Anda di halaman 1dari 9

Petunjuk Rasulullah SAW tentang menahan marah

.

134-133: .









Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi
yang
disediakan
untuk
orang-orang
yang
bertaqwa. (Yaitu)
orang-orang
yang
menafqahkan
(hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan. [QS. Ali 'Imran : 133 - 134]
.













37:
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar
dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah
mereka memberi maaf. [QS. Asy-Syuuraa : 37]


:
.

:





.


:
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya ada
seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, "Nasehatilah
saya, ya Rasulullah". Rasulullah SAW bersabda, "Jangan
marah". Orang itu mengulanginya beberapa kali. Nabi
SAW bersabda, "Jangan marah". [HR. Bukhari juz 7, hal.
99]







.

:



.






Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW


bersabda, "Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat
dalam bergulat, tetapi orang yang kuat itu ialah orang
yang bisa menahan dirinya ketika marah". [HR. Bukhari
juz 7, hal 99/Muslim juz 4, hal. 2014]
:


















:
.
.

:




:

:




.
.









Dari Humaid bin Abdurrahman dari seorang shahabat
Nabi SAW, iaberkata : Ada seorang laki-laki berkata, "Ya
Rasulullah, nasehatilah saya". Rasulullah SAW bersabda,
"Jangan marah". (Perawi) berkata : Lalu orang laki-laki itu
berkata, "Kemudian saya berfikir ketika Nabi SAW
menyabdakan apa yang beliau nasehatkan itu, jika
demikian
marah
itu
mengumpulkan
kejahatan
seluruhnya". [HR. Ahmad juz 5, hal. 373]







:









.

:

Dari Abdullah bin Amr, bahwasanya ia bertanya kepada
Rasulullah
SAW,Ya
Rasulullah,
apa
yang
bisa
menjauhkan saya dari murka Allah Azza waJalla ?.
Rasulullah SAW bersabda, Jangan marah. [HR. Ahmad
juz 2, hal. 175]










:







.
.
.

.



:

:

Dari Jariyah bin Qudamah, sesungguhnya ada seorang


laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah,
katakanlah kepadaku suatu perkataan (nasehat) dan
ringkaskanlah, mudah-mudahan aku bisa menjaganya".
Rasulullah SAW bersabda, "Jangan marah". Orang itu
mengulangi lagi beberapa kali, masing-masingnya
Rasulullah SAW bersabda, "Jangan marah". [HR. Ahmad
juz 3, hal. 484]


.






:



.


.



:

Dari Abu Darda', ia berkata : Ada seorang laki-laki berkata
kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, tunjukkanlah
kepada saya atas suatu amal yang bisa memasukkan
saya ke surga". Rasulullah SAW bersabda, "Jangan marah,
maka bagimu surga". [HR. Thabarani dalam Al-Ausath no
2353]







:


















.










.










.


:










:

.






Dari Said bin Musayyab, bahwasanya ia berkata, "Pernah
suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama
shahabat-shahabatnya, lalu ada seorang laki-laki yang
mencaci dan menyakiti Abu Bakar, tetapi Abu Bakar diam
saja. Kemudian ia menyakitinya yang kedua kali, tetapi
Abu Bakar masih diam saja. Lalu ia menyakitinya yang

ketiga kali, lalu Abu Bakar membalasnya. Maka Rasulullah


SAW berdiri ketika Abu Bakar membalasnya, lalu Abu
Bakar bertanya, "Apakah engkau marah kepadaku,
ya Rasulullah ?". Rasulullah SAW bersabda, "Tadi malaikat
turun dari langit seraya mendustakan apa yang ia
katakan
terhadapmu,
tetapi
setelah
engkau
membalasnya, syaithan lalu duduk di situ, maka tidaklah
pantas aku duduk karena syaithan duduk di situ". [HR.
Abu Dawud juz 4, hal. 274, no. 4896]









:




















:
.


.
:




















:





.

.















:


Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata : Ada dua orang
saling mencaci di sisi Nabi SAW. Lalu salah seorang
diantara keduanya menjadi marah, dan merah mukanya.
Kemudian Nabi SAW melihat kepada orang itu dan
bersabda, Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat
seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang
marah itu darinya, kalimat itu ialah :Auudzu billaahi
minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah
dari godaan syetan yang terkutuk). Maka berdirilah
seorang laki-laki diantara orang yang mendengar sabda
Nabi SAW tersebut menghampiri orang yang marah itu
dan berkata, Tahukah kamu apa yang disabdakan oleh
Rasulullah SAW tadi ?. Beliau bersabda, Sesungguhnya
aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau

mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya.


Kalimat itu ialah : Auudzu billaahi minasy-syaithoonir
rojiim. Lalu orang yang marah itu berkata, Apakah
engkau menganggap aku ini gila ?. [HR. Muslim juz 4,
]hal. 2015







:










:
.






:













:

.

:








.





Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata : Ketika kami duduk
di sisi Nabi SAW, ada dua orang saling mencaci. Lalu
salah seorang diantara keduanya menjadi marah, merah
mukanya. Kemudian Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya
aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau
mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya,
seandainya iamengucapkan : A'uudzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari
godaan syetan yang terkutuk)". Kemudian orang-orang
berkata kepada laki-laki tersebut, "Tahukah kamu apa
yang disabdakan oleh Nabi SAW tadi ?". Orang yang
marah itu menjawab, "Aku ini tidak gila !". [HR. Bukhari
]juz 7, hal. 99





:












.




.


:




Dari Abu Wail Al-Qaashsh, ia berkata, "Saya pernah


datang kepada 'Urwah bin Muhammad As-Sa'diy, lalu ada
seorang laki-laki yang berbicara kepadanya yang
membuatnya marah, maka ia bangkit lalu berwudlu.
(Setelah berwudlu) kemudian ia berkata : Ayahku
mencerita-kan kepadaku dari kakekku yaitu 'Athiyah, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan itu
diciptakan dari api, dan hanyasanya api itu dipadamkan
dengan air, maka apabila salah seorang diantara kalian
marah hendaklah ia berwudlu". [HR. Abu Dawud juz 4,
hal. 249, no. 4784]



:


:



.

.








Dari Abu Dzarr, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah
SAW bersabda kepada kami, "Apabila salah seorang
diantara kalian marah dalam keadaan berdiri maka
hendaklah ia duduk, niscaya akan hilang marahnya. Dan
jika belum hilang marahnya, maka hendaklah ia
berbaring (tiduran)". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 249, no.
4782]

857. Larangan untuk berbuat khianat

Riwayat #1









Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Bisyr dan Abu Usamah. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan
kepadaku Zuhair bin Harb dan Ubaidulloh bin Said -yaitu Abu Qudamah As Sarahsi- keduanya
berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya -yaitu Al Qatthan- semuanya dari Ubaidulloh.
(dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdulloh bin
Numair sedangkan lafadznya dari dia, telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan
kepada kami Ubaidulloh dari Nafi dari Ibnu Umar dia berkata, Rasululloh shallallohu alaihi
wasallam bersabda: Apabila Alloh mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang
yang terakhir kelak di hari Kiamat, maka akan dikibarkan bendera bagi setiap pengkhianat, lalu
dikatakan, Ini adalah bendera si fulan bin fulan. Telah menceritakan kepada kami Abu Ar Rabi Aal
Ataki telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Ayyub. (dalam
riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Abdurrahman Ad darimi telah
menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Shahr bin Juwairiyah keduanya
dari Nafi dari Ibnu Umar dari Nabi shallallohu alaihi wasallam dengan hadits ini.

Riwayat #2




Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr dari Ismail bin
Jafar dari Abdulloh bin Dinar bahwa dia pernah mendengar Abdulloh bin Umar berkata, Rasululloh
shallallohu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Alloh akan mengibarkan bendera untuk para
pengkhianat, dan dikatakan kepadanya, Ini adalah bendera pengkhianatan si fulan.

Riwayat #3


Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb
telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Hamzah dan Salim yang keduanya
adalah anak Abdulloh, bahwa Abdulloh bin Umar berkata, Aku mendengar Rasululloh shallallohu
alaihi wasallam bersabda: Setiap pengkhianat akan membawa benderanya masing-masing di hari
Kiamat kelak.

Riwayat #4








Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar keduanya berkata;
telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan
kepadaku Bisyr bin Khalid telah mengabarkan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Jafar- keduanya
dari Syubah dari Sulaiman dari Abu Wa`il dari Abdulloh dari Nabi shallallohu alaihi wasallam, beliau
bersabda: Di hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan senantiasa mengibarkan benderanya
masing-masing, dikatakan, Ini adalah bendera pengkhianatan fulan. Dan telah menceritakan
kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami An Nadlr bin Syumail. (dalam
riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Ubaidulloh bin Said telah menceritakan
kepada kami Abdurrahman semuanya dari Syubah dengan isnad ini, namun dalam hadits
Abdurrahman tidak disebutkan, Ini adalah bendera pengkhianatan si fulan.

Riwayat #5




Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami
Yahya bin Adam dari Yazid bin Abdul Aziz dari Al Amasy dari Syaqiq dari Abdulloh dia berkata,
Rasululloh shallallohu alaihi wasallam bersabda: Setiap pengkhianat akan membawa bendera
yang mudah untuk dikenali, dikatakan, Ini adalah bendera pengkhianatan si fulan.

Riwayat #6


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ubaidulloh bin Said keduanya
berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Syubah dari Tsabit dari Anas
dia berkata, Rasululloh shallallohu alaihi wasallam bersabda: Setiap pengkhianat akan membawa
bendera yang mudah dikenali di hari Kiamat kelak.

Riwayat #7




Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ubaidulloh bin Said keduanya
berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Syubah
dari Khulaid dari Abu Nadlrah dari Abu Said dari Nabi shallallohu alaihi wasallam, beliau bersabda:
Setiap pengkhianat akan membawa bendera di belakangnya di hari Kiamat kelak.

Riwayat #8





Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Abdus Shamad
bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Mustamir bin Ar Rayan telah menceritakan kepada
kami Abu Nadlrah dari Abu Said dia berkata, Rasululloh shallallohu alaihi wasallam bersabda: Di
hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi
sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada
pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya.