Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG PADA ALFAMART

KARAWANG
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Umum
Seiring dengan pesatnya kemajuan Teknologi Informasi ini, informasi merupakan hal
yang sangat penting dalam menjalankan suatu pekerjaan dan kegiatan usaha.
Teknologi informasi merupakan sarana yang sangat penting dan menunjang bagi
suatu badan / instansi / departemen / perusahaan baik negeri maupun swasta
dalam skala kecil, sedang, ataupun besar, sehingga dengan informasi dapat
diharapkan mempermudah pekerjaan dan tujuan dapat tercapai secara maksimal.
Informasi merupakan unsur yang mengkaitkan fungsi fungsi manajemen yang
terdiri dari perencanaan, pengoprasian, dan pengendalian perusahaan. Tanpa
informasi suatu perusahaan tidak akan bisa menjalankan kegiatan operasional
perusahaan dengan baik. Oleh sebab itu untuk menunjang pelaksanaan informasi
badan / instansi / departemen / perusahaan yang baik dan teratur, maka diperlukan
suatu sistem yang terkomputerisasi.
Salah satu informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yaitu informasi mengenai
persediaan barang. Bagian gudang harus mencatat setiap kali terjadi transaksi,
yaitu barang yang masuk, barang yang keluar, barang yang ada digudang atau
biasa disebut stok barang. Hal ini membutuhkan ketelitian dari bagian gudang,
supaya dalam setiap laporan tidak terjadi kesalahan yang berakibat bahwa barang
yang ada digudang masih banyak, tapi masih tetap memesan barang atau
sebaliknya barang yang sudah habis justru tidak dipesankan. Hal ini akan menjadi
masalah bagi perusahaan.
Hal hal tersebut diatas, dapat dihindarkan dengan menggunakan suatu system
laporan persediaan barang dengan menggunakan aplikasi komputer. Hal ini perlu
dilakukan agar dapat menyajikan informasi persediaan barang yang lengkap dan
dapat mengakses data dan informasi secara cepat, efisien, dan akurat. Kecepatan
dan ketepatan dalam mendapatkan suatu informasi dapat didukung oleh sistem
komputerisasi yang dapat memudahkan dalam pengumpulan, pengolahan, dan
penyimpanan data suatu badan / instansi / departemen / perusahaan tersebut.
Sistem informasi persediaan barang ini sangat penting untuk mendukung kegiatan
operasional suatu perusahaan. Sistem informasi yang dibutuhkan perusahaan
khususnya tentang persediaan barang dengan aplikasi komputer, diharapkan dapat
mempercepat dalam menyelesaikan pekerjaan perusahaan dan dihasilkan data
yang akurat dengan waktu yang lebih cepat.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk membahas laporan RISET
ini yaitu dengan judul Analisis Sistem Informasi Persediaan Barang Pada
Alfamart Karawang.

Dengan penulisan laporan RISET ini diharapkan dapat membantu tercapainya


tujuan perusahaan.

1.2.Maksud dan Tujuan


Adapun maksud penulisan laporan RISET ini adalah :
1.
Menganalisis sistem yang sedang berjalan agar masalah yang selama ini
dihadapi, dapat ditemukan solusi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan.
2.
Merancang dan memperbaiki sistem dengan menggunakan sebagai
penerapan perkembangan teknologi sehingga memudahkan dalam proses
persediaan barang.
3.

Lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada perusahaan.

Sedangkan tujuan dalam penulisan laporan RISET ini adalah untuk memenuhi mata
kuliah kerja praktek pada semester Empat Jurusan Manajemn Informatika Akademik
Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informasi.

1.3.Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan langkah penting dalam penyusunan laporan RISET
khususnya bagi perancangan sistem. Dalam kegiatan penelitian penulis melakukan
pengumpulan data melalui cara :
1.

Wawancara (interview)

Dalam penulisan laporan RISET ini, untuk mendapatkan informasi secara lengkap
maka penulis melakukan suatu metode suatu tanya jawab mengenai semua
kegiatan yang berhubungan dengan persediaan barang dengan pegawai bagian
gudang alfamart karawang.
2.

Pengamatan (observation)

Penulis melakukan pengamatan-pengamatan lansung terhadap kegiatan yang


berhubungan dengan masalah yang diambil. Hasil dari pengamatan tersebut
langsung dicatat oleh penulis dan dari kegiatan observasi ini dapat diketahui
kesalahannya atau proses dan kegiatan tersebut.
3.

Studi Pustaka

Selain melakukan kegiatan tersebut diatas penulis juga melakukan studi


kepustakaan melalui literatur atau referensi-referensi yang ada diperpustakaan
Akademi Manajemen Informatika Bina Sarana Informatika maupun diperpustakaan
lainnya.

1.4. Ruang Lingkup


Didalam penulisan laporan RISET ini, penulis membahas tentang sistem
persediaan barang digudang pada alfamart Karawang. Mengingat pembahasan
didalam persediaan cukup luas dan agar laporan RISET ini dapat mencapai sasaran
maka ruang lingkup pembahasan meliputi proses persediaan barang digudang,
proses laporan barang masuk, proses laporan barang keluar dan stock barang yang
ada digudang.
1.5. Sistematika Penulisan
Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya penulis menjelaskan dahulu secara
garis besar mengenai sistematika penulisan, sehingga memudahkan pembaca
memahami isi laporan RISET ini .
Dalam penjelasan sistematika penulisan laporan RISET ini adalah :
BAB

PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan masalah umum, maksud dan tujuan penulisan laporan
RISET, metode penelotian, ruang lingkup dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisikan tentang uraian konsp dasar sistem dan peralatan
pendukung sistem (tool system).
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
Dalam bab ini menjelaskan tentang umum, tujuan perusahaan dengan menguraikan
sejarah perusahaan dan struktur organisasi dan fungsi, prosedur sistem berjalan,
diagram alir data (DAD) sistem berjalan, kamus data sistem berjalan, spesifikasi
sistem berjalan yang memiliki sub antara lain berisi spesifikasi bentuk dalam

keluaran, bab ini juga menguraikan tentang masalah dan alternatif pemecahan
masalah.
BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari apa yang dibahas,
dilanjutkan dengan saran-saran untuk mencapai suatu hasil akhir yang baik.

BAB II
LANDASAN TEORI
1.1. Konsep Dasar Sistem
A.

Pengertian Sistem

Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang secara terus-menerus


(continue) dan berulang kali atau yang secara rutin terjadi. Untuk memudahkan
pemahaman mengenai sistem pertama-tama kita peroleh dari definisinya, dengan
demikian definisinya ini mempunyai peranan yang penting dalam pendekatan untuk
mempelajari suatu sistem. Mempersoalkan sistem sebenarnya bukan membahas hal
yang baru.
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang
menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau
elemennya. Pendekatan sistem menurut Mulyadi lebih menekankan pada
prosedurnya dan mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Menurut Andri Kristanto (2008:1) adalah Sistem merupakan jaringan kerja dari
prosedur prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Menurut O'brien (2005:29), yang dialih bahasakan oleh Dewi Fitriansari dan Deni
Arnos Kwary, Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan,
bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta
menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.
Menurut Azhar Susanto (2000:3) Sistem adalah kumpulan /group dari sub sistem /
bagian / komponen apapun baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan
satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan
tertentu.

Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti


kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan
antara satu dengan lainnya.
Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari
elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu
objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan
terjadi.

B.

Karakteristik Sistem

Model umum sebuah sistem adalah input, proses dan output. Hal ini merupakan
konsep sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Suatu
sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu terdiri dari :
1.

Komponen (Company)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi membentuk
satu kesatuan.

2.

Batasan Sistem (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya
atau dengan lingkungan luarnya.
3.

Lingkungan Luar (enviroment)

Environt dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi
operasi sistem, lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga
dapat bersifat merugikan sistem tersebut.
4.

Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung atau interface merupakan media penghubung antara suatu subsistem


dengan subsistem lainnya.
5.

Masukan Sistem (Input)

Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukkan
perawatan (Maintenance Input) dan masukkan sinyal (Signal Input).
6.

Keluaran Sistem (output)

Keluaran (Input) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi
keluaran yang berguna. Keluaran dapat masukkan untuk subsistem yang lain atau
kepada supra sistem.
7.

Pengolah Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukkan menjadi keluaran.
8.

Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective), kalau suatu
sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

C.

Pengertian Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi
manajemen didalam pengambilan keputusan. Informasi menunjukan hasil dari
pengolahan data yang telah diorganisasikan dan berguna bagi orang yang
menerimanya.
Informasi Menurut Raymond Mc.leod Informasi adalah data yang telah diolah
menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang .
Informasi Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM adalah data yang telah diklasifikasikan
atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan
keputusan.

D.

Pengertian Sistem Informasi

Menurut Turban dan Volonino (2010,p11) mendefinisikan Sistem Informasi sebagai


proses fisik yang mendukung organisasi dalam mengumpulkan, memproses,
menyimpan, dan menganalisis data serta menyebarkan informasi keseluruh
organisasi.
Sementara menurut Stair dan Reynold (2010, p10) mendefinisikan Sistem Informasi
sebagai seperangkat element yang saling terkait untuk diinput, diproses, disimpan,
serta disebarkan guna mendapatkan feedback dalam memenuhi tujuan tertentu.
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang tersebut dengan blok
bangunan (Building Blok)yang terdiri dari :
a.

Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi, input disini termasuk
metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang berupa
dokumen-dokumen dasar.
b.

Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan matematika yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang
sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.

Blok Keluaran

Produk dari keluaran sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi
yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen
serta semua pemakai sistem.
d.

Blok Teknologi

Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi teknologi digunakan untuk
menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan megirimkan keluaran dan membentuk pengendalian dari sistem
secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari tiga bagian utama yaitu tekhnisi
(brainware), perangkat lunak (software)dan perangkat keras (hardware).
e.

Blok Basis Data

Basis Data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer
digunakan perangkat untuk memanipulasinya. Basis Data diakses atau dimanipulasi
dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS
(Database Management System).
f.

Blok Kendali

Banyak hal yang dapat merupakan sistem informasi, seperti bencana alam, api,
temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu
sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian
perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan
dapat langsung cepat diatasi.
e. Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen menurut Gordon B. Davis adalah sistem manusia /
mesin yangmenyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan
fungsi pengambilan keputusan darisuatu organisasi.

Sementara Sistem Informasi Manajemen menurut George M. Scottadalah kumpulan


dari interaksi sistem informasiyang menyediakan informasi baik untuk
kebutuhanmanajerial maupun kebutuhan operasi.

1.2. Peralatan Pendukung (Tools System)


Dalam penulisan kuliah kerja praktek ini penulis menggunakan peralatan (Tools
System)sebagai alat bantu dalam menyediakan kuliah kerja praktek ini, adapun
peralatan yang digunakan :

A.

Diagram Alir Data (DAD atau DFD)

Menurut Raymond Me Leod, Jr. Diagram Alir Data merupakan alat pembuatan model
yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sestem sebagai
suatu jaringan proses fungsional yang dibutuhkan satu sama lain dengan alur data
baik secara manual atau terkomputerisasi. Data Flow Diagram atau Diagram Arus
Data adalah suatu gambaran gratis dan suatu sistem yang menggunakan sejumlah
bentuk-bentuk symbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui
suatu proses yang berkaitan.
Simbol atau lambang yang digunakan dalam membuat diagram alir data yang lazim
digunakan, terdiri dari empat buah symbol yaitu :
1.
Entitas/Lingkungan Luar (External Entity)simbol ini digunakan untuk
menggambarkan asal atau tujuan data, menunjukan entitas atau kesatuan yang
berhubungan dengan sistem, dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya
yang akan memberikan input atau menerima input dari sistem atau keduanya
digunakan dengan symbol empat persegi panjang.
2.

Proses (Process)

Simbol ini digunakan untuk proses pengolahan atau transformasi data, menunjukan
kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dan hasil
suatu data yang akan masuk kedalam prosers untuk menghasilkan arus data yang
akan keluar dari proses, digambarkan dengan simbol lingkaran.
3.

Arus Data (Data Flow)

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan aliran data yang berjalan, menunjukan
arus data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem yang
mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan entitas
(external entity) digambarkan dengan arah panah.
4.

Simpanan Data (Data Store)

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan Data Flow yang sudah disimpan,
menunjukan suatu tempat penyimapanan data yang dapat berupa suatu file di
sistem komputer, arsip atau catatan manual, tabel acuan dan lain-lain digambarkan
dengan sepasang garis horizontal.

Tahap pembuatan Diagram Alir Data (DAD) dibagi menjadi tiga tingkatan kontruksi
Diagram Alir Data yaitu :
1.

Diagram Konteks

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan
diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untk menggambarkan sistem
secara global dari keseluruhan sistem yang ada.
2.

Diagram Nol

Digram ini dibuat untuk menggambarkan tahap-tahap proses yang akan ada
didalam konteks atau penjabaran secara rinci.
3.

Digram Detail

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih detail dan
terperinci dari tahapan proses yang ada dalam diagram nol.
Berikut ini adalah aturan main Diagram Alir Data dan bentuk rambut-rambut
atau aturan main yang baku dan berlaku dalam penggunaan diagram alir data
untuk membuat model system yaitu :
a.
Didalm diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara external entity
dengan external entity lain secara langsung.
b.
Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan data store dengan
data store yang lain secara langsung.
c.
Didalam diagram alir data tidak boleh diperkenankan menghubungkan data
store dengan external entity secara langsung.
d.
Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang
keluar.
B.

Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi
dari suatu sistem informasi. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada

pada Diagram Alir Data. Arus data yang ada didalam Diagram Alir Data sifatnya
global dan hanya dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang
dicatat. Untuk maksud keperluan ini, maka kamus harus memuat hal-hal berikut :
1.

Arus Data

Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju.
Keterangan arus data ini perlu dicatat dikamus data supaya memudahkan mencari
arus data didalam digram arus data.
2.

Nama Arus Data

Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir diagram alir data,
maka nama dari arus data ini perlu dicatat dikamus data, sehingga mereka yang
membaca Diagram Alir Data memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus
data tertentu di diagram alir data dapat langsung mencarinya dengan mudah di
kamus data.
3.

Tipe Data

Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses ke proses
yang lainnya. Data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen
hasil cetakan komputer. Dengan demikian bentuk dari yang mengalir dapat berupa
dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak,
tampilan layar di monitor, variabel, parameter dan field-field. Bentuk data seperti ini
perlu dicatat di kamus data.
4.

Stuktur Data

Struktur data menunjukan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari
item-item atau elemen-elemen data.

5.

Alias

Alias atau nama lain dari data yang harus dituliskan. Alias perlu ditulis karena data
yang sama mempunyai nama berbeda untuk orang atau departemen yang satu
dengan yang lainnya.
6.

Volume

Volume perlu dicatat didalam kamus data adalah tentang volume rata-rata dan
volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukan banyaknya arus data
yang mengalir dalam satu periode tertentu. Sedangkan volume puncak menunjukan
volume yang terbanyak.
7.

Periode

Periode ini menunjukan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat di
kamus data karena digunakan untuk mendefinisikan kapan input data harus
dimasukkan kedalam sistem, kapan proses program harus dilakukan dan kapan
laporan-laporan harus dihasilkan.

8.

Penjelasan

Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di kamus
data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang
analisis data tersebut.
Selain hal tersebut diatas, kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk
mempersingkat arti atau makna dari simbol yang dijelaskan yang disebut notasi
tipe data notasi atau simbol yang digunakan dibagi menjadi dua macam yaitu
sebagai :
a.

Notasi Tipe data

Notasi ini digunakan untuk membuat sfesifikasi format input maupun input suatu
data. Notasi yang umum digunakan antara lain :

Tabel II.1. Notasi Tipe Data

Notasi

Keterangan

Setiap Karakter

Angka Numeric

Karakter Alphabet

Angka nol ditampilkan sebagai spasi


kosong

Titik, sebagai pemisah ribuan

Koma, sebagai pemisah pecahan

Hypen, sebagai tanda penghubung

Slash, sebagai tanda pembagi

b.

Notasi Struktur Data

Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Dimana notasi yang
umum digunakan adalah sebagai
berikut :
Tabel II.2. Notasi Struktur Data

Notasi

Keterangan

Terdiri

Dan (and)

()

Pilih (Boleh Ya atau Tidak)

{}

Pengulangan Proses (Iterasi)

[]

Pilih salah satu pilihan

Pemisahan pilihan didalam tanda []

Keterangan atau catatan

Petunjuk (key field)

BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1.

Umum

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sekarang ini banyak sekali
perusahaan-perusahaan swasta yang berkembang. Yang bergerak dibidang ekonomi

maupun jasa. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang ekonomi adalah
Alfamart. Dengan adanya Alfamart ini akan memudahkan para konsumen untuk
membeli perlengkapan atau kebutuhan sehari-hari. Karena di Alfamart ini
mempunyai banyak persediaan barang sesuai kebutuhan. Mengenai mahal atau
murah harga barang tergantung pada barang yang dibeli.

3.2.

Tinjauan Perusahaan

Dalam tinjauan perusahaan ini berisi sejarah perusahaan, struktur organisasi serta
fungsi dari masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan tersebut.

3.3.

Sejarah Perusahaan

Tahun 1989: Berdiri sebagai perusahaan dagang aneka produk oleh Djoko Susanto
dan keluarga yang kemudian mayoritas kepemilikannya dijual kepada PT. HM
Sampoerna pada Desember 1989.
Tahun 1994: Struktur kepemilikan berubah menjadi 70% PT HM Sampoerna Tbk dan
30% PT Sigmantara Alfindo (keluarga Djoko Susanto).
Tahun 1999 : Alfa Minimart pertama mulai beroperasi di Jl. Beringin Jaya, Karawaci,
Tangerang, Banten.
Tahun 2003: Alfa Minimart menjadi Alfamart.
Tahun 2005 : Jumlah gerai Alfamart bertumbuh pesat menjadi 1.293 gerai hanya
dalam enam tahun. Semua toko berada di pulau Jawa.
Tahun 2006 : PT HM Sampoerna Tbk menjual sahamnya, sehingga struktur
kepemilikan menjadi PT Sigmantara Alfindo (60%) dan PT Cakrawala Mulia Prima
(40%). Mendapat Sertifikat ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu.
Tahun 2007 : Alfamart sebagai Jaringan Minimarket Pertama di Indonesia yang
memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu. Jumlah gerai
mencapai 2000 toko. Memasuki Pasar
Lampung.
Tahun 2009 : Menjadi perusahaan publik pada tanggal 15 Januari 2009 di Bursa Efek
Indonesia. Jumlah gerai mencapai 3000 toko. Memasuki Pasar Bali.
Januari 2010 : Jumlah gerai lebih dari 3500

3.4.Struktur Organisasi dan Fungsi

Kepala toko
(susanto.p)

Assist kepala toko


(Brahim)

MD
(Frans Kurnia)

Pramu
(Abdul,Kodir)

Kasir
(Siska)

Fungsi-fungsi dari setiap bagian adalah sebagai berikut:

1. Kepala toko

- Mengatur jadwal shipt


- Mengatur bawahan

2. Ast

- menggantikan on /of kerja kepala toko

3. MD

- mengatur keluar masuknya barang

4. Pramu

- mengatur rak-rak yang ada di toko


- mengecek barang

5. Kasir

- memberikan pelayanan

- bersih-bersih area sales


- dan SO rokok (mengatur penjualan rokok).

3.5.

Prosedur Sistem Berjalan

Adapun prosedur persediaan barang digudang Alfamart Karawang adalah sebagai


berikut :
a.

Prosedur Pemesanan Barang

Proses persediaan barang yang dilakukan pada Alfamart adalah via online.
b.

Prosedur Datang barang.

Setelah pemesanan barang dan barang datang dari pusat setelah itu harus ada
serah terima antara bagian gudang sama driver.
c.

Prosedur pendisplayan barang

Setelah barang disimpan digudang, barang itu disimpan di rakrak yang tersedia di
Alfamart untuk dijual.
d.

Prosedur Pembuatan Laporan

Setelah transaksi selesai MD membuat laporan berdasarkan data yang ada di arsip
lalu laporan persediaan tersebut diserahkan kepada Chif of
store.
3.6. Diagram Alir Data Sistem Berjalan

Persediaan Barang

Kepala toko

Supplier
Data & brg

laporan stok brg

Tnd trm
brg

Tanda terima barang

Kasir

Gambar 1.0.Diagram Konteks Sistem Berjalan

Supplier
Tanda terima barang

Data dan barang

Pengecekan data & barang

Data & barang

Pembuatan tanda terima barang


Data barang

barang

Input barang

data & data


barang
tanda terima barang

kasir
stok barang

stok barang

stok barang

Pembuatan laporan

manager

laporan stok brg

Gambar 1.1. diagram nol sistem berjalan


3.7. spesifikasi system berjalan
Yang dimaksud dengan spesifikasi system berjalan adalah pencarian dari bentukbentuk dokumen yang digunakan dalam proses persediaan barang. Bentuk
dokumen itu sendiri digolongkan dalam dua bagian , yaitu dokumen masukan dan
dokumen keluaran.
3.7.1. Dokumen Masukan
Dokumen Masukan adalah bentuk dokumen-dokumen yang masuk atau diterima
saat proses. Dibawah ini adalah uraian bentuk dokumen masukan yang ada dalam
sistem persediaan barang di alfamart .
1.

Nama Dokumen

Fungsi
Sumber

: Tanda Terima Barang

: Untuk pemesanan barang


: Supplier

Tujuan

: Kepala Toko

Frekuensi

: Setiap kali pemesanan barang

Jumlah

: 1 Lembar

3.7.2. Dokumen Keluaran


1. Nama Dokumen
Fungsi

: Struk
: Untuk bukti pembelian

Sumber

: Kasir

Tujuan

: Customer

Media

: Kertas

Frekuensi

: Setiap kali pembelian

Jumlah

: 1 Lembar

3.8.Permasalahan
Sistem informasi persediaan barang pada toko alfamart di karawang umumnya
sudah membaik,tetapi masi kurang efektif.dalam proses sistem imformasi
peersediaan barang menggunakan komputer. Adapun kelemahan dari system
tersebut adalah apabila terjadi gangguan koneksi atau error sehingga jaringan
terputus.
3.9. Penyelesaian Permasalahan
Adapun cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah apabila
terjadi gangguan pada pengimputan data pada computer maka akan di gunakan
secara manual

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah disusun dalam penulisan
laporan riset dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
System persediaan barang pada alfamart karang menggunakan komputerisasi
dan manual.
2.
Penerapan system komputerisasi persediaan barang lebih efektif,simple,tepat
dan cepat dari manual.

4.2.Saran
Padadasarnya system informasi persediaan barang yang berjalan pada Alfamart
Karawang dirasa masih kurang efektif, maka saran yang dapat dibagi kan untuk
Alfamart Karawang adalah :
Untuk menghindari keterlambatan datangnya barang sebaiknya pemesan dilakukan
dari jauh hari guna menghindari minimnya persediaan barang.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A.
NIM

Biodata Mahasiswa
: 18112086

Nama Lengkap

: Ayu Rahmawati A

Tempat/Tanggal Lahir

: Karawang, 25 Agustus 1992

Agama

: Islam

Alamat

: Bypass Karawang

B.

Biodata Mahasiswa

NIM

: 12119598

Nama Lengkap

: Cahya Nurhadi

Tempat/Tanggal Lahir

: Karawang, 06 Oktober 1989

Agama

: Islam

Alamat

: Rawamerta Karawang

C.

Biodata Mahasiswa

NIM

: 12119309

Nama Lengkap

: Imam Kusosi

Tempat/Tanggal Lahir

: Karawang, 27 Juli 1991

Agama

: Islam

Alamat

: Bypass Karawang

D.

Biodata Mahasiswa

NIM

: 18111280

Nama Lengkap

: Risnauli Napitupulu

Tempat/Tanggal Lahir

: Medan, 08 Januari 1993

Agama

: Kristen Protestan

Alamat

: Klari

E.

Biodata Mahasiswa

NIM

: 18111735

Nama Lengkap

: Siti Andini

Tempat/Tanggal Lahir

: Karawang, 29 Maret 1994

Agama

: Islam

Alamat

: Perumnas TelukJambe

Karawang, Mei 2013


Kami yang bersangkutan

Kelompok 1
Posted in: Makalah Analisa Sistem Informasi Persediaan Barang Pada
Alfamart