Anda di halaman 1dari 7

III.

DASAR TEORI
Kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat digunakan
dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak digunakan masyarakat
sebagai minyak goreng. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional dilakukan dengan
pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional ini banyak
menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur
minyak serta menghasilkan warna minyak kurang baik. Dewasa ini telah ditemukan suatu
metode pembuatan minyak kelapa yang dapat mengurangi kerugian-kerugian tersebut diatas.
Metode ini didasarkan pada penemuan biotekhnologi sederhana, yaitu penggunaan
Saccharomyces sp untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat
dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Metode ini lebih dikenal dengan pembuatan minyak
kelapa dengan menggunakan ragi atau pembuatan minyak kelapa secara fermentasi (virgin
oil).
Pada pembuatan minyak secara fermentasi ini sebenarnya yang diperlukan adalah
enzim-enzim yang dihasilkan oleh jamur saccharomyces sp. Enzim yang diproduksi oleh
Saccharomyces sp ini dilepaskan ke lingkungan sekiatr jamur untuk menghancurkan subtract
tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organic dapat larut. Subtrat yang dihancurkan
ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat didalam endosperm biji kelapa. Minyak
umumnya dapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya
karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan Saccharomyces sp, maka minyak maupun protein
masing-masing akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memiliki BJ yang
lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap. Protein yang mengendap inilah yang
selanjutnya oleh orang sunda disebut sebagai galendo.
Pembuatan minyak kelapa secara fermentasi

memiliki

banyak

keuntungan

dibandingkan dengan cara tradisional. Pada cara tradisional rendeman minyak yang diproleh
sekitar 15 -17%, sedangkan dengan cara fermentasi rendeman yang diproleh sekitar 22-24%.
Selain itu, pembuatan minyak kelapa secara fermentasi prosedurnya lebih mudah, dapat
menghemat bahan bakar, dan mengahasilkan minyak yang berwarna jernih dengan kualitas
memenuhi standar minyak Indonesia. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa
keberhasilan pembuatan minyak dengan metode ini sangat dipengaruhi oleh jenis subtract,
kenis ragi, dan factor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Saccharomyces sp

Minyak

Minyak adalah istilah umum untuk semua cariran yang tidak larut/bercampur dengan
air(hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Ada sifat tambahan lain yang dikenal
awam: terasa licin apabila dipegang. Dalam arti sempit, kata 'minyak' biasanya mengacu ke
minyak bumi (petroleum) atau produk olahannya: minyak tanan (kerosena). Namun
demikian, kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai bagian dari menu
makanan (misalnya minyak goreng), sebagai bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai
pelumas (misalnya minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun sebagai
wangui-wangian(misalnya minyak nilam).
Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa
organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik
non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon
lainnya yang polaritasnya sama.
Minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti triester dari
gliserol. Jadi minyak juga merupakan senyawaan ester. Hasil hidrolisis minyak adalah asam
karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai
rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.
Jenis-jenis minyak
Dilihat dari asalnya terdapat dua golongan besar minyak: minyak yang dihasilkan
tumbuh-tumbuhan (minyak nabati) dan hewan (minyak hewani), dan minyak yang
diperoleh dari kegiatan penambangan (minyak bumi).
Minyak tumbuhan dan hewan
Minyak tumbuhan dan hewan semuanya merupakan lipid. Dari sudut pandang kimia,
minyak kelompok ini sama saja dengan lemak. Minyak dibedakan dari lemak berdasarkan
sifat fisiknya pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak berwujud padat<.
Penyusunnya bermacam-macam, tetapi yang banyak dimanfaatkan orang hanya yang
tersusun dari dua golongan saja:

Gliserida dan atau asam lemak, yang mencakup minyak makanan (minyak

masak atau minyak sayur serta minyak ikan), bahan baku industri sabun, bahan campuran
minyak pelumas, dan bahan baku biodiesel. Golongan ini biasanya berwujud padat atau cair
pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.

Terpena dan terpenoid, yang dikenal sebagai minyak atsiri, atau minyak eteris,

atau minyak esensial (bukan asam lemak esensial!) dan merupakan bahan dasar wangiwangian (parfum) dan minyak gosok. Golongan ini praktis semuanya berasal dari tumbuhan,
dan dianggap memiliki khasiat penyembuhan (aromaterapi).. Kelompok minyak ini memiliki
aroma yang kuat karena sifatnya yang mudah menguap pada suhu ruang (sehingga disebut
juga minyak "aromatik").
Beberapa minyak tumbuhan lainnya yang banyak digunakan:

Minyak ikan, kaya DHA, baik untuk kerja otak

Margarin, bentuk padat karena perubahan cis menjadi trans

Biodiesel, bahan akar ramah lingkungan

Pengolahan minyak
Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah
larutan/campuran. Proses pengolahan minyak murni (penyulingan / kilang minyak) biasanya
mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi).
Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan
setelahnya.
Dalam pembentukkan minyak, enzim denaturase akan membantu memasukkan ikatan
rangkap pada posisi tertentu di rantai asam lemak. Enzim akan terus bekerja berurutan hingga
menghasilkan produk akhir yaitu minyak.
VIRGIN COCONUT OIL
Virgin Coconut Oil atau biasa disingkat dengan VCO adalah minyak murni yang dibuat
dari bahan kelapa segar dengan proses tanpa pemanasan. Proses pembuatan yang tepat akan
menghasilkan minyak VCO yang berkualitas. Minyak VCO memiliki sebutan yang
bermacam-macam.
Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat
dari bahan baku kelapasegar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan
sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.
Dikalangan masyarakat umum ada yang menyebut dengan nama minyak perawan,
minyak murni, minyak kelapa murni, bahkan ada yang menyebut dengan nama minyak ajaib.
Dilihat dari manfaatnya yang sangat banyak memang pantas bila minyak ini disebut sebagai

minyak ajaib, hal ini karena kemampuannya minyak VCO dalam menyembuhkan dan
membantu mengobati berbagai macam penyakit.
Monolaurin dari Virgin Coconut Oil mampu menyembuhkan AIDS. Senyawa yang
berasal dari asam laurat itu mampu menyusup melewati membran lemak virus dan
menghancurkannya. "VCO" bakal menjadi pendukung utama kesehatan dunia.
Seseorang dapat dikatakan berada pada stadium AIDS jika minimal memiliki 2
penyakit ikutan, misal gangguan diare, batuk, infeksi candida, dan sarcoma yang tidak
kunjung sembuh dengan nilai CD-4 di bawah 200. Nilai CD-4 menunjukkan derajat daya
tahan tubuh manusia. Semakin rendah angka itu, bibit penyakit mudah masuk ke tubuh
karena daya tahan melemah. Pada orang sehat nilai CD-4 di atas angka 1000. VCO terbukti
anti virus yang sangat handal. Berdasar- kan penelitian pada 15 pasien AIDS di Philipina
selama 6 bulan, terbukti VCO melumpuhkan virus penyebab AIDS. Asam laurat di dalam
tubuh diubah menjadi monolaurin yang akan menghambat proses pematangan HIV.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa
esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama
asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteridan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO),
merupakan merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan
produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau
harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.

Khasiat dan Manfaat Luar Biasa Virgin Coconut Oil (VCO) Bagi Kesehatan
Minyak kelapa umumnya mendapatkan cap buruk karena mengandung lemak jenuh
yang tinggi. Namun, sebenarnya terdapat pula berbagai manfaat dari minyak kelapa,
khususnya jenis minyak kelapa yang disebut sebagai virgin coconut oil (VCO).
Berbeda dengan minyak sayur, VCO yang mengandung 92% asam lemak rantai sedang
ini bisa terus diserap melalui dinding usus sesampainya di saluran cerna, proses ini lebih
cepat karena tanpa melalui proses hidrolisis dan enzimatik. Selanjutnya langsung dipasok
masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa kedalam organ hati untuk dimetabolisir.
Didalam hati VCO diproses menjadi energi saja, bukan kolesterol dan timbunan lemak,
energi tersebut digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endoktrin, organ dan
jaringan tubuh.
VCO dapat digunakan pada berbagai makanan atau digunakan untuk mempercantik
rambut serta kulit.

Berikut adalah khasiat dan manfaat VCO untuk kesehatan :


1. Asam laurat
VCO mengandung hampir 50 persen asam laurat, suatu asam lemak rantai sedang
dengan berbagai manfaat kesehatan. ASI merupakan sumber penting lain dari asam
laurat.
2. Antimikroba
Karena kandungan asam laurat yang tinggi, VCO memiliki sifat antimikroba,
antijamur, dan antivirus. Tubuh mengubah asam laurat menjadi monolaurin yang
bertanggung jawab sebagai penghancur virus. VCO juga dipercaya memperlambat
pertumbuhan virus pada pasien HIV / AIDS.
3. Sistem kekebalan tubuh
Asam laurat yang ditemukan dalam ASI membantu bayi untuk melawan infeksi. Asam
laurat dalam VCO juga mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh
lebih terlindung terhadap penyakit. Karena diet orang dewasa umumnya rendah dalam
asam laurat, VCO merupakan sumber mudah dan ampuh untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh.
4. Kolesterol baik
VCO dapat menurunkan kadar kolesterol jahat sambil mempromosikan peningkatan
HDL atau kolesterol baik. Sebuah studi tahun 1980 oleh Dr Hostmark menunjukkan
bahwa tikus yang makan 10 persen VCO menghasilkan lebih sedikit kolesterol buruk
dan lebih banyak kolesterol baik dibanding tikus yang makanannya terdiri dari 10
persen minyak bunga matahari.
5. Antibiotik super
Efek dari pengobatan modern adalah munculnya strain bakteri yang tahan terhadap
antibiotik. Sebuah studi tahun 2005 oleh Georgetown University menunjukkan bahwa
asam laurat dalam VCO mampu mengobati infeksi bakteri pada tikus lebih baik dari
antibiotik biasa.
6. Baik Untuk ibu hamil dan menyusui
Anjuran orang tua zaman dulu untuk mengonsumsi minyak kelapa, ada benarnya
karena minyak kelapa memiliki kandungan yang luar biasa. Selain mematikan
berbagai mikroorganisme berbahaya kandungan MCFA ((asam laurat, asam
kaprilat,asam kaprat,asam oleat, asam miristat,asam palmitat) dalam VCO juga
memberikan energi yang dibutuhkan saat bayi mau lahir. Beberapa pengalaman
menyebutkan bahwa konsumsi VCO saat ibu hamil memberikan pengaruh yang
sangat baik untuk bayi, bukan saja saat di dalam kandungan bayi lebih sehat, namun
ketika lahir bayi dalam keadaan bersih dan sehat. Selain itu VCO membuat produksi
ASI menjadi lebih banyak dan lebih berkualitas.
7. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
Penelitian menunjukkan adanya hubungan penyakit jantung dan pembuluh darah &
infeksi virus / bakteri yang akan menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah..
Karena VCO bersifat antibakteri / virus maka dapat membantu mencegah
pembentukan plak dengan cara membunuh mikroorganisme p encetus timbulnya plak.
Selain itu, salah satu penyebab penyakit jantung adalah kadar kolesterol darah yang

tinggi. Penumpukan kolesterol disebabkan konsumsi lemak yang berlebihan dalam


menu sehari-hari sehingga kelebihannya disimpan dalam tubuh. Dalam VCO terdapat
MCFA yang mudah dimetabolisme untuk menghasilkan energi tidak ditimbun sebagai
lemak tubuh. S elain itu konsumsi rutin VCO juga mencegah terjadinya pengentalan
darah (akibat agregasi trombosit) dan mencegah terjadinya penyempitan pembuluh
darah (aterosklerosis).
8. Mencegah Osteoporosis
Osteoporosis adalah merupakan penyakit degeneratif akibat kekurangan kalsium
sehingga tulang menjadi keropos. Osteoporosis dapat disebabakan oleh radikal bebas
yang teroksidasi pada proses pembentukan tulang. Radikal bebas dapat diatasi oleh
kandungan lemak jenuh yang terkandung dalam VCO. Asam lemak dalam VCO
berfungsi sebagai antioksidan sehingga akan melindungi tulang dari radik al bebas
perusak tulang. Salah satu antioksidan dalam VCO adalah senyawa sterol. Zat ini
seperti lemak dan bermanfaat dalam pembentukan pregnenolon. Adapun fungsinya
antar lain untuk memproduksi progesteron bagi wantia. Bagi wanita ketersediaan
progesterone sangat penting karena ketidakseimbangan jumlah progesteron dan
estrogen akan me nyebabkan osteoporosis. Konsumsi VCO juga sagat baik membantu
proses penyerapa mineral penting bagi tulang yaitu kalsium dan magnesium.
9. Mencegah Diabetes Mellitus (Kencing Manis)
Diabetes melitus dikenal juga sebagai kencing manis. Gejala kencing manis terutama
terjadi akibat menumpuknya glukosa dalam darah sehingga dikeluarkan bersama urin.
Dalam kondisi ini produksi insulin dari pankreas menurun sehingga metabolisme
terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel sehingga
konsentrasi glukosa darah meningkat. Timbunan glukosa tersebut tidak dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dan akhirny a dibuang bersama urin.
Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi untuk sel. Glukosa darah tidak
dapat langsung digunakan sebagai energi harus ditransfer terlebih dahulu ke dalam sel
melalu proses oksidasi dalam sel. Selain itu insulin juga mengubah glukosa menjadi
energi cadangan (glikogen dan lemak). Jika glukosa darah berlimpah akan diubah
mejadi glikogen dan disimpan di hati dan otot. Sementara lemak disimpan dalam
jaringan lemak. Kandungan MCFA dalam VCO mampu merangsang produksi insulin
sehingga membantu proses perubahan glukosa menjadi energi untuk sel. Selain itu,
VCO tidak membutuhkan insulin untuk dapat dibakar untuk menghasilkan energi
sehingga hal ini sangat menguntungkan penderita kencing manis yang telah
mengalami kekurangan kadar insulin tubuh. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula
glukosa dan lemak yang sebelumnya telah tertimbun sehingga kadar gula dalam darah
relatif normal.
10. Mencegah Liver
Virus hepatitis adalah virus yang memiliki selubung lemak di bagian luarnya sehingga
sulit ditembus oleh obat. Struktur asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO
memiliki struktur yang mirip selubung lemak virus sehingga VCO dapat menembus
masuk dan membunuh virus hepatitis. Selain itu VCO juga mencegah kerusakan sel
hati akibat radikal bebas yang disebabkan oleh virus, obat atau alkohol karena
memiliki efek sebagai antioksidan.

11. Menegah Kanker


Karena VCO memiliki efek antibakteri maka sel darah putih tersedia cukup untuk
menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian pada hewan
menunjukkan bahwa VCO menghambat pertumbuhan sel kanker penyebab kan ker
kolon dan payudara. Selain itu VCO memiliki sifat antioksidan sehingga mencegah
pembentukan radikal bebas pemicu timbulnya kanker dan VCO membantu
meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan.
12. Membantu Menurunkan Berat badan MCFA
Dalam VCO dapat langsung masuk aliran darah dan diubah menjadi energi sehingga
tidak ditimbun dalam badan. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula asam lemak
jenuh rantai panjang (LCFA) sehingga lemak yang ditimbun menjadi berkurang dan
berat badan akan turun. Selain itu VCO juga memberi energi dengan cepat sehingga
menimbulkan rasa cepat kenyang dan tidak merasa lapar sampai tiba waktu makan
Proses pembakaran dan suhu badan menjadi lebih tinggi sehingga metabolisme tubuh
meningkat dan terjadi pembakaran cadangan lemak tubuh.
13. Menambah Stamina
Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh mengalami kelelahan fisik yang ditandai
dengan lemah otot, sakit kepala, infeksi yang hilang timbul, demam, rasa lelah yang
luar biasa dan pembengkakan kelenjar tubuh VCO memberi energi yang cepat dan
menambah tenaga serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat
memulihkan dirinya sendiri.
14. Memelihara Kesehatan Kulit
VCO mengandung pelembab alamiah dan membantu menjaga kelembaban kulit serta
baik digunakan untuk kulit yang keri ng, kasar dan bersisik. VCO mengandung asam
lemak jenuh rantai sedang yang mudah masuk ke lapisan kulit dalam dan
mempertahankan kelenturan serta kekenyalan kulit. VCO bersifat antijamur dan
bakteri alamiah sehingga membantu mencegah dan mengobati infeksi kulit, termasuk
infeksi jamur kulit, eksim, bisul, jerawat, dan lain-lain.
15. Memelihara Kesehatan Rambut
Karena molekul VCO kecil maka dapat masuk ke dalam batang rambut dan
mempertahankan kadar protein dalam rambut serta membuat rambut l ebih bercahaya
dan sehat. VCO mengandung pelembab alamiah sehingga menjaga kelembaban dan
mencegah kekeringan pada rambut. VCO memiliki efek antijamur sehingga baik
untuk mencegah dan mengobati ketombe akibat pertumbuhan jamur P. ovale di kulit
kepala.