Anda di halaman 1dari 33

DEMAM REMATIK AKUT

Andrianto, dr. SpJP

Daftar Singkatan
DRA
SBHGA
PJR

: Demam Rematik Akut


: Streptococcus Beta Hemolyticus Group A
: Penyakit Jantung Rematik

Pendahuluan
DRA sebab utama penyakit jantung dapatan (anak dan

dewasa muda) kematian kardiovaskular


Negara berkembang : 100-200 per 100.000 anak sekolah
RSDS 2000-2006 : 40-70 kasus pertahun (rawat inap)
RSCM : 50-80 kasus pertahun
50-60% anak dengan DRA PJR

DRA

: komplikasi non supuratif, timbul terlambat


infeksi faring oleh SBHGA

Inflamasi difus jantung, pembuluh darah, otak,


jaringan subkutaneus
Manifestasi Jantung karditis kelainan katup

Tujuan
meninjau kembali diagnosa dan tata laksana demam
rematik mengingat angka kejadian dan komplikasi yang
cukup tinggi dari demam rematik di negara berkembang
khususnya Indonesia.

Demam Rematik Akut

DEFINISI
DRA :

- komplikasi non supuratif lambat dari infeksi


faring oleh SBHGA
- penyakit autoimun terhadap infeksi SBHGA
(kulit tenggorokan)
Faringitis 2-4 minggu sebelum DRA

ETIOLOGI
SBHGA :
bentuk rantai, kokus gram (+)
kapsul asam hialuronat (non antigenik)
Protein M hub. virulensi (+), rematogenik
Peptidoglikan (mukopeptida)

lapisan basal dinding sel


sifat ~ endotoksin bakteri gram (-)
Produksi streptolisin O (antigenik) & S (non-

antigenik)

PATOFISIOLOGI

Manifestasi Klinik

Dikutip dari: Gerber A. M. Group A Streptococcus. Dalam: Behrman R.E, Kliegman R.M, Jenson
H.B (penyunting). Nelson Textbook of Pediatrics Edisi Ke-18. Philadelphia; Saunders; 2008: 870-9.
10

Karditis
Pankarditis endokarditis, miokarditis, perikarditis
Endokarditis insufisiensi katup mitral dan aorta
Diagnosis karditis (salah satu) :

- murmur jantung baru


- kardiomegali
- perikarditis
- gagal jantung kongestif
Miokarditis/perikarditis tanpa valvulitis
bukan DRA
11

Kerusakan katup katup mitral (65-70%)

katup aorta (25%)


katup trikuspid (10%)
katup pulmonal (jarang)
Gagal Jantung Kongestif kematian (1%)
Kerusakan katup :

mitral regurgitasi, stenosis aorta,


stenosis mitral, kombinasi dg miokarditis
12

Migratory arthritis
lutut, pergelangan kaki, siku

lengan dan pergelangan tangan


berpindah-pindah
Asimetris
terjadi pada waktu yang tidak
bersamaan (overlap)
nyeri hebat, bengkak, eritema,
dan demam
Cairan sinovial sendi steril
Sembuh dg NSAID

Dikutip dari: Acute Rheumatic Fever.


http://www.medline.rheumaticfever.com.
Download 20 October 2007

13

Chorea
kelainan neurologis (terkejut, putus asa,

gerakan involunter, kelemahan otot gangguan


emosional)
keterlibatan SSP (ganglia basal dan nuklei
kaudati, oleh proses radang)
Unilateral
3 bulan atau lebih

14

Nodul Subcutaneus
sekitar 1-21% penderita DRA
bulat, keras, nyeri (-), dapat

digerakkan
bervariasi (0,5-2 cm)
Berkelompok , diatas
permukaan tulang dan diatas
tendon (siku, lutut,
pergelangan, vertebra,
belakang kepala)
Menetap 1-2 minggu,
menghilang spontan

Dikutip dari: Acute Rheumatic Fever.


http://www.medline.rheumaticfever.com.
Download 20 October 2007

15

Erythema Marginatum
erythema annulare
Lesi kulit non pruritic rash, kemerahan , sering

mengenai batang tubuh dan ekstremitas proximal,


tidak pada wajah
2,5 cm
Gatal (-), memutih bila ditekan,
Efek terapi anti inflamasi.
Hilang, bermigrasi, tidak meninggalkan sisa.
16

Erythema Marginatum

Dikutip dari: Acute Rheumatic Fever. http://www.medline.rheumaticfever.com. Download 20 October 2007


17

Laboratorium
Pembuktian infeksi Streptococcus ( kultur swab

tenggorok)
Bukti infeksi streptokokus sebelumnya (tes antibodi
streptokokus)
antistreptolisin O (ASO), anti-DNAse B,
anti hialuronidase (titer puncak saat onset DRA)

Titer ASO 320 Todd unit/ml (anak-anak)


18

Gambaran Radiologis
untuk menentukan

kardiomegali dan
kemungkinan terdapatnya
perikarditis.

Dikutip dari: Acute Rheumatic Fever.


http://www.medline.rheumaticfever.com.
Download 20 October 2007

19

Kriteria Jones
Kriteria mayor
Karditis
Poliartritis
Khorea
Erythema marginatum
Subcutaneus nodule

Kriteria Minor
Demam
Arthralgia
Acute phase reactants
(LED, CRP)
PR interval memanjang

Penunjang: - swab tenggorok


- rapid Streptococcal antigen test
- titer Ab Streptococcus
20

Kriteria dari WHO untuk diagnosis DRA dan PJR

Dikutip dari: WHO Technical Report Series. Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Diseases. Geneva 2004.
21

Diagnosa Banding
juvenile rhemathoid arthritis
SLE
reactive arthritis
arthritis akut oleh karena virus
kelainan hematology seperti sicklemia dan

leukemia

22

Tujuan Penatalaksanaan
eradikasi infeksi SBHGA
mengurangi gejala/manifestasi klinis
profilaksis infeksi untuk mencegah timbulnya

kembali penyakit jantung rematik.

23

Tirah Baring
STATUS KARDITIS
Tidak ada karditis

PENATALAKSANAAN
Tirah baring selama 2 minggu dan sedikit demi
sedikit rawat jalan selama 2 minggu dengan salisilat

Karditis, tidak ada kardiomegali

Tirah baring selama 4 minggu dan sedikit demi


sedikit rawat jalan selama 4 minggu

Karditis, dengan kardiomegali

Tirah baring selama 6 minggu dan sedikit demi


sedikit rawat jalan selama 6 minggu

Karditis, dengan gagal jantung

Tirah baring ketat selama masih ada gejala gagal


jantung dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama
3 bulan

Dikutip dari: WHO Technical Report Series. Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Diseases. Geneva 2004.
24

Pemusnahan SBHGA
pengobatan tonsilofaringitis yang disebabkan

oleh kuman SBHGA


Gejala-gejala infeksi tonsil atau faringitis oleh

kuman SBHGA
nyeri tenggorokan, nyeri telan, demam, sakit
kepala, nyeri perut, mual, muntah (kadangkadang)
25

Tonsilofaringitis akibat infeksi


kuman SBHGA

Dikutip dari: Acute Rheumatic Fever. http://www.medline.rheumaticfever.com. Download 20 October 2007


26

Pencegahan primer pada demam rematik:


rekomendasi terapi untuk faringitis oleh karena
streptococcus

27

Pencegahan Sekunder
pemberian antibiotik spesifik secara kontinu kepada

penderita dengan serangan demam rematik atau


penyakit jantung rematik sebelumnya.
Tujuannya untuk mencegah kolonisasi atau infeksi

kuman SBHGA pada saluran nafas atas dan terjadinya


rekurensi demam rematik.

28

tanpa karditis : minimum 5 tahun sesudah serangan

terakhir, atau sampai umur 18 tahun.


Dengan karditis : sampai umur 25 tahun atau lebih
Injeksi pensilin G benzatin 1,2 juta unit i.m, setiap 4
minggu
Penisilin V dosis 250 mg sehari dua kali
sulfadiazine atau sulfioxazole 0,5 g sekali sehari (BB
27 kg) dan 1 g (BB > 27 kg)
Eritromisin dosis 250 mg dua kali sehari
29

Obat antiradang yang dianjurkan


pada demam rematik
MANIFESTASI KLINIS

PENGOBATAN

Artralgia

Hanya analgesik (misal asetaminofen)

Artritis

Salisilat 100 mg/kg BB/hari selama 2 minggu dan 25 mg/kg


BB/hari selama 4-6 minggu

Karditis

Prednison 2 mg/kg BB/hari selama 2 minggu dan diturunkan


sedikit demi sedikit (tapering off) 2 minggu; salisilat 75 mg/kg
BB/hari 2 minggu dan dilanjutkan selama 6 minggu

Dikutip dari : WHO Technical Report Series. Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Diseases. Geneva 2004
30

RINGKASAN
DRA adalah suatu komplikasi lambat dan

nonsuppurattive sequela infeksi faring oleh SBHGA.


DRA merupakan penyakit autoimun thd infeksi SBHGA

(kulit dan tenggorokan), menyebabkan inflamasi pada


jantung (karditis), kulit (erythema marginatum), otak
(chorea) dan persendian (poliarthritis/arthralgia).

31

terjadi pada anak-anak usia 4-9 tahun.


Tujuan utama tata laksana DRA adalah eradikasi

infeksi SBHGA, mengurangi gejala/manifestasi


klinis, dan profilaksis infeksi untuk mencegah
timbulnya kembali penyakit jantung rematik

32

33