Anda di halaman 1dari 2

Nama

NIM

: Hery Krestian
: F02112048

Needle Terpenoid Composition of Pinus halepensis


(Mill.) Trees Infested by the Scale Insect Marchalina
hellenica (Genn.) in Greece
Athanassios Gallis,1 Carlos Arrabal,2 Aristotle C. Papageorgiou,3 and Maria C. GarciaVallejo4
Abstract

Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa terpen. Terpen
merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan dan sebagian
kelompok
hewan.
Rumus
molekul
terpen
adalah
(C5H8)n.
Terpenoid disebut juga dengan isoprenoid. Hal ini disebabkan karena kerangka karbonnya sama
seperti senyawa isopren. Secara struktur kimia terpenoid merupakan penggabungan dari unit
isoprena, dapat berupa rantai terbuka atau siklik, dapat mengandung ikatan rangkap, gugus
hidroksil,
karbonil
atau
gugus
fungsi
lainnya.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan tumbuhan pinus halepensis. Penelitian ini
dilakukan di Hutan Taman Nasional Tanjung Sounion, wilayah Attica selatan, Yunani. Pinus
halepensis umum nya dikenal sebagai pinus Aleppo yang merupakan pinus yang berasal dari
wilayah mediterania yang membentang dari maroko dan spanyol bagian utara ke selatan prancis,
italia, dan kroasia, kemudian ke timur yunani, malta, Tunisia bagian utara, Suriah, Lebanon,
turki, Yordania, Israel, dan wilayah Palestina. Resin dari pinus Aleppo digunakan untuk
membumbui retsina anggur Yunani . Klasifikasi dari pohon pinus halepensis yaitu kingdom:
Plantae; Division:pinophyta; class:pinopsida; order:pinales; family:pinaceae; Genus:Pinus;
Subgenus:Pinus; dan spesies:P. halepensis.
Pada penelitian ini dilakukan analisis komposisi terpenoid pada Pinus halepensis yang
dipenuhi dan tidak dipenuhi serangga Marchalina hellenica. Diketahui terdapat 43 senyawa yang
terdapat pada Pinus halepensis, 32 senyawa di antaranya telah di identifikasi, yang terdeteksi
termasuk monoterpen, seskuiterpen, dan diterpen netral. Pohon-pohon yang sehat menunjukkan
konsentrasi rata-rata yang lebih tinggi untuk fraksi monoterpen serta untuk fraksi diterpen
terdapat pada pohon yang dipenuhi oleh serangga. Analisis data terpenoid menunjukkan adanya
perbedaan kuantitatif antara pohon-pohon yang sehat terutama untuk komponen caryophyllene, neoabietal, - humulene, cembrene, dan neoabietol. Tujuan utama dari penelitian
ini adalah untuk menentukan komposisi terpenoid kualitatif dan kuantitatif dalam getah pohon
pinus Aleppo yang penuh dan tidak dipenuhi serangga M. hellenica.
Pada penelitian ini cara isolasi dan pemurnian terpenoid adalah dengan menggunakan
teknik Gas Chromatography Mass Spectrometry Cair (GLC-MS). Adapun larutan yang
digunakan dalam proses ekstraksi yaitu dengan menggunakan 5 ml dietil eter/petroleum eter

(1:1) selama 24 jam pada suhu 4 C. kemudian isobutilbenzena, heptadekana, dan asam
heptadekanoat digunakan sebagai larutan standar internal. Kemudian sampel dianalisis dengan
kromatografi gas HP5890A dan terhubung ke HP 5971. Kemudian dipanaskan pada oven dengan
suhu awal 60 c sampai suhu akhir 270 C yang berlangsung selama 10 menit. Kemudian
dilakukan pemisahan komponen dengan Suhu injektor yang ditetapkan sebesar 260 o C dan suhu
detektor ditetapkan pada 300 o C. A DB-5 kolom kapiler, 30 mx 0,25 mm (0,25 m ketebalan
film). lalu digunakan helium sebagai gas pembawa.
Adapun senyawa yang dihasilkan diantaranya yaitu komponen -pinene, sabinene,
myrcene, dan terpinolene yang merupakan konstituen utama dalam fraksi monoterpen dari semua
sampel yang dianalisis. Fraksi sesquiterpene ditandai dengan jumlah tinggi -caryophyllene
ditemukan di tingkat yang lebih tinggi (14.01 persen) di pohon terinfeksi dibandingkan pada
pohon yang sehat (11,89 persen). Pohon-pohon yang sehat menunjukkan konsentrasi rata-rata
yang lebih tinggi (1,25 mg g -1) untuk fraksi monoterpen dibandingkan dengan rata-rata
konsentrasi (1,10 mg g-1) pohon terinfestasi. Konsentrasi fraksi sesquiterpene serupa di
terinfestasi (1,55 mg g-1) dan di pohon-pohon yang sehat (1,50 mg g -1). Mengenai fraksi diterpen,
perbedaan antara yang sehat (1,27 mg g -1) dan penuh (0,89 mg g -1) pohon yang lebih besar.
Berikut ini adalah jumlah senyawa yang dihasilkan dari proses isolasi :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Komponen
-pinene
sabinene
myrcene
terpinolene
-caryophyllene
-humulene
phenylethyl isovaleranate
cembrene
metil levopimarate
metil dehydroabietate
neoabietal
metil 8, 13 (15) abietadien 18 oate
neoabietol
Jumlah pohon
Total frekuensi%
Pohon yang sehat
Frekuensi% dari pohon yang sehat
Pohon Terluka
Frekuensi% dari pohon yang terluka

klaster A (%)
7,28
2,89
6,28
3,76
19,86
3,40
4,94
29,35
5,04
3,61
4,14
3,74
5,67
12
54,54
3
27,27
9
81,81

klaster B (%)
5,69
3,08
8,26
2,15
14,36
2,44
6,46
48,51
2,22
1,70
1,37
3,43
1,99
10
45,45
8
72,72
2
18,18