Anda di halaman 1dari 8

Pada awal mulanya, Gamelan hanyalah berupa Gong besar.

Kemudian ditambah
dengan beberapa buah gong kecil yang disebut Kempul dalam jumlah yang
terbatas. Dalam perkembangan selanjutnya barulah ditambah dengan berbagai
instrumen lain sehingga terbentuk seperangkat Gamelan seperti yang kita kenal
saat ini.
Dalam mitologi Jawa, Gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka,
Dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di
Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama
menciptakan gong untuk memanggil para dewa, dan untuk pesan yang lebih khusus
Ia kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk seperangkat Gamelan.
Sebagian besar alat musik Gamelan terdiri dari alat musik perkusi yang dimainkan
dengan cara dipukul atau ditabuh. Oleh sebab itu pada waktu orang memainkan
alat musik Gamelan biasanya disebut NGGAMEL. Nggamel adalah bahasa Jawa
yang berarti Memukul / Menabuh. Inilah sebenarnya asal usul kata GAMELAN
(Nggamel = Gamel ditambahan akhiran an).
Tidak ada catatan resmi tentang kapan pertama kali Gamelan dimainkan. Namun
perkembangan musik Gamelan diperkirakan mulai ada sejak kemunculan
kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis hingga
dikenalnya alat musik dari logam. Perkembangan musik Gamelan tidak luput dari
pengaruh India, mengingat bahwa pada sekitar abad VII sampai dengan abad XV,
kebudayaan Jawa mendapat pengayaan unsur-unsur kebudayaan India.
Gambaran tentang alat musik ensembel (kumpulan yang terdiri dari dua atau lebih
alat musik yang dimainkan oleh sekelompok musisi) pertama ditemukan di Candi
Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, yang berdiri sejak abad ke-8. Alat musik yang
ditemukan di relief candi tersebut misalnya suling bambu, kendhang, kecapi, dan
alat musik berdawai yang digesek dan dipetik.Selain di Borobudur, relief yang berisi
tentang alat musik Gamelan juga dapat ditemukan di Candi Jago (Abad ke -13),
Candi Panataran (Abad ke-14), Candi Kedaton ( Abad ke-14), dan lain-lain.
http://cryantcrew.forumid.net/t291-sejarah-gamelan-jawa diakses pada tgl 30 april
2013, pukul 13:41 wib

FILOSOFI GAMELAN DALAM ISLAM


Negara yang maju adalah negara yang dapat menghargai kebudayaannya sendiri. hmm... itu yang
pengen banget aku sampaikan. Sebuah kata-kata yang dapat kita jadikan cerminan untuk negeri
ini. Bukan mengapa atau bagaimana. Tapi kita bisa secara jelas melihat realitas yangterjadi
selama ini. Ya, Apresiasi kita terhadap budaya masih minim. Hal ntu terbukti dari sedikitnya
peminat Musik gamelan. Ya, dalam postingan ini aku pengen ngebahas tentang Gamelan. Sebuah
Perpaduan musik yang sarat penuh makna.

Filosofi Gamelan
Gamelan berasal dari kata gamel yang artinya melakukan, gamelan pertama di buat pada tahun
167, dan terbuat dari bambu dan gamelan itu orkestranya orang jawa. Gamelan itu banyak
mengandung filosofi contohnya: Bunyinya: nang ning nung neng nong. Nang (menang), ning
(wening, berfikir) nung (ndhunung, berdoa ), neng (meneng, diam), nong (Tuhan). Namanya: G
(gusti), A (alloh), M (maringi), E (emut-ingat), L (lakonono), A (ajaran), N (nabi).

TATA CARA MEMAINKAN GAMELAN :


1. Dalam memainkan gamelan kita harus mempelajari unsur-unsur yang menunjang, seperti
aturan
main, tata susila, rasa kebersamaan dan kepekaan emosional.
2. Dilakukan dengan sikap yang baik dan duduk bersila.
3. Masuk areal gamelan tidak boleh melangkai alat gamelan.

MACAM-MACAM INSTRUMENT GAMELAN:


1. Bonang barung dan bonang penerus:
Ricikan yang berbentuk pencon yang diletakkan diatas rancakan dengan susunan 2 deret yaitu
bagian atas disebut brunjung dan bagian bawah disebut dhempok. Terdiri dari 2 rancak. 1 rancak
untuk laras slendro yang berisi 10/ 12 pencon, dan laras pelok berisi 14 pencon.
2. Wilahan (terdiri dari):
Saron 1 dan 2
Demung

Slentem
Peking
Wilahan berbentuk pipih terletak diatas rancakan yang terbuat dari kayu, ada 2 rancak, 1 rancak
untuk laras slendro, dan 1 rancak untuk laras pelog
3. Kempul
Kempul menandai aksen-aksen penting dalam kalimat lagu/ gending untuk menegaskan ketukan
4. Gong ( Gong gede dan gong suwukan )
Gong menandai permulaan dan akhiran gending dan memberikan rasa keseimbangan setelah
berlalunya kalimat lagu.
5. Gambang
Gambang ada3 rancak dengan bilah yang di buat dari kayu, 1 reancak untuk slendro, 2 rancak
untuk pelok, masing-masing rancak terdiri dari 21 bilah mulai dari nada 5 sampai dengan nada 5.
6. Gender ( Gender barung dan gender penerus )
Bentuk bilah menggunakan tabung atau bumbungan yang di buat dari bamboo. Sebagai
resonator. Gender barung berisi 14 bilah, gender penerus 14 bilah.
7. Kethok kenong
Dalam memberi batasan sturktur suatu gending, kenong adalah instrument kedua yang peling
penting setelah gongdan menuntun alur l
8. Celempung
Celempung instrument kawat petik. Kawatnya terdiri dari 13 pasang ditegakkan antara paku atas
dan bawah, ada 3 buah satu untuk laras slendro dan 2 untuk laras pelok
9. Kemanak
Bentuknya seperti buah pisang, untuk mengiringi tari buidaya dan srimpi
10. Khendang Kendhan
Dimainkan dengan jari dan telapak tangan, Kendhang yang menentukan irama dan tempo,
(menjaga keajekan tempo, menuntun peralihan cepat atau lambat, menghentikan irama gamelan).
Macam kendhang. ( ada kendang gede, kendang wayangan, kendshang ciblon, dan ketipung).
11. Rebab
Rebab berbentuk biola. Nabuhnya dengan cara digesek
12. suling (Terbuat dari Bambu yang di lubangi )
13. sitter
Sliter instrument kawat petik yang terdiri dari 13 pasang, (alat ini lebih kecil dari celempung)

CARA MEMBUNYIKAN GAMELAN:


1. Dikebuk Contoh: Bedhuk, Kendang
2. Dipukul Contoh : Gender, gambang, kemanak,
kecer, saron, bonang, kenong, kempul, gong.
3. Digesek : Contoh : Rebab
4. Dipetik Contoh : Celempung dan sitter
5. Ditiup Contoh : Suling.

PERAN RICIKAN / INSTRUMENT GAMELAN: Masing-masing instrument mempunyai


perbedaan bantuk, peran dan fungsi. Untuk menyatukan hal tersebut, ada pembagian tugas dari
masing-masing instrument, yaitu :
Pamurba wirama
Bertugas untuk menguasai irama dalam sajian, menentukan tempo dan volume serta
menghentikan gendhing. Instrument kendhang.
Pamurba lagu :
Bertugas penetu dan penuntun lagu, menunjukan nafas, jiwa, dan karakter gendhing yang
disajikan. Instrument Rebab, gender, bonang.
Pamangku wirama
Bertugas menjaga irama, mempertegas tempo yang telah adea. Instrument
Kethuk,kenong,kempyang,kempul dan gong

Pamangku lagu
Bertugas memjalankan lagu yang sudah ada, serta mempertegas melodi. Instrument
Gender,Saron, demung dan peking.
Pangrengga lagu
Bertugas mengisi lagu. Instrument Gender penerus, suling, celempung dan sitter.

Nilai-Nilai Strategis Dalam Gamelan


Menurut Judith Becker dalam buku, Gamelan Stories: Tantrism, Islam, and Aesthetics in
Central Java, mengemukakan bahwa pada zaman pertengahan, di Indonesia, elemen Gamelan
digunakan sebagai media pemujaan eksternal dan internal. Dia mengutip Sastrapustaka yang
mengungkapkan makna esoteris nada-nada Gamelan yang berhubungan dengan chakra, panca
indera dan rasa. Gamelan sebagai yantra, alat, dapat membantu tahapan meditasi sebelum
mencapai keadaan Samadhi/Semedi. Melalui media musik tersebut orang bisa melakukan
penjernihan fikir, penjernihan hati dan pemurnian jiwa yang berujung pada penyembuhan
psikologis. Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa musik dapat mempengaruhi air, sehingga
musik yang indah akan membuat air membentuk kristal hexagonal yang indah. Memahami
bahwa baik manusia, hewan dan tanaman mengandung air, maka suara musik akan
mempengaruhi semua makhluk hidup. Organ-organ manusia mempunyai getaran dengan
berbagai frekuensi. Walau frekuensi yang dapat didengar manusia berkisar 20 Hz-20 KHz,
frekuensi suara berbagai alat gamelan sangat bervariasi dan memungkinkan terjadinya frekuensi
yang sama dengan organ tubuh. Bila getaran suara Gamelan mempunyai frekuensi yang sama
dengan suatu organ tubuh yang lemah, maka resonansi yang terjadi dapat memperkuat dan
menyembuhkan organ yang bersangkutan. Musik yang harmonis juga akan mebuat sapi merasa
tenang dan mempengaruhi sistem kelenjar yang berhubungan dengan susu. Selanjutnya, getaran
frekuensi tinggi dari Gamelan akan merangsang stomata tanaman untuk tetap terbuka,
meningkatkan proses pertumbuhan. Bunga-bunga yang beraneka warna pada umumnya
mempunyai panjang gelombang sama seperti panjang gelombang warnanya. Suara alat-alat
musik yang bervariasi panjang gelombangnya dapat mempengaruhi organ yang sama panjang
gelombangnya. Sebuah lembaga penelitian tentang perkembangan otak di jepang mengadakan
riset tentang pengaruh gelombang suara supersonic terhadap perkembangan otak. Gelombang
suara supersonic adalah suara yang tidak dapat dideteksi/didengar oleh telinga kita tanpa bantuan
alat khusus. Ternyata gelombang suara supersonic mampu menstimulasi peningkatan produksi
beberapa hormon penting di otak yang mana sangat baik untuk perkembangan otak. dan ternyata
gamelan (Jawa dan Bali) banyak sekali memproduksi gelombang supersonic ini jauh lebih tinggi
dari musik klasik. Sesuatu yang mungkin tidak pernah diketahui oleh kita yang mempunyai
budaya ini, tetapi justru orang asing yang menelitinya dan mampu memanfaatkannya. Pertanyaan
yang sangat menggelitik adalah, kenapa bangsa asing begitu giat menggunakan gamelan sebagai
media pendidikan? Sedangkan ditanah kelahirannya gamelan masih saja mendapatkan stigma
sebagai seni musik tradisional yang ketinggalan jaman? terjebak pada istilah pelestarian seni
tradisi dan tidak melihat gamelan sebagai sebuah media pencerdasan emosional dan
estetika. Ada beberapa factor yang membuat gamelan belum maksimal di dunia pendidikan
maupun di masyarakat, factor kurangnya keberanian para praktisi gamelan keluar dari pakem
yang selama ini dianutnya, pakem dianggap aturan/tatacara yang sudah final sehingga tidak perlu
lagi adanya pakem-pakem baru. Kedua adalah factor minimnya para peneliti/ilmuwan dalam seni
tradisi (gamelan) tentang kegunaan/efek gamelan bagi kecerdasan emosional anak. Ketiga factor

gamelan yang dipresepsikan hanya untuk dimainkan oleh orang dewasa, keempat minimnya
komposisi musik gamelan yang khusus dimainkan oleh anak-anak. Kelima hegemoni musik
barat yang selalu dipaksakan menjadi acuan dalam pembelajaran musik di Indonesia, padahal
sejak era 2000an hingga kini pendidikan musik di Negara maju sudah mulai mengadopsi
gamelan sebagai bagian dari pendidikan karakter, karena gamelan dinilai sebagai musik yang
humanis, karena nilai-nilai kebersamaan, empati, toleransi dan kolektifitas yang menjadi suatu
kekhasan dalam gamelan, karena hal tersebut tidak didapatkan dari musik klasik barat yang
cenderung individualis, miskin improvisasi, dan kaku karena harus memainkan sesuai dengan
perintah partitur.
http://zakariaeffendi.blogspot.com/2011/05/filosofi-gamelan-dalam-islam.html

Musik gamelan yang diciptakan oleh para Wali di zaman Islam sesungguhnya berfungsi sebagai
media dawah, yaitu mengajak masyarakat untuk masuk agama Islam. Artinya, tujuan utama dari
penciptaan musik gamelan tersebut bukan hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai
sarana dawah Islam. Oleh karena itu ciri khas dari bunyi instrument musik gamelan tersebut
mengandung makna tertentu yang berisi ajakan kepada manusia untuk masuk dan mempelajari,
dan melaksanakan ajaran Islam. Bunyi dari setiap instrument tersebut juga diciptakan sedemikian
rupa, dibuat mirip dengan kata dalam bahasa Jawa seperti contoh berikut:
1. Kenong
Instrument musik gamelan ini apabila dibunyikan akan bersuara, Nong; Nong; Nong ( Nong
kono ).
2. Sharon
Jika dibunyikan alat musik ini akan bersuara, Ning; Ning; Ning ( Ning kene )
3. Kempul
Instrument musik kempul jika dimainkan berbunyi, Pung, Pung, Pung( Pul, atau kumpul )
4. Kendang
Instrument kendang jika dipukul akan berbunyi, Ndang; Ndang; Tak; Ndang-Ndang
( dhang, berarti hayo segera )
5. Genjur
Instrument musik genjur ini jika dipukul akan mengeluarkan bunyi, Ghur; Ghur( ghur, berarti
nyegur atau masuk ).
Bunyi suara dari kelima instrument tersebut di atas apabila dihubungkan menjadi satu
akan membentuk kalimat sebagai berikut :
Yo nong kono, yo ning kene, ayo podo kumpul, ayo podo kumpul. Yen ditak, dikon,
diperintah, ending-endang wae pada tandang. Kabeh wae podo njegur.
Instrument Genjur dibunyikan pada pukulan terakhir di kalimat lagu. Artinya, pada
akhirnya semua yang di sana dan di sin hayo masuklah ke dalam agama Islam. Jelasnya adalah
baik yang di sana, di situ, dan di sini, marilah kita berkumpul. Apabila diperintah, segera
kerjakan. Hayo masuklah untuk memeluk Agama Islam! (Refernsi : Moch. Machin, Majalah
Penyuluh Agama, th.VII/59, hal.33.)

Menurut Prof.Abdullah Sigit, bunyi "neng - ning - nung - nang" pada instrumen
gamelan mengandung makna sebagai berikut: 1. Neng bermakna meneng (diam). 2. Ning
( bening). artinya,dengan sikap meneng yang kita miliki lalu jiwa menjadi jernih (bening), 3.
Nung (demunung). artinya, setelah kejernihan tercapai maka kita akan
mampu
menempatkan segala permasalahan dalam jiwa kita pada tempat yang sewajarnya, 4. Nang
(menang), jika semuanya itu mampu kita jalani, mampu kita kuasai (Meneng, bening,
demunung), maka jiwa kita akan merasa tenang karena kita mampu menguasai jiwa kita
sendiri (menang). Referensi : Prof. Drs. Abdullah Sigit: Situasi Negara Kita Ditinjau Dari
Sudut Ilmu Sosial. Majalah Criterium No.10 th.IV, hal.6 / (Denmas Priyadi 09)
http://denmaspriyadi.blogspot.com/2012/07/unsur-dawah-islam-dalam-musikgamelan.html

Gambar gamelan

Anda mungkin juga menyukai