Anda di halaman 1dari 23

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Tujuan

LANDASAN TEORI

BAB 2
2.1

Penggunaan / Penyalahgunaan Obat Anestesi dalam


perspektif Islam (Al-Quran dan Al-Hadist)

GAMBARAN UMUM

Gambaran umum tentang anestesi

PEMBAHASAN

4.1

Jenis Anestesi

4.2

Mekanisme Kerja Anestesi

4.3

Cara Penggunaan Anestesi

10

4.4

Manfaat Anestesi

12

PENUTUP

21

5.1

Kesimpulan

21

5.2

Saran

21

BAB 3
3.1
BAB 4

BAB 5

DAFTAR PUSTAKA

22

iii

BAB 1
PENDAHULUAN

2.1

Latar belakang

Anestesi adalah suatu tindakan menahan rasa sakit ketika meelakukan


pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada
tubuh.Istilah anestesi pertama kali di gunakan pertama kali oleh Oliver Wendel
Holmes Sr pada tahun1846.
Ada beberapa anestesi yang menyebabkan hilangnya kesadaran sedangkan jenis
yang lain hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakaianya
tetap sadar. Dan pembiusan lokal adalah suatu jenis anestesi yang hanya
melumpuhkan

sebagian

tubuh

manusia

dan

tampa

menyebabkan

manusiakehilangan kesadaran.
Pada dunia medis, narkotika digunakan sebagai obat anestesi dan bertujuan untuk
menghilangkan rasa sakit dan nyeri saat operasi dilakukan. Narkotika dapat juga
digunakan sebagai obat batuk karena bersifat antitusif. Namun akan berakibat
fatal apabila narkotika disalahgunakan untuk keperluan yang tidak semestinya
atau diluar keperluan medis.
Narkotika merupakan bagian dari NAPZA. Menurut batasan WHO (World Health
Organization) tahun 1969, bahwa yang dimaksud dengan NAPZA adalah zat
kimia yang mampu mengubah pikiran, perasaan, fungsi mental, dan perilaku
seseorang menjadi tidak normal.

iii

Sedangkan yang dimaksud dengan obat (drugs) adalah zat-zat yang apabila
dimasukkan ke dalam tubuh organisme yang hidup, maka akan menyebabkan
perubahan pada satu atau lebih fungsi-fungsi organ tubuh.

Pada awalnya, NAPZA merupakan kepanjangan dari Narkotika dan Obat-Obat


Berbahaya. Kemudian disadari bahwa kepanjangan NAPZA yang demikian itu
keliru, sebab istilah Obat-Obat berbahaya dalam ilmu kedokteran adalah obatobatan yang tidak boleh diperjual-belikan secara bebas karena pemberiannya
dapat membahayakan bila tidak melalui pertimbangan medis, misalnya antibiotik,
obat jantung, obat darah tinggi, dan sebagainya,

Semua obat tersebut adalah obat berbahaya tetapi bukan termasuk NAPZA. Jadi,
kepanjangan dari NAPZA yang tepat adalah Narkotika, Psikotropika, dan Zat
Adiktif Lainnya.

Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut
narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan.
Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang
seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan
kesehatan bahkan jiwa pemakainya.

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan apa yang telah dikemukakan dalam latar belakang, maka penulis
dapat menarik suatu rumusan masalah yaitu, Bagaimana cara penggunaan obat
anestesi yang baik dan benar, serta dampak yang akibatkan oleh penyalahgunaan
dari penggunaan obat anastesi?

iii

1.3

Tujuan

Tujuannya untuk menghalau rasa sakit di bagian tubuh tertentu, daripada harus
melakukan pembiusan total.
Tujuan utama dari pemberian obat premedikasi adalah untuk memberikan sedasi
psikis, mengurangi rasa cemas dan melindungi dari stress mental atau faktorfaktor lain yang berkaitan dengan tindakan anestesi yang spesifik.
Hasil akhir yang diharapkan dari pemberian premedikasi adalah terjadinya sedasi
dari pasien tanpa disertai depresi dari pernapasan dan sirkulasi. Kebutuhan
premedikasi bagi masing-masing pasien dapat berbeda. Rasa takut dan nyeri harus
diperhatikan betul pada pra bedah.
Tujuan

anastesi

adalah

untuk

menyediakan,

atau

menghilangkan

rasa

sakit.Memblokir impuls saraf dari bagian bawah segmen tulang belakang yang
mengakibatkan penurunan sensasi di bagian bawah tubuh.
Obat

epidural

jatuh

ke

dalam

kelas

obat

yang

disebut

bius

lokal

seperti bupivacaine, chloroprocaine, atau lidokain..


Mereka sering disampaikan dalam kombinasi dengan opioid atau narkotika,
seperti fentanyl dan sufentanil, untuk mengurangi dosis yang diperlukan bius
lokal.
Efek somatic ini timbul didalam kecerdasan dan menumbuhkan dorongan untuk
bertahan atau menghindari kejadian tersebut. Kebanyakan pasien akan melakukan
modifikasi terhadap manifestasi efek somatic tersebut dan menerima keadaan
yaitu dengan Nampak tenang. Reaksi saraf simpatis terhadap rasa takut atau nyeri
tidak dapat disembunyikan oleh pasien.
Rasa takut dan nyeri mengaktifkan syaraf simpatis untuk menimbulkan perubahan
system sirkulasi dalam tubuh. Perubahan ini disebabkan oleh stimulasi efferen
simpatis yang ke pembuluh darah, dan sebagian karena naiknya katekolamin
dalam sirkulasi.

iii

BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1

Penggunaan / Penyalahgunaan Obat Anestesi dalam perspektif Islam

Islam memandang manusia sebagai makhluk yang terhormat, layak, dan mampu
mengemban amanah setelah terlebih dahulu melalui seleksi di antara makhluk
Tuhan lainnya, sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al Ahzab ayat 72 :
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit dan
bumi serta gunung-gunung, maka semuanya enggan memikul amanat itu dan
mereka khawatir akan mengkhianatinya, dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh.
Guna menjalankan amanat luhur itulah manusia dibekali dengan kelengkapan
yang kemudian hari akan dimintai pertanggungjawabannya. Manusia dibekali
naluri keagamaan yang tajam, penciptaan yang sangat sempurna, kedudukan yang
mulia, dan diberi kepercayaan penuh untuk mengolah bumi serta isinya.
Dengan demikian manakala Allah SWT menjanjikan imbalan terhadap
kemampuan manusia mengoperasikan pemberian Allah tersebut atau juga
ancaman atas kelalaiannya, tentulah yang demikian itu disebut adil bahkan Maha
Adil.
Manusia dengan segala kelengkapannya telah dibekali naluri ketuhanan dengan
potensi takwa, sebagaimana firman Allah dalam QS Al Araf ayat 172 :
Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari jiwa mereka
seraya berfirman : Bukankah Aku ini Tuhanmu ? Mereka menjawab : Betul
Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi. Kami lakukan yang demikian agar
di hari kiamat, kamu tidak mengatakan Sesungguhnya kami bani Adam
adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.
Penyimpangan yang terjadi dalam sejarah kehidupan manusia ialah akibat dari
ulah manusia itu sendiri yang tidak mengindahkan petunjuk agama sebagai sistem
perawatan atas produk Tuhan yang amat dimuliakan. Memang manusia disamping
dibekali dengan potensi takwa (merawat diri) juga diberi potensi fujur
(petaka/kerusakan) karena manusia dilengkapi dengan nafsu. Firman Allah
dalam QS Yusuf ayat 53 :
Aku tidak dapat melepaskan diri dari nafsu, sesungguhnya
kecenderungan nafsu itu condong untuk berbuat dosa, kecuali mereka yang
dirahmati Tuhan.
Menurut tuntunan agama Islam, manusia adalah makhluk Tuhan yang amat mulia
bahkan lebih mulia daripada malaikat sekalipun, karena itu manusia mendapat
iii

kehormatan menjabat sebagai khalifah atau pengelola bumi dan isinya untuk
tujuan kesejahteraan lahir dan batin. Bimbingan itu diarahkan pada kehidupan
yang harmonis, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan Islam tidak
menghendaki agar manusia menjadi iblis dan setan.
Tujuan diturunkannya syariat Islam adalah untuk memanusiakan manusia atau
dengan kata lain program maintenance agar manusia memelihara kodrat
kemanusiaannya. Manusia diberi keleluasaan untuk mencari dan memenuhi
kebutuhan hidupnya di muka bumi ini untuk mencari kebahagiaan, namun jangan
sampai melalaikan kepentingan akhirat yang kekal abadi. Dalam hal ini Allah
berfirman dalam QS Al Qashash ayat 77:
Carilah dari apa yang dianugerahkan Allah kepadamu kehidupan
akherat, namun jangan sekali-kali melalaikan kehidupan di dunia ini. Berbuat
ihsan kepada sesama sebagaimana Allah senantiasa berbuat baik kepadamu.
Dan jangan sekali-kali berbuat kerusakan di muka bumi ini, sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berbuat kerusakan.
Perintah agar manusia bertakwa (memelihara
operasionalisasi dari sistem perawatan tersebut.

diri)

merupakan

wujud

Al Quran secara tegas telah melarang minuman khamr, yaitu minuman yang
memabukkan. Narkotika dan sejenisnya merupakan jenis minuman keras. Termuat
dalam QS Al Maidah ayat 90 :
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman khamr, judi,
berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan
keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan.
Khamr ialah sumber keresahan, permusuhan, dan kebencian yang akan
menghancurkan persatuan dan kesatuan umat dan akan memalingkan manusia dari
bertakwa kepada Allah swt. Diterangkan dalam QS Al Maidah ayat 91 :
Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan
dan kebencian di antara kamu lantaran minuman khamr dan berjudi itu, dan
menghalangi kamu lantaran minuman khamr dan berjudi itu, dan
menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat, maka berhentilah kamu
dari mengerjakan pekerjaan itu.
Dalam Islam, narkotika ini sering disebut juga dengan hasyisyi. Dalam kitab
Hisyayatul As Syariah, karangan Ibnu Taimiah, disebutkan bahwa :
Hasyisyi itu hukumnya haram dan orang yang meminumnya dikenakan
hukuman sebagaimana orang meminum khamr.

iii

Ulama Hanafiah berpendapat :


Barangsiapa yang memakan/meminum hasyisyi hukumnya zindiq (kafir)
serta bidah.
Dalil-dalil yang digunakan sebagai landasan dan dasar fatwa tersebut adalah ayatayat Al Quran dan hadis nabi sbb:
QS Al Baqoroh ayat 195 :
Janganlah kamu jerumuskan dirimu kepada kecelakaan/kebinasaan
(sebagaimana akibat) tangan-tanganmu
QS An Nisa ayat 29 :
Dan janganlah kamu membunuh dirimu (dengan mencapai sesuatu
yang membahayakan). Sesungguhnya Allah Maha Kasih padamu.
Hadis Ummu Salamah :
Rasulullah melarang dari tiap-tiap barang yang memabukkan dan yang
melemahkan badan dan akal. (Hadis riwayat Ahmad dalam musnadnya, dan
Abu Daud dalam Sunannya dengan sanad yang sholeh).
Hadis Sholeh riwayat Bukhori Muslim :
Tiap-tiap barang yang memabukkan haram.
Hadis dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah bersabda :
Setiap benda yang memabukkan banyaknya, maka sedikitnya juga
haram (Hadis dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasal, Ibnu
Majah, dan Ibnu Hibban).
An Nasal, Ad daruquthy, Ibnu Hibba :
Rasulullah melarang dari yang sedikit, yang banyaknya memabukkan.
Pendapat Ulama Fikh :
Al Mukhadarat (macam-macam obat bius) menyalahgunakan
pemakaiannya, hukumnya haram (Ulama-ulama Islam dalam hal ini
sependapat).
Dari uraian-uraian tersebut, jelas bahwa meminum khamr termasuk narkotika
dan sebangsanya, hukumnya haram dan dan dilarang menyalahgunakannya.

iii

BAB 3
GAMBARAN UMUM

3.1

Gambaran Umum Anastesi

Anestesi adalah hilangnya semua bentuk sensasi termasuk sakit, sentuhan,


persepsi temperature dan tekanan dan dapat disertai dengan terganggunya fungsi
motorik.
Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral
disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Komponen trias
anestesi ideal terdiri dari hipnotik, analgesi, dan relaksasi otot.
Bila hanya sebagian dari tubuh yang terpengaruh, dapat digunakan istilah anestesi
local atau amalgesia local. Anestesi local menghambat impuls konduksi secara
reversible sepanjang akson saraf dan membrane eksitabel lainnya yang
menggunakan saluran natrium sebagai alat utama pembangkit potensial aksi.
Secara klinik, kerja ini dimanfaatkan untuk menghambat sensasi sakit dari atau
impuls vasokonstriktor simpatis ke bagian tubuh tertentu.
Hingga saat ini belum ada obat anestesi yang ideal, dan pengembangan obat masih
terus diteliti. Namun, walaupun relative mudah untuk mensintesis suatu zat kimia
yang mempunyai efek anestesi local tetapi sangat sulit mengurangi efek toksik
yang lebih kecil dari obat yang ada saat ini.
Alasan utama kesulitan tersebut adalah kenyataan bahwa toksisitas yang sangat
serius dari obat anestesi local merupakan perluasan efek terapinya pada otak dan
sistem sirkulasi.

iii

BAB 4
PEMBAHASAN

4.1

Jenis Anestesi

Jenis anestesi lokal dalam bentuk parenteral yang paling banyak digunakan
adalah:
1.

Anestesi permukaan.

Sebagai suntikan banyak digunakan sebagai penghilang rasa oleh dokter gigi
untuk mencabut geraham atau oleh dokter keluarga untuk pembedahan kecil
seperti menjahit luka di kulit. Sediaan ini aman dan pada kadar yang tepat tidak
akan mengganggu proses penyembuhan luka.
2.

Anestesi Infiltrasi.

Tujuannya untuk menimbulkan anestesi ujung saraf melalui injeksi pada atau
sekitar jaringan yang akan dianestesi sehingga mengakibatkan hilangnya rasa di
kulit dan jaringan yang terletak lebih dalam, misalnya daerah kecil di kulit atau
gusi (pada pencabutan gigi).
3.

Anestesi Blok

Cara ini dapat digunakan pada tindakan pembedahan maupun untuk tujuan
diagnostik dan terapi.
4.

Anestesi Spinal

Obat disuntikkan di tulang punggung dan diperoleh pembiusan dari kaki sampai
tulang dada hanya dalam beberapa menit. Anestesi spinal ini bermanfaat untuk
operasi perut bagian bawah, perineum atau tungkai bawah.
5.

Anestesi Epidural

iii

Anestesi epidural (blokade subarakhnoid atau intratekal) disuntikkan di ruang


epidural yakni ruang antara kedua selaput keras dari sumsum belakang.
6.

Anestesi Kaudal

Anestesi kaudal adalah bentuk anestesi epidural yang disuntikkan melalui tempat
yang berbeda yaitu ke dalam kanalis sakralis melalui hiatus skralis.
Cara Pemberian
Obat penghilang rasa sakit epidural diberikan dalam beberapa cara :
1. Injeksi dengan top-up : Anestesi akan disuntikkan dengan obat penghilang
rasa sakit ke dalam tabung untuk mematikan bagian bawah perut pasien.
2.

Infus kontinu : Anestesi yang mengatur kateter epidural. Ujung tabung


terpasang pada pompa, yang akan menghilangkan rasa sakit pada punggung
pasien terus-menerus.

4.2

Mekanisme Kerja Anestesi

Mencegah timbulnya konduksi impuls saraf


Meningkatkan ambang membran, eksitabilitas berkurang dan kelancaran

hantaran terhambat.
Meningkatkan tegangan permukaan selaput lipid molekuler.

Resistensi Bius
Ketika dilakukan anestesi, terkadang dapat terjadi seseorang tak mendapatkan
efek bius seperti yang diharapkan. Atau, yang kerap disebut resisten terhadap obat
bius. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang resisten terhadap obat
bius di antaranya:
1.

Pecandu alcohol

2.

Pengguna obat psikotropika seperti morfin, ekstasi dan lainnya

3.

Pengguna obat anelgesik

iii

Agar Obat Bius Optimal & Aman


Untuk menghindari terjadinya efek samping dan resistensi terhadap obat bius,
sebaiknya pasien benar-benar memastikan kondisi tubuhnya cukup baik untuk
menerima anestesi.
1.

Menghentikan penggunaan obat anelgetik, paling tidak 1-2 hari sebelum


dilakukan prosedur anestesi.

2.

Menghentikan konsumsi obat-obatan yang berefek pada saraf pusat seperti


morfin, barbiturat, amfetamin dan lainnya,

3.

Paling tidak 1-3 hari sebelum anestesi dilakukan.

4.

Berhenti mengonsumsi alkohol paling tidak 2 minggu sebelum


penggunaan anestesi,

5.

Berhenti merokok setidaknya 2 minggu sebelum anestesi dilakukan.

4.3

Cara Penggunaan Anestesi

Kebutuhan dan cara kerja anestesi beranekaragam. Anestesi juga memiliki cara
penggunaan yang berbeda sesuai kebutuhannya. Tak hanya cara disuntikkan saja,
tetapi juga dihirup melalui alat bantu nafas. Beberapa cara penggunaan anestesi
ini di antaranya :
1.

Melalui Pernafasan

Beberapa obat anestesi berupa gas seperti isoflurane dan nitrous oxide, dapat
dimasukkan melalui pernafasan atau secara inhalasi. Gas-gas ini mempengaruhi
kerja susunan saraf pusat di otak, otot jantung, serta paru-paru sehingga bersamasama menciptakan kondisi tak sadar pada pasien.
Penggunaan bius jenis inhalasi ini lebih ditujukan untuk pasien operasi besar yang
belum diketahui berapa lama tindakan operasi diperlukan. Sehingga, perlu
dipastikan pasien tetap dalam kondisi tak sadar selama operasi dilakukan.

iii

2.

Injeksi Intravena

Sedangkan obat ketamine, thiopetal, opioids (fentanyl, sufentanil) dan propofol


adalah obat-obatan yang biasanya dimasukkan ke aliran vena. Obat-obatan ini
menimbulkan efek menghilangkan nyeri, mematikan rasa secara menyeluruh, dan
membuat depresi pernafasan sehingga membuat pasien tak sadarkan diri. Masa
bekerjanya cukup lama dan akan ditambahkan bila ternyata lamanya operasi perlu
ditambah.
3.

Injeksi Pada Spinal/ Epidural

Obat-obatan jenis iodocaine dan bupivacaine yang sifatnya lokal dapat


diinjeksikan dalam ruang spinal (rongga tulang belakang) maupun epidural untuk
menghasilkan efek mati rasa pada paruh tubuh tertentu. Misalnya, dari pusat ke
bawah.
Beda dari injeksi epidural dan spinal adalah pada teknik injeksi. Pada
epidural,injeksi dapat dipertahankan dengan meninggalkan selang kecil untuk
menambah obat anestesi jika diperlukan perpanjangan waktu tindakan. Sedang
pada spinal membutuhkan jarum lebih panjang dan hanya bisa dilakukan dalam
sekali injeksi untuk sekitar 2 jam ke depan.
4.

Injeksi Lokal

Iodocaine dan bupivacaine juga dapat di injeksi di bawah lapisan kulit untuk
menghasilkan efek mati rasa di area lokal. Dengan cara kerja memblokade
impulssaraf dan sensasi nyeri dari saraf tepi sehingga kulit akan terasa kebas dan
mati rasa.
Sifat Anastesi

Tidak mengiritasi / merusak jaringan saraf secara permanen


Batas keamanan harus lebar
Larut dalam air
Stabil dalam larutan
Dapat disterilkan tanpa mengalami perubahan

iii

Indikasi & Keuntungan anastesi lokal


Penderita dalam keadaan sadar serta kooperatif.
Tekniknya relatif sederhana dan prosentase kegagalan dalam penggunaanya

relatif kecil.
Pada daerah yang diinjeksi tidak terdapat pembengkakan.
Peralatan yang digunakan, sedikit sekali dan sederhana serta obat yang

digunakan relatif murah.


Dapat digunakan sesuai dengan yang dikehendaki pada daerah anatomi
tertentu.Mula kerja harus sesingkat mungkinDurasi kerja harus cukup lama.

Tipe Anestesi
Beberapa tipe anestesi adalah :

Pembiusan total hilangnya kesadaran total


Pembiusan lokal hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada

sebagian kecil daerah tubuh).


Pembiusan regional hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh
oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan
dengannya.

4.4

Manfaat Anestesi
Digunakan sebagai diagnostic, untuk menentukan sumber nyeri
Digunakan sebagai terapi, local anestesi merupakan bagian dari terapi untuk
kondisi operasi yang sangat nyeri, kemampuan dokter gigi dalam
menghilangkan nyeri pada pasien meski bersifat sementara merupakan ukuran

tercapainya tujuan terapi


Digunakan untuk kepentingan perioperatif dan postoperasi. Proses operasi
yang bebas nyeri sebagian besar menggunakan anestesi local, mempunyai

metode yang aman dan efektif untuk semua pasien operasi dentoalveolar.
Digunakan untuk kepentingan postoperasi. Setelah operasi dengan
menggunakan anestesi umum atau lokal, efek anestesi yang berlanjut sangat
penting untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien.

Keuntungan dan Kerugian


Keuntungan :

iii

Tidak diperlukan persiapan khusus pada pasien.


Tidak membutuhkan alat dan tabung gas yang kompleks
Tidak ada resiko obstruksi pernapasan. Durasi anestesi sedikitnya satu jam dan
jika pasien setuju dapat diperpanjang sesuai kebutuhan operasi gigi minor atau

adanya kesulitan dalam prosedur


Pasien tetap sadar dan kooperatif dan tidak ada penanganan pasca anestesi
Pasien-pasien dengan penyakit serius, misalnya penyakit jantung biasanya
dapat mentolerir pemberian anestesi lokal tanpa adanya resiko yang tidak
diinginkan.

Kerugian :

Ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada awal penggunaan


Menimbulkan rasa gatal atau demam
Pasien mungkin merasakan hanya mati rasa di bagian perut

Efek Samping
Ada beberapa macam efek samping yang ditimbulkan pada penggunaan
diantaranya :

Penurunan tekanan darah.


Sakit kepala (juga dikenal sebagai tulang punggung sakit kepala).
Pada bayi,mungkin membuat penurunan tekanan darah.
Sakit kepala juga sangat jarang, tetapi mungkin dapat terjadi.
Reaksi terhadap obat-obatan yang berlebihan, sepert ruam.
Pendarahan jika pembuluh darah yang secara tidak sengaja rusak.

Berikut adalah ringkasan pembahasan salah satu jenis obat anestesi

NAPZA ialah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat


Adiktif, bahasa kerennya adalah NARKOBA yang merupakan singkatan dari

iii

Narkotika dan Obat Berbahaya.Masyarakat sudah banyak mendengar suguhan


kata-kata ini dan telah menjadi ancaman di depan mata.
Kata Narkotika sendiri berasal dari Bahasa Yunani Narkoum yang berarti
membuat lumpuh atau membuat mati rasa. Namun perlu diketahui sebelumnya
bahwa narkotika memiliki khasiat dan manfaat yang digunakan dalam kedokteran
dalam penanganan kesehatan dan pengobatan, serta berguna bagi penelitian
perkembangan ilmu pengetahuan farmasi / farmakologi. Ironisnyasaat ini malah
disalahgunakan oleh pihak tertentu yang menjadikan narkotika sebagai komoditas
ilegal.
Saat ini dikenal jenis-jenis zat psikotropika dan zat adiktif, yaitu zat sintesis atau
obat yang dihasilkan melalui proses kimia yang apabila pemakaian melebihi dosis
atau disalahgunakan, akan memiliki efek sama dengan pemakaian jenis narkotika.
Jenis-jenis zat psikotropika secara

klinis

tergolong

dalam

kelompok-

kelompok zat anti psikosis, neurosis, depresi, dan psikotogenik dikenal dengan
obat penenang atau halusinogen (zat penghayal).
Dari jenis zat adiktif dikenal obat-obatan yang dapat menimbulkan rasa
ketergantungan. Kedua jenis zat di atas tergolong sebagai narkotika sintetis,
kemudian dikenal nama-nama obat seperti methadon, barbitarat, amphetamin, dll.
Alkohol juga merupakan zat lain berbentuk cair yang memabukkan dan
mengakibatkan kecanduan. Zat tersebut (dalam bentuk minuman maupun
makanan) diperoleh melalui proses senyawa kimia dan fermentasi.

Narkotika
Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka
yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam

iii

tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan,


semangat dan halusinasi.
Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok
masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun
tidak

menderita

apa-apa.

Hal

inilah

yang

mengakibatkan

terjadinya

penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak


sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).
Adiksi adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik / periodik sehingga
penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian
terhadap dirinya dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada
penyalahgunaan Narkotika pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang
normal.
Lama-lama pengguna obat menjadi kebiasaan, setelah biasa menggunakan mar
kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi
(toleransi). Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi ketergantungan, merasa
tidak dapat hidup tanpa Narkotika.
Psikotropika
Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia pengobatan sesuai
Permenkes

RI

No.

124/Menkes/Per/II/93,

namun

dapat

menimbulkan

ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan akan sangat merugikan
karena efeknya sangat berbahaya seperti narkotika. Psikotropika merupakan
pengganti narkotika, karena narkotika mahal harganya. Penggunaannya biasa
dicampur dengan air mineral atau alkohol sehingga efeknya seperti narkotika.

Zat Adiktif
Adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh,
bila keracunan bisa menimbulkan halusinasi atau mungkin yang fatal kematian.
Penyalahgunaan NAPZA

iii

NAPZA menyerang dan merusak syaraf dan akal manusia. Ini mengakibatkan
perasaan dan akal seseorang tidak berfungsi normal. Bila dua organ tersebut tidak
berfungsi, sebenarnya manusia itu telah kehilangan kemanusiaannya.
Penyalahgunaan pemakaian morfin maupun heroin yang berkepanjangan dapat
menimbulkan addict (ketergantungan) dan ia akan meningkatkan takaran
pemakaian sesuai dengan tingkat efeknya. Sementara itu, pemakai kokain yang
berlebihan akan mengakibatkan kejang-kejang diikuti dengan timbulnya
gangguan pernafasan.
Hal ini bisa menjadi fatal bagi pemakai jika terjadi koma dan gangguan fungsi
jantung. Ganja juga dapat mengakibatkan denyut jantung menjadi meningkat dan
gangguan pada paru-paru (pernapasan) yang dapat menimbulkan kanker.
Pemakaian pada masa kehamilan dapat mengakibatkan bayi yang prematur dan
cacat.
Penggunaan minuman beralkohol tinggi sangat menimbulkan masalah, lagi-lagi
jika pemakai bereksperimen, seperti mencampur satu zat dengan alkohol. Efeknya
dapat mengakibatkan organ-organ dan fungsi tubuh menjadi rusak.

Dampak penyalahgunaan NAPZA


Penyalahgunaan NAPZA ini akan memberikan dampak yang sangat luas dan
kompleks sebagai berikut :

iii

a. Dampak terhadap pribadi/individu pemakai


b. Terjadi gangguan fisik dan penyakit yang diakibatkan langsung dari efek
samping Narkoba seperti kerusakan dan kegagalan fungsi organ-organ
vital, seperti merusak ginjal, liver, otak (susunan saraf), jantung, kulit dan
lain-lain.
c. Selain itu dapat secara tidak langsung menyebabkan penyakit lain yang
lebih serius diakibatkan perilaku menyimpang karena penga-ruh Narkoba,
seperti tertular HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan kelamin, dan
lain-lain.
d. Terjadi gangguan kepribadian dan psikologis secara drastis seperti
berubah menjadi pemurung, pemarah, pemalas dan menjadi masa bodoh.
e. Dapat menyebabkan kematian yang disebabkan karena over dosis atau
kecelakaan karena penurunan tingkat kesadaran.
f. Dampak terhadap keluarga antara lainnya Mencuri uang atau menjual
barang-barang di rumah guna dibelikan Narkoba.
g. Perilaku di luar dapat mencemarkan nama baik keluarga. Keluarga
menjadi tertekan karena salah satu anggota keluarganya menjadi target
operasi polisi dan menjadi musuh masyarakat.
h. Dampak terhadap masyarakat / lingkungan social.

Upaya pencegahan dari pengaruh NAPZA


Mengingat betapa dahsyatnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh Narkoba dan
betapa cepatnya tertular para generasi muda untuk mengkonsumsi Narkoba, maka
diperlukan upaya-upaya konkrit untuk mengatasinya. Dalam upaya mencegah atau

iii

penanggulangan masalah penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui


pendekatan-pendekatan dan beberapa cara, adapun hal tersebut adalah :
a. Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan keagamaan baik
di sekolah maupun di masyarakat. Bukan hanya itu, bahkan anak yang masih
dalam kandungan Sang Ibupun usaha mendidik anak tersebut sudah harus
dilaksanakan sedari dini yaitu dengan jalan kedua orangtuanya selalu berakhlak
dan berbudi baik, menyempurnakan ibadah, memperbanyak bersedekah,
membaca Al Quran, berpuasa, dan berdoa kepada Allah dengan tulus agar
anak yang akan lahir nanti dalam bentuk fisik yang sempurna dan merupakan
anak yang berjiwa shaleh.
b. Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab
peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia
menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah
berasal dari keluarga yang berantakan (broken home). Dan unit terkecil dari
masyarakat adalah rumah tangga. Di sinilah tempat pertama bagi anak-anak
memperoleh pendidikan perihal nilai-nilai sejak anak dilahirkan. Maka dengan
demikian orang tua sangat berperan pertama kali dalam mendidik, mengajar,
membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya dengan :
1. Memelihara kesejukan, ketentraman, kesegaran, keutuhan Memberikan
kasih sayang, pengorbanan, perhatian, teladan yang baik, pengaruh yang
luhur.
2. Menanamkan nilai-nilai agama (iman dan ibadah), akhlak budi pekerti,
disiplin dan prinsip-prinsip luhur lainnya.
3.

Melakukan kontrol, filter, pengendalian, dan koreksi seluruh sikap anakanaknya secara bijaksana baik di rumah maupun di luar.

4. Dan keharmonisan rumah tangga sehingga anak-anak merasa tenang,


nyaman, aman, damai, bahagia, dan betah tinggal di tengah-tengah
pergaulan keluarga setiap hari.

iii

5. Penanaman nilai sejak dini bahwa NAPZA adalah Haram.


6. Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh
Ayah dan Ibu, di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh
agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum.
7. Melakukan dengan cara Preventif (pencegahan), yaitu untuk membentuk
masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba.
Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. Pencegahan
penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti
pembinaan dan penyuluhan serta pengawasan dalam keluarga, penyuluhan
oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat, pengajian oleh
para ulama, pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak
keamanan, pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan
tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan
kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba.
8.

Secara Represif (penindakan), yaitu menindak dan memberantas


penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum dan berdasarkan hukum ,
yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang
dibantu oleh masyarakat. Kalau masyarakat mengetahui hal tersebut harus
segera melaporkan kepada pihak yang berwajib ( kepolisian ) dan tidak
boleh main hakim sendiri.

9. Dengan pendekatan melalui Kuratif (pengobatan), bertujuan penyembuhan


para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Di Indonesia
sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi
pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati, pesantren-pesantren,
yayasan Pondok Bina Kasih dll.
10. Rehabilitatif (rehabilitasi), dilakukan agar setelah pengobatan selesai para
korban tidak kambuh kembali ketagihan Narkoba. Rehabilitasi berupaya
menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar
dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kita

iii

tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan
bertobat, supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu
narkoba.

BAB 5
PENUTUP
5.1

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, penulis dapat menyimpulkan tentang :


Anastesi adalah untuk menyediakan, atau menghilangkan rasa sakit.Memblokir
impuls saraf dari bagian bawah segmen tulang belakang yang mengakibatkan
penurunan sensasi di bagian bawah tubuh. Obat epidural jatuh ke dalam kelas obat
yang disebut bius lokal seperti bupivacaine, chloroprocaine, atau lidokain..

iii

Mereka sering disampaikan dalam kombinasi dengan opioid atau narkotika,


seperti fentanyl dan sufentanil, untuk mengurangi dosis yang diperlukan bius
lokal.
Anestesi juga mempunyai beberapa cara penggunaannya yaitu :
1.

Melalui pernapasan

2.

Injeksi Intravena

3.

Injeksi pada spinal/epidural

4.

Injeksi Lokal

Demikian bahasan singkat mengenai Penggunaan Obat Anestesi, dengan


memberikan pengetahuan tersebut, diharapkan masyarakat umum dapat
menyadari akan bahaya yang ditimbulkan apabila disalahgunakan dalam memakai
dan mengkonsumsi obat anestesi.
5.2

Saran

Di dalam UU RI No.27 Tahun 1997 tentang Narkotika hanya dapat digunakan


untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan. Dan dengan
makalah ini diharapkan agar mahasiswa dapat memahami tentang Anestesi agar
lebih mengetahui tujuan dan manfaat Anestesi.
DAFTAR PUSTAKA

NAPZA dan permasalahannya : KRT. Drs H. Ahmad Muksin K (MUI DIY)


Dinas Pendidikan Pemprop DIY

Cplin-1984.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-dampak-penggunaan.html

Excel.blogspot.com/2012/10/anestesi-anesthesia.html#

iii

http://kesehatan.kompas.com

id.wikipedia.org/wiki/Anestesi

http://www.indomedia.com/intisari.htm

Keyword :
Anestesi, anesthesia medicine, anestesian dari sudut pandang islam, arabic
anaesthesia, penggunaan anestesia

iii