Anda di halaman 1dari 7

KESEHATAN REPRODUKSI WANITA

A.

PENDAHULUAN

Kesehatan pada umumnya meliputi segi fisik, phsikis dan sosial. Kesehatan
fisik dapat dilihat dari penampilan wanita tsb. sehari-hari , baik berada di rumah
dengan keluarga , atau ditempat kerja maupun lingkungan sosial lainnya. Kesehatan
psikis pada umumnya muncul sebagai cermin kepribadian wanita tersebut yang
tumbuh akibat proses penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Kesehatan sosial
lebih

menunjukkan

pada

kemampuan

wanita

untuk

dapat

diterima

oleh

lingkungannya.
Memelihara kesehatan reproduksi pada wanita adalah usaha untuk sehat
sehingga dapat berinteraksi dalam keluarga dengan baik serta terhadap lingkungan
pekerjaan atau pergaulan dengan sesama. Bila dalam keadaan sehat maka hubungan
dengan suami dan keluarga tetap harmonis dan baiknya tak akan menimbulkan rasa
rendah diri.

B.

ORGAN ORGAN REPRODUKSI WANITA


Yang dimaksud dengan reproduksi wanita yaitu :

1. Organ reproduksi luar :


- Vagina , vulva
2. Organ reproduksi dalam :

- Uterus ( Kandungan), Tuba Falopii dan Ovarium.

I.

Memelihara kesehatan organ wanita terutama bagian luar termasuk


disini adalah menjaga kebersihan organ tersebut diantaranya terhadap organ
reproduksi luar ( Vulva & Vagina ). Vulva merupakan organ reproduksi yang
paling luar dari wanita , ditutupi oleh rambut kemaluan oleh karena keringat
daerah ini sering menjadi lembab, sehingga memudahkan timbulnya jamur,
untuk itu upayakan agar daerah ini selalu kering. Pemberian wewangian, talk /
bedak , cat rambut sebaiknya dihindarkan karena pada beberapa penelitian, Zatzat tersebut dapat merupakan rangsangan untuk terjadinya keganasan vulva.
Keganasan ini merupakan 5% dari seluruh keganasan yang terjadi pada wanita.
Reaksi alergi bisa terjadi oleh karena zat kimia yang ada pada talk, wewangian ,
cat rambut dengan gejala rasa gatal-gatal pada daerah tersebut. Bisa juga akibat
infeksi oleh jamur atau mikroorganisme lain.
Menjadi curiga adanya proses keganasan bila dijumpai adanya benjolan disertai
gatal-gatal dan keputihan. Keputihan merupakan penyakit yang sering dialami
oleh wanita dalam semua umur ; mulai dari bayi sampai dengan usia tua.

Penyebab Keputihan :
Ada beberapa penyebab kaputihan :
1.

Fisiologis ;
Keputihan terjadi dalam keadaan normal mengikuti siklus hormon estrogen
yang biasanya tidak menjadi masalah.

2.

Pathologis ;
Keputihan yang menimbulkan keluhan, disertai gejala-gejala lain yaitu gatal
rasa perih dan sakit dan ini bisa disebabkan oleh karena :
a.

Keadaan umum ( KU ) penderita yang lemah, penyakit yang kronis,


kurang darah dan kelelahan dll.

b.

Ada benda asing yang merangsang kandungan misal cacing dalam


vagina, IUD dan sebagainya.

c.

Penyakit kandungan ,misal tumor indung telur, kanker rahim, erosi leher
rahim.

d.
3.

Vaginitas 0leh bakteri, jamur ,parasit lain.

Yang timbul berdasarkan reaksi, alergi terhadap sesuatu misal bahan


penyemprot vagina, pakaian dalam dari nylon yang tak menyerap keringat.

4.

Yang dipengaruhi oleh emosi. ( stres )

Bilamana didapat gejala seperti diatas maka sebaiknya menghubungi dokter untuk
mendapatkan pengobatan yang memadai.

II

PENCEGAHAN TERHADAP PENYAKIT KELAMIN ( STD )


Ada beberapa penyakit kelamin ( penyakit akibat hubungan seksual )
yang sering menyerang wanita pada usia reproduksi yaitu :
a.

Herpes Genitalis

Penyebabnya adalah virus herpes dengan masa inkubasi 2 sampai 10


hari dengan gejala yang dijumpai gelembung pada kulit , berkelompok
dengan dasar kemerahan yang bersifat hilang timbul , dapat disertai rasa
nyeri dan rasa gatal . Penyakit ini ada hubungan dengan kejadian
keganasan pada leher rahim.
b.

Gonorrhea
Disebabkan kuman N. gonorrhea dengan masa inkubasi 3 - 10 hari .
Tanda-tanda rasa sakit waktu BAK (buang air kecil ) dan adanya
keputihan agak kental. Pada keadaan memaksa infeksi dapat menjalar
ke rahim, saluran tuba, indung telur. Pada keadaan ini biasanya hanya
ada gejala keputihan yang tidak jelas bahkan tanpa gejala apa-apa
sehingga dapat menularkan infeksi ke pasangan seksnya.

c.

Sifilis
Penyebab T. Polidium yang menyerang selaput lendir, termasuk anus,
kemaluan serta mulut dengan masa inkubasi 3-4 minggu. Gejalanya
adalah timbulnya luka/tuka pada vulva.

Pada keadaan menahun

manifestasinya menjadi bermacam-macam.


d.

Klamidia
Penyebabnya adalah

C. Trachomatis , merupakan penyakit akibat

hubungan seksual yang sering di jumpai akhir-akhir ini. Gejalanya tidak


khas , biasanya di tandai dengan keputihan berwarna kuning di sertai
rasa sakit saat kencing.

e.

AIDS

Penyebabnya virus HIV yang dapat di tularkan mellui hubungan seksual,


masa inkubasi 5-10 tahun.Golongan resiko tinggi tertular AIDS adalah
mereka yang melakukan hubungan

seks vaginal atau oral tanpa

dilindungi kondom dengan partner yang tertular virus HIV.


Gejalanya biasanya berhubungan dengan menurunnya daya kekebalan
tubuh penderita sehingga memudahkan terjadinya infeksi oleh berbagai
mikroorganisme.
Umumnya penyakit akibat hubungan seksual menyebabkan Infertilitas
dan kalaupun terjadi kehamilan , maka bayi yang dikandung terancam
bahaya keguguran, cacat bawaan bahkan kematian.

III

PENCEGAHAN TERHADAP KANKER LEHER RAHIM


Kanker leher rahim merupakan penyakit terpenting dan tersering diantara
keganasan lain pada wanita. Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan
Pap`s smear secara rutin , terutama bagi mereka yang digolongkan mempunyai resiko
tinggi terhadap keganasan serviks , yakni mereka yang :
- Telah melakukan seks / kawin pada usia muda (kurang 20 Th.)
-

Berganti ganti partner seks

Mempunyai banyak anak

Golongan sosial ekonomi rendah

- Wanita banyak merokok


Pemeriksaan

Pap`s smear

mulai dilakukan semenjak hubungan seks pertama

dengan interval 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Pemeriksaan Pap`s smear begitu
sederhana, mudah, mempunyai ketepatan tinggi untuk mendeteksi adanya

keganasan serviks.
pemeriksaan

Jika hasil Pap`s smear positif (+) biasanya dilanjutkan

Kalposkopi atau Biopsi untuk membantu kepastian keganasan.

Sedangkan jika hasilnya negatif (-) pemeriksaan diulang 6 bulan sampai 1 tahun
lagi.

Bagi kanker stadium dini biasanya cukup dilakukan tindakan sederhana

dengan masih mempertahankan rahim.


pengangkatan rahim atau

Namun bila stadium lanjut dilakukan

penyinaran. Makin banyak stadiumnya makin kecil

kemampuan wanita untuk dapat bertahan terhadap kanker , meskipun segala


prosedur tindakan telah dijalani.

3.

PENUTUP

Demikianlah telah dibahas mengenai bagaimana menjaga kesehatan organorgan reproduksi, pencegahan penyakit kelamin dan pendeteksian terjadinya keganasan
leher rahim.

Oleh : Dr.Bambang Sugito SpOG


UPF kebidanan penyakit kandungan

RSU KARDINAH T E G A L