Anda di halaman 1dari 17

Menopouse & Klimakterium

By : Ns. Rina Mariyana,


S.Kep

Klim

a kt

eriu

m
.

Masa peralihan sebelum mencapai


senium, mulai dari akhir masa
reproduktif sampai masa non
reproduktif, terjadi pada usia
40-65 tahun

PRA
MENOPOUSE

MASA KLIMAKTERIUM

MENOPOUSE

PASCA
MENOPOUSE

Masa klimakterium:
Masa yang berlangsung
antara 5 tahun sebelum
dan sesudah menopouse

MENOPOUSE

Henti haid yg terakhir yg


terjadi dalam masa
klimakterium dan hormon
estrogen tidak dibentuk
lagi, umumnya terjadi pd
usia 45-55 tahun

m
e
Pr

o
p
o
en

masa sebelum
berlangsungnya saat
menopuse, yaitu fungsi
reproduksi mulai
menurun sampai muncul
tanda-tanda menopouse

se

Patofisiolo
gi

Usia bertambah
Folikel sel telur berkurang

Estrogen &
progesteron(-)

Haid berhenti

Perkembangan seksual tubuh

Perubahan fisik

Habis

Liang rahim kering,


payudara lembik, Kulit
keriput, vagina kering,
Libido menurun
Kulit mengendur,
inkontinensia, jantung
berdebar-debar, sakit
kepala, nyeri kaki dan
otot, rasa panas, sulit
tidur

Tanda Awal
Menopuse/klimakterium

1. Menstruasi menjadi tidak lancar dan tidak


teratur,biasanya datang interval waktu lebih
lambat atau lebih awal dari biasanya.
2. Kotoran haid yang keluar banyak sekali atau
sangat sedikit
3. Muncul gangguan vasomotorik berupa
penyempitan atau pelebaran pada pembuluh
darah
4. Merasa pusing-pusing saja,di sertai sakit kepala
terus menerus

Jangka Pendek

Jangka Menengah

Jangka Panjang

Jangka Pendek

Gejala vasomotor

Gejala psikologis

1. Kulit memerah
dan panas tibatiba
2. Palpitasi
3. Pening
4. Rasa lemah dan
ingin pingsan.
5. Keringat malam
6. Susah tidur

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mood murung
Ansietas
Labilitas emosi
Merasa tidak berdaya
Gangguan daya ingat
Konsentrasi
berkurang
7. Sulit mengambil
keputusan
8. Merasa tidak bahagia

JANGKA MENENGAH

ATROPI
UROGENITAL

Ekeringan vagina
Dispareunia
Disuria
Inkontinensia
Poliuri
PH vagina
meningkat shg
rentan infeksi

PERUBAHAN KULIT

& SENDI
Kulit kering, tipis
Rambut rontok
Kerapuhan kuku
Nyeri sendi dan

otot

Osteoporosis

Jangka Panjang

Penyakit kardiovaskuler

terapi & usaha mengurangi


keluhan
1. Terapi nonhormonal

1). Arus panas (hot flush) :


meningkatkan asupan vitamin B
kompleks untuk menekan stress
dengan menormalkan sistem saraf
tubuh. Meningkatkan konsumsi
makanan tinggi fitoestrogen seperti
kacang kacangan terutama
kedelai dan olahannya (tahu,
tempe, susu kedelai), dan papaya.
Makan sumber vitamin E yang tidak
saja dapat memperlancar oksigen
tapi juga mencegah pengendapan

2. Kulit kering dan


keriput
Makanlah makanan alami bersifat
membangun dan tidak merusak,
terutama buah buahan dan
sayuran.Tingkatkan asupan
vitamin E yang terdapat di biji
bijian terutama biji bijian yang
sudah berkecambah. Vitamin E
diyakini dapat menyerap dan
menghancurkan pigmen tanda
tanda ketuaan yang timbul pada
kulit. Perbanyak minum air putih
dan hindari merokok.

3. pening/ sakit
kepala

4. Pengerutan
vagina

5. Insomnia

Cobalah untuk bersantai,


beristirahat atau melakukan
meditasi . Hindari hal hal yang
menyebabkan ketegangan, depresi
atau stress. Hindari alkohol dan
kopi

Menggunakan krim estrogen atau


gel khusus vagina,

Menjalani gaya hidup yang positif


dan hilangkan pikiran negative.
Melakukan aktivitas fisik di siang
hari. Aktivitas fisik secara teratur
dapat membuat tidur lebih nyenyak.
Jangan membiarkan perut dalam
kondisi kelaparan.

6. Gangguan psikis/ emosi


Memperbanyak makanan sumber
fitoestrogen dan vitamin B6,
misalnya kedelai dan produknya
seperti tempe, tahu, dan susu
kedelai. Vitamin B6 penting untuk
memperlancar kerja sistem saraf
dan menurunkan tingkat stress.

Meningkatkan asupan kalsium


menurut Gay Gaer Luce dapat
mengurangi kesedihan dengan
mempengaruhi fungsi sistem
saraf. Perasaan marah dan
depresi bisa diakibatkan oleh
ketidakseimbangan natrium dan
kalium dalam cairan tubuh. Oleh
karena itu kurangi garam dan
tingkatkan asupan kalium,
misalnya jeruk atau pisang.

7. Oesteoporosis
Meningkatkan asupan kalsium bisa
dari susu atau ikan, misalnya ikan
teri. Meningkatkan asupan vitamin
D dari susu dan paparan sinar
matahari pagi (jam 08.00 09.00).
Meningkatkan asupan estrogen
alami (fitoestrogen) dengan
banyak mengkonsumsi produk
kedelai seperti susu kedelai,
tempe dan tahu. Meningkatkan
aktifitas fisik