Anda di halaman 1dari 5

Studi Desain Reaktor Nuklir LSPR Berpendingin Pb-Bi

Berbahan Bakar Uranium Alam


Beserta Rancangan Analisis Ekonomis

Fran Kurnia1, Indarta Kuncoro Aji1, Zaki Su’ud2


1
Mahasiswa Fisika 2005 anggota Laboratorium Fisika Nuklir ITB
2
Ketua KK Nuklir dan Biofisika dan kepala Laboratorium Fisika Nuklir ITB
Email : f_124_n@students.itb.ac.id

Abstrak
Reaktor nuklir tipe LSPR dengan menggunakan bahan bakar uranium alam telah dirancang
dengan menggunakan program SRAC 2002. Analisis netronik dijelaskan dengan menggunakan
persamaan transport netron yang diselesaikan dengan menggunakan model persamaan difusi 2 grup 1
dimensi. Analisis thermal hydraulic dikerjakan dengan menggunakan persamaan konduksi termal dan
hukum pendinginan Newton yang diselesaikan secara numerik dengan bantuan program MS-Excelltm.
Kemudian analisis lebih lanjut mengenai terjadinya kecelakaan UTOP untuk masing-masing keadaan.
Untuk analisis ekonomi telah dilakukan beberapa perhitungan untuk memprediksi harga pasokan energi
listrik yang dapat ditawarkan pada konsumen. Hasil analisis netronik yang didapat menunjukan reaktor
LSPR dapat menghasilkan energi listrik sekitar 53 MWe secara efektif selama 20 tahun. Dari analisis
thermal hydraulic diperoleh bahwa distribusi energi terbesar terdapat pada bagian tengah dari inti
reaktor. Selain itu distibusi temperatur pada pendingin cenderung meningkat seiring beroperasinya
reaktor. Kecelakaan yang mungkin terjadi dalam reaktor seperti UTOP, telah dianalisis dan tidak
menimbulkan hasil yang fatal. Segi ekonomi didapat hasil yang berada jauh dibawah harga modal
energi listrik yang dimiliki Indonesia saat ini (≈ 0.9$/kWh).
Kata kunci : LSPR, UTOP, NPP Economy, Thermal Hydraulic

1. Pendahuluan Dimana sebelumnya sodium (Na23)


Dalam era teknologi saat ini reaktor nuklir diprediksi akan menjadi coolant yang baik.
telah menjadi penghasil listrik yang cukup Beberapa keunggulan Pb-Bi Eutectic
menjanjikan karena mampu menghasilkan dibandingkan dengan Na23 ialah: (1)
energi listrik yang aman bagi kehidupan Reaktivitas terhadap air Na23 lebih besar
manusia. Dengan keberadaan reaktor nuklir daripada Pb-Bi. (2) Temperatur didih Na23
saat ini berpotensi untuk menggantikan (≈883oC) jauh lebih rendah dibandingkan
pembangkit listrik lainnya yang cenderung dengan Pb-Bi (≈1670oC) sehingga
mengabaikan polusi udara yang cukup penanggulangan kecelakaan pada Pb-Bi
berbahaya untuk makhluk hidup. Sebagian dapat dianisipasi lebih baik. (3) Massa jenis
besar orang berpendapat bahwasanya sebuah Pb-Bi lebih besar (≈12 kali) dari massa jenis
reaktor nuklir membutuhkan peralatan yang Na23, sehingga viskositas Pb-Bi menjadi
canggih dan sangat mahal serta fisiknya lebih besar.
yang sangat besar. Dalam prakteknya reaktor Sisi lain yang menjadi perhatian khusus
nuklir tidak selalu memiliki bentuk yang luar ialah ekonomi karena ekonomi merupakan
biasa besar. Akan tetapi dapat pula dalam jalur penghubung antara teknologi dengan
bentuk yang lebih kecil. Reaktor yang kesejahteraan manusia. Pada dasarnya
memiliki bentuk yang lebih kecil dapat banyak negara didunia ini tidak memiliki
menyebabkan produksi energi yang lebih areal yang cocok untuk reaktor yang
kecil, tetapi desain dan rancang bangunnya berukuran besar. Seperti yang terdapat pada
menjadi lebih sederhana. Reaktor nuklir beberapa negara-negara berkembang. Jika
dalam ukuran kecil ini biasanya disebut hanya untuk suatu daerah lokal yang hanya
dengan SMR (Small & Medium Reactor). memerlukan sedikit energi listrik, maka
Beberapa penelitian tentang SMR telah dalam kasus ini dapat dikikis biaya
dilakukan diberbagai belahan dunia karena pemborosan untuk pembangunan reaktor
meninjau potensi yang mampu diberikan nuklir besar. Selain itu reaktor kecil tidak
oleh SMR. Dalam hal ini LSPR merupakan membutuhkan infrastruktur yang kompleks
salah satu jenis SMR yang akan dikaji lebih ataupun teknisi yang sangat pandai dalam
lanjut. pengoperasiannya. Dengan demikian reaktor
Hal lain yang menarik perhatian ialah kecil dapat menjadi sebuah solusi dalam
bahan pendingin (coolant) yang digunakan mengatasi kelangkaan energi listrik dunia.
dalam reaktor LSPR ialah Pb-Bi Eutectic.
2. Metodologi Kemudian dapat disimulasikan dengan
Metodologi yang digunakan dalam menggunakan bantuan MS-Excelltm. Berikut
penelitian ini merupakan sebuah simulasi merupakan algoritma yang digunakan.
dengan menggunakan program yang dibuat input
khusus untuk perancangan reaktor nuklir
yaitu SRAC 2002. Sebagai langkah awal
dikumpulkan data-data mengenai reaktor nilai rata-rata energi yang
LSPR [ref.a] dan karakteristik dari bahan dihasilkan
pendingin yang digunakan [ref.b]. Kemudian
dengan menggunakan SRAC 2002 dapat
dilakukan desain netronik dengan temperatur awal dan
memecahakn persamaan difusi multigrup akhir yang terdapat pada
(dalam kasus ini hanya dibuat dalam 2 grup) reaktor
sebagai berikut:
1 ∂φg G G
−∇.Dg∇φ +Σtgφg ( r,t) = ∑Σsg'gφg + χg ∑υgΣfgφg +Sg …(1) pola distribusi energi dan
υg ∂t g'=1 g'=1
pola distribusi temperatur
g =1,2,3,...,G pada reaktor
Gambar 2 : Algoritma analisis thermal hydraulic
Dengan menggunakan algoritma berikut Selanjutnya analisis kecelakaan UTOP
ini diperoleh nilai cross section dan dengan yang dapat terjadi pada reaktor dapat
perhitungan untuk bagian inti (core) reaktor dijelaskan dengan menggunakan beberapa
yang menghasilkan nilai keff yang dapat persamaan matematis berikut ini:
digunakan untuk menentukkan umur reaktor −ρex
nuklir yang telah dirancang. p = 1+ …( 5)
Po Apin H Po Apin
(α D + α FAX + α RD + αco ) + ( α D + α FAX )
2FoCp 2π kFu B
tm
START Dengan bantuan MS-Excell dapat
diperoleh hasil simulasi yang telah dilakukan.
m burn up
Sebagai langkah akhir dilakukan
CELL MODULE
SRAC PUBLIC LIBRARY
JENDL-3.2, ENDF/B, JEF
CALCULATION perhitungan mengenai rancangan analisis
ekonomis dengan menggunakan beberapa
persamaan berikut:
⎛ t ⎞ ( Lcap.E − c dep) ⎛ t ⎞⎛ bi. b ⎞⎛ 1 ⎞ ⎡ i.(1+ i) ⎤ ⎡ KC
n cell
. u Ki. .C ⎤
SRAC USER LIBRARY HOMOGENISATION & K

…( 6)
COLLAPSING
Lctax = ⎜ −⎜ ⎟⎜ ⎟⎜ ⎟× ⎢ ⎥ ⎢C − +
Flux, Mikroskopik,
⎟ ⎥
⎝1−t ⎠⎝ i ⎠⎝ E ⎠ ⎢⎣(1+ i) −1⎥⎢ ( i) (1+ i) ⎦⎥
Makroskopik
⎝1−t ⎠ +
K
E 1
⎦⎣
( fixed O&M ) + ⎣⎡( var O&M) ×( capacity factor)⎦⎤
CORE CALCULATION
CITATION MODULE Lom = …( 7)
E
B
F (1+ i) +
ld

(1+ i)
lg+N

…( 8)
m burn up
NUCLEAR Lb =
CHARACTERISTICS
E⎡ 1 1 1 1 ⎤
⎢ + + + + N⎥
N ⎢(1+ i) (1+ i)2 (1+ i)3 (1+ i) ⎦⎥

⎡ B ⎤
F (1+ i) +
ld
FINISH
⎢ 1+ i) ⎥⎥
(
lg
⎛ t ⎞⎢
Lbtax = ⎜ ⎟ ⎢Lb − …( 9)
Gambar 1: Algoritma SRAC 2002 ⎝1−t ⎠ E ⎥
Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk ⎢ ⎥
⎣ ⎦
analisis thermal hydraulic dengan Ltotal = Lcap + Lfc + Lctax + Lom + Lb + Lbtax …(10)
menggunakan beberapa persamaan sebagai
berikut: Dengan bantuan MS-Excelltm dapat
q′
Δ TFUEL = … (2) diperoleh hasil simulasi yang telah dilakukan.
4π k F
3. Hasil dan Analisis
q′′ = hs (TS − TC ) … ( 3) Berdasarkan hasil perhitungan yang telah
dilakukan maka masa waktu penggunaan
reaktor yang efektif ialah selama 20 tahun
⎡⎛ ⎛ ⎛ H ⎞⎞ ⎞ ⎤
⎢⎜ Acos⎜α ⎜iΔz − ⎟⎟ Apin−coolant Δz ⎟ ⎥ (grafik 1) untuk beberapa nilai enrichment
TC =Tinlet + ⎢⎝ ⎝ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎠ ⎥ …4
MflowCp ⎥ ( )
yang digunakan. Dalam perancangan yang
⎢ telah dilakukan ditemukan kecenderungan
⎢ ⎥ peluruhan nilai keff yang terdapat pada reaktor.
⎣ ⎦
Selain daripada itu, distribusi temperatur
Multiplication Factor
yang terjadi pada permukaan luar (surface)
juga mengalami kenaikan dan mencapai
1,15
1,1 puncak ketika berada di sekitar bagian tengah
1,05 batang bahan bakar. Kemudian mengalami
K-eff 1
penurunan yang cukup drastis setelahnya
0,95
0,9 (grafik 4).
0,85
T surface
00

02

03

03

03

03

03

03

03
0

0
E+

E+

E+

E+

E+

E+

E+

E+

E+

E+

E+
00

30

46

19

92

65

38

11

84

57

30
0,

7,

1,

2,

2,

3,

4,

5,

5,

6,

7,
time step (day) 4,0000000000
00E+02
3,9000000000
enrichment 6,25% enrichment 7,5% enrichment 8%
00E+02

suhu (C)
3,8000000000
Grafik 1 memperlihatkan peluruhan keff yang terjadi 00E+02
3,7000000000
dalam reaktor pada beberapa nilai enrichment dalam 00E+02
selang waktu 20 tahun 3,6000000000
00E+02
3,5000000000
Pada bagian hasil analisis thermal 00E+02

137
205
274
342
410
479
547
616
684
752
68,
hydraulic diperoleh hasil yang
merepresentasikan alur distribusi energi secara
H (cm)
axial (grafik 2) yang memperlihatkan
kemampuan reaktor dalam memproduksi Grafik 4 memperlihatkan distribusi temperatur yang
energi akan mencapai nilai maksimum ketika terjadi dalam reaktor secara axial.
berada di tengah core suatu reaktor nuklir.
Pada bagian akhir analisis thermal
Power density hydraulic diperlihatkan perubahan suhu yang
terjadi pada pusat reaktor itu sendiri. Hal ini
distribusi energi (W/cc)

300 sangat dipengaruhi distribusi energi yang


250 terjadi dalam reaktor, oleh sebab itu temperatur
200 tertinggi pada pusat reaktor akan berada pada
150 bagian tengah yang sangat mirip dengan
100
distribusi energi yang terdapat dalam reaktor
50
0 (grafik 5).
T centre
2
8
4
0
6
2
8
4
0
0
76
15
22
30
38
45
53
60
68
76

H (cm) 4,000000000
000E+03
3,000000000
Grafik 2 memperlihatkan alur distribusi energi secara
suhu (C)

axial 000E+03
2,000000000
000E+03
1,000000000
Kemudian hasil yang diperoleh pada 000E+03
0,000000000
kenaikan suhu bahan pendingin (grafik 3) akan
000E+00
mencapai asimtot atau berada dalam keadaan
207
5
344
412
0
549
617
686
4
2
134
68 0

27

47

75
,

stagnan setelah mencapai nilai tertentu.


T coolant H (cm)

Grafik 5 memperlihatkan perubahan suhu yang terjadi


3,6800000000 dalam pusat reaktor LSPR.
00E+02
3,6600000000
00E+02
3,6400000000 Pada analisis UTOP dimana energi
suhu (C)

00E+02
3,6200000000 transien tidak lagi dapat dikontrol sepenuhnya,
00E+02
3,6000000000 sehingga terjadi kenaikan yang cukup tinggi.
00E+02
3,5800000000
Kenaikan energi transien (grafik 6) akan
00E+02
3,5600000000
meyebabkan kenaikan suhu bahan pendingin
00E+02
0
98,8
198
296
395
494
593
692

dan bahan bakar pada waktu yang bersamaan.


Kenaikan temperatur ini akan menimbulkan
umpan balik negatif sebagai kompensasi
H (cm)
kenaikan reaktivitas eksternal. Kemudian
Grafik 3 memperlihatkan kenaikan temperatur yang temperatur akhir bahan pendingin (grafik 7)
dialami bahan pendingin dalam reaktor LSPR. dan temperatur akhir bahan bakar (grafik 8)
akan sangat bergantung pada konstanta umpan
balik dan karakteristik termal seperti kapasitas
panas bahan pendingin dan konduktivitas Distribusi Tem peratur Pada Berbagai
Harga Natural Circulation
panas bahan bakar.

Power in Asymptotic State (UTOP) 600

Temperatur (C)
500
400
2 300
200
1,5
Power

100
1 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
0,5
Natural Circulation (% )
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
T co,av T fu,av

Reactivity Grafik 9 memperlihatkan perubahan nilai rata-rata bahan


bakar dan bahan pendingin terhadap nilai sirkulais alamiah
yang dimiliki reaktor.
Grafik 6 memperlihatkan kenaikan energi transien
terhadap reaktivitas yang terjadi. Semua hasil perhitungan diatas telah
direkapitulasi secara ekonomi dengan
Temperature coolant average menggunakan beberapa persamaan ekonomi
(UTOP) diatas. Berikut merupakan tabel hasil
perhitungan biaya yang dibutuhkan dalam
pembangunan reaktor LSPR:
420
Effective interest rate i ($/$.yr) 0,04525
410 Return on and return of
T co,av

400 a capital investment C ($) 42400000


390 Cu ($/yr) 3266613,4
E (kWh/yr) 324996000
380
Lcap
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

(mills/kWh) 10,051242
Reactivity Fixed charge on a Lfc
Grafik 7 memperlihatkan kenaikan temperatur bahan capital investment (mills/kWh) 3,9138943
bakar yang terjadi dalam reaktor sebagai fungsi reaktivitas. Taxes on a capital Lctax
investment (mills/kWh) 2,3318242
Temperature Fuel Average (UTOP)
Operation and Lom
maintenance (mills/kWh) 2,2341813
Fuel cycle expenses
535
Direct expenses F ($/yr) 1041812,3
530
B ($/yr) 192634,5
T fu,av

525 Lb
520 (mills/kWh) 4,2005431
Lbtax
515
Fuel taxes (mills/kWh) 0,2828044
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Total levelized power Ltotal


Reactivity cost (mills/kWh) 23,014489
Tabel 1 memperlihatkan hasil perhitungan ekonomi yang
Grafik 8 memperlihatkan kenaikan temperatur bahan diprediksi dalam membangun sebuah reaktor
pendingin yang terjadi dalam reaktor sebagai fungsi
reaktvitas.
4. Kesimpulan
Reaktor nuklir tipe LSPR berpendingin
Selain itu dapat dianalisis pula
Pb-Bi berbahan bakar uranium alam beserta
ketergantugan harga temperatur bahan bakar
racangan analisis ekonomi telah diselesaikan.
dan temperatur bahan pendingin terhadap
Penggunaan reaktor ini mampu menghasilkan
sirkulasi alamiah yang terjadi di dalam reaktor
energi sekitar 50 MWe selama 20 tahun secara
LSPR. Seperti yang ditunjukan pada grafik 9,
aman. Analisis kecelakaan terhadap reaktor ini
dimana temperatur bahan pendingin dan bahan
juga memperlihatkan keselamatan yang
bakar tidak berubah secara signifikan setelah
reliabilitas terhadap aplikasinya. Rancangan
mengalami sirkulasi alamiah diatas 30%.
ekonomi yang terstruktur telah
Karena temperatur akhir lebih banyak
bergantung pada nilai reaktivitasnya.
memperlihatkan investasi yang cukup
menjanjikan.
Penggunaan reaktor berukuran lebih kecil
menyebabkan beberapa faktor kompleks dapat
direduksi secara maksimal tanpa
mempengaruhi keamanan reaktor. Prospek
dalam pengembangan reaktor-reaktor kecil
masih dalam tahap berkembang. Sehingga
beberapa penelitian yang tentang reaktor
berukuran kecil masih dapat terus berlangsung.

5. Referensi
a. Sekimoto, Hiroshi.et all. A long-life small
reactor for developing coutries
“LSPR”. Research laboratory for
nuclear reactors, TIT, Tokyo, Japan
b. Kopelman, Bernard.Material for Nuclear
Reactor.1959. USA : Mc Graw-Hill
Book Company, Inc.
c. Duderstadt.et all. Nuclear Reactor
Analysis. 1976. USA : John Wiley &
Sons, Inc.
d. Waltar, Alan E.et all. Fast Breeder
Reactor. 1981. USA : Pergamon Press