Anda di halaman 1dari 9

A.

Perjalanan Seni Rupa Modern


Ketika manusia memulai peradabannya di dunia ini, di mana manusia belum mengenal
tulisan bahkan teknologi seperti sekarang ini, manusia sudah mengenal seni rupa, meskipun
masih dalam taraf yang sangat sederhana. Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada sejak zaman
Pra-sejarah adalah banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang memiliki nilai estetika
seperti kapak dari batu (peninggalan zaman Neolitikum/batu muda), Menhir dan lain-lain.
Hapir di seluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa
karya seni rupa. Karya seni rupa zaman pra-sejarah, cenderung bersifat magis dan religius seperti
salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu.
Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan peristiwa pemujaan terhadap roh nenek moyang
dan terkadang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka.
Budaya rupa semacam ini masih bertahan sampai masuknya berbagai agama khususnya di
Indonesia. Era modernisme dimulai dari belahan dunia bagian barat (Eropa dan Amerika) dengan
banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.
Di awal zaman raenessance, para seniman (perupa) masih belum bisa mendapatkan kebebasan
dalam menuangkan ekspresinya, karena pada masa ini, seniman masih berada di bawah tekanan
para bangsawan dan kaum gereja, dimana para seniman membuat sebuah karya berdaarkan
permintaan para diktator di atas. Dalam situasi ini, para diktator diktator seni yang bisa
memaksakan arah perkembangan seni, karena merekalah yang membiayainya.
Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni seperti lukisan dan patung yang
ukurannya relative kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya,
karena tidak bergantung lagi pada para bangsawan sebagai sponsor. Para seniman dapat
membiayai pembuatan karyanya sendiri yang kemudian banyak diminati oleh para rakyat kecil.
Abad ke-15 dimana masa raenessance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern.
Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679) dan
John Lockee (1632-1704), mereka adalah para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia
seni.
Pecahnya revolusi Perancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa
modern, yang kemudian diikuti dengan munculnya pelukis dari Perancis yang bernama J.L.
David. Tidak hanya J.L. David, tetapi pelukis seperti Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci
juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan era seni rupa modern.
B. Pengertian
Modernisme adalah aliran atau mazhab estetika pembaruan yang mengiringi perkembangan
desain dan seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. Pada perkembangan akhir
modernisme, cenderung mengagungkan fungsi menjadi nafas utama paham ini, terbukti hanya
menampilkan bentuk kaku, kering dan mengakui seniman sebagai MANUSIA JENIUS.
Setiap karya seni modern selalu disertakan nama senimannya tersebut. Karya seni
modern cenderung mengedepankan kesederhanaan dan bersifat universal. Seorang seniman
modern akan melihat dunia yang sedang dihadapinya sebagai objek lukisan seolah-olah seperti

baru saja objek itu diciptakan. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern dan bahkan
menjadi ciri khasnya ialah kreativitas.
Bagaimana
keterkaitan
antara
modernisme
dengan
kontemporer.?
Merujuk kepada apa yang diutarakan oleh Sarah Newmeyer, bahwa seni modern itu boleh jadi
berupa gambar bison yang digoreskan 20.000 tahun yang lalu dan boleh jadi juga karya Picasso
yang baru saja diselesaikan pagi ini. Dari kedua penafsiran di atas, sangat berbeda dengan seni
kontemporer, karena seni kontemporer cenderung diartikan sebagai seni masa kini.
C. Ciri-ciri dan Unsur Modernisme (Desain dan Seni Rupa)
1.

Ciri-ciri seni modern (Desain dan Seni Rupa)


Minimalis
Rasionalitas/Rationality

2.

D.

Dominant bentuk-bentuk geometris

Tidak ada unsur ornament

Univeesal

Fungsionalitas diprioritaskan

Orisinalitas/kemurnian/purity

Penguatan dalam konsep

Kreativitas

Memutus hubungan dengan sejarah

Unsur-unsur Modernisme

Eksperimen
Pembaruan (Inovation)

Kebaruan (Novelty)

Orisinalitas

Fungsi dan Tujuan Seni Modern


1.

Memberi warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis
Fisik : Munculnya bentuk-bentuk desain arsitektur yang baru dan desain-desain
lainnya seperti alat-alat transportasi, fashion dll
Psikis: Mengurangi kejenuhan penikmat karya seni, karena muncul berbagai aliran
baru seperti pada seni lukis dan cabang seni lainnya.

2.
3.

Meningkatkan popularitas para seniman, karena seni modern selalu menyertakan


nama senimannya pada setiap karya yang diciptakan.
Memberikan kemudahan masyarakat, karena banyak penemuan-penemuan baru dari
hasil

eksperimen

para

seniman

modern.

E. Perbedaan Modernisme dengan Posmodern (Seni Rupa dan Desain)


Sebelum kita membahas perbedaan modernisme dengan postmodern dalam bidang seni,
perlu kita ketahui seperti apa ciri dari postmodern. Paham postmodern sangat sulit didefinisikan,
tetapi dari segi cirinya, kita dapat membedakan antara modernisme dengan postmodern.
Paham postmodern menyuarakan penentangannya terhadap kemapanan paham modern yang
telah membawa manusia kehilangan jati dirinya, sehingga mengakibatkan msayarakat yang
seragam, serba kaku, mengabaikan keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia, sedangkan
postmodern memberi ruang gerak yang lebih luas terhadap tumbuhnya kebudayaan bangsabangsa
yang
begitu
berpariasi.
Berikut adalah beberapa ciri postmodern yang menjadi sumber perbedaaannya dengan
modernisme :
1. Menolak gaya yang tunggal (universal)dan lebih memperjuangkan pluralisme gaya.
2. Sejarah dan tradisi dihidupkan kembali
3. Ornamen dan dekorasi dianggap penting
4. Kontradiksi (menyatu dengan yang lama)
5. Seni dianggap sebagai bahasa atau system tanda (semiotika)
6. Tidak mengedepankan fungsi
Dari kedua aliran/paham di atas (modernisme dan postmodern), kita tentu tidak bisa lepas
dari paham seni tradisional, karena seni tradisional merupakan sumber dari paham yang ada.
Seni tradisional adalah seni yang dibuat secara turun-temurun sebagai karya kolektif dari sebuah
masyarakat. Berikut adalah ciri-ciri dari seni tradisional :
1. Nama seniman tidak disertakan pada karya, karena dianggap sebagai karya bersama.
2. Bersifat religius dan magis
3. Selalu mengacu pada budaya daerah setempat
4. Ornamen selalu disertakan (diprioritaskan)
F. Aliran-Aliran Seni Rupa Modern
1. Aliran Neo-Klasik

Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari
kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia
lainnya. Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga
menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan
panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan,
melainkan
semata-mata
ingin
melukis
saja.
Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai
dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam
babakan modern. Pada tahun 1784, David melukiskan SUMPAH HORATII. Lukisan ini
menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat
sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya
menangis
di
sebelah
kanan.
Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan
kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David
merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional,
objektif,
penuh
dengan
disiplin
dan
beraturan
serta
bersifat
klasik.
Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE
INGRES
(1780-1867)
Contoh
lukisan
Neo-Klasik
dapat
dilihat
pada
lampiran.
2. Aliran Romantik
Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean
Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki
pikiran
tetapi
juga
memiliki
perasaan
dan
emosi.
Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :

Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran NeoKlasik)
Eksotik, kerinduan pada masa lalu

Digunakan untuk perasaan dari penontonnya

Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme
adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul RAKIT
MENDUSA. Romantisme berasal dari bahasa Perancis Roman (cerita), sehingga aliran ini
selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat. Contoh
lukisannya
dapat
dilihat
pada
lampiran.
3.

Aliran

Realisme

Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka


menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang

bernama
Courbet
dari
Perancis
mengatakan
:
TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA,
artinya ia tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak
real/nyata). Aliran Realisme selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang
bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet
(1819-1877) memandang bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisanlukisan Courbet selalu menampilkan kenyataan hidup yang pahit seperti Lukisan Pemecah
Batu
dll.
Lihat
contoh
pada
lampiran.
4.

Aliran

Naturalisme

Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan
segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari
aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan
isinya. Monet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya
mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme,
tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.
Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan
realismenya Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip
Monet adalah seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme
sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris
adalah Thomas Gainsbrough (1727-1788). Berikut adalah contoh lukisan Naturalis

5.

Aliran

Impresionis

Apabila ada orang mendengar istilah Impresionisme, maka asosiasi mereka


biasanya tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak
mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak
diilhami oleh penemuan-penemuan Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh
impresionisme dari Prancis bernama Piere Auguste Renoir (1841-1919).
Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa
busana. Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis
dilakukan di luar studio. Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas
dan nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu.

6.

Aliran

Ekspresionisme

Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya
menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan
dengan batin, sehingga muncullah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah
tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang
mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi.
Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke
arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin. Berikut adalah salah satu contoh
lukisan ekspresionisme karya Affandi dengan judul Potret Diri .
7.

Aliran

Fauvisme

Nama fauvisme berasal dari bahas Prancis Les Fauves, yang artinya binatang
liar. Aliran fauvisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek
lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau
lainnya. Lukisan-lukisan fauvis betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran
sebelumnya.
Pelukis fauvisme cenderung melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti
dari sebuah lukisan yang dibuat. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang
banyak terinspirasi oleh goresan warna Vincent Van Gogh, sampai-sampai ia berkata ; Saya
lebih mencintai Van Gogh dari pada Ayah saya. Tokoh lain dari aliran ini adlah Henri
Matisse,
Henri
Rousseau
dll.
8.

Aliran

Kubisme

Aliran kubisme dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang


mengatakanbahwa bentuk dasar dari segala bentuk adalah silinder , bola, balok dan semua
bentuk yang ada di dalam di pengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu
titik tengah. Karya Picasso menjadi insfirasi kemunculan karya- karya kubisme, karena motif
geometris
digunakan
oleh
Picasso.
Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sangat
terkenal adalah Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak
tokoh
lain
yg
menganut
Kubisme
seperti
Juan
Gris
dll.
9.

Aliran

Abstraksionisme

Aliran Abstraksionime adalah aliran yg berusaha melepaskan diri dari sensasisensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek. Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua
yaitu.

Abstrak kubistis, Yaitu abstrak dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus
dan
segi
tiga.
Tokoh aliraran ini berasal dari Rusia yaitu Malivich [1913]
Abstrak Nonfiguratif, Yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai
ugkapan perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya.
Bentuk alami ditinggalkan sama sekali. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.

Contoh
10.

karya;
Aliran

Futuris.

Aliran Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran
kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung
menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll. Tokoh aliran
ini antara lain

Carlo Carra

Buido Severini

Umbirto Boccioni

F.T Marineti
11.

Aliran

dadaisme

Aliran dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep aliran sebelumnya.


Aliran ini mepunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum seni yg telah berlaku. Ciri
aliran ini sinis, nihil dan berusaha meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar belakangi oleh perang
dunia
pertama
yg
tak
kunjung
berhenti.
Perang yg tak kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di
muka bumi, sehinga pandangan dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni. Tokoh
Dadisme adalah Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco dll.
12.

Aliran

Surealisme.

Aliran surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud
mengenai ketidak sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak
logis
dan
penuh
fantasi,
seakan-akan
melukis
dalam
mimpi.
Tokoh surealis yaitu
Salvador Dali
Maxt Ernest

Jona Mirod

Contoh karya;

SENI RUPA KONTEMPORER


Pengertian
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.
Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan
kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh
aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah
karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan
yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.
Ciri-ciri
*
Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
*
Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis,
patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
Contoh
Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
Seniman
Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho.

Seni Rupa kontemporer

Seni Kontemporer adalah perkembangan seni yang terpengaruh dampak modernisasi dan
digunakan sebagai istilah umum sejak istilah Contemporary Art berkembang di Barat sebagai
produk seni yang dibuat sejak Perang Dunia II. Istilah ini berkembang di Indonesia seiring makin
beragamnya teknik dan medium yang digunakan untuk memproduksi suatu karya seni, juga
karena telah terjadi suatu percampuran antara praktek dari disiplin yang berbeda, pilihan artistik,
dan pilihan presentasi karya yang tidak terikat batas-batas ruang dan waktu.
Tafsiran lain mengenai praktek seni kontemporer di Indonesia:
1. Dihilangkannya sekat antara berbagai kecenderungan artistik, ditandai
dengan meleburnya batas-batas antara seni visual, teater, tari, musik.
2. Intervensi disiplin ilmu sains dan sosial, terutama yang dicetuskan
sebagai pengetahuan populer atau memanfaatkan teknologi mutakhir.
Istilah ini dianggap bisa menyertai sebutan seni visual, musik, tari, dan teater. Meskipun di
Barat, istilah Contemporary Art jamak digunakan untuk menyebut praktek seni visual sesuai
kebutuhan kegiatan Museum maupun lembaga pencetus nilai seperti Galeri Seni dan Balai
Lelang.
[sunting] Perkembangan seni kontemporer Indonesia
Khalayak Seni visual di Indonesia, mencatat istilah ini sejak awal 70-an, ketika Gregorius
Sidharta memberi judul pamerannya sebagai Seni Patung Kontemporer. Pelaku seni lain,
Gerakan Seni Rupa Baru -dimediasikan Sanento Yuliman dan Jim Supangkat- berusaha
menegaskan keberadaan praktek seni yang percaya dengan adanya berbagai tata acuan untuk
masyarakat yang tidak tunggal. Bagi Sanento, seni rupa modern Indonesia bukanlah lanjutan dari
seni rupa tradisional.