Anda di halaman 1dari 63

BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Menurut (Armanto Witjaksono, 2006) Sistem akuntansi biaya dituntut
tidak saja mampu mengukur biaya aktual suatu organisasi dimasa lampau,
tapi juga mampu memberi informasi mengenai proyeksi atau estimasi biaya
serupa

dimasa

mendatang.

Untuk

memenuhi

kebutuhan

tersebutlah

dikembangkan sitem biaya standar, sering disingkat dengan biaya standar


(standard cost).
Secara sederhana, standar biaya didefinisikan sebagai biaya yang telah
ditentukan sebelumnya untuk memproduksi satu unit atau sejumlah produk
dalam periode tertentu. Standar adalah harga, biaya, atau kuantitas yang
ditetapkan dengan cermat yang dinyatakan atas basis per unit. Suatu
standar sebaiknya dianggap sebagai suatu norma untuk input produksi,
seperti unit bahan baku, jam tenaga kerja, dan persentase kapasitas yang
digunakan.
Penetuan standar biaya lebih berupa seni dari pada sebuah science.
Adapun pihak-pihak yang banyak terlibat di lingkungan manufaktur meliputi
akuntan, manajer pembelian, insinyur di bagian produksi, supervisor
produksi, manajer lini, dan pekerja. Suatu sistem biaya standar dapat
digunakan dalam hubungannya dengan perhitungan biaya berdasarkan
proses maupun berdasarkan pesanan.
Sedangkan varians adalah perbedaan antara jumlah yang didasarkan
pada hasil aktual dan jumlah yang dianggarkan. Jumlah yang dianggarkan
merupakan

acuan

untuk

melakukan

perbandingan.

Setiap

varians

merupakan suatu sinyal yang sebaiknya diidentifikasi dan dianalisis. Setiap


varians merupakan suatu sinyal yang sebaiknya diidentifikasi dan dianalisis.
Suatu varians dapat disebabkan oleh kejadian acak yang tidak diharapkan
terulang kembali, masalah sistematis yang dapat diperbaiki, atau standar
yang tidak tepat. Misalnya, jika proses manufaktur berubah, maka standar

fisik juga mungkin berubah. Lebih jelasnya akan dibahas di bab selanjutnya,
lengkap dengan perhitungannya.
B.Rumusan Masalah
1. Pengertian Biaya Standar
2. Kegunaan atau Manfaat Biaya Standar
3. Kelebihan dan Kelemahan Biaya Standar
4. Penyusunan Biaya Standar
5. Prosedur Penentuan Biaya Standar
6. Menetapkan Standar
7. Menentukan Produksi Standar
8. Menentukan Varians Biaya Standar
9. Standar dan Varians Bahan Baku
10.

Standar dan Varians Tenaga Kerja

11.

Penggunaan Internasional Biaya Standar

12.

Potensi Permasalahan dalam Penggunaan Biaya Standar

13.

Pengertian Analisis Varians

14.

Varians Bauran dan Hasil (Mix and Yield Variance)

15.

Pertanggungjawaban dan Pengendalian Varians

C.Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui arti dari biaya standar
2. Untuk mengetahui kegunaan atau manfaat biaya standar
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan biaya standar
4. Untuk mengetahui bagaimana cara penyusunan biaya standar
5. Untuk mengetahui prosedur penentuan biaya standar
6. Untuk mengetahui cara menetapkan standar
7. Untuk mengetahui cara menentukan produksi standar
8. Untuk mengetahui cara menentukan varians biaya standar
9. Untuk mengetahui standar dan varians bahan baku
10.

Untuk mengetahui standar dan varians tenaga kerja

11.

Untuk mengetahui penggunaan internasional biaya standar

12.

Untuk mengetahui potensi permasalahan dalam penggunaan biaya

standar
13.

Untuk mengetahui pengertian analisis varians

14.

Untuk mengetahui varians bauran dan hasil (mix and yield variance)

15.

Untuk mengetahui pertanggungjawaban dan pengendalian varians


BAB II
KAJIAN TEORI

1.1Standard Cost
A.Pengertian Biaya Standar
Biaya standar adalah biaya yang telah ditentukan sebelumnya untuk
memproduksi satu unit atau sejumlah tertentu produk selama suatu periode
tertentu. Biaya standar adalah biaya yang direncanakan untuk suatu produk
dalam kondisi operasi sekarang atau yang diantisipasi. Suatu biaya standar
memiliki dua komponen: standar fisik, yang merupakan kuantitas standar
dari input per unit output, dan standar harga, yang merupakan biaya standar
atau tarif standar per unit input.1[1]
Biaya standar dapat juga diartikan sebagai patok duga (benchmark) yang
secara efektif dan efisien ditetapkan dimuka (predetermined) untuk biayabiaya yang seharusnya dikonsumsi oleh suatu produk. 2[2] Atau biaya yang
ditentukan

dimuka,

yang

merupakan

jumlah biaya

yang

seharusnya

dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai


kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktorfaktor

lain

tertentu.

Kata-kata

biaya

yang

seharusnya

dikeluarkan

mengandung arti bahwa biaya yang ditentukan dimuka merupakan pedoman


didalam

pengeluaran

biaya

yang

sesungguhnya.

Jika

biaya

1[1] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, (Jakarta: Salemba Empat, 2005), hlm:153
2[2] Armanto Witjaksono, Akuntansi Biaya, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), hlm:116.

yang

sesungguhnya menyimpang dari biaya standar, maka yang dianggap benar


ialah

biaya

standar,

sepanjang

asumsi-asumsi

yang

mendasari

penentuannya tidak berubah.


Untuk menentukan berapa biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk
menghasilkan satu satuan produk atau untuk satu satuan jasa, harus
diadakan penyelidikan lebih dahulu mengenai kegiatan produksi atau
penyerahan jasa yang paling efisien. Sistem biaya standar merupakan suatu
item akuntansi biaya yang mengolah informasi biaya sedemikian rupa
sehingga

manajemen

dapat

mendeteksi

kegiatan-kegiatan

dalam

perusahaan yang biayanya menyimpang dari biaya standar yang ditentukan.


Sistem akuntansi biaya ini mencatat biaya yang seharusnya dikeluarkan dan
biaya yang sesungguhnya terjadi, dan menyajikan perbandingan biaya
standard dan biaya sesungguhnya serta menyajikan analisis penyimpangan
biaya sesungguhnya dari biaya standar.3[3]
Adapun yang secara sederhana, standar biaya didefinisikan sebagai
biaya yang telah ditentukan sebelumnya untuk memproduksi satu unit atau
sejumlah produk dalam periode tertentu. Standar adalah harga, biaya, atau
kuantitas yang ditetapkan dengan cermat yang dinyatakan atas basis per
unit. Suatu standar sebaiknya dianggap sebagai suatu norma untuk input
produksi, seperti unit bahan baku, jam tenaga kerja, dan persentase
kapasitas yang digunakan.4[4]
B.Kegunaan atau Manfaat Biaya Standar
Suatu sistem biaya standar dapat digunakan dalam hubungannya dengan
perhitungan biaya berdasarkan proses maupun berdasarkan pesanan. Biaya
standar biasanya lebih dapat beradaptasi dalam lingkungan dengan
3[3] Mulyadi, Akuntansi Biaya, (Yogyakarta: BPFE, 1990), hlm:299
4[4] http://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/08/14/standard-costing/ diakses tgl:03-012014, pkl: 17.15 WIB

teknologi yang stabil dan menghasilkan produk yang homogen. Perhitungan


biaya standar biasanya ditemukan dimana perhitungan biaya berdasarkan
proses

digunakan;

misalnya,

produsen

minyak

dan

produk

kimia,

perlengkapan bangunan, baja, dan minuman ringan. Perhitungan biaya


standar juga ditemukan dimana perhitungan biaya berdasarkan pesanan
dugunakan untuk unit-unit homogen yang diproduksi dalam batch untuk
setiap pesanan. Misalnya produsen radio dan televisi, furniture, produk
kertas dan makanan olahan.5[5] Biaya standar digunakan untuk:
1. Menetapkan anggaran
Anggaran untuk volume dan bauran produk apapun dapat dibuat dengan andal dan cepat karena
standar didasarkan pada analisis dari proses produksi. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat
anggaran berkurang karena kebutuhan produksi didokumentasikan dalam standar untuk masingmasing produk.
2. Mengendalikan biaya dengan cara memotivasi karyawan dan mengukur efisiensi operasi
Standar menyediakan cita-cita kinerja bagi karyawan, sekaligus menjadi dasar untuk
mengevaluasi hasil aktual. Ketika hasil tersedia dalam bentuk laporan varians standar biaya,
maka manajer eksekutif dan operasi menjadi lebih sadar akan biaya. Meskipun demikian,
ketergantungan yang berlebihan pada standar sebagai motivator dan dasar evaluasi kinerja dapat
menyebabkan timbulnya perilaku disfungsional.
3. Menyederhanakan perhitungan biaya dan mempercepat laporan biaya
Ketika proses produksi semakin terstandarisasi maka pekerjaan klerikal semakin menurun.
Sistem standar biaya yang lengkap disertai dengan standarisasi produksi (kuantitas produksi
standar, operasi tenaga kerja tertentu, permintaan bahan baku, kartu absen tenaga kerja, dan
jadwal operasi).
4. Membebankan biaya ke persediaan bahan baku, WIP, dan FG
Dengan memasukan standar biaya dalam catatan akuntansi akan meningkatkan efisiensi dan
ketepatan dalam pekerjaan klerikal. Arsip biaya standar yang lengkap, dirinci per komponen dan
operasi, menyederhanakan pembebanan biaya ke persediaan bahan baku, WIP, dan FG. Biaya
persediaan ditentukan dengan mengalikan kuantitas dari setiap produk di persediaan dengan
biaya standar per unit dan menambahkan total biaya dari setiap produk. Penggunaan biaya
5[5] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, hlm: 154

standar juga dapat menstabilkan biaya produk yang dilaporkan meskipun ada fluktuasi jangka
pendek dalam harga input dan kapasitas yang digunakan.
5. Menetapkan tawaran kontrak dan harga jual
Perhitungan biaya yang akan terjadi untuk suatu kontrak akan lebih mudah dan lebih andal
menggunakan biaya standar, terutama untuk suatu produk unik yang akan diproduksi. Standar
biaya juga berguna dalam menetapkan harga jual. Ketika harga pasar dari suatu produk tidak
dapat diobservasi, seperti kasus produk baru atau produk yang spesifik, maka biasanya biaya
produk digunakan sebagai titik awal dalam menentukan harga jual.6[6]
Menurut (Armanto Witjaksono, 2006) setidaknya ada 3 manfaat utama
suatu perusahaan menggunakan sistem akuntansi biaya standar:
1.Estimasi biaya produk. Dalam hal ini standar dikembangkan untuk konsumsi
per unit suatu produk akan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Kalikan
standar ke 3 standar kuantitas tersebut dengan biaya standar plus biaya
lainnya maka didapat biaya standar untuk produk secara individual. Standar
ini akan bermafaat bagi penentuan diterima tidaknya suatu pesanan dari
pelanggan.
2. Anggaran biaya dan pengeluaran. Total biaya yang mencerminkan konsumsi
untuk setiap aktivitas dapat diprediksi berdasarkan jumlah standar konsumsi
untuk setiap aktivitas untuk menghasilkan produk dan jasa. Namun
manajemen harus berhati-hati karena kemungkinan adanya time lag antara
saat anggaran disusun dan saat pelaksanaannya.
3. Pengendalian biaya relative terhadap standar. Dalam hal ini biaya aktual
dibandingkan dengan biaya standar, dengan harapan bahwa biaya aktual
akan tetap sejalan dengan standar. Perbedaan atau selisih antara keduanya
disebut

varian

biaya,

yang

selanjutnya

dianalisis

untuk

mencari

penyebabnya.
Manfaat Sistem Biaya Standar Dalam Pengendalian Biaya
Menurut

(Mulyadi,

1990)

Sistem

biaya

standar

dirancang

untuk

mengendalikan biaya. Biaya standar merupakan alat yang penting didalam


6[6] http://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/08/14/standard-costing/ diakses tgl:03-01-2014, pkl:
17.15 WIB

menilai pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika biaya


standar ditentukan dengan realistis, hal ini akan merangsang pelaksana
dalam melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, karena pelaksana telah
mengetahui bagaimana pekerjaan seharusnya dilaksanakan, dan pada
tingkat biaya berapa pekerjaan tersebut seharusnya diselesaikan.
Sistem biaya standar memberikan pedoman kepada manajemen berapa
biaya yang seharusnya untuk melaksanakan kegiatan tertentu sehingga
memungkinkan

mereka

melakukan

pengurangan

biaya

dengan

cara

perbaikan metode produksi, pemilihan tenaga kerja, dan kegiatan yang lain.
C.

Kelebihan dan Kelemahan Biaya Standar


Kelebihan biaya standar antara lain:
1. Memungkinkan reduksi biaya produk
2. Meningkatkan pengendalian biaya dan evaluasi kinerja
3. Management by exception
4. Informasi yang lebih baik bagi perencanaan dan dicision making
Kelemahan biaya standar antara lain:
1. Terlalu menekankan pada hal negative berdamapak pada moral
2. Laporan biaya tandar tidak tepat waktu
3. Insentif pembentukan persediaan
4. Varian laba favorable dapat saja salah diinterprestasikan
5. Continuous improvement mungkin lebih penting dari mencapai standar
6. Penekanan pada standar mungkin mengabaikan objektif yang penting7[7]
Menurut

(Mulyadi,1990)

kelemahan

biaya

standar

adalah

tingkat

keketatan atau kelonggaran standar tidak dapat dihitung dengan tepat.


Meskipun telah ditetapkan dengan jelas jenis standar apa yang dibutuhkan
oleh perusahaan, tetapi tidak ada jaminan bahwa standar telah ditetapkan
dalam perusahaan secara keseluruhan dengan keketatan atau kelonggaran
yang relatif sama.

7[7] Armanto Witjaksono, Akuntansi Biaya, hlm. 121

D. Penyusunan Biaya Standar


Ada 2 cara yang lazim digunakan untuk menyusun standar yaitu:
1. Analisis Data Historis. Data historis dengan segala kekurangannya tetap
dipercaya memiliki kegunaan untuk memprediksi masa depan, terutama
dalam lingkungan produksi yang telah mapan, dimana data-data historis
telah cukup banyak terdokumentasikan dengan baik. analisis yang kerap
dilakukan adalah analisis perilaku biaya. Namun tetap dituntut kehati-hatian
dalam menggunakan data historis untuk memprediksi masa depan, terlebih
bila data historis hendak digunakan untuk menyusun standar bagi prosuk
baru.
2. Analisis Tugas (task anlyis). Cara lainnya adalah dengan melakukan analisis
terhadap proses pembuatan produk dengan tujuan menentukan biaya
produk yang seharusnya. Disini paradigm yang digunakan adalah begeser
dari biaya produk dimasa lampau ke biaya produk dimasa mendatang. Alat
analisis yang kerap digunakan adalah time and motion study
3. Gabungan keduanya. Tentu saja dimungkinkan untuk menggabungkan kedua
metode diatas untuk mencari standar terbaik. Namun perlu diperhatikan
perbandingan antara biaya yang musti dikeluarkan dengan harapan manfaat
yang akan diperoleh.8[8]
E.Prosedur Penentuan Biaya Standar
Prosedur penentuan biaya standar dibagi kedalam tiga bagian:
Biaya bahan baku standar terdiri dari;
1. Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah keluaran fisik
tertentu, atau lebih dikenal dengan nama kuantitas standar
2. Harga per satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula harga standar.
Penentuan kuantitas standar bahan baku dimulai dari penetapan spesifikasi
produk, baik mengenai ukuran, bentuk, warna, karakteristik pengolahan
produk, maupun mutunya.
Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa:
8[8] Ibid, hlm. 119

a. Harga yang diperkirakan akan berlaku dimasa yang akan datang, biasanya
untuk jangka waktu setahun.
b. Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar.
c. Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal dalam jangka
panjang
harga standar bahan baku digunakan untuk:
a. Mengecek pelaksanaan pekerjaan departemen pembelian
b. Mengukur akibat kenaikan atau penurunan harga terhadap laba perusahaan.
Pada umumnya harga standar bahan baku ditentukan pada akhir tahun dan
pada umumnya digunakan selama tahun berikutnya. Tetapi harga standar ini
dapat diubah bila terjadi penurunan atau kenaikan harga yang bersifat luar
biasa.
Biaya tenaga kerja standar
Seperti halnya dengan biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja
standar terdiri dari unsur: jam tenaga kerja standard dan tarif upah standar.
Syarat mutlak berlakunya jam tenaga kerja standar adalah:
a. Tata letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan yang modern
sehingga dapat dilakukan produksi yang maksimum dengan biaya yang
minimum.
b. Pengembangan

staf

perencanaan

produksi,

routing,

scheduling

dan

dispatching, agar supaya aliran proses produksi lancer, tanpa terjadi


penundaan dan kesimpang siuran
c. Pembelian bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga tersedia pada
saat dibutuhkan untuk produksi
d. Standardisasi kerja karyawan dan metode-metode kerja dengan instruksiinstruksi dan latihan yang cukup bagi karyawan, sehingga proses produksi
dapat dilaksanakan di bawah kondisi yang paling baik.
Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara:
1. Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumi dalam suatu pekerjaan dari
kartu harga pokok (cost sheet) periode yang lalu

2. Membuat

test-run

operasi

produksi

dibawah

keadaan

normal

yang

diharapkan
3. Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan
dibawah keadaan nyata yang diharapkan
4. Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan
pengetahuan operasi produksi dan produk.
Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan mengenai kegiatan
yang dijalankan, tingkat kecepatan tenaga kerja yang diperlukan dan ratarata tariff upah per jam yang diperkirakan akan dibayar.
Tariff upah standar dapat ditentukan atas dasar:
1. Perjanjian dengan organisasi karyawan
2. Data upah masa lalu. Yang dapat digunakan sebagai tariff upah standar
adalah: rata-rata hitung, rata-rata tertimbang atau median dari upah
karyawan masa lalu
3. Penghitungan tariff upah dalam keadaan operasi normal
Biaya overhead pabrik standar
Tarif overhead standar dihitung dengan membagi jumlah biaya overhead
yang dianggarkan pada kapaitas normal dengan kapasitas normal. Manfaat
utama tariff overhead standar ini, yang meliputi unsure biaya overhead
pabrik variable dan tetap, adalah untuk penentuan harga pokok produk dan
perencanaan.9[9]
F.Menetapkan Standar
Menghitung biaya standar memerlukan standar fisik. Dua jenis standar
fisik adalah standar dasar dan standar sekarang. Standar dasar adalah tolok
ukur yang digunakan untuk membandingkan kinerja yang diperkirakan
dengan kinerja aktual. Standar ini serupa dengan angka indeks yang
digunakan untuk mengukur hasil-hasil yang berikutnya. Standar sekarang
terdiri dari tiga jenis:
9[9] Mulyadi, Akuntansi Biaya, hlm.303-305

1. Standar aktual yang diperkirakan, mencerminkan tingkat aktivitas dan


efisiensi yang diperkirakan. Standar ini merupakan estimasi yang paling
dekat dengan hasil aktual.
2. Standar normal, mencerminkan tingkat aktivitas dan efisiensi normal.
Standar ini mencerminkan hasil yang menantang namun dapat dicapai.
3. Standar teoretis, mencerminkan tingkat aktivitas dan efisiensi maksimum.
Standar ini merupakan cita-cita yang dituju dan bukannya kinerja yang dapat
dicapai sekarang.
Standar bahan baku dan tenaga kerja biasanya didasarkan pada kondisi
normal sekarang, dengan memperbolehkan adanya perubahan yang telah
diperkirakan dalam harga dan tarif, serta mencerminkan efisiensi yang
diinginkan. Standar overhead biasanya didasarkan pada kondisi operasi
normal, volume normal, dan efisiensi yang diinginkan.
Keberhasilan dari sistem biaya standar bergantung pada keandalan,
ketepatan dan penerimaan terhadap standar tersebut. Dalam beberapa
kasus, standar ditetapkan pada tingkat rata-rata hasil aktual dari periodeperiode sebelumnya. Dikasus-kasus lainnya, standar ditetapkan oleh insinyur
industrial berdasarkan studi atas komponen produk, operasi produksi,
sampel, dan partisipasi individu-individu yang kinerjanya diukur oleh standar.
Dalam menetapkan standar, perilaku manusia sebaiknya diperhatikan.
Pekerja dan manajer akan bereaksi secara negatif jika mereka merasa
terancam oleh standar yang ditentukan. Jika mereka ikut berpartisipasi
dalam menetapkan standar dan memahami bagaiman standar tersebut
ditentukan, maka mereka akan lebih dapat menerima. Dengan pengetahuan
dan pengalaman praktis mereka, maka mereka dapat memberikan kontribusi
dalam menetapkan dan memperbaiki standar. Idealnya, karyawan menerima
standar tersebut sebagai cita-cita pribadi mereka.
Standar yang terlalu mudah atau terlalu sulit untuk dicapai umumnya
mengurangi motivasi pekerja. Jika standar terlalu mudah, maka pekerja
menetapkan

cita-cita

mereka

pada

tingkat

yang

rendah,

sehingga

mengurangi produktivitas. Jika standar terlalu menuntut, maka pekerja

menyadari bahwa standar tersebut tidak mungkin tercapai, sehingga mereka


menjadi frustasi, dan kemudian mengabaikan standar. Standar yang wajar,
yang dapat dicapai dalam kondisi normal, meningkatkan motivasi pekerja.
Secara historis, banyak akuntan percaya bahwa standar yang paling
efektif adalah standar yang ditetapkan oleh insinyur industrial dengan
parstisipasi manajer operasi yang akan dievaluasi. Karena kebutuhan
sekarang untuk perbaikan yang terus-menerus, maka pendekatan penetapan
standar ini telah dipertanyakan. Sebagian akuntan berargumentasi bahwa
standar semacam itu didasarkan pada tingakt produktivitas yang telah
diketahui dan gagal untuk menyediakan insentif yang mencukupi bagi
perbaikan.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah untuk memperketat
standar secara periodik guna mencerminkan tingkat perbaikan yang
diinginkan. Masalah dengan pendekatan ini adalah dalam menentukan
berapa banyak perbaikan yang akan dimasukkan disetiap periodenya. Jika
jumlah perbaikan yang didesain kedalam standar lebih rendah dari yang
dapat dicapai, maka insentif untuk perbaikan tidaklah seefektif seperti yang
seharusnya. Jika jumlah perbaikan yang didesain ke dalam standar lebih
tinggi dari pada yang dapat dicapai, maka karyawan dapat menjadi kecil hati
dan berhenti melakukan perbaikan. Pendekatan alternatif adalah untuk
mendasarkan standar pada kinerja aktual yang paling terakhir dan kemudian
memperkirakan varians yang menguntungkan sebagai kinerja yang dapat
diterima. Masalah dengan pendekatan ini adalah dalam menentukan jumlah
varians menguntungkan yang dapat diterima.
Pendekatan

ketiga

dalam

menetapkan

standar

adalah

untuk

mengidentifikasikan biaya standar yang akan didukung oleh pasar. Dalam


pendekatan ini, harga jual untuk produk diestimasikan pertama kali;
kemudian biaya pemasaran dan laba yang dapat diterima dikurangkan dari
harga jual untuk memperoleh target biaya. Sementara pendekatan ini
memiliki

keuntungan

dengan

menyediakan

suatu

insentif

untuk

memproduksi produk yang akan kompetitif dipasar, tetapi standar yang

dihasilkan mungkin saja tidak dapat dicapai. Sehingga dengan demikian


mengecilkan hati karyawan dan bukannya memberikan insentif. Lebih lanjut
lagi, bila standar tidak pernah dicapai, maka produk menjadi tidak
menguntungkan.
diselesaikan

Tetapi,

dengan

dibeberapa

melakukan

perusahaan

studi

biaya

Jepang,

terinci

di

masalah
awal

ini

tahap

pengembangan suatu produk. Misalnya, produsen Jepang untuk otomotif dan


mesin berat secara hati-hati memastikan apakah target biaya dapat dicapai
sebelum produksi dimulai. Jika tidak dapat dicapai, maka produk didesain
ulang dengan berkonsultasi dengan pemasok, guna mencari kesempatankesempatan

untuk

mengurangi

biaya.

Jika

pengurangan

biaya

yang

diperlukan tidak tercapai, maka pengembangan lebih lanjut atas produk


tersebut dibatalkan sebelum produksi dimulai. Pendekatan ini, disebut
dengan perhitungan target biaya, telah sangat berhasil di Nissan, Toyota,
Isuzu, Komatsu, dan banyak perusahaan lain.
Masalah dengan semua pendekatan dalam menentukan biaya standar
adalah ketergantungan yang berlebihan pada standar untuk menyediakan
motivasi kinerja. Di banyak perusahaan, eksekutif menggunakan varians
biaya standar sebagai dasar utama dalam mengevaluasi kinerja manajer.
Ketika seorang manajer menyadari bahwa ia dievaluasi berdasarkan suatu
standar tertentu, maka manajer tersebut cenderung untuk melakukan apa
saja yang diperlukan untuk memenuhi standar. Sayangnya, memenuhi
standar tidak selalu merupakan hal terbaik bagi perusahaan. Standar bersifat
jangka pendek, dan cenderung untuk memelihara kinerja yang suboptimal
karena standar adala statis. Meskipun standar memberikan pedoman dan
arahan, tetapi standar bukanlah perintah kinerja yang absolut. Standar
diciptakan oleh manusia. Tanpa mempedulikan pendidikan, pengalaman, dan
kecerdasan seseorang, pada umumnya manusia tidak mengetahui semua
yang harus diketahui. Manusia berfungsi didunia yang penuh ketidakpastian
dengan informasi yang tidak lengkap. Bahkan orang dengan maksud baikpun
membuat kesalahan. Akibatnya, varians yang signifikan dari standar
sebaiknya dipandang oleh eksekutif sebagai dasar untuk diskusi dan bukan

sebagai ukuran kinerja bawahannya. Untuk melakukan perbaikan secara


terus-menerus, maka manajer harus didorong untuk bereksperimen dengan
cara-cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu tanpa takut akan dihukum
karena tidak memenuhi standar.
Produk-produk yang sudah mapan merupakan kandidat yang lebih baik
untuk standar dibandingkan dengan produk baru, yang masih memerlukan
perilaku yang inovatif. Suatu produk baru biasanya akan memiliki suatu
bentuk yang cair, dengan standar proses berubah dari waktu ke waktu. Jika
standar

diharuskan

untuk

produk

baru,

maka

manajer

yang

memperkenalkan produk baru, ... yang dievaluasi berdasarkan minimalisasi


biaya dan produktivitas, mungkin tidak akan responsif terhadap kabutuhan
pelanggan, akan membekukan spesifikasi desain dari produk

secara

prematur dalam usaha untuk menstandardisasi produksi, dan mungkin tidak


memberikan perhatian yag cukup untuk memproduksi produk berkualitas
tinggi secara konsisten.
Standar basanya dihitung untuk periode 6 atau 12 bulan, meskipun
periode yang lebih panjang kadang kala digunakan. Standar sebaiknya
diubah ketika kondisi yang mendasarinya berubah atau ketika penggunaan
standar yang lama tidak lagi mencapai tujuannya. Tetapi, perubahan standar
fisik terlalu sering akan mengurangi efektivitasnya, meningkatkan pekerjaan
klerikal, dan menimbulkan kebingungan serta ketidakpastian. Standar fisik
sebaiknya dipantau secara terus-menerus dan ditinjau ulang secara berkala
guna menentukan kesesuaiannya. Untuk bersaing secara efektif di pasar
global, standar perlu diperbaiki secara terus-menerus.10[10]
G.Menentukan Produksi Standar
Untuk menentukan standar yang diperbolehkan untuk setiap komponen
biaya, maka kuantitas standar yang diperbolehkan per unit produk dikalikan
dengan jumlah unit ekuivalen dari unit produk yang diproduksi selama
periode tersebut. Perhitungan ini harus mencerminkan tingkat penyelesaian
10[10] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, hlm. 155-158

dari barang dalam proses. Karena penekanan standar adalah pengendalian


biaya, maka standar produksi dihitung untuk produksi periode berjalan saja.
Misalnya, asumsikan bahwa ada 864 unit Paxel yang masih dalam proses di
departemen Perakitan dari Wilton Manufacturing Corporation di awal bulan,
separuh selesai untuk bahan baku dan sepertiga selesai untuk tenaga kerja
dan overhead pabrik. Selama bulan tersebut, 4.200 unit diselesaikan dan
ditransfer ke persediaan barang jadi. Ada 900 unit dalam proses di akhir
periode, selesai untuk bahan baku dan dua pertiga selesai untuk tenaga
kerja dan overhead pabrik. Unit ekuivalen dari produk untuk setiap elemen
biaya ditentukan sebagimana berikut ini:
Tanggal Standar
Bahan Baku Langsung
Kompon
en

Kuantitas
Standar

1-34
1-71
2-05
3-89

4
6
10
2

WILTON MANUFACTURING CORPORATION


Kartu Biaya Standar Untuk Produksi Paxel
Departem
Total
en
Biaya
Harga
Pemotong Pencetaka Perakit
Unit
an
n
an
Standar
$6,25
$25,00
3,75
22,50
2,45
$24,50
7,50
$15,00
$87,00

Tenaga Kerja Langsung


Operasi

Jam
Standar

Tarif
Standar
Per Jam

1-11

3/4

1-19
2-14
3-25

1/4
1/2
1/3

$13,0
0
13,00
10,00
12,00

$9,75
3,25
$5,00
$4,00

22,00

$5.00

95,15

Overhead Pabrik
Operasi
1-11
1-19

Dasar
Alokasi
Jam Mesin

Kuantita
s
Standar
1 1/2

Tarif
$15,6
0
15,60

$23,40

Jam Mesin
2 1/2
39,00
Waktu
2-14
1 1/2
18,50
Pemrosesan
Jam Tenaga
3-25
1/3
15,00
Kerja
TOTAL BIAYA PRODUKSI PER
UNIT .................................................................................

$27,75

$204,15

Gambar 18.1 kartu biaya standar

Unit selesai dan ditransfer keluar periode


berjalan.................................
Dikurangi semua unit di persediaan
awal...............................................
Unit ekuivalen yang dimulai dan diselesaikan
periode berjalan.............
Ditambah unit ekuivalen yang diperlukan untuk

Bahan

Biaya

baku

konversi

4.200

4.200

864

864

3.336

3.336

432

576

900

600

menyelesaikan
persediaan awal periode
berjalan....................................................
Ditambah unit ekuivalen di persediaan
akhir.........................................
Unit produksi ekuivalen periode

4.668
4.512
berjalan..............................................
Sering kali standar memasukkan suatu kelonggaran untuk barang rusak
yang normal. Dalam kasus tersebut, unit produksi ekuivalen hanya
memasukkan unit yang bagus. Kemudian biaya dari barang rusak yang
abnormal menjadi bagian dari varians biaya. Tetapi, sesuai dengan prinsipprinsip dari manajemen mutu total dan perbaikan yang terus menerus, maka
semua barang rusak sebaiknya dianggap sebagai tidak normal dan
ditargetkan untuk dihilangkan. Jika barang rusak akan dihilangkan, maka
standar sebaiknya tidak memasukkan kelonggaran apapun untuk barang
rusak; yaitu, tingkat barang rusak normal didefinisikan sebagai nol. Biaya
dari barang rusak akan dimasukkan ke varians atau dilaporkan terpisah
sebagai biaya mutu. Jika manajemen ingin melaporkan biaya barang rusak
secara terpisah, maka unit ekuivalen produk harus memasukkan baik unit
yang bagus maupun unit yang rusak. Melaporkan barang rusak secara

terpisah sebagai varians mutu atau sebagai biaya mutu menarik perhatian
pada barang rusak dan menyediakan insentif bagi perbaikan.11[11]
H.Menentukan Varians Biaya Standar
Untuk setiap jenis bahan baku, untuk setiap operasi tenaga kerja, dan
untuk overhead pabrik yang dibebankan setiap departemen, setiap pusat
biaya, atau setiap aktivitas, biaya aktual dibandingkan dengan biaya standar.
Perbedaannya dianalisis dan diidentifikasikan sebagai varians biaya standar.
Jika

biaya

aktual

melebihi

standar,

maka

variansnya

adalah

tidak

menguntungkan, karena kelebihan tersebut memiliki dampak yang tidak


menguntungkan terhadap laba. Jika biaya standar melebihi biaya aktual,
maka variansnya adalah menguntungkan, karena memiliki dampak yang
menguntungkan terhadap laba.
Analisis tersebut tidak berakhir disitu. Suatu varians biaya standar adalah
suatu pertanyaan dan bukannya jawaban. Untuk mengendalikan biaya,
manajer sebaiknya menentukan alasan dari varians yang signifikan dengan
cara melakukan investigasi atas penyebabnya. Tindakan yang efektif hanya
dapat diambil jika penyebabnya diketahui.12[12] Didalam penentuan varians
biaya standar terdapat pusat pertanggungjawaban, menurut (Mulyadi,1990)
Pusat pertanggungjawaban adalah suatu unit organisasi didalam perusahaan
yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab. Secara umum
kegiatan setiap pusat pertanggungjawaban didalam perusahaan adalah
mengolah

masukan

menjadi

keluaran.

Jika

masukan

suatu

pusat

pertanggungjawaban dikalikan dengan harganya, akan diperoleh biaya,


sedangkan jika keluarannya dikalikan dengan harganya akan diperoleh
pendapatan (revenues) pusat pertanggungjawaban tersebut. Semua pusat
pertanggungjawaban dapat diukur masukannya, tetapi tidak semua keluaran
pusat pertanggungjawaban dapat diukur secara kuantitatif
11[11] Ibid, hlm. 159-161
12[12] Ibid, hlm. 161

Berdasarkan atas masukan dan keluarannya, pusat pertanggungjawaban


didalam perusahaan secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 macam:
pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi. Pusat biaya
(expense

center)

adalah

pusat

pertanggungjawaban

yang

prestasi

manajernya diukur berdasarkan masukannya. Pusat pendapatan adalah


pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan
kaluarannya. Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi
manajernya diukur berdasarkan selisih antara keluaran dan masukan (laba).
Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya
diukur berdasarkan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan
investasi didalam pusat pertanggungjawaban tersebut.
I.Standar dan Varians Bahan Baku
Ada dua standar dikembangkan untuk biaya bahan baku, yaitu standar
harga bahan baku dan standar kuantitas bahan baku atau standar
penggunaan bahan baku. Harga standar memungkinkan untuk:
1. memantau kinerja dari departemen pembelian dan mendeteksi pengaruhnya
pada biaya bahan baku dan
2. mengukur dampak dari kenaikan atau penurunan harga bahan baku
terhadap laba.
Menentukan harga beli yang akan digunakan sebagai biaya standar sering
kali sulit, karena harga beli bahan baku lebih dikendalikan untuk faktor-faktor
eksternal

daripada

oleh

manajemen.

Harga

yang

dipilih

sebaiknya

mencerminkan harga pasar sekarang, dan standar sebaiknya direvisi pada


tanggal persediaan atau ketika harga pasar dari bahan baku yang penting
berubah.

Biasanya,

harga

ditentukan

diawal

periode

akuntansi

dan

digunakan selama periode tersebut. Selama periode perubahan harga yang


cepat, mungkin perlu untuk mengubah harga standar secara berkala,
terutama jika persediaan dicatat di catatan akuntansi menggunakan harga
standar.

Jika harga aktual yang dibayarkan lebih besar atau lebih kecil dari
standar, maka terjadi varians harga. Jika varians harga dicatat ketika bahan
baku dibeli, maka varians tersebut disebut varians harga pembelian bahan
baku. Jika dicatat kemudian, ketika bahan baku dikeluarkan ke pabrik, maka
varians tersebut disebut varians harga penggunaan bahan baku. Untuk
membuat departemen pembelian bertanggung jawab atas varians harga
ketika varians tersebut terjadi, maka varians sebaiknya dicatat pada waktu
pembelian. Bila tidak, maka bahan baku yang digunakan diperiode sekarang
mungkin mengandung varians yang berkaitan dengan bahan baku yang
dibeli diperiode yang lebih awal, atau varians harga yang terjadi untuk
pembelian periode sekarang mungkin dimasukkan ke dalam nilai persediaan.
Dalam kedua kasus, varians harga penggunaan bahan baku akan menjadi
ulit untuk diinterpretasikan karena dampak berganda dari perubahan harga.
Dalam sistem persediaan just-in-time, hanya ada sedikit perbedaan antara
kedua

alternatif,

karena

dalam

sistem

ini

hampir-hampir

tidak

ada

persediaan bahan baku. Dengan kata lain, dalam JIT waktu pembelian dan
waktu penggunaan cenderung identik, dan kuantitas yang dibeli serta
kuantitas yang digunakan juga cenderung untuk identik.
Untuk mengilustrasikan perhitungan varians harga pembelian bahan
baku, asumsikan 10.000 unit komponen 3-89 pada kartu biaya standar untuk
Paxel (gambar 18.1) dibeli pada harga per unit sebesar $7,44. Varians harga
pembelian bahan baku dihitung sebagai berikut:
kuantit
as
Kuantitas aktual yang
dibeli....................
Kuantitas aktual yang
dibeli....................
Varians harga pembelian bahan
baku.....

Harga
per
unit

10.000

$7,44

10.000

7,50

10.000

$(0,0
6)

= jumlah
Aktua
l
stand
ar

$74.40
0
75.000
$(600)

menguntung
kan

Varians harga pembelian bahan baku sebesar $600 merupakan varians


yang menguntungkan karena harga yang dibayarkan lebih rendah dibanding
standar; atau secara khusus, biaya aktual lebih kecil sebesar $0,06 per unit

dibandingkan standar. Alternatifnya, varians harga penggunaan bahan baku


dapat dihitung. Misalnya, jika 9.500 unit komponen 3-89 dikeluarkan dan
digunakan oleh produksi selama periode tersebut, maka varians harga
pengunaan harga bahan baku dihitung sebagai berikut:
kuantit
as
Kuantitas aktual yang
digunakan............
Kuantitas aktual yang
digunakan............
Varians harga penggunaan
bahan baku...

9.500

Harga
per
unit
$7,44

9.500

7,50

9.500

= jumlah
Aktua
l
stand
ar

$70.68
0
71.250

$(0,0
6)

$(570)

menguntung
kan

Varians harga pembelian bahan baku sebesar $600 adalah $30 lebih
besar dibandingkan varians harga penggunaan bahan baku yang hanya
sebesar $570. Alasan dari perbedaan ini adalah bahwa 500 unit dari
komponen

3-89,

yang

dibeli

diperiode

ini

dengan

varians

yang

menguntungkan sebesar $0,06 per unit, ditambahkan ke persediaan


Karena
persediaan

menyimpan
juga

menguntungkan

persediaan

dapat
dan

adalah

dilaporkan

pengurangan

mahal,

sebagai

persediaan

maka

varians
sebagai

penumpukan
yang

tidak

varians

yang

menguntungkan. Varians tersebut disebut dengan varians persediaan bahan


baku dan didefinisikan sebagai biaya standar untuk perubahan dalam
persediaan bahan baku. Varians persediaan bahan baku untuk komponen 389 dihitung sebagai berikut:
kuantit
as
Kuantitas aktual yang
dibeli....................
Kuantitas aktual yang
digunakan............
Varians persediaan bahan
baku............................................
.............

Harga
per
unit

10.000

$7,50

9.500

7,50

500

7,50

= jumlah
stand
ar
stand
ar
stand
ar

$75.00
0
71.250
3.750

Tidak
menguntung
kan

Varians persediaan bahan baku sebesar $3.750 tidak menguntungkan


karena

persediaan

dari

komponen

3-89

telah

meningkat,

sehingga

diasumsikan akan meningkatkan biaya penyimpanan bahan baku. Meskipun

biaya aktual dari penyimpanan kelebihan persediaan tidak dilaporkan oleh


varians persediaan bahan baku, tetapi varians tersebut memberikan sinyal
yang

berguna

bagi

manajemen

eksekutif

bahwa

persediaan

tidak

diminimalkan. Sinyal semacam itu sangat penting bagi perusahaan yang


sangat memperhatikan penumpukan persediaan dan yang menggunakan
just-in-time.13[13]
J.Standar dan Varians Tenaga Kerja
Dalam praktiknya, manajemen menetapkan standar tarif upah sesuai dengan Upah Minimum
Regional (UMR) dimana kegiatan operasi perusahaan berjalan. Terdapat dua komponen biaya
yang menentukan standar biaya tenaga kerja langsung, yakni :
1. Standar jam kerja,
2. Standar tarif upah tenaga kerja langsung.
Sedangkan dalam hal penentuan standar jam kerja terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi perhitungan, yakni:
a. Kapasitas normal perusahaan dalam satu tahun,
b. Jumlah hari kerja dalam satu bulan,
c. Efektivitas standar jam kerja dalam satu hari,
d. Total pekerja dalam satu hari, dan
e. Jumlah produksi dalam satu jamnya.
Contoh :
Jika kapasitas normal perusahaan XYZ dalam satu tahun 1.000.000 unit produksi, 21 hari kerja
dalam satu bulan adalah 21 hari, 7 jam kerja efektif per hari, dan 100 pekerja aktif dalam satu
hari.
Maka jam kerja efektif perusahaan dalam 1 tahun adalah:
Jawab: 100 pekerja x 7jam/hari x 21 hari kerja x 12 bulan = 176.400 jam
Diketahui UMR yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar Rp1.500.000,- per bulan. Maka
standar biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan perusahaan dalam satu tahun untuk
memproduksi 1.000.000 unit adalah:
Jawab: 100 pekerja x Rp 1.500.000,- x 12 bulan = Rp 1.800.000,13[13] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, hlm. 161-163

Oleh karena itu maka akan didapatkan standar tarif upah yang digunakan dalam kondisi
kapasitas normal perusahaan adalah:
Jawab: Rp 1.800.000,- : 176.400 jam = Rp 10.204,- per jam
Jika dalam 1 jam setiap orang dapat menciptakan 6 buah produk berarti 1 unit produk akan
memakan waktu sebesar 1/6 jam. Maka biaya standar untuk satu unit produksi adalah :
Jawab: 1/6 x Rp 10.204,- per jam = Rp 1.694,- per buah14[14]
Seperti halnya dengan biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja
standar terdiri dari unsur: jam tenaga kerja standard an tariff upah standar.
Syarat mutlak berlakunya jam tenaga kerja standar adalah;
a.Tata letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan yang modern
sehingga dapat dilakukan produksi yang maksimum dengan biaya yang
minimum.
b. Pengembangan

staf

perencanaan

produksi,

routing,

scheduling

dan

dispatching, agar supaya aliran proses produksi lancer, tanpa terjadi


penundaan dan kesimpang siuran
c. Pembelian bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga tersedia pada
saat dibutuhkan untuk produksi
d. Standardisasi kerja karyawan dan metode-metode kerja dengan instruksiinstruksi dan latihan yang cukup bagi karyawan, sehingga proses produksi
dapat dilaksanakan di bawah kondisi yang paling baik.
Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara:
1. Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumi dalam suatu pekerjaan dari
kartu harga pokok (cost sheet) periode yang lalu
2. Membuat

test-run

operasi

produksi

dibawah

keadaan

normal

yang

diharapkan
3. Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan
dibawah keadaan nyata yang diharapkan
4. Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan
pengetahuan operasi produksi dan produk.
14[14] http://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/08/14/standard-costing/ diakses tgl:03-01-2014,
pkl: 17.15 WIB

Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan mengenai kegiatan


yang dijalankan, tingkat kecepatan tenaga kerja yang diperlukan dan ratarata tarif upah per jam yang diperkirakan akan dibayar.
Tarif upah standar dapat ditentukan atas dasar:
1. Perjanjian dengan organisasi karyawan
2. Data upah masa lalu. Yang dapat digunakan sebagai tariff upah standar
adalah: rata-rata hitung, rata-rata tertimbang atau median dari upah
karyawan masa lalu
3. Penghitungan tariff upah dalam keadaan operasi normal15[15]
Untuk memastikan keadilan dalam tarif

yang dibayarkan untuk setiap

operasi yang dilakukan, digunakan rating pekerjaan. Ketika suatu tarif


direvisi atau suatu perubahan diotorisasi secara temporer, maka hal tersebut
harus

dilaporkan

dengan

segera

ke

departemen

penggajian

untuk

menghindari penundaan, pembayaran yang tidak benar, dan pelaporan yang


salah. Perbedaan yang terjadi antara tarif standar dan tarif aktual
menimbulkan varians tarif tenaga kerja (varians upah atau varians biaya).
Untuk mengilustrasikan varians tarif tenaga kerja untuk operasi 3-25
dikartu biaya standar untuk Paxel (gambar 18.1), dengan asumsi bahwa jam
aktual yang digunakan adalah sebesar 1.632 jam denga tarif aktual sebesar
$12,50 per jam untuk memproduksi 4.512 unit ekuivalen dari Paxel. Varians
tarif tenaga kerja dihitung sebagai berikut:

Jam
Jam aktual yang
digunakan....................
Jam aktual yang
digunakan....................
Varians tarif tenaga
kerja.......................

15[15] Mulyadi, Akuntansi Biaya, hlm. 304

1.632

Tarif
$12,5
0

1.632

12,00

1.632

$0,50

Aktua
l
stand
ar

= jumlah
$20.40
0
19.584
$816

Tidak
menguntung
kan

Varians tarif tenaga kerja sebesar $816 tidak menguntungkan karena tarif
aktual melebihi tarif standar sebesar $0,50 per jam. Jam tenaga kerja aktual
yang digunakan tidak termasuk waktu yang nonproduktif, yang dibebankan
ke overhead pabrik. Biaya tenaga kerja menganggur, sampai batas dimana
biaya tersebut tidak dimasukkan sebagai pos overhead yang dianggarkan,
menjadi varians yang dapat dikendalikan pada metode dua varians atau
varians pengeluaran pada metode tiga varians.
Menentukan standar efisiensi tenaga kerja adalah fungsi terspeialisasi
yang dikerjakan dengan baik oleh insinyur industrial, menggunakan studi
waktu dan gerakan. Standar ini didasarkan pada kinerja aktual dari seorang
pekerja

atau

sekelompok

pekerja

yang

memiliki

keahlian

rata-rata

menggunakan usaha rata-rata ketika melakukan operasi manual atau ketika


bekerja pada mesin yang beroprasi dalam kondisi normal. Dampak dari
kelelahan,

kebutuhan

pribadi,

dan

penundaan

diluar

kendali

pekerja

dimasukkan dalam standar. Waktu yang dihabiskan untuk mempersiapkan


mesin, menunggu, dan kerusakan mesin dimasukkan dalam standar
overhead pabrik.
Menentukan standar waktu memerlukan studi atas operasi manufaktur.
Supervisor butuh untuk memahami standar dan menggunakannya untuk
memperbesar

efisiensi

tenaga

kerja.

Tetapi,

standar

waktu

memiliki

kegunaan yang terbatas dimana efisiensi operasi sangat dipengaruhi oleh


favktor-faktor yang tidak dapat distandardisasi dan dikendalikan oleh
manajemen atau dimana output dari pekerjaan yang sangat mekanis
merupakan fungsi dari waktu mesin dan kecepatan, dan bukannya dari jam
tenaga kerja yang digunakan.
Varians efisiensi tenaga kerja dihitung diakhir periode pelaporan (hari,
minggu, atau bulan) dengan cara membandingkan jam aktual yang
digunakan dengan jam standar yang diperbolehkan, keduanya diukur dengan
tarif tenaga kerja standar. Jam standar yang diperbolehkan setara dengan
jumlah tandar dari jam tenaga kerja langsung untuk memproduksi satu unit
produk (jam tenaga kerja standar per unit) dikalikan dengan jumlah aktual

dari unit yang diproduksi selama periode tersebut. Jam standar yang
diperbolehkan untuk 4.512 unit ekuivalen dari Paxel yang diproduksi di
Departemen Perakitan dari Wilton Manufacturing Corporation selama bulan
tersebut adalah sebesar 1.504 (4.512 unit ekuivalen x 1/3 jam standar per
unit).
Varians efisiensi tenaga kerja untuk operasi 3-25 dihitung sebagai
berikut:
Jam
Jam aktual yang
digunakan....................
Jam standar yang
diperbolehkan............

1.632

Tarif
$12,0
0

1.504

12,00

128

12,00

Varians efisiensi tenaga


kerja.................

= jumlah
$19.58
4

stand
ar
stand
ar
stand
ar

18.048
$1.536

Tidak
menguntung
kan

Varias efisiensi tenaga kerja yang tidak menguntungkan sebesar $1.536


disebabkan oleh kelebihan sebesar 128 jam standar yang diperbolehkan
(128 x $12 = $1.536).16[16]
K.Penggunaan Internasional Biaya Standar
Biaya standar telah digunakan oleh perusahaan besar diseluruh dunia.
Salah satu studi menemukan bahwa tiga perempat dari parusahaanperusahaan

yang

disurvei

di

Inggris,

dua

pertiga

dari

perusahaan-

perusahaan yang disurvei di Canada, dan 40% dari perusahaan-perusahaan


yang disurvei di Jepang telah menggunakan sistem biaya standar.

Manajemen biaya.............................
Perencanaan dan pengendalian
anggaran....................
Keputusan penentuan
harga........................................
Penyusunan laporan
keuangan....................................

Kanad

AS

Inggris

a
2

Jepang

*nomor 1 sampai dengan 4 menyatakan pentingnya penggunaan, dari terbesar sampai

16[16] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, hlm. 164-166

terkecil
Termasuk perencanaan manajemen.
Sumber: diambil dari data suatu penelitian oleh Shinichi Inoue, Comparative Studies of
Recent Development of Cost Management Problems in USA, UK, Canada, and
Japan,Research Paper No.29, Kagawa University (Maret 1988), hal.20

Tampilan 10-9 penggunaan biaya standar di empat negara


Biaya standar dikenalkan pertama kali di Jepang setelah Perand Dunia II.
Nippon Electronics Company (NEC) adalah salah satu perusahaan di Jepang
yang pertama kali mengadopsi biaya standar untuk semua produknya.
Beberapa perusahaan Jepang lainnya mengikuti NEC setelah perang dan
mengembangkan sistem biaya standar. Cara-cara penggunaan biaya standar
di Jepang dan di negara-negara lainnya seperti disebutkan diatas disajikan
pada tampilan 10-9
L. Potensi Permasalahan dalam Penggunaan Biaya Standar
Penggunaan biaya standar dapat menimbulkan sejumlah masalah
potensial. Sebagian besar masalah tersebut adalah akibat dari penggunaan
biaya standar dan manajemen dengan pengecualian yang tidak tepat atau
penerapan biaya standar pada situasi yang tidak tepat.
1. Laporan varians biaya standar biasanya disiapkan bulanan dan sering kali
diterbitkan beberapa hari atau minggu setelah akhir bulan. Konsekuensinya,
informasi dalam laporan tersebut sudah terlambat bahkan hampir tidak
berguna. Laporan yang tepat waktu, teratur, sangat tepat, tetapi udah
kadaluwarsa

pada

saat

dilaporkan.

Beberapa

perusahaan

saat

ini

melaporkan varians dan data operasi utama secara harian atau bahkan lebih
sering.
2. Apabila manajer tidak begitu peka dan menerapkan laporan varians ini
kepada suatu kelompok, maka semangat kerja karyawan akan berkurang.
Karyawan seharusnya menerima dukungan positif atas pekerjaan yang telah
dilakukan dengan baik. Sedangkan manajemen dengan pengecualian, sesuai
denga sifatnya, cenderung untuk memfokuskan pada hal-hal yang negatif.
Jika analisis varians ini diterapkan kepada suatu kelompok, bawahan
mungkin berusaha untuk menutupi varians yang tidak menguntungkan atau

mungkin mengambil bukan tindakan yang terbaik bagi perusahaan untuk


memastikan bahwa varians bersifat menguntungkan. Contohnya, karyawan
berusaha keras untuk meningkatkan produksi pada akhir bulan untuk
menghindari varians efisiensi tenaga kerja yang tidak menguntungkan.
Dalam usaha untuk menghasilkan produk yang berlebihan tersebut, kualitas
mungkin terabaikan.
3. Standar kuantitas tenaga kerja dan varians efisiensi mempunyai dua asumsi
penting. Pertama, diasumsikan bahwa proses produksi dipacu oleh pekerja,
jika pekerja bekerja lebih cepat, produksi akan meningkat. Namun output
dibeberapa nega tidak lagi ditentukan oleh seberapa cepat karyawan
bekerja, tetapi ditentukan juga oleh kecepatan mesin bekerja. Kedua,
perhitungan mengasumsikan bahwa tenaga kerja adalah biaya variabel.
Namun, tenaga kerja langsung bisa jadi bersifat tetap. Jika tenaga kerja
sifatnya tetap, penekanan yang tidak semestinya terhadap varians efisiensi
tenaga kerja akan menimbulkan tekanan untuk memproduksi persediaan
secara berlebihan.
4. Dalam beberapa kasus, varians menguntungkan bisa jadi buruk atau
bahkan lebih buruk dibandingkan dengan varians tidak menguntungkan.
Sebagai contoh, McDonalds mempunyai standar untuk jumlah daging
hamburger dalam Big Mac. Jika terdapat varians menguntungkan, hal ini
berarti

lebih

sedikit

daging

yang

digunakan

dibandingkan

dengan

standarnya. Sebagai akibatnya kualitas Big Mac menjadi dibawah standar


dan konsumen mungkin tidak puas.
5. Terlalu banyaknya penekanan pada upaya untuk memenuhi standar akan
menutupi tujuan lain yang juga penting, seperti mempertahankan dan
meningkatkan

kualitas,

ketepatan

waktu

pengiriman,

dan

kepuasan

pelanggan. Kecenderungan ini dapat dikurangi dengan menggunakan ukuran


kinerja tambahan yang berfokus pada tujuan lain-lain tersebut.
6. Memenuhi standar saja mungkin tidak cukup, perbaikan berkelanjutan
mungkin diperlukan agar tetap bertahan dalam lingkungan persaingan. Oleh

karena itu, beberapa perusahaan memfokuskan pada tren varians biaya


standar

mencapai

memenuhi

perbaikan

standar.

berkelanjutan

Diperusahaan

lainnya,

daripada

hanya

sekedar

standar

diganti

dengan

perputaran biaya aktual rata-rata, yang diharapkan turun, ataupun dengan


target biaya yang sangat menantang.
Kesimpulannya, manajer harus berhati-hati dalam menerapkan sistem
biaya standar. Sangatlah penting bagi manajer untuk fokus pada hal-hal
positif dari pada hanya memfokuskan diri pada hal yang negatif, dan lebih
waspada tehadap kemungkinan konsekuensi yang tidak diharapkan. Namun
bagaimanapun juga, biaya standar masih digunakan secara luas pada
perusahaan manufaktur dan di beberapa perusahaan jasa, meskipun
penggunaannya telah berubah.17[17]
1.2Variance Analysis
M.

Pengertian Analisis Varians


Varians adalah perbedaan antara jumlah yang didasarkan pada hasil aktual dan jumlah yang

dianggarkan. Jumlah yang dianggarkan merupakan acuan untuk melakukan perbandingan.


Setiap varians merupakan suatu sinyal yang sebaiknya diidentifikasi dan dianalisis. Suatu
varians dapat disebabkan oleh kejadian acak yang tidak diharapkan terulang kembali, masalah
sistematis yang dapat diperbaiki, atau standar yang tidak tepat. Misalnya, jika proses manufaktur
berubah, maka standar fisik juga mungkin berubah.
Ada dua jenis varians, yakni :
1. Varians yang menguntungkan (favorable), adalah varians yang memiliki pengaruh meningkatkan
laba operasi relatif terhadap jumlah yang dianggarkan.
2. Varians yang tidak menguntungkan (unfavorable), adalah varians yang memiliki pengaruh
menurunkan laba operasi relatif terhadap jumlah yang dianggarkan.
Dalam beberapa kasus, varians di departemen-departemen yang berbeda saling terkait.
Penentuan hubungan semacam itu penting ketika varians yang menguntungkan di suatu area
ditiadakan oleh varians tidak menguntungkan di area lain yang terkait.
Charles T. Hongren mengikhtisarkan varians dalam tiga level, yakni :
17[17] Ray H. Garrison, dkk., Akuntansi Manajerial, (Jakarta: Salemba Empat, 2009), hlm.104-107

1. Level 1 (Varians Anggaran Statis)


Varians anggaran statis adalah perbedaan antara hasil aktual dan jumlah yang dianggarkan dalam
anggaran statis (anggaran induk yang didasarkan pada tingkat output yang direncanakan pada
awal periode). Varians ini disebut statis karena anggaran untuk periode tersebut dibuat dengan
satu tingkat output yang direncanakan.
2. Level 2 (Varians Anggaran Fleksibel dan Varians Volume Penjualan)
Level 2 menunjukan analisis varians berdasarkan anggaran fleksibel (anggaran yang menghitung
pendapatan dan biaya yang dianggarkan berdasarkan output aktual pada periode anggaran).
Level 2 membagi level 1 (varians anggaran statis) ke dalam dua bagian, yaitu :
a. Varians Volume Penjualan, yakni itu perbedaan antara jumlah anggaran fleksibel dengan
anggaran statis yang berkaitan dengan kuantitas barang yang dijual.
b. Varians anggaran fleksibel, yakni perbedaan antara hasil aktual dan jumlah anggaran fleksibel
yang berkaitan berdasarkan tingkat output aktual pada periode anggaran.
3. Level 3 (Varians Harga dan Varians Efisiensi)
Level 3 merinci varian anggaran fleksibel pada level 2 menjadi dua bagian, yaitu :
a. Varians harga, yakni perbedaan antara harga aktual dengan harga yang dianggarkan dikali
dengan kuantitas input aktual. Varians harga kadang-kadang disebut juga varians input atau
varians tingkat upah, terutama bila mengacu pada varians harga untuk tenaga kerja langsung.
b. Varians efisiensi adalah perbedaan antara kuantitas input aktual yang digunakan dan kuantitas
input yang dianggarkan untuk membuat output aktual, dikali dengan harga yang dianggarkan.
Varians efisiensi kadang-kadang disebut juga varians penggunaan.18[18]
Menurut

(Armanto

Witjaksono,

2006)

Varian

atau

selisih

adalah

perbedaan antara suatu rencana atau target dan suatu hasil. Varian
memberikan indikasi atau suatu peringatan bahwa operasi tidak berjalan
sebagaimana yang direncanakan.
Kapan perhitungan varian dilakukan?

18[18] http://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/08/14/standard-costing/ diakses tgl:03-01-2014,


pkl: 17.15 WIB

Siklus analisis variance


MULAI

Analisis varian dilakukan setelah laporan kinerja aktual selesai disiapkan.


Sangat mungkin hasil dari analisis varian akan memerlukan tindak lanjut
berupa identifikasi pertanyaan alias investigasi. Investigasi terebut akan
dilakukan bila kondisi berikut dipenuhi:
1. Selisih tersebut adalah material, dan
2. Manfaat

atas

investigasi

dan

tindakan

korektif

lebih

besar

dari

biaya/pengorbanan
Masalah utama dalam menghitung varian adalah berapa banyak varian
yang hendak dihitung! Pertimbangan varian mana yang sebaiknya dihitung
adalah berkaitan dengan implementasi management by exception (MBE),
yang selalu kritis mempertimbangkan dampak dan controllability dari setiap
varian. Sebagai contoh varian atau selisih yang terjadi yang disebabkan oleh
hal diluar kekuasaan atau control tidak banyak manfaatnya untuk dianalisis,

misalnya saja kenaikan biaya diakibatkan terjadi kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM)19[19]
Sebagaimana halnya dengan kalkulasi biaya produksi, analisis terhadap
varians biaya pemasaran merupakan langkah dasar dalam mengidentifikasi
faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan diantara biaya standar dan
aktual serta dalam mengeliminasi setiap inefisiensi yang ada. Setiap
perusahaan

memilih

analisis

varians

yang

spesifik

bagi

perusahaan

bersangkutan. Acapkali perusahaan hanya menghitung varians bersih untuk


biaya pemasaran dan tidak berusaha merinci lebih jauh varians tersebut
untuk mengetahui penyebabnya. Akan tetapi, kita tidak mendukung praktek
semacam ini kerana cenderung menutup-nutupi inefisiensi. Agar analisis
varians memberi manfaat, kita menghitung varians harga dan efisiensi.
Perhitungan atas varians-varians ini adalah sebagai berikut:
-Varians harga= (Harga standar Harga aktual) x Penggerak biaya aktual
- Varians kuantitas atau efisiensi= (Penggerak biaya yang dianggarkan atau
standar Penggerak biaya aktual) x Harga standar20[20]

N.Varians Bauran dan Hasil (Mix and Yield Variance)


Menetapkan biaya produk standar memerlukan penentuan standar harga
dan kuantitas. Di banyak industri, terutama industri proses, bauran bahan
baku dan hasil bahan baku memainkan peranan penting dalam biaya produk
final, dalam pengurangan biaya, dan dalam perbaikan laba.

19[19] Armanto Witjaksono, Akuntansi Biaya, hlm. 138-140


20[20] Letricia Gayle Rayburn, Akuntansi Biaya: dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen
Biaya, (Jakarta: Erlangga, 1999), hlm. 331-332

Spesifikasi standar bahan baku pada umumnya ditetapkan untuk


berbagai tingkatan mutu dan jenis bahan baku. Hampir disemua kasus,
spesifikasi didasarkan pada uji laboratorium atau teknik. Biaya komparatif
dari berbagai tingkatan mutu bahan baku digunakan untuk menemukan
bauran bahan baku yang memuaskan, dan perubahan seringkali dilakukan
ketika penggunaan bahan baku yang harganya lebih rendah memungkinkan.
Selain itu, pengurangan biaya yang substansial kadangkala dicapai dengan
memperbaiki hasil dari produk yang baik. Pada waktu-waktu tertentu,
mungkin terjadi pertukaran. Misalnya, penghematan biaya yang dihasilkan
dari penggunaan mutu bahan baku yang lebih murah mungkin menyebabkan
hasil yang lebih buruk. Program analisis varians yang mengidentifikasikan
dan mengevaluasi sifat, luas, dan penyebab varians bauran dan varians hasil
adalah suatu alat bantu bagi manajemen operasi.
Varians Bauran (Mix Variance)
Setelah spesifikasi standar telah ditetapkan, maka suatu varians yang
mencerminkan perbedaan antara rumus biaya standar bahan baku dengan
biaya standar untuk bahan baku yang digunakan secara aktual dapat
dihitung. Varians ini umumnya dikenal sebagai varians bauran atau
campuran, yang merupakan hasil dari mencampurkan bahan baku standar
dengan rasio yang berbeda dari spesifikasi bahan baku standar. Dipabrik wol
misalnya, proporsi standar dari tingkatan mutu wol untuk setiap nomor
benang dicerminkan dalam biaya campuran standar. Perbedaan antara wol
yang digunakan secara aktual dengan campuran standar menghasilkan
varians campuran atau varians bauran.
Industri seperti teksti, karet, dan kimia, yang produknya harus memiliki
kualitas kimia atau fisik tertentu, kadang kala menemukan bahwa adalah
lebih ekonomis untuk menggunakan kombinasi bahan baku dasar yang
berbeda dan tetap menghasilkan produk yang sempurna. Dalam kain katun,
perubahan dalam campuran kapas dari berbagai belahan dunia mungkin
mengirangi biaya dan memperbaiki laba. Dibanyak kasus, bauran baru

disertai dengan hasil yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dari


produk final, sehingga menyulitkan untuk menilai asal varians dengan benar.
Varians bauran yang menguntungkan, misalnya, mungkin dihilangkan oleh
varians hasil yang tidak menguntungkan, atau sebaliknya.
Varians Hasil (Yield Variance)
Hasil dapat didefinisikan sebagai jumlah produk yang diproduksi dari
sejumlah

tertentu

bahan

baku.

Varians

hasil

adalah

akibat

untuk

memperoleh suatu hasil yang berbeda dari apa yang diperkirakan dari input
aktual.
Dipabrik gula, kehilangan hasil normal dikembangkan karena dibutuhkan
102,5 pon sukrosa, dalam bentuk gula mentah, untuk memproduksi 100 pon
sukrosa dalam bentuk gula murni. Sebagian dari sukrosa ini muncul sebagai
sirup gula hitam, tetapi sejumlah persentase kecil benar-benar hilang.
Dalam industri pengalengan, adalh biasa untuk mengestimasikan hasil
yang diperkirakan dari tingkatan mutu per ton buah yang dibeli atau
dikirimkan ke pabrik. Hasil aktual dibandingkan dengan yang diperkirakan
dan dievaluasi dalam hal biaya. Jika hasil aktual ternyata menyimpang dari
persentase yang telah ditentukan sebelumnya, maka biaya dan laba akan
berbeda.21[21]
a.Varians Pendapatan untuk Perusahaan Multiproduk
Untuk tujuan perencanaan, perusahaan yang menjual beberapa produk
bisa mengasumsikan bahwa produk-produknya terjual dalam proporsi yang
konstan. Misalnya, dua buah gelas akan terjual untuk setiap satu buah piring.
Manajemen mungkin sengaja menurunkan markup dari suatu produk
(misalnya, gelas) untuk menarik pembeli dan menaikkan penjualan produk
lainnya (misalnya, piring) yang menghasilkan kontribusi lebih tinggi. Disini
bukan hanya kuantitas penjualan yang penting tetapi juga bauran produk
yang bersangkutan.
Perusahaan multiproduk berkonsentrasi untuk menganalisis harga jual
dan volume penjualan produk demi produk. Perusahaan tersebut acapkali
menggunakan varians harga jual dan volume penjualan untuk mengevaluasi
21[21] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, hlm. 172-173

kinerja pemasaran. Kita menentukan varians harga jual (sales price variance)
dengan mengalikan perbedaan diantara harga jual aktual dan harga jual
yang dianggarkan dengan kuantitas aktual yang terjual. Varians volume
penjualan (sales volume variance) yang juga disebut varians kegiatan
penjualan (sales activity variance) membandingkan kuantitas dan bauran
aktual dengan yang dianggarkan.
Berdasarkan prakiraan penjualan, manajer memperkirakan penjualan
seluruh industri akan berjumlah 12.500 unit untuk sarung tangan dan 10.000
unit untuk ikat pinggang. Manajer mengharapkan Clevenger Company akan
menjual 2.000 unit sarung tangan dan 3.000 unit ikat pinggang. Ini sama
dengan pangsa pasar sebesar 16 persen dari pasar sarung tangan dan 30
persen dari pasar ikat pinggang. Akan tetapi, penjualan industri yang
sesungguhnya hanya 6.000 unit untuk sarung tangan dan 5.000 unit untuk
ikat pinggang. Clevenger menjual 3.000 unit sarung tangan dan 1.000 unit
ikat pinggang, sehingga menghasilkan pangsa pasar aktual sebesar 50
persen (3.000/6.000 unit) untuk sarung tangan dan 20 persen (1.000/5.000
unit) untuk ikat pinggang.
Peraga 24-1
CLEVENGER COMPANY
Sarung
tangan
dianggarkan
per
$16

Harga
jual
yg
unit.........................
Harga
jual
aktual
per
unit.......................................
Biaya
variabel
standar
per
unit...............................
Marjin kontribusi yang dianggarkan per
unit..........
Volume
penjualan
yang
dianggarkan......................
Persentase bauran penjualan yang
dianggarkan......
Volume
penjualan
aktual........................................
Persentase
bauran
penjualan

Ikat
pinggang

Total

$20

17

18

12

12

2.000 unit

3.000 unit

5.000
unit

40%

60%

100%

3.000 unit

1.000 unit

75%

25%

4.000
unit
100%

aktual........................
Pasar yg dianggarkan untuk seluruh
industri.........
Pangsa
pasar
yang
dianggarkan.............................
Penjualan
industri
aktual........................................
Pangsa
pasar
aktual...............................................
-

12.500

10.000

16%

30%

6.000

5.000

50%

20%

Varians Harga Jual

Varians harga jual dihitung sebagai berikut:


(Harga jual aktual Harga jual yang dianggarkan) x Kuantitas penjualan
aktual
Untuk sarung tangan dari Clevenger Company:
($17 - $16) x 3.000 = $3.000 varians harga yang menguntungkan
Untuk ikat pinggang Clevenger Company:
($18 - $20) x 1.000 = $2.000 varians harga yang tidak menguntungkan
Varians harga jual adalah menguntungkan untuk sarung tangan karena
kenaikan sebesar $1 pada harga jual. Sebaliknya, varians harga jual tidak
menguntungkan untuk ikat pinggang karena adanya penurunan harga jual
$2 per unit. Varians harga jual tersebut dapat dibagi berdasarkan faktorfaktor penyebabnya seperti perubahan diskon kuantitas (rabat) dan diskon
untuk pembayaran yang lebih dini.
-

Varians Volume Penjualan


Kita menggunakan marjin kontribusi untuk menghitung varians volume

penjualan. Karena itu, kita dapat menyebut varians ini sebagai varian marjin
kontribusi (contribution margin variance). Kita perlu mengetahui perilaku
biaya untuk menentukan marjin kontribusi, yaitu pendapatan dikurangi biaya
variable. Jika perusahaan tidak dapat membagi biaya secara mudah ke
dalam biaya tetap dan biaya variable, kita menghitung varians marjin kotor
(gross margin variance). Perhitungannya sama seperti varians marjin
kontribusi kecuali bahwa marjin kotor menggantikan marjin kontribusi dalam
rumus yang digunakan.

Rata-rata tertimbang marjin kontribusi yang dianggarkan. Sebelum


menghitung varians volume penjualan, kita harus menghitung rata-rata
tertimbang

marjin

kontribusi

yang

dianggarkan

per

unit.

Dengan

menggunakan informasi dari Peraga 24-1, rencana bauran yang terdiri dari 2
unit sarung tangan (atau 2.000) dengan 3 unit ikat pinggang (atau 3.000)
menghasilkan marjin kontribusi per unit berikut untuk bauran produk
bersangkutan:
Sarung
Tangan

Ikat
Pinggang

2($4) +

3($8) = $8 + $24 = $32/5 = $6,40 marjin kontribusi rata-rata

yang dianggarkan
Varians volume penjualan adalah sebagai berikut:
Marjin kontribusi yang dianggarkan:
(5.000 unit x $6,40).......................................$32.000
Marjin kontribusi aktual:
Sarung Tangan
Ikat Pinggang
(3.000 unit x $4) + (1.000 unit x $8)............ 20.000
Varians volume penjualan tidak menguntungkan.

$12.000

Varians Bauran Penjualan

Varians bauran penjualan (sales mix variance) menyesuaikan perubahan


marjin kontribusi karena perusahaan tidak menjual produk dalam proporsi
sebagaimana diperkirakan dalam anggaran induk. Dengan menggunakan
informasi dari Peraga 24-1, varians bauran penjualan adalah sebagai berikut:

Untuk sarung tangan:


= [(75% - 40%) x 4.000] x ($4 - $6,40)
= (35% x 4.000) x -$2,40 =
Untuk ikat pinggang:
= [(25% - 60%) x 4.000] x ($8 - $6,40)
= (-35% x 4.000) x $1,60 =

$3.360 tidak menguntungkan


2.240 tidak menguntungkan
$5.600 tidak menguntungkan

Varians bauran penjualan mengukur pengaruh yang diakibatkan oleh


perubahan marjin kontribusi rata-rata yang dianggarkan per unit serta
perubahan

kuantitas

lini

produk

tertentu.

Varians

bauran

penjualan

memberikan informasi penting apabila perusahaan menjual berbagai produk


karena varians tersebut memperlihatkan bagaimana laba dipengaruhi oleh
perubahan bauran produk yang dijual. Semua varians bauran penjualan yang
dihitung diatas tidak menguntungkan karena dua hal: Pertama, perusahaan
menjual sarung tangan lebih banyak dari yang dianggarkan, dan marjin
kontribusi per unit sebesar $4 untuk sarung tangan lebih rendah dari ratarata sebesar $6,40. Kedua, perusahaan menjual ikat pinggang lebih sedikit
dari yang direncanakan, dan marjin kontribusi per unit sebesar $8 untuk ikat
pinggang lebih tinggi dari rata-rata sebesar $6,40
Varians kuantitas penjualan
Varians kuantitas penjualan = (volume penjualan aktual dalam unit volume
anggaran tetap dalam unit) x marjin kontribusi rata-rata yang dianggarkan
per unit
Untuk sarung tangan pada Peraga 24-1:
(3.000 unit 2.00 unit) x $6,40
Marjin kontribusi yang dianggarkan =
$6.400
Untuk ikat pinggang pada Peraga 24-1:
(1.000 unit 3.000 unit) x $6,40
Marjin kontribusi yang dianggarkan =
12.800
Varians kuantitas penjualan, total
$6.400
Varians kuantitas penjualan memperhitungkan

menguntungkan
tidak menguntungkan
tidak menguntungkan
semua unit berdasarkan

marjin kontribusi rata-rata yang dianggarkan sehingga memperlihatkan


dampak perubahan volume fisik terhadap laba.

Varians ukuran pasar dan pangsa pasar


Selanjutnya, kita dapat membagi varians kuantitas penjualan setiap

produk menjadi varians ukuran pasar dan pangsa pasar. Kita menggunakan
marjin kontribusi rata-rata yang dianggarkan untuk kedua produk ini. Akan
tetapi,

n pasar

jika

kita

hanya

menganalisis

satu

produk

saja,

kita

dapat

menggunakan marjin kontribusi dari produk bersangkutan saja.


=
Persentase pangsa pasar yang dianggarkan x
(Volume penjualan industri aktual dalam unit Volume penjualan industri
yang dianggarkan dalam unit) x Marjin kontribusi rata-rata yang dianggarkan

tangan:

nggang:

sa pasar

per unit
=
=
=
=
=
=

0,16 x (6.000 12.500) x $6,40


0,16 x 6.500 x $6,40
$6.656 tidak menguntungkan
0,30 x (5.000 -10.000) x $6,40
$9.600 tidak menguntungkan
(Persentase pangsa pasar aktual Persentase

pangsa pasar yang dianggarkan) x (Volume penjualan industri aktual dalam


tangan:

nggang:

unit x Marjin kontribusi rata-rata yang dianggarkan per unit)


=
(0,50 0,16) x (6.000 x $6,40)
=
0,34 x $38.400
=
$13.056 menguntungkan
=
(0,20 0,30) x (5.000 x $6,40)
=
$3.200 tidak menguntungkan
Sarung
tangan
Varians ukuran
$6.656 U
pasar......................................
Varians pangsa
13.056 F
pasar......................................
Varians kuantitas
$6.400 F
penjualan............................
Catatan: F= menguntungkan; U= tidak menguntungkan

Ikat
pinggang
$9.600 U
3.200 U
$12.800 U

Total ukuran pasar sarung tangan mengalami penurunan tajam, tetapi


perusahaan mampu meningkatkan pangsa pasarnya dari 16 menjadi 50
persen. Akan tetapi, hal sebaliknya terjadi untuk ikat pinggang yang
dianggarkan mencapai pangsa pasar 30 persen tetapi dalam kenyataannya
hanya mencapai 20 persen. Ukuran pasar ikat pinggang juga merosot karena

dari 10.000 yang dianggarkan hanya dapat direalisasikan sebesar 5.000 unit
penjualan aktual.
b.Varians Bauran dan Hasil Bahan serta Tenaga Kerja untuk Produk
Multibahan
Kita dapat menerapkan varians bauran dan kuantitas penjualan pada
input produksi. Kebanyakan prosedur produksi, terutama operasi kalkulasi
biaya proses, menggunakan rumus untuk menentukan spesifikasi jenis
bahan serta kelas pekerja yang diperlukan untuk pekerjaan tertentu. Dalam
operasi produksi, khususnya yang merupakan proses berkesinambungan
(process

costing),

manajemen

dapat

mengubah

bauran

input

untuk

mencapai hasil yang lebih baik. atau harga bahan dan kelas pekerja tertentu
mungkin mengalami kenaikan sehingga manajemen perlu mengurangi
penggunaan bahan atau pekerja bersangkutan. Perubahan bauran input
tersebut dapat mempengaruhi kuantitas produk yang dihasilkan. Selain itu,
untuk menghasilkan produk dengan kualitas tertentu, manajemen perlu
membatasi penggantian bahan dan pekerja yang lebih mahal dengan
sesuatu yang lebih murah.
Pembagian varians kuantitas. Pembagian varians kuantitas untuk bahan
dan tenaga kerja menjadi varians bauran dan hasil dapat membantu
pengendalian manajemen yang lebih baik. kita varians harga untuk setiap
jenis bahan atau varians tarif untuk setiap kategori tenaga kerja. Total
varians harga bahan sama dengan hasil penjumlahan varians harga untuk
semua jenis bahan. Di lain pihak, varians tarif tenaga kerja total sama
dengan hasil penjumlahan varians tarif untuk semua kelompok tenaga kerja.
Varians Bauran dan Hasil Produksi
Apabila perusahaan menggunakan beberapa input untuk memproses
produk dan sebagian input tersebut dapat ditukar satu sama lain, maka kita
dapat menghitung varians bauran dan hasil yang mengidentifikasi biaya atau
penghematan yang terjadi jika satu bahan diganti dengan bahan lain. Kita
menghitung varians bauran dengan membandingkan rumus standar dengan
biaya standar untuk bahan dan tenaga kerja yang benar-benar digunakan.
Varians timbul karena bahan baku atau kelompok tenaga kerja dicampur

dalam rasio yang berbeda dari spesifikasi standar. Misalnya, industri tekstil
atau kimia dapat mencampur berbagai kombinasi bahan baku dan masih
menghasilkan produk yang sempurna.
Varians hasil (yield variance) timbul karena hasil yang diperoleh berbeda
dari yang diharapkan bedasarkan input bahan atau tenaga kerja. Varians
hasil mencerminkan tambahan biaya atau penghematan yang terjadi karena
kita menggunakan lebih banyak bahan dari pada yang dipersyaratkan dalam
spesifikasi produk. Misalnya, untuk membuat permen susu, kita memasak
gula, sirup jagung, kelapa sawit, dan susu. Kita mengharapkan bahwa jumalh
tertentu dari bahan baku ini akan menghasilkan beberapa pound permen
susu. Varians hasil akan timbul jika output aktual berbeda dari yang
diharapkan. Kelebihan dan kekurangan yang ditimbulkan oleh varians bauran
atau hasil seringkali saling menutupi. Misalnya, bauran baru tersebut
mungkin menghasilkan varians bauran yang menguntungkan, tetapi hal itu
ditutupi oleh varians hasil yang tidak menguntungkan. Demikian juga,
keuntungan yang diperoleh dari varians hasil yang menguntungkan bisa
mengakibatkan timbulnya varians bauran yang tidak menguntungkan.
Akuntan biasanya menganggap varians hasi pekerja sebagai akibat dari
kuantitas dan / atau kualitas bahan yang ditangani.
Varians Bauran dan Hasil Bahan
Kita dapat menghitung varians bauran dan hasil produksi dalam jumlah
total untuk sekumpulan (batchs) bahan atau untuk masing-masing tingkatan
mutu bahan. Perhitungan kita menggunakan data berikut:
Bauran bahan standar untuk sosis jenis tertentu adalah sebagai berikut:

Daging A....................................
Daging B.....................................
Daging C.....................................
Tepung .......................................
Input ...........................................
.
Output ........................................
.

Berat
Harga
standar
stand
(dalam
ar
pound)
250 $0,40
600
0,25
50
0,88
200
0,18
1.100
1.000

Biaya
stand
ar
$100
150
44
36
$330

Biaya standar per pound bahan input ($330/1.100


pound).....................
Biaya per pound dari output ($330/1.000
pound)...................................

$0,30
$0,30

Pada akhir bulan, perusahaan menentukan untuk menggunakan daging dan


tepung dengan ukuran berikut ini dalam memproduksi 40.000 pound sosis:
Kuantit
as
aktual
Daging
A....................................
Daging
B....................................
.
Daging
C....................................
.
Tepung ..........................
.............

Biaya
aktual
per
pound

Kuantitas aktual
pada harga standar

9.900

$0,44

$3.96
0

24.600

0,22

6.150

(9.900 x
$0,40)
(24.600 x
$0,25)
(2.400 x
$0,88)

2.400

0,93

2.112

8.100

0,17

1.458

45.000

(8.100 x
$0,18)

$13.6
80

Dari pengkajian terhadap varians bauran, kita menyadari bahwa kuantitas


aktual yang digunakan tidak sesuai dengan rumus standar. Misalnya, pekerja
menyelesaikan 40.000 pound sosis; bila menggunakan rumus standar,
daging A yang seharusnya digunakan adalah 10.000 pound (250 pound x 40
batchs) dan bukan 9.900 pound seperti yang benar-benar digunakan.
Untuk menentukan varians bauran, kita menghitung kuantitas bauran
yang dianggarkan dengan menentukan jumlah setiap bahan yang akan
digunakan berdasarkan bauran yang dianggarkan. Misalnya, daging A
merupakan 22,73 persen dari total bahan (250/1.100 pound = 22,73%). Jika
pekerja menerapkan persentase ini terhadap total kuantitas aktual, maka
jumlah daging A yang akan digunakan adalah 22,73% x 45.000 = 10.229
pound. Peraga 24-2 mengilustrasikan varians bauran dan hasil secara rinci
untuk setiap kelompok bahan dengan menggunakan pendekatan diagram.
Meskipun kita menghitung varians bauran dan hasil secara terpisah untuk

setiap bahan, kita mengakui bahwa setiap input terkait satu sama lain.
Varians ini dikembangkan antara lain untuk menentukan apa pengaruh
perubahan bauran terhadap total output produk dengan menggunakan
seluruh bahan bersangkutan.
Varians Bauran dan Hasil Pekerja
Bauran pekerja standar. Anggaplah sekelompok pekerja melaksanakan
operasi dengan menerima tiga tingkatan pekerja yang berbeda. Bauran
pekerja standar terdiri dari 20 jam kerja dengan tarif upah sebagai berikut:
Tarif
stan
dar

Total biaya
standar
untuk jam
kerja aktual

570

$20

$11.400

420

16

6.720

700

24

16.800

Jam
kerja
aktual
A2..............................................
..................
C4..............................................
..................
D5..............................................
..................

1.690
$34.920
Jam kerja aktual dengan biaya standar
tertimbang:
35.152
(1.690 jam kerja aktual x $20,80 tarif standar
per jam)..................
Varians bauran pekerja yang
$232
menguntungkan................................
Varians hasil pekerja total
Jam kerja aktual pada biaya standar
(1.690 jam x $20,80)...........................................................
$35.152
Output pada biaya standar yang dinyatakan dalam jam kerja standar:
= 80 batch x 20 jam = 1.600 jam
1.600 jam x $20,80 tarif standar per jam..................................
Varians hasil pekerja yang tidak menguntungkan.....................

33.280
$1.872

22

[22]

O.Pertanggungjawaban dan Pengendalian Varians


Manajemen meneliti varians dengan cermat untuk menentukan mengapa
varians tersebut terjadi dan apa tindakan korektif yang dapat diambil, jika
ada. Tidak ada yang dapat menggantikan supervisi yang kompeten, tetapi
22[22] Letricia Gayle Rayburn, Akuntansi Biaya: dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Biaya,
hlm:400-413

pelaporan varians dapat menjadi alat bantu yang berharga bagi pegendalian
supervisor. Meskipun demikian, manajemen sebaiknya mengakui bahwa
penjelasan

atas

varians

memiliki

kegunaan

yang

terbatas

dalam

memperbaiki pengendalian biaya di masa depan, karena penjelasan jarang


sekali

menyarankan

tindakan

korektif

yang

harus

diambil.

Supaya

pengendalian biaya menjadi egektif, maka hasil dari tindakan korektif harus
diukur dan dilaporkan.
Tingkat investigasi varians sebaiknya didasarkan pada perbandingan
antara estimasi biaya untuk melakukan investigasi dengan nilai dari manfaat
yang diantisipasi. Supaya biaya dapat dihemat dari hasil investigasi varians
dan mengambil tindakan korektif diperkirakan akan lebih besar dibandingkan
dengan biaya untuk melakukan investigasi, maka manajemen sebaiknya
melakukan investigasi guna menentukan penyebab dari varians tersebut.
Varians sebaiknya diidentifikasikan dan dilaporkan kepada manajemen
sesering mungkin selama hal tersebut ekonomis. Semakin dekat deteksi dan
pelaporan ke titik terjadinya, maka semakin efektif tindakan perbaikan dan
semakin besar biaya yang dapat dihemat. Mungkin juga bermanfaat untuk
melaporkan varians dalam unit fisik maupun dalam satuan dolar dari biaya.
Penyebab Timbulnya Varians
Varians adalah suatu sinyal. Varians yang besar, baik menguntungkan
maupun tidak menguntungkan, sebaiknya diinvestigasi dan dianalisis. Suatu
varians dapat disebabkan oleh kejadian acak yang tidak diharapkan akan
terulang kembali, atau oleh masalah sistematis yang dapat diperbaiki.
Mungkin juga standar yang digunakan salah atau sudah ketinggalan zaman.
Misalnya, jika proses manufaktur berubah, maka standar fisik juga mungkin
berubah. Selain itu, perubahan harga yang tidak diperkirakan juga dapat
menyebabkan standar menjadi ketinggalan zaman. Dibeberapa kasus,
varians di departemen-departemen yang berbeda saling terkait. Menentukan
hubungan semacam itu penting ketika varians yang menguntungkan di satu
area ditiadakan oleh varians tidak menguntungkan di area lain yang terkait.
Misalnya, varians harga bahan baku menguntungkan yang ditimbulkan oleh
bahan baku yang tidak mahal mungkin lebih besar dibandingkan dengan

varians efisiensi tenaga kerja yang diakibatkan oleh peningkatan dalam


waktu tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengerjakan bahan baku yang
berkualitas buruk.
Departemen pembelian memiliki tanggungjawab utama atas varians
harga bahan baku. Supaya berguna, laporan varians sebaiknya memuat
daftar varians untuk setiap jenis bahan baku yang dibeli selama periode
tersebut. Kendali atas harga dicapai melalui pengumpulan beberapa
penawaran harga, pembelian dalam lot yang ekonomis, pengambilan diskon
tunai, dan pemilihan cara pengiriman yang paling ekonomis. Tetapi, kondisi
ekonomis dan perubahan harga yang tidak diperkirakan oleh pemasok
mungkin

berada

diluar

kendali

departemen

tersebut

dan

mungkin

disebabkan oleh inflasi yang tidak diperkirakan, kelebihan atau kekurangan


kuantitas barang yang tersedia di pasar, atau pembelian yang beruntung.
Varians kuantitas bahan baku dapat disebabkan oleh banyak faktor, dan
penyebabnya harus diidentifikasi jika varians tersebut ingin dikendalikan.
Laporan varians bahan baku sebaiknya dibuat per departemen dan
sebaiknya memuat daftar varians kuantitas bahan baku untuk setiap jenis
bahan baku yang digunakan selama periode tersebut. Jika bahan baku
tersebut kualitasnya dibawah standar, maka penyebabnya mungkin terletak
pada permintaan pembelian menginformasikan ke departemen pembelian
mengenai kualitas yang dibutuhkan. Jika bahan baku yang dibeli bervariasi
dari spesifikasi dalam permintaan pembelian, maka penyebabnya mungkin
ada di departemen pembelian. Atau mungkin bahan baku yang cacat tidak
ditemukan selama inspeksi pada saat bahan baku tersebut diterima.
Penyebab-penyebab lainnya terkait dengan aktivitas produksi, meliputi
faktor-faktor seperti: tenaga kerja yang tidak berpengalaman atau tidak
efisien, pencurian, mesin yang usang atau baru, perubahan dalam metode
produksi, perencanaan produk yang salah, atau kurangnya supervisi produksi
yang mencukupi.
Varians tenaga kerja yang besar cenderung jarang terjadi karena tarif
tenaga

kerja

untuk

keseluruhan

periode

biasanya

ditetapkan

oleh

manajemen atau oleh kontrak dengan serikat pekerja. Tetapi varians tarif

dapat terjadi, jika rata-rata tarif tenaga kerja tunggal digunakan dalam
perhitungan, padahal ada beberapa tarif yang berbeda untuk untuk pekerjapekrja individual. Dalam kasus-kasus semacam itu, ketidakhadiran atau
penugasan pekerja dengan satu tarif upah tertentu ke tugas yang biasanya
membayar upah dengan tarif yang berbeda dapat menimbulkan varians tarif.
Dalam kasus-kasus semacam ini, perencanaan atau penjadwalan penugasan
adalah penyebab dari timbulnya varians.
Varians efisiensi tenaga kerja dapat terjadi karena berbagai faktor. Faktorfaktor

tersebut

meliputi

kurangnya

bahan

baku,

bahan

baku

yang

bermasalah, pekerja yang tidak berpengalaman, mesin yang sudah usang,


kerusakan

mesin,

mesin

baru,

perubahan

dalam

metode

produksi,

perencanaa dan penjadwalan yang buruk, cetak biru atau spesifikasi desain
yang buruk, ketidak puasan pekerja, dan interupsi kerja. Untuk manajer
departemen, laporan efisiensi tenaga kerja yang paling berguna akan
melaporkan varians efisiensi untuk setiap pekerja. Karena biaya yang tinggi
untuk menghasilkan laporan terinci semacam itu, maka biasanya hanya ada
satu varians efisiensi tenaga kerja yang dilaporkan untuk setiap departemen
atau pusat biaya.
Varians overhead pabrik muncul baik dari porsi variabel maupun porsi
tetap overhead. Perhitungan varians yang didiskusikan sebelumnya akan
memisahkan varians terkendali dengan varians kapasitas. Varians volume,
yang

merupakan

ukuran

dari

kapasitas

yang

digunakan,

mungkin

diakibatkan oleh ketidakefisienan produksi atau oleh tindakan yang diambil


oleh manajemen eksekutif. Keputusan mengenai penggunaan kapasitas dan
menentukan tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya adalah bagian
dari perencanaan. Tetapi, perubahan juga terjadi dalam biaya tetap, karena
perubahan dalam tarif penyusutan, premi asuransi, pajak, dan gaji.
Perubahan-perubahan semacam itu biasanya merupakan bagian dari varians
terkendali atau varians pengeluaran.23[23]
Batas Toleransi untuk Pengendalian Varians
23[23] William K. Carter, Milton F. Usry, Akuntansi Biaya, hlm:176-178

Manajer memiliki tanggung jawab penting yang memakan waktu


disamping melakukan investigasi atas varians, sehingga mereka sebaiknya
berkonsentrasi pada varians besar yang memiliki dampak terbesar pada
laba. Sebagian dari varians diakibatkan oleh ukuran yang tidak sempurna
menggunakan biaya standar. Biasnya ukuran aktivitas yang digunakan untuk
mengestimasikan biaya tidak menjelaskan semua variasi dalam biaya.
Setiap varians yang dilaporkan sebaiknya diteliti jika berada diluar
rentang

yang

dapat diterima. Hal ini memungkinkan manajer

yang

bertanggung jawab untuk mengakui deviasi yang dapat diterima dari standar
dan mengurangi bahaya bahwa mereka sangat enggan menghadapi resiko.
Seorang manajer yang sangat khawatir bahkan atas varians yang kecil akan
menghambat dan bukannya meningkatkan efisiensi operasi.
Data masa lampau atas operasi yang telah stabil, disesuaikan dengan
estimasi perubahan di masa depan, dapat menjadi dasar yang andal guna
menghitung batas kendali yang membedakan operasi yang baik dengan
yang buruk, dan hal tersebut membantu dalam menentukan apakah akan
melakukan investigasi atas varians. Batas tersebut dapat ditentukan
menggunakan penilaian subjektif, firasat, perkiraan, dan biasa, atau
berdasarkan analisis statistik yang hati-hati, seperti kesalahan standar
(standard error). Dalam menentukan batas, manajemen harus mengakui
bahwa besaran relatif dari suatu varians merupakan hal yang lebih penting
dibandingkan dengan nilai dolar absolutnya, serta bahwa biaya dan manfaat
dari batas yang lebih ketat harus dipertimbangkan.
Penekanan Berlebihan pada Varians
Meskipun biaya standar bukanlah ukuran yang sempurna, laporan varians
memberikan informasi yang berharga bagi manajemen. Varians yang besar
menandakan

adanya

masalah

atau

kesempatan

yang

memerlukan

perhatian. Tetapi manajemen eksekutif harus mengingat bahwa, kendati


pelaporan varians biaya standar merupakan alat kendali biaya yang berguna,
namun hal tersebut bukanlah substitusi dari supervisi yang baik. Penekanan
yang terlalu berlebihan pada pemenuhan standar dapat mengakibatkan
terjadinya ketidakefisienan yang mahal dan kesempatan yang hilang.

Menghilangkan penyebab varians tidak selalu merupakan hal terbaik bagi


perusahaan.
Penekanan
besarnya

berlebihan

jumlah

pada

pemasok

varians

dengan

harga

harga

dapat

rendah,

mengakibatkan

tingginya

tingkat

persediaan, dan buruknya kualitas bahan baku dan komponen. Untuk


menghindari varians harga yang tidak menguntungkan, maka departemen
pembelian harus memiliki sejumlah besar pemasok dengan harga rendah
yang tersedia, dimana satu sama lain dapat ditandingkan guna memperoleh
harga terendah yang mungkin. Untuk menjaga harga harga rendah, maka
departemen

pembelian

dapat

memanfaatkan

diskon

pembelian

yang

tersedia untuk pesanan dalam jumlah besar. Memesan dalam jumlah besar
dan menyimpan persediaan dalam jumlah besar juga mengurangi kebutuhan
untuk melakukan pesanan kilat, yang dikenankan harga yang lebih mahal.
Sebagai konsekuensi dari praktik-praktik ini, persediaan cenderung menjadi
sangat besar, yang kemudian diterjemahkan menjadi biaya penyimpanan
yang tinggi. Ketika harga menjadi pertimbangan utama, maka kualitas dapat
diabaikan, sehingga menyebabkan kualitas produk yang buruk dan/atau
barang cacat, barang rusak, dan pengerjaan kembali yang tinggi.
Penekanan berlebihan pada varians efisiensi dapat menyebabkan
produksi dalam jumlah besar, persediaan barang dalam proses dengan
jumlah besar, dan usaha untuk mengendalikan kualitas hanya melalui
inspeksi. Produksi dalam jumlah besar memerlukan persiapan mesin yang
lebih sedikit. Ketidakefisienan dari mengubah produksi satu produk menjadi
produk lain diminimalkan dengan cara menurunkan frekuensi perubahan dan
dengan

menyebarkan

biaya

pembelajaran

ke

sejumlah

besar

unit.

Persediaan barang dalam proses yang berjumlah besar disebabkan oleh


produksi dalam jumlah besar. Persediaan dalam jumlah besar dilihat oleh
manajer operasi sebagai cadangan yang dapat mengurangi dampak
gangguan

seperti

kerusakan

mesin,

ketidak

perubahan dalam permintaan produk.24[24]


24[24] Ibid, hlm. 184-186

hadiran

karyawan,

dan

BAB III
CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA
A.Soal dan Penyelesaian Biaya Standar
Xavier Company menghasilkan produk tunggal. Biaya overhead variabel
dibebankan ke produk berdasarkan jam kerja langsung. Biaya standar untuk
satu unit produk adalah sebagai berikut:
Bahan langsung, 6 ons pada $0,50 per ons.....................
$3
Tenaga kerja langsung: 1,8 jam pada $10 per jam...........
18
Biaya overhead variabel: 1,8 jam pada $5 per jam..........
9
Total biaya variabel standar per unit................................
$30
Selama bulan Juni, dihasilkan 2.000 unit. Biaya yang berhubungan dengan
operasi di bulan Juni adalah sebagai berikut:
Pembelian bahan baku: 18.000 ons pada $0,60 per ons..
$10.800
Bahan baku yang digunakan dalam produksi: 14.000 ons
Tenaga kerja langsung: 4.000 jam pada $9,75 per jam....
$39.000
Biaya overhead manufaktur variabel yang terjadi...........
$20.800
Diminta:
Hitunglah varians bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan
overhead manufaktur variabel.
Jawab:
Varians bahan baku langsung
Kuantitas aktual
input pada harga
aktual
(AQ x AP)

Kuantitas aktual
input pada harga
standar
(AQ x SP)

18.000 ons x $0,60


per ons
= $10.800

18.000 ons x $0,50


per ons
= $9.000

Kuantitas standar yang


diperkenanakan untuk
output aktual pada
harga standar
(SQ x SP)
12.000 ons x 0,50 per
ons
= $6.000

Varians harga, $1.800 U


18.000 ons x $0,50 per ons
= $9.000

Varians kuantitas, $1.000 U


Catatan: 2.000 unit x 6 ons per unit = 12.000 ons
Dengan menggunakan rumus yang ada di bab ini, varians yang sama dapat
dihitung sebagai berikut:
Varians harga bahan baku = AQ (AP SP)
18.000 ons ($0,60 per ons - $0,50 per ons) = $1.800 U
Varians kuantitas bahan baku = SP (AQ SQ)
$0,50 per ons (14.000 ons 12.000 ons) = $1.000 U
Varians tenaga kerja langsung
Jam kerja aktual
input pada tarif
aktual
(AH x AR)
4.000 jam x $9,75
per jam
= $39.000

Jam kerja aktual


input pada tarif
standar
(AH x SR)

Jam standar yang


diperkenanakan untuk
output aktual pada tarif
standar
(SH x SR)

4.000 jam x $10 per


3.600 jam x $10 per jam
jam
= $36.000
= $40.000

Varians efisiensi, $4.000


U
Total varians, $3.000 F
Catatan: 2.000 unit x 1,8 jam per unit = 3.600 jam
Varians tarif, $1.000 F

Dengan menggunakan rumus di bab ini, varians yang sama dapat dihitung
sebagai berikut:
Varians tarif tenaga kerja = AH (AR SR)
4.000 jam ($9,75 per jam - $10 per jam) = $1.000 F
Varians efisiensi tenaga kerja = SR (AH SH)
$10,00 per jam (4.000 jam 3.600 jam) = $4.000 U
Varians biaya overhead manufaktur variabel
Jam aktual input
pada tarif aktual
(AH x AR)

Jam aktual input


pada tarif standar
(AH x SR)

Jam standar yang


diperkenanakan untuk
output aktual pada tarif
standar

(SH x SR)
4.000 jam x $5 per
jam
= $20.000

$20.800

3.600 jam x $5 per jam


= $18.000

Varians penegeluaran, Varians efisiensi, $2.000


$800 U
U
Total varians, $2.800 U
Catatan: 2.000 unit x 1,8 jam per unit = 3.600 jam
Dengan menggunakan rumus dalam bab ini, varians yang sama akan dapat
dihitung sebagai berikut:
Varians pengeluaran biaya overhead variabel = AH (AR SR)
4.000 jam ($5,20 per jam - $5 per jam) = $800 U
$20.800 4.000 jam = $5,20 per jam
Varians efisiensi biaya overhead variabel = SR (AH SH)
$5,00 per jam (4.000 jam 3.600 jam) = $2.000 U
Sumber: Ray H. Garrison, dkk., Akuntansi Manajerial, (Jakarta: Salemba
Empat, 2009), hlm: 121-123
B.Soal dan Penyelesaian Analisis Varians
Varians harga, Bauran, dan Hasil Bahan, serta Ayat Jurnal
Nancy Sills Manufacturers memroses dan mengalengkan saos tomat ke
dalam botol berukuran 24 ons. Input standar untuk suatu batch bahan
adalah sebagai berikut:
Dala
m
Poun
d
Tomat .......................................
..............
Sirup
jagung.......................................
.....
Cuka .........................................
..............
Garam.......................................
................

Harga
standar per
pound

340

$0,60

75

0,10

25

0,40

10

0,20

Bubuk bawang, lada, dan


bumbu.............
Input .........................................
..............
Output.......................................
................

50

0,53

500
400

Untuk menghasilkan saos tomat tersebut, resep memungkinkan perubahan


sejumlah bahan yang ada. Bahan-bahan berikut dibeli dalam bulan
bersangkutan.

Persediaan

bahan

langsung

dibukukan

berdasarkan

perhitungan standar.

Tomat .......................................
..............
Sirup
jagung.......................................
.....
Cuka .........................................
..............
Garam.......................................
................
Bubuk bawang, lada, dan
bumbu.............

Dala
m
Biaya
Poun aktual
d
23.0 $14.9
00
50
5.00
0

250

3.00
0

1.320

800

176

2.50
0

1.200

Selama bulan berjalan, 18.000 botol saos diproduksi dengan menggunakan


bahan sebagai berikut:

Tomat .......................................
..............
Sirup
jagung.......................................
.....
Cuka .........................................
..............
Garam.......................................
................
Bubuk bawang, lada, dan
bumbu.............

Dalam
Pound
22.10
0
3.900
1.900
500
1.950

30.35
0
Diminta:
a. Hitunglah varians harga beli bahan untuk setiap bahan dan varians bauran
total serta varians hasil total dalam bulan tersebut. Tunjukkan apakah
varians tersebut menguntungkan atau tidak.
b. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat pengeluaran bahan, varians, dan
disposisi varians.
Jawab:
a.
NANCY SILLS MANUFACTURERS

Tomat .....................................................
....................
Sirup
jagung.....................................................
...........
Cuka .......................................................
....................
Garam.....................................................
.....................
Bubuk bawang, lada, dan
bumbu................................
Input ......................................................
......................
Output.....................................................
......................
Biaya standar per pound input
($250/500)....................
Biaya standar per pound output
($250/400)..................

Varians harga beli bahan

Dala
m
Poun
d

Biaya
standar

340

$204,00

75

7,50

25

10,00

10

2,00

50

26,50

500

$250,00

400
$0,5
0
$0,6
25

Tomat ................................
...............
Sirup
jagung................................
......
Cuka ..................................
...............
Garam................................
................
Bubuk bawang, lada, dan
bumbu......

Berat
aktual
(poun
d)
23.00
0

0,10

0,05

0,05 F

Varians
harga
beli
total
$1.150
U
250 F

0,40

0,44

0,04 U

120 U

0,20

0,22

0,02 U

16 U

0,53

0,43

0,05 F

125 F

Harga
stand
ar
$0,60

Varians
Harga
harga
aktual
per
pound
$0,65 $0,05 U

5.000
3.000
800
2.500

$ 911 U
Catatan:
U = tidak menguntungkan
F = menguntungkan
Varians bauran bahan

Tomat .......................................
..............
Sirup
jagung.......................................
.....
Cuka .........................................
..............
Garam.......................................
................
Bubuk bawang, lada, dan
bumbu.............

Kuantit
as
aktual

Harga
stand
ar

22.100

$0,60

3.900

0,10

1.900

0,40

500

0,20

1.950

0,53

30.350
Kuantitas aktual pada biaya input standar
(30.350 pound x $0,50)
Varians bauran bahan yang tidak
menguntungkan

Jumlah
$13.260
,00
390,00
760,00
100,00
1.033,5
0
$15.543
,00
15.175,
00
$368,50

Varians hasil bahan


Kuantitas aktual berdasarkan biaya input standar.......

$15.175,00

Output aktual berdasarkan biaya output standar


(27.000 x $0,625).........................................................

16.875,00

Varians hasil bahan yang menguntungkan...................

$ 1.700,00

Catatan: 18.000 botol x 24 ons = 432.000 ons : 16 ons = 27.000 pound


b.
Persediaan bahan langsung........
Varians harga beli bahan............
Utang usaha..........................

16.985,
00
911,00

Persediaan barang dalam proses


Varians bauran bahan.................
Varians hasil bahan...............
Persediaan bahan langsung. .

16.875,
00
368,50

Varians hasil bahan.....................


Varians bauran bahan...........
Varians harga beli bahan.......
Harga pokok penjualan..........

1.700,0
0

17.896,
00
1.700,0
0
15.543,
50
368,50
911,00
420,50

Sumber: Letricia Gayle Rayburn, Akuntansi Biaya: dengan Menggunakan


Pendekatan Manajemen Biaya, (Jakarta: Erlangga, 1999, hlm.415-417

BAB IV
APLIKASI TEORI
UKM Wingko Babat Cap Kapal Terbang merupakan salah satu unit usaha kecil dan
menengah yang memproduksi makanan khas Kota Semarang yaitu wingko babat. Lokasi
perusahaan berada di Jalan Wolter Monginsidi (Genuksari) No. 30 Semarang. Wingko babat
yang diproduksi ada berbagai macam rasa, yaitu kelapa, nangka, durian, dan gula jawa.
Pembuatan wingko babat membutuhkan bahan baku yaitu kelapa, tepung ketan, gula pasir,
mentega, dan bahan tambahan yaitu nangka, durian, dan gula jawa. Biaya produksi UKM
Wingko Babat Cap Kapal Terbang terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik.
Selama ini biaya produksi UKM tersebut belum dikelola dengan baik. Biaya produksi yang
tidak dikelola dengan baik akan berpotensi menimbulkan kerugian. UKM tersebut sebelumnya
telah membuat standar biaya produksi yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi wingko
babat, tetapi terjadi pelanggaran terhadap standar yang telah ditetapkan. Pengendalian biaya
sangat diperlukan untuk mengetahui apakah proses produksi berjalan secara efisien.
Pengendalian dilakukan dengan membandingkan antara biaya standar dengan realisasinya. Jika
terjadi varians (selisih) antara biaya standar dengan realisasinya perlu penelitian lebih lanjut
mengenai penyebab terjadinya varians tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa standar biaya produksi di UKM Wingko CKT
terdiri dari standar biaya bahan baku langsung, standar biaya tenaga kerja langsung, dan standar
biaya overhead pabrik. Biaya standar yang diterapkan dalam satu kali produksi untuk bahan baku
kelapa sebesar Rp. 144.000, gula pasir Rp. 42.000, tepung ketan Rp. 28.500, mentega Rp. 3.500,
nangka Rp. 2.500, durian Rp. 3.750, dan gula jawa sebesar Rp. 2.500. Tarif upah standar tenaga
kerja langsung per jam sebesar Rp. 8.150 dengan jam TKL standar selama tiga jam. Biaya
standar overhead variabel pabrik dalam satu bulan selama bulan Desember 2010 yaitu biaya
kemasan berlogo sebesar Rp. 1.312.500, kertas minyak sebesar Rp. 210.000, gas Rp. 405.000,
dan air sebesar Rp. 540.000. Biaya overhead tetap berupa tarif penyusutan oven sebesar Rp. 500
per harinya. Analisis varians digunakan untuk menghitung varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya aktual dari BBL, TKL, dan OHP.

Dari hasil analisis varians diketahui bahwa kelapa memiliki varians unfavorable -1,06 %.
Gula pasir memiliki varians unfavorable -0,79 %. Pada tepung ketan terjadi varians unfavorable
-12,82 %. Varians unfavorable juga terjadi pada mentega sebesar -14,67 %. Pada nangka terjadi
varians unfavorable -28,76 %. Durian memiliki varians unfavorable -54,80 %. Sedangkan pada
gula jawa terjadi varians favorable -8,13 %. Hasil analisis varians untuk TKL menunjukkan
bahwa tarif TKL memiliki varians favorable 18,3 %. Efisiensi TKL memiliki varians
unfavorable -26,7 %. Hasil analisis varians overhead variabel menunjukkan bahwa pada biaya
kemasan berlogo terjadi varians favorable 0,6 %. Biaya kertas minyak memiliki varians
unfavorable -42,9 %. Biaya gas terjadi varians favorable 13,6 %. Terakhir analisis dilakukan
pada air yang memiliki varians favorable 50 %. Pada biaya overhead tetap variabel tidak terjadi
varians.
Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t, disimpulkan bahwa varians
untuk BBL yang masih dalam batas pengendalian yaitu kelapa, gula pasir, tepung ketan,
mentega, dan gula jawa. Sedangkan varians yang diluar batas pengendalian yaitu nangka dan
durian. Uji hipotesis pada varians TKL terhadap tarif masih dalam batas pengendalian,
sedangkan untuk efisiensi diluar batas pengendalian. Varians yang terjadi pada OHP tidak
dilakukan uji menggunakan uji t karena data dihitung selama satu bulan selama bulan Desember
2010.
Sumber: http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/47731/H11waw.pdf?...1
diakses tgl 03 Januari 2014, pkl: 17.30 WIB

BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dalam dunia usaha yang semakin berkembang ini, untuk mendapatkan keuntungan yang
optimal diperlukan pengendalian terhadap biaya produksi. Hal tersebut perlu dilakukan agar
biaya produksi yang digunakan dapat seefisien mungkin. Salah satu metode yang dapat
digunakan sebagai alat pengendalian terhadap biaya produksi yaitu dengan menetapkan biaya
standar. Begitu juga dengan analisis varians, analisis varians dan biaya standar sangat erat
kaitannya untuk pengendalian produksi.
Penetapan biaya standar dapat memberikan pedoman untuk mengetahui biaya yang
seharusnya terjadi dalam proses produksi. Proses produksi yang dilaksanakan menjadi faktor
penting karena berpengaruh terhadap biaya produksi bagi perusahaan, baik itu perusahaan yang
berskala besar maupun perusahaan berskala kecil dan menengah.
B.Saran
Penyusun memiliki beberapa saran yang ingin disampaikan. Hal ini semata-mata demi
kebaikan penyusun maupun pembaca. Beberapa saran diantaranya :
1. Kepada suatu perusahaan, baik perusahaan besar maupun UKM, alangkah baiknya jika biaya
produksi dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan kerugian.
2. Kepada pembaca, penyusun berharap makalah ini dapat menjadi tambahan referensi demi
kelengkapan ilmu dan wacana baru bidang Akuntansi Manajemen khususnya dibagian bab
Standard Cost and Variance Analysis.

DAFTAR ISTILAH PENTING


- Biaya standar adalah biaya yang telah ditentukan sebelumnya untuk
memproduksi satu unit atau sejumlah tertentu produk selama suatu periode
tertentu.
- Just-in-time adalah suatu filosofi yang berpusat pada suatu waktu yang
meminimalkan biaya tahunan dari pemesanan dan penyimpanan.
- Pusat biaya (expense center) adalah pusat pertanggungjawaban yang
prestasi manajernya diukur berdasarkan masukannya
- Pusat

investasi

adalah

pusat

pertanggung

jawaban

yang

prestasi

manajernya diukur berdasarkan perbandingan antara laba yang diperoleh


dengan investasi didalam pusat pertanggungjawaban tersebut.
- Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya
diukur berdasarkan selisih antara keluaran dan masukan (laba).
- Pusat pertanggungjawaban adalah suatu unit organisasi di dalam
perusahaan yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab.
- Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi
manajernya diukur berdasarkan kaluarannya.
- Sistem biaya standar merupakan suatu item akuntansi biaya yang
mengolah informasi biaya sedemikian rupa sehingga manajemen dapat
mendeteksi

kegiatan-kegiatan

dalam

perusahaan

yang

biayanya

menyimpang dari biaya standar yang ditentukan.


- Standar normal, mencerminkan tingkat aktivitas dan efisiensi normal
- Standar teoretis, mencerminkan tingkat aktivitas dan efisiensi maksimum
- Varians adalah perbedaan antara jumlah yang didasarkan pada hasil aktual dan jumlah yang
dianggarkan.
- Varians anggaran fleksibel, yakni perbedaan antara hasil aktual dan jumlah anggaran fleksibel
yang berkaitan berdasarkan tingkat output aktual pada periode anggaran.
- Varians anggaran statis adalah perbedaan antara hasil aktual dan jumlah yang dianggarkan
dalam anggaran statis (anggaran induk yang didasarkan pada tingkat output yang direncanakan
pada awal periode).

- Varians Bauran (varians campuran) adalah selisih antara jumlah aktual bahan baku dalam
bauran aktual dengan jumlah aktual bahan baku dalam bauran standar, keduanya dihargai dengan
biaya standar.
- Varians Bauran Penjualan adalah perubahan dalam laba yang disebabkan oleh bauran produk
yang dijual.
- Varians efisiensi adalah perbedaan antara kuantitas input aktual yang digunakan dan kuantitas
input yang dianggarkan untuk membuat output aktual, dikali dengan harga yang dianggarkan.
Varians efisiensi kadang-kadang disebut juga varians penggunaan.
- Varians harga, yakni perbedaan antara harga aktual dengan harga yang dianggarkan dikali
dengan kuantitas input aktual. Varians harga kadang-kadang disebut juga varians input atau
varians tingkat upah, terutama bila mengacu pada varians harga untuk tenaga kerja langsung.
- Varians hasil (yield variance) timbul karena hasil yang diperoleh berbeda
dari yang diharapkan bedasarkan input bahan atau tenaga kerja
- Varians yang menguntungkan (favorable), adalah varians yang memiliki pengaruh
meningkatkan laba operasi relatif terhadap jumlah yang dianggarkan.
- Varians yang tidak menguntungkan (unfavorable), adalah varians yang memiliki pengaruh
menurunkan laba operasi relatif terhadap jumlah yang dianggarkan.
- Varians Volume Penjualan, yakni itu perbedaan antara jumlah anggaran fleksibel dengan
anggaran statis yang berkaitan dengan kuantitas barang yang dijual.

DAFTAR PUSTAKA
Carter, William K, Milton F. Usry, 2005, Akuntansi Biaya, Jakarta: Salemba Empat
Garrison, Ray H., dkk., 2009, Akuntansi Manajerial, Jakarta: Salemba Empat
http://kampuskeuangan.wordpress.com/2011/08/14/standard-costing/.

diakses

tanggal 03 Januari 2014, pkl: 17.15 WIB


http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/47731/H11waw.pdf?...1. diakses tanggal 03
Januari 2014, pkl: 17.30 WIB
Mulyadi, 1990, Akuntansi Biaya, Yogyakarta: BPFE

Rayburn,

Letricia

Gayle,

1990,

Akuntansi

Biaya:

dengan

Pendekatan Manajemen Biaya, Jakarta: Erlangga


Witjaksono, Armanto, 2006, Akuntansi Biaya, Yogyakarta: Graha Ilmu

Menggunakan

Statement ofAuthorship
Saya/kamiyang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampiradalah
murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan oranglain yang saya/kami gunakan
tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagaibahan untuk makalah/tugas pada mata
ajaran lain kecuali saya/kamimenyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkanini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksiadanya plagiarisme.
Saya/kami memberikan pelimpahan wewenang kepada dosenuntuk menggunakan makalah/tugas
terlampir bagi kepentingan pengembanganpendidikan sejak makalah/tugas ini diserahkan.

Matakuliah:Akuntansi Manjemen
Judul Makalah/Tugas:StandardCosts and Variance Analysis
Disusun:
- Padatanggal :08Januari 2014
- Oleh:
Nama:Ana Prastiwi
NIM:3223113007
Tandatangan:

(ANA PRASTIWI)

(Jika tugaskelompok, maka dibuat oleh seluruh anggota kelompok)


Diserahkan:
- PadaTanggal:20Januari 2014
- Kepadadosen :Sri Dwi Estiningrum, S.E.,M.M.

Diposkan oleh prastiwi wibisono di 04.06


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
1 komentar:

1.
Ibu Esti19 Januari 2015 10.19
Salut Mbak...
Saya berharap hasil karya Mbak tersebut...bukan sekedar pemenuhan tugas saja. Tapi
Mbak juga memahami isi dan implementasinya.
Saya tunggu karya berikutnya...
Balas