Anda di halaman 1dari 8

Tugas RMK Metodologi Penelitian

Taufik Akbar (17)


Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas

Metodologi Penelitian
Bab I
Introduction to Research
Apa itu Penelitian ?
Penelitian secara singkat dapat diartikan sebagai sebuah proses untuk menemukan
solusi atas suatu masalah setelah mempelajari lebih dalam dan menganalisis faktor-faktor
yang berpengaruh besar saat masalah tersebut terjadi. Pada intinya, segala macam usaha
atau percobaan yang kita lakukan untuk mengatasi sebuah masalah adalah sebuah bentuk
penelitian. Selanjutnya ada juga yang disebut penelitian bisnis. Apa itu penelitian bisnis ?
Penelitian bisnis adalah sebuah usaha yang dilakukan secara sistematik dan terorganisir
untuk menginvestigasi masalah tertentu yang terjadi dalam sebuah pekerjaa yang
memerlukan solusi untuk memecahkannya.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian bisnis adalah serangkaian tindakan yang
terorganisir, sistematik, berdasarkan data-data, kritikal, obyektif dan investigatif kepada
sebuah permasalahan yang dilakukan dengan tujuan untuk mencari jawaban atau solusinya.
Dalam hal ini penelitian ini menyediakan informasi yang diperlukan yang dapat menuntun
manager perusahaan untuk membuat keputusan yang dapat diinformasikan untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Informasi yang tersedia tersebut dapat berupa hasil dari
sebuah analisis atas data-data yang dikumpulkan atau berupa data yang telah tersedia.
Data-data ini bisa saja berupa data kuantitatif dan bisa juga berupa data kualitatif. Data
Kuantitatif disini maksudnya adalah data-data dalam bentuk angka-angka sebagai hasil dari
serangkaian pertanyaan yang terstruktur. Sedangkan Data kualitatif adalah adalah data-data
dalam bentuk kata-kata sebagai hasil dari serangkaian jawaban yang diperoleh melalui
proses interview atau berupa respon langsung dari sebuah kuesioner atau bisa juga melalui
proses observasi dan mungkin bisa saja dari informasi-informasi yang dapat diperoleh lewat
berbagai sumber misalnya internet.
Apa saja Tipe Penelitian Bisnis ?
Penelitian dapat dilakukan dengan dua tujuan berbeda. Satu untuk mengatasi
masalah terkini yang dihadapi manager dalam pekerjaan sehari-hari bergantung pada solusi
yang diambil. Penelitian tersebut dinamakan applied research atau penelitian terapan. Dan
tujuan satunya lagi adalah untuk menghasilkan sekumpulan ilmu pengetahuan dengan cara
mencoba mengkaji lebih dalam bagaimana sebenarnya suatu masalah dapat terjadi di
sebuah organisasi dapat diselesaikan. Penelitian seperti ini disebut basic research atau
penelitian dasar.

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas
Hubungan antara Manager dan Penelitian ?
Manager dengan pengetahuan akan ilmu penelitian mempunyai keuntungan
tersendiri dibandingkan jika tidak mempunyai pengetahuan tersebut. Ini disebabkan karena
dengan pengetahuan tentang metode penelitian dapat memudahkan manager untuk bisa
lebih memahami, memprediksi dan mengendalikan lingkungan bisnis disekitarnya.
Kesimpulannya ada beberapa alasan lain yang mengharuskan seorang manager
untuk memliki pegangang atau pengetahuan akan penelitian dan metode penelitian, sebagai
berikut:
1. Untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah-masalah kecil di lingkungan
kerjanya secara efektif.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara membedakan mana yang baik dari sebuah
penelitian tentang suatu yang tidak baik.
3. Untuk bisa menyadari dan peduli secara konstan terhadap pengaruh dan efek
yang berganda terhadap faktor-faktor yang berpengaruh pada situasi tertentu.
4. Untuk bisa mengkalkulasi resiko pada sebuah pengambilan resiko, dan
mengetahui dengan baik kemungkinan yang dapat terjadi yang berhubungan
dengan kemungkinan yang menghasilkan suatu yang berbeda.
5. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya ketertarikan atas sebuah masalah
dalam pengaruhnya dalam masalah tersebut.
6. Juga berhubungan untuk menunjuk seorang peneliti dan konsultan secara lebih
efektif.
7. Untuk mengombinasikan pengalaman dengan ilmu pengetahuan ilmiah dalam
pembuatan keputusan.
Hubungan antara Manager dan Konsultan Penelitian ?
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa kadangkala seorang manager
membutuhkan bantuan dari seorang konsultan penelitian untuk membantu mempelajari
permasalahan yang lebih kompleks dan menyita banyak waktu yang manager sedang
hadapi. Itulah ada pentingnya juga untuk mengetahui tentang bagaimana cara yang efektif
untuk berinteraksi dengan konsultan penelitian ini. Pada intinya, ketika manager telah
menunjuk seorang peneliti atau konsultan, manager harus meyakinkan diri mereka bahwa:
1. Peran dan harapan antara kedua belah pihak harus disampaikan secara eksplisit.
2. Filosofi yang relevan dan sistem nilai yang ada pada organisasi telah dengan
jelas dan terdapat pembatas yang telah ditetapkan, jika ada yang diluar hal
tersebut bisa di komunikasikan kemudian.

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas
3. Hubungan yang saling menguntungkan dapat terbentuk dengan peneliti/konsultan
atau antara peneliti/konsultan dan karyawan di perusahaan dan dapat menjalin
kerjasama yang kuat dikemudian hari.
Konsultan Internal vs Konsultan Eksternal ?
Dalam beberapa perusahaan juga memiliki departemen atau bagian penelitian
tersendiri yang biasa disebut Departemen Managemen Servis, Departemen Organisasi dan
Metode, Departemen Penelitian dan Pengembangan dan banyak nama lainnya. Departemen
ini bekerja sebagai konsultan internal yang menghadapi langsung masalah-masalah dan
menemukan solusi terhadap masalah yang terjadi di internal perusahaan/organisasi. Paling
tidak ada empat keuntungan yang dapat diperoleh dalam membentuk tim internal untuk
melakukan proyek penelitian:
1. Konsultan internal mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk bisa diterima
oleh karayawan dari sebuah subunit disuatu organisasi dimana perlu dilakukan
penelitian.
2. Tim membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk mengerti akan struktur, iklim
pendapat dan fungsi terhadap sistem yang ada di organisasi.
3. Mereka bersedia untuk memaparkan rekomendasi mereka setelah temuan
didapatkan. Ini sangat penting mengingat adanya kemungkinan gangguan yang
terjadi pada saat penerapan rekomendasi sehingga mereka menarik diri dari
masalah tersebut. Mereka juga bersedia untuk mengevaluasi keefektifan
terhadap perubahan dan menentukan tambahan perubahan jika diperlukan.
4. Tim internal juga biasanya meminta bayaran yang lebih sedikit dibandingkan tim
eksternal dalam hal membantu menyelesaikan masalah, dikarenakan mereka
membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk mengerti sistem yang berlaku dalam
berbagai unit di perusahaan. Catatan tambahan untuk menyelesaikan masalah
yang tidak terlalu kompleks, tim internal merupakan pilihan yang tepat.
Selain keuntungan, terdapat juga kerugian dalam membentuk tim internal dalam tujuannya
untuk mengatasi masalah yang terjadi. Diantaranya adalah:
1. Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, tim
internal sangat mungkin jatuh ke dalam cara pandang yang sama dalam melihat
organisasi dan masalahnya. Hal tersebut akan menghalangi ide dan perspektif
baru yang mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah. Hal tersebut jelas sekali
akan menjadi rintangan bagi situasi tertentu ketika isu-isu berat dan masalah
kompleks harus diinvestigasi.
2. Ada keleluasaan bagi kelompok kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk
mempengaruhi tim internal dalam hal menyembunyikan, menyimpangkan, atau

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas
dapat mengubah fakta tertentu. Dengan kata lain, konflik kepentingan tertentu
dapat mendominasi, terutama untuk mendapatkan porsi yang cukup besar dari
sedikitnya sumber daya yang tersedia.
3. Terdapat kemungkinan bahwa, bahkan tim penelitian internal yang memiliki
kualifikasi paling tinggi pun tidak dianggap sebagai pakar/ahli oleh staff dan
manajemen, dan oleh karena itu rekomendasi yang mereka berikan mungkin
dianggap sebelah mata atau disepelekan oleh staff/manager.
4. Bias organisasi tertentu terhadap tim penelitian internal dalam beberapa hal dapat
membuat temuan menjadi kurang objektif dan sebagai konsekuensinya temuan
menjadi kurang ilmiah.
Adanya kerugian dalam memilih tim konsultan internal bisa menjadi keuntungan
tersendiri bagi tim konsultan eksternal. Berikut terdapat beberapa keuntungan dan kerugian
yang didapatkan dalam menunjuk sebuah tim konsultan internal.
Keuntungan:
1. Tim eksternal dapat menerapkan semua pengalaman yang diperoleh dari bekerja
dengan berbagai tipe organisasi yang mempunyai jenis masalah yang sama atau
mirip. Luasnya pengalaman ini akan membuat mereka mampu untuk berfikir, baik
secara divergen maupun konvergen, dan menghindari sikap terburu-buru dalam
menetapkan solusi yang instan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dalam
situasi tertentu. Mereka akan mampu mempertimbangkan beberapa cara
alternatif untuk memandang sebuah masalah karena pengalaman dalam
pemecahan masalah yang luas untuk berbagai jenis organisasi. Karena
memandang situasi dari beberapa sudut dan perspektif yang berbeda (secara
divergen), mereka dapat secara kritis menilai, membuang pilihan dan alternatif
yang kurang sesuai, dan fokus pada solusi spesifik yang lebih layak (berfikir
secara konvergen).
2. Tim eksternal, terutama dari perusahaan penelitian dan konsultan terkemuka,
mungkin

mempunyai

lebih banyak

pengetahuan mengenai

model-model

pemecahan masalah yang terkini dan tercanggih yang diperoleh melalui program
pelatihan periodi yang mereka lalui, yang mungkin tidak dimiliki oleh tim internal
organisasi. Karena keusangan pengetahuan merupakan ancaman yang nyata
dalam bidang konsultan, institusi penelitian eksternal menjamin bahwa anggota
mereka memperoleh inovasi terbaru dalam program pelatihan yang dikelola
secara periodik.

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas
Kerugian:
1. Bayaran yang harus dikeluarkan untuk membentuk tim penelitian eksternal
biasanya mahal dan cenderung harus dihindari, kecuali jika masalah yang terjadi
sangatlah kritis.
2. Selain banyak waktu yang diperlukan oleh tim eksternal untuk memahami
organisasi yang akan diteliti, mereka jarang memperoleh sambutan hangat,
sehingga tidak dengan serta-merta diterima oleh karyawan. Departemen dan
orang yang akan terpengaruh oleh studi penelitian pihak eksternal mungkin
menganggap tim eksternal sebagai sebuah ancaman bagi mereka. Karena itu,
mereka meminta dukungan karyawan untuk bekerjasama agar penelitian menjadi
sedikit lebih sulit dan memakan waktu lama bagi peneliti eksternal dibandingkan
tim internal.
3. Tim eksternal juga membebankan biaya tambahan untuk bantuan mereka dalam
tahapan implementasi dan evaluasi hasil penelitian.
Pengetahuan tentang Penelitian dan Efektifitas Manajerial
Sebagaimana disebutkan, manager bertanggung jawab atas hasil akhir dengan
membuat keputusan yang tepat di lingkungan kerjanya. Hal ini sangat dibantu oleh
pengetahuan terhadap penelitian. Pengetahuan tentang penelitian mempertinggi sensitivitas
manager untuk faktor internal dan eksternal yang tak terhitung banyaknya dan bervariasi
dalam pekerjaan mereka dan lingkungan organisasi.
Tetap

objektif,

fokus

pada

solusi

masalah,

memahami

sepenuhnya

rekomendasi yang dibuat, mengapa dan bagaimana itu terjadi, membuat pengambilan
keputusan manajerial yang baik. Dengan demikian, pengetahuan tentang penelitian sangat
meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dari manager.
Etika Dan Penelitian Bisnis
Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma sosial yang
diharapkan berpengaruh terhadap perilaku ketika melakukan penelitian. Etika penelitian
bisnis harus dijalankan mulai dari awal sampai dengan akhir penelitian. Peneliti harus
mengedepankan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi. Peneliti juga harus
objektif dalam mencari, mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi yang telah
diperoleh. Peneliti sudah seharusnya mampu menjaga kerahasiaan informasi yang
diperoleh, karena menyangkut masa depan organisasi bisnis.

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas

Metodologi Penelitian
Bab II
Approach to Investigation
Ciri khas dari Penelitian Ilmiah
Terdapat 8 ciri khas utama atau karakteristik utama dari sebuah penelitian ilmiah,
sebagai berikut:
1. Purposiveness
Sebuah penelitian ilmiah yang baik adalah penelitian yang memiliki tujuan dan
focus yang relevan, jelas dan perlu.
2. Rigor
Sebuah penelitian ilmiah yang baik dengan tujuan yang jelas akan menjadi
lebih Rigor bila penelitian itu dilakukan dengan dasar teoretikal yang kuat serta
rancangan metodologi yang baik dan benar. Rigor dimaksudkan sebagai sesuatu
yang dilakukan dengan hati-hati, akurat dengan derajad exactitude yang baik.
3. Testability
Penelitian yang baik adalah bila ide-ide solutif yang dikembangkan dalam
penelitian itu dapat diuji tingkat kebenarannya. Uji ini akan dilakukan baik
terhadap instrument yang digunakan, model yang dikembangkan maupun
hipotesis-hipotesis ikutannya. Tehnik-tehnik statistik dapat digunakan untuk
menguji ide-ide dasar yang diteliti.
4. Replicability
Penelitian yang baik adalah penelitian yang memiliki tingkat replikabilitas yang
tinggi yaitu bila penelitian itu dilakukan dengan instrument yang sama akan
mendapatkan hasil yang sama juga. Hasil tersebut akan mempertinggi tingkat
generalisasi konsep yang telah dikembangkan dan diuji.
5. Precision and Confidence
Dalam penelitian, sangat jarang kita dapat dengan mudah mendapatkan
kesimpulan yang definitive dan pasti, antara lain karena sulitnya melakukan studi
secara menyeluruh, melainkan hanya melalui sampel, apalagi bisa jadi sampel
juga tidak dapat merefleksikan karakteristik dari fenomena secara tepat. Dengan
kata lain bisa jadi terdapat measurement error dan error ini yang harus
diperkecil agar kita mendapatkan penelitian yang lebih dekat dengan realitas. Dua
hal yang harus menjadi perhatian peneliti adalah tingkat presisi dan tingkat
konfidens dari penelitannya.

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas
6. Objectivity
Objektif artinya kesimpulan yang ditarik haruslah didasarkan pada fakta dari
temuan yang diturunkan dengan menggunakan data yang aktual dan bukan
pendapat subyektif.
7. Generalisability
Generalisability adalah kemampuan sebuah penelitian menghasilkan lingkup
aplikasi yang luas dari satu organisasi ke organisasi yang lain.
8. Parsimony
Parsimony berhubungan dengan tingkat kerumitan sebuah penelitian berikut
variabel-variabel penelitian serta interrelasinya. Simplisitas dalam menjelaskan
sebuah fenomena dan dalam menghasilkan solusi terhadap sebuah masalah
tentu saja lebih dikehendaki dibandingkan dengan yang kompleks atau yang
rumit.
Metode Hipotesis-Deduktif
Metode hipotesis deduktif yang dipopulerkan oleh Karl-Popper adalah Versi umum
dari metode ilmiah. Metode hipotesis deduktif ini menyediakan pendekatan yang berguna
dan sistematik untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dalam rangka memecahkan dan
memanage masalah-masalah. Metode hipotesis deduktif terdiri dari 7 tahap sebagai berikut:
1. Identifikasi area permasalahan
2. Menentukan laporan permasalahan
3. Mengembangkan Hipotesis
4. Menentukan metode pengukuran
5. Mengumpulkan data
6. Menganalisis data
7. Penafsiran data
Pendekatan-pendekatan alternatif dalam Penelitian
Terdapat beberapa pendekatan alternatif dalam penelitian, sebagai berikut:
1. Pendekatatan Positivisme
Pendekatan positivisme ini bertujuan untuk menguji sebuah teori atau
menjelaskan sebuah pengalaman melalui observasi dan pengukuran dalam
rangka meramalkan dan mengontrol kekuatan-kekuatan di sekitar manusia.
Positivisme berasumsi bahwa fenomena sosial dapat diteliti dengan cara yang
sama dengan fenomena alam dengan menggunakan pendekatan yang bebas
nilai dan penjelasan sebab-akibat sebagaimana halnya dalam penelitian
fenomena alam.

Tugas RMK Metodologi Penelitian


Taufik Akbar (17)
Kelas B Program Beasiswa STAR S1 Unhas
2. Pendekatan Konstruktivisme
Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa
pengetahuan telah ditangkap manusia adalah konstruksi (bentukan) manusia itu
sendiri. Bagi penganut aliran ini penelitian merupakan upaya untuk memahami
realitas pengalaman manusia, dan realitas itu sendiri dibentuk oleh kehidupan
sosial.
3. Pendekatan Pragmatisme
Penganut pragmatisme pada awalnya menolak asumsi ilmiah yang menyatakan
penelitian sosial dapat mengakses kebenaran tentang dunia nyata hanya dengan
mengandalkan sebuah metode ilmiah tunggal. Pragmatisme berfokus pada
masalah penelitian dan menggunakan seluruh bentuk pendekatan untuk
memahami masalah itu. Oleh karena itu peneliti pragmatis bebas memilih
metode, teknik, dan prosedur penelitian yang paling sesuai dengan kebutuhan
dan tujuannya. Karakteristik ini menunjukkan bahwa pragmatisme merupakan
paradigma yang menyangga landasan filosofis studi metode gabungan (mixedmethods research).
4. Pendekatan Kritis
Inti pendekatan kritis ini pada dasarnya sebagai kritik terhadap positivisme.
Mereka menunjukkan bahwa positivisme itu sangat bermasalah, karena
pandangannya adalah bagaimana penerapan metode ilmu-ilmu alam pada ilmuilmu sosial tak lain dari saintisme dan ideologi, bahkan pendekatan kritis menilai
positivisme hanya mengkontemplasikan masyarakat, positivisme melestarikan
status quo konfigurasi masyarakat yang ada. Jadi, bagi pendekatan kritis, setiap
penelitian harus memperoleh pengetahuan tentang das sein (apa yang ada) dan
bukan das sollen (apa yang seharusnya ada). Sehingga yang terjadi pengetahuan
tidak mendorong pada perubahan yang lebih baik, namun hanya menyalin data
sosial tersebut.