Anda di halaman 1dari 23

Semester Antara Learning skill IT

Modul Tutorial II

Kelompok 3:
Haikal Gifari
Hilmy Syarifah S
Khairunnisa
Novita Putri Wardani
Fidya Rizka Amalia
Nurul Imaniar
Syalara
F
M. Zetvandi Ibrahim
Putri Desti Juita Sari
Topan Muhammad Nur

2011730032
2011730037
2011730049
2011730157
2013730040
2013730081
2013730108
2013730151
2013730164
2013730184

Tutor : dr. Ferial


Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2014

Tugas PBL kelompok 3

Page 1

KATA PENGANTAR
Assalammualaikum wr. wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur kami ucapkan atas ke hadirat Tuhan YangMaha Esa
yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun
laporan tutorial ini yang mengenai Motivasi dan Konsep Diri.
Selanjutnya, laporan tutorial ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
Semester Antara LS IT. Kepada semua dosen yang terlibat dalam pembuatan laporan
tutorial ini, kami ucapkan terima kasih atas segala pengarahannya sehingga laporan ini dapat
kami susun dengan cukup baik.
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, baik d a r i
segi isi, bahasa, analisis, dan sebagainya. Oleh karena itu, kami
i n g i n meminta maaf atas segala kekurangan tersebut, hal ini disebabkan karena
masih terbatasnya pengetahuan, wawasan, dan keterampilan kami. Selain itu, kritik dan saran
dari pembaca sangat kami harapkan, guna untuk kesempurnaan laporan ini dan perbaikan untuk
kita semua.
Semoga

laporan

ini

dapat

bermanfaat

dan

dapat

memberikan

w a w a s a n berupa ilmu pengetahuan untuk kita semua.


Wassalammualaikum wr. wb.

Jakarta, 3 September 2014

MODUL: MOTIVASI DAN KONSEP DIRI


Tugas PBL kelompok 3

Page 2

TUJUAN PEMBELAJARAN
Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep diri (Pengetahuan
tentang diri, Pengharapan diri, Penilaian terhadap diri) dan motivasi mempunyai
peranan dalam keberhasilan proses belajar untuk mencapai tujuan

STRATEGI PEMBELAJARAN
1.
2.
3.
4.
5.

Diskusi kelompok di fasilitasi oleh tutor


Diskusi kelompok tanpa tutor
Konsultasi pada pakar/narasumber
Tatap muka dalam kelas
Aktifitas pembelajaran individual dengan menggunakan buku ajar, majalah, slide, tape,
atau video dan internet

SKENARIO 2:
Rio,18 tahun mahasiswa kedokteran disalah satu perguruan tinggi di Jakarta ,merasakan hasil
prestasi di semester 1 jauh dari standar yang di harapkan. Saat mengikuti perkuliahan ternyata
hampir semua buku rujukan menggunakan bahasa inggris dan membuat laporan atau tugas
menggunakan komputer,Rio termasuk anak pendiam dan tidak mau ketahuan bahwa ia tidak
mampu mengoprasikan computer sehingga sering tidak membuat tugas dan akhirnya
berpengaruh terhadap pencapaian nilai. Kegelisahan muncul apakah Rio dapat menjadi dokter di
desa nya. Sebenarnya keinginan menjadi dokter muncul saat nenek nya mengalami sakit keras
dan pada saat membutuhkan pertolongan seorang dokter , ternyata di desa yang terpencil itu
untuk butuh seorang dokter harus memerlukan waktu 4 jam perjalanan. Rio terlahir di desa
Sumbersari di kaki lereng gunung Ciremai , membutuhkan perjalanan 6 jam kepusat kota, sarana
kesehatan sangat minim dan tidak memadai, jalan berliku dan susah angkutan umum. Semenjak
pengalaman neneknya sakit keras dan tidak tertolong maka Rio bercita cita setelah lulus SMA
ingin melanjutkan menjadi dokter.

KATA SULIT : Tidak ada


Tugas PBL kelompok 3

Page 3

KATA KUNCI:
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Rio18th, mahasiswa kedokteran


Hasil prestasi semester 1 jauh dari standar yang diharapkan
Tidak mampu mengoperasikan komputer
Kegelisahan Rio
Pribadi minder dan pendiam
Keinginan menjadi dokter muncul saat neneknya sakit
Tinggal di desa terpencil
Dokter di desa Rio sangat minim
Cita-cita Rio menjadi dokter

PROBLEM TREE :

BERASAL DARI DAERAH


TERPENCIL

SULIT BERSOSIALISASI

RIO, 18 TAHUN

KESULITAN MENGUASAI
TEKNOLOGI

KESULITAN MENGUASAI
BAHASA INGGRIS

PRESTASI RIO JAUH


DARI STANDAR
Tugas PBL kelompok 3

Page 4

KEGELISAHAM MUNCUL.
APAKAH RIO DAPAT
MENJADI DOKTER ?

SOLUSI?

Apa yang dimaksud dengan motivasi dan konsep diri?


A. Pengertian Motivasi
Banyak sekali, bahkan sudah umum orang menyebut dengan motif untuk
menunjukan mengapa seseorang itu berbuat sesuatu. Kata motif, diartikan sebagai daya
upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan
sebagai daya penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu
demi mencapai sesuatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern
(kesiapsiagaan). Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai
daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu,
terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak.
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang
yang ditandai dengan munculnyafeeling dam didahului dengan tanggapan terhadap
adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. Dmanusia. Karena menyangkut
perubahan energy onald ini mengandung tiga elemen penting.
1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energy pada diri setiap individu
manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energy
Tugas PBL kelompok 3

Page 5

didalam system neurophysiologic yang ada pada organisme manusia. Karena


menyangkut perubahan energi manusia(walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri
manusia), penampakkannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
2. Motivasi ditandai dengan munculnya, rasa/feeling, afeksi seseorang. Dalam hal ini
motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat
menentukan tingkah-laku manusia.
3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini
sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang
muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena terangsang/ terdorong
oleh adanya unsur ;ain, dalam hal ini adalah tujuan. tujuan ini akan menyangkut soal
kebutuhan.
Dengan ketiga elemen di atas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai
sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan
energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala
kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan
sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.
B. Konsep Diri
Jalaluddin Rakhmat (1996: 99) mendefinisikan konsep diri sebagai gambaran dan
penilaian diri kita, pandangan dan perasaan kita tentang diri kita sendiri. Berdasarkan
pendapat tersebut, dapat ditegaskan bahwa setiap orang pastilah mengenali dirinya
sendiri. Bagaimana kita dapat mengenali diri kita sendiri?
Charles Horton Cooley mengemukakan teori yang diberaninama looking glas self
(melihat diri dengan bercermin). Artinya, bahwa setiap orang dapat mengenali dirinya
sendiri, dengan cara seolah-olah orang menaruh cermin di depannya, dan dengan
demikian maka profil diri orang itu dapat dikenalinya. Dalam hal ini istilah cermin
bersifat kiasan saja. Sesungguhnya kita tidak berhadapan dengan cermin, melainkan
berhadapan dengan orang lain. Kepada orang itu kita tanyakan penilaiannya kepada diri
kita itulah gambaran yang objektif tentang diri kita berdassarkan sudut pandang orang
lain.
Misalnya kita ingin mengetahui, apakah kita termassuk orang yang dermawan
ataukah orang kikir. Pertama-tama, tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah Anda
termasuk dermawan ataukah kikir? Mungkin Anda akan menjawab bahwa Anda termasuk
dermawan. Mungkin Anda dapat menghadirkan bukti-bukti kedermawan Anda itu. Tetapi
Tugas PBL kelompok 3

Page 6

bagaimana pendapat orang lain? Benarkah Anda dermawan? Mana yang lebih Anda
percaya, penilaian orang lain ataukah penilaian anda sendiri? Charles Horton Cooley
mengibaratkan, cermin tidak pernah bohong kepada kita. Ketika kita bercermin
sedangkan kita belum menyisir rambut, maka cerminpun akan menggambarkan keadaan
rambut kita yang tidak rapi. Cobalah Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada
diri Anda sendiri.
Apakah saya ini orang sabar?
Apakah saya orang yang rajin?
Apakah saya orang yang setia?
Apakah yang membuat saya menjadi senang?
Apakah yang menyebabkan saya menjadi marah?
Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut Anda jawab secara jujur, simpanlah
jawaban Anda itu. Kemudian cobalah pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan kepda
orang lain. Komparasikan jawaban Anda sendiri dengan jawaban orang lain. Simpulkan
konsep diri Anda.
Konsep diri merupaka factor yang sangat menentukan dalam komunikasi
interpersonal, karena setiap orang melakukan tindakan dilandasi oleh konsep diri.
Misalnya, saya akan marah ketika seseorang memanggil saya dengan nama parapan yang
tidak saya sukai. Oleh karena itu, meskipun saya tahu bahwa teman saya yang namanya
Eko sering dipanggil dengan nama parapan kodok, saya tetap memanggil dengan nama
aslinya. Jadi kalau saya tidak suka dipanggil dengan nama parapan, maka saya juga tidak
akan memanggil teman saya dengan nama parapannya.

Apakah ada hubungan lingkungan Rio dengan kesulitan yang dialami sekarang?
Jawab : Rio berasal dari daerah terpencil dan selama masa sekolah di sana
kemungkinan sarana dan prasarana di sana kurang memadai tidak seperti sarana
dan prasarana di kota besar. Sehingga pada saat Rio memasuki masa kuliah dan ke
kota besar kemudian dihadapkan dengan buku-buku yang menggunakan bahasa
Inggris, menggunakan computer untuk mengerjakan tugas, Rio kurang atau bahkan
tidak mengerti bagaimana untuk beradaptasi karena di tempatnya dulu dia tidak
diajarkan di sekolahnya. Lalu, kesulitan ini lah yang akan membuat proses belajar
Rio menjadi terhambat, seharusnya Rio berusaha untuk menyesuaikan diri dengan

Tugas PBL kelompok 3

Page 7

cara bertanya kepada temannya atau meminta bantuan temannya sehingga tidak
akan tertinggal dan proses belajarnya tidak akan terganggu.

3. Bagaimana proses pembelajaran yang harus diterapkan oleh Rio?


Jawab: Belajar adalah suatu proses perubahan didalam kepribadian manusia dan perubahan
tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti
peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya piker
dan lain-lain kemampuan. Sehingga apabila dalam proses belajar apabila tidak terdapat suatu
peningkatan kualitas dan kuantitas maka orang tersebut belum mengalami proses belakar atau
dengan kata lain ia mengalami kegagalan didalam proses belajar.
Proses belajar dapat kita perinci didalam beberapa prinsip dasar. Lindgren (1976), menyebutkan
bahwa focus sistem pendidikan mencakup tiga aspek yaitu :
1
2
3

Peserta didik
Proses belajar
Situasi belajar

Adapun prinsip-prinsip belajar tersebut sebagai berikut :


1

Belajar Harus Berorientasi pada Tujuan yang Jelas


Dengan menetapkan satu tujuan yang jelas, setiap orang akan dapat menentukan arah dan
juga tahap tahap belajar yang harus dilalui dalam mencapai tujuan belajar tersebut. Selain
itu dengan adanya tujuan keberhasilan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ia mampu

mencapai tujuan belajarnya itu.


Proses Belajar akan Terjadi bila Seseorang Dihadapkan pada Situasi Problematika
Sesuatu yang bersfifat problematis akan merangsang seseorang untuk berpikir dalam
memecahkannya. Semakin sulit problem atau masalah yang dihadapi seseorang, akan

semakin keras orang tersebut berpikir untuk memecahnnya.


Belajar dengan Pengertian akan Lebih Bermakna daripada Belajar dengan Hafalan

Tugas PBL kelompok 3

Page 8

Belajar dengan pengertian lebih memungkinkan seseorang untuk lebih berhasil dalam
menerapkan dan mengembangkan segala hal yang sudah dipelajari dan dimengertinya.
Sebaliknya, belajar dengan hafalan mungkin hasilnya tampak dalam brntuk kemampuan
mengingat pelajaran itu saja. Walaupun umpamanya pelajaran yang dihafalkannya itu
berjumlah sangat banyak, ia akan kurang bisa menerapkan dan mengembangkannya
4

menjadi suatu pemikiran baruyang lebih bermanfaat.


Belajar Merupakan Proses yang Kontinu
Di dalam defiisi belajar, kita telah dapat mengetahui bahwa belajar merupakan waktu.
Kitapun menyadari bahwa pikiran manusia memiliki keterbatasan dalam menyerap ilmu
dalam jumlah banyak sekaligus. Karena itu, belajar harus dilakukan secara kontinu di

dalam jadwal waktu tertentu dengan jumlah materi yang sesuai dengan kemampuan kita.
Belajar Memerlukan Kemauan yang Kuat
Ketika seseorang memiliki kemauan yang kuat maka dorongan yang ada didalam dirinya
akan semakin kuat dan juga terus berusaha untuk mencapai yang diinginkan. Kita harus
kembali kepada prinsip yang pertama. Untuk memiliki kemauan belajar yang kuat, yang
terutama harus kita lakukan adalah menetapkan tujuan yang jelas sebelum memilih
bidang studi tertentu untuk dipelajari. Tujuan yang jelas yang benar-benar diingini
seseorang , akan menyebabkan orang tersebut selalu berusaha untuk belajar dengan rajin

agar tercapai apa yang menjadi tujuannya itu.


Keberhasilan Belajar Ditentukan Oleh Banyak Faktor
Faktor-faktor yang mempengaruhi atau menentukan keberhasilan ada yang merupakan
faktor internal yang merupakan faktor didalam diri individu itu sendiri seperti kesehatan
jasmani dan rohani, kecerdasan, daya ingat, kemauan dan bakat. Dan ada faktor eksternal

yaitu diluar individu yang berhubungan dengan lingkungan.


Belajar Secara Keseluruhan akan lebih Berhasil daripada Belajar secara Terbagi-bagi
Jika kita belajar secara keseluruhan maka kita akan dapat mengerti dan melihat dengan
jelas bagaimana unsur-unsur yang merupakan bagian dari keseluruhan itu berhubungan
membentuk satu keseluruhan atau kebulatan dibandingkan apabila belajar dengan cara

terbagi-bagi.
Proses Belajar memerlukan Metode yang tepat
Adakalanya seseorang siswa atau mahasiswa mengalami kesulitan walaupun ia telah
mengerahkan seluruh kemampuan tenaga dan pikiran untuk belajar, pemahaman yang
didapatnya tetap saja sedikit sekali. Jelaslah bahwa dalam hal ini telah terjadi
ketidakseimbangan anatara tenaga dan pikiran yang telah dikerahkan untuk belajar

Tugas PBL kelompok 3

Page 9

dengan hasil belajar yang didapat. Karena itu, proses belajar memerlukan metoda yang
tepat agar masalah tersebut bisa dihindari.
9 Belajar memerlukan Adanya Kesesuaian anatara Guru dan Murid
10 Belajar Memerlukan Kemampuan dalam Menangkap Intisari Pelajaran Itu Sendiri
Belajar dengan penuh pengertian itu jauh lebih baik dan bermakna daripada belajar
dengan menghafal. Seseorang yang telah berhasil mendapatkan pengertian yang
mendalam dalam suatu proses belajar berarti telah mampu menangkap intisari pelajaran
4

yang telah dipelajarinya.


Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar?

Jawab :
Faktor internal yaitu faktor faktor yang berasal dari seseorang sendiri dan dapat
mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor internal dibedakan menjadi tiga yaitu faktor
jasmaniah, faktor kelelahan dan faktor psikologi.1) Faktor JasmaniahFaktor jasmaniah ini terdiri
atas dua faktor yang mempengaruhinya antara lain: faktor kesehatan dan cacat tubu.
Faktor KesehatanSehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian
bagiannya/bebas daripenyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang
berpengaruh terhadap belajarnya karena proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan
seseorang terganggu, selain itu juga akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing,
ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan gangguan/kelainan kelainan
alat inderanya serta tubuhnya.Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan
kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan ketentuan
tentang bekerja,belajar, istirahat, tidur, makan olah raga, rekreasi dan ibadah.
Cacat TubuhCacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna
mengenai tubuh/badan. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat
belajarnya juga terganggu, jika hal ini terjadi maka hendaknya ia belajar pada lembaga
pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh
kecacatan itu.
Faktor psikologis ini terdiri dari delapan faktor yang mempengaruhinya antara lain: faktor
intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan dan cara belajar.
Intelegensi/kecerdasanIntelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan
untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif,
Tugas PBL kelompok 3

Page 10

mengetahui atau menggunakan konsep konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi
dan mempelajarinya dengan cepat.Kecerdasan merupakan salah satu aspek penting, dan sangat
menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat
kecerdasan normal atau diatas normal maka secara potensial dapat mencapai prestasi yang tinggi.
Namun dalam kenyataan kadang-kadang kita menjumpai murid yang mempunyai tingkat
kecerdasan diatas normal tetapi prestasi belajarnya rendah sekali bahkan ada yang gagal sama
sekali.
Perhatian menurut Gazali dalam buku Slameto (2003: 57) adalah keaktifan jiwa yang
dipertinggi, jiwa itu pun semata mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan
objek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian
terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa atau
menarik, maka timbulah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa
kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari
tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik baiknya, karena tidak
ada daya tarik baginya. Siswa segan segan untuk belajar, dan tidak memperoleh kepuasan dari
pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan,
karena minat menambah kegiatan siswa.
Faktor keluarga yang mempengaruhi belajar ini mencakup cara orang tua mendidik, relasi antara
angota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar
belakang kebudayaan.
1. Cara Orang Tua MendidikKeluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama.
Orang tua yang kurang/tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya mereka acuh tak
acuh terhadap belajar anaknya, tidak memperhatikan sama sekali akan kepentingan
kepentingan dan kebutuhan kebutuhan anaknya dalam belajar, tidak mengatur waktu
belajarnya, tidak menyediakan/melengkapi alat belajarnya, tidak memperhatikan apakah anak
belajar atau tidak, tidak mau tahu bagaimanakah kemajuan belajar anaknya, kesulitan kesulitan

Tugas PBL kelompok 3

Page 11

yang dialami dalam belajar dan lain lain, dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam
belajarnya.
2. Relasi Antara anggota KeluargaRelasi antara anggota keluarga yang terpenting adalah relasi
orang tua dengan anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau anggota keluarga yang
lain pun turut mempengaruhi belajar anak. Wujud relasi itu apakah hubungan itu penuh kasih
sayang dan pengertian, ataukah diliputi oleh kebencian, sebetulnya relasi antaranggota keluarga
ini erat hubungannya dengan cara orang tua mendidik. Demi kelancaran belajar serta
keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi yang baik di dalam keluarga anak tersebut. Hubungan
yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan
dan bila perlu hukuman hukuman untuk mensukseskan belajar anak sendiri.
Faktor instrumental yaitu sarana dan prasarana , ini juga merupakan salah satau faktor kesulitam
belajar seperti pada skenario, rio ini tidak menguasai bahasa inggris dan tidak bisa menguasai
komputer serhingga ini menyebabkan rio tidak mengerjakan tugas dan malas untuk membaca
literatur loteratur dan buku kedokteran.

5. Bagaimana lingkungan belajar yang efektif yang bisa diterapkan oleh Rio saat ini?
Jawab : Lingkungan belajar efektif yang harus diterapkan Rio.
Rio harus merubah pola pikirnya untuk dapat belajar dengan efektif untuk
mendapatkan prestasi yang lebih baik. Belajar efektif itu sendiri ialah merupakan
suatu sikap yang dialami dan dilakukan oleh seseorang dengan memaksimalkan
berbagai usaha demi mencapai perubahan prestasi yang optimal. Dan bagaimana
cara mendapatkan belajar dan lingkungan yang efektif?
Yang pertama yang harus dikuatkan ialah :

Niat, niat karena dengan niat sangat besar peranannya dalam mempengaruhi
suksesnya diri kita, dalam scenario Rio terlihat gelisah dan ragu akan niatnya

menjadi dokter.
Belajar, merubah proses dan pola belajar dan coba untuk berkerja sama
untuk bertukar pengetahuan , dan merubahnya misalnya dengan merubah
langkah-langkah belajarnya yaitu bisa dengan :

Tugas PBL kelompok 3

Page 12

Survey (meninjau)
Usaha untuk mengetahui garis besar isi dari bacaan serta cara

penyusunan dan penyajiannya secara sepintas lalu.


2

Question (mengajukan pertanyaan)


Mengajukan pertanyaan bertujuan untuk menimbulkan rasa ingin tahu.

Orang yang ingin tahu akan berudaha mencari jawabannya.


3

Reading (menbaca)
Bacalah dengan cermat bahan pelajaran satu kali lagi sambil berusaha

untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan.


4

Recite (mengingat sambil menyebutkan kembali)


Rahasia yang perlu diketahui dalam menyebutkan kembali ialah

sebutkan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Mengingat dan menyebutkan


kembali merupakan langkah yang penting karena dengan cara ini orang dapat
mengenali dan juga mempelajari jawaban.
5

Record (mencatat)
Tujuan membuat catatan ialah untuk menolong kita mengingat pkok-

pokok yang penting tanpa membaca kembali bahan bacaan itu sendiri. Catatan
yang anda buat hendaknya srngkat tetapi mencakup hal-hal

yang penting.

Catatannya dibutuhkan untuk merangsang ingatan kembali apa yang kita pelajari.

Review (mengulang kembali)


Mengulang kembali berarti mengungkapkan kembali apa yang telah

anda pelajari tanpa melihat catatan. Mengulang bahan pelajaran secara teratur
amat berguna karena mengingatkan kembali pengetahuan yang telah kita pelajari
sebelumnya. Selain dari pada SQ4R ada juga beberapa langkah yang dapat
dilakukan dalam proses belajar efektif, yaitu :
Tugas PBL kelompok 3

Page 13

Bertanggung jawab atas dirimu sendiri


Tanggung jawab merupakan tolak ukur sederhana dimana kamu sudah

mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya


dalam mencapai kesuksesan belajar.
2

Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya


Tentukan sendiri mana yang paling pentingbagi dirimu, jangan biarkan

teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.


3

Kerjakan dulu mana yang penting


Kerjakan dulu prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan

biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4

Anggap dirimu berada dalam situasi co-opetition (bukan situasi win-win


lagi)
co-opetition

merupakan

gabungan

dari

kata

cooperation

(kerjasama) dan competition (persaingan). Jadi selain sebagai teman yang


membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukan / ide baru
dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas.
Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik di dalam
kelas.
5

Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu


Ketika kamu akan membicarakan sesuatu masalah akademis dengan

guru / dosen , misalnya mempertanyakan nilai matematikaatau meminta dispensasi


tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai dosen
tersebut. Nah, coba sekarang tanyakan pada dirimu, kira-kira argument apa yang
paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru / dosen tersebut.
6

Cari solusi yang lebih baik

Tugas PBL kelompok 3

Page 14

Bila kamu tidak mengerti bahan yag diajarkan pada hari ini, jangan
hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya diskusikan
bahan tersebut dengan guru / dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau
dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik.

6. Bagaimana cara mempertahankan motivasi diri pada Rio?


Jawab: Bagian dari pemeliharaan agar motivasi tetap konstat adalahg dengan
menjadi jujur kepad diri kita sendiri dan menyadari bahwa emosi, keadaan dan
disiplin kita semuanya akan berubah ubah setiap waktu. Mungik disini adalah
sesuatu yang tidak dapat dielakkan bahwa kita akan memiliki hari-hari yang buruk.
1

3
4

Membuka diri kepada orang lain : disini mungkin rio harus lebih membuka
dirinya dengan orang-orang disekitarnya , agar dia tidak merasa malu dan
minder lagi. Serta dengan cara ini rio dapat meningkatkan motivasinya
Disiplin : disini kita ketahui bahwa rio kurang disiplin , dalam mengerjakan
tugas. Mungkin dengan bersikap disiplin lagi dia dapat menumbuhkan rasa
percaya atau rasa bahwa dia bisa.
Bermimpi setinggi-tingginya : bermimpi setinggi-tingginya agar kita tidak
pernah merasakan motivasi rio menurun.
Berkomitmen untuk konsisten: berkomitmen untuk konsisten, berjanjilah
pada diri sendiri untuk tetap konsisten,apapun cobaan kegagalan dan
kekecewaan yang mungkin harus dihadapi
Beraksi : tidak ada yang akan terjadi sebelum kita mulai beraksi, maksud
disini adalah rio harus beraksi mencoba untuk memahami atau belajar apa
yang dia rasa kurang.

7. Bagaimana cara mengatasi kesulitan belajar yang dialami Rio?


Jawab:
Menggunakan gaya belajar :

Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, buktibukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti
ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa
mempercayainya.

Tugas PBL kelompok 3

Page 15

Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami


dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan
pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan.

Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan


menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.

Ciptakan suasana yang kondusif Suasana yang sunyi dan nyaman untuk belajar
Belajar dengan penuh konsentrasi Agar fokus terhadap suatu materi yang dipelajari
Belajar sekaligus praktekBelajar sambil mempraktekkan apa yang dipelajari sehingga lebih
mudah untuk diingat
Sering berlatih Setelah apa yang dipelajari harus sering dilatih agar di kemudian hari tidak
lupa. Seperti pada skenario, Rio dapat berlatih membaca Bahasa Inggris dengan menulis
Belajar dengan tekun dan rutin Belajar maksimal 4 jam per hari dilakukan secara rutin

8. Bagaimana cara membangun motivasi dan konsep diri?


Jawab:
Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk membangun konsep diri positif, yaitu
antara lain:
1.

Mencintai dan menyayangi diri sendiri

Diri kita adalah unik, yang telah di ciptakan Tuhan dengan berbagai macam kelibhan dan
kekurangan. Mencitai dan menyayangi diri sendiri berarti kita mencintai apa yang telah Tuhan
berikan kepada kita. Wujud dari kecintaan kita terhadap diri sendiri adalah dengan
memperlakukan dan menjaga diri ini dengan baik dari hal-hal yang bisa merusak diri. Dengan
begitu kita akan senantiasa terdorong untuk melakukan sesuatu hal yang psositif dalam hidup
2.

Mengembangkan pikiran positif

Tugas PBL kelompok 3

Page 16

Cara berpikir kita mengendalikan sikap, tindakan dan hidup kita. Pikiran positif akan mendorong
kita untuk tetap optimis, pantang menyerah, dan barani menghadai resiko dan tantangan. Selain
itu pikiran positif juga akan menjadikan hidu kita lebih tenang.
3.

Memperbaiki kualitas hubungan dengan orang lain

Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas
hubungan tersebut. Peningkatan kualitas hubungan yang kita ciptakan menandakan bahwa kita
telah mampu berpikir dewasa. Perlu di ingat juga kualitas pergaulan juga sangat di tentukan
dengan siapa kita bergaul. Untuk itu pintar-pintarlah kita memilih pergaulan, karena salah
bergaul akan memberikan pengaruh negatif buat diri kita. Dari itu bergaulan dengan orang yang
memiliki kecerdasan dan perilaku yang baik. Selain itu perbaiki juga hubungan kita dengan
orang-orang terdekat kita dan hindarilah pertentangan.
4.

Bersikap proaktif

Proaktif sering di katakan sebagai kemampuan mengambil sebuah inisiatif tindakan. Namun prlu
di katahui sebenarnya proaktif tidak hanya sekedar insiatfi tapi labih dari itu. Proaktif
juga memahami dengan jeli permasalahan yang dihadapinya dengan kaca mata nilai yang akurat
dan tidak semata mengikuti perasaan. Proaktif ini meliputi banyak hal seperti proaktif dalam
melawan hawa nafsu, proaktif dalam memberantas kebodohan diri, proktif memupuk motivasi,
proaktif dalam belajar, proaktif dalam menolong orang yang membutuhakan dan lain sebagainya
5.

Menjaga keseimbangan hidup

Hidup itu harus penuh dengan keseimbangan, tidak bisa rasanya kita hanya mementingkan salah
satu faktor tertentu dalam hidup. Kita harus tahu betul bagaimana menjalani setiap aktivitas
dalam kehidupan. Jangan sampai kita memporsikan satu kegiatan secara berlebiha. Untuk
mencapai keseimbanga ini, sebainya kita menyusun sebuah agenda kegiatan dan skala proritas
sehingga kita benar-benar bisa melakukan suatu hal sesuai dengan kebutuhan yang ada, tidak
berlebihan dan seimbang.
Cara Membangun Motivasi dalam diri
Tugas PBL kelompok 3

Page 17

Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat membangunkan dan membangkitkan gairah Anda saat pagi
menjelang. Misalnya, Anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah.
Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat Anda untuk berkarya
lebih

baik

lagi

melebihi

apa

yang

sudah

Anda

lakukan

kemarin.

Kembangkan Terus Tujuan Anda


Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana
membuat Anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu Anda memerlukan
tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup
yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup Anda.
Tetapkan Saat Kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan.
Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang
sangat sensasional. Anda dapat membayangkan flash back dalam kehidupan Anda. Sejak Anda
menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri.
Jika Anda membayangkan ajal Anda sudah dekat, maka akan memotivasi Anda untuk berbuat
lebih banyak lagi selama hidup Anda.
Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong Anda mencapai
tujuan. Sebab, siapa pun teman Anda, seharusnya mampu membawa Anda pada perubahan yang
lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat Anda berpikir
optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Tugas PBL kelompok 3

Page 18

Hampiri Bayangan Ketakutan


Saat Anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan
tersebut. Misalnya, selama ini Anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan
nikmati rasa takut Anda dengan mencoba mengatasinya. Saat Anda berhasil mengatasi rasa takut,
saat itu Anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda mampu mencapai hidup
yang lebih baik.
Ucapkan Selamat Datang pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, Anda akan
menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil
jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika
Anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakin sulit
termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiap masalah, maka Anda seakan
memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan Anda.
Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup Anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang
Anda tempuh. Jika sejak awal Anda sudah merasa tidak suka, maka rasanya, motivasi hidup
tidak akan pernah Anda miliki.
Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, Anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya,
tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika Anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih,
semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Tugas PBL kelompok 3

Page 19

9. Bagaimana cara bersosialisasi Rio terhadap lingkungannya?


Jawab:
1.Respek
Dalam sebuah hubungan, segalanya diawali dengan respek, keinginan untuk
menghargai orang lain. Penulis dalam bidang hubungan dengan orang lain, Les
Giblin, mengatakan Anda tidak bisa membuat orang lain merasa penting didekat
Anda jika diam-diam merasa ia bukan siapa-siapa.
`Hal yang penting mengenai respek adalah bahwa Anda harus menunjukan
pada orang lain, bahkan sebelum mereka melakukan apapun untuk
membenarkannya, hanya karena mereka adalah manusia. Namun pada saat yang
sama, Anda pun harus selalu berharap agar memperoleh respek dari orang lain.
Anda bisa memperoleh respek lebih cepat dalam keadaan sulit.
2. Pengalaman bersama
Respek bisa memberikan dasar untuk hubungan yang baik, namun respek
saja tidak cukup. Anda tidak bisa berhubungan dengan seseorang yang tidak Anda
tidak kenal. Dibutuhkan pengalaman bersama terus-menerus dan itu tidak selalu
mudah diperoleh. Misalnya, segera setelah Brian Billick, pelatih dari Baltimore
Ravens, memenangkan Super Bowl 2001, ia ditanyai mengenai peluang tim itu
untuk menjadi juara bertahan. Ia berkomentar bahwa hal itu sangat sulit. Mengapa?
Karena dua puluh lima hingga tiga puluh persen dari anggota timnya berubah setiap
tahun. Pemain baru tidak memiliki pengalaman bersama dengan tim itu, padahal
inilah yang sesungguhnya dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

3. Rasa percaya
Ketika menghargai orang lain dan meluangkan cukup banyak waktu bersama
mereka untuk mengembangkan pengalaman bersama, Anda mengembangkan rasa
percaya. Rasa percaya dibutuhkan dalam semua hubungan yang baik. Penulis puisi
dari Skotlandia George MacDonald mengamati, Dipercayai adalah pujian yang lebih

Tugas PBL kelompok 3

Page 20

berarti daripada dicintai. Tanpa rasa percaya, Anda tidak bisa mempertahankan
hubungan apapun.
4. Timbal balik
Hubungan pribadi yang hanya menitik beratkan salah satu pihak tidak akan
bertahan lama. Jika satu orang selalu memberi dan yang lain selalu menerima,
hubungan itu pun pada akhirnya akan berakhir. Hal ini juga berlaku untuk semua
jenis hubungan, termasuk dalam sebuah tim. Untuk mengembangkan diri dalam
bidang hubungan dengan orang lain, orang-orang harus selalu saling memberi dan
menerima sehingga dengan demikian semua orang pun memperoleh keuntungan.
Ingatlah untuk mengajukan pertanyaan mengenai harapan, keinginan, dan tujuan
dari rekan satu tim, kolega, dan teman-teman Anda. Berikan perhatian penuh Anda
pada orang lain. Tunjukan pada mereka bahwa anda memerhatikan mereka.

5. Kegembiraan bersama
Ketika sebuah hubungan mulai tumbuh dan bertambah kuat, orang yang
terlibat mulai menikmati hubungan itu. Kebersamaan bisa mengubah tugas yang
tidak menyenangkan menjadi pengalaman positif.
10. apakah factor internal dan eksternal yang mempengaruhi motivasi
seseorang?

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi


Motivasi sebagai proses batin atau proses psikologis dalam diri seseorang, sangat dipengaruhi
oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1. Faktor Ekstern

Lingkungan kerja

Tuntutan perkembangan

Dorongan atau bimbingan

2. Faktor Intern
Tugas PBL kelompok 3

Page 21

Pembawaan individu

Tingkat pendidikan

Pengalaman masa lampau

Keinginan atau harapan masa depan.

Sumber lain mengungkapkan, bahwa didalam motivasi itu terdapat suatu rangkaian
interaksi antar berbagai faktor. Berbagai faktor yang dimaksud meliputi :
a)

Individu dengan segala unsur-unsurnya : kemampuan dan ketrampilan,

kebiasaan, sikap dan sistem

nilai yang dianut, pengalaman traumatis, latar

belakang kehidupan sosial budaya, tingkat kedewasaan.


b)

Situasi dimana individu bekerja akan menimbulkan berbagai rangsangan:

persepsi individu terhadap kerja, harapan dan cita-cita dalam kerja itu sendiri,
persepsi

bagaimana

kecakapannya

terhadap

kerja,

kemungkinan

timbulnya

perasaan cemas, perasaan bahagia yang disebabkan oleh pekerjaan.


c)

Proses penyesuaian yang harus dilakukan oleh masing-masing individu

terhadap pelaksanaan pekerjaannya.


d)

Pengaruh yang datang dari berbagai pihak : pengaruh dari sesama rekan,

kehidupan kelompok maupun tuntutan atau keinginan kepentingan keluarga,


pengaruh dari berbagai hubungan di luar pekerjaan
e)
f)
g)

Reaksi yang timbul terhadap pengaruh individu


Perilaku atas perbuatan yang ditampilkan oleh individu
Timbulnya persepsi dan bangkitnya kebutuhan baru, cita-cita dan tujuan

Tugas PBL kelompok 3

Page 22

DAFTAR PUSTAKA
Sardiman, A.M., INTERAKSI DAN MOTIVASI BELAJAR MENGAJAR.PT Raja Grafindo
Persada,Jakarta,2011.
Suranto, AW,KOMUNIKASI INTERPERSONAL.GRAHA ILMU,Yogyakarta,2011.
Sobry,Sutikno. Pembelajaran Efektif.Jakarta.2005

Tugas PBL kelompok 3

Page 23