Anda di halaman 1dari 7

Sekuritas Investasi

Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi . Beberapa


investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk
sekuritas yang diperdagangkan . Tujuan investasi ini adalah untuk menggunakan
kas yang menganggur secara produktif. Sekuritas investasi dapat berupa
sekuritas hutang atau sekuritas ekuitas
Akuntansi Ekuitas
Akuntansi metode ekuitas (equity method accounting) diperlukan untuk investasi
antarperusahaan di mana perusahaan investor mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap perusahaan yang diinvestasi, tetapi tidak mengendalikannya.
Akuntansi metode ekuitas pada umumnya digunakan untuk investasi "saham
dengan hak suara" (voting stock) sebesar 20% sampai 50% dari sekuritas ekuitas
perusahaan.
Penggabungan Usaha
Keputusan penggabungan usaha meliputi revaluasi seluruh aset dan kewajiban
yang diakuisisi menjadi nilai pasar. Perusahaan melakukan penggabungan usaha
dengan alasan yang beragam diantaranya alasan ekonomis dan tidak nyata.
Alasan ekonomis penggabungan usaha adalah (1) memperoleh sumber bahan
baku, fasilitas produksi, teknologi, jaringan pemasaran, atau pangsa pasar yang
tidak ternilai; (2) menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber
keuangan; (3) memperkuat manajemen; (4) meningkatkan efisiensi operasi; (5)
mendorong diversifikasi; (6) mempercepat masuk ke pasar; (7) mencapai skala
ekonomi; (8) memperoleh manfaat pajak.
Sekuritas Derivatif
Analisis Aktivitas Antar Perusahaan dan Aktivitas Internasional
1. Sekuritas Investasi
2. Akuntansi Ekuitas
3. Penggabungan Usaha
4. Sekuritas Derivatif
5. Pilihan Nilai Wajar
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memiliki berbagai macam resiko.
salah satunya adalah resiko pasar.Untuk mengurangi resiko tsb,perusahaan
melakukan lindung nilai. Instrumen keuangan yg merupakan lindung nilai
diantaranya futures, opsi dan swap contract. Instrumen instrumen tersebut
disebut derivatif.
Pilihan Nilai Wajar
SFAS 157 memberikan kerangka yang terintegrasi bagi akuntansi nilai wajar.
SFAS 159 memberikan beberapa pilihan pada perusahaan untuk secara selektif
melaporkan aset dan kewajiban keuangan pada nilai wajar. Kedua standar
mengharuskan pengungkapan secara mendetail.
Akuntansi untuk sekuritas Investasi
19. Untuk Securitas yang diklasifikasikan sebagai available-for sale dan securitas
yang diklasifikasikan sebagai held to maturity , semua pelaporan perusahaan
harus mengungkapkan nilai wajar agregat , keuntungan kotor yang belum
direalisasi , kerugian kotor yang belum direalisasi, dan konsep biaya amortisasi
berdasarkan jenis securitas utama sebagai masing-masing tanggal dimana
laporan posisi keuangan disajikan
Pengungkapan (SFAS 115 par 19-22)
20. Untuk investasi pada sekuritas hutang yang diklasifikasikan sebagai
available-for-sale dan securitas yang diklasifikasikan sebagai held-to-maturity ,

semua pelaporan perusahaan harus mengungkapkan informasi mengenai jatuh


tempo kontrak dari securitas tersebut sejak tanggal laporan terbaru dari posisi
keuangan yang disajikan .
22 . Untuk setiap penjualan atau transfer dari securitas yang diklasifikasikan
dalam kelompok held-to-maturity , jumlah biaya perolehan diamortisasi dari
penjualan atau peralihan securitas, maupun yang belum direalisasi keuntungan
atau kerugian , dan keadaan yang menyebabkan keputusan untuk menjual atau
peralihan securitas harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan .
21 . Untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan , perusahaan harus
mengungkapkan :
a . Penerimaan dari penjualan securitas available-for-sale dan realisasi
keuntungan kotor dan realisasi kerugian kotor penjualan tersebut
b . Dasar dimana biaya ditentukan dalam erhitungan realisasi laba atau rugi
( yaitu, identifikasi khusus , biaya rata-rata , atau metode lain yang digunakan )
c . Keuntungan kotor dan kerugian kotor dimasukkan dalam pendapatan dari
transfer securitas dari kelompok available-for-sale ke kelompok trading
d . Perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau rugi yang tersedia
untuk dijual yang telah dimasukkan dalam komponen terpisah dari ekuitas
selama periode
e . Perubahan keuntungan yang belum direalisasi bersih atau kerugian
perdagangan securitas yang telah dimasukkan ke dalam penghasilan selama
periode tersebut .
Analisis Sekuritas Investasi
1. Memisahkan Kinerja dan Aset Operasi dari Kinerja dan Aset Investasi
(Mengapa??)
kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja operasi yang
sesungguhnya. Maka,seorang analis akan mengeluarkan semua keuntungan
(kerugian) yang terkait dengan aktivitas investasi termasuk dividen, pendapatan
bunga, dan keuntungan dan kerugian yang telah dan belum direalisasi saat
mengevaluasi kinerja operasi. Seorang analis juga perlu memisahkan aset
operasi dan non operasi saat menentukan tingkat pengembalian aset operasi.
2. Menganalisis distorsi akuntansi dari sekuritas
Berikut adalah daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk
sekuritas investasi yang harus diwaspadai seorang analis:
Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan (gains trading): Standar
memberikan kesempatan mengakui penjualan keuntungan bagi sekuritas
tersedia untuk dijual dan sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Kewajiban yang diakui sebesar biaya.
Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten.
Klasifikasi berdasarkan niat: Klasifikasi (dan akuntansi) atas sekuritas investasi
bergantung pada niat manajemen, yang mengacu pada tujuan manajemen
dalam kaitannya dengan disposisi sekuritas.
Mekanisme Akuntansi
Terdapat beberapa hal penting terkait dengan metode akuntansi ekuitas:
Akun investasi mencerminkan proporsi kepemilikan ekuitas pemegang saham
atas perusahaan investasi.
Laba investasi (proporsi kepemilikan atas laba perusahaan investasi) harus

dipisahkan dari laba operasi utama dalam analisis laba perusahaan investor
Berbeda dengan pelaporan available for sale securities dan trading securities
yang lebih dulu dibahas dalam bab ini, investasi yang dicatat dengan metode
ekuitas dilaporkan pada harga perolehan yang disesuaikan, bukan pada nilai
pasar.
Investor harus menghentikan penggunaan metode akuntansi ekuitas bila
investasi menurun sampai nol dan tidak mencatat tambahan kerugian kecuali
investor menjamin kewajiban perusahaan investasi, atau sebaliknya
berkomitmen untuk menyediakan dukungan keuangan lebih lanjut bagi
perusahaan investasi.
Jika jumlah investasi awal melebihi proporsi kepemilikan atas nilai buku
perusahaan investasi, kelebihan tersebut dialokasikan pada aset berwujud dan
aset tidak berwujud yang disusutkan/diamortisasi selama masa manfaatnya.
Implikasi Analisis
1. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi
Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dolar yang dihasilkan
oleh anak perusahaan setara dengan setiap dolar yang dihasilkan untuk investor,
meskipun tidak diterima tunai.
2. Investasi Modal yang Tidak Diakui
Akun investasi sering disebut sebagai konsolidasi satu baris, karena akun
investasi tersebut mencerminkan persentase kepemilikan investor atas ekuitas
pemegang saham perusahaan investasi.
3. Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaan yang Tidak Dibagikan
Jika laba anak perusahaan yang tidak dibagikan termasuk dalam laba akuntansi
sebelum pajak induk perusahaan (melalui konsolidasi atau metode akuntansi
ekuitas), diperlukan cadangan pajak (tax provision).
Mendefinisikan Derivatif
1. (futures contract) merupakan perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk
membeli atau menjual komoditas tertentu atau aset keuangan pada tanggal
tertentu di masa depan (yang disebut tanggal penyerahan) pada harga tertentu.
2. (swap contract) merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk
menukar arus kas masa depan.
3. (option contract) memberikan hak pada suatu pihak bukan kewajiban untuk
melakukan suatu transaksi.
Klasifikasi dan Akuntansi Derivat
if
Pengungkapan Instrumen Derivatif
1. Pengungkapan Kualitatif
Biasanya menjelaskan jenis aktivitas lindung nilai yang dilakukan perusahaan
dan metode akuntansi yang digunakan.
2. Pengungkapan Kuantitatif
Menyajikan informasi kuantitatif terkait dengan aktivitas lindung
3. Risiko Tingkat Bunga yang Dihadapi
Aktivitas lindung nilai terkait dengan tingkat bunga adalah perjanjian swap.
Biasanya, utang dengan tingkat bunga variabel memberikan tingkat bunga yang
lebih rendah dibandingkan utang dengan tingkat bunga tetap. Jadi, perusahaan
dapat menurunkan biaya bunganya melalui swap.
4. Risiko Nilai Tukar Valuta Asing

Risiko nilai tukar valuta asing terkait dengan investasi pada anak perusahaan,
dan utang anak perusahaan yang dinyatakan dalam valuta asing
Analisis Derivatif
1. Tujuan penggunaan derivatif
mengidentifikasi tujuan perusahaan menggunakan derivatif dinilai sangat
penting. hal ini disebabkan oleh resiko terkait dengan derivatif spekulasi lebih
tinggi dibandingkan derivatif untuk lindung nilai.
2. Resiko yang dihadapi dan Efektivitas strategi lindung nilai
Saat seorang analis menyimpulkan bahwa suatu perusahaan menggunakan
derivatif sebagai lindung nilai, ia harus menganalisis risiko dasar suatu
perusahaan, strategi manajemen risiko perusahaan, aktivitas lindung nilainya,
dan efektivitas operasi lindung nilai.
3.Risiko Khusus Transaksi versus Risiko Perusahaan secara Keseluruhan
Perusahaan melakukan lindung nilai atas risiko khusus yang terkait dengan
transaksi, komitmen, aset, dan/atau utang tertentu. Meskipun melindungi risiko
tertentu biasanya mengurangi keseluruhan risiko yang dihadapi perusahaan
terhadap variabel ekonomi mendasar, perusahaan jarang menggunakan derivatif
dengan tujuan untuk melakukan lindung nilai atas keseluruhan risiko
perusahaan.
4. Cakupan dalam Laba Operasi atau Non-operasi
Masalah analisis lainnya adalah apakah keuntungan dan kerugian instrumen
derivatif yang sudah (belum) direalisasi akan dimasukkan sebagai bagian dari
laba operasi atau non-operasi. Jika derivatif merupakan instrumen lindung nilai,
keuntungan dan kerugian belum (sudah) direalisasi seharusnya tidak termasuk
dalam laba operasi.
Ketentuan Nilai Wajar
1. Aset dan Kewajiban yang Sesuai untuk Pilihan Nilai Wajar
SFAS 159 memperbolehkan perusahaan untuk melaporkan rangkaian luas aset
(kewajiban) keuangan pada nilai wajarnya. Namun, hal berikut tidak
diperkenankan dalam SFAS 159 untuk dilaporkan dalam nilai wajarnya, sebagai
berikut: (1) investasi pada anak perusahaan yang perlu dikonsolidasi, (2) aset
(kewajiban) imbalan pascapensiun, (3) aset (kewajiban) sewa guna usaha, (4)
kontrak asuransi jenis tertentu, (5) komitmen pinjaman, dan (6) investasi metode
ekuitas dengan kondisi tertentu.
2. Ketentuan Pelaporan
Jika perusahaan memilih pilihan nilai wajar untuk aset (kewajiban), ketentuan
berikut ini akan mengikutinya:
Nilai yang tercatat dari aset (kewajiban) dalam neraca akan selalu pada nilai
wajarnya pada saat tanggal neraca.
Semua perubahan dalam nilai wajar aset (kewajiban), termasuk keuntungan
dan kerugian yang belum direalisasikan akan dimasukkan dalam laba bersih.
Perusahaan dapat memilih untuk melaporkan porsi keuntungan dan kerugian
yang belum direalisasi secara berbeda dengan komponen arus kas (seperti
bunga, dividen, atau keuntungan dan kerugian yang belum diakui) atau
bersama-sama.
Implikasi Analisis
1. Keandalan Pengukuran Nilai Wajar
Analis memiliki tugas untuk mengevalusi keandalan pengukuran nilai wajar dan
akibatnya terhadap laporan keuangan.
2. Adopsi Oportunistis dari SFAS 159

SFAS 159 memperbolehkan suatu perusahaan melakukan pembatasan siginifikan


mengenai aset atau kewajiban khusus apa yang dapat diberlakukan pilihan nilai
wajar. Seorang analis perlu melakukan verifikasi apakah pemilihan nilai wajar
merupakan tindakan oportunistis dengan tujuan mempercantik laporan
keuangan.
Akuntansi Penggabungan Usaha
FASB mengeluarkan dua standar penting (SFAS 141 "Business Combination" dan
SFAS 142 "Goodwill and Other Intangible Assets") terkait dengan akuntansi dan
pelaporan penggabungan usaha. Standar ini mengharuskan penggunaan metode
pembelian dalam akuntansi akuisisi dan tidak diamortisasinya goodwill.
Dalam akuntansi metode pembelian, perusahaan harus mengakui nilai pasar
wajar aset berwujud dan aset tak berwujud yang diperoleh dalam neracanya
yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar dari kewajiban yang
diasumsikan. Selanjutnya, aset berwujud disusutkan dan aset tak berwujud yang
dapat diidentifikasi diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. SFAS 142
menyatakan bahwa goodwill tidak lagi diamortisasi. Pendekatan nonamortisasi
ini, akan diaplikasikan pada goodwill yang telah diakui sebelumnya maupun
goodwill yang baru diperoleh. Goodwill akan diuji setiap tahun untuk penurunan
nilai. Jika nilai buku goodwill melebihi nilai wajarnya, rugi penurunan nilai akan
diakui sebesar selisih tersebut.
Laporan keuangan konsolidasi melaporkan hasil operasi dan kondisi keuangan
perusahaan induk dan anak perusahaannya dalam satu perangkat laporan.
Mekanisme Konsolidasi
Konsolidasi meliputi dua langkah: agregasi dan eliminasi. Pertama, laporan
keuangan yang telah dikonsolidasi menggabungkan aset, kewajiban,
pendapatan, dan beban anak perusahaan dengan pos yang berhubungan
dengan laporan keuangan perusahaan induk. Langkah kedua adalah
mengeliminasi transaksi antarperusahaan (atau pos resiprokal) untuk
menghindari penghitungan ganda (double counting) atau laba yang diakui
prematur.
Penurunan Nilai Goodwill
Goodwill yang dicatat dalam proses konsolidasi memiliki umur yang tak terbatas,
dan karenanya tidak diamortisasi. Namun, goodwill ditelaah setiap tahun untuk
penurunan nilai (impairment).
Akuntansi
Penyatuan untuk Penggabungan
Usaha
Perbedaan antara metode penyatuan dan akuntansi pembelian terletak pada
jumlah yang dicatat sebagai investasi awal dalam perusahaan yang diakuisisi.
Untuk analisis, berikut adalah ringkasan akibat yang mungkin timbul dari
akuntansi penyatuan yang membedakannya dari akuntansi pembelian:
Aset diperoleh dan dibawa pada nilai buku, bukan pada nilai pasar yang
tersedia.
Penyajian aset yang lebih rendah (understatement) menghasilkan ekuitas
gabungan yang lebih rendah.
Penyajian aset yang lebih rendah (understatement) (termasuk persediaan, aset
tetap, goodwill, dan aset tidak berwujud) menghasilkan beban yang lebih rendah
(seperti harga pokok penjualan, penyusutan, dan amortisasi) dan menghasilkan
laba yang lebih tinggi.
Penyajian aset yang lebih rendah kemungkinan menghasilkan keuntungan

penghentian aset yang lebih tinggi.


Penyajian ekuitas yang lebih rendah atau penyajian laba yang lebih tinggi
menghasilkan rasio return on investment-ROI yang lebih tinggi.
Laporan laba rugi dan neraca gabungan disajikan kembali untuk seluruh
periode yang dilaporkan.
Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha
Pertimbangan Kontinjen, yi kondisi dimana disetujui bahwa penambahan uang
akan dibayarkan oleh pembeli kepada penjual jika target kinerja masa depannya
tercapai oleh perusahaan yang dikombinasi. Dengan sistem akuntansi kini,
pembayaran masa depan dengan pengembalian tinggi, diakui sebagai tambahan
biaya pembelian ketika uang sudah dibayarkan (biasanya disebut kenaikan
goodwill).
Alokasi Total Biaya
Setelah total harga/biaya perolehan aset yang diakuisisi dapat ditentukan, harga
perolehan tersebut harus dialokasikan ke masing-masing aset. Aset yang dapat
diidentifikasi meliputi aset tidak berwujud dan aset berwujud. SFAS 141
mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menilai kategori aset tak
berwujud yang spesifik, meliputi:
1. Merek dagang dan aset lain yang terkait dengan pemasaran.
2. Kesepakatan untuk tidak bersaing.
3. Daftar pelanggan, kontrak, dan aset lain yang terkait dengan pelanggan.
4. Aset tak berwujud yang terkait dengan seni artistik seperti tulisan atau lagu,
video dan bahan audiovisual, termasuk program televisi dan video musik.
5. Aset tidak berwujud yang terkait dengan hubungan kontraktual seperti lisensi,
royalti, iklan, dan kontrak manajemen, perjanjian sewa guna usaha atau
waralaba, hak penyiaran, kontrak kerja, dan sejenisnya.
6. Paten, perangkat lunak komputer, basis data, rahasia dagang atau formula
rahasia, dan aset lain yang terkait dengan teknologi.
Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha
Utang dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
Kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi tidak beroperasi sebagai lawan
aset.
Keuntungan dari Penawaran Perdana Saham Anak Perusahaan
IPO menjadi makin umum dilakukan oleh anak perusahaan karena perusahaan
berusaha mendapatkan laba yang tidak diakui (unrecognized gain) dalam nilai
saham anak perusahaannya, dan pada saat yang sama mempertahankan
pengendalian atas anak perusahaan.
Penjualan dan Pendapatan sebelum Akuisisi
Saat akuisisi anak perusahaan dilakukan di pertengahan tahun, perusahaan
hanya melaporkan ekuitas mereka dalam pendapatan dari anak perusahaan dari
tanggal akuisisi ke depan. Terdapat dua metode menurut GAAP untuk mencapai
hal tersebut:
1. Perusahaan dapat menerbitkan laporan laba rugi konsolidasi dengan
penjualan, beban, dan laba anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan.

2. Perusahaan dapat melaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasinya


penjualan dan beban anak perusahaan seluruh tahun dan menarik laba sebelum
akuisisi sehingga hanya laba setelah akuisisi yang dimasukkan dalam laba bersih
konsolidasi.
Push-Down Accounting
Akuntansi pembelian (purchase accounting) mensyaratkan aset dan kewajiban
perusahaan yang diakuisisi dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasi
perusahaan pengakuisisi pada nilai pasarnya.
Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha
Keterbatasan Tambahan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
1. Laporan keuangan masing-masing perusahaan yang membentuk entitas yang
lebih besar tidak selalu dibuat berdasarkan basis yang dapat diperbandingkan.
2. Laporan keuangan konsolidasi tidak mengungkapkan pembatasan
penggunaan kas di masing-masing perusahaan.
3. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang buruk sering kali digabungkan
dengan perusahaan yang kondisi keuangannya kuat, sehingga mengaburkan
analisis kitakarena aset satu perusahaan yang dikonsolidasikan tidak dapat
digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan yang lain.
4. Tingkat transaksi antarperusahaan tidak dapat diketahui, kecuali prosedur
yang mendasari proses konsolidasi dilaporkan laporan konsolidasi umumnya
hanya menyajikan hasil akhir.
5 Akuntansi untuk konsolidasi anak perusahaan keuangan dan asuransi
menimbulkan masalah khusus bagi analisis.
Konsekuensi Akuntansi Goodwill
Definisi akuntansi atas goodwill. Goodwill merupakan selisih lebih antara harga
perolehan dan nilai pasar wajar aset bersih yang diperoleh dalam transaksi
pembelian. Dari segi analis, Goodwill mencerminkan nilai ekonomis nyata seperti
nama dagang yang memerlukan pengembangan dan pemeliharaan yang mahal
dan kelebihan pembayaran karena harapan yang tidak realistis, antusiasme yang
berlebihan, atau tiadanya penilaian, atau analisis yang tepat.

Anda mungkin juga menyukai