Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM III

GGL PADA GENERATOR


1.

TUJUAN
Untuk mempelajari cara kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
tegangan keluaran suatu generator

2. ALAT DAN BAHAN


Electromagnetism Trainer 12-100
Osiloskop 2 cahannel
Voltmeter dc, 0-15 V
Unit Power Supply, denagn keluaran 0-15 V
3. DASAR TEORI
Generator Arus Searah menghasilkan arus liatrik DC karena pada
kontruksi dilengkapi dengan komutator, biasanya berfungsi sebagai penguat
pada generator utama dibengkel atau industry. Sedangkan Generator Arus
Bolak Balik menghasilkan arus listrik AC, hal ini disebabkan karena
kontruksi pada generator menyebabkan arah arus akan berbalik pada setiap
setengah putran. Untuk praktikum kali ini kita akan praktik menggunakan
generator DC.
Generator DC memiliki konstruksi yang sama pada motor dc yang
telah dipelajari pada praktikum sebelumnya dan keduanya saling berkaitan
walaupun perlengkapannya adalah mesin yang diputar dan terminalnya
digunakan untuk menghubungkan keluaran generator ( yang tidak memberikan
masukan seperti halnya untuk motor dc). Dengan cara ini, generator
menggunakan prinsip keelektromagnetan untuk mengkonversi / mengubah
energy mekanik menjadi energi listrik.
1. Bagian-Bagian Generator Arus Searah (DC)
a. Rotor, bagian yang berputar terdiri atas :
- Poros Jangkar (Armatur)
- Inti Jangkar
- Komutator
- Kumparan Jangkar

b.Stator, bagian yang tak berputar terdiri atas :


- Kerangka Generator
- Kutub utama bersama belitannya
- Bantalan-bantalan poros
- Sikat arang (pull Brush)
Generator DC dapat dibagi :
1. Generator Penguat Terpisah
2. Generator Penguar Sendiri :
- Hubungan Seri
- Hubungan pararel
- Hubungan Kompound
Generator DC akan menghasilkan keluaran listrik dengan arus dan tegangan
searah. Tegangan di dalam kumparan dengan tingkat perubahan dari medan magnet
melalui kumparannya ketika mesin berputar. Karena perubahan terus-menerus
kumparan meningkat dan kemudian berkurang, pada umumnya dengan nilai rata-rata
nol. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan arus searah atau oleh magnet
permanen pada stator. Pada praktikum ini, generator dengan magnet permanen yang
digunakan.
Keluaran atau armature, lilitan diletakkan di dalam slot pada besi silinder
rotor. Sebuah mesin disederhanakan dengan hanya satu kumparan, rotor diuji dengan
suatu mesin yang mempunyai tombol putar, atau komutator, yang menghubungkan
kumparan rotor pada terminal keluaran. Komutator membalikkan hubungan keduanya
pada saat tertentu pada setiap perputaran ketika tingkat perubahan dari flux kumparan
adalah nol : dengan kata lain,ketika flux maksimum(positif) atau minimum(negative).
Keluaran tegangan kemudian searah tetapi pulsating.
Dalam mesin praktis, rotor berisi banyak kumparan secara simetris mengatur
slot disekitar periphery dan semua dihubungkan secara urut. Masing-masing
kumparan dihubungkan untuk suatu segmen pada komutator multi-bar. Dengan cara
ini, tegangan keluaran berisi penjumlahan dari tegangan balik pada sejumlah
kumparan individu yang diletakan di sekitar periphery. Magnet dari tegangan
keluaran adalah konstan, hanya berisi suatu ripple kecil dalam kaitannya dengan
jumlah kumparan yang terbatas.

4. PROSEDUR PERCOBAAN
Pengujian Tegangan Keluaran

1. Hubungkan bagian atas rangkaian seperti yang ditunjukkan dalam diagram


pada gambar 4-1 yang sesuai dengan diagram rangkaian dari gambar 4-2.
2. Set power supply pada 15 V untuk keluaran dan amati tegangan keluaran pada
osiloskop.
Pertanyaan 1. Mengapa tegangan keluaran memiliki ripple pada bagian atasnya?
Pengujian Hubungan Tegangan Keluaran-Kecepatan Motor

1. Hubungkan rangkaian diatas seperti yang ditunjukkan dalam gambar 4-1 yang
sesuai pada diagram rangkaian dari gambar 4-4.
2. Set power supply pada 4 V dan amati tegangan keluaran pada generator
seperti yang ditunjukkan pada osiloskop. Tegangan keluaran harus dicatat
dalam table 4-1.
3. Ulangi pengujian ini untuk tegangan 6V, 8V dan 15V dan catat hasilnya dalam
table 4-1.
Tabel 4-1

Tegangan Masukan

Tegangan Keluaran

4. Pada kertas grafik, gambar grafik yang menunjukkan hubungan tegangan


masukan ( sumbu x) dan tegangan keluaran (sumbu y).
Pertanyaan 2. Apa yang bias disimpulkan dari grafik tersebut?
Pertanyaan 3. Dari grafik, dapat dilihat bahwa tegangan keluaran selalu lebih
kecil dari tegangan masukan, mengapa demikian?
Pertanyaan 4. Apa yang dimaksud dengan efisiensi dari kombinasi generator
motor DC?

Generator DC
Generator DC adalah alat atu mesin yang mengubah tenaga mekanis menjadi
tenaga listrik. bila suatu penghantar di letakan diantara kutub kutub magnit maka
pada magnit tersebut akan timbul ggl(garis gaya listrik). Arah arus ggl tersebut di
tentukan dengan kaidah tangan kanan.
Bila tangan kanan di pampakan sedemikian rupa maka garis fluksi fluksi
magnet jatuh pada telapak tangan dan ibu jari sebagai gerakan (penyebab) dan jari jari
yang lain menunjukan arah GEM dengan demikian arah induksi magnetik.

Dalam Generator DC besaran ggl selalu berubah ubah .tegangan yang


berubah ubah dinamakan tegangan bolak balik dan arusnya dinamakan arus bolak

balik. Satu putaran kumparan dinamakan atu peiode dan satu periode tiap detiknya
dinamakan dengan frekuensi. Untuk mendapatkan aliran arus dari Generator
DC maka di beri sebuag cincin yang terbuat dari tembaga yang tersekat satu sama
lain yang telah dihubungkan dengan bagian luar. untuk mendapatkan arus searah
maka cincin tersebut diganti dengan belahan cincin dengan demikian tegangan akan
di putar pada saat kumparan pada saat mendatar yaitu pada saat kumparan posisi
nol.dengan demikian arus searah akan mengalir keluar dan dalam kumparan tetap
mengalir

arus

bolak

balik.

Pembalik

arus

ini

dinamakan

komutator.

komutator dalam bentuk Generator DC ini terdiri dari 2 buah gelang yang telah
tersekat satu sama lain yang telah di hubungkan dengan ujung ujung kumpara.
Dikutip dari : http://seputar-listrik.blogspot.com/2011/01/generator-dc.html
Konstruksi Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet permanent
dengan 4-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi terhadap beban lebih,
starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah generator atau casis, serta bagian rotor.
Gambar 1 menunjukkan gambar potongan melintang konstruksi generator DC.

Gambar 1. Konstruksi Generator DC


Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian mesin DC yang
diam, dan bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar.

Bagian stator terdiri dari:

rangka motor

belitan stator

sikat arang

bearing dan terminal box.

Rotor terdiri dari:

komutator

belitan rotor

kipas rotor dan poros rotor.


Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah

sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic / berkala.
Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang menempel dan serbuk
arang yang mengisi celah-celah komutator, gunakan amplas halus untuk
membersihkan noda bekas sikat arang.
Prinsip kerja Generator DC
Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara:

Dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi AC

Dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC

Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2
dan Gambar 3.

Gambar 2. Pembangkitan Tegangan Induksi.


Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi
perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan menimbulkan
tegangan induksi. Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi
seperti Gambar 2 (a) dan (c). Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet
secara maksimum oleh penghantar. Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 2.(b),
akan menghasilkan tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan
medan magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Daerah medan ini disebut
daerah netral.

Gambar 3. Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan komutator.


Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin
(disebut juga dengan cincin seret), seperti ditunjukkan Gambar 3.(1), maka dihasilkan
listrik AC (arus bolak-balik) berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor
dihubungkan dengan komutator satu cincin Gambar 3.(2) dengan dua belahan, maka
dihasilkan listrik DC dengan dua gelombang positif.
Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. Sebuah
komutator berfungsi sebagai penyearah tegangan AC.
Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC, sebanding dengan
banyaknya putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan).
Dikutip dari : http://ekofitriyanto.wordpress.com/2012/05/02/generator-dc/

Gaya Gerak Listrik Induksi GGL, Medan Magnet menimbulkan Arus Listrik
Michael Faraday (1791-1867), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris,
membuat hipotesis (dugaan) bahwa medan magnet seharusnya dapat menimbulkan
arus listrik. Untuk membuktikan kebenaran hipotesis Faraday.
Berdasarkan percobaan, ditunjukkan bahwa gerakan magnet di dalam
kumparan menyebabkan jarum galvanometer menyimpang. Jika kutub utara magnet
digerakkan mendekati kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke kanan. Jika

magnet diam dalam kumparan, jarum galvanometer tidak menyimpang. Jika kutub
utara magnet digerakkan menjauhi kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke
kiri. Penyimpangan jarum galvanometer tersebut menunjukkan bahwa pada kedua
ujung kumparan terdapat arus listrik. Peristiwa timbulnya arus listrik seperti itulah
yang disebut induksi elektromagnetik. Adapun beda potensial yang timbul pada ujung
kumparan disebut gaya gerak listrik (GGL) induksi.
Terjadinya GGL induksi dapat dijelaskan seperti berikut. Jika kutub utara
magnet didekatkan ke kumparan. Jumlah garis gaya yang masuk kumparan makin
banyak. Perubahan jumlah garis gaya itulah yang menyebabkan terjadinya
penyimpangan jarum galvanometer. Hal yang sama juga akan terjadi jika magnet
digerakkan keluar dari kumparan. Akan tetapi, arah simpangan jarum galvanometer
berlawanan dengan penyimpangan semula. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa penyebab timbulnya GGL induksi adalah perubahan garis gaya magnet yang
dilingkupi oleh kumparan.
Menurut Faraday, besar GGL induksi pada kedua ujung kumparan sebanding
dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi kumparan. Artinya, makin
cepat terjadinya perubahan fluks magnetik, makin besar GGL induksi yang timbul.
Adapun yang dimaksud fluks nmgnetik adalah banyaknya garis gaya magnet yang
menembus suatu bidang.
Dikutip dari : http://rosalinapuspita.blogspot.com/2010/12/ggl-induksi.html

Prinsip Terbentuknya Gaya Gerak Listrik (GGL)


Induksi
Prinsip terbentuknya gaya gerak listrik (GGL)
dalam sebuah penghantar merupakan peristiwa induksi seperti gambar di samping.
Apabila sebatang penghantar digerak-gerakkan sedemikian rupa dalam medan
magnet sehingga memotong garis-garis gaya magnet, maka pada penghantar tersebut
akan terbentuk GGL induksi.

Arah gerak GGL induksi yang terjadi ditunjukkan dengan aturan tangan kanan
sebagai berikut (perhatikan gambar) :
Bila telapak tangan kanan dibuka sedemikian rupa sehingga ibu jari dan
keempat jari lainnya saling tegak lurus (90 0), maka ibu jari menunjukkan arah gerak
penghantar (F) sedangkan garis yang menembus telapak tangan kanan adalah garis
gaya (medan) magnit () dan empat jari lainnya menunjukkan arah GGL induksi
yang terjadi (e), perhatikan gambar di samping.
Untuk lebih memahami prinsip terbentuknya GGL induksi perhatikan percobaan
Faraday seperti pada gambar di samping
Jika batang magnet didorong masuk, jarum galvanometer G akan bergerak
dan jika mendorongnya dihentikan, jarum galvanometer akan diam.

Demikian pula sebaliknya, jika batang magnet diubah arah gerakannya


(ditarik), jarum galvanometer akan bergerak sesaat dan kembali diam jika gerakan
batang magnet dihentikan dan gerakan jarum galvanometer mempunyai arah yang
berlawanan dengan arah gerakan semula.
Bergeraknya

jarum

galvanometer

tersebut

disebabkan oleh adanya GGL induksi pada kumparan


dan besar GGL induksi yang terjadi sesuai dengan
hukum Faraday II adalah :
Besarnya GGL induksi yang terjadi dalam suatu
penghantar atau rangkaian berbanding lurus dengan kecepatan perubahan flux

magnet yang dilingkupinya. Secara matematis dituliskan :


Jika penghantar tersebut merupakan sebuah kumparan dengan N lilitan, maka
besar GGL induksi yang terjadi adalah :

Tanda negatif pada persamaan di atas menunjukkan persesuaian dengan


hukum Lenz sebagai berikut :
Arah arus induksi dalam penghantar sedemikian rupa sehingga medan magnet
yang

dihasilkan

melawan

perubahan

garis-garis

gaya

maget

yang

menimbulkannya.
Gambar di samping adalah sebuah kumparan dengan N lilitan yang diputar pada
suatu sumbu dalam medan magnet homogen.

Saat kumparan pada posisi A B (lihat gambar A dan gambar B), fluks magnet ()
yang berhasil dilingkupi adalah maksimum (m).
Tetapi saat kumparan diputar berlawanan arah jarum jam sejauh dan berada posisi
A B maka fluks magnet yang berhasil dilingkupi hanya sebesar :
= m cos . . . . . (1)
Bila kumparan kumparan tersebut diputar dengan kecepatan dan perubahan dari
posisi AB ke posisi A B ditempuh dalam waktu t detik, maka besar sudut yang
ditempuh adalah = . t.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
besar flux magnet yang dapat dilingkupi oleh kumparan
setiap saatnya adalah :
= m cos . t . . . . (2)
Sehingga besar GGL induksi yang terjadi setiap saatnya
dapat dihitung sbb :
e = N.m sin t. . . . . (3)
e = .N.m sin t . . . . (4)
Dari persamaan di atas terlihat bahwa GGL induksi (tegangan) e merupakan fungsi
sinus.
Hal ini berarti bahwa tegangan e akan mencapai harga maksimum pada saat sin t
= 1.
Dengan demikian besarnya tegangan maksimum dapat dihitung sebagai berikut :
Em = .N.m . . . . (5)

Sehingga persamaan (4) berubah menjadi :


e = Em sin t . . . . (6)
Bila tegangan ini dihubungkan dengan beban resistif, maka arus akan mengalir dan
persamaan arusnya dapat ditulis sebagai berikut :
i = Im sin t . . . . (7)

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami,


bahwa jika kumparan di atas diputar sejauh 2 radian (3600), maka tegangan yang
terjadi akan berbentuk gelombang sinus seperti pada gambar di samping dan dari
gambar tersebut terlihat bahwa tegangan akan mencapai harga maksimumnya pada
saat :

karena pada saat tersebut nilai sinusnya sama dengan satu dan minus satu.
Harga maksimum disebut juga dengan harga puncak (peak value)atau amplitudo.
Sedangkan harga maksimum positif ke maksimum negatif disebut dengan harga
puncak ke puncak (peak to peak value).
Dikutip

dari

:http://avinurfitasari-avi.blogspot.com/2010/12/gaya-gerak-listrik-

induksi-ggl-medan.html

1. Penyebab Terjadinya GGL Induksi


Ketika kutub utara magnet batang digerakkan masuk ke dalam kumparan, jumlah
garis gaya-gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan bertambah banyak.
Bertambahnya jumlah garisgaris gaya ini menimbulkan GGL induksi pada ujungujung kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik mengalir
menggerakkan jarum galvanometer. Arah arus induksi dapat ditentukan dengan cara
memerhatikan arah medan magnet yang ditimbulkannya. Pada saat magnet masuk,
garis gaya dalam kumparan bertambah. Akibatnya medan magnet hasil arus induksi
bersifat mengurangi garis gaya itu. Dengan demikian, ujung kumparan itu merupakan
kutub utara sehingga arah arus induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.a (ingat
kembali cara menentukan kutub-kutub solenoida).
Ketika kutub utara magnet batang digerakkan keluar dari dalam kumparan,
jumlah garis-garis gaya magnet yang terdapat di dalam kumparan berkurang.
Berkurangnya jumlah garis-garis gaya ini juga menimbulkan GGL induksi pada
ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik
mengalir dan menggerakkan jarum galvanometer. Sama halnya ketika magnet batang
masuk ke kumparan. pada saat magnet keluar garis gaya dalam kumparan berkurang.
Akibatnya medan magnet hasil arus induksi bersifat menambah garis gaya itu.
Dengan demikian, ujung, kumparan itu merupakan kutub selatan, sehingga arah arus
induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.b.
Ketika kutub utara magnet batang diam di dalam kumparan, jumlah garis-garis
gaya magnet di dalam kumparan tidak terjadi perubahan (tetap). Karena jumlah garisgaris gaya tetap, maka pada ujung-ujung kumparan tidak terjadi GGL induksi.
Akibatnya, tidak terjadi arus listrik dan jarum galvanometer tidak bergerak.

Jadi, GGL induksi dapat terjadi pada kedua ujung kumparan jika di dalam
kumparan terjadi perubahan jumlah garis-garis gaya magnet (fluks magnetik). GGL
yang timbul akibat adanya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet dalam
kumparan disebut GGL induksi. Arus listrik yang ditimbulkan GGL induksi disebut
arus induksi. Peristiwa timbulnya GGL induksi dan arus induksi akibat adanya
perubahan jumlah garis-garis gaya magnet disebut induksi elektromagnetik. Coba
sebutkan bagaimana cara memperlakukan magnet dan kumparan agar timbul GGL
induksi?
2. Faktor yang Memengaruhi Besar GGL Induksi
Sebenarnya besar kecil GGL induksi dapat dilihat pada besar kecilnya
penyimpangan sudut jarum galvanometer. Jika sudut penyimpangan jarum
galvanometer besar, GGL induksi dan arus induksi yang dihasilkan besar.
Bagaimanakah cara memperbesar GGL induksi? Untuk memahami hal ini, cobalah
kamu melakukan Kegiatan 12.2. Sebelumnya, bentuklah satu kelompok yang terdiri 4
siswa; 2 laki-laki dan 2 perempuan. Apabila dilakukan dengan cermat, percobaan di
atas akan menunjukkan bahwa penyimpangan jarum galvanometer makin besar ketika
gerakan magnet dipercepat, jumlah lilitan diperbanyak, atau magnet diperbanyak.
Jadi, ada tiga faktor yang memengaruhi GGL induksi, yaitu
1. kecepatan gerakan magnet atau kecepatan perubahan jumlah garis-garis gaya
magnet (fluks magnetik),
2. jumlah lilitan,

3. medan magnet.
PENERAPAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
Pada induksi elektromagnetik terjadi perubahan bentuk energi gerak menjadi
energi listrik. Induksi elektromagnetik digunakan pada pembangkit energi listrik.
Pembangkit energi listrik yang menerapkan induksi elektromagnetik adalah generator
dan dinamo. Di dalam generator dan dinamo terdapat kumparan dan magnet.
Kumparan atau magnet yang berputar menyebabkan terjadinya perubahan jumlah
garis-garis gaya magnet dalam kumparan. Perubahan tersebut menyebabkan
terjadinya GGL induksi pada kumparan. Energi mekanik yang diberikan generator
dan dinamo diubah ke dalam bentuk energi gerak rotasi. Hal itu menyebabkan GGL
induksi dihasilkan secara terus-menerus dengan pola yang berulang secara periodik.
1. Generator
Generator dibedakan menjadi dua, yaitu generator arus searah (DC) dan
generator arus bolak-balik (AC). Baik generator AC dan generator DC memutar
kumparan di dalam medan magnet tetap. Generator AC sering disebut alternator. Arus
listrik yang dihasilkan berupa arus bolak-balik. Ciri generator AC menggunakan
cincin ganda. Generator arus DC, arus yang dihasilkan berupa arus searah. Ciri
generator DC menggunakan cincin belah (komutator). Jadi, generator AC dapat
diubah menjadi generator DC dengan cara mengganti cincin ganda dengan sebuah
komutator.
Sebuah generator AC kumparan berputar di antara kutubkutub yang tak
sejenis dari dua magnet yang saling berhadapan. Kedua kutub magnet akan
menimbulkan medan magnet. Kedua ujung kumparan dihubungkan dengan sikat
karbon yang terdapat pada setiap cincin. Kumparan merupakan bagian generator yang
berputar (bergerak) disebut rotor. Magnet tetap merupakan bagian generator yang
tidak

bergerak

disebut

stator.

Bagaimanakah

generator

bekerja?

Ketika kumparan sejajar dengan arah medan magnet (membentuk sudut 00),

belum terjadi arus listrik dan tidak terjadi GGL induksi (perhatikan Gambar 12.2).
Pada saat kumparan berputar perlahan-lahan, arus dan GGL beranjak naik sampai
kumparan membentuk sudut 900. Saat itu posisi kumparan tegak lurus dengan arah
medan magnet. Pada kedudukan ini kuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai
maksimum. Selanjutnya, putaran kumparan terus berputar, arus dan GGL makin
berkurang. Ketika kumparan membentuk sudut 1800 kedudukan kumparan sejajar
dengan arah medan magnet, maka GGL induksi dan arus induksi menjadi nol.
Putaran kumparan berikutnya arus dan tegangan mulai naik lagi dengan arah yang
berlawanan. Pada saat membentuk sudut 270o, terjadi lagi kumparan berarus tegak
lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukan kuat arus dan GGL induksi
menunjukkan nilai maksimum lagi, namun arahnya berbeda. Putaran kumparan
selanjutnya, arus dan tegangan turun perlahan-lahan hingga mencapai nol dan
kumparan kembali ke posisi semula hingga membentuk sudut 360o.
Dikutip
sma.html

dari

:http://karismadarmaputra.blogspot.com/2012/03/ggl-induksi-fisika-