Anda di halaman 1dari 86

PROGRAM PERCEPATAN

AKUNTABILITAS KEUANGAN
PEMERINTAH
TAHUN 2015

PERATURAN MENTERI
KEUANGAN REPUBLIK
INDONESIA
NO. 219/PMK.05/2013
TENTANG KEBIJAKAN
AKUNTANSI
PEMERINTAH PUSAT

www.perbendaharaan.go.id
bppk.kemenkeu.go.id

Pokok Bahasan
Pendahuluan Kebijakan Akuntansi
Kebijakan Akuntansi Kas dan Setara Kas
Kebijakan Akuntansi Investasi dan Piutang
Kebijakan Akuntansi Persediaan, AT dan AL
Kebijakan Akuntansi Kewajiban dan Ekuitas
Kebijakan Akuntansi Pendapatan dan Belanja

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

PENDAHULUAN
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

Latar Belakang dan Dasar


Hukum
1. UU 17 Tahun 2003: Pengakuan pendapatan dan
belanja adalah berdasarkan basis akrual.
2. 2005: Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) diatur
dengan PP 24 Tahun 2005 yang berbasis Kas
Menuju Akrual (CTA).
3. Akuntansi berbasis akrual paling lambat tahun
2008.
4. Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah
dengan DPR pada tahun 2009, implementasi
akuntansi berbasis akrual ditunda hingga tahun
2015 sebagaimana dalam UU Pertanggungjawaban
APBN.
5. Ditindaklanjuti dengan diterbitkannya PP 71/ 2010

Standar, Sistem dan Kebijakan


Akuntansi
1
2
3
4

Definisi Standar Akuntansi Pemerintahan: Prinsip-Prinsip


Akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan
menyajikan laporan keuangan pemerintah
Definisi Sistem Akuntansi Pemerintahan: Rangkaian sistematik
dari prosedur, penyelenggara, peralatan, dan elemen
lain untuk mewujudkan fungsi akuntansi sejak analisis
transaksi sampai dengan pelaporan keuangan di lingkungan
pemerintahan
Definisi Kebijakan Akuntansi: Prinsip-prinsip, dasar-dasar,
konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik
yang dipilih dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan pemerintah pusat
Kebijakan
akuntansi
merupakan
penetapan
pilihan
pemerintah atas prinsip-prinsip akuntansi yang diatur dalam
standar akuntansi pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi
diterapkan dalam implementasi sistem akuntansi.

Tujuan dan Ruang


Lingkup
Tujuan

Ruang
Lingkup

a.Memberikan pedoman bagi entitas akuntansi


dan entitas pelaporan dalam rangka
meningkatkan keterbandingan laporan
keuangan baik antar periode maupun antar
entitas pelaporan.
b.Memberikan pedoman dalam pelaksanaan
sistem akuntansi pemerintah pusat.

Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat disusun


dalam rangka penerapan SAP berbasis
akrual di lingkungan pemerintah pusat

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
KAS DAN SETARA KAS

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

Definisi Kas dan Setara


Kas
Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang
setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan
pemerintahan.
Setara Kas adalah investasi jangka pendek pemerintah
yang siap dicairkan menjadi kas, bebas dari risiko
perubahan nilai yang signifikan, serta mempunyai masa jatuh
tempo 3 (tiga) bulan atau kurang terhitung dari tanggal
perolehannya.
Text

Bentuk
Uang tunai
Saldo simpanan
di bank
Setara kas

Jenis-jenis
Kas dan
Setara
Kas

Unit Pengelola
BUN
Non BUN

Jenis-Jenis Kas dan


Setara Kas
Bendahara Umum
Negara (BUN)

Kas pada Rekening Kas Umum


Negara dan
sub Rekening Kas
PPh
Umum Negara
Text (sub RKUN)di
Bank
Sentral
PPN&BM
Kas pada Rekening Pemerintah
Lainnya di PBB
Bank Sentral atau
Bank Umum.
Kas pada Rekening Bank Persepsi
dan Bank Operasional yang
dikelola Kuasa BUN.
Rekening khusus (special account)

Non BUN
(K/L dan BLU)

Kas di Bendahara
Penerimaan
Cukai
Bea Masuk
Kas di Bendahara
Pajak Ekspor
Pengeluaran
Kas di Badan
Layanan Umum
(Kas di BLU)
Kas lainnya yang dikelola
Kementerian Negara/Lembaga
(KL) dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan.

Pengakuan Kas dan


Setara Kas
1

Kas dan setara kas diakui pada saat


memenuhi definisi kas dan/ atau setara
kas

Kas dan setara kas diakui pada saat


penguasaan dan/atau kepemilikan telah
beralih kepada pemerintah.

Pengukuran dan Penyajian


Kas dan Setara Kas

Pengukuran

Penyajian
dan
pengungkapan

Kas dan Setara Kas dicatat berdasarkan nilai


nominal yg disajikan dalam rupiah. Jika terdapat
saldo kas dalam valuta asing maka nilainya disajikan
di neraca berdasarkan nilai translasi/ penjabaran
valas tersebut kepada rupiah menggunakan kurs
tengah bank sentral pada tanggal neraca.

Kas dan Setara Kas disajikan dalam Neraca


sebagai bagian dari Aset Lancar.
Kas dan Setara Kas diperinci dan diberikan
analisa dalam CaLK.

Perlakuan Khusus
1

Apabila terjadi transfer/


kiriman uang dari satu
rek. pemerintah ke rek.
pemerintah lainnya pada
akhir periode pelaporan,
tetapi rek. yg dituju baru
menerima
pada
awal
periode
pelaporan
TA
YAD, maka saldo kas yg
ditranfer/ dikirimkan tsb
disajikan
sebagai
Kas

Rekening Dana Kelolaan pd


BLU digunakan untuk
menampung dana yang
tidak dimasukkan ke dalam
Operasional
BLU
dan
Rekening Pengelolan Kas
BLU.
Rekening
Dana
kelolaan
ini
utk
menampung
a.l.
Dana
bergulir
dan/atau
dana
yang belum menjadi hak
BLU.
Maka
Rek.
Dana
Kelolaan
tidak
diklasifikasikan sbg Kas

dalam Transito.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
PIUTANG
www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

Piutang
Jangka
Pendek
adalah jumlah uang yang akan diterima oleh

adalah jumlah uang yang akan diterima oleh


Pemerintah dan/atau hak Pemerintah yang dapat dinilai
dengan uang sebagai akibat perjanjian, kewenangan
pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku atau akibat lainnya yang sah, yang
diharapkan diterima Pemerintah dalam waktu 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal pelaporan

Pengakuan & Pengukuran


Piutang Jangka Pendek

Piutang diakui saat timbul hak tagih, seperti:


- Pungutan pendapatan Negara;
- Perikatan;
- Pemberian pinjaman;
- Jual beli;
Pengakuan dan
- Kemitraan;
Pengukuran
- Imbalan fasilitas/jasa; dan
- Kerugian Negara.
Piutang diakui sebesar:
- Nilai nominal; atau
- Nilai perhitungan.

Pengukuran Piutang Jangka Pendek


Setelah Pengakuan

Pengukuran
Setelah
Pengakuan

Piutang pajak
: nilai nominal
Piutang bukan pajak
: nilai nominal
Bagian Lancar TPA
: nilai TPA yang akan
jatuh tempo
Bagian Lancar TP/TG
: nilai TP/TGR yang
akan jatuh tempo
Bagian Lancar PJP
: nilai PJP yang akan
jatuh tempo
Beban dibayar di muka : nilai yang belum diterima
Piutang BLU
: nilai nominal
Piutang Transfer
: nilai nominal kelebihan
ke Daerah transfer

Penyajian dan Pengungkapan


Piutang Jangka Pendek
1

Piutang jangka pendek disajikan pada


pos aset lancar di neraca menurut
jenis piutang

Penyajian Piutang dlm mata uang asing pd


neraca menggunakan kurs tengah Bank
2
Sentral pd tanggal pelaporan. Selisih
penjabaran pos Piutang dlm valas antara
tanggal transaksi dan tanggal neraca dicatat
Metodesbg kenaikan/penurunan ekuitas periode
nilai bersih
berjalan.

yang dapatPenyisihan piutang


direalisasik
disajikan tersendiri
3
an

tidak tertagih
dalam neraca dan
sebagai pengurang atas jumlah piutang.

Penyajian dan Pengungkapan


Piutang Jangka Pendek

Pengungkapan Piutang Jangka Pendek dalam CaLK


mencakup:
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
pengakuan, penilaian, dan pengukuran;
Rician jenis dan saldo menurut umur;
Penjelasan atas penyelesaian piutang (masih di K/L
atau sudah diserahkan penyelesaiannya ke PUPN);
Jaminan atau sitaan jika ada.

Metode nilai
bersih yang
dapat
direalisasikan

Perlakuan Khusus Piutang Jangka Pendek

Penyajian piutang berupa bagian lancar atas TPA,


TP/TGR, dan Piutang Jgk Panjang pd LK interim Sem.
I disajikan sebesar TPA, TP/TGR, dan Piutang Jgk
Panjang yg akan jatuh tempo dlm 12 bulan setelah
tanggal laporan.
Piutang yang penagihannya diserahkan kepada
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, pencatatan
atas piutang tersebut tetap melekat pada satuan
kerja instansi yang bersangkutan.

Piutang Jangka Panjang


Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang
diharapkan/dijadwalkan akan diterima lebih dari 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal pelaporan.

Pengakuan dan Pengukuran


Piutang Jangka Panjang
Piutang Tagihan Penjualan Angsuran (TPA)
Diakui pada saat terjadinya penjualan angsuran.
Diakui sebesar tagihan dalam perjanjian.
Piutang Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi
(TP/TGR)
Diakui pada saat ditetapkannya TP/TGR
Diakui sebesar tagihan dalam surat keterangan/keputusan..
Piutang Jangka Panjang Lainnya
Diakui pada saat timbulnya hak pemerintah untuk menagih kepada
pihak lain.
Diakui sebesar nilai nominal transaksi yang berakibat pada timbulnya
hak tagih pemerintah.

Penyajian
Piutang Jangka Panjang

Piutang TPA, Tagihan TP/TGR Jangka Panjang,


Penerusan Pinjaman, dan Piutang Jangka Panjang
Kredit Pemerintah yg jatuh tempo lebih dari 12
bulan setelah tanggal pelaporan disajikan pd neraca
sbg Piutang Jangka Panjang.

MetodePiutang TPA, Tagihan TP/TGR/Piutang Jangka Panjang


Penerusan Pinjaman, dan Piutang Jangka Panjang
nilai bersih
Kredit Pemerintah yang jatuh tempo kurang dari 12
yang dapat
bulan setelah tanggal pelaporan direklasifikasi
direalisasik
an sebagai Aset Lancar.

Penyajian dan Pengungkapan


Piutang Jangka Panjang

3
4

Penyajian Piutang Jangka Panjang dlm mata uang asing di


neraca menggunakan kurs tengah Bank Sentral pada tanggal
pelaporan. Selisih penjabaran pos Piutang Jangka Panjang dlm
mata uang asing antara tanggal transaksi dan tanggal neraca
dicatat sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas periode
berjalan
Pengungkapan Piutang Jangka Panjang dalam CaLK
mencakup:
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengakuan,
penilaian, dan pengukuran;
Rincian jenis dan saldo menurut umur;
Penjelasan atas penyelesaian piutang (masih di K/L atau
sudah diserahkan penyelesaiannya ke PUPN);
Jaminan atau sitaan jika ada.

Perlakuan Khusus
Piutang Jangka Panjang
Bunga, denda, commitment fee, pinalti, dan biaya
lainnya yg sejenis yg timbul dari piutang jangka
panjang harus diakui sebagai piutang jangka
pendek (aset lancar).

Piutang yang penagihannya diserahkan kepada


Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tetap
dicatat pada buku besar dan pelaporan keuangan
satuan kerja instansi yang bersangkutan.

Penyisihan Piutang

PPAKP 2014

25

Penyisihan Piutang

PPAKP 2014

26

Pemberhentian Pengakuan
Piutang

PPAKP 2014

27

Pemberhentian Pengakuan
Piutang

Penghapustagihan piutang diajukan setelah


lewat waktu 2 tahun sejak tanggal penetapan
penghapusbukuan piutang.
PPAKP 2014

28

Pendapatan atas Recovery


Piutang Tak Tertagih

PPAKP 2014

29

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
PERSEDIAAN
www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

DEFINISI DAN JENIS-JENIS


PERSEDIAAN
Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang
atau perlengkapan yg dimaksudkan untuk mendukung
kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yg
dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam
rangka pelayanan kepada masyarakat

Pengakuan dan Pengukuran


Persediaan
Pengakuan

a. Pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan


diperoleh dan mempunyai nilai atau biaya yang
dapat diukur dengan andal; atau
b. pada saat diterima atau hak kepemilikannya
dan/atau kepenguasaannya berpindah

Metode
a. Biaya perolehan apabila diperoleh dengan
nilai bersih
yang dapatpembelian.
Pengb. Harga pokok produksi apabila diperoleh dengan
direalisasik
ukuran
memproduksi sendiri
an
c. Nilai wajar apabila persediaan diperoleh dari cara
lainnya.

Penyajian dan pengungkapan


Persediaan
1. Pencatatan
Persediaan
adalah
dengan
metode perpetual;
Penyajian 2. Dalam rangka penyajian persediaan di
neraca, satuan kerja melaksanakan Stock
dan
Opname (Inventarisasi Fisik) persediaan
Pengyang dilakukan setiap semester.
ungkapan 3. Hasil inventarisasi fisik digunakan sebagai
dasar perhitungan beban persediaan dan
sebagai dasar penyesuaian data nilai
Metode
persediaan
yang
berguna
bagi
nilai bersih
pengendalian pengelolaan persediaan.
yang dapat
direalisasik
an

Pengakuan dan Pengukuran


Beban Persediaan
Pengakuan

Pengukuran

1. Beban persediaan dicatat menggunakan


pendekatan aset, yang berarti saldo awal dan
setiap penambahan persediaan akan secara
otomatis diakui sbg penambah saldo persediaan.
2. Updating nilai saldo persediaan diperhitungkan
pada saat persediaan digunakan dengan
penyesuaian pada akhir periode pelaporan
hasil stock
opname.
1. berdasarkan
Nilai beban persediaan
diperhitungkan
dari total penggunaan

2.

persediaan selama periode tahun anggaran atau dengan


memperhitungkan saldo awal persediaan ditambah
dengan pengadaan persediaan dan dikurangi dengan
saldo akhir atau nilai sisa persediaan hasil stock opname.
Saldo akhir persediaan yang diperhitungkan dalam
perhitungan beban persediaan adalah nilai persediaan hasil
stock opname, bukan catatan saldo persediaan dalam hal
terjadi perbedaan nilai.

Penyajian dan pengungkapan


Beban Persediaan
1. Beban persediaan disajikan di Laporan Operasional
pada bagian Kegiatan Operasional;
2. Koreksi beban persediaan atas beban persediaan
TAYL dilakukan langsung pada pos persediaan
dengan akun pasangannya ekuitas yang disajikan
di Laporan Perubahan Ekuitas.
3. Pengungkapan informasi terkait penyajian nilai
beban persediaan antara lain:
a. Metode penilaian persediaan;
Metode
b. Perhitungan beban persediaan yang meliputi
nilai bersih
saldo awal, perolehan dan saldo akhir;
yang dapat
c. Persediaan yang diperoleh atau dikeluarkan dari
direalisasik
transaksi hibah atau transfer dari/kepada satker
an
lain;
d. Nilai persediaan yang hilang, rusak atau usang;

Penyajian
dan
Pengungkapan

Perlakuan Khusus Persediaan


Barang persediaan yang memiliki nilai nominal
yang dimaksudkan untuk dijual seperti pita cukai
dinilai dengan biaya perolehan terakhir.
Persediaan berupa barang yg akan diserahkan kpd
masy/ pihak ketiga yg masih dlm proses
pembangunan s.d. tgl pelaporan, maka atas
pengeluaran2 yg dpt diatribusikan utk
pembentukan aset tersebut tetap disajikan sbg
persediaan.
Ada kalanya .unit pemerintah, krn tugas dan
fungsinya, menerima hibah berupa emas, seperti
penerimaan Hadiah Tidak Tertebak (HTT) atau
Hadiah Yang Tidak Diambil oleh Pemenang pada
Kementerian Sosial. Persediaan berupa emas
tersebut dicatat sebesar harga wajar pada saat
perolehan.

Perlakuan Khusus Beban Persediaan


Beban persediaan tidak memperhitungkan persediaan yang
diperoleh dari:
Belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat /
pemda; dan
Belanja Bantuan Sosial berbentuk barang.

1. Persediaan yang diserahkan kepada Satker Lain dalam


satu entitas yang terkonsolidasi tidak diperhitungkan
sebagai beban persediaan maupun beban hibah,
melainkan dicatat sebagai transfer keluar persediaan
(transfer out) dan disajikan pada LPE.
2. Persediaan yang diterima dari Satker Lain dalam satu
entitas yang terkonsolidasi tidak diperhitungkan sebagai
pendapatan hibah, melainkan dicatat sebagai transfer
masuk persediaan (transfer in) dan disajikan pada LPE.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
ASET TETAP

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

DEFINISI DAN JENIS-JENIS


ASET TETAP
Aset Tetap adalah aset berwujud yg mempunyai masa
manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan utk digunakan,
atau dimaksudkan untuk digunakan, dalam kegiatan
pemerintah dan/atau dimanfaatkan oleh masyarakat
umum.

Pengakuan dan Kriteria


Aset Tetap
Peng
-akuan

Aset Tetap diakui pada saat manfaat


ekonomi masa depan dapat diperoleh dan
nilainya dapat diukur dengan andal.

Kriteria Aset Tetap adalah:


a.Berwujud
b.Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan
c. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal
Metode
d.Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal
nilai bersih
entitas
yang dapat
e.Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk
direalisasik
digunakan.
an

Kriteria

Pengukuran Aset Tetap


a.Biaya perolehan digunakan untuk menilai
aset tetap.
Peng- b.Nilai
wajar digunakan untuk mencatat
ukuran aset tetap yg bersumber dr donasi/hibah
atau rampasan/sitaan yg tidak diketahui
nilai perolehannya.
c.Penggunaan nilai wajar pada saat tidak
Metode
ada nilai perolehan atau nilai perolehan
nilai bersih
tidak dapat diidentifikasi
yang dapat
direalisasik
an

Penyajian dan Pengungkapan


Aset Tetap
Penyajian Aset Tetap adalah berdasarkan biaya perolehan Aset
Tetap tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.
Laporan keuangan harus mengungkapkan utk masing-masing
jenis Aset Tetap sebagai berikut:
a. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
tercatat (carrying amount)
b. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode
c. Informasi penyusutan
d. Informasi
Metode terkait dalam hal terjadi pertukaran Aset Tetap
e.nilai
Laporan
keuangan juga harus mengungkapkan eksistensi dan
bersih
batasan
hak milik atas Aset Tetap, kebijakan akuntansi Aset
yang
dapat
Tetap, jumlah pengeluaran pada pos Aset Tetap dalam
direalisasik
konstruksi,
dan jumlah komitmen untuk akuisisi Aset Tetap.
an

Pengakuan dan Pengukuran


Beban Penyusutan
Pengakuan

1. Beban penyusutan dicatat atas dasar eksistensi/


kepemilikan aset tetap, kecuali Tanah dan KDP.
Seluruh aset tetap disusutkan kecuali tanah dan
KDP dengan tanpa nilai residu / sisa.
2. Masa manfaat aset tetap ditetapkan oleh
pengelola barang.

1. Beban penyusutan dicatat menggunakan


metode garis lurus dengan tanpa nilai
residu.
Peng2. Beban Penyusutan diperhitungkan pada akhir
ukuran
periode pelaporan keuangan dan untuk
periode satu semester (semesteran). Hal ini
berarti kapan pun diperolehnya suatu aset tetap,
maka akan |disusutkan
sebesar nilai
penyusutan
INTEGRITAS | PROFESIONALISME
SINERGI | PELAYANAN
| KESEMPURNAAN
selama enam bulan atau satu semester.

Penyajian dan pengungkapan


Beban Penyusutan

Penyajian
dan
Pengungkapan
Metode

1. Beban penyusutan disajikan di Laporan


Operasional pada bagian Kegiatan Operasional
dan Akumulasi penyusutan disajikan di Neraca
sebagai pengurang nilai tercatat Aset Tetap;
2. Koreksi beban penyusutan atas beban penyusutan
TAYL dilakukan langsung pada akumulasi
penyusutan dengan akun pasangannya ekuitas
yang disajikan di Laporan Perubahan Ekuitas.

3. Pengungkapan informasi terkait penyajian nilai


beban penyusutan antara lain:
a. Metode penyusutan dan nilai residu apabila ada;
b. Masa Manfaat aset tetap;
nilai bersih
c. Perhitungan mutasi akumulasi penyusutan yang
yang dapat
meliputi saldo awal, beban penyusutan TA
direalisasik
berjalan, penyesuaian dan saldo akhir;
an
d. Penyesuaian pos akumulasi penyusutan karena
pelepasan aset tetap atau penghapusbukuan;

Perlakuan Khusus
Aset
Bersejara
h

Reklasifika
si
Dan
Koreksi
Aset
Tetap yg

Penyajian aset
dihentikan dr
bersejarah
penggunaan aktif
(heritage
pem. adl tidak
assets) tidak
memenuhi def.
disajikan di
Aset Tetap dan hrs
neraca tetapi
dipindahkan/dirediungkapkan
klasifikasi) ke pos
dlm CaLK,
aset lainnya
kecuali yang
sesuai dgn nilai
digunakan
tercatatnya.
sebagai sarana

Lainnya

Peralatan militer,
baik yg umum
maupun khusus,
adl memenuhi
definisi Aset Tetap
dan harus
diperlakukan
prinsip-prinsip
yang sama seperti
Aset Tetap yang
lain.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
ASET LAINNYA

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

DEFINISI DAN JENIS-JENIS


ASET LAINNYA
Aset Tetap adalah aset pemerintah selain aset lancar,
investasi jangka panjang, aset tetap dan dana cadangan.

Aset lainnya
Definisi

Goodwill,
hak paten,
hak cipta,
royalti,
software, dll
PPAKP 2014

Aset tetap
yang
dimanfaatka
n oleh pihak
ketiga

Dana abadi
umat , Dana
abadi
pendidikan

Aset yang
akan
dihentikan
penggunaan
48

Pengakuan aset lainnya

PPAKP 2014

49

Pengakuan aset lainnya

PPAKP 2014

50

Pengukuran aset
lainnya

PPAKP 2014

51

Penghentian aset
lainnya
Khusus untuk aset tak berwujud dapat dihentikan dan
dilepaskan, sedangkan tiga jenis aset lainnya tidak bisa.
Aset tak berwujud dihentikan dengan cara penjualan,
pertukaran, hibah, atau berakhirnya masa manfaat
Jika aset tersebut dijual sehingga pada saat transaksi
belum seluruh nilai buku aset tidak berwujud yang
bersangkutan habis diamortisasi, maka selisih harga jual
dengan nilai buku diperlakukan sebagai pendapatan/beban
dari kegiatan non operasional pada laporan operasional.
Penerimaan kas akibat penjualan dibukukan sebagai
pendapatan dan dilaporkan pada Laporan Realisasi
Anggaran. Kas tersebut juga dikelompokkan sebagai kas
dari aktifitas investasi pada Laporan Arus Kas

PPAKP 2014

Kementerian Keuangan

52

Penyajian dan Pengungkapan


Aset lainnya

PPAKP 2014

53

Penyajian dan Pengungkapan


Aset lainnya

PPAKP 2014

54

Perlakuan Khusus
Perlakuan Khusus bagi Aset Lainnya berupa software komputer (ATB):
Software dapat dikembangkan oleh instansi pemerintah sendiri atau
oleh pihak ketiga;
Software yang dikembangkan oleh instansi pemerintah sendiri dan
sulit untuk diidentifikasi nilai perolehannya, tidak perlu diakui
sebagai ATB.
Software yang dibeli tersendiri dan tidak terkait hardware harus
dikapitalisasi sebagai ATB setelah memenuhi kriteria perolehan aset
secara umum;
Untuk software yang merupakan bagian integral dari suatu
hardware diakui sebagai bagian perolehan hardware dan
Metode
nilai sebagai bagian hardware tersebut;
dikapitalisasi
yangyang dibangun oleh pihak ketiga dapat diakui sebagai ATB
bersih
Software
dapat
bila
memenuhi definisi dan kriteria ATB.
direalisasikan
Software yang diniatkan untuk dijual atau diserahkan kepada
masyarakat dicatat sebagai persediaan.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
KEWAJIBAN

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

DEFINISI DAN JENIS-JENIS


KEWAJIBAN
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa
lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar
sumber daya ekonomi pemerintah.

Komponen Kewajiban
Kewajiban
Jk.Pendek

Utang Transfer
Utang Bunga
Utang Pihak Ketiga
Utang Perhitungan
Fihak Ketiga (PFK)
Bagian Lancar Utang
Jk. Panjang
Surat Perbendaharaan
Negara (SPN)
Kewajiban Diestimasi
Kewajiban Kontijensi
Utang Jk. Pendek
Lainnya

Kewajiban
Jk.Panjang

Pinjaman Luar Negeri


Pinjaman Dalam
Negeri
Utang Obligasi/Surat
Utang Negara (SUN)
Utang Surat
Berharga Syariah
Negara (SBSN)
Utang Pembelian
Cicilan
Utang Jk. Panjang
Lainnya

Pengakuan dan Pengukuran


Kewajiban Jangka Pendek
a. Secara umum, kewajiban jangka pendek diakui
jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran
sumber daya ekonomi dilakukan utk
menyelesaikan kewajiban yg ada sampai dgn
pada saat tgl pelaporan, dan perubahan atas
kewajiban tsb mempunyai nilai penyelesaian yg
dpt diukur dgn andal
b. Kewajiban diakui pd saat dana pinjaman
diterima oleh pemerintah atau dikeluarkan
oleh kreditur sesuai dgn kesepakatan, dan/atau
pada saat kewajiban timbul
Metode
Secara umum, kewajiban jk pendek dicatat sebesar
nilai bersih
nilai nominal. Apabila kewajiban jk pendek tsb dlm
Pengyang dapat
bentuk mata uang asing maka harus dijabarkan dan
ukuran
direalisasik
dinyatakan dlm mata uang rupiah dgn menggunakan
an
kurs tengah bank sentral pada tgl neraca

Pengakuan

Pengakuan dan Pengukuran


Kewajiban Jangka Panjang
a. Secara umum, kewajiban jangka panjang diakui
Pengjika besar kemungkinan bahwa pengeluaran
akuan
sumber daya ekonomi akan dilakukan utk
menyelesaikan kewajiban yg ada sampai pada
saat pelaporan, dan perubahan atas kewajiban
tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang
dpt diukur dgn andal
b. Kewajiban diakui pd saat dana pinjaman
diterima oleh pemerintah atau dikeluarkan
oleh kreditur sesuai dgn kesepakatan, dan/atau
Metode
a.pada
Secara
kewajiban
saatumum,
kewajiban
timbul jangka panjang
nilai bersih
dicatat sebesar nilai nominal
Pengyang dapat
b. Apabila kewajiban jk panjang tsb dlm bentuk
ukuran
direalisasik
mata uang asing maka harus dijabarkan dan
an
dinyatakan dlm mata uang rupiah dgn
menggunakan kurs tengah bank sentral pd
tgl neraca.

Pengungkapan
Kewajiban
Pengungkapan
Kewajiban
Jangka Pendek

Pengungkapa
n Kewajiban
Metode
Jangka
nilai bersih
Panjang
yang dapat
direalisasik
an

Harus disajikan dalam:


a. Neraca
b. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

a. Neraca
b. CaLK:
Jumlah saldo berdasarkan tipe pemberi
pinjaman
Jumlah saldo utang pemerintah jk
panjang berdasarkan jenis sekuritas
utang pemerintah dan saat jatuh
temponya
Syarat-syarat dan konsekuensi
perjanjian atas pembayaran utang jk

Perlakuan Khusus Kewajiban


Penyelesaian Kewajiban sebelum Jatuh Tempo:
Selisih antara harga perolehan kembali dgn nilai tercatat
netto (carrying amount) diungkapkan di CaLK.
Tunggakan:
Tunggakan atas pinjaman pemerintah disajikan dalam
bentuk Daftar Umur Pembayaran kpd Kreditur pd CaLK
Penghapusan Utang:
Perbedaan yg timbul disajikan di CaLK, yg merupakan
selisih lebih antara nilai tercatat utang yg diselesaikan
dgn nilai wajar aset yang dialihkan ke kreditur

Perlakuan Khusus Kewajiban


Restrukturisasi Utang:
Dampak restrukturisasi dicatat secara prospektif sejak
restrukturisasi dilaksanakan.
Tidak boleh mengubah nilai tercatat utang kecuali nilai
tercatat lebih besar dari jumlah pembayaran masa depan.
Diungkap pada CaLK
Jika pembayaran di masa depan < nilai tercatat debitur
mengurangi nilai tercatat utang dan mengungkapkan dalam
CaLK
Tidak boleh mengubah nilai tercatat utang jika pembayaran
kas di masa depan tidak dapat ditentukan, selama
pembayaran kas masa depan tidak melebihi nilai tercatat
utang

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
EKUITAS

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

EKUITAS
Adalah kekayaan bersih pemerintah yang
merupakan selisih antara aset dan
kewajiban pemerintah.
Dalam neraca basis akrual, pemerintah
hanya menyajikan satu jenis pos ekuitas.
Saldo akhir ekuitas diperoleh dari
perhitungan pada Laporan Perubahan
Ekuitas.
Ekuitas disajikan dalam Neraca, Laporan
Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas
Laporan Keuangan.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


Adalah Laporan yang menyajikan nilai akhir dari
ekuitas setelah penambahan dan pengurangan
beberapa unsur yang mempengaruhi ekuitas
seperti:
Surplus/Defisit LO
Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/
Kesalahan Mendasar :
Koreksi Nilai Persediaan
Selisih Revaluasi Aset Tetap
Lain-lain
Transaksi Antar Entitas

EKUITAS
SURPLUS/DEFISIT LO

Adalah nilai yang diperoleh dari laporan


operasional
yaitu
nilai
akhir
dari
jumlah
pendapatan entitas dikurangi dengan bebannya,
baik dari kegiatan operasional, non operasional
maupun pos luar biasa.

KOREKSI NILAI PERSEDIAAN

Adalah nilai yang diperoleh dari selisih antara


pencatatan nilai persediaan dengan nilai opname
fisik persediaan yang terjadi pada periode
sebelumnya.
SELISIH REVALUASI ASET TETAP

Adalah nilai yang diperoleh dari selisih atas


kegiatan revaluasi atas nilai aset tetap yang ada
pada sebuah entitas berdasarkan suatu kebijakan
yang berlaku secara nasional.

EKUITAS
TRANSAKSI ANTAR ENTITAS
Adalah transaksi yang menunjukkan hubungan dua entitas
yang melakukan satu transaksi keuangan. Terdapat dua jenis
transaksi antar entitas, yaitu: (1)Ditagihkan Ke Entitas Lain
(DKEL); dan (2) Diterima Dari Entitas Lain (DDEL)
Ditagihkan Ke Entitas Lain
(DKEL)
Adalah akun yang digunakan dalam menjembatani transaksi
antar entitas khususnya untuk mencatat pengeluaran kas dari
BUN
dalam
rangka
mendanai
belanja
K/L
dan/atau
pengeluaran pembiayaan (Pencatatan pada BUN = Debit,
Pencatatan pada K/L = Kredit)
Diterima Dari Entitas Lain
Adalah akun yang digunakan dalam menjembatani transaksi
antar entitas khususnya untuk mencatat penerimaan kas pada
BUN yang berasal dari pendapatan K/L dan/atau penerimaan
pembiayaan (Pencatatan pada BUN = Kredit, Pencatatan pada
K/L = Debit)
*Pada tingkat K/L dan BUN, nilai transaksi antar entitas dapat
bervariasi, namun dalam konsolidasi secara nasional, maka
nilai transaksi antar entitas adalah nol.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
PENDAPATAN

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

Komponen Pendapatan
Pendapata
n - LO

Terdapat dalam
Laporan Operasional
Hak pemerintah
yang diakui sebagai
penambah ekuitas
dalam periode tahun
anggaran yang
bersangkutan dan
tidak perlu dibayar
kembali.
Berbasis Akrual.

Pendapata
n - LRA

Terdapat dalam LRA


Semua penerimaan
rekening kas umum
negara yang menambah
Saldo Anggaran Lebih
dalam periode tahun
anggaran yang
bersangkutan yang
menjadi hak pemerintah
dan tidak perlu dibayar
kembali.

Pengakuan Pendapatan-LO

Pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas Bruto


membukukan pendapatan bruto, dan tidak mencatat jumlah
nettonya
Dalam hal besaran pengurang terhadap pendapatan-LO bruto (biaya)
bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat di
estimasi lebih dahulu dikarenakan proses belum selesai, maka asas
bruto dapat dikecualikan.
Contoh : Pendapatan Migas dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS)
PPAKP 2014

71

Pengakuan PNBP-LO
Definisi hak pemerintah yang tidak berasal dari
perpajakan dan hibah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang undangan yang diakui sebagai
penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran
yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar
kembali.

Pengakuan PNBP sebagai Pendapatan PNBP-LO


terkait dengan manfaat/benefit dan uang yang
dibayarkan oleh wajib bayar. PNBP-LO diakui pada
saat:
a. Saat diterima pembayaran PNBP dari Wajib Bayar
atas benefit/manfaat yang telah diperoleh Wajib
Bayar
atau
sesuai
ketentuan
peraturan
perundang - undangan; dan/atau
b. Saat
ditetapkan
PNBP
terutang
melalui
penetapan Kementerian
Instansi
Pengelola PNBP
maupun
PPAKP 2014
Keuangan
72
mitra
Instansi
Pengelola
PNBP
atas

Variasi Pengakuan PNBP-LO

PPAKP 2014

Kementerian Keuangan

73

Variasi Pengakuan PNBP-LO

PPAKP 2014

Kementerian Keuangan

74

Variasi Pengakuan PNBP-LO

PPAKP 2014

Kementerian Keuangan

75

Pendapatan Hibah-LO
Pendapatan Hibah-LO adalah hak pemerintah
yang diakui sebagai penambah ekuitas yang
berasal
dari
negara
lain,
organisasi
internasional, pemerintah daerah, perusahaan
negara/daerah, individu, kelompok masyarakat,
lembaga kemasyarakatan baik dalam bentuk
uang, barang dan/atau jasa, yang tidak
dimaksudkan untuk dibayar kembali oleh
pemerintah
kepada pemberi
hibah dan
manfaatnya dinikmati oleh pemerintah.
Pendapatan hibah pada Laporan Operasional
diakui
pada
saat
timbulnya
hak
atas
pendapatan hibah tersebut atau terdapat aliran
masuk sumber daya ekonomi, mana76 yang lebih
PPAKP 2014
dahulu.

PENGUKURAN PENDAPATAN-LO

Pendapatan-LO diukur sebesar nilai bruto dan jumlah


tersebut tidak boleh dikompensasikan dengan beban-beban
yang ada.

PENGUKURAN PNBP-LO

Pengukuran Pendapatan Hibah-LO


Pengukuran Pendapatan Hibah-LO adalah:
1) Pendapatan hibah dalam bentuk kas dicatat
sebesar nilai kas yang diterima;
2) Pendapatan hibah dalam bentuk barang/jasa/surat
berharga yang menyertakan nilai hibah dicatat
sebesar nilai nominal pada saat terjadinya
penerimaan hibah;
3) Pendapatan hibah dalam bentuk barang/jasa/surat
berharga yang tidak menyertakan nilai hibah,
dilakukan penilaian dengan berdasarkan:
a). Menurut biayanya;
b). Menurut harga pasar; atau
c). Menurut perkiraan/taksiran harga wajar.
Apabila pengukuran atas pendapatan hibah dalam
bentuk barang/jasa/surat berharga yang tidak
menyertakan nilai hibah tidak dapat dilakukan, maka
nilai hibah dalam bentuk barang/jasa cukup

Penyajian dan
Pengungkapan
pemerintah
menyajikan
pendapatan-LO

1) Entitas
yang
diklasifikasikan menurut sumber pendapatan. Klasifikasi
menurut sumber pendapatan untuk pemerintah pusat
dikelompokkan
berdasarkan
pendapatan
perpajakan,
pendapatan bukan pajak, dan pendapatan hibah. Rincian
lebih lanjut sumber pendapatan disajikan pada Catatan atas
Laporan Keuangan.
2) Pendapatan-LO disajikan dalam mata uang rupiah. Apabila
realisasi Pendapatan-LO dalam mata uang asing maka
nilainya harus dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang
rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs
transaksi Bank Sentral pada tanggal transaksi.
3) Di samping disajikan pada Laporan Operasional, pendapatanLO juga harus diungkapkan sedemikian rupa pada Catatan
atas Laporan Keuangan sehingga dapat memberikan semua
informasi yang relevan mengenai bentuk dari pendapatan-LO.

Perlakuan Khusus Pendapatan


Pendapatan - LO:
Koreksi Pendapatan LO TAYL Non Perpajakan
merupakan penambah/pengurang ekuitas pd periode
ditemukannya koreksi.
Imbalan bunga atas keterlambatan pengembalian
pendapatan
perpajakan
merupakan
pengurang
pendapatan tanpa memperhatikan TA pengakuan
pendapatan dimaksud.
Pendapatan LO yang mempengaruhi Kas:
Kelebihan penyetoran pendapatan pada TAYL berdasarkan verifikasi
pejabat berwenang yang apabila dikembalikan, maka dikaui sebagai
pengembalian pendapatan yang mengurangi nilai ekuitas

Perlakuan Khusus Pendapatan


Perlakuan khusus koreksi Pendapatan LRA:
Pengembalian yang sifatnya normal dan berulang atas
pendapatan-LRA pada periode penerimaan maupun pada
periode sebelumnya pengurang pendapatan.
Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang
atas pendapatan-LRA pada periode penerimaan
pengurang pendapatan pada periode yang sama.
Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang
atas pendapatan-LRA pada periode sebelumnya
pengurang SiLPA/SAL pada periode ditemukannya
koreksi dan pengembalian.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

KEBIJAKAN AKUNTANSI
BEBAN DAN BELANJA

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id

DEFINISI
BEBAN

BELANJA

Penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa


termasuk potensi pendapatan yg hilang, atau
biaya yg timbul akibat transaksi tsb dlm
periode pelaporan yg berdampak pd
penurunan ekuitas, baik berupa pengeluaran,
konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

Semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum


Negara (RKUN) yg mengurangi Saldo Anggaran
Lebih (SAL) dalam periode tahun anggaran
bersangkutan dan tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh pemerintah.

Perlakuan Khusus

Perlakuan Khusus Beban:


Hibah Aset Tetap yang dimiliki pemerintah yang
sebelumnya dibeli dengan Belanja Modal, ketika
diserahkan kepada masyarakat/pemda tidak dicatat
sebagai belanja/beban hibah melainkan sebagai
beban kegiatan non operasional.

KESIMPULAN/RESUME
1. Kebijakan Akuntansi digunakan sebagai penetapan
pilihan atau penjelasan rinci atas prinsip atau
metode akuntansi yang diatur dalam Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP).
2. Pengaturan mengenai pilihan metode akuntansi atau
petunjuk teknis pencatatan yang belum diatur
dalam PMK ini, diatur lebih lanjut dalam peraturan
perundang-undangan lainnya.
3. Kementerian Negara/Lembaga dapat menetapkan
petunjuk teknis akuntansi di Lingkungan
Kementerian Negara/Lembaga dengan melalui
pertimbangan dari Menteri Keuangan cq. Ditjen
Perbendaharaan.

PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS


KEUANGAN PEMERINTAH
TAHUN 2015

Thank You !

www.perbendaharaan.g
o.id
bppk.kemenkeu.go.id