Anda di halaman 1dari 23

OLEH :

ELVIRA YULIANNA ANUGRAHWATI


104704214
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN PMPKN
S1 ILMU HUKUM
2012

POPULASI

A. PENGERTIAN POPULASI
Populasi adalah totalitas dari semua
objek atau individu yang memiliki
karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap
yang akan diteliti yang ciri-cirinya akan
ditaksir (diestimasi).

Unit analisis
dapat berupa
orang,
perusahaan,
media, dan
sebagainya.

Ciri-ciri populasi
disebut parameter

Objek atau nilai yang


akan diteliti dalam
populasi disebut unit
analisis atau elemen
populasi

B. JENIS POPULASI DALAM


PENELITIAN
1.
POPULA
SI
SAMPLIN
G

2.
POPULAS
I
SASARA
N

C. Perbedaan Populasi Sampling Dengan Populasi


Sasaran
Misalnya, kita akan melakukan penelitian tentang Korelasi antara
Frekuensi Kehadiran Kuliah dengan Prestasi Akademik di Kalangan
Mahasiswa Hukum Unesa.
Apabila
yang menjadi
objek penelitian kita adalah seluruh
mahasiswa Hukum Unesa, tetapi yang diteliti (yang dijadikan
sumber data) adalah seluruh mahasiswa yang tergabung dalam
kepengurusan lembaga kemahasiswaan, maka seluruh mahasiswa
Hukum Unesa adalah Populasi Sampling dan seluruh mahasiswa
yang tergabung dalam kepengurusan lembaga kemahasiswaan
adalah Populasi Sasaran.

D. Jumlah Populasi Dan Ukuran


Populasi
JUMLAH POPULASI
(Population Number)

1.Dinotasikan dengan huruf K


2.Adalah banyaknya kategori
populasi penelitian yang diteliti
3.Jika populasi penelitian kita
adalah
seluruh
mahasiswa
Hukum Unesa maka jumlah
populasinya adalah satu (K=1).
4.Jika populasi penelitian kita
adalah seluruh civitas akademika
Hukum Unesa, maka jumlah
populasinya adalah tiga (K=3)
yaitu:
kelompok
mahasiswa,
kelompok dosen, dan kelompok
staf administratif

UKURAN POPULASI
(Population Size)

1. Dinotasikan dengan huruf N


2. Menunjukkan banyaknya unsur
atau elemen yang terdapat
pada satu kategori
populasi
tertentu.
3. Misalnya, populasi penelitian
kita adalah seluruh mahasiswa
Hukum Unesa yang terdaftar
secara resmi pada semester
genap
2007/2008
yang
berjumlah 8.230 orang. Maka
angka 8.230 adalah ukuran
populasi (N=8.230).

E. SENSUS
Jika
ukuran
populasi
penelitian kita relatif tidak
besar, maka sebaiknya kita
menggunakan
seluruh
unsur
populasi
sebagai
sumber data (responden).
Dalam
keadaan
yang
demikian,
maka
kita
melakukan sensus atau
disebut juga total sampling.
Sensus
memungkinkan
peneliti untuk memperoleh
gambaran
yang
komprehensif
tentang
objek yang ditelitinya.
Jika ukuran populasi relatif
besar maka peneliti boleh
dan/atau harus mengambil
sampel.

1. POPULASI TAK
HINGGA

Melakukan
undian
dengan
sebuah mata
uang logam
secara terus
menerus
menghasilka
n populasi
tak hingga

2. POPULASI
TERHINGGA
Populasi ini,
Dimana di
dalamnya terdapat
terhingga
banyaknya
anggota.
Mahasiswa di
seluruh Indonesia,
banyak kendaraan
umum di
Indonesia,
penduduk dunia,
adalah beberapa
contoh tentang
populasi terhingga.

SAMPEL

A. Pengertian Sampel
B. Alasan Pemilihan
Sampel

C. Beberapa Hal yang harus


dijadikan pertimbangan sebelum
peneliti menentukan besarnya
sampel :
D. Alasan dipilihnya sampel sebagai
data antara lain sebagai berikut :
E. Syarat-syarat sampel yang baik
F. Dalam penyusunan sampel perlu disusun
kerangka sampling yaitu daftar dari semua
unsur sampling dalam populasi sampling,
dengan syarat:
G. Faktor-faktor yang
menentukan Tingkat
Kerepresentatifan sampel
H. Jumlah Sampel Dan Ukuran
Sampel
I. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Besarnya Sampel

A. Pengertian Sampel

Sampel adalah bagian


dari populasi yang
diambil melalui caracara tertentu yang
juga memiliki
karakteristik tertentu,
jelas, dan lengkap
yang dianggap bisa
mewakili populasi

Sampel yang diambil dari


sebuah populasi harus benarbenar mewakili populasinya,
sehingga data yang diperoleh
dari sampel tersebut dapat
digunakan untuk menaksir
ciri-ciri karakteristik
populasinya.
Sampel yang memiliki ciri
karakteristik yang sama atau
relatif sama dengan ciri
karakteristik populasinya disebut
sampel representatif. Ciri
karakteristik sampel disebut
statistik

B. Alasan Pemilihan Sampel


Untuk sesuatu hal (alasan), maka populasi dapat digunakan
sebagai data, tetapi karena sesuatu hal (alasan) pula, maka
populasi tidak dapat digunakan dan kemudian dipilih sampel.

C. Beberapa Hal yang harus dijadikan pertimbangan sebelum


peneliti menentukan besarnya sampel :

1. Unit
Analisis

2.
Pendekat
an atau
model
penelitia
n

3. Banyaknya
karakteristik
khusus (ciri
utama) yang
ada pada
populasi

4.
Keterba
tasan
peneliti

D. Alasan dipilihnya sampel sebagai data


antara lain sebagai berikut :

E. Syarat-syarat sampel yang baik

1. Representatif

2. Memadai

F. Dalam penyusunan sampel perlu disusun


kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur
sampling dalam populasi sampling, dengan syarat:
a.Harus meliputi seluruh unsur sampel
b.Tidak ada unsur sampel yang dihitung
dua kali
c.Harus up to date
d.Batas-batasnya harus jelas
e.Harus dapat dilacak dilapangan

G. Faktor-faktor yang menentukan Tingkat Kerepresentatifan


sampel

1. Ukuran sampel yang


diambil dari populasi

2. Teknik sampling yang


digunakan

H. Jumlah Sampel Dan Ukuran


Sampel

JUMLAH SAMPEL (k)


Adalah banyaknya kategori
sampel yang diteliti yang
jumlahnya akan sama dengan
jumlah populasi (K=k).

UKURAN SAMPEL (n)


Adalah besarnya atau banyaknya unsur
yang melekat pada sebuah kategori
sampel, yang jumlahnya akan selalu lebih
kecil daripada ukuran populasi (n<N).
Kuantitatif :
dapat ditaksir dengan akurat, berdasar
analisis yang akan dilakukan, presisi
estimasi yang diinginkan, kesalahan
random yang masih bisa ditoleransi,
kuasa statistik yang diharapkan
Kualitatif :
Ukuran sampel cukup besar jika peneliti
telah puas bahwa data yang diperoleh
cukup kaya dan cukup meliput dimensi
yang diteliti.
Umumnya sekitar 40 responden, jarang
>200

Rumus tertentu untuk menentukan


berapa besar sampel yang harus diambil dari
populasi.
Rumus Slovin:
N
n =
1 + Ne
Keterangan;
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan
sampel yang ditololerir, misalnya 5%.
Batas kesalahan yang ditolelir ini untuk setiap populasi tidak
sama, ada yang 1%, 2%, 3%, 4%,5%, atau 10%.
Rumus Yamane yang harus digunakan.
N
n =
Nd + 1
n
= Jumlah sample,
N
= Jumlah Populasi,
d
= batas toleransi kesalahan pengambilan sampel yang

Untuk menentukan banyaknya sampel (ukuran


sampel) dari suatu populasi, ada beberapa cara yang
dapat digunakan seperti berikut :
1. Pendapat Bailey
Bailey menyatakan bahwa untuk penelitian yang akan
menggunakan analisis data statistic, ukuran sampel
yang paling minimum adalah 30.
2. Pendapat Gay
Gay berpendapat bahwa ukuran minimum sampel
yang dapat diterima berdasarkan pada metode
penelitian yang digunakan
3. Nomogram Harry King
Nomogram ini hanya berlaku untuk populasi paling
tinggi 2000 dengan kesalahan bervariasi sampai 15 %

I. Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Besarnya
Sampel

1. Derajat Keseragaman Populasi (degree


of homogenity).

2. Tingkat Presisi (level of precisions) yang


digunakan.
3. Rencana Analisis.
4. Alasan-alasan tertentu yang berkaitan
dengan keterbatasan-keterbatasn yang
ada pada peneliti

TEKNIK SAMPLING
Teknik sampling merupakan cara yang
digunakan dalam pengambilan sampel
penelitian. Berdasarkan teknik
pengambilannya (teknik sampling), jenis-jenis
sampel terdiri dari:

1. SAMPEL PROBABILITAS
(PROBABILITY SAMPLING)
Disebut juga sampel random atau
sampal acak. Adalah sampel yang
pengambilannya berdasarkan
pada prinsip dasar teori peluang,
yakni memberikan peluang yang
sama kepada semua unsur
populasi untuk terpilih sebagai
sampel. Cara ini bersifat obyektif.

2. SAMPEL NONPROBABILITAS
(NONPROBABILITY SAMPLING)
Sampling nonprobabilitas
merupakan pemilihan sampel
yang dilakukan dengan
pertimbangan-pertimbangan
peneliti, sehingga dengan tipe
sampling nonprobability ini
membuat semua anggota
populasi tidak mempunyai
kesempatan yang sama untuk

1. TEKNIK SAMPLING
PROBABILITAS
a. Sampling acak sederhana
Metode yang digunakan
:
1.Metode undian
2.Metode random
b. Sampling stratified (Sampling
berlapis)
c. Sampling sistematis
d. Sampling cluster (sampling
bergerombol/berkelompok)

2. SAMPEL NONPROBABILITAS
(NONPROBABILITY SAMPLING)
Pemilihan nonprobability sampling ini dilakukan
dengan pertimbangan:
1) penghematan biaya, waktu dan tenaga; dan
2) keterandalan subjektivitas peneliti (pengetahuan,
kepercayaan dan pengalaman seseorang seringkali dijadikan
pertimbangan untuk menentukan anggota populasi yang
dipilih
sampel).
Yangsebagai
termasuk
sampling nonprobabilitas antara lain :

a. Sampling
kebetulan /
sampling
seadanya

b. Sampling
kuota

c. Sampling
bola salju

d. Sampling
pertimbang
an

F. Beberapa Masalah dalam


Penelitian yang Berkaitan
dengan Sampel
Dalam suatu penelitian, ada kemungkinan
timbul dua macam penyimpangan, yaitu:
1.
Penyimpangan
karena
Pemakaian
Sampel
(Sampling Error) Seandainya tidak ada kesalahan
pada pengamatan, satuan-satuan ukuran, definisi
operasinal
variabel,
pengolahan
data,
dan
sebagainya, maka perbedaan itu hanya disebabkan
oleh pemakaian sampel. Mudah dimengerti bahwa
semakin besar sampelnyang diambil, semakin kecil
pula terjadi penyimpangan. Apabila sampel itu sudah
sama besar dengan populasi, maka penyimpangan
oleh pemakaian sampel pasti akan hilang.
2. Penyimpangan Bukan oleh Pemakaian Sampel
(Non-Sampling Error)

Jenis penyimpangan ini (Non-Sampling


Error) dapat ditimbulkan oleh berbagai hal,
di antaranya adalah:
a. Penyimpangan karena kesalahan perencanaan. Misalnya karena tidak
tepatnya definisi operasional variabel, kriteria satuan-satuan ukuran, dan
sebagainya, memberikan peluang penyimpangan atau kesalahan pada hasil
penelitian.
b. Penyimpangan karena Penggantian Sampel. Hal ini berkaitan dengan adanya
perbedaan antara sampel yang diteliti dengan sampel yang ditetapkan.
Misalnya, seseorang mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel tidak
bisa dihubungi pada waktu akan diwawancarai atau diminta untuk mengisi
kuesioner, lalu kita menggantinya dengan mahasiswa yang lain.
c. Penyimpangan karena salah tafsir dari petugas pengumpulan data maupun
responden, yang dapat menyebabkan jawaban yang diperoleh dari responden
menyimpang dari yang sebenarnya.
d. Penyimpangan karena salah tafsir responden. Biasanya disebabkan karena
responden sudah lupa akan masalah yang ditanyakan.
e. Penyimpangan karena responden sengaja salah dalam menjawab pertanyaan.
Hal ini dapat terjadi jika responden merasa curiga terhadap maksud dan tujuan
penelitian, atau mungkin juga responden mempunyai maksud-maksud tertentu
secara terselubung.
f. Penyimpangan karena kesalahan pengolahan data, misalnya salah dalam
menambahkan, mengalikan, dan sebagainya.

Sementara itu, masalah yang dihadapi


dalam Pembuatan Kerangka Sampling,
di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Blank Foreign Elements
Yakni jika data populasi yang diperoleh dari sesuatu sumber
tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan, sehingga
terjadi orang yang sudah terpilih sebagai sampel tidak ditemui
di lapangan. Hal ini disebabkan mungkin karena pendataannya
yang tidak akurat atau datanya sudah kadaluarsa.
2. Incomplete Frame
Ketidaklengkapan kerangka sampling terjadi karena ada unsur
populasi (orang) yang seharusnya masuk di dalamnya, justeru
tidak tercatat.
3. Cluster of Elements
Kerangka sampling yang kita miliki tidak selamanya sama
dengan yang kita butuhkan. Misalnya, jika kita ingin meneliti
pelajar sekolah dasar yang bertempat tinggal di Kota A, kita
tidak akan memperoleh daftarnya, yang kita temukan
hanyalah daftar nama sekolah dasar yang ada di Kota A.


DAFTAR PUSTAKA

Buku
Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian
dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia
Idrus, Muhammad. 2007. Metodologi
Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: UII
Press

Unduhan
http://pascasarjana.esaunggul.ac.id
dll

TERIMA KASIH UNTUK PERHATIANNYA


MOHON MAAF JIKA ADA KEKURANGAN DLM
PENYAJIAN PRESENTASI INI

SEMOGA
BERMANFAAT UTK
SEMUA
SEKIAN DAN ATURNUWUN