Anda di halaman 1dari 2

JENIS RESIN KOMPOSIT BERDASARKAN AKTIVASI POLIMERISASI

Visible-light-activated systems
Visible-light-activated systems mengandung dua komponen initiator sistem, terdiri dari diketone dan tertiary amine. Di-ketone yang fotosensitif, biasanya 0,2-0,7% champhorquinone,
menyerap energi radiasi dengan panjang gelombang 450-475 nm yang dipancarkan dari quartz
halogen, laser, plasma arc dan yang paling baru light emitting diodes . Energi minimum yang
dibutuhkan untuk curing yang adekuat adalah 300 mW/cm 2. Dengan intensitas cahaya 100
mW/cm2 kedalaman curing dan perubahan dari monomer resin jauh lebih baik menggunakan
light emitting diodes daripada dengan menggunakan halogen dan photon yang dipancarkan oleh
light emitting diodes lebih bisa diserap oleh champhorquinone.
Resin komposit sinar memiliki berbagai macam keuntungan seperti sifat yang baik dalam
hal pemakaian, memiliki resistensi yang baik terhadap keadaan kelas IV, mempunyai daya
absorpsi air yang rendah, melekat dengan mudah pada permukaan gigi, warna yang mudah
disesuaikan karena translusensi cahaya yang rendah, dan mudah dimanipulasi. Proses pengerasan
resin komposit memerlukan alat visible light cure atau sinar tampak. Keuntungan dari visible
light cure adalah proses pengerasan yang cepat, dalam, dan dapat diandalkan. Dalam waktu 40
detik setiap periode dengan ketebalan bahan minimal 2,53 mm dan maksimal 4,5 mm, dapat
dipastikan bahan akan mengeras, meskipun melalui lapisan enamel bagian labial atau lingual,
stabilitas warna yang dihasilkan sangat sesuai. Bahan tumpatan sinar menunjukkan warna yang
lebih stabil dibandingkan system self-cured atau pengerasan secara kimiawi, dan proses
pengerasan atau polimerisasi yang terkontrol.
Proses polimerisasi terjadi dalam tiga tahapan yaitu inisiasi dimana molekul besar terurai
karena proses panas menjadi radikal bebas. Proses pembebasan tersebut menggunakan sinar
tampak yang dimulai dengan panjang gelombang 460485 nm. Tahap kedua adalah propagasi,
pada tahap ini monomer yang diaktifkan akan saling berikatan sehingga tercapai polimer dengan
jumlah monomer tertentu. Tahap terakhir adalah terminasi dimana rantai membentuk molekul
yang stabil.
Chemically activated systems
Resin komposit yang secara umum dalam bentuk pasta base dan catalyst ataupun dalam
bentuk powder-liquid. Salah satu bagian dari base dan catalyst maupun powder-liquid akan

mengandung sebuah initiator, benzoyl peroxide, dan bagian lainnya tertiary aromatic amine
accelerator yang ketika dicampurkan kedua bagian ini akan memicu polimerisasi dari resin
komposit.
Sistem lain (Dual-activated)
Dual-activated komposit memiliki dua sistem pemicu polimerisasi yaitu light-activated dan
chemically activated. Light-activation digunakan untuk memicu polimerisasi dan chemicalactivation diandalkan untuk melanjutkan dan melengkapi reaksi setting dari resin komposit.
DAPUS
Annette Alexandra Susanto , Effects of materials thickness and length of light exposure on
the surface hardness light-cured composite resins, Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol. 38. No. 1
Januari 2005: 3235