Anda di halaman 1dari 29

PRESENTASI KELOMPOK 4

Sifat Magnetisasi Batuan


(Pole atau Dipole)

Metode Magnetik
Dosen Pengampu:
Dr. Sunaryo, S.Si, M.Si

Sejarah Magnetisasi Batuan

Alfadeo V.
Siantori
125090700111017

Sifat kemagnetan dapat dibagi kedalam tiga golongan utama menurut


susceptibilitas
magnet:
diamagnetism,
paramagnetism,
dan
ferromagnetism.
Diamagnetik
Pada material diamagnetik semua elektron shells terisi penuh. Ketika
diletakkan pada medan magnetik jalur orbital elektron berotasi
menghasilkan medan magnet yang berlawanan dengan medan yang
diberikan tadi. Hasilnya, susceptibilitas bahan diamagnetik lemah
dan negatif
Paramagnetik
Dalam bahan paramagnetik kulit elektron tidak terisi penuh sehingga
medan magnet dihasilkan dari spin elektron yang tidak berpasangan.
Ketika diletakkan pada medan magnet eksternal dipole yang
berhubungan dengan spin elektron yang tidak berpasangan berotasi
untuk menghasilkan medan searah dengan medan yang diberikan
sehingga suscebtibilitasnya positif. Namun nilainya masih lemah

Alfadeo V.
Siantori
125090700111017

Ferromagnetik
Pada beberapa bahan paramagnetik yang
mana atom mengandung beberapa elektron
tidak
berpasangan
,
dipole
yang
berhubungan dengan spin dari elektron
tidak
berpasangan
secara
magnetik
berpasangan
dengan
atom
yang
berdekatan.
Hal ini disebut
domain
magnetik. Dalam material ferromagnetik
dipolenya
paralel.,
menghasilkan
peningkatan
sangat
tinggi
pada
spontaneous
magnetization
dan
susceptibilitas.
Pada
material
antiferromagnetik dipolenya berpasangan
secara
antiparalel.
Pada
material
feriimagnetik dipolenya berpasangan secara
antiparalel namun dengan kekuatan yang
berbeda.

Alfadeo V.
Siantori
125090700111017

Natural Remanent
Magnetization (NRM)

Natural remanent magnetization (NRM) adalah kemagnetan


permanen dari batuan atau sedimen. Dalam beberapa bentuk, NRM
dapat mempertahankan catatan dari medan bumi dan pergerakan
tektonik batuan lebih dari jutaan tahun lalu. Ada beberapa jenis
NRM yaitu:
Thermorament magnetization (TRM) diperoleh selama
pendinginan melewati temperatur Curie dari mineral magnetik
dan hail ini merupakan sumber terbaik
Chemical remanent magnetization (CRM), yang mana terjadi
ketika magnetik grain membesar atau berubah dari satu bentuk
kebentuk lain sebagai hasil dari aksi kimia pada temperatur
sedang.
Isothermal remanent magnetization (IRM), adalah residual sisa
akibat hilangnya medan eksternal.
Viscous remanent magnetization (VRM), remanence didapat
ketika batuan terkena medan bumi untuk periode yang lama.

Suceptibilitas Magnet dari


Batuan dan Pengukurannya

Inge Larisa
Rahmadani
125090700111019

Suceptibilitas Magnet dari


Batuan dan Pengukurannya

Inge Larisa
Rahmadani
125090700111019

Kelompok Bahan Magnetik

Inge Larisa
Rahmadani
125090700111019

Suseptibilitas

Inge Larisa
Rahmadani

Suseptibilitas

125090700111019

Batuan
Kemagnetan batuan sangat dikontrol oleh kandungan
mineralnya. Jadi nilai susetibilitas batuan sebenarnya
tidak dapat ditenetukan dari jenis litologinya, tetapi dari
unsur mineralnya.
Kebanyakan batuan mangandung unsur mineral
diamagnetick dan
paramagnetik. Sedangkan kemagnetan batuan umumnya
disumbangkan oleh keberadaan mineral ferrimagnetik.
Pada batuan magmatic, suseptibilitasnya akan menurun
sebanding dengan pelapukan yang terjadi pada batuan
tersebut, sedangkan pada batuan sedimen, akan
meningkat sebanding dengan kandungan mineral
lempungnya.

Inge Larisa
Rahmadani
125090700111019

Suseptibilitas magnetik dari


batuan

Inge Larisa
Rahmadani
125090700111019

Suseptibilitas magnetik dari


mineral

Inge Larisa
Rahmadani

Suseptibilitas

125090700111019

Suseptibilitas dari tiap tipe batuan


bervariasi terhadap ukuran
mineralnya
Suseptibilitas dari batuan magmatik
meningkat dari asam ke basa.
Suseptibilitas dari batuan sediment
meningkat sesuai peningkatan
kandungan lempung-nya (clay)

Inge Larisa
Rahmadani
125090700111019

Pengukuran suseptibilitas magnet

Isolated Pole (Monopole)

Chusnul Fuad
125090700111020

Isolated Pole
(Monopole)

Paul Dirac - 1931

Chusnul Fuad
125090700111020

Isolated Pole
(Monopole)

Peta Anomali
Hasil reduksi ke
Kutub

Chusnul Fuad
125090700111020

Isolated Pole
(Monopole)

Although an isolated pole is a fiction,


in practice it may be used to represent
a steeply dipole whose lower pole is so
far away that it has a negligible effect
(Tellford)

Dipole

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Sebuah momen magnetik magnet (juga


disebut momen dipol magnetik dan
biasanya dinotasikan)adalah vektor
yang mencirikan sifat keseluruhan
magnet magnetik.
Terdapat 3 struktur dimensi kecil (F, H,
Z) berisi konsentrasi anomali magnetik
bahan dan bervariasi dalam bagian dari
batang seperti untuk bola yang disebut
sebagai model dipole (Telford, 1979)

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Medan
Geomagnetism
D = Deklinasi
I
= Inklinasi
X = Utara
Geografi
H = Utara
Geomagnet
Y = Timur
Z = Altitude
F = Intensitas
Total

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Inklinasi dan
Deklinasi

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Medanmagneteksternalyangdihasilkanoleh
momendipolmagnet

Analog elektrostatik untuk momen


magnetik: dua tuduhan yang berlawanan
dipisahkan oleh jarak yang terbatas.
Panah masing-masing mewakili arah dari
vektor medan pada titik tersebut.

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Medan magnet dari loop di samping


merupakan yang masuk menuju x dan
keluar dari ujung yang dinotasikan dengan
titik.

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Efek magnetic dari dipol terisolasi (Geometri)

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Efek magnetic dari dipol terisolasi (I


= 45o)

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Ainul Yaqin
Abror Haf
125090700111018

Profile F untuk setiap inklinasi yang


berbeda