan

memberikan umpan balik positif

Konfirmasi

memberikan konfirmasi terhadap hasil


eksplorasi dan elaborasi
memfasilitasi peserta didik melakukan refeksi

memfasilitasi memperoleh
pengalaman yang bermakna

membantu menyelesaikan masal

berfungsi sebagai nara dan fasili


memberi acuan agar peserta
dapat melakukan pengecekan
eksplorasi;
memberi informasi untuk
bereksplorasi lebih lanjut;
memberi motivasi kepada peserta
untuk bereksplorasi lebih lanjut.

di
ha

Pelaksanaan Proses Pembelajaran


bersama mebuat rangkuman/kesimpulan pelajaran

melakukan penilaian dan/atau refleksi

PENUTU
P

memberikan umpan balik terhadap proses dan

merencanakan kegiatan tindak lanjut

meyampaikan pembelajaran berikutnya

Saling Berinteraksi

Semua saling
berbicara

Asyik dengan
apa yang
dikerjakan

Saling membantu

Berbagi materi

Saling bertanya/
menjawab

Adanya keterlibatan intelektual emosional


peserta didik melalui kegiatan mengalami,
menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap
Adanya keikutsertaan peserta didik secara aktif
dan
kreatif
selama
pelaksanaan
model
pembelajaran
guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator,
mediator dan motivator dalam kegiatan belajar
Penggunaan berbagai metode, alat dan media
pembelajaran

Batang Tubuh Model Pembelajaran

PENDEKTAN PEMBELAJARAN

Pendekatan pembelajaran adalah suatu


rancangan /kebijaksanaan dlm memulai
serta melaksanakan pengajaran suatu
materi pembelajaran yang memberi
arah & corak pd metode pengajarannya.
Fungsinya: sbg pedoman umum dan
langsung bagi langkah-Iangkah metode
pengajaran yg akan digunakan

Jenis Pendekatan
Pendekatan Pembelajaran berpusat pada
guru(Teacher Centered Approach)
Pendekatan Pembelajaran berpusat pada
Mahasiswa (Student Centered Approach)

STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran adalah siasat atau kiat
yang sengaja direncanakan oleh guru,
berkenaan dengan segala persiapan
pembelajaran agar pelaksanaan nya lancar dan
tujuannya tercapai secara optimal.
Strategi pembelajaran dikelompokkan
dalam :
-Expository-Discovery Learning
-Group-Individual Learning

Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dpt dikatakan
sebagai cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam bentuk kegiatan
nyata dan praktis untuk mencapai
tujuan pembelajaran.

Macam-Macam Metode Pembelajaran

1)Metode ceramah : penuturan secara lisan oleh guru


pada mahasiswa di depan kelas.
2)Metode tanya jawab : metode mengajar di mana guru
menanyakan hal-hal yang sifatnya faktual.
3)Metode diskusi: guru memberikan pertanyaanpertanyaan yang jawabannya menggunakan informas
yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu
masalah.
4) Metode kerja kelompok, dengan metode ini
mahasiswa dalam suatu kelas dipandang sebagai
suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok
kecil untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
5)Metode demonstrasi & eksperimen: guru &
mahasiswa mengadakan suatu percobaan.

Teknik Pembelajaran:
Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara
yang dilakukan guru dalam mengimplementasikan
suatu metode secara spesifik.

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
INOVATIF

1. MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


2. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
3. MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
4. MODEL PEMECAHAN MASALAH
5. dll

MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


(CTL)

Pembelajaran Kontekstual adalah konsep


pembelajaran yang mendorong guru untuk
menghubungkan antara materi yang diajarkan dan
situasi dunia nyata mahasiswa. Dan juga
mendorong mahasiswa membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya
dalam kehidupan mereka sehari-hari.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KONTEKSTUAL
1.

Kembangkan pemikiran bahwa mahasiswa akan belajar lebih bermakna dengan


cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri
pengetahuan dan keterampilan barunya.

2.

Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.

3.

Kembangkan sifat ingin tahu mahasiswa dengan bertanya.

4.

Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)

5.

Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.

6.

Lakukan refleksi di akhir penemuan.

7.

Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran


yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil mahasiswa
untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar
untuk mencapai tujuan belajar.
Konsep Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah,
asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar.
Mahasiswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari
sesama mahasiswa.

CIRI-CIRI PEMBELAJARAN
KOOPERATIF

1.
2.
3.
4.

Saling ketergantungan positif


Interaksi tatap muka
Akuntabilitas individual
Keterampilan menjalin hubungan antar
pribadi.

Keuntungan Penggunaan
Pembelajaran Kooperatif
1.
2.

3.
4.
5.

Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial


Memungkinkan para mahasiswa saling belajar mengenal
sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan
pandangan-pandangan
Memudahkan mahasiswa melakukan penyesuaian sosial
Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egois
Meningkatkan rasa saling percaya kerpada sesama
manusia

TEKNIK PEMBELAJARAN
KOOPERATIF

A. Metode STAD (Student Teams Achievement Division) untuk mengajarkan kepada


mahasiswa baik verbal maupun tertulis.
Langkah-Langkah :
1.
Mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.
2.
Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu
untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim
3.
Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan
materi yang telah diberikan.
4.
Tiap mahasiswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi,
yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

MODEL KONSTRUKTIVISME
Landasan Teori
Mahasiswa mengkonstruksi idea berdasarkan
pengalaman dan interaksi dng sumber belajar
Hasil belajar dapat ditampilkan dengan
berbagai cara.

Langkah :
Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi
Idea, Aplikasi Idea, Reviu, Membandingkan

Model Pemecahan Masalah/Studi Kasus


Tujuan
Mengembangkan kemampuan analisis & memecahkan
masalah/mengambil keputusan
Topik nyata dalam kehidupan yang mempersyaratkan
pemecahan masalah
Evaluasi : proses kelompok & hasil pemecahan masalah

LANGKAH-LANGKAH
Pendahuluan : orientasi pada masalah
Kegiatan inti :Sajikan kasus (peristiwa yang
mengandung masalah untuk bahan
diskusi/analisis)
Pecahkan kasus dalam kelompok / secara
individual
Kegiatan penutup : Menindaklanjuti hasil
kelompok / individu

SEKIAN DULU
MARI KITA
KEMBANGKAN MODELMODEL PEMBELAJARAN
AKTIF LAIN

DISKUSI KELOMPOK 20
Bekerjalah dalam kelompok matakuliah
serumpun.
Ambil salah satu matakuliah tertentu
Tetapkan KD nya.
Tetapkan langkah kegiatan pembelajaran
yang dipilih.

HARAPAN : SETIAP Guru MENELORKAN IDE


IDE PEMBELAJARAN SCL YANG EFEKTIF

Temuan KreatifInovatif ?

Pilek
Butuh Tissue
Berpikir praktis
Keluar dari biasa
Temuan KreatifInovatif
Kemanfaatan

Inovasi
baru
unik
menarik

membawa
manfaat untuk
mencapai
tujuan

Peraturan
yang berlaku

KERANGKA KERJA PENGAJARAN

No.
1.

KELOMPOK MODEL
Model Pengolahan
Informasi (The Information
Processing Family)

ORIENTASI POKOK

Dorongan internal
Pemahaman Dunia
Menggali & organisasikan data
Upaya pemecahan

2.

Model Personal (Personal


family)

Kesadaran Individu
Kepribadian yg unik
Pengalaman individu
Pandangan perseorangan

3.

Model Sosial

Semangat Kelompok (Synergy)


Kebersamaan
Interaksi Sosial
Individu sebagai Aktor Sosial

Social Learning
Koreksi Diri
Terapi Perilaku
Respon terhadap Tugas

(Social Family)
4.

Model Sistem Perilaku


(Behavioral system family)

Siklus belajar

Melibat
kan
Evaluasi

Eksplor
Pembelajaran
asi

Perluas
an

Penjela
san

SIKLUS BELAJAR

RAMBU-RAMBU
KURIKULUM

STRATEGI YANG DIPILIH

Q
L
T

Tercermin dalam
METODE DAN TEKNIK

Skenario
Kegiatan Awal

Kegiatan Inti

Kegiatan penutup

Q
L
T

Kegiatan Awal
Memfokuskan perhatian siswa dan
menciptakan ketertarikan
Merangsang pemikiran siswa
Mengungkap pengalaman awal yang
dimiliki siswa
Memotivasi siswa mempelajari materi
Memahami tujuan pembelajaran
Mengingatkan pada kesepakatan kelas

Kegiatan Inti
Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk:
Mengumpulkan informasi
Menyelidiki
Menguji
Memecahkan masalah

Fungsi Kegiatan
Inti
Eksplorasi informasi
Membangun konsep
Memperluas wawasan
tentang konsep
Menarik kesimpulan

Kegiatan Inti
Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk:
memikirkan sesuatu
memutuskan sesuatu
memahami materi
memperluas pemahaman terhadap materi
Mengaplikasikan materi yang dipelajari

Kegiatan akhir
Mempertegas bukti-bukti adanya:
Pemahaman siswa pada materi
Kemampuan siswa mengaplikasikan
hal yang dipelajari
Keterampilan yang dimiliki siswa
Sikap dan performance siswa

Fungsi Kegiatan
Akhir

Mengecek kompetensi siswa


Membuat aplikasi konsep
dalam kehidupan sehari-hari
Merangsang siswa menemukan
masalah baru
Meringkas materi yang sudah
dipelajari

TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI


(SLAVIN, 1995)

Langkah-langkah :
1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen
(campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh
anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada
anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu
mengerti.
4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat
menjawab kuis tidak boleh saling membantu
5. Memberi evaluasi
6. Kesimpulan

(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP,


1978)

Langkah-langkah :

1. siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim


2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab
yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk
mendiskusikan sub bab mereka
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke
kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang
sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan
dengan sungguh-sungguh
6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7. Guru memberi evaluasi
8. Penutup

(FRANK LYMAN, 1985)

Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
2. siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan
Guru
3. siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang)
dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil
diskusinya
5. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok
permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
6. Guru memberi kesimpulan
7. Penutup

Langkah-langkah :
1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang
sudah dipersiapkan
6. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil
memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai
lembar kerja untuk membahas
8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
10.Evaluasi
11.Penutup

(DANSEREAU CS., 1985)


Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan
bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang
dipelajari

Langkah-langkah :
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan
membuat ringkasan
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan
sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai
pendengar

4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap


mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam
ringkasannya.
Sementara pendengar :
Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok
yang kurang lengkap
Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok
dengan menghubungkan materi sebelumnya atau
dengan materi lainnya
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar
menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan
seperti di atas.
6. Kesimpulan Guru
7. Penutup

Langkah-langkah :
1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
2. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh
kedua kelompok diatas
3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya
kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok
kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa
mengemukakan pendapatnya.
4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya Guru menulis inti/ide-ide dari
setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan
Guru terpenuhi
5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
6. Dari data-data di papan tersebut, Guru mengajak siswa membuat
kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai

CONTOH PELATIHAN
AKTIF

CONTOH PELATIHAN
AKTIF

CONTOH
PEMBELAJARAN AKTIF

CONTOH
PEMBELAJARAN AKTIF

CONTOH
PEMBELAJARAN AKTIF

PAIKEM
Pembelajaran Aktif, Interaktif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan
P A I NO
Pembelajaran Atraktif, Integratif, dan
Inovatif

Pertimbangan Pemilihan Strategi


Pembelajaran
1. tujuan
- berkenaan dg. aspek kognitif, afektif, atau psikomotorik
- kompleksitas tujuan: tingkat tinggi atau rendah?
- apa memerlukan keterampilan akademik?

2. bahan atau materi pembelajaran


- materi berupa fakta, konsep, hukum atau teori tertentu
- ada prasyarat tertentu atau tidak untuk mempelajari materi ybs.
- ketersediaan buku sumber?

3. siswa
- tingkat kematangan siswa
- minat, bakat, dan kondisi siswa
- gaya belajar siswa

4. yang lain
- apa hanya cukup dg. satu strategi? Apa hanya satu-satunya strategi?
nilai efektivitas dan efisiensi strategi ybs.
-

Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran


dalam Standar Proses Pendidikan
1. Berorientasi pada tujuan (sebagai komponen utama)
2. Aktivitas (bukan menghafal akan tetapi berbuat/
mengalami)
3. Individualitas (adanya perubahan perilaku siswa secara
individual)
4. Integritas (bukan hanya mengembangkan kemampuan
kognitif saja, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik.

Pendekatan Pembelajaran yang Mendidik


1. Pembelajaran Pemecahan masalah dan
Kontekstual
2. Pendekatan Kooperatif
3. Belajar dengan Menulis
4. Pembelajaran Berbasis Masalah
5. Pertanyaan Inovatif
6. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam
Pembelajaran
7. Pebelajaran Kreatif dan Produktif
8. Pembelajaran Keterampilan Pemecahan masalah Sosial.
(Baca Modul Metode Pembelajaran bab 6-8, halaman 33112)

1. Kontruksivisme
Konstruktivisme adalah proses membangun dan
menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif
siswa berdasarkan pengalaman.
Menurut konstruktivisme, pengetahuan memang berasal
dari luar tetapi dikonstruksi oleh dalam diri seseorang.
Pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting yaitu:
obyek yang menjadi bahan pengamatan dan
kemampuan subjek untuk mengintrepretasi objek
tersebut.
Pembelajaran melalui CTL pada dasarnya mendorong
agar siswa bisa mengkonstruksi pengetahuannya
melalui proses pengamatan dan pengalaman nyata
yang dibangun oleh individu sipembelajar.

2. Bertanya
Dengan pertanyaan, guru dapat memancing siswa
agar dapat menemukan jawabannya sendiri.
Pertanyaan guru dapat menjadikan pembelajaran
lebih produktif, yaitu berguna untuk:
a) menggali informasi ttng kemampuan siswa dlm
penguasaan pelajaran
b) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar
c) merangsang keingintahuan siswa terhdp sesuatu
d) memfokuskan siswa pd sesuatu yang diinginkan
e) membimbing siswa untuk menemukan atau
menyimpulkan sesuatu.

3. Inkuiri,
Inkuiri : proses pembelajaran didasarkan pada
pencarian dan penemuan melalui proses berfikir
secara sistematis.
Proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa
langkah, yaitu: 1) merumuskan masalah, 2)
mengajukan hipotesa, 3) mengumpulkan data,
4) menguji hipotesis, 5) membuat kesimpulan.
Penerapan asas inkuiri pada CTL dimulai
dengan adanya masalah yang jelas yang ingin
dipecahkan, dengan cara mendorong siswa
untuk
menemukan
masalah
sampai
merumuskan kesimpulan.
Asas menemukan dan berfikir sistematis akan
dapat menumbuhkan sikap ilmiah, rasional,
sebagai dasar pembentukan kreatifitas.

Masalah
Misalkan
ABCD
adalah
segiempat
sebarang.
Tentukan
Rumus
Luas
segiempat sebarang tersebut.
Hipotesis
Luas Segiempat ABCD = .AC.BD.Sin
dimana : sudut antara AC dan BD

4. Masyarakat Belajar (learning community).


Landasan : Pendapat Vygotsky,yg menyatakan bahwa
pengetahuan dan pengalaman anak banyak dibentuk
oleh komunikasi dengan orang lain.
Permasalahan tidak mungkin dipecahkan sendirian,
tetapi membutuhkan bantuan orang lain untuk saling
membutuhkan.
Hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing dengan
orang lain, teman, antar kelompok, sumber lain dan
bukan hanya guru.
Penerapan melalui belajar kelompok, dan sumbersumber lain dari luar yang dianggap tahu tentang
sesuatu yang menjadi fokus pembelajaran.

6. Refleksi
Refleksi
adalah
proses
pengendapan
pengalaman yang telah dipelajarinya dengan
cara mengurutkan dan mengevaluasi kembali
kejadian atau peristiwa pembelajaran telah
dilaluinya untuk mendapatkan pemahaman yang
dicapai baik yang bernilai positif atau tidak
bernilai (negatif).
Melalui
refleksi
siswa
akan
dapat
memperbaharui pengetahuan yang telah
dibentuknya
serta
menambah
khazanah
pengetahuannya.

7. Penilaian nyata
Penilaian nyata adalah proses yang dilakukan guru
untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan
belajar yang dilakukan siswa.
Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui :
1) apakah siswa benar-2 belajar atau tidak.
2) apakah pengalaman belajar mempunyai pengaruh
positif terhdp pekemb siswa baik intelektual, mental,
maupun psikomotorik.
Penerapan : Penilaian dilakukan terus menerus selama
kegiatan pembelajaran berlangsung, dan dilakukan
secara
terintregasi.
Dalam
CTL
keberhasilan
pembelajaran
tidak
hanya
ditentukan
oleh
perkembangan kemampuan intelektual saja, akan tetapi
perkembangan seluruh aspek.

Jenis-Jenis
Model Pembelajaran
PAIKEM
1.
2.
3.
4.

Kontekstual
Kooperatif
Quantum Teaching
Terpadu

I. Pembelajaran
Kontek s tual
1. Konsep Pembelajaran yang mendorong
guru untukmenghubungkan antara
materi dengan situasi nyata siswa
(students based- situation)
2. Proses pendidikan yang menolong siswa
melihat makna dalam materi akademik
dng cara menghubungkan konteks
lingkungan keseharian mereka.

Pembelajaran
Kon t ek s tual

Adalah konsep belajar yang mendorong


guru untuk menghubungkan materi
dengan situasi dunia nyata siswa
Landasan filosofis: konstruktivisme
Pilar: 1. Saling ketergantungan
2. Diferensiasi
3. Pengorganisasian diri

Landasan filosofi CTL


Konstruktivimisme, yaitu filosofi belajar yang
menekankan bahwa belajar tidak hanya
sekedar menghafal tetapi siswa harus
mengkonstruksi pengetahuan sendiri.
Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan
menjadi fakta-fakta atau proposisi yang
terpisah, tetapi mencerminkan ketrampilan
yang dapat diterapkan.
Akar Konstruktivisme adalah filsafat
pragamatisme yang digagas oleh John Dewey
(awal abad ke 20), yaitu sebuah filosofi belajar
yang menekankan pada pangembanagan minat
dan pengalaman siswa.

Anak akan belajar lebih baik jika


lingkungan diciptakan alamiah.
Belajar akan lebih bermakna jika anak
mengalami apa yang dipelajari bukan
hanya mengetahuinya.
Pembelajaran yang berorientasi target
penguasaan materi terbukti hanya
berhasil dalam kompetensi mengingat
jangka pendek, tetapi gagal dalam
membekali anak memecahkan persoalan
dalam kehiduapan jangka panjang.

Komponen Pembelajaran
Kontek s tual
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Konstruktivisme/Constructivism
Bertanya/Questioning
Menemukan/Inquiry
Masyrakat belajar/Learning Community
Pemodelan/Modelling
Penilaian sebenarnya/Authentic assessment
Pembelajaran Terpadu/Integrated

KARAKTERISTIK
PEMBELAJARAN
Kerjasama
BERBASIS
CTL
Saling menunjang

Menyenangkan
Tidak membosankan
Belajar dengan bergairah
Pembelajaran terintegrasi
Menggunakan berbagai sumber
Siswa aktif

LANJUTAN
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS
CTL

Sharing dengan teman


Siswa kritis, guru kreatif
Dinding kelas dan lorong-lorong penuh
dengan hasil karya siswa, peta-peta,
gambar, artikel, humor dll
Laporan kepada orang tua bukan
hanya raport, tetapi hasil karya siswa,
laporan hasil praktikum, karangan
siswa dll.

II. Pembelajaran
Kooperatif
1. Adalah PP yg berfokus pada penggunaan
kelompok kecil untuk bekerjasama
2. Elemennya:
1) Saling ketergantungan positif
2) Interaksi tatap muka
3) Akuntabilitas individual
4) Ktrampilan jalin hubngan antar pribadi

CIRI-CIRI PEMBL
KOOPERATIF
1.
2.
3.

saling ketergantungan positif


interaksi tatap muka dan dialog
akuntabilitas individual (Penilaian kelompok
yang didasarkan atas rata-rata penguasaan
semua anggota kelompok secara
individual)
4. Komunikasi antar kelompok
Mengembangkan ketrampilan sosial
5. Evaluasi kelompok dan proses kelompok

Teknik Kooperatif
A.
B.
C.
D.

STAD (Student Achievement Division)


Jigsaw
Group Investigation
Struktural
1) Mencari Pasangan
2) Bertukar Pasangan
3) Berkirim Salam dan soal
4) Bercerita berpasangan
5) Dua Tinggal Dua
6) Kancing Gemerincing

A.Student Achievement
Division
Langkahnya:
a. Buat kelp a 4-5 orang, heterogen
b. A anggota pakai lembar akademik, saling
membantu untuk menguasai bahan ajar
c. Scr periodik guru melakukan evaluasi
d. Beri skor terhadap hasil penguasaan thd
bahan ajar

B. Jigsaw
Langkah:
1. Buat kelompok sesuai jml materi
2. Kaji materi bersama, tiap anggota hrs
menguasai
3. Buat kelompok baru yang terdiri dari anggota
lama, masing2 satu orang
4. Tiap anggota klp baru yg merupakan duta
anggota klp lama bertanggung jawab untuk
menjelaskan kepada anggota kelompok baru

C.Group Investigation
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Buat beberapa topik, 5 atau 6


Siswa memilih topik
Kelompokkan siswa yang setopik
Merencanakan Kerjasama
Menerapkan kerjasama
Menganalisis dan mensintesis
Penyajian hasil
Evaluasi

D.
1)

Struktural
Mencari pasangan

Langkahnya:
a) Siapkan kartu-kartu (sejumlah siswa)
yang berisi konsep
b) Bagikan kepada siswa
c) Siswa diminta mencari pasangannya,
sesuai aturan guru
d) Diskusikan hasilnya

D.Struktural
2) Bertukar Pasangan
a)
b)
c)

Buat siswa berpasangan ( 2-2 )


Beri tugas utk diselesaikan scr pasangan
Minta siswa bergabung dengan pasangan
lain, lalu tukar pasangannya
d) Mintakan kpd pasangan baru untuk saling
menjelaskan. Lalu kembali ke pasangan
lama.
e) Temuan baru dari pasangan baru,
disampaikan kepada pasangan lama

D.
3)

Struktural
Berkirim salam dan Soal

a) Buat kelompok, dan minta menulis soal


yang akan dikirim ke kelompok lain
b) Tiap kelompok mengirim utusan utk
menyampaikan soal ke klp lain
c) Tiap klp mengerjakan soal
d) Jawaban masing-masing klom
dicocokkan dng jawaban klp yang
membuat soal

D.
4)

Struktural
Bercerita Berpasangan

Langkah:
a) Bagi bahan menjadi dua
b) Lakukan Brainstorming ttg bahan
c) Siswa dipasangkan
d) Bahan pertama siswa 1, dua siswa 2
e) Siswa dengar/baca bhan dng catat frasa
f) Saling bertukar catatan
g) Menulis karangan dst

D.
5)
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Struktural
Dua tinggal dua tamu
Buat kelompok2 beranggota 4 orang
Berikan tugas untuk diselesaikan
Dua orang bertamu, 2 orang tinggal
Yang tinggal, mmbrikn info ke tamunya
Tamu pulang, dan sharing ke anggota
Klp mencocokkan dan bahas hasil kerja

D) Struktural
6) Keliling kelompok
a)
b)
c)
d)
e)

Buat kelompok
Beri tugas kelompok
Salah satu anggota klp membrikan
pandangan dan pemikiran ttg tugasnya
Siswa berikutnya juga memberikan
konstribusi
Lakukan terus sampai semua siswa dapat
giliran

D) Struktural
7) Kancing gemerincing
a) Siapkan kotak yang berisi kancing atau
benda kecil lainnya
b) Beri tiap siswa jml kancing yang sama
c) Tiap kali berbicara, dia harus mletakkan
salah satu kancingnya di tengah
d) Jika salah satu habis duluan, tidak boleh
bicara lagi shg semua temannya juga
kancingnya habis

III. Quantum Teaching


Landasan teori: sugestologi, kecerdasan ganda,
pemrogaman neurolinguistik, eksperensial
Karateristik umum
- berpangkal pada psikologi kognitif
- bersifat konstruktivis
- memusatkan perhatian pada interaksi yg bermutu
dan bermakna
- menekankan percepatan belajar
-

Beberapa Contoh Teknik Model


Pembelajaran Kuantum
1. Peta Konsep
Peta konsep dikembangkan oleh Tony Buzon tahun
1970-an yang didasarkan pada bekerjanya otak.
Otak kita mengingat informasi dalam bentuk gambar,
simbol, bentuk-bentuk, suara musik dan perasaan.
Otak menyimpan informasi dengan pola dan asosiasi
seperti pohon dengan cabang dan rantingnya, sehingga
untuk dapat mengingat kembali dengan cepat apa yang
telah kita pelajari sebaiknya belajar kita meniru
bekerjanya otak yaitu seperti pohon dengan cabang dan
rantinnya disertai gambar, warna simbul pola dan
asosiasi, yaitu dalam bentuk peta konsep/pikiran yang
menyerupai pohon.

b. Cara Membelajarkan Peta Konsep Secara Klasikal.


Cara pembelajaran dengan peta konsep ini perlu disajikan
dengan metode tugas kerja kelompok. Adapun contoh langkahlangkahnya adalah sebagai berikut:

Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan


Sajikan gambar
Gunakan pertanyaan tentang segiempat
Sambil bertanya guru mencoba menstrafer jawaban
siswa dalam bentuk peta konsep
Perbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi
terstruktur
Setelah gambar peta konsep jadi di papan tulis, guru
meminta siswa untuk membuat peta konsep secara
berkelompok berdasarkan sub-sub materi yang ada,
atau menurut apa yang dipikirkan

- Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok,


kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta
konsep. Batasan waktu misal, 15-20 menit.
Selama siswa menyusun peta konsep guru keliling untuk
memberikan penjelasan jika ada kelompok yang bertanya.
Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep,
pengelompokkan dan atributnya
Setelah selesai wakil-wakil kelompok disuruh maju untuk
mempresentasikan hasil pekerjaanya.
Jika diperlukan guru perlu memberikan penjelasan
terhadap materi yang belum dapat dipahami siswa.
Berikan masukan terhadap hasil pekerjaan siswa,
Lakukan postest tentang konsep yang dikuasai
Berikan siswa untuk memberikan masukan terhadap cara
pembelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi untuk
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

2. Teknik Memori
Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi
ke dalam otak yang sesuai dengan cara kerja otak
(brain-based technique). Karena metode yang
digunakan se jalan dengan cara otak beroperasi dan
berfungsi, maka hal itu akan meningkatkan efektivitas
dan efisiens otak dalam menyerap dan menyimpan
informasi.
a. Melatih Imajinasi
Sekarang coba anda melakukan satu hal. Sambil
menutup mata, coba bayangkan dalam pikiran anda
hal-hal berikut ini:
1. Bayangkan sebuah baju kaos tanpa kerah,
herwarna merah, mempunyai satu saku di bagian
tengah.

Sekarang bayangkan baju kaos ini membesar


sampai 5 kali dari ukuran semula.
Bayangkan baju kaos ini mempunyai kepala,
kaki dan tangan.
Bayangkan baju kaos ini mengajak anda
berbicara, berkenalan dengan anda.
Bayangkan anda mendengar baju kaos itu
berkata, "Hi... Bu guru apa kabar hari ini?
Senang berkenalan dengan anda. Siapa nama
anda?" apa anda hari ini senang mengikuti
PLPG? Seriuskah anda? Mengapa anda
ngantuk seperti muridmu? Apa anda ndak
malu dengan pengajarnya kalau ngantuk?
Kalau ngantuk makan dulu saja.

b. Teknik Rantaian Kata


Teknik ini adalah melatih merangkai
membuat kalimat/cerita dari kata-kata
yang sudah ada.
Contoh :
1. Semesta
2. variabel
3. Konstanta
4. fungsi
5. persamaan

c. Teknik Plesetan Kata


Teknik plesetan kata digunakan untuk
mengingat istilah-2 yang sulit.
Kata yang dibuat adalah yang mudah
dan menarik untuk diucapkan.
Contoh :
1. Mejikuhibiniu
2. Mervenbumaryusauneplu

d. Sistem Pasak Lokasi


Misalnya anda diminta untuk menghapal
cerita nama hewan yang dilindungi di
Indonesia seperti di bawah ini
1. Bangau Hitam
2. Biawak Pohon
3. Burung Udang
4. Harimau Sumatra
5. Monyet Hitam
6. Kakak Tua Raja
7. Orang Hutan Kalimatan
8. Jalak putih ?

Karena ada sepuluh data, maka kita membutuhkan sepuluh lokasi Kita
ambil rumah anda sebagai contoh. Sekarang kita tentukan lokasinya.
1. Jalan di depan rumah anda
2. Pintu pagar rumah anda
3. Halaman depan rumah
4. Pintu masuk utama
5. Ruang tamu
6. Tembok di ruang tamu
7. Ruang keluarga
8. Lemari es (yang ada di ruang makan)
Sekarang setelah kita menentukan lokasi, kita akan menempatkan
atau mencantolkan data dengan lokasi. Seberapa kuat informasi ini
akan tertanam dalam memori anda bergantung pada dua hal, yaitu :
Seberapa baik anda menentukan alur lokasi (harus berurutan).
Seberapa baik anda melakukan visualisasi.

Untuk itu anda harus melakukan atau


membayangkan hal berikut ini sewaktu anda
pulang ke rumah. Dalam proses anda masuk ke
rumah, anda melihat hal berikut ini :
1. Bayangkan ada seekor bangau hitam yang
berdiri di jalan di depan rumah anda.
2. Pada pintu pagar rumah anda ada seekor biawak
yang menggigit sebatang pohon (biawak pohon).
3. Dihalaman didepan rumah anda hinggap seekor
burung yang membawa udang diparuhnya
(burung udang)
4. Saat mau mau masuk ke rumah, pintu dijaga
oleh seekor harimau Sumatra yang sedang
mengaum

Teknik Akronim (Jembatan keledai)


Teknik akrostik adalah teknik menghafal dengan
cara mengambil huruf depan dari materi yang
ingin diingat dan kemudian digabungkan
sehinga menjadi singkatan atau kata atau
kaimat yang lucu.
Contoh:
Mejikuhibiniu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila,
Ungu),
Hari libur naik kuda, rabu kamis free (singkatan dari unsur
kimia golongan IA: H, Li, Natrium, K, Cs, Fr)
Cewek sinting genit senang plembungan(singkatan dari
unsur kimia golongan IV A: C, Si, Gn, Sn, Pb)

Contoh Penerapan Model


Quantum
Pada pembelajaran Menggambar grafik Trigonometri dengan
sofware Mathematics
Kegiatan Pendahuluan
1. Memberikan Apersepsi dengan menyajikan Contoh grafik
fungsi trigonometri
2. Memberikan motivasi dengan menjelaskan kegunaan
Sofware Mathematics
3. Menjelaskan tentang pembelajaran yang diterapkan
Kegiatan Inti
1.Menugaskan siswa untuk membaca cara menggunakan
sofware
2.Guru mendemostrasikan cara menggambar grafik dengan
sofware ini.

Beberapa siswa mencoba latihan penggunaan Sofware


Mathematica
Pemberian tugas kepada siswa secara kelompok untuk
melakukan analisis secara konvensional.
Pemberian tugas untuk analisis dengan menggunakan
Software Mathematics Pembelajaran.
Presentasi hasil tugas siswa secara bergantian dalam
diskusi kelas.
Penyampaian tanggapan oleh kelompok lain
Penutup
Penyampaian tanggapan, evaluasi dari guru terhadap
hasil kerja siswa serta ringkasan hasil pembelajaran.
Post test berupa tugas analisis data.
Pemberian tugas individu analisis keruangan dengan
software Mathematics

5 Pilar Pendidikan
1. Learning to believe the God
Belajar utk beriman dan bertaqwa kpd Tuhan

2. Learning to Know
Belajar utk memahami dan menghayati

3. Learning to Do
Belajar utk melaksanakan dan berbuat secara efektif

4. Learning to Be
Belajar utk membangun dan menemukan jati diri

5. Learning to Live together


Belajar utk hidup bersama dan berguna bagi orang lain

Soal latihan
Materi Model Pembelajaran Kontekstual
Pilihan ganda
1. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang
mendorong guru untuk ... .
a. Mengajarkan dengan berbagai media secara bersamaan.
b. Menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata
siswa.
c. Melakukan kolaborsi berbagai disiplin ilmu.
d. Mengembangkan materi dari suatu permasalahan.
2. Berikut ini adalah ciri-ciri pendekatan CTL, kecuali... .
a. Belajar berdasar pengalaman
b. Berpikir tingkat tinggi
c. Berpusat pada guru
d. Siswa kritis dan kreatif

3. Dalam pendekatan kontekstual tugas pokok guru adalah... .


a. Mengajar b. Memberi tugas c. Mengarahkan d. Mengistruksi.
4. Landasan filosofi pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme yang
menekan bahwa ... .
a. Belajar perlu tempat yang edukatif
b. Belajar dengan media secara lengkap.
c. Belajar dengan mengalami dan tidak sekedar menerima.
d. Belajar perlu dengan menghafal.
5. Ciri kelas yang menggunakan pendekatan CTL adalah sebagai berikut,
kecuali:
a. Sharing dengan teman
b. Pengalaman nyata
c. Guru kreatif
d. Menggunakan satu sumber.

6. Ada tujuh komponen penting dalam CTL, kecuali diantaranya adalah


...
a. Masyarakat belajar
b. Konstruktivisme
c. Inquiry
d. Menyenangkan
7. Sumber belajar bukan hanya guru tetapi dapat berasal dari siswa,
pakar
dari luar, internet. Konsep tersebut dalam CTL disebut...
a. Masyarakat belajar
b. Konstruktivisme
c. Inquiry
d. menyenangkan

3. PEMBELAJARAN ABAD
21

Pergeseran Paradigma Belajar


Abad 21
Ciri Abad 21

Informasi
(tersedia dimana saja, kapan
saja)

Komputasi
(lebih cepat memakai mesin)

Otomasi
(menjangkau segala pekerjaan
rutin)

Komunikasi
(dari mana saja, ke mana saja)

Model Pembelajaran
Pembelajaran diarahkan untuk
mendorong peserta didik mencari tahu
dari berbagai sumber observasi, bukan
diberi tahu
Pembelajaran diarahkan untuk mampu
merumuskan masalah [menanya],
bukan hanya menyelesaikan masalah
[menjawab]
Pembelajaran diarahkan untuk melatih
berfikir analitis [pengambilan
keputusan] bukan berfikir mekanistis
[rutin]
Pembelajaran menekankan pentingnya
kerjasama dan kolaborasi dalam
menyelesaikan masalah
16

Kerangka Kompetensi Abad 21


Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st
Century, 2008
Kehidupan dan Karir
Fleksibel dan adaptif
Berinisiatif dan mandiri
Keterampilan sosial dan
budaya
Produktif dan akuntabel
Kepemimpinan&tanggung
jawab

Kerangka ini menunjukkan


bahwa berpengetahuan
[melalui core subjects] saja
tidak cukup, harus
dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif kritis
-Berkarakter kuat
[bertanggung jawab, sosial,
toleran, produktif, adaptif,...]
Disamping itu didukung
dengan kemampuan
memanfaatkan informasi

Pembelajaran dan Inovasi


Kreatif dan inovasi
Berfikir kritis menyelesaikan
masalah
Komunikasi dan kolaborasi

Informasi, Media and


Teknologi
Melek informasi
Melek Media
Melek TIK

Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayas


16

Kerangka Kompetensi Abad 21


Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st
Century,
2008
Perlunya mempersiapkan proses penilaian
Mendukung
Keseimbangan
yang tidak hanya tes saja, tetapi dilengkapi
penilaian: tes standar
dengan penilaian lain termasuk portofolio
serta penilaian normatif
siswa. Disamping itu dierlukan dukungan
dan sumatif
lingkungan pendidikan yang memadai
Menekankan pada
pemanfaatan umpan
balik berdasarkan
kinerja peserta didik
Membolehkan
pengembangan
portofolio siswa
Menciptakan latihan
pembelajaran, dukungan SDM
dan infrastruktur
Memungkinkan pendidik untuk
berkolaborasi, berbagi
pengalaman dan integrasinya
di kelas
Memungkinkan peserta didik
untuk belajar yang relevan
dengan konteks dunia
Mendukung perluasan
keterlibatan komunitas dalam

16

4. PENTINGNYA
KREATIVITAS

Grafik Hubungan Inova si dan


Daya Saing
Indonesia

GCI: Global Competitiveness Index


ICI: Innovation Capability Index

Sumber: World Economic Forum. The Global Competitiveness Report 20122013.


Augusto Lpez-Claros. The Innovation for Development Report 20102011.

16

Koef Korelasi =
0,84

Source: Martin Prosperity Institute. 2011. Creativity and Prosperity: The Global Creativity Index. 16

Pergeseran Pengertian
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dapat dipelajari dan dapat diterapkan
tentang
Kreativitas
dimana saja, sehingga pendidikan
harus diarahkan pada penguatan keterampilan
kreatif

Anuscha Ferrari et al. 2009. Innovation and Creativity in Education and Training

16

Persepsi & Pemahaman Guru Ttg


Kreativitas

(tidak mudah menilai kreativitas tantangan bagi sistem pendidik

R. Cachia and A. Ferrari. 2010. Creativity in Schools: A survey of Teachers in


17
Europe.

Proses Pembelajaran yang Mendukung


Kreativitas
Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard
Business Review:
2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh
melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan
Pembelajaran berbasis
yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya kecerdasan
dari genetik.
tidak akan
memberikan hasil
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
-

siginifikan (hanya
Observing [mengamat]
Personal
peningkatan 50%)
Questioning [menanya]
dibandingkan yang
Experimenting [mencoba]
berbasis kreativitas
Inter-personal
Associating [menalar]
(sampai 200%)
Networking [Membentuk jejaring]

Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang


mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya,
menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan
kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja
171
dalam jejaringan melalui collaborative learning

17

Proses Penilaian yang Mendukung


Kreativitas
Sharp, C. 2004. Developing young
childrens creativity: what can we
learn from research?
Guru dapat membuat peserta didik berperilaku
kreatif melalui:
tugas yang tidak hanya memiliki satu
jawaban benar,
mentolerir jawaban yang nyeleneh,
menekankan pada proses bukan hanya
hasil saja,
memberanikan peserta didik untuk:
- mencoba,
- menentukan sendiri yang kurang

17

Proses

Arah Pengembangan:
Karakteristik Penguatan
Penguatan
Proses
Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati,
menanya, mencoba, menalar,....
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak
pembelajaran untuk semua mata pelajaran

Pembelajar
Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu
an
[discovery learning]
Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat
komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis,
sistematis, dan kreatif
Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah
sampai tinggi

Penilaian

Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan


pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan]
Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja
siswa
Menggunakan portofolio pembelajaran siswa

17

5. PENDALAMAN &
PERLUASAN MATERI

Refleksi dari Hasil PISA 2009

Matematika

Bahasa

IPA

Hampir semua siswa Indonesia hanya


menguasai pelajaran sampai level 3
saja, sementara negara lain banyak
yang sampai level 4, 5, bahkan 6.
Dengan keyakinan bahwa semua
manusia diciptakan sama, interpretasi
dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita
ajarkan berbeda dengan tuntutan
zaman penyesuaian kurikulum 17

Hasil TIMSS Matematika SMP/MTs Kelas VIII


2007

2011

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah,
sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan
advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama,
kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional

17

Hasil TIMSS IPA SMP/MTs Kelas VIII


2007

2011

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah,
sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan
advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama,
kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional

17

Hasil TIMSS Membaca SD/MI Kelas IV


2006

2011

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah,
sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan
advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama,
kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional

17

Model Soal TIMSS

TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya


menjadi empat katagori:
Low mengukur kemampuan sampai level knowing
Intermediate mengukur kemampuan sampai level
applying
High mengukur kemampuan sampai level
reasoning
Advance mengukur kemampuan sampai level
reasoning with incomplete information

17

Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan


Materi TIMSS
Domai Topics
n
Biology

1. Major organs and organ systems in humans and other organisms


2. Cells and their functions, including respiration and photosynthesis as
cellular process
3. Reproduction and heredity
4. Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a
changing environ.
5. Interdependence of populations of organisms in an ecosystem
6. Reasons for increase in worlds human population and its effects on the
environment
7. Human health (infection, prevention, immunity) and the importance of diet
& exercise

Chemistr
y

1. Classification, composition, and particulate structure of matter (inside


atom)
2. Solutions (solvent, solute, concentration/dilution, effect of temperature on
solubility)
3. Properties and uses of common acids and bases
4. Chemical change (transformation, conservation,
oxidation)
Merah: Belum
Diajarkan di Kelas VI

Physics

1.
2.
3.
4.

Physical states and changes in matter


Energy forms, transformations, heat, and temperature
Basic properties/behaviors of light and sound
Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and
electromagnets

18

Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas


Domai Topics VIII dan Materi TIMSS
n
Number

1.
2.
3.
4.
5.

Computing, estimating, or approximating with whole numbers


Concepts of fractions and computing with fractions
Concepts of decimals and computing with decimals
Representing, comparing, ordering, and computing with integers
Problem solving involving percents and proportions

Algebra

1.
2.
3.
4.
5.

Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences


Simplifying and evaluating algebraic expressions
Merah: Belum Diajarkan di Kelas VI
Simple linear equations and inequalities
Simultaneous (two variables equations)
Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or
equations

Geometr
y

1. Geometric properties of angles and geometric shapes


2. Congruent figures and similar triangles
3. Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional
represent.
4. Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences,
areas, surface areas, and volumes
5. Points on the Cartesian plane
6. Translation, reflection, and rotation

1. Reading
and tidak
displaying
data using
pictographs,
pie, and line
Ada beberapa
topik yang
terdapat
pada tables,
kurikulum
saat ini,bar,
sehingga
Data
&
graphs
menyulitkan
siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS
18
Chances bagi

Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV


dan Materi TIMSS
Domai Topics
n
Number

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Concepts of whole numbers, including place value and ordering


Adding, subtracting, multiplying, and/or dividing with whole numbers
Concepts of fractions
Adding and subtracting with fractions
Concepts of decimals, including place value and ordering
Adding and subtracting with decimals Merah: Belum Diajarkan di Kelas I
Number sentences
Number patterns

Geometr
y Shapes
and
Measurement

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lines: measuring, estimating length of; parallel and perpendicular lines


Comparing and drawing angles
Using informal coordinate systems to locate points in a plane
Elementary properties of common geometric shapes
Reflections and rotations
Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes
Finding and estimating areas, perimeters, and volumes

Data
Display

1. Reading data from tables, pictographs, bar graphs, or pie charts


2. Drawing conclusions from data displays
3. Displaying data using tables, pictographs, and bar graphs

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga
menyulitkan bagi siswa kelas IV yang mengikuti TIMSS
18

Persentase Siswa SMP Kelas VIII yang Telah Diajar Topik


TIMSS (IPA)
Iran

All Science Biology Chemistry Physics Earth Science


(20 Topics) (7 Topics) (4 Topics) (5 Topics)
(4 Topics)
91
82
98
98
91

Turkey

89

93

99

97

63

Saudi Arabia

88

86

91

85

92

Thailand

74

69

92

67

72

Chinese Taipei

68

92

98

59

Indonesia

67

73

82

79

27

Singapore

65

63

80

83

31

Malaysia

63

61

80

72

38

Morocco

57

56

59

55

62

Japan

57

35

86

76

41

Korea, Rep.Of

54

38

42

79

64

Walaupun hampir semua materi IPA ada pada kurikulum, tetapi tidak semua
memperoleh pelajaran tersebut. Menunjukkan banyak materi kurikulum yang
tidak diajarkan . Hal ini sangat mungkin terkait dengan kemampuan profesi
guru, mengajarkan apa yang mereka pahami, dan melompati yang mereka
merasa
paham Science Report.
18
Source:
TIMSSkurang
2011 International

Pesersentase Siswa SMP Kls VIII yang Telah Diajar Topik


TIMSS (Matematika)

Turkey

All
Number
Algebra Geometry
Mathematics
(5 Topics) (5 Topics) (6 Topics)
(19 Topics)
94
100
92
89

Data and
Chance
(3 Topics)
98

Korea, Rep.Of

92

100

91

92

81

Saudi Arabia

92

99

85

93

88

Japan

91

99

92

93

75

Singapore

88

99

94

75

83

Malaysia

84

98

73

93

63

Iran

80

100

74

81

58

Chinese Taipei

79

99

97

84

Thailand

77

98

62

80

65

Indonesia

69

97

84

61

12

Morocco

62

97

61

46

35

Mengingat tidak semua materi matematika TIMSS terdapat pada kurikulum,


sehingga wajar apabila persentase siswa yang telah diajar materi TIMSS adalah
rendah
Source: TIMSS 2011 International Mathematics Report.

18

Tingkat Kesulitan Mata


PKN KTSP 2006 Kelas IV
PKN KTSP 2006 Kelas V
Pelajaran
Mengenal lembaga-lembaga dalam
Mendeskripsikan Negara Kesatuan

susunan pemerintahan desa dan pem.


kecamatan
Menggambarkan struktur organisasi
desa dan pemerintah kecamatan
Mengenal lembaga-lembaga dalam
susunan pemerintahan kabupaten,
kota, dan provinsi
Menggambarkan struktur organisasi
kabupaten, kota, dan provinsi
Mengenal lembaga-lembaga negara
dalam susunan pemerintahan tingkat
pusat, seperti MPR, DPR, Presiden,
MA, MK dan BPK
Menyebutkan organisasi pemerintahan
tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil
Presiden dan para Menteri
Mengidentifikasi jenis budaya
Indonesia yang pernah ditampilkan
dalam misi kebudayaan internasional
Memberikan contoh sederhana
pengaruh globalisasi di lingkungannya
Menentukan sikap terhadap pengaruh

Republik Indonesia
Menjelaskan pentingnya keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Menunjukkan contoh-contoh perilaku
dalam menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Pengertian dan pentingnya peraturan
perundang-undangan tingkat pusat dan
daerah
Memberikan contoh peraturan
perundang- undangan tingkat pusat dan
daerah, seperti pajak, anti korupsi, lalu
lintas, larangan merokok
Mendeskripsikan pengertian organisasi
contoh organisasi di lingkungan sekolah
dan masyarakat
Menampilkan peran serta dalam memilih
organisasi di sekolah
Mengenal bentuk-bentuk keputusan
bersama
Mematuhi
keputusan
Warna
merah:
terlalubersama
berat bagi siswa18
SD

Arah Pengembangan:
Penguatan Materi

Evaluasi ulang ruang lingkup materi:


Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak
relevan bagi siswa
Mempertahankan materi yang sesuai dengan
kebutuhan siswa
Menambahkan materi yang dianggap penting
dalam perbandingan internasional

Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai


dengan tuntutan perbandingan internasional
[s/d reasoning]
Menyusun kompetensi dasar yang sesuai
dengan materi yang dibutuhkan
18

Anda mungkin juga menyukai