Anda di halaman 1dari 6

Pengamanan Pesan Berlapis Dalam Kriptografi Klasik Dengan

Menggunakan Metode Vigenere Chiper Dan Blocking


Doni Pranata
G1A012002
Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Teknik
Universitas Bengkulu Jl. W.R Supratman Kandang Limun Bengkulu
Master_Eleven@ymail.com
Abstrack_ Kriptografi adalah proses pengamanan
pesan yang menggunakan berbagai algoritma, mulai
dari algoritma klasik hingga modern. Proses
pengamanan
pesan
ini
ditujukan
untuk
merahasiakan isi pesan pada saat pesan dikirmkan.
Pada makalah ini akan dibahas mengenai
pengamanan pesan berlapis dalam kriptografi klasik
dengan menggunakan metode Vigenere Chiper dan
Blocking. Pengamanan berlapis ini bertujuan untuk
memberi kekuatan dalam pengamanan pesan
sehingga kerahasian dalam isi pesan menjadi lebih
kuat karena pada algoritma klasik jika berdiri
sendiri pengamanan pesan masih belum kuat.

pita itu tertulis banyak sekali huruf yang mana bila


dilihat dengan cara biasa akan seperti deretan huruf
yang acak sehingga membuat orang membaca atau
melihat nya tidak mengetahui isi pesan yang
terkandung di dalamnya.
Oleh karena itulah awal kriptografi di buat
untuk menyimpan rahasia pesan yang akan di
sampaikan karena tulisan yang dibuat tidak
bermakna tetapi sebenarnya memiliki arti yang luas
dan besar, kehebatan ilmu kriptografi sampai
sekarang masih digunakan hingga zaman modern
seperti ini.

Kata Kunci Kriptografi Klasik,Vigenere Cipher,


Metode Blocking

I.

PENDAHULUAN

Dalam kegiatan belajar mengajar sebelumnya


kita telah membahas tentang berbagai macam
metode dan algoritma dari yang klasik hingga
modern, dalam pembahasan selanjutnya akan
terkait tentang vigenere chiper dan blocking, yang
mana kedua metode tersebut merupakan kriptografi
klasik.
Dalam hal ini Kriptografi klasik merupakan
kriptografi yang digunakan pada zaman dahulu
sebelum komputer ditemukan atau sudah
ditemukan namun belum secanggih sekarang.
Kriptografi ini melakukan pengacakan huruf
pada kata terang / plaintext. Kriptografi ini hanya
melakukan pengacakan pada huruf A - Z, dan
sangatlah tidak disarankan untuk mengamankan
informasi penting karena dapat dipecahkan dalam
waktu singkat. Biarpun telah ditinggalkan,
kriptografi klasik tetap dapat ditemui disetiap
pelajaran kriptografi sebagai pengantar kriptografi
modern.Sejarah kriptografi klasik diketahui
bermula pada sekitar abad ke-7 sebelum masehi di
yunani, dimana para tentara sparta menggunakan
alat yang disebut Scytale untuk menyembunyikan
pesan. Scytale terdiri dari sebuah batang silinder
dengan diameter tertentu yang digulung dengan
pita kain/kertas
.Setelah pita dililitkan pada batang silinder,
pesan dituliskan diatas gulungan pita. Misalkan
pesan yang ditulis adalah JANGAN PERNAH
BELAJAR KRIPTOGRAFI
LAGI. Tetapi
setelah gulungan pita dibuka dari pipa maka akan
menghasilkan pesan tidak bermakna , karena dalam

II.

LANDASAN TEORI

A. Vigenere Chiper
Seperti yang sudah di pelajari sebelumnya
bahwasanya vigenere chiper adalah metode
menyandikan teks alfabet dengan menggunakan
deretan sandi caesar berdasarkan huruf-huruf pada
kata kunci.
Giovan Bastita Belaso menjelaskan metode ini
dalam buku La cifra del sig. Dan disempurnakan
oleh diplomat perasncis bernama Blaise de
Vigenere, pada tahun1586. Pada abad ke-19 banyak
orang yang mengira Vigenere adalah penemu sandi
ini,sehingga sandi ini dikenal luas dengan sebutan
sandi Vigenere.Pada saat kejayaannya, sandi ini
dijuluki le chiffre indechiffrable (artinya :sandi
yang tak terpecahkan).
Metode pemecahan ini baru ditemukan pada
abad ke-19.Pada tahun 1854, Charles Babbage
menemukan cara untuk memecahkan sandi
Vigenere. Metode ini dinamakan Kasiski karena
Friedrich
Kasiski-lah
yang
pertama
mempublikasikanya. Selepas dari sejarahnya yang
cukup menakjubkan karena kemudahan untuk
dipahami
dan
implementasikan,
untuk
menyandikan suatu pesan digunakan sebuah tabel
alfabet yang dituliskan dengan menggunakan
kunci, jika maka panjang kunci lebih pendek dari
pada plainteks nya maka kunci akan diulang dalam
penggunaannya atau sistem periodik. Dan itu
menjadi kekurangan dari algoritma vigenere
chiper.Karena jika sudah mengetahui panjang kunci
kita dapat melakukan exhaustive key search.

Proses enkripsi dan dekripsi pada Vigenere


Cipher menggunakan bujursangkar Vigenere.
Kolom paling kiri menyatakan huruf-huruf kunci,
baris paling atas menyatakan huruf-huruf plainteks.

kalau hasil penjumlahan Pi dan Ki lebih dari 26


Rumus dekripsi vigenere cipher :
Pi = ( Ci Ki ) + 26
kalau hasil pengurangan Ci dengan Ki minus

Proses Enkripsi dan Dekripsi Vigenere Cipher


1.
Enkripsi
Pembentukan Tabel Vigenere Chiper
- Susun alphabet A..Z pada baris 1

Dimana:
Ci = nilai desimal karakter ciphertext ke-i
Pi = nilai desimal karakter plaintext ke-i
Ki = nilai desimal karakter kunci ke-i

- Baris 2 terjadi 1 kali pergeseran (shifting).

Nilai desimal karakter:


A=0 B=1 C=2 ... Z=25

- Baris 3 terjadi 2 kali pergeseran.


B. Blocking
- Demikian hingga baris terakhir terjadi 25 kali
pergeseran.

Sistem enkripsi ini terkadang membagi


plaintext menjadi beberapa blok yang terdiri dari
beberapa karakter, kemudian di enkripsikan secara
independen. Caranya : Plaintext dituliskan secara
vertikal ke bawah berurutan pada lajur, dan
dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai
seluruhnya tertulis. Ciphertext-nya adalah hasil
pembacaan plaintext secara horizontal berurutan
sesuai dengan blok-nya.
Contoh :

Gambar 2.1 Tabel Vigenere


-Buatlah alphabet di atas dan di kanan sebagai
penunjuk
Key Generation
- Panjang kunci <= panjang pesan.
- Jika panjang kunci < Message length, kunci baru
dibentuk dengan menulis alphabet kunci secara
berulang hingga panjang kunci = panjang message.
2.
Dekripsi
- Tempatkan alphabet kunci pada sisi kiri tabel
berdasarkan baris.
- Telusuri sepanjang baris tersebut hingga
ditemukan alphabet ciphertext.
- Index kolom lokasi alphabet ciphertext berada
merupakan alphabet plaintext

Gambar 2.2 Pencarian Chipertext


Pehitungan Sandi Vigenere
Rumus enkripsi vigenere cipher :
Ci = ( Pi + Ki ) 26

Gambar 2.3 Contoh Blocking

III. ANALISIS PENGAMANAN


Pengaman pesan yang kuat adalah keinginan
dari setiap orang yang memiliki suatu dokumen
atau agenda rahasia sehingga orang berlombalomaba untuk bisa mengamankan berbagai jenis
pesan atau dokumen yang mereka miliki.
Dalam hal ini saya membahas tentang
pengaman pesan berlapis ganda agar pengamanan
pesan lebih kuat dan lebih rumit untuk bisa
diketahui oleh orang lain, sehingga orang lebih bisa
mengetahui cara-cara untuk mengamankan pesan
yang mereka miliki.
Pertama adalah menggunakan metode
Vigenere chiper yang mana vigenere chiper
merupakan bagian dari metode kriptografi klasik
yang sudah lama terbentuk. Vigenere sendiri adalah
pengembangan dari caesar chiper yang mana setiap
huruf asli nya diganti dengan huruf tertentu dengan
ketentuan yang sudah ditentukan dengan tabel
alfabet. Sedangkan yang kedua adalah dengan
menggunakan metode blocking yaitu metode yang

menggunakan blok blok untuk mengamankan


pesan nya , dengan cara penulisan huruf asli secara
vertikal dengan ketentuan blok yang telah
ditentukan sebelumnya selanjutnya hasil enkripsi
dari pesan yang dituliskan bisa dilihat dengan cara
horizontal sehingga pesan yang ditulis tadi bila
ditulis ulang dengan cara horizontal akan
menghasilkan huruf-huruf yang acak sehingga
susah untuk diketahui oleh orang lain.
Disini saya akan membuat cara pengaman
pesan ganda yaitu dengan menggunakan metode
vigenere chiper dan dilanjutkan dengan metode
blocking, mengapa demikian ? karena bila hanya
menggunakan satu metode pesan yang di buat lebih
mudah ditebak oleh orang lain karena jika kunci
pada metode dikehaui maka isi pesan akan terbaca
semua. Oleh kareana dengan menggunakan dua
metode ini saya rasa pesan akan menjadi lebih kuat
dan rumit untuk dipecahkan oleh orang lain karena
dengan menggunakan metode ganda orang lain
akan
lebih
susah
mencari
key
dalam
pengenkripsian pesan tersebut

IV. IMPLEMENTASI
PENGGABUNGAN DUA METODE
Pada proses penggabungan dua metode ini
dilakukan dengan cara enkripsi vigenere chiper dan
blocking, metode vigenere chiper disini digunakan
sebagai enkripsi awal untuk memperoleh chipertext
yang pertama dalam bentuk sandi. Kemudian sandi
yang telah didapat dalam pengenkripsian awal
tersebut diambil dan selanjutnya dilakukan lagi
enkripsi pada sandi yang sudah diperoleh dengan
menggunakan metode blocking sehingga barulah
mendapatkan chipertext akhir.
Sehingga pada tahap deskripsinya dimulai
dari metode blocking selanjutnya hasil plaintext
dari blocking di deskripsikan lagi ke metode
vigenere chiper dan baru lah plaintext akan kembali
ke semula.
Langkah awal membuat chipertext dengan
menggunakan metode vigenere chiper
Tabel Vigenere Chiper :

Gambar 4.1 tabel vigenere

Contoh :
Plaintext : Pembunuh
Kunci : abcde
Pertama sejajarkan plaintext dengan kata kunci.
P
a

E
B

M
B
U
N
U
c
D
e
A
b
Gambar 4.2 Enkripsi Vigenere

H
C

Karena kata kunci kurang dari kata


palintext maka kata kunci diulang sebanyak kata
plaintext yang ingin di enkripsikan.Selanjutnya
dengan melihat tabel alfabet vigenere chiper kita
bisa mendapat chipertext awal yang hasil sandi nya
adalah :
Plaintext
Kunci
Chipertext

: Pembunuh
: abcde
: pfoeynvj

Hasil chipertext dari vigenere chiper yang telah


didapat akan di dimasukan lagi dengan
menggunkan metode blocking.
Plaintext
P

: pfoeynvj

E
J
Gambar 4.3 Enkripsi Blocking
Chipertext
: pyfnovej
Dari semua proses yang dilalui oleh
plaintext awal tadi yang telah melewati dua metode
yaitu vigenere dan blocking maka didapatkan hasil
pengamanan pesan enkripsi berlapis dengan
metode vigenere dan dilanjutkan dengan blocking.
yaitu :
pyfnovej
dari hasil chipertext tersebut bisa kita deskripsikan
kembali dengan cara deskripsi dengan blocking dan
dengan vigenere maka akan kembali ke palintext
plaintext awal.

Inilah Program Pengamanan Pesan berlapis


dengan metode Vigenere chiper dan Blocking.

Enkripsi yang telah dilakukan adalah


enkripsi yang kedua dan berlapis
untuk
mengamankan pesan sehingga lebih kuat lagi dan
akan sulit untuk terpecahkan.
Ketika user sudah mengamankan pesan
tersebut user juga bisa mendeskripsikan lagi
chipertext tersebut ke plaintext awal.
Deskripsi 1 dengan metode Blocking :

Gambar 4.4 Program pesan berlapis


Pada program diatas berfungsi sebagai
enkripsi dan deskripsi ganda dengan metode
vigenere chiper dan blocking.
Pengamanan 1 dengan Vigenere chiper :

Gambar 4.7 Deskripsi Blocking


Hasil dari plaintext blocking selanjutnya di
deskripsikan ke metode vigenere chiper.

Gambar 4.8 Deskripsi Vigenere


Gambar 4.5 Enkripsi Vigenere
Program melakukan enkripsi terhadap
plaintext yang dimasukan user dan diperoleh
chipertext pertama sehingga selanjutnya user
tinggal melanjutkan ke enkripsi blocking sebagai
pengamanan berlapis nya.

Source Code Program pengamanan pesan


enkripsi berlapis dengan menggunakan metode
vigenere chiper dan metode blocking.
Source code enkripsi Vigenere Chiper

Pengamanan 2 dengan metode Blocking :

Gambar 4.9 Coding Enkrip Vigenere


Pada codingan diatas saya membuat
codingan dinamis karena inputan plaintext dan
kunci nya di tentukan oleh user sendiri.
Gambar 4.6 Enkripsi blocking

Source code dekripsi Vigenere Chiper

Gambar 4.12 Coding Dekrip Blocking


Pada codingan deskripsi diatas adalah
balikan dari coding enkripsi blocking sebelumnya.

V.

Gambar 4.10 Coding Dekrip Vigenere


Coding deskripsi diatas kebalikan dari
coding enkripsi sebelumnya.
Source code enkripsi Blocking

KESIMPULAN

Dari analisa dan pembahasan yang telah


dibuat, maka bisa disimpulakan bahwa kriptografi
klasik terutama pada pembahas makalah ini yaitu
vigenere chiper dan blocking masih mempunyai
kekurangan yaitu pengamanan pesan masih lemah
itu terbukti dari chipertext yang masih mudah
ditebak isi nya dengan pencarian kunci dalam
metode. Tetapi semua itu bisa diatasi dengan
menggabungkan dua metode tersebut sehingga
pengamanan pesan menjadi lebih kuat dan sulit
untuk terpecahkan oleh orang lain, karena pesan
yang di rahasiakan mengalami dua kali enkripsi
dengan metode yang berbeda sehingga orang lain
akan membutuhkan lebih dari sebuah kunci untuk
memecahkan chipertext tersebut.

VI.

DAFTAR PUSTAKA

1) http://bangunariyanto.wordpress.com/2
010/03/04/kriptografi/
2) https://www.academia.edu/4912803/kri
ptografi
3) http://en.wikipedia.org/wiki/Vigen%C3
%A8re_cipher
4) https://www.academia.edu/8313962/Vig
enere_Cipher_adalah_suatu_algoritma
_kriptografi_klasik
5) http://zlich.wordpress.com/2009/12/18/t
eknik-enkripsi-blocking/
Gambar 4.11 Coding Enkrip Blocking
Pada coding blocking disini di sesuaikan
dengan hasil chipertext dari vigenere sebelumnya
kemudian langsung di enkripsikan lagi.
Source code deskripsi Blocking

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa
makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya
sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari
makalah orang lain, dan bukan plagiasi.

Bengkulu, 2 November 2014

Doni Pranata-G1A012002