Anda di halaman 1dari 9

CERAMIC PHASE DIAGRAM

Seperti diagram fasa Cu-Ni


Terjadi solid solution, Al3+
dapat disubstitusi oleh Cr3+
karena :
- muatan ion Al dan Cr sama
(+3)
- jari-jari Al dan Cr hampir
sama
(rAl = 0,053 nm, rCr = 0,062
nm)
- struktur kristal Al2O3 =
Cr2O3
yaitu cubic

Seperti diagram fasa Pb-Mg


Ada fasa intermediate =
spinel,
MgAl2O4 (MgO-Al2O3)
dengan komposisi :
50 mol% Al2O3 - 50 mol%
MgO
(72 wt% Al2O3 - 28 wt%
MgO)
Fasa
intermediate

Kelarutan Al2O3 dalam MgO


pada T < 1400 oC terbatas
karena :
- Perbedaan muatan ion
Mg (+2) dan Al (+3)
- Perbedaan jari-jari ion
Mg dan Al besar (rMg =
0,072 nm,
rAl = 0,053 nm)

Ada 2 titik eutectic (

Komposisi CaO hanya 31 wt


% CaO (50 mol% CaO)
untuk membentuk senyawa
CaZrO3
Ada 1 titik eutectic (pada
2250 oC, 23 wt% CaO)
Ada 2 titik eutectoid
* 1000 oC ; 2,5 wt% CaO
* 850 oC ; 7,5 wt% CaO
Ada 3 struktur kristal,
yaitu :
* tetragonal
* monoklinik
* cubic

Perubahan fasa ZrO2 dari


tetragonal menjadi
monoklinik pada 1150 oC
menyebabkan keramik
menjadi crack sehingga
tidak dapat digunakan
Untuk menstabilkannya
ditambahkan dengan 3-7 wt
% CaO.
dengan komposisi ini,
pada T >
1000 oC akan terbentuk
fasa cubic
dan tetragonal

Selama proses pendinginan


hingga mencapai suhu
kamar, fasa monoklinik dan
CaZr4O9 tidak terbentuk
(seperti yang diharapkan
pada diagram fasa),
sebagai konsekuensinya,
fasa cubic dan tetragonal
akan dipertahankan dan
pembentukan crack tidak
dapat dihindari

Ada 1 titik eutectic pada :


T = 1587 oC; 7,7 wt% Al2O3
Terdapat senyawa intermediate :
mullite (3Al2O3-2SiO2)

Senyawa
intermediate