Anda di halaman 1dari 17

Farmasetik Dasar

Larutan
Kelompok 7 :
Shelby febriyani rahayu (0661 13
164 )
Putri riyanti
(0661 13 1
)
Putri fajar muslimah
(0661 13
1
Titin
(0661 13
162)
Refli dika
(0661 13
169)

Defenisi
Larutan

adalah sediaan cair yang


mengandung satu jenis obat atau
lebih dalam pelarut air suling
kecuali dinyatakan lain,
dimaksudkan untuk pemakaian
obat dalam, obat luar atau untuk
dimasukkan dalam rongga tubuh

Keuntungan bentuk sediaan larutan


Merupakan

campuran homogen
Dosis dapat mudah diubah-ubah dalam
pembuatannya.
Dapat diberikan dalam bentuk larutan yang encer,
sedangkan kapsul dan tablet sulit diencerkan.
Kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat
terabsorpsi.
Mudah diberi pemanis, pengaroma dan warna dan
hal ini cocok untuk pemberian obat pada anakanak.
Untuk pemakaian luar bentuk larutan mudah
digunakan.

Kerugian bentuk larutan


Volume

bentuk larutan lebih

besar
Ada obat yang tidak stabil dalam
bentuk larutan.
Ada obat yang sukar ditutupi
rasa dan baunya dalam larutan

Sediaan farmasi lain yang


berupa larutan adalah
Collutaria

adalah larutan pekat dalam air yang


mengandung bahan deodorant, antiseptika,
anestetika local atau astrigen. Disimpan dalam
botol putih, bermulut kecil. Etiket harus ditulis :
tidak boleh ditelan. Untuk cuci mulut dan disebut
pula cara pengencerannya.

Sediaan farmasi lain yang


berupa larutan adalah
Collyria

adalah sediaan berupa steril,


jernih, bebas partikel asing, isotonis dan
digunakan untuk mencuci mata, dapat
ditambahkan larutan dapar dan
pengawet

Sediaan farmasi lain yang


berupa larutan adalah
Elixir

adalah sediaan berupa larutan obat dengan


zat tambahan seperti gula, zat pengawet, zat
warna dan zat pengaroma. Sebagai pelarut utama
digunakan alcohol 90 % dan dapat ditambahkan
gliserol, propilenglikol dan sorbitol. Karena elixir
bersifat hidroalkohol maka dapat menjaga obat
baik yang larut dalam air dan etanol.

Sediaan farmasi lain yang


berupa larutan adalah
Gargarisma

ialah sediaan berupa larutan.


Umumnya pekat dan bila digunakan diencerkan
dulu. Gargarisma digunakan sebagai pencegah
ataupengobatan infeksi tenggorokan.

Sediaan farmasi lain yang


berupa larutan adalah
Potiones adalah cairan yang berupa cairan untuk
diminum,dibuat sedemikian rupa hingga dapat
digunakan sebagai dosis tunggal dalam volume yang
besar umunya, 50 ml

Sirupi adalah larutan pekat dari gula yang


ditambahkan obat atau zat pewangi dan
merupakan larutan jernih berasa manis.
Mixtura dan solution tidak ada perbedaan yang prinsip dalam
pengerjaan, hanya dikatakan larutan (solution) apabila zat yang terlarut
hanya satu atau disebut mixture apabila zat yang terlarut adalah
banyak. Contoh Solutio Citratis Magnesici dan Mixtura Bromoterum

Sediaan farmasi lain yang


berupa larutan adalah
Tetes

telinga adalah cairan yang dibuat


untuk digunakan membersihkan telinga
atau melunakkan secret telinga
sehingga mudah dikeluarkan.

Sediaan farmasi lain yang berupa


larutan adalah
Guttae

Nasales (Tetes hidung )


adalah obat yang digunakan untuk
hidung dengan cara meneteskan obat
ke dalam ronga hidung, dapat
mengandung zat pensuspensi,
pendapar dan pengawet. Minyak
lemak atau minyak mineral tidak
boleh digunakan sebagai cairan
pembawa.

Sediaan farmasi lain yang berupa larutan adalah


Guttae ophthalmicae( tetes mata ):
adalah larutan steril bebas partikel
asing merupakan sediaan yang dibuat
dan dikemas sedemikian rupa hingga
sesuai digunakan pada mata. Tetes mata
juga tersedia
dalam bentuk suspensi,
partikel
halus
dalam
bentuk
termikronisasi agar tidak menimbulkan
iritasi atau goresan pada kornea.

CARA MENGERJAKAN OBAT


DALAM LARUTAN
Beberapa

bahan obat memerlukan cara khusus dalam


melarutkannya. Diantaranya adalah :
1. Natrium bicarbonas + natrium salicylas, bic natric
digerus tuang, kemudian di tambah natrium salicylas.
Untuk mencegah terjadinya perubahan warna pada
larutan harus ditambahkan natrium pyrophospat
sebanyak 0,25 % dari berat larutan.
2. Sublimat (HgCl2), untuk obat tetes mata harus
dilakukan dengan pemanasan atau dikocok -kocok
dalam air panas, kemudian disaring setelah dingin.
3. Kalium permanganat (KmnO4), KmnO4 dilarutkan
dengan pemanasan akan terbentuk batu kawi (MnO2),
oleh sebab itu setelah dingin tanpa dikocok kocok
dituangkan kedalam botol atau bisa juga disaring
dengan gelas wol

lanjutan
4. Natrium bicarbonas, harus dilakukan dengan cara
gerus tuang ( aanslibben)
5. Bahan bahan obat yang bekerja keras harus
dilarutkan tersendiri.
6. Extract opii dan extract ratanhiae, dilarutkan
dengan cara ditaburkan kedalam air sama banyak,
diamkan selama jam.
7. Perak protein, dilarutkan dalam air suling sama
banyak selama jam , ditempat yang gelap.
8. Bila terdapat bahan obat yang harus diencerkan
dengan air, hasil pengenceran yang diambil paling
sedikit adalah 2 CC.

Persen dinyatakan dengan 4 cara


sebagai berikut yaitu :
b/b%

adalah persen bobot per bobot, yaitu


jumlah g zat dalam 100 g bahan atau hasil
akhir (larutan atau campuran).
b/v% adalah persen bobot per volume, yaitu
jumlah g zat dalam 100 ml bahan atau hasil
akhir (air atau pelrut lain).
v/v% adalah persen volume per volume yaitu
jumlah ml zat dalam 100 ml bahan atau hasil
akhir (larutan).
v/b% adalah persen volume per bobot. Yaitu
jumlah ml zat dalam 100 g bahan atau hasil
akhir.

ISTILAH KELARUTAN
Sangat

mudah larut
kurang dari 1
Mudah larut
1 sampai 10
Larut
10 sampai 30
Agak sukar larut
30 sampai 100
Sukar larut
100 sampai 1000
Sangat sukar larut 1000 sampai
10.000
Praktis tidak larut lebih dari 10.000

TERIMAKASIH