Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kerangan atau valves mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-har di
dalam industry maupun di dalam rumah tangga, perkantoran, dan pusat-pusat bisnis lainnya.
Unit-unit peturasan, sanitasi, pencucian, air minum, pengairan, dan lain-lain adalah aplikasi
nyata dari pengetahuan tentang valves dalam kehidupan sehari-hari. Khusus didalam industry
peran valves menjadi lebih luas yang mencakup tentang pengaliran fluida bahan baku maupun
produk dan sampai pada tahap-tahap proses hilir serta penyimpanas hasil akhirnya.
Pengambilan kondensat atau Steamtraps adalah bagian dari suatu system penyediaan
energy yang berfungsi utamanya adalah memisahkankan kondensat yang terbentuk pada suatu
system perpipaannya. Hamper semua industry yang menggunakan ketel uap atau boiler
sebagai penyedia energy panas menggunakan streamtraps untuk menghilangkan kondensat dari
system perpipaannya. Kondensat yang bercampur dengan uap panas akan menurunkan efektifitas
penyediaan panas sehingga energy panas tidak sesuai dengan yang dikehendaki.
Regulator adalah bagian dari suatu system penyediaan gas yang berperan di dalam kehidupan
sehari-hari maupun di dalam industry. Dalam keseharian regulator digunakan dalam
pengaturan penyediaan gas dalam skala kecil, seperti : gas LPG, gas Kota, gas O2, Hidrogen,
Helium, Argondan Biogas. Unit kerja yang nyata menggunakannya dalam skala kecil ini,
misalnya : dapur, rumah sakit/klinik, laboratorium analisa, rumah tangga dan industry rumah
tangga.
Di dalam industry pengaturan penyediaan gas menjadi lebih luas dalam skala lebih besar dan
jenis gas yang dikendalikan. Namun demikian, cara kerja dan fungsi pengaturan penyediaan
gasnya analog dengan system yang ada pada skala kecil.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

1.2 Tujuan
1) Mengetahui cara kerja dan fungsi kerangan, pengambilan kondensat, dan regulator.
2) Dapat menguraikan dan merangkaikan suatu unit kerangan, pengambilan kondensat,
dan regulator.
3) Mengetahui dan dapat menjelaskan fungsi bagian-bagian kerangan, pengambilan
kondensat, dan regulator.
4) Mengetahui metoda perawatan dan perbaikan kerangan, pengambil kondensat, dan
regulator.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Kerangan (valves) merupakan perkakas utama dalam suatu kegiatan industry yang
dipergunakan sebagai alat untuk menutup atau mengatur aliran fluida, gas maupun cairan.
Kerangan merupakan bagian dari suatu system perpipaan yang dapat dikendalikan secara manual
ataupun secara otomatik. Pada umumnya pengendalian secara otomatik dapat berupa hidup-mati
(on/off control), pengendalian aliran (flow control)dan pengendalian tekanan (pressure control).
Ada beberapa jenis atau tipe kerangan yang pada umumnya dibedakan pada mekanisme
pengaturan penutupan bidang yang dialiri cairan atau gas. Contoh-contoh kerangan yang penting
adalah : Gate Valves, Globe Valves, Ball Valves dan Swing Check Valves.
Kerangan Geser (Gate Valves) merupakan alat penutup pada aliran lurus yang badan
penutupnya digerakkan tegak lurus terhadap arah aliran. Kerangan ini dapat dipergunakkan pada
kedua arah aliran.
Kerangan KAtup (Globe Valves) merupakan alat penutp yang bergerak plat katupnya
tegak lurus terhadap bidang penyumbat. Aliran fluida diatur berlawanan dengan bagian bawah
pelat penutup, sehingga pemasangannya harus dilaksanakan dengan benar. Kerangan ini sesuai
untuk mengatur jumlah aliran yang lewat dalam suatu aliran.
Kerangan Bola (Ball Valves) merupakan alat penutup yang bahan penyumbatnya
terbentuk bola atau kerucut yang diputar sehingga tertutup. Badan penyumbat tersebut
mempunyai lubang tembus sebesar diameter dudukan lubang dalam kerangan.
Kerangan Satu Arah (Swing Check Valves) merupakan alat penutup yang penyumbatnya
digerakkan oleh besar kecilnya tekanan aliran fluida dan bergerak hanya satu arah. Pada
umumnya kerangan ini terpasang secara orisontal atau secara vertical dengan arah aliran ke
samping atau ke atas.
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

Pengambilan Kondesat (StreamStraps)


Pengambil kondensat adalah suatu alat yang dapat mengambil kondensat dari suatu
system perpipaan, pemanas dan peralatan yang dipanaskan dengan uap, tanpa uap dari system
tersebut keluar dari system perpipaannya. Jenis Stream Traps di pasaran yang penting adalah
pengambl kondensat yang diatur oleh pelampung dan pengambil kondensat bi=metal yang diatur
oleh suhu.
Regulator
Regulator merupakan suatu alat yang dipergunakkan untuk menjaga agar suatu gas atau
uap yang bertekanan tinggi mengalir terjaga pada tekanan rendah atau tekanan yang dikehendaki.
Pada umumnya regulator dipakai pada pengaliran gas dari suatu tabung gas bertekanan tinggi,
seperti : Oksigen, Hidrogen, dan lain-lain. Dengan regulator tekanan dalam tabung gas sebesar
150 bar dapat dialirkan pada tekanan operasi sebesar 0,5 bar. Pada umumnya pengaturan tekanan
pada regulator dilakukan oleh membrane yang terbuat dari bahan polimer atau logam.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat-alat dan Bahan
3.1.1 Alat dan bahan yang digunakkan oleh praktikum valves, streamtraps dan regulator
adalah sebagai berikut :
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Alat-alat
Gate Valves
Globe Valves
Ball Valves
Swing Check Valves
Regulator Gas
Streamtraps
Kunci-kunci pas

Bahan
Ampelas 1000 mesh
Lap pembersih
Kuas

3.2 Cara Kerja

Pelajari bentuk dan


susunan peralatan
kerangan, pengambil
kondesat, dan
regulator

Uraikan kerangan,
pengambil kondensat,
dan regulator menjadi
bagian-bagian atau
komponen kecil
terpisah satu-persatu.

Rangkaiikan kembali
dan pasang kerangan,
pengambil kondensat,
dan regulator seperti
semula.

Bersihkan bagianbagian/komponen
yang kotor atau aus.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

3.3 Keselamatan Kerja

Gunakan kunci pembuka baut/sekrup yang sesuai ukurannya.


Simpan bagian-bagian alat yang terurai pada tempat yang terlindung agar tidak hilang

atau tercecer
Gunakan alat kerja bangku untuk membuka baut/sekrup yang sulit atau sudah menyatu
Pada peralatan yang terpasang pada perpipaan yang sedang beroperasi, pastikan program
perawatan dengan mematikan aliran yang melalui peralatan tersebut sesuai prosedur
standar, kemudian lakukan perawatan dan perbaikan. Pada regulator, pastikan katup
utama tabung gas tertutup, kemudian cabut regulator dari tabung gas.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Pengamatan
4.1.1 Gate Valve
4.1.1.1 Gambar Gate Valve dan Bagian-bagiannya

Gambar 4.1.1.1.1 Tampak Atas Gate Valve

Gambar 4.1.1.1.3 Irisan Gate Valve

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

4.1.1.2 Bagian-Bagian Gate Valve

Gambar 4.1.1.2 Bagian-bagian Gate Valve


Bagian-bagian dari gate valve adalah, sebagai berikut :
1. Roda pemutar, roda pemutar berfungsi untuk mentransmisikan gaya ketangkai tingkap.
2. Tangkai tingkap (steam), tangkai tingkap berfungsi sebagai penghubung antar roda
pemutar dan disk/piringan.
3. Mahkota (bonet), mahkota berfungsi sebagai penutup body.
4. Body (badan), body berfungsi sebagai tempat disk dan penghubung antar pipa yang
menggunakan sambungan flensa.
5. Cuping penekan gland, cuping ini berfungsi untuk menekan mahkota sehingga terjadi
kerapatan dengan body yang diantarai oleh paking.
6. Dudukan, dudukan berfungsi sebagai tempat berdirinya gate valve.
7. Mur selonsong, mur selonsong berfungsi untuk menahanroda pemutar.
8. Disk, disk merupakan bagian penting dari gate valve, sebagai penutup aliran fluida.
4.1.1.3 Prinsip Kerja Gate Valve
Prinsip kerja gate valve sangat sederhana. Pada gate valve terdapat roda pemutar, jika roda ini
diputar maka tangkai tingkap akan ikut berputar. Selanjutnya sambungan tangkai tingkap dengan
disk yang berupa ulir akan menyebabkan disk bergerak naik atau turun. Jika disk bergerak naik
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

maka gate valve akan terbuka dan fluida dapat mengalir, sebaliknya jika disk bergerak turun
maka gate valve akan tertutup dan fluida tidak dapat mengalir.
Karena valve ini sangat halus, dimana dengan terjadi putaran yang banyak valve hanya akan
bergerak sedikit. Sehingga gate valve adalah jenis valve yang paling halus dari valve jenis lain.

4.1.1.5 Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Jenis Gate Valve


Pemakaian Gate Valve
Gate Valve sering digunakan dalam instalasi bertemperatur dan bertekanan tinggi
mesalnya dalm system instalasi di:

Pembangkit Listrik,
Pengolahan Air,
Pertambangan,
Aplikasi lepas pantai.

Keuntungan menggunakan Gate Valve :

Low pressure drop waktu buka penuh


Amat ketat dan cukup bagus waktu penutupan penuh
Bebas kontaminasi
Sebagai Gerbang penutupan penuh, sehingga tidak ada tekanan lagi. Cocok apabila
akan melakukan service / perbaikan pada pipa

Kerugian menggunakan Gate Valve :

Tidak cocok di pakai untuk separuh buka, karena akan menimbulkan turbulensi

sehingga bisa mengakibatkan erosi dan perubahan posisi gate pada dudukan
Untuk membuka dan menutup valve perlu waktu yang panjang dan memerlukan

torsi / torque yang tinggi;


Untuk ukuran 10 keatas tidak cocok dipakai untuk steam

4.1.2 Globe Valve


Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

10

4.1.2.1 Gambar Globe Valve dan Bagian-bagiannya

Gambar 4.1.2.1.1 Tampak atas globe valve

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

11

Gambar 4.1.2.1.2 Irisan Globe Valve

4.1.2.2 Bagian-bagian Globe Valve

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

12

Gambar 4.1.2.2 Bagian-bagian globe valve


Bagian komponen
Cara Kerja/fungsi
Valve handle/hand valve handle berfungsi untuk mentransimisikan gaya ke tangkai
wheel

Stem seal

Bonnet

Body

tingkap
Globe Valve menggunakan dua metode untuk menghubungkan disk
da batang (stem) yaitu:
T-slot
Disc Nut Contruction.
Bonnet memberikan ruangan bagi disc untuk bergerak keatas saat
valve dalam posisi membuka. Sedangkan packing, berfungsi
sebagai material isolasi agar tak ada kebocoran fluida melalui stem.
body berfungsi sebagai tempat disk dan penghubung antar pipa
yang menggunakan sambungan flense
Seat Globe Valve terintegrasi atau memutar kebadan valve. Banyak
globe

Valve seat

valve

memiliki

backseats

dalam

bonnet.

Backseat

memberikan segel antara batang (stem) dan bonnet untuk mencegah


tekanan system dari build ke packing valve saat valve terbuka

Valve disc

penuh.
Pada globe Valve ada beberapa jenis lagi disk yang digunakan ,
antara lain:

Ball Disc ( disk bola), Desain ball disk (disk bola)yang


digunakan terutama untuk tekanan rendah dan suhu yang
rendah, pada prinsipnya diterapkan untuk berhenti dan

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

13

membuka sebuah aliran.


Composition Disc ( disk komposisi),Desain Komposisi disk
menggunakan bahan non logam berbentuk cincin yang

menjamin penutupan yang sempurna/kuat.


Plug Disc ( plug disk).Desain Plug Disk memberikan
throttling yang lebih baik daripada jenis ball maupun
komposisi. Tersedia dalam bentuk yang berbeda namun
semua berbentuk panjang dan runcing.

4.1.2.3 Prinsip Kerja Globe Valve


Prinsip dasar dari operasi Globe Valve adalah gerakan tegak lurus disk dari dudukannya. Hal ini
memastikan bahwa ruang berbentuk cincin antara disk dan cincin kursi bertahap sedekat Valve
ditutup.
4.1.2.4 Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Jenis Globe Valve
Keuntungan Globe Valve
1. High pressure drop / kehilangan tekanan sangat tinggi;
2. Cepat untuk membuka dan menutup;
3. Resiko kerusakan seat & disc sangat kecil;
Kerugian Globe Valve
1. Tidak semua system sesuai / cocok;
2. dibanding valve lain yang seukuran, globe valve lebih berat bebannya;
3. Memerlukan tosi / torque yang tinggi untuk mengoperasikan globe valve;
4.1.3 Ball Valve
4.1.3.1 Gambar Ball Valve

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

14

Gambar 4.1.3.1.1 Tampak atas Ball Valve

Gambar 4.1.3.1.2 Irisan Ball Valve

4.1.3.2 Bagian-Bagian Ball Valve

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

15

Gambar 4.1.3.2 Bagian-bagian Ball Valve


Nama bagian dalam ball valves, adalaf sebagai berikut :

Handle nut
Washer
Handle
Packing nut
Packing
Valve body
Seat ring
Stem
Friction washer
Ball
Seat ring
Retainer

4.1.3.3 Prinsip Kerja Ball Valve


Ball Valve adalah sebuah Valve atau katup dengan pengontrol aliran berbentuk disc bulat (seperti
bola/belahan). Bola itu memiliki lubang, yang berada di tengah sehingga ketika lubang tersebut
segaris lurus atau sejalan dengan kedua ujung Valve / katup, maka aliran akan terjadi. Tetapi
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

16

ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung katup, maka aliran akan
terhalang atau tertutup.
4.1.3.4 Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Jenis Ball Valve
Ball valve banyak digunakan karena kemudahannya dalam perbaikan dan kemampuan untuk
menahan tekanan dan suhu tinggi. Tergantung dari material apa mereka terbuat, Bal Valve dapat
menahan tekanan hingga 10.000 Psi dan dengan temperature sekitar 200 derajat Celcius. Ball
Valve digunakan secara luas dalam aplikasi industri karena mereka sangat serbaguna, dapat
menahan tekanan hingga 1000 barr dan suhu hingga 482 F (250 C). Ukurannya biasanya
berkisar 0,2-11,81 inci (0,5 cm sampai 30 cm). Ball Valve dapat terbuat dari logam , plastik atau
pun dari bahan keramik. Bolanya sering dilapisi chrome untuk membuatnya lebih tahan lama.
Fungsi Ball Valve:
1. Flow control/pengendalian Aliran
2. Pressure control/pengendali tekanan
3. Shut off
4. Cocok untuk high pressure dan temperatures/tekanan dan suhu yang tinggi
kelebihan ball valve:
1. A very low pressure drop/kehilangan tekanan sangat rendah
2. Low leakage/cukup jarang bocor
3. Small in size dan ball valve tidak begitu berat jika dibandingkan dengan valve lain yang
sejenis
4. Mudah dibuka dan tidak mudah terkontaminasi.
kekurangan ball valve :
1. Seat bisa rusak karena adanya gesekan antara ball dengan seat;
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

17

2. Pembukaan handle yang cepat bisa menimbulkan water hammer/palu air pada system
sehingga terjadi tekanan yang besar yang bisa merusak system/sambungan dan dinding
pipa;

4.1.4 Swing Check Valve


4.1.4.1 Gambar Swing Check Valve

Gambar 4.1.4.1.1 Tampak atas Swing Check Valve

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

18

Gambar 4.1.4.1.2 Irisan Swing Check Valve

4.1.4.2 Bagian-bagian Swing Check Valve

Gambar 4.1.4.2 bagian swing check valve


Konstruksi bagian utama dati swing check valve adalah body, cakram, swingpin, dan cap.
Dua tipe cakram yang digunakan pada swing check valve adalah logam dan susunannya. Cakrarn
logam dapat digunakan dalam Y dan Straight Through Patterns. Susunan cakram lebih baik
untuk aliran yang mengandung partikel luar.
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

19

Nama komponen/bagian dalam swing check valve :

Manicotto / End Adapter


Guarnizione / O-ring
Corpo / Body
Battente / Batten
Perno / Pin
Guarnizione / O-ring
Tappo / Plug

4.1.4.3 Prinsip Kerja Swing Check Valve


Swing check valve digunakan dalam cairan dengan kecepatan rendah dimana pembalikan aliran
jarang, mereka dijalankan pada sistem searah dengan gate valve. Karakteristik utama dati swing
check valve adalah mempunyai resistensii minimum mengalir, dari kecepatan rendah dan jarang
mengubah arah.
Swing check valve terdiri atas sebuah disk seukuran dengan pipa yang digunakan, dan
dirancang menggantung pada poros (hinge pin) di bagian atasnya. Apabila terjadi aliran maju
atau foward flow, maka disk akan terdorog oleh tekanan sehingga terbuka dan fluda dapat
mengalir menuju saluran outlet. Sedangkan apabila terjadi aliran balik atau reverse flow, tekanan
fluida akan mendorong disk menutup rapat sehingga tidak ada fluida yang mengalir. Semakin
tinggi tekanan balik semakin rapat disk terpasang pada dudukannya.

4.1.4.4 Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Swing Check Valve


Fungsi Swing Check Valve
One way valve / pengaliran satu arah, bisa pergi tidak bisa kembali lagi , fungsinya
berdayung, biasanya dipakai dengan spring check valve.
Keuntungan : One way flow / pengaliran satu arah ;
Kalau sudah buka ringan, low pressure drop / kehilangan tekanan sangat rendah,
cost nya murah
Kerugian

: Kebocoran amat tinggi dan aliran rendah karena terganggu dengan adanya
hambatan

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

20

4.1.5 Steam Traps


4.1.5.1 Gambar Steam Traps

Gambar 4.1.5.1.1 Tampak Atas Steam Traps

Gambar 4.1.5.1.1 Irisan Steam Traps

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

21

4.1.5.2 Bagian-Bagian Steam Traps

Gambar 4.1.5.2 Bagian-bagian steam traps


4.1.5.3 Prinsip Kerja Steam Traps
Steam traps biasanya dipasang di belakang penukar panas atau dalam saluran uap.
Pengeluaran berlangsung dengan bantun benda apung (pelampung) atau dengan paket bimetal.
Kemampuan kerjanya diperendah bila ada udara dalam alat pengeluaran kondensat yang
tidak dapat dikondensasi. Untuk pengeluaran kondensat dipasang organ penutup manual, atau
organ penutup bimetal yang bekerja otomatis (menutup bila uap pans mengalir). Tapis harus
sering dibersihkan.
a). Steam Traps Dengan Pelampung
Bila kondensat mengalir ke dalam alat pengeluaran kondensast, benda apung terdorong ke
atas shingga dengan bantuan batang-batang yang terpasang pada pelampung, katup pengeluaran
terbuka. Alat pengambil kondensat jenis ini, tidak tergantung pada temperatur kondensat atau
temperatur uap.
b). Steam Traps dengan Bimetal
Suatu paket atau keping dari bimetal akan melengkung bila uap panas mengalir. Pembengkokkan
tersebut digunakan untuk menggerakkan organ penutup. Bila dalam alat pengeluaran kondensat
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

22

terkumpul kondensat yang dingin, organ penutup akan membuka sampai tersedia cukup uap
panas yang mengalir masuk dan melengkungkan bimetal lagi. Steam traps jenis ini menjamin
ventilasi pada sistem pemanas secara otomatis.
4.1.5.4 Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Steam Traps
4.1.6 Regulator
4.1.6.1 Gambar Regulator

Gambar 4.1.6.1.1 Tampak Atas Regulator

Gambar 4.1.6.1.1 Irisan Regulator

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

23

4.1.6.2 Bagian-bagian Regulator

Gambar 4.1.6.2 bagian-bagian regulator


Keterangan:
1. Penutup regulator
2. Pegas beban
3. Karet membrane
4. Saluran keluar
5. Kunci pemutar
6. Bantalan katup
7. Penghubung mekanis
8. Badan regulator
9. Spindel katup
10. Cincin perapat
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

24

4.1.6.3 Prinsip Kerja Regulator


Regulator pipa adalah suatu instalasi pereduksi tekanan. Udara tekan yang digunakan sebagai
energi sinyal untuk pengendalian diambil dari jaringan udara tekan yang tekanannya direduksi ke
tekanan akhir yang diinginkan misalnya 1,2 bar. Di pihak lain gas-gas yang bertekanan yang
disimpan dalam tabung, misalnya gas Nitrogen, Hidrogen, dan Oksigen) harus diekspansi ke
tekanan akhir yang cocok untuk operasi.
Untuk keperluan itulah diperlukan regulator. Pada regulator tersebut, suatu membran yang
direntangkan oleh pegas yang mempengaruhi katup jarum jam (needle valve), sehingga di dalam
ruangan membran terdapat tekanan yang diinginkan. Bila tekanan dalam ruangan membran naik
(harga yang terukur), membran didorong ke arah pegas (pegas disetel sesuai harga target),
sehingga katup jarum kembali menutup sedikit.
Pada cairan, tekanan sering direduksi dengan cara serupa. Reduksi tekanan bisa dilakukan dalam
satu atau beberapa tahap. Udara untuk pengendalian harus melalui beberapa filter kelongsong
dulu sebelum direduksi tekanannya, supaya tetes cairan atau partikel padat yang terbawa dapat
ditahan filter.
Petunjuk praktek penggunaan Regulator:
1) peganglah regulator pada badannya jangan pada manometernya.
2) sebelum membuka katup silinder, tutup katup regulator terlebih dahulu dengan cara memutar
baut pngatur berlawanan arah dengan jarum jam hingga terasa longgar.
3) ketika mengatur tekanan kerja, putarlah baut pengatur perlahan lahan searah dengan jarum
jam. Tekanan gas yang tinggi dan tiba tiba akibat pembukaan baut pengatur secara cepat dan
merusak membran dan manometer.
4) berdirilah disamping manometer ketika mengatur tekanan kerja.
5) jangan mengotori regulator dengan minyak atau pelumas.
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

25

6) pastikan regulator bekerja dengan baik dan segera ganti bila regulator rusak.
4.2 Perawatan dan pemeliharaan
4.2.1 Perawatan dan pemeliharaan Valve
4.2.1.1 Perawatan Valve berdasarkan Bahan Penyusun
Untuk menjaga agar valve dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama maka perlu dilakukan
perawatan dan pemeliharaan terhadap alat tersebut. Berdasarkan jenis materialnya adalah :
No
1

Material penyusun
Kuningan

Perawatan dan pemeliharaan


Valve dengan jenis bahan ini tidak boleh digunakan untuk
temperatur diatas 450 F, apabila digunakan pada temperatur
yang melebihi dari yang tersebut diatas maka valve tersebut

Besi

akan mengalami kerusakan.


Valve dengan jenis bahan ini juga tidak boleh digunakan

Stainless Steel

untuk temperatur yang lebih besar dari 450 F


Valve dengan jenis bahan ini digunakan untuk temperatur
rendah dan aliran korosif valve ini tidak boleh digunakan

Steel Baja

dalam temperatur yang tinggi


Valve jenis ini digunakan untuk temperatur yang tinggi dan
tekanan yang tinggi (mempunyai kelebihan dibandingkan
dengan jenis bahan yang lain dalam hal penggunaan
temperatur)

Jadi untuk bahan material tersebut diatas, agar valve dapat berfungsi dengan baik maka
harus disesuaikan dengan temperatur. Pemeliharaan yang lain yang dapat dilakukan terhadap
valve adalah dengan menggunakan minyak pelumas. Minyak pelumas sangat dibutuhkan dalam
perawatan valve yaitu pada bagian screw. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan minyak
pelumas ini perlu diberikan pada bagian-bagian screw. Hal ini bertujuan untuk memperlancar
putaran pada valve.
4.2.1.2 Masalah Pada Valve (Katup) dan perawatannya
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

26

Kerusakan Fisik
Pemeriksaan fisik sangat penting karena valve yang tidak bekerja dengan baik kemungkinan
disebabkan oleh adanya kerusakan fisik.

Passing / Kebocoran
Kebocoran dapat terjadi karena posisi dosc yang berubah terhadap seat/tidak tepat.
Kebocoran cairan juga disebabkan oleh timbulnya kerak pada bagian utama valve,
perawatannya yaitu dengan membersihkan steam, disc dan seat.

Valve Lack
Bagian yang sering terjadi lack adalah packing gland. Hal ini dapat diatasi dengan
mengencangkan gland nut. Kemudian setelah dikencangkan jika kerusakan terjadi maka
periksalah hand well karena sering terjadi gesekan antara packing dan steam yang
mengakibatkan hand well susah untuk digerakkan.

Pemberian Pelumas
Untuk menjaga ketahanan valve pemberian pelumas pada steam sangat penting untuk
dilakukan.

4.2.1.3 Perawatan pada masing-masing Valves


No

Jenis Valves

1.

Gate valve

Perawatan
Pada gate valve kerusakan yang terjadi biasanya adalah
permukaan dari dudukan cakram penutupnya tidak rata,
Perawatannya yakni membersihkan dudukan dari cakram agar
dapat menutup dan tidak ada kebocoran lagi.

2.

Globe valve

Pada katup harus diperiksa, karena katup membuka pada satu arah,
juga pada katup pneumatic harus diberi pelumas agar licin.

3.

Ball valve

Pada ball valve ini biasanya terjadi gangguan pada bolanya sulit
untuk berputar, maka harus diberikan pelumas.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

27

4.2.2 Perawatan dan pemeliharaan Steam Traps


Pada penggunaannya steam trap biasa digabungkan dengan regulator karena steam trap dan
regulator sama-sama menggunakan fluida gas sebagai media yang melewatinya. Pada dasarnya
kerusakan pada steam trap terletak pada kesalahan desain alat tersebut,dan kurang sempurnanya
menutup dan membuka alairan pipa. Perbaikan dari masalah tersebut yang utama yaitu
mengecek kondisi steam trap secara rutin agar terdeteksi penyimpangan dalam pemakaian yang
akan mengakibatkan kerusakan pada produk yang dihasilkan. Untuk perawatan yang lain, yaitu :

Steam trap harus diperiksa secara rutin. Frekuensi inspeksi ditentukan berdasarkan
penggunaan steam trap. Sebagai contoh steam system yang digunakan untuk fasilitas
biasa (pemanas air dll) diinspek tahunan, sedangakan steam trap untuk proses
manufaktur atau industri sebaiknya diinspek 2 kali setahun atau 4 kali setahun

tergantung dari efek steam terhadap proses tersebut.


Preventive maintenance dengan mengganti elemen trap tiap tahun.
Pengetahuan terhadap sistem. Dilakukan inspeksi harus ada map atau P & ID dari
semua steam trap. semua steam trap harus diberi nama dan dipasang plat.
Penyimpanan steam trap harus menyertakan tipe, ukuran, manufakturnya, dan tujuan
penggunaannya.
Metode inspeksi steam trap : visual inspection, pengukuran suhu, metode acoustic
stethoscope, dan Ultrasonic tester.

4.2.3 Perawatan dan pemeliharaan Regulator Gas

bersihkan katup secara berkala, hindarkan regulator dari oli atau minyak, pukulan,

goncangan dan hentakan


Taruh regulator dengan posisi ulir menghadap ke atas, supaya tidak ada barang asing

masuk ke dalam ulir.


Periksa seal karet dan ulir regulator

4.3 Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan perawatan terhadap macam-macam perpipaan. Diantaranya
control valve (gate valve, globe valve, swing check valve, dan ball valve), steam traps, dan
regulator. Tujuan praktikum ini adalah Mengetahui cara kerja dan fungsi kerangan, pengambilan
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

28

kondensat, dan regulator, Mengetahui dan dapat menjelaskan fungsi bagian-bagian kerangan,
pengambilan kondensat, dan regulator, dan Mengetahui metoda perawatan dan perbaikan
kerangan, pengambil kondensat, dan regulator.
Control valve merupakan unit kendali akhir yang paling banyak dipakai di industri kimia.
Fungsi control valve yaitu mengatur laju alir. Control valve terdiri dari berbagai jenis. Pada
praktikum ini dilakukan perawatan terhadap gate valve, globe valve, swing check valve, dan ball
valve.
secara garis besar prinsip kerja alat ini yaitu penyempitan variabel dalam perpipaan
proses dengan mengubah bukaan sehingga laju alir berubah. Untuk bagian berbagai jenis valve
ciri utama pembedanya adalah elemen penutupnya. Secara garis besar perawatan alat ini yaitu
dengan jalan membersihkannya secara rutin, dan memberi minyak pelumas dalam kurun waktu
tertentu.
Pada praktikum ini dilakukan perawatan valve, yaitu Gate valve dilakukan perawatan
dengan cara pembersihan menggunakan tisu atau lap. Sebelum pembersihan, dilakukan terlebih
dahulu pembongkaran agar masing-masing komponen penyusun dari gate valve ini dapat
dibersihkan dengan maksimal. Keadaan gate valve yang dibersihkan tidak perlu di ampelas,
karena permukaannya sudah cukup halus dan mulus karena tidak ada kerak yang menempel.
Setelah itu dilakukan perawatan pada globe valve, dengan membersihkan atau
mengelapnya menggunakan lap dan tisu. Terdapat kendala pada saat dilakukan pembersihan,
karena tidak semua komponen dari alat ini dapat dibongkar hal ini disebabkan karena telah
terjadi pengkaratan pada alat ini, sehingga pembersihan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Ball valve dibersihkan dengan cara yang sama dengan gate valve dan globe valve. Ball
valve dibongkar terlebih dahulu untuk kemudian dibersihkan bagian body dan ballnya dengan
menggunakan lap. Pembersihan ball valve ini cenderung mudah, karena komponennya mudah
dibongkar. Keadaan alat ini cukup baik sehingga tidak perlu dilakukan pengampelasan.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

29

Pada saat perawatan swing check valve, terjadi kendala yaitu sulitnya komponen dari valve
jenis ini untuk dibongkar sehingga pembersihan hanya dilakukan dibagian luar dan bagian dalam
yang mudah terjangkau. Keadaan valve ini cukup baik sehingga tidak perlu diampelas karena
tidak terdapat kerak.
Selanjutnya dilakukan perawatan steam traps (pengambil kondensat). Pengambil
kondensat adalah suatu alat yang dapat mengambil kondensat dari suatu system perpipaan,
pemanas dan peralatan yang dipanaskan dengan uap, tanpa uap dari system tersebut keluar dari
system perpipaannya. Jenis Stream Traps di pasaran yang penting adalah pengambl kondensat
yang diatur oleh pelampung dan pengambil kondensat bimetal yang diatur oleh suhu.
Perawatan yang dilakukan pada steam traps di praktikum ini dilakukan dengan cara
terlebih dahulu membongkar komponen-komponen dari steam trap itu sendiri. Komponen yang
telah dibongkar dibersihkan dengan cara dilap. Keadaan steam trap ini sudah sedikit karat pada
bagian luarnya. Di dalam steam trap terdapat komponen berupa saringan, yang dibersihkan
dengan cara menyikat bagian lubang agar tidak tersumbat.
Selanjutnya dilakukan perawatan regulator. Regulator pipa adalah suatu instalasi pereduksi
tekanan. Udara tekan yang digunakan sebagai energi sinyal untuk pengendalian diambil dari
jaringan udara tekan yang tekanannya direduksi ke tekanan akhir yang diinginkan misalnya 1,2
bar. Di pihak lain gas-gas yang bertekanan yang disimpan dalam tabung, misalnya gas Nitrogen,
Hidrogen, dan Oksigen) harus diekspansi ke tekanan akhir yang cocok untuk operasi. Regulator
berfungsi untuk mengartur tekanan dalam tabung gas dan berfungsi juga untuk mencegah
kebocoran pada tabung gas.
Perawatan yang dilakukan terhadap regulator pada praktikum ini dilakukan dengan terlebih
dahulu membongkar alat ini untuk kemudian dibersihkan dengan lap atau tisu. Keadaan regulator
yang dibersihkan ini masih sangat baik karena alat ini tergolong masih baru.

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

30

BAB V
SIMPULAN
5.1 Simpulan
Simpulan yang dapat diambil dari praktikum perawatan perpipaan adalah, sebaagai berikut :

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

31

Valve berfungsi menutup atau mengatuir aliran fluida, gas maupun cairan. Pemeliharaan
yang dapat dilakukan terhadap valve adalah dengan menggunakan minyak pelumas pada

bagian screw, untuk memperlancar proses pemutaran pada valve.


Steam trap berfungsi memisahkan kondensat yang terbentuk pada suatu sistem
perpipannya. Perawatnnya yaitu, steam trap harus diperiksa secara rutin. Frekuensi

inspeksi ditentukan berdasarkan penggunaan steam trap.


Regulator berfungsi menjaga agar suatu gas atau uap yang bertekanan tinggi mengalir
terjaga pada tekanan rendah atau tekanan yang dikehendaki. Pemeliharaan yang dapat
dilakukan terhadap regulator adalah bersihkan katup secara berkala, hindarkan regulator
dari oli atau minyak, pukulan, goncangan dan hentakan.

DAFTAR PUSTAKA

Instruction Manual, Engineering Industry Training Board, The Industry Training Board, 1976,
Module J2ISM
Hoop, V., 19Dasar-Dasar Teknologi Kimia, Hoechst (PT Sastra Hudaya), Volume 2, Halaman
Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

32

Rifqi, Zulqarnain. 2010. Pengetahuan perpipaan.


http://sungaibataleke.blogspot.com/2010/10/pengetahuan-perpipaan.html. (Diakses 5 April 2015
pukul 02.00 WIB)
Wahab, Abdul. 2011. Regulator Tabung Gas.
https://wahabxxxxx.wordpress.com/2011/04/18/regulator-tabung-gas. (Diakses 5 April 2015
pukul 02.00 WIB)

LAMPIRAN

Gambar

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)

Keterangan

33

Pembersihan komponen valve dengan


menggunakan kuas

Alat-alat yang dilakukan perawatan

regulator yang telah dibongkar

Perpipaan (Valves, Steam Traps, dan Regulator)