Anda di halaman 1dari 4

27.

Kapan kewajiban dapat dikatakan telah lenyap (extinguished)?

Jawaban
Kewajiban dapat dinyatakan lenyap dan diawaakui dari catatan bila debitor telah:
a. membayar kreditor dan terbebaskan dari semua keharusan yang melekat pada
kewajiban, dan
b. dibebaskan secara hukum sebagai penanggung utang uama oleh keputusan pengadilan
atau kreditor.
Keadaan pembebasan substantif tidak memenuhi kriteria kritis untuk mengakui kewajiban.
Kewajiban tidak lenyap dengan sendirinya meskipun perusahaan telah menyediakan dana
yang cukup untuk melunasinya.
Pembebasan substantif adalah suatu keadaan yang dicapai pada saat debitor telah
menempatkan kas atau asset lainnya ke perwalian yang ditunjukan semata-mata untuk
pelunasan utang tertentu (dan tidak dapat ditarik kembali) dan pada saat itu dapat dipastikan
bahwa debitor tidak lagi harus melakukan pembayaran karna dana yang terkumpul dan aliran
kas dari asset tersebut cukup untuk menutup pokok pinjaman dan bunga.
Masalah teoritis dalam hal pembebasan substantif adalah apakah pada saat terjadi
pembebasan substantif perusahaan dapat mengakui kewajiban. Pada awalnya standar yang
terdapat dalam FASB memperbolehkan pengakuan kewajiban pada saat tercapainya
pembebasan substantif melalui SFAS No. 76. tetapi kemudian membatalkannya dengan
dikeluarkan SFAS No. 125. Dalam standar tersebut FASB menegaskan bahwa pada saat
terjadi pembebasan substantif, kewajiban tidak dapat dihapus karena kejadian tersebut tidak
memenuhi karakteristik atau kriteria kritis sebagaimana yang tercantum dalam standar.
Alasan yang lain yang sering dikemukakan adalah pengakuan kewajiban pada saat
tercapainya pembebasan substantif sama saja dengan mengkompensasi kewajiban dengan
aset. Hal ini merupakan praktik tidak layak.
28.

Dapatkah asset financial digunakan untuk melunasi kewajiban? Kapan kewajiban di


anggap lenyap atau tuntas bila pelunasan menggunakan Asset financial?

Jawab
Untuk melunasi kewajiban,suatu entitas dapat mentransfer asset financial (termasuk kas),
barang atau jasa. Pada umumnya, bila kewajiban telah dilunasi dengan mentransfer secara
penuh kas, barang atau jasa ke krebitor, maka saat itu pelunasan di anggap tuntas.
Pelunasan kewajiban dengan asset financial juga dapat bersifat tuntas bila penyerahan asset
financial bersifat tak bersyarat dan di anggap sebagai penjualan. Artinya, asset financial di

anggap dijual secara tunai dan kas yang diterima seketika itu pula di anggap untuk melunasi
kewajiban.
29.

Bila kewajiban dilunasi sebelum jatuh tempo, bagaimana perlakuan terhadap selisih
antara harga pelunasan dan nilai bawaan?

Jawab
Bila utang dilunasi sebelum jatuh tempo debitor harus menebus utang tersebut dengan harga
pasarnya sehingga dapat terjadi selisih antara nilai bawaan dan nilai penebusan. Yang menjadi
masalah adalah apakah selisih tersebut dapat diperlakukan sebagai untung/rugi atau sebagai
penyesuai ekuitas pemegang saham. Dalam hal untung dia dianggap sebagai jumlah rupiah
kredit yang menunjukkan semacam suatu sumbangan oleh satu kelompok investor kepada
kelompok investor lainnya. Dalam hal rugi dia dianggap sebagai berkurangnya hak atas laba
ditahan.
Bergantung pada sifatnya untung atau rugi dapat dilaporkan sebagai pos ordiner atau pos
ekstraordiner. Kriteria untuk menentukan hal ini adalah apakah pos tersebut merupakan
akibat dari transaksi atau kejadian yang mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Sangat berbeda dengan kegiatan operasi rutin kesatuan usaha
b. Tidak diharapkan akan sering terjadi
c. Berpengaruh material terhadap operasi perusahaan secara keseluruhan
30.

Bila kewajiban dilunasi sebelum jatuh tempo dengan pendanaan kembali, bagaimana
perlakuan terhadap selisih antara harga pelunasan dan nilai bawaan?

Jawab
Untuk perlunasan dengan pendanaan sebenarnya terdapat tiga perlakuan alternative untuk
selisih yaitu:
a. Selisih diamortisasi selama sisa umur semula utang yang ditarik kembali
b. Selisih diamortisasi selama umur utang baru yang diterbitkan
c. Selisih diakui pada saat penarikan dan dilaporkan distatemen laba rugi tahun bersangkutan
Perlunasan utang sebelum jatuh tempo sama sifatnya dengan perlunasan pada saat jatuh
tempo tanpa memperhatikan cara untuk melaksanakan hal tersebut (dengan pendanaan
kembali atau tidak). Untung atau rugi dapat dilaporkan sebagai pos ordiner atau ektraordiner
tergantung pada penilaian terhadap kondisi yang melingkupi transaksi.

31.

Mengapa FASB menetapkan bahwa selisih harga penarikan kembali dan nilai bawaan
utang yang di lunasi sebelum jatuh tempo di akui sebagai laba/rugi tahun berjalan ?

Jawab
APBO No. 4 menggariskan sebagai berikut
Selisih antara harga penarikan kembali dan nilai bawaan netto utang yang dilunasi harus
diakui pada periode penarikan dan dilaporkan dalam statement laba-rugi sebagai untung atau
rugi dan dipisahkan dengan pos untung atau rugi lainnya. Untung atau rugi tidak selayaknya
diamortisasi untuk periode-periode masa datang.
Karena kembali lagi, dalam hal untung dia dianggap sebagai jumlah rupiah kredit yang
menunjukkan semacam suatu sumbangan oleh satu kelompok investor kepada kelompok
investor lainnya. Dalam hal rugi, dia dianggap sebagai berkurangnya hak atas laba ditahan.
Sehingga efek dari untung/rugi langsung dirasakan pada tahun yang bersangkutan. Dan lagi,
hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang sering terjadi dan berada diluar operasi rutin
perusahaan.

32.

Apakah yang disebut dengan sekuritas hibrida? Berilah beberapa contoh.

Jawab
Sekuritas hibrida atau utang terkonversi adalah salah satu instrumen finansial berupa
sekuritas utang yang biasanya mempunyai status sebagai kewajiban dan sekaligus ekuitas
dimana pemegang instrumen memiliki hak istimewa untuk mengubah status utang menjadi
equitas setiap saat selama hak tersebut masih berlaku.
contoh: obligasi terkonversi. obligasi terkonversi pada umumnya diterbitkan untuk menarik
para investor karena mereka dapat menggeser resiko atau mengubah status sekuritas menjadi
lebih mnguntungkan. Hak konversi digunakan untuk menarik investor untuk mengimbangi
tingkat bunga nominal yang terlalu rendah dibanding tingkat bunga umum.

33.

Apakah yang dimaksud dengan obligasi terkonversi dan masalah akuntansi apa yang
dihadapi akuntansi pada saat pengakuan, pengkonversian, dan pelunasan ?

Jawab

Obligasi terkonversi (convertible debt) merupakan salah satu instrumen financial yang
merupakan alat pembayaran atau penjaminan yang dapat digunakan oleh pemegangnya untuk
melunasi utang.
Masalah akuntansi yang dihadapi :

Masalah dalam pengakuan


Apakah harga penerbitan (kos) obligasi harus dipecah menajdi porsi yang
merepresentasi utang obligasi (masuk kewajiban) dan porsi yang merepresentasi hak
konversi (masuk ekuitas sebagai modal setoran/paid-in capital) atau harga penerbitan

tidak dipecah dan utang terkonversi dianggap utang semata-mata (solely as debt).
Masalah dalam pengkonversian
Bila obligasi di konversi segera, perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk

memanfaatkan penghematan pajak (tax shield).


Masalah dalam pelunasan
Pelunasan hutang bukan merupkan hal yang diharapkan oleh penerbit (dalam
likuidasi, utang di prioritaskan) . penerbit lebih mengharapkan konversi dimasa
datang pada saat harga saham menaik dan melebihi harga konversi.

34.

Apakah yang dimaksud dengan pembebasan substantif (in-substance defeasance) dan


apa bedanya dengan pembebasan biasa (ordinary defeasance).

Jawab
Pembebasan substantif (in-substance defeasance) merupakan suatu keadaan yang dicapai
pada saat debitor telah menempatkan kas atau asset lainnya keperwalian yang ditunjukan
semata-mata untuk pelunasan hutang tertentu (dan tidak dapat ditarik kembali) dan pada saat
itu dapat dipastikan bahwa debitor tidak lagi harus melakukan pembayaran karena dana yang
terkumpul dan aliran kas dalam asset tersebut cukup untuk menutup pokok pinjaman dan
bunga.
Perbedaan antara pembebasan substantif dengan pembebasan biasa adalah kewajiban
dinyatakan terlunasi dan lenyap apabila telah dilakukan pembayaran atau telah terjadi
pembebasan secara hukum oleh pihak kreditor atau pengadilan sedangkan pembebasan
substantif kewajiban dianggap lunas apabila debitor menaruh kas atau asset lainnya
keperwalian dan aliran kas dari asset tersebut cukup untuk pelunasan pembayaran bunga serta
pokok pinjaman.