Anda di halaman 1dari 30

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SISTEM EKSKRESI II
(PROSES PEMBENTUKAN URIN DAN
KELAINAN PADA SISTEM EKSKRESI)
KELAS XI
RPP ini disusun untuk memenuhi tugas Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Disusun oleh:
Rizky Rahmawati
(036111054)
VII B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PAKUANBOGOR
2014

Satuan Pendidikan

: SMAN 10 Bogor

Mata Pelajaran

: Biologi

Materi Pokok

: Sistem Ekskresi

Kelas / Semester

: XI MIA 1 / 2

Alokasi Waktu

: 4 x 45 Menit

A. Standar Kompetensi
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/
penyakit yang mungkin terjadi serta aplikasinya pada salingtemas.
B. Kompetensi Dasar
3.5 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada manusia dan hewan (misalnya pada
ikan dan serangga)
C. Indikator
8.3 Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem ekskresi dan manusia
8.5 Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi
8.6 Memberi contoh teknologi penaanggulangan akibat kelainan yang terjadi pada
sistem ekskresi
D. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan proses pembentukan urin
2. Menjelaskan proses pengeluaran keringat
3. Mengidentifikasi penyakit/gangguan pada ginjal
4. Mengidentifikasi penyakit/gangguan pada hati
5. Mengidentifikasi penyakit/gangguan pada kulit
6. Menjelaskan penggunaan teknologi yang dapat membantu sistem ekskresi

E. Materi Pembelajaran
1. Proses pembentukan zat-zat hasil ekskresi
a. Proses pembentukan urin

Proses pembentukkan urin terjadi melalui 3 tahap:


1) Filtrasi
Arti: Proses penyaringan subtansi kecil yang terlarut dalam darah
Tempat : Glomerulus dan Kapsula Bowman
Yang disaring: Protein
Yang dihasilkan : Filtrat glomerulus atau urin primer yang berisi glukosa,
garam-garam, natrium, kalium, asam amino, urea, kreatinin, dan molekul kecil
lainnya
2) Reabsorbsi
Arti: Penyerapan kembali subtansi-subtansi yang masih dibutuhkan tubuh
Tempat : TKP dan lengkung henle descendens
Yang di reabsorbsi : Glukosa, asam amino, asam asetoasetat, dan ion-ion
anorganik (K+, Ca 2+ Cl-, HCO3-HPO4 3- ) H2O dan Na+. Glukosa dan asam
amino di reabsorbsi dengan cara transpor aktif, sedangkan air dengan cara
osmosis
Hasil: Filtrat tubulus atau urin sekunder yang berisi urea, asam urat, kreatinin
dan sedikit air
3) Augmentasi
Arti: proses penambahan kembali zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam
filtrat tubulus atau urin sekunder
Tempat : Lengkung henle ascendens dan TKD
Yang di augmentasi : zat-zat sisa, urea, garam-garaman, ion H+, K+, potassium
dan racun dari obat-obatan
Hasil augmentasi: Urin yang sebenarnya
Jumlah urin primer yang terbentuk setiap hari kurang lebih 1,50 1,70 liter,
namun demikian hanya 1 1,4 liter urin yang dikeluarkan
Faktor yang mempengaruhi pengeluaran urin:

a. Air yang dikonsumsi


b. Hormon antidiuretik (ADH)
c. Suhu
d. Saraf
e. Kadar garam yang harus dikeluarkan
f. Hormon insulin
b. Proses pengeluaran keringat

Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus (otak). Hipotalamus dapat


menghasilkan enzim bradikinin yang bekerja mempengaruhi kegiatan kelenjar
keringat. Jika hipotalamus mendapat rangsangan, misalnya berupa perubahan
suhu pada pembuluh darah, maka rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf
simpatetik ke kelenjar keringat. Selanjutnya kelenjar keringat akan menyerap air
garam dan sedikit urea dari kapiler darah dan kemudian mengirimnya ke
permukaan kulit dalam bentuk keringat.
Faktor yang mempengaruhi produksi keringat:

Jumlah / volume air yang diminum


Suhu lingkungan
Kecemasan, tekanan, dan stress
Kadar garam dalam tubuh
Proses metabolisme

Pusat pengaturan suhu tubuh adalah di hipothalamus dan dibantu oleh enzim
brandikinin
2. Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi manusia
a. Kelainan pada ginjal
1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah adalah gangguan yang ditandai dengan adanya


pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal sehingga urine tidak dapat
keluar dari tubuh. Batu ginjal disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi
garam mineral (terutama kalsium) dan terlalu sedikit minum air. Gangguan ini
dapat diatasi dengan cara memecahkan endapan garam kalsium dengan
menggunalan sinar laser.
2. Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan dimana ginjal tidak berfungsi sebagai alat
penyaring darah. Akibat dari keadaan ini, penyerapan air oleh darah akan
terganggu, sehingga terjadi penimbunan air pada kaki dan timbul bengkak
(edema). Kelainan ini sangatlah berbahaya karena bisa menyebabkan
kematian. Gagal ginjal dapat ditolong dengan melakukan cuci darah secara
teratur dan dapat diatasi dengan melakukan cangkok ginjal.
3. Nefritis
Nefritis adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan bagian glomerulus
yang disebabkan oleh adanya bakteri Streptococcus. Nefritis seringkali disebut
radang ginjal. Glomerulus adalah bagian penting dalam nefron ginjal karena
disanalah tempat penyaringan darah terjadi. Akibatnya, penyerapan air dan
zat-zat yang harus dikeluarkan menjadi tidak optimal dan tertimbun di daerah
kaki sehingga terjadi pembengkakan. Penyakit ini dapat diatasi dengan
melakukan cangkok ginjal dan cuci darah sampai mendapatkan donor ginjal
4. Anuria
Anuria adalah penyakit kegagalan ginjal dalam menghasilkan urin. Anuria bisa
disebabkan oleh kurangnya tekanan di glomerulus, sehingga plasma darah
tidak bisa masuk ke dalam glomelurus. Kurangnya tekanan ini bisa disebabkan
oleh penyempitan arteriol efferen oleh hormon epinefrin atau oleh pendarahan
sehingga darah tidak dialirkan ke ginjal.
5. Glukosuria
Glukosuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya glukosa dalam urine.
Penyakit ini sering disebut kencing manis atau diabetes mellitus. Kadar gula
darah meningkat karena kekurangan hormon insulin yang mengatur komposisi
gula dalam darah. Dalam keadaan normal, hormon insulin akan mengubah
gula yang berlebihan menjadi energi. Nefron tidak mampu menyerap kembali
kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.

6. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya albumin (protein)
di dalam urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada nefron. Cara
mencegah penyakit ini adalah dengan mengonsumsi makanan dengan jumlah
zat gizi seimbang dan minum air 8 gelas setiap hari.
7. Bilirubinaria
Bilinubinaria adalah konsentrasi bilirubin dalam urin yang di atas normal.
Bilirubinaria menunjukkan adanya penguraian hemoglobin dalam darah merah
yang berlebihan atau adanya ketidakfungsian hati atau kerusakan empedu.
8. Hematuria
Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine.
Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ ginjal atau karena
iritasi akibat gesekan batu ginjal.
b. Kelainan pada hati
9. Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut adalah
virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus
hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus
hepatitis A. Hepatitis dapat dicegah dengan vaksinasi. Hepatitis dapat menular
melalui darah seperti virus HIV.
10. Penyakit Kuning (Jaundice)
Penyakit kuning adalah penyakit yang ditandai dengan warna darah menjadi
kekuningan, sklera mata menjadi kekuningan, kuku jari menjadi kekuningan,
dan kulit tampak pucat kekuningan. Hal ini disebabkan karena cairan empedu
bercampur di dalam darah. Saluran empedu tersumbat dan menyebabkan
cairan empedu tidak dapat menuju usus dua belas jari sehingga masuk ke
dalam darah. Penyebabnya adalah karena minum-minuman beralkohol atau
karena penyakit lain yang menyebabkan saluran empedu tersumbat.
11. Sirosis Hati
Sirosis hati adalah penyakit yang ditandai dengan adanya goresan di dalam
hati akibat banyaknya jaringan ikat di hati. Sirosis hati merupakan serangan
lanjutan dari virus hepatitis B dan C. Sirosis hati belum dapat disembuhkan.
12. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang ditandai dengan adanya


pengendapan besi berlebih dalam jaringan. Penyakit ini bersifat genetik atau
keturunan.
13. Perlemakan Hati
Perlemakan hati adalah keadaan dimana terdapat lemak di dalam hati yang
melebihi 5% dari berat hati. Perlemakan hati seringkali menjadi penyebab
kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengonsumsi
minuman beralkohol atau karena bukan alkohol.
14. Kolelitiasis
Kolelitiasi adalah keadaan dimana terdapatnya batu didalam kantung empedu
yang mengakibatkan terhambatnya pengeluaran empedu. Kolelitiasis atau
biasa disebut batu empedu merupakan endapan satu atau lebih komponen
empedu yaitu kolesterol, bilirubin, garam empedu, kalsium, protein, asam
lemak, dan fosfolipid. Batu empedu menurut komposisinya dibagi menjadi 3
jenis yaitu batu bilirubin, batu kolesterol, dan batu campuran. Penanganan
yang saat ini banyak digunakan adalah dengan kolesistektomi.
c. Kelainan pada paru-paru
15. Asma
Asma adalah penyakit yang membuat penderitanya susah untuk bernapas
karena penyempitan saluran pernapasan pada paru-paru. Asma tidak menular
dan bersifat menurun. Asma juga dapat terjadi bila berada di lingkungan yang
udaranya tercemar polusi. Gejala asma tidak selalu terjadi dan bisa muncul
dan menghilang kapan saja. Bila terjadi asma, sebaiknya segera diberikan
tindakan pengobatan.
16. Pneumonia
Pneunomia adalah penyakit yang ditandai dengan alveolus dipenuhi oleh
cairan sehingga oksigen susah masuk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri,
virus, atau jamur yang menginfeksi alveolus. Pencegahannya adalah dengan
selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Penderita pneumonia bisa
disembuhkan dengan meminum antibiotik.
17. TBC
TBC adalah singkatan tuberkulosis. Tuberkulosis adalah penyakit menular
yang

disebabkan

oleh

bakteri Mycobacterium

tuberculosis.

Tindakan

pencegahannya adalah dengan menghindari kontak dengan penderita TBC dan

tidak menggunakan peralatan terutama peralatan makan milik penderita TBC.


Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan meminum obat secara rutin selama 6
sampai 9 bulan. Obat harus diminum sampai habis dan harus tepat waktu
supaya bakteri tidak kebal terhadap obat tersebut.
18. Emfisema
Emfisema adalah penyakit yang ditandai dengan hilangnya elastisitas alveolus.
Paru-paru penderita emfisema lebih besar dari norma karena karbon dioksida
terperangkap di dalam paru-paru. Penyebab penyakit ini adalah karena terlalu
banyak menghirup asap rokok.
19. Bronkitis
Bronkitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada bagian
bronkus. Penyebabnya adalah karena infeksi, asap rokok, maupun polusi
udara. Penyakit ini dapat diobati dengan meminum antibiotik.
20. Asbestosis
Asbestosis adalah penyakit yang ditandai dengan penebalan pleura yang
disebabkan karena menghirup serat asbes. Serat asbes yang terhirup dapat
mengendap di dalam paru-paru. Dalam keadaan yang parah, asbestosis dapat
menyebabkan kanker.
21. Paru-Paru Hitam
Paru-paru hitam seringkali diderita oleh para pekerja tambang batubara.
Pencegahannya adalah dengan melakukan pemeriksaan setiap 4 tahun
sehingga bisa ditangani sejak dini. Penyakit ini lebih lanjut dapat
menyebabkan gagal jantung atau tuberkulosis.
22. Sinusitis
Sinusitis adalah infeksi pada rongga sinus yang letaknya di sekitar hidung.
Alergi adalah pemicu timbulnya sinusitis. Cara pencegahannya adalah dengan
menghindari benda yang dapat memicu alergi dan menjaga daya tahan tubuh.
23. Pleuritis
Pleuritis adalah peradangan pada pleura. Penyakit ini dapat menyebabkan
penderita merasakan sakit ketika bernapas. Pleuritis dapat disebabkan oleh
alergi.
24. Kanker Paru-Paru
Kanker

paru-paru

adalah

penyakit

yang

disebabkan

oleh

pertumbuhan sel kanker yang tidak normal di dalam paru-paru. Jika dibiarkan,

sel kanker dapat menyebar ke organ lain. Kanker paru-paru lebih banyak
disebabkan oleh kebiasaan merokok dan sisanya disebabkan oleh terhirup
logam berat.
d. Kelainan pada kulit
25. Anhidrosis
Anhidrosis adalah ketidakmampuan tubuh untuk berkeringat secara normal.
Saat tidak berkeringat, maka tubuh tidak bisa mendinginkan diri sehingga
menyebabkan panas tubuh berlebih yang berpotensi fatal. Anhidrosis
kadang-kadang disebut hipohidrosis merupakan kondisi yang sulit
didiagnosa. Anhidrosis ringan bahkan sering tidak disadari. Sejumlah faktor
dapat menyebabkan kondisi ini, termasuk trauma kulit, penyakit, dan obatobatan tertentu.
26. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis merupakan salah satu bentuk keringat berlebihan pada tubuh
yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan. Berkeringat adalah cara
tubuh untuk mendinginkan diri. Dalam sebagian besar keadaan, berkeringat
adalah hal yang alami dan sehat, namun beberapa orang justru berkeringat
dalam jumlah yang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mendinginkan
tubuh, kondisi ini biasa dikenal dengan hiperhidrosis
26. Miliaria (Keringat Buntek)
Miliaria adalah gangguan umum dari kelenjar keringat ekrin yang sering terjadi
dalam kondisi dimana ada peningkatan panas atau suhu dan kelembaban.
Miliaria dianggap disebabkan oleh penyumbatan saluran keringat, yang
menyebabkan kebocoran keringat yang keluar dari kelenjar ekrin menuju ke
epidermis atau dermis

F. Model dan Metode pembelajaran


1. Metode
: Diskusi dan tanya jawab
2. Model
: Pertemuan 1 = Student Facilitator and Explaining (SFAE)
Pertemuan 2 = Cooperative Integrated Reaading and Composition
(CIRC)
G. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
1. Media
: Power Point, Infocus, LCD, LDS

2. Alat dan bahan


3. Sumber belajar

: Buku, alat tulis


: Diah Aryulina dkk. 2007. Biologi

SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta: Esis


Gunawan, dkk. 2009. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI.
Jakarta: Grasindo
Karmana, Oman. 2014. Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas
XI SMA/MA Program IPA. Bandung: Grafindo
Paramita dan Khory. 2014. Rumus Tokcer Biologi SMA.
Tangerang: Edu Penguin
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Penda
huluan

Guru memberi salam


Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa

sebelum kegiatan pembelajaran dimulai (Religius)


Guru mengecek kehadiran siswa
Apersepsi:
Guru bertanya pada siswa mengenai fungsi dari organ-

Waktu
10 menit

organ ekskresi yang telah dibahas minggu lalu (Jujur,


Tanggung jawab)
- Motivasi :
Guru menampilkan

video

tentang

proses

pembentukan urin (Rasa ingin tahu)


Guru meminta siswa untuk menjelaskan kembali
makna

video

yang

ditampilkan

berdasarkan

pengetahuan yang dimilikinya (Berpikir kritis,


-

Berani berpendapat)
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru
menjelaskan
langkah-langkah

model

pembelajaran yang akan terapkan dalam proses


pembelajaran
Kegiatan
Inti

Eksplorasi
-

Guru menjelaskan materi proses pembentukan urin

dan keringat
Siswa membuat bagan atau peta konsep berdasarkan
materi yang telah dijelaskan oleh guru dengan
menggunakan kalimatnya sendiri (Rasa ingin tahu,

65 menit

Kerja keras, Tanggung jawab)


Siswa diberikan keleluasaan untuk mengumpulkan
berbagai sumber informasi baik dari buku maupun
internet (Rasa ingin tahu, Jujur, Kerja keras,

Tanggung jawab)
Guru membimbing, memotivasi, memfasilitasi kerja
siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan
melakukan

penilaian

sikap

pada

siswa

dalam

mengerjakan tugss
Elaborasi
- Beberapa siswa berperan sebagai fasilitator untuk
menjelaskan

materi

kepada

teman-temannya

berdasarkan bagan atau peta konsep yang telah dibuat


-

(Jujur, Tanggung jawab, Komunikatif)


Guru memfasilitasi siswa untuk bertanya jawab, berpikir
kritis, menganalisis, memecahkan masalah dengan
percaya diri (Jujur, Tanggung jawab, Rasa ingin tahu,

Komunikatif, Toleransi)
Guru melakukan penilaian keterampilan pada siswa
dalam mempresentasikan hasil kerja
Konfirmasi

Penutup

Guru memberikan penguatan jika jawaban siswa benar

dan mengoreksi jika jawaban siswa kurang tepat


Guru menjelaskan kembali semua materi yang telah

dibahas agar siswa lebih memahami materi


Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberikan 15 menit
pertanyaan umpan balik secara lisan kepada siswa melalui

slide (Jujur, Tanggung jawab)


Bersama siswa guru merangkum

pembelajaran
Guru memberikan kuis berupa essay singkat (Jujur, Kerja

keras, Tanggung jawab)


Guru memberikan tugas terstruktur pada siswa untuk

hasil

kegiatan

mengumpulkan informasi mengenai cuci darah dan


transplantasi ginjal untuk ditanyakan pada pertemuan
berikutnya (Rasa ingin tahu, Jujur, Kerja keras,
Tanggung jawa, Disiplin)

Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa

(Religius)
Guru memberi salam

Pertemuan 2
Kegiatan
Penda
huluan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Guru memberi salam


Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa

sebelum kegiatan pembelajaran dimulai (Religius)


Guru mengecek kehadiran siswa
Apersepsi:
Guru bertanya pada siswa mengenai tentang informasi

Waktu
10 menit

cuci darah dan transplantasi ginjal yang diketahui oleh


siswa berdasarkan tugas pertemuan sebelumnya (Rasa
ingin tahu, Jujur, Tanggung jawa, Disiplin)
- Motivasi :
Guru menampilkan video uji kandungan urin

(Rasa ingin tahu)


Guru meminta siswa untuk menjelaskan kembali
makna video yang ditampilkan berdasarkan
pengetahuan yang dimilikinya (Berpikir kritis,

Berani berpendapat)
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru
menjelaskan
langkah-langkah

model

pembelajaran yang akan terapkan dalam proses


pembelajaran
Kegiatan
Inti

65 menit

Eksplorasi
-

Siswa

dibagi

menjadi

kelompok

dan

setiap

kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa secara heterogen


-

(Jujur, Kerjasama Toleransi, Bertanggung jawab)


Guru mengundang ketua-ketua kelompok untuk

mengambil LDS sesuai dengan undian dengan ketentuan:


2 Kelompok : Kelainan/Gangguan Ginjal
2 Kelompok : Kelainan/Gangguan Hati
2 Kelompok : Kelainan/Gangguan Paru-paru
2 Kelompok : Kelainan/Gangguan Kulit
Siswa diberikan keleluasaan untuk berdiskusi dan
mengumpulkan berbagai sumber informasi baik dari

buku maupun internet dalam mengerjakan LDS secara


berkelompok
-

(Jujur,

Kerjasama,Toleransi,

Kerja

keras, Bertanggung jawab)


Guru membimbing, memotivasi, memfasilitasi kerja
siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan
melakukan

penilaian

sikap

pada

siswa

dalam

melakukan diskusi
-

Elaborasi
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya
tanggapan

dan

kelompok

lain

memberikan

(Jujur,

Tanggung

jawab,

Toleransi,

Komunikatif)
Guru memfasilitasi siswa untuk bertanya jawab, berpikir
kritis, menganalisis, memecahkan masalah dengan
percaya diri (Jujur, Tanggung jawab, Rasa ingin tahu,

Komunikatif, Toleransi)
Guru melakukan penilaian keterampilan pada siswa
dalam mempresentasikan hasil diskusi
Konfirmasi

Guru memberikan penguatan jika jawaban siswa benar

dan mengoreksi jika jawaban siswa kurang tepat


Guru memberikan kuis berupa isian singkat secara

berkelompok (Jujur, Kerja keras, Tanggung jawab)


Guru memberikan penghargaan kepada kelompok
(misal dengan pujian / bentuk penghargaan lain yang
relevan) yang memiliki skor terbaik dan kinerja terbaik

Penutup

(Menghargai prestasi)
Guru menjelaskan materi yang telah dibahas agar siswa

lebih memahami materi


Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberikan 15 menit
pertanyaan umpan balik secara lisan kepada siswa (Jujur,

Tanggung jawab)
Bersama siswa

pembelajaran
Guru memberikan tugas terstruktur pada siswa untuk

guru

merangkum

hasil

kegiatan

membuat mind mapping sesuai kelompok sebelumnya

mengenai struktur dan fungsi sistem ekskresi pada


protozoa, planaria, cacing tanah, belalang, ikan,
burung, katak dan reptil (Jujur, Kerja keras, Tanggung
-

jawab, Disiplin)
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa

(Religius)
Guru memberi salam

H. Penilaian
1. Metode dan bentuk instrumen
Metode
Sikap
Keterampilan komunikasi
Tes tertulis

Bentuk Instrumen
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Lembar pengamatan keterampilan komunikasi
Tes essay singkat dan isian singkat

a. Penilaian Sikap Peserta Didik


Sikap
N
o

Nama
Aktif
1

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Afif Safri Saladin


Alya Hafizhah
Andrey Nugraha
Annisa Ananda Putri
Arya Putra Pradana
Atsnaita Ardyani
Audrey Stellarosi
Candra Rizki Permana
Daffa Akmal Irsyad

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Desi Prabandari KN
Gilang Ramdani S
Helmi Farras Haidar P
I Putu Rangga Perbawa
Johan Ade Viano
Mega Inez Syafira
Melvi Nauli Sinaga
Meutia Riski A
M Fahmi Aziz
M Habibi
M Wildan Taufik
Myra Astina Styles K
Nadya Nur Afni
Nandya Lusyana
Nindy Parenty B
Parhan Mubarok
Putri Syarifah Tinur
Raden Nadya O
Restu Dewantara
Rifqi Ramadhan
Rizka Fitria Angelina

Rasa

Saling

ingin

Mengharg

tahu

ai

Kerja

Tanggung

sama

jawab

1 2

31
32
33
34
35
36
37
38

Sendi Ferdiansya
Sinta Nurvalah
Subhan M. Ramdan
Timotius Bona H
Triwibowo Perwira L
Vira Rizky Aurelia
Yoga Sugema
Zahra Anjani
Rubrik penilaian sikap ilmiah
No

Aspek yang

Rubrik

dinilai

Aktif

Rasa ingin tahu

Saling Menghargai

Kerjasama

1. Tidak aktif dalam tanya jawab, dan tidak


mengemukakan gagasan atau ide
2. Aktif dalam tanya jawab namun tidak ikut
mengemukakan gagasan atau ide
3. Aktif dalam tanya jawab dan ikut aktif
mengemukakan gagasan atau ide
1. Tidak
menunjukkan
antusias
dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok walaupun telah didorong untuk
terlibat
2. Menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak
terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok ketika disuruh
3. Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar
antusias, aktif dalam kegiatan kelompok
1. Tidak menghargai pendapat siswa lain serta
menolak kesepakatan bersama
2. Kurang menghargai pendapat siswa lain namun
tetap menerima kesepakatan bersama
3. Menghargai pendapat siswa lain dan menerima
kesepakatan bersama meskipun berbeda dengan
pendapatnya
1. Menyelesaikan kegiatan kelompok secara
individual tanpa memperbolehkan bantuan dari
teman sekelompoknya
2. Menyelesaikan kegiatan kelompok dengan
kerjasama hanya dengan beberapa teman
sekelompoknya
3. Menyelesaikan kegiatan kelompok dengan
kerjasama
yang
baik
dengan
teman
sekelompoknya

Tanggung jawab

Nilai : Jumlah Skor x 100


Skor Maksimal

1. Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam


menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak
selesai tepat waktu
2. Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas,
namun belum menunjukkan upaya
terbaiknya
3. Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil
terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat
waktu

Kriteria Nilai :

b. Penilaian Keterampilan Komunikasi

90 - 100
=
70 - 80
=
50 - 60
=
Kurang dari 50 =

A
B
C
D

Afif Safri Saladin


Alya Hafizhah
Andrey Nugraha
Annisa Ananda Putri
Arya Putra Pradana
Atsnaita Ardyani
Audrey Stellarosi
Candra Rizki Permana
Daffa Akmal Irsyad

11

Gilang Ramdani S

12

Helmi Farras Haidar P

13

I Putu Rangga Perbawa

14

Johan Ade Viano

15

Mega Inez Syafira

16

Melvi Nauli Sinaga

17

Meutia Riski A

18

M Fahmi Aziz

19

M Habibi

20

M Wildan Taufik

21

Myra Astina Styles K

22

Nadya Nur Afni

23

Nandya Lusyana

24

Nindy Parenty B

25

Parhan Mubarok

26

Putri Syarifah Tinur

27

Raden Nadya O

28

Restu Dewantara

29

Rifqi Ramadhan

30

Rizka Fitria Angelina

31

Sendi Ferdiansya

32

Sinta Nurvalah

33

Subhan M. Ramdan

34

Timotius Bona H

35

Triwibowo Perwira L

36

Vira Rizky Aurelia

37

Yoga Sugema

38

Zahra Anjani

Desi Prabandari KN

Ketepatan

Cara
menyampaikan
hasil diskusi

jawaban

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9
10

Penguasaan

Siswa

materi

Keaktifan

berpendapat

Keterampilan diskusi
Nilai

Rubrik penilaian komunikasi diskusi


No

Aspek yang

dinilai
Keaktifan
berperndapat

Penguasaan
materi

Cara
menyampaikan
hasil diskusi

Ketepatan
jawaban

Rubrik
1. Informasi yang disampaikan tidak beruntut dan tidak
sesuai dengan topik presentasi
2. Informasi yang disampaikan tidak beruntut namun
sesuai dengan topik presentasi
3. Informasi yang disampaikan beruntut dan sesuai dengan
topik presentasi
1. Sama sekali tidak memahami dan menguasai materi
yang akan disampaikan
2. Menguasai hanya beberapa materi, tidak semua
materi diskusi
3. Memahami dan menguasai materi yang akan
disampaikan
1. Terlihat tegang, tidak memperhatikan audience lain,
berbicara terbata-bata
2. Tidak terlihat tegang namun tidak memperhatikan
audience, berbicara terburu-buru
3. Tidak terlihat tegang dan memperhatikan audience dan
berbicara secara tenang
1. Jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan dan tidak
memberikan pendapat lain
2. Beberapa jawaban kurang sesuai dengan pertanyaan
namun dapat memberikan pendapat lain yang sesuai
3. Jawaban sangat sesuai dengan pertanyaan dan
mengemukakan gagasan yang sesuai dengan topik
diskusi

c. Penilaian Kognitif

No

Indikator

Nomor
Soal

1
.
2
.
PEDOMAN PENILAIAN
Nilai = Jumlah skor yang diperoleh X 100
Jumlah soal

Ranah

Kunci

Kogniti

Jawaba

Penskoran

Bobot setiap soal 10

Skor maksimum 100

Lembar Diskusi Siswa (LDS) 2


Materi

Kelainan/Gangguan Sistem Ekskresi

Submateri :

Kelainan Ginjal

Kelas

XI (Sebelas)

Petunjuk
1.

Kerjakanlah soal di bawah ini dengan berdiskusi bersama kelompok kalian dan
perhatikan poin dari setiap soal

2. Diskusikan dan bahas bersama dengan teman kelompokmu tentang kesulitan yang kamu
temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu,
tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu!

3. Setelah selesai, setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok


Seorang pasien di RS Sehat Sejahtera disarankan tim medis untuk melakukan
transplantasi ginjal setelah sebelumnya melakukan hemodialisis secara rutin tiap 2 kali
seminggu karena menderita gagal ginjal kronis stadium akhir. Namun sebelum mengiyakan
saran tersebut pasien memberikan pertanyaan mengenai bagaimana keadaan ginjalnya
hingga harus dilakukan transplantasi ginjal. Mendapatkan pertanyaan seperti itu tim medis
memberikan gambaran keadaan ginjal pasien sebagai berikut:

Tim medis menyebutkan bahwa ginjal sang pasien mengalami polycystic yaitu
adanya sekumpulan kista yang berisi cairan dan merusak jaringan ginjal yang telah
menyebabkan kegagalan kronis pada ginjal sang pasien sehingga jika dibiarkan lebih lama
ginjal akan benar-benar kehilangan fungsinya dan kista yang ada akan semakin membesar
meskipun telah dilakukan hemodialisis.
Setelah puas mendapat jawaban mengenai keadaan ginjalnya, sang pasien bertanya
kembali mengenai transplantasi ginjal yang akan dilakukan yaitu mengenai prosedur dan
komplikasi yang kemungkinan terjadi setelah dilakukan tranplantasi ginjal. Tim medis
menyebutkan bahwa terdapat dua jenis transplantasi ginjal yaitu cadaveric-donor
(pendonor berasal dari orang yang telah meninggal) dan living-donor (pendonor berasal
dari orang yang masih hidup), selanjutnya tim medis juga menyebutkan bahwa sebelum
ditetapkan untuk benar-benar melakukan transplantasi ginjal, pasien akan menjalani
serangkain tes darah. Ginjal yang ditransplantasi akan di letakkan di bagian atas kandung
kemih atau ditengah-tengah antara ginjal pasien dan kandung kemih sehingga ginjal pasien

tidak perlu diangkat terkecuali ginjal tersebut dapat menimbulkan infeksi dan tekanan
darah tinggi.

Tim medis juga memberikan penjelasan bahwa dalam melakukan transplantasi ini
terdapat beberapa komplikasi namun yang paling utama adalah rejeksi atau penolakan oleh
tubuh pasien akibat adanya reaksi sistem imun tubuh dan untuk mengantisipasi hal tersebut
pasien harus diberikan obat imunosupresan untuk menekan sistem imun pasien sehingga
dapat menerima ginjal donor tersebut dan obat tersebut harus terus diberikan seumur hidup.

Bahan diskusi
1. Apakah perbedaan penyakit gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis? Apa masingmasing penyebanya? Adakah hubungannya dengan proses pembentukan urin? (15
poin)
2. Jika ginjal didapatkan dari pendonor yang masih hidup maka kemungkinan pendonor
hidup dengan satu ginjal. Menurutmu mungkinkah seseorang hidup hanya dengan
memiliki satu ginjal? Bagaimana alasanmu mengenai hal tersebut? (20 poin)

3. Sebutkan 3 jenis penyakit pada ginjal baik pada ginjalnya maupun pada saluransaluran urin beserta penyebabnya yang sering terjadi dilingkungan sekitarmu selain
gagal ginjal! (15 poin)

Lembar Diskusi Siswa (LDS) 2


Materi

Kelainan/Gangguan Sistem Ekskresi

Submateri :

Kelainan Hati (Empedu)

Kelas

XI (Sebelas)

Petunjuk
1.

Kerjakanlah soal di bawah ini dengan berdiskusi bersama kelompok kalian dan
perhatikan poin dari setiap soal

2. Diskusikan dan bahas bersama dengan teman kelompokmu tentang kesulitan yang kamu
temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu,
tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu!
3. Setelah selesai, setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok
Sudah lebih dari dua bulan Andi mengalami nyeri pada bagian kanan atas perut yang
menyebar hingga ke punggung atau bahu. Rasa nyeri semakin bertambah jika ia terlalu
banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak. Setelah ia melakukan USG
barulah ia tahu bahwa dirinya terkena penyakit batu empedu yang terdapat dikantong
empedu (kolelitiasis) dan saluran empedu (koledokolitiasis).

Terdapat tiga jenis batu empedu dan jenis yang Andi derita adalah batu kolesterol
yang berwarna kuning. Dokter menyarankan bahwa Andi segera melalukan kolesistektomi
atau pengangkatan kantung empedu beserta salurannya karena jika dibiarkan batu empedu
tersebut akan menyebabkan komplikasi hingga menjalar ke hati sehingga saluran keluar
cairan empedu tersumbat dan menyebabkan kulit berwarna kuning, parahnya batu empedu
tersebut dapat menyebabkan sirosis hati, terlebih Andi pernah mengkonsumi alkohol
sebelum-sebelumnya
Andi bertanya pada dokter apakah batu empedu tersebut bisa dihancurkan dengan
menggunakan laser seperti batu ginjal karena ia takut untuk dioperasi, namun dokter
mengatakan batu yang terdapat pada kantung maupun saluran empedu tidak dapat
dihancurkan dengan menggunakan laser karena metode pengobatan untuk mengatasi
adanya batu pada kantung empedu hanya ada dua jenis yaitu dengan obat-obatan dan
pengangankatan kantung empedu. Namun untuk kasus Andi obat-obatan sudah tidak dapat
lagi mampu membuah Andi menahan rasa sakitnya karena batu yang dihasilkan sudah
terlalu banyak dan memerlukan waktu yang cukup lama. Sebelum mengiyakan saran
dokter, Andi banyak bertanya mengenai proses operasi dan bagaimana komplikasi setelah

operasi pengangkatan kantung empedu, namun dokter menjelaskan bahwa belum ada kasus
berat yang terjadi akibat pengangkatan kantung empedu hanya diare sebagai bentuk
adaptasi tubuh karena banyak cairan empedu yang langsung masuk ke usus.
Bahan diskusi
1. Terdapat tiga jenis batu empedu dan jenis yang Andi derita adalah batu kolesterol
yang berwarna kuning. Bagaiman dua jenis batu empedu yang lainnya? Adakah
hubungannya dengan produksi cairan empedu oleh hati? (15 poin)
2. Menurutmu mungkinkah seseorang hidup tanpa memiliki kantung empedu? Apakah
empedu tetap dapat diproduksi? Bagaimana alasanmu mengenai hal tersebut? (20
poin)
3. Sebutkan 3 jenis penyakit pada hati maupun empedu beserta penyebabnya yang
sering terjadi dilingkungan sekitarmu selain batu empedu! (15 poin)

Lembar Diskusi Siswa (LDS) 2


Materi

Kelainan/Gangguan Sistem Ekskresi

Submateri :

Kelainan Paru-Paru

Kelas

XI (Sebelas)

Petunjuk
1.

Kerjakanlah soal di bawah ini dengan berdiskusi bersama kelompok kalian dan
perhatikan poin dari setiap soal

2. Diskusikan dan bahas bersama dengan teman kelompokmu tentang kesulitan yang kamu
temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu,
tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu!
3. Setelah selesai, setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok

Dalam 3 bulan terakhir ini Budi mengeluh batuk yang tak kunjung sembuh disertai
nyeri pada bagian dada, kesulitan bernafas, suara menjadi serak, berat badan yang menurun
drastis hingga mengeluarkan dahak berupa darah saat batuk. Pada awalnya Budi takut
untuk ke dokter hingga akhirnya dia sudah merasa tidak sanggup lagi menahan rasa
sakitnya pada bagian dadanya.
Budi sangat tidak percaya saat dokter memvonisnya mengidap penyakit kanker paruparu setelah melakukan serangkaian tes diagnostik. Namun setelah diberikan penjelasan
akhirnya budi sadar bahwa kanker tersebut muncul akibat perilakunya dahulu sebagai
perokok

aktif.

Dokterpun

menyarankan

Budi

melakukan

pneumonektomi

atau

pengangkatan satu paru-paru yaitu bagian kanan karena kanker sudah menyebar ke satu
paru paru tersebut dan dokter khawatir jika paru kanan tersebut tidak diangkat kanker akan
menyebar ke paru kiri.

Hasil Rontgen Budi

Namun budi terlihat khawatir apakah dirinya nanti dapat bertahan hidup hanya
dengan satu paru-paru saja sehingga ia meminta alternatif lain untuk menyembuhkan
penyakit kankernya. Dokterpun memberikan penjelasab bahwa dalam pengobatan kanker
terdapat 3 jenis terapi yaitu penggunaan radiasi untuk menghancurkan sel kanker namun
tidak bisa hanya dengan 1 kali terapi, yang kedua adalah kemoterapi yaitu pemberian obatobat kimia yang sangat keras untuk menekan dan menghancurkan sel kanker dan yang
ketiga ada pengangkatan organ yang terkena kanker. Namun komplikasi akibat radiasi dan

kemoterapi 3 kali lebih besar daripada pneumonektomi contohnya timbul masalah baru
pada paru yaitu fibrosis paru.
Selanjutnya budi bertanya apakah dirinya perlu melakukan transplantasi paru jika
salah satu parunya harus diangkat, dokterpun menjelaskan jika memang paru-paru sebelah
kirinya dalam keadaan sehat kemungkinan besar transplantasi paru tidak dibutuhkan,
namun jika kondisi paru sebelah kirinya diperkirakan tidak cukup kuat untuk mengelola
proses respirasi sekaligus ekskresi maka transplantasi paru adalah pilihan terakhir.
Bahan diskusi
1. Bagaimana pengaruh adanya sel kanker pada paru terhadap proses pengeluaran
karbondioksida dan uap air? (15 poin)
2. Jika Budi tidak perlu melakukan transplantasi paru, apakah dirinya dapat bertahan
hidup normal? Dan jika ia melakukan trasnplantasi paru darimana ia bisa
mendapatkan donor paru tersebut, orang yang meninggal atau masih hidup? Berikan
alasanmu mengenai ha tersebut (30 poin)
3. Sebutkan 3 jenis penyakit pada paru-paru beserta penyebabnya yang sering terjadi
dilingkungan sekitarmu selain kanker paru-paru! (15 poin)

Lembar Diskusi Siswa (LDS) 2


Materi

Kelainan/Gangguan Sistem Ekskresi

Submateri :

Kelainan Kulit

Kelas

XI (Sebelas)

Petunjuk
1. Kerjakanlah soal di bawah ini dengan berdiskusi bersama kelompok kalian dan
perhatikan poin dari setiap soal
2. Diskusikan dan bahas bersama dengan teman kelompokmu tentang kesulitan yang kamu
temui! Jika dalam kelompokmu belum diperoleh jawabannya, tanyakan pada gurumu,
tetapi berusahalah semaksimal mungkin terlebih dahulu!
3. Setelah selesai, setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok

Sejak kelas 6 SD Anita selalu mengeluh bahwa telapak tangan dan telapak kakinya
selalu berkeringat secara berlebihan meskipun dirinya tidak melakukan aktivitas berat atau
berada di tempat panas. Menurut dokter dari tigas jenis hiperhidrosis, dirinya mengidap
hiperhidrosis fokal primer dimana kerigat berlebih hanya muncul dibagian-bagian tertentu
seperti telapak tangan dan kaki.

Sampai saat ini Anita telah mencoba berbagai pengobatan alternatif dan obat-obatan
herbal untuk menghentikan hiperhidrosisnya tersebu hingga akhirnya ia menemukan
sebuah artikel kesehatan yang berisi tentang jenis-jenis pengobatan untuk penderita
hiperhidrosis. Jenis-jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk penderita hiperhidrosis
adalah teknik ionthophoresis, lonthophoresis, suntik botox dan bedah Endoscopic Toracic
Symphatectomy (ETS) dan Anita pun memilih untuk melakukan bedah ETS karena
memang hiperhidrosis yang ia derita cukup berat dan ia telah merasa sangat putus asa
dengan penggunaan obat-obatan. Didalam artikel tersebut menyebutkan ETS merupakan
prosedur pemotongan saraf yang membawa pesan dari saraf simpatis ke kelenjar keringat
sehingga produksi keringat berlebih pada kasus hiperhidrosis dapat diatasi.
Akhirnya Anita memberanikan diri untuk mengkonsultasikan keinginannya ke
dokter kulit untuk segera melakukan bedah ETS. Uniknya disaat dirinya sedangan
menunggu antrian dalam ada seorang pasien disampingnya yang bercerita bahwa dirinya
tidak dapat berkeringat secara normal. Saat Anita bertanya apa penyebab hingga dirinya
menderita penyakit tersebut dan orang tersebut menjawab bahwa sebelumnya dirinya
mengalami kerigat berlebihan hingga akhirnya muncul papula-papula (bentol) namun tidak
gatal dan dokter menyebut penyakitnya sebagai miliaria profunda dimana terdapat

sumbatan pada saluran keringat sehingga keringat tidak dapat keluar sebagaimana
normalnya.

Bahan diskusi
1. Menurut dokter terdapat 3 jenis hiperhidrosis dan Anita mengidap hiperhidrosis fokal
primer, jelaskan dua jenis lainnya dan apakah faktor-faktor yang dapat menyebabkan
hiperhidrosis tersebut? (15 poin)
2. Berkebalikan dari Anita yang memproduksi keringat secara berlebihan, seseorang
dengan anhidrosis tidak mampu memproduksi keringat karena ketidaknormalan pada

kelenjar atau saluran keringat. Menurutmu bagaimana dampak anhidrosis terhadap zat
sisa yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat? (20 poin)
3. Sebutkan 3 jenis penyakit pada kulit beserta penyebabnya yang sering terjadi
dilingkungan sekitarmu selain hiperhidrosis dan anhidrosis! (15 poin)