Anda di halaman 1dari 7

2.

Teratai
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Nymphaeales
Famili : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Teratai(Nymphae sp.) adalah salah satu contoh tumbuhan hidrofit(lingkungan yang
memiliki kelembapan yang tinggi). Teratai memiliki struktur anatomis yang berbeda
dengan tumbuhan lainnya. Struktur tersebut merupakan hasil adaptasi dengan
lingkungannya yang memiliki kelebihan dalam hal ketersediaan air dan kelembapan
yang tinggi serta keadaan yang kekurangan oksigen. Teratai memiliki lebih banyak
ruang-ruang udara untuk membantu pengapungan di permukaan air. Teratai
memiliki daun yang lebar dengan bentuk yang melingkar, dan tepi daun bergerigi.
Sebagian besar daun-daun ini mengapung di atas air agar dapat mengambil
oksigen yang ada di udara. Daun dapat mengapung karena adanya ruang udara
yang berkembang dengan baik.
Pada permukaan adaksial atau atas, daun Teratai berwarna hijau dan stomata
banyak ditemukan pada bagian ini sedangkan pada bagian abaksial atau bawah,
daun Teratai berwarna keunguan dan terdapat tulang daun besar serta tulang daun
kecil. Pada daun bagian abaksial biasanya tidak di temukan adanya stomata.
Teratai memiliki batang yang berfungsi untuk menyangga daun mengapung di atas
air. Batang sebagian besar tenggelam di dalam air, namun ada beberapa yang
muncul di atas permukaan air. Batang memiliki ruang udara yang berkembang
dengan baik. Selain berfungsi sebagai penyokong dari daun, batang juga berfungsi
untuk mengasorbsi nutrisi yang dibutuhkan oleh Teratai.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dibawah mikroskop daun
teratai Tidak memiliki kutikula, namun pada umumnya tumbuhan hidrofit memiliki
kutikula yang sangat tipis bahkan tidak memiliki kutikula sama sekali.Epidermis
yang dimiliki hanya selapis. Fungsi epidermis lebih berperan dalam hal penyerapan
gas dan nutrien. Sel-sel epidermis ini memiliki dinding yang tipis.Pada permukaan
epidermis terdapat banyak stomata. Tipe stomata yang dimiliki adalah tipe
menonjol keluar karena pada Teratai memiliki daun yang mengapung di atas air.
Daun Teratai tergolong daun epistomatik karena stomata berada di permukaan atas
daun (adaksial). Di bawah lapisan epidermis terdapat jaringan palisade yang
didalamnya mengandung klorofil. Sementara itu, di bawah jaringan palisade
terdapat jaringan bunga karang. Berdasarkan keberadaan dari jaringan palisade dan
jaringan bunga karang, daun Teratai tergolong daun tipe dorsoventral.
Pada bagian jaringan palisade, terdapat sklereid yang bercabang dan berujung
runcing, dan percabangannya masuk ke ruang antar sel. Sklereid bertipe
trikosklereid. Sklereid ini berfungsi sebagai penyokong dan terkait dengan sistem
pengapungan tumbuhan teratai ini. Selain pada palisade, trikosklereid juga terdapat
pada jaringan sponsa dimana ujung-ujung percabangannya masuk ke ruang-ruang
antar sel.Jaringan pengangkut pada daun tergolong tipe Kranz dimana berkas

pengangkut dikelilingi oleh mesofil. Jaringan pengangkut ini terletak di antara


jaringan sponsa.
Daun Teratai memiliki ruang udara yang luas, teratur dan berkembang dengan baik.
Ruang udara ini memberikan pelampung bagi tumbuhan Teratai untuk mengapung
dan juga sebagai penyimpan udara dan CO2. Trikomata tergolong trikoma non
glanduler dimana ujungnya meruncing. Trikomata ini berfungsi sebagai pelindung
dan mengurangi penguapan. Pada daun Teratai trikomata ban yak dijumpai pada
bagian permukaan bawah daun (abaksial).Pada bagian permukaan bawah daun
terdapat epidermis bawah yang berjumlah selapis.

TERATAI (Nymphaea alba)


Pengertian
Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Di Indonesia, teratai juga
digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman dulu, orang
memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja dengan genus
Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung),
kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh
dan rimpangnya biasa dikonsumsi.

1.

Anatomi :
Tanaman teratai tumbuh di permukaan air yang tenang. Tanaman teratai memiliki daun
yang tumbuh mengambang di permukaan air. Bunga teratai juga terdapat di permukaan air,
bunga dan daun teratai keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam lumpur
pada dasar kolam, sungai atau rawa. Teratai putih (Nymphaea alba) satu diantara 50-an jenis
teratai. Tangkai teratai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval
yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung
lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air. Bunga
teratai tumbuh pada tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang. Diameter bunga
bergenus Nymphaea ini antara 5-10 cm. Teratai memiliki struktur anatomis yang berbeda dengan
tumbhan lainnya. Struktur tersebut merupakan hasil adaptasi dengan lingkungannya yang
memiliki kelebihan dalam hal ketersediaan air dan kelembapan yang tinggi serta keadaan yang
kekurangan oksigen. Teratai memiliki lebih banyak ruang-ruang udara untuk membantu
pengapungan di permukaan air.
Struktur Anatomi Daun Teratai (Nymphae sp.)
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat kami paparkan struktur
anatomi dari daun teratai sebagai berikut:

Tidak memiliki kutikula, pada umumnya tumbuhan hidrofit memiliki kutikula yang
sangat tipis bahkan tidak memiliki kutikula sama sekali.

Epidermis yang dimiliki hanya selapis. Fungsi epidermis lebih berperan dalam hal
penyerapan gas dan nutrien. Sel-sel epidermis ini memiliki dinding yang tipis.

Pada permukaan epidermis terdapat banyak stomata. Tipe stomata yang dimiliki adalah
tipe menonjol keluar karena pada Nymphae sp. memiliki daun yang mengapung di atas
air. Daun Nymphae sp. tergolong daun epistomatik karena stomata berada di permukaan
atas daun (adaksial).

2.

Di bawah lapisan epidermis terdapat jaringan palisade yang didalamnya mengandung


klorofil. Sementara itu, di bawah jaringan palisade terdapt jaringan bunga karang.
Berdasarkan keberadaan dari jaringan palisade dan jaringan bunga karang, daun
Nymphae sp. tergolong daun tipe dorsoventral.

Pada bagian jaringan palisade, terdapat sklereid yang bercabang dan berujung runcing,
dan percabangannya masuk ke ruang antar sel. Sklereid bertipe trikosklereid. Sklereid
ini berfungsi sebagai penyokong dan terkait dengan sistem pengapungan tumbuhan
Nymphae sp. ini. Selain pada palisade, trikosklereid juga terdapat pada jaringan spons,
dimana ujung-ujung percabangannya masuk ke ruang-ruang antar sel.

Jaringan pengangkut pada daun tergolong tipe Kranz dimana berkas pengangkut
dikelilingi oleh mesofil. Jaringan pengangkut ini terletak di antara jaringan spons.

Daun Nymphae sp. memiliki ruang udara yang luas, teratur dan berkembang dengan baik.
Ruang udara ini memberikan pelampung bagi tumbuhan Nymphae sp. untuk mengapung
dan juga sebagai penyimpan udara dan CO2.

Trikomata tergolong trikoma non glanduler dimana ujungnya meruncing. Trikomata ini
berfungsi sebagai pelindung dan mengurangi penguapan. Pada daun Nymphae sp.,
trikomata Ban yak dijumpai pada bagian permukaan bawah daun (abaksial).

Pada bagian permukaan bawah daun terdapat epidermis bawah yang berjumlah selapis.

Struktur Anatomi Batang Teratai (Nymphae sp.)


Berdasarkan pengamatan irisan melintang batang teratai, berikut adalah struktur
anatomis dari batang teratai:

Batang Nymphae sp. teradaptasi untuk keadaan basah. Ciri yang paling menonjol adalah
adanya lakuna yang besar dan banyak. Lakuna adalah sebagai saluran udara pada batang.
Dengan adanya lakuna sirkulasi udara pada batang bisa berlangsung lebih baik.

Bagian paling luar dari batang adalah lapisan epidermis yang tipis yang merupakan hasil
adaptasi dengan lingkungannya.

Dibawah lapisan epidermis terdapat lapisan korteks yang terbagi menjadi dua, korteks
dalam dan korteks luar. Korteks luar tersusun atas sel-sel yang kecil dan rapat.

Korteks dalam pada batang tersusun atas sel-sel parenkim yang menunjukkan penebalan
yang nyata. Penebalan yang terjadi adalah lakuner dan lamellar. Penebalan ini terjadi
sebagai hasil adaptasi dengan lingkungannya yang berair. Sebagian besar parenkim
berdiferensiasi menjadi lakuna sedangkan parenkim lainnya tetap sebagai parenkim
selama hidupnya.

Pada bagian korteks ditemukan berkas pengangkut. Batang Nymphae sp. mengalami
anomali batang khususnya pada berkas pengangkutnya. Nymphae sp. adalah tumbuhan
dikotil, namun batangnya memiliki berkas pengangkut yang tersebar seperti halnya pada
batang monokotil. menunjukkan berkas pengangkut yang tersebar.

Berkas pengangkut pada Nymphae sp. adalah kolateral terbuka karena tidak ditemukan
kambium pada batang teratai.

Posisi floem terletak di tepi daripada xilem, dan hal ini merupakan ciri khas dari batang.

Pada xilem batang, lakuna xilem berkembang lebih baik. Lakuna xilem disebut dengan
canal lysigen xylem yang merupakan ciri khas batang hidrofit.

Jaringan yang berperan sebagai penguat pada batang Nymphae sp. berupa sklereid yang
memiliki tipe asterosklereid.

Morfologi :
Secara umum teratai (Nymphae sp.) memiliki struktur morfologi sebagai berikut:

Teratai (Nymphae sp.) adalah tanaman yang beradaptasi dengan lingkungan yang
memiliki ketersediaan air yang melimpah dan kelembapan yang tinggi. Nymphae sp.

Nymphae sp. hidup di kolam atau danau.

Nymphae sp. memiliki daun yang lebar dengan bentuk yang melingkar, dan tepi daun
bergerigi. Sebagian besar daun-daun ini mengapung di atas air agar dapat mengambil
oksigen yang ada di udara. Daun dapat mengapung karena adanya ruang udara yang
berkembang dengan baik.

Pada permukaan adaksial atau atas, daun Nymphae sp. berwarna hijau dan stomata
banyak ditemukan pada bagian ini sedangkan pada bagian abaksial atau bawah, daun
Nymphae sp. berwarna keunguan dan terdapat tulang daun besar serta tulang daun kecil.
Pada daun bagian abaksial biasanya tidak di temukan adanya stomata.

Nymphae sp. memiliki batang yang berfungsi untuk menyangga daun mengapung di atas
air. Batang sebagian besar tenggelam di dalam air, namun ada beberapa yang muncul di
atas permukaan air. Batang memiliki ruang udara yang berkembang dengan baik.

Selain berfungsi sebagai penyokong dari daun, batang juga berfungsi untuk mengasorbsi
nutrisi yang dibutuhkan oleh Nymphae sp..

Sistem akar pada hidrofi seperti Nymphae sp. kurang berkembang dengan baik dan tidak
memiliki bulu akar maupun tudung akar. Akar pada Nymphae sp. memiliki fungsi utama
sebagai jangkar, pelekat atau pencengkeram. Absorbsi lebih Ban yak dilakukan oleh
batang dan daun.

Fisiologi :
Menghasilkan bunga, setidaknya ada 2-3 daun yang tumbuh. Nah, bila satu daun
setidaknya 10 cm, maka luas pot berdiameter 50 cm sudah cukup ideal untuk pertumbuhan.
Perbanyakan teratai sangat mudah, yaitu bisa dengan biji dari bunga, daun, dan anakan. Di bunga
teratainya akan berbunga setiap 3-4 hari, dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota
bunga mulai rontok dan menyisakan dasar bunga yang jadi bakal buah. Bentuknya unik, seperti
piramida terbalik dengan biji yang muncul antara 5-30 biji. Begitu kering, biji bisa diambil dan
disemai. Akar dan daun mengandung asam amino dan alkaloid. Bunganya mengandung bahan
kimia seperti, Quercetin, luteolin, isoquercitrin, kaempferol. Benangsari: Quercetin, luteolin,
isoquercitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid. Penyangga bunga (reseptacle): Protein, lemak,
karbohidrat, caroten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbine.
Bijinya kaya akan pati, juga mengandung raffinose, protein, lemak, karbohidrat, kalsium,
phosphor dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferine, oxoushinsunine, N- norarmepavine.
Tunas biji teratainya mengandung Liensinine, isoliensinine, neferine, nuciferine, pronuciferine,
lotusine, methylcorypalline, demethylcoclaurine, galuteolin, hyperin, rutin. Rimpang: Pati,
protein, asparagine, vitamin C. Selain itu juga mengandung catechol, d-gallocatechol,
neochlorogenic acid, leucocyanidin, leucodelphinidin, peroxidase, dll. Akar tumbuhan teratai
mengandung Zat tannic dan asparagine. Daun: Roemerine, nuciferine, nornuciferine,
armepavine, pronuciferine, N-nornuciferine, D-N-methylcoclaurine, anonaine, liriodenine,
quercetin, isoquercitrin, nelumboside, citric acid, tartaric acid, malic acid, gluconic acid, oxalic
acid, succinic acid, zat tannic, dll. Dasar daun teratai: Roemerine, nuciferine dan nornuciferine.
Tangkai daun: Roemerine, nornuciferine, resin dan zat tannic. Oxoushinsunine yang terdapat
pada kulit biji teratai berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan,
sedangkan biji dan tangkai teratai berkhasiat anti hipertensi.
Habitat :
Tumbuhan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan-nya.
Tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi beberapa tipe sesuai dengan habitat hidupnya.
Berdasarkan habitanya, tumbuhan secara umum dibedakan menjadi tumbuhan xerofit, mesofit
dan hidrofit. Masing-masing tumbuhan ini memiliki ciri khas yang membedakan antara tipe
tumbuhan satu dengan yang lain. Ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing tumbuhan diyakini
sebagai adaptasi terhadap lingkungan yang khusus itu. Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang
tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di
daerah tropis berasal dari Mesir.
Tumbuhan yang dapat hidup di gurun atau di tempat-tempat yang ketersedia-an airnya
sangat terbatas bahkan kurang dan memiliki tekanan evaporasi yang tinggi, disebut dengan
tumbuhan xerofit. Tumbuhan ini memiliki adaptasi khas terhadap penurunan isi air. Tumbuhan
ini mampu hidup dan bertahan dalam periode yang lama tanpa kerusakan oleh kekeringan.
Umumnya tumbuhan hidup di lingkungan yang memiliki ketersediaan air yang cukup, tidak
kurang tidak lebih, kondisi kelembapan dan suhu yang rata-rata. Tumbuhan yang hidup di
lingkungan yang seperti ini disebut dengan tumbuhan mesofit. Berbeda dengan tumbuhan
xerofit, tumbuhan hidrofit hidup di lingkungan yang memiliki kelembapan yang tinggi.
Tumbuhan ini seluruh atau sebagian tubuhnya terendam oleh air. Tumbuhan hidrofit hidup di
permukaan air atau terbenam dengan kedalaman yang beragam di dalam air dengan intensitas

sinar dan kondisi-kondisi lainnya yang menjadi faktor pembatas bagi kehadiran tumbuhan tipe
ini.
Manfaat
Teratai menjadi tanaman di kebun-kebun karena bunganya yang indah. Pelukis Perancis
bernama Claude Monet terkenal dengan lukisan bunga teratai. Teratai merupakan tanaman air
yang unik. Teratai yang tumbuh di air yang sangat berlumpur (kotor, coklat), warna bunganya
lebih cemerlang. Warna bunga bila putih lebih putih, bila merah lebih merah, bila merah muda
makin terang warnanya
Kelimpahan
Kelimpahan Secara umum teratai (Nymphae sp.) memiliki struktur morfologi sebagai
berikut:

Teratai (Nymphae sp.) adalah tanaman yang beradaptasi dengan lingkungan yang
memiliki ketersediaan air yang melimpah dan kelembapan yang tinggi.

Teratai (Nymphae sp.) hidup di kolam atau danau dengan ketersediaan air yang
melimpah.

KARAKTERISTIK :
Teratai (Nymphae sp) memiliki karakteristik struktur anatomi batang yang terdiri dari
kulit kayu, kayu dan empulur. Empulur sangat sulit ditemukan pada batang kayu yang sudah tua.
Bagian terluar dari batang tumbuhan dikotil adalah kulit kayu yang terdiri atas jaringan
epidermis, kambium gabus, korteks, dan floem. Felogen dapat ditemukan di bagian bawah
epidermis. Tangkai teratai terdapat di tengah-tengah daun dan Bunga teratai tumbuh pada tangkai
yang merupakan perpanjangan dari rimpang.

http://www2.estrellamountain.edu/faculty/farabee/BIOBK/BioBookPLANTANAT.html