Anda di halaman 1dari 20

Nitrogen, Phosfat, sulfur

Dampak Polusi Air karena Pemakaian Bahan Agrokimia


Pemakaian pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran air. Selain itu, fosfat dan
nitrogen hasil samping pemakaian pupuk akan menyebabkan eutrofikasi (penimbunan mineral)
yang menyebabkan pertumbuhan alga dengan cepat (blooming alga). Alga yang menutupi
perairan dapat menyebabkan berkurangnya penetrasi cahaya matahari ke dalam air. Akibatnya,
mengganggu kelangsunga hidup organisme air, seperti terhambatnya proses fotosintesis.
Hujan Asam
Polusi udara akan mengancam lingkungan dan makhluk hidup. Polutan di udara dapat
menyebabkan terjadinya hujan asam. Apakah hujan asam itu? Hujan asam merupakan istilah
gambaran turunnya asam dari atmosfer ke bumi dalam keadaan basah. Namun, sebenarnya gas
dan partikel yang mengundang asam juga dapat mengalami dekomposisi kering. Angin
membawa gas dan partikel tersebut mengenai bangunan, tumbuhan, dan yang lainnya. Berikut
ini akan dibahas lebih lanjut tentang hujan sam dan hbungannya dengan polutan di udara.
Penyebab utama hujan asam, yaitu gas SO 2 dan NO2 yang merupakan polutan di udara. Gas SO 2
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, terutama batubara.
Nitrogen oksida terjadi saat panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen
yang terdapat di udara. Gas-gas tersebut bereaksi dengan air, oksigen, dan berbagai zat kimia lain
di atmosfer. Hasil reaksi tersebut menghsilkan asam, yaitu asam sulfat (H 2So4) dan asam nitrat
(NHO3). Reaksinya sebagai barikut.
SO2

H2O

H2SO3

SO2

H2O

H2SO4

2NO2

H2O

HNO4

HNO3

Asam-asam tersebut larut dalam air hujan dan turun ke bumi. pH normal air hujan adalah
5,6. Pencemar udara SO2 dan NO2 yang menghasilkan asam dapat menyebabkan pH air hujan
kurang dari 5,6 dan menyebabkan air hujan asam.
Dampak hujan asam terhadap lingkungan sebagai berikut.
Hujan asam akan merusak tanaman. Tanaman akan tumbuh tidak normal, bahkan kering dan mati
karena tingkat keasaman tanah dan air menjadi tinggi.
Gambar 3.2 Hujan asam dapat merusak tanaman

2)

Hujan asam memengaruhi kualitas air permukaan. Air permukaan menjadi asam, hewan dan
tumbuhanair yang tidak tahan terhadap kadar asam yang tinggi akan mengalami gangguan dah
bahkan mati.
3) Hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga
memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan. Hujan asam dapat menyebabkan endapan
logam beracun, seperti oksida merkuri (HgO) dan alumunium oksida (Al 2O3) yang terlarut dalam
air sehingga hewan dan tumbuhan air dapat teracuni.
4) Hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.

11. Karbonmonoksida (CO)


Karbonmonoksida adalah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna, berasal dari hasil proses
pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung rantai karbon (C).
Pemajanan pada manusia lewat inhalasi.

a. Gas karbon monoksida, CO


Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa, titik
didih 192 C, tidak larut dalam air dan beratnya 96,5% dari berat udara. Reaksi-reaksi yang
menghasilkan gas karbon monoksida antara lain:
- Pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawasenyawa karbon lainnya:
2 C + O2 > 2 CO
- Reaksi antara gas karbon dioksida dengan karbon dalam proses industri yang terjadi dalam
tanur:
CO2 + C -> 2 CO
- Penguraian gas karbon dioksida pada suhu tinggi:
2 CO2 -> 2 CO + O2
- Gas karbon monoksida yang dihasilkan secara alami yang masuk ke atmosfer lebih sedikit bila
dibandingkan dengan yang dihasilkan dari kegiatan manusia.

Dampak pada kesehatan :


Keracunan akut
Terjadi setelah terpajan karbonmonoksida berkadar tinggi. CO yang masuk kedalam tubuh
dengan cepat mengikat haemoglobine dalam darah membentuk karboksihaemoglobine (COHb),
sehingga haemoglobine tidak mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen yang sangat
diperlukan untuk proses kehidupan dari pada jaringan dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena

CO mempunyai daya ikat terhadap haemoglobine 200 sampai 300 kali lebih besar dari pada
oksigen, yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak atau hypoxia, susunan saraf, dan
jantung, karena organ tersebut kekurangan oksigen dan selanjutnya dapat mengakibatkan
kematian.
Keracunan kronis
Terjadi karena terpajan berulang-ulang oleh CO yang berkadar rendah atau sedang. Keracunan
kronis menimbulkan kelainan pada pembuluh darah, gangguan fungsi ginjal, jantung, dan darah.
Data CO
(Karbon
Monoksida)

Karbon monoksida adalah gas beracun, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Karena sifatnya yang tidak berbau, CO biasanya bercampur dengan gas-gas lain yang berbau
sehingga CO dapat terhirup secara tidak disadari bersamaan dengan terhirupnya gas lain yang
berbau.
CO dihasilkan dari limbah industri terutama dari hasil pembakaran tidak sempurna gas alam
dan material-material lain yang mengandung karbon (OSHA, 2002).

Karbon monoksida merupakan salah satu polutan yang terdistribusi paling luas di udara.
Setiap tahun, CO dilepaskan ke udara dalam jumlah yang paling banyak diantara polutan
udara yang lain, kecuali CO 2. Di daerah dengan populasi tinggi, rasio mixing CO bisa
mencapai 1 hingga 10 ppmv.

Perubahan CO menjadi senyawa lain di atmosfer diperkirakan berhubungan dengan


terjadinya perubahan iklim, karena CO diketahui berperan penting dalam pengendalian
jumlah radikal OH di atmosfer.
Oksidasi karbon monoksida secara tidak langsung juga dapat berpengaruh terhadap energi
radiasi berkaitan dengan terbentuknya karbon dioksida dan ozon troposfer. Berkaitan dengan
reaksi fotokimia yang lambat, CO diketahui mempunyai peranan penting dalam siklus
pembentukan O 3 terutama dalam skala yang luas di atmosfer bebas, sedangkan VOCs
mempunyai peranan penting dalam pembentukan O 3 pada skala lokal (I.Coll, 2006).

Sumber-sumber CO
Sumber gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang bereaksi
dengan udara menghasilkan gas buangan, salah satunya adalah karbon monoksida. Daerah
dengan tingkat populasi yang tinggi dengan jalur lalu lintas yang padat akan memiliki kadar
CO yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan.

Gas CO juga berasal dari proses industri. Secara alami gas CO terbentuk dari proses
meletusnya gunung berapi, proses biologi, dan oksidasi hidrokarbon seperti metana yang
berasal dari tanah basah dan kotoran mahluk hidup. Selain itu, secara alami CO juga
diemisikan dari laut, vegetasi, dan tanah. Secara umum terbentuknya gas CO melalui proses
berikut ini :
1.
2. 1. Pembakaran bahan bakar fosil dengan udara yang reaksinya tidak stoikiometris.
Reaksinya :

2C + O 2

2CO

1. 2. Pada suhu tinggi terjadi reaksi antara karbon dioksida (CO2) dengan karbon (C)
menghasilkan gas CO.

Reaksinya :

CO 2 + C

2CO

1. Pada suhu tinggi, CO 2 dapat terurai kembali menjadi CO dan oksigen.


Reaksinya :
CO2

CO + O

(Wardhana, 2004)

Berikut ini adalah diagram sumber-sumber emisi karbon monoksida berdasarkan emisi
nasional di Australia dari tahun 1999-2000 :

Gambar 1. Sumber Emisi CO di negara maju.

Gambar 2. Sumber emisi CO di negara maju dari sektor transportasi. ( www.npi.gov.au )

6. Nickel (Ni)
Nikel berupa logam berwarna perak dalam bentuk berbagai mineral. Ni diproduksi dari biji
Nickel, peleburan/ daur ulang besi, terutama digunakan dalam berbagai macam baja dan suasa
serta elektroplating. Salah satu sumber terbesar Ni terbesar di atmosphere berasal dari hasil
pembakaran BBM, pertambangan, penyulingan minyak, incenerator. Sumber Ni di air berasal
dari lumpur limbah, limbah cair dari Sewage Treatment Plant, air tanah dekat lokasi landfill.
Pemajanan: melalui inhalasi, oral dan kontak kulit.
Dampak terhadap Kesehatan
Ni dan senyawanya merupakan bahan karsinogenik. Inhalasi debu yang mengandung Ni-Sulfide
mengakibatkan kematian karena kanker pada paru-paru dan rongga hidung, dan mungkin juga
dapat terjadi kanker pita suara.

1. Air Raksa /Hargentum/ Hg/ Mercury


Sebagian senyawa mercury yang dilepas ke lingkungan akan mengalami proses methylation
menjadi methylmercury (MeHg) oleh microorganisme dalam air dan tanah. MeHg dengan cepat
akan diakumulasikan dalam ikan atau tumbuhan dalam air permukaan. Kadar mercury dalam
ikan dapat mencapai 100.000 kali dari kadar air disekitarnya.
Industri yang memberikan efluents Hg adalah :

Yang memproses chlorin,

Produksi Coustic soda,

ambang dan prosesing biji Hg,

Metalurgi dan elektroplating,

Pabrik Kimia,

Pabrik Tinta,

Pabrik Kertas,

Penyamakan Kulit,

Pabrik Tekstil,

Perusahaan Farmasi,

Penambangan emas tradisional.

Sebagian senyawa mercury yang dilepas ke lingkungan akan mengalami proses methylation
menjadi methylmercury (MeHg) oleh microorganisme dalam air dan tanah. MeHg dengan cepat
akan diakumulasikan dalam ikan atau tumbuhan dalam air permukaan. Kadar mercury dalam
ikan dapat mencapai 100.000 kali dari kadar air disekitarnya.
Dampak Polusi Air karena Buangan Industri

Salah satu contoh dampak polusi air karena buangan industri adalah limbah merkuri
(Hg). Mercuri biasanya digunakan dalam proses penambangan emas. Sisa penambangan yang
dibuang ke perairan menyebabkan air tercemar merkuri. Merkuri masuk ke dalam rantai
makanan organisme air. Mekuri akan terakumulasi dalam organisme air dan aka berdampak pada
kesehatan manusia. Merkuri dengan kadar tinggi dapat bersifat racun terhadap organisme air,
seperti ikan.

Kelompok Resiko Tinggi Terpajan Hg.


Orang-orang yang mempunyai potensial terpajan Hg diantaranya :

Pekerja pabrik yang menggunakan Hg.

Janin, bayi dan anak-anak : 1. MeHg dapat menembus placenta, 2. Sistem syaraf sensitif
terhadap keracunan Hg. 3. MeHg pada ASI, maka bayi yang menyusu dapat terpajan.

Masyarakat pengkonsumsi ikan yang berasal dari daerah perairan yang tercemar mercury.

Pemajanan melalui inhalasi, oral,kulit


Dampak pada Kesehatan:
Mercury termasuk bahan teratogenik. MeHg didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah
dan otak. MeHg terutama terkonsentrasi dalam darah dan otak. 90% ditemukan dalam darah
merah.
Efek Fisiologis :
Efek toksisitas mercury terutama pada susunan saraf pusat (SSP) dan ginjal, dimana mercury
terakumulasi yang dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal antara lain tremor, kehilangan
daya ingat.
Efek pada pertumbuhan bayi:
MeHg mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Kadar MeHg
dalam darah bayi baru lahir dibandingkan dengan darah ibu mempunyai kaitan signifikan.
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terpajan MeHg bisa menderita kerusakan otak dengan
manifestasi:
- Retardasi mental
- Tuli

- Penciutan lapangan pandang


- Buta
- Microchephaly
- Cerebral Palsy
- Gangguan menelan
Efek yang lain :
Efek terhadap sistem pernafasan dan pencernaan makanan dapat terjadi pada keracunan akut.
Inhalasi dari elemental Mercury dapat mengakibatkan kerusakan berat dari jaringan paru.
Sedangkan keracunan makanan yang mengandung Mercury dapat menyebabkan kerusakan liver

3. Cadmium (Cd)
Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Cadmium murni berupa
logam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim ditemukan di lingkungan.
Umumnya cadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (Cadmium
Oxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang (Cadmium Sulfide). Kebanyakan Cadmium
(Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga cadmium yang
banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik.
Pemajanan
Sumber utama pemajanan Cd berasal dari makanan karena makanan menyerap dan mengikat Cd.
misalnya : tanaman dan ikan. Tidak jarang Cd dijumpai dalam air karena adanya resapan dari
tempat buangan limbah bahan kimia.
Dampak pada kesehatan
Beberapa efek yang ditimbulkan akibat pemajanan Cd adalah adanya kerusakan ginjal, liver,
testes, sistem imunitas, sistem susunan saraf dan darah.

DAUR NITROGEN

Nitrogen suatu gas inert yang


sangat sulit diikat langsung oleh mahkluk hidup tingkat tinggi , di udara Nitrogen sepertinya tak
terbatas jumlahnya karena jumlahnya 78 % paling besar diatara gas gas lainnya seperti oksigen ,
sulfur , carbon dan lainnya .

Jumlahnya nitrogen yang 78 % itu dalam bentuk unsur bukan dalam senyawa.

padahal mahkluk hidup memerlukan niterogen dalam suatu persenyawaan misalnya nitrat
, asam amino , protein dan sangat penting untuk pertumbuhan .

Jadi Nitrogen udara itu harus di proses sehingga bisa membentuk senyawa yang penting
untuk dapat memenuhi kebutuhan mahkluk hidup.

Proses itulah yang nanti kita pelajari dalam Daur BIOGEOKIMIA khususnya daur
Nitrogen .

apa sih BIOGEOKIMIA , Bio = Mahkluk hidup , Geo = Bumi/Lingk, Kimia = zat /unsur
kimia , jadi siklus zat kimia dari bio ke geo atau dari Geo ke bio ( memutar membentuk
daur ) OK itu konsepnya

Misal siklus karbon gas CO2 ada di udara (Geo ) gas CO2 itu diperlukan oleh Mahkluk
hidup ( bio) untuk apa ? tentu gas itu diikat hanya bisa untuk fotosintesis . OK

Di tubuh Mahkluk hidup CO2 sangat banyak akibat respirasi , gas itu akan dikembalikan
ke udara ( Geo) pada peristiwa Respirasi

Jadi karena siklus itulah Zat kimia CO2 dan O2 itu selalu ada .

OK

SIKLUS NITROGEN
Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen
menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara
biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi
nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Walaupun terdapat sangat banyak molekul nitrogen di dalam atmosfer, nitrogen dalam bentuk
gas tidaklah reaktif.[1] Hanya beberapa organisme yang mampu untuk mengkonversinya menjadi
senyawa organik dengan proses yang disebut fiksasi nitrogen.
Fiksasi nitrogen yang lain terjadi karena proses geofisika, seperti terjadinya kilat. Kilat memiliki
peran yang sangat penting dalam kehidupan, tanpanya tidak akan ada bentuk kehidupan di bumi.
Walaupun demikian, sedikit sekali makhluk hidup yang dapat menyerap senyawa nitrogen yang
terbentuk dari alam tersebut. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari
makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up
atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.

Nitrogen dalam bentuk senyawa terdapat pada Nitrat , Protein , Asam amino , Lipoprotein dll
yang semua itu penting dala metabolisme
untuk apa nitrogen

1. pembentukan membran sel


2. pembentukan enzim
3. pertumbuhan
4. regenerasi sel
5. antibody
6. dll.

Dengan melihat kepentingannya itu , berarti tidak ada satupun mahkluk hidup yang
tubuhnya tanpa kandungan unsur Nitrogen ini

Terbukti selalu mahkluk hidup setelah di lakukan analisa Abu oleh Sachs , selalu
ditemukan Nitrogen dalam skala besar ( sebagai unsur Makro)

Nitrogen berfungsi sebagai pembentuk asam amino (NH2) merupakan persenyawaan


pembentuk molekul protein. (yang tersusun atas unsur CHON yang membedakan dengan
lemak dan karbohidrat kan hanya Nitrogennya)

Selanjutnya protein sebagai faktor penting dalam pertumbuhan dll .

Nitrogen dialam diudara sekitar 78 % itu bagaimana bisa berada di daratan , perairan sehingga
bisa digunakan mahkluk hidup ?
Secara mudah kami berikan terlebih dahulu uraian bagaimana saja Senyawa nitrogen itu bisa
berada di daratan / tanah sehingga bisa digunakan oleh mahklluk hidup

Ketika petir terbentuk diatmosfer menyebabkan nitrogen bersenyawa jadi nitrat.

Nitrat itu disentuhkan ke bumi , sehingga semakin daerah itu banyak petir tentu
banyak nitrat terbentuk disana

Nitrat yang terbentuk di atmosfer tentu akan terbawa hujan sehingga terjadi perpindahan
nitrat dari udara ke daratan yang menjadikan nitrogen dalam bentuk nitrat itu menjadi
berguna

Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan protein lalu tumbuhan dimakan
oleh kosumer senyawa nitrogen pindah ke tubuh hewan dan manusia

Urin dan faeces sebagai Ekresta , bangkai hewan, dan tumbuhan mati , sisa kehidupan
(ranting , daun tua) yang disebut Egesta akan diuraikan oleh pengurai jadi ammonium
dan ammoniak.

Amoniak hasil pembusukan itu oleh bakteri Nitrifikans akan dirombak jadi Nitrat melalui
Nitrifikasi OK

Nitrifikasi adala proses biokimia yang tergolong anabolisme mengubah senyawa


sederhana anorganik berupa amoniak NH3 menjadi senyawa organik nitrat HNO3 dengan
energi berasal dari energi hasil reaksi kimia / khemosintesis yang dipunyai bakteri

Nitrifikasi diperlukan bakteri ( NS,NC dan NB) Bakteri Nitrosomonas dan Nitrococcus
Nitrobacter mengubah amoniak jadi nitrat yang berjalan secara aerob ( butuh aerasi
ditanah oleh karenanya tanah harus digemburkan agar terbentuk banyak nitrat)

proses berjalan dua kali yaitu nitritasi membentuk nitrit dan nitratasi membentuk nitrat

Nitrifikasi : nitritasi dan nitratasi

Amoniak NH3 dirubah menjadi nitrit HNO2 oleh NS dan NC disebut nitritasi lalu Nitrit
diubah lagi Nitrat HNO3 oleh bakteri NB (Nitrobacter) Nitratasi

Kemudian nitrat diserap oleh tumbuhan. karena Nitrogen ditanah hanya bisa diserap
dalam bentuk nitrat (Amoniak , Nitrit tidak bisa diserap )

Selain melalui petir juga melalui Fikasasi , Fikasasi itu berbeda dengan Nitrifikasi

Fikasasi itu pengikatan langsung Nitrogen di udara oleh mikroorganisme Fiksasi


( Rhizobium, Azotobacter , Clostridium pasteurianum , Nostoc , Anabaena )

Rhizobium bersimbiosis dengan kacang kacangan membentuk bintil akar yang


sebenarnya bintil itu karena infeksi bakteri Rhizobium leguminosorum , yang berguna
bagi kacang karena punya kemampuan membFIKSASI Nitrogen dari udara untuk
dipersembahkan ke kacang dalam pertumbuhannya , sehingga petani nggak perlu lagi
memberi pupuk (Urea atau NPK) karena ada free download nitrogendari udara hehe

Anabaena bersimbiosis dengan Paku air Azolla dan Pakis haji Cycas rumpii.

azotobacter, Clostridium dan Nostoc soliter hidupnya

Nitrogen juga bisa dari Air hujan , hujan asam ( Acid rain) , dari pupuk buatan Urea yang
dilepaskan ke tanah

Nitrogen Tanah
Nitrogen adalah unsur hara yang paling dinamis di alam.

Keberadaannya di tanah sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara input dan


outputnya dalam sistem tanah.

Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein, dan asam
nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitra

Daur nitrogen adalah transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah.

Selain air hujan yang membawa sejumlah nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah
terjadi melalui proses fiksasi nitrogen.

Fiksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang
bersimbiosis dengan polong-polongan, bakteri Azotobacter dan Clostridium.

Selain itu ganggang hijau biru dalam air juga memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.

Nitrat yang di hasilkan oleh fiksasi biologis digunakan oleh produsen (tumbuhan) diubah
menjadi molekul protein.

Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan yang mengandung protein itu mati,
mikroorganisme pengurai akan merombak protein itu menjadi menjadi gas amoniak
(NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+) ( Demineralisasi )Proses ini
disebut dengan amonifikasi.

kemudian diteruskan ke proses Nitrifikasi oleh bakteri Nitrifikasn

Bakteri Nitrosomonas mengubah amoniak dan senyawa ammonium menjadi nitrat oleh
Nitrobacter. Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan
menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi.

Keseimbangan Nitrogen ini digambarkan pada Gambar

Jika kita kaitkan dengan kondisi musim penghujan , maka sebenarnya masih tersedia
cukup Nitrogen bagi perkembangan tanaman karena Nitrogen yang telah terlepas atau
mengalami volatilisasi (hilang di udara bebas) kembali terikat oleh adanya petir / kilat
dan akan kembali ke tanah melalui pertolongan air hujan yang turun.

Meskipun Nitrogen seringkali mengalami perubahan bentuk, tetapi sangatlah mudah bagi
tanaman untuk menyerap unsur ini akibat adanya keseimbangan siklus Nitrogen tadi.

Tanaman menyerap unsur Nitrogen dalam bentuk Ammonium (NH4+) dan Nitrat (NO3-).

Keberadaan NH4+ ini sangat relatif bagi tanaman karena mudah mengalami perubahan
bentuk menjadi Nitrat Nitrogen (NO3-) akibat proses nitrifikasi

Nitrifikasi adalah perubahan Ammonium / Amoniak menjadi Nitrat oleh organisme tanah
berupa bakteri nitrifikans

Sayangnya bentuk Nitrat ini mudah hilang akibat pencucian dalam tanah karena aliran air
/ terikat oleh mineral-mineral liat tanah yang bisa berpindah saat adanya perkolasi dalam
tanah.

Alternatif pemecahan masalah hilangnya unsur hara akibat pencucian ini adalah dengan
memberikan pupuk yang berimbang

namun ada juga yang tanpa diberikan unsur hara makro maupun mikro lewat pupuk
melalui slow release (penguraiannya dalam tanah lambat) tetap tersedia nutrisi tanaman
tetap terjaga. Selain itu juga perlu diperhatikan keseimbangan siklus unsur hara di alam
agar tetap terjaga kestabilannya sehingga mampu meningkatkan produksi tanaman.

Jadi sebelum dipahami gambar Daur nitrogen itu perlu pemahaman Dari mana saja Nitrogen
ditanah ? OK
1. lewat hujan yang membawa material N dari udara *(NOx , HNO3 karena petir)
2. lewat sentuhan petir dari udara ( meskipun banyak orang yang mati kesamber petir tetapi
daerahnya subur)
3. dari demineralisasi / penguraian oleh dekomposer bahan mati yang mengandung protein
(CHON)
4. dari Proses pengendapan akibat suatu tempat terkena erosi / pencucian
5. pemberian pupuk buatan atau alami
6. proses Fiksasi oleh organisme mikro yang handal punya kemampuan mengikat gas Inert
N22 udara yang tidak dipunyai oleh organisme tumbuhan tingkat tinggi
7. Nitrifikasi oleh bakteri nitrifikans yang luar biasa ( kalau Denitrifikasi justru
mengembalikaan Nitrogen ke udara )

Review

Sekali lagi saya ingatkan bahwa bakteri fiksasi nitrogen ini berbeda sekali dengan
bakteri Nitrifikasi , kalau bakteri fiksasi ini punya keahlian memfiksasi / mengikat
nitrogen dari udara bebas, yang tidak bisa dilakukan oleh mahkluk hidup tingkat tiinggi
jenis apapun.

sedang bakteri Nitrifikasi ini keahliannya mengubah bahan anorganik amoniak hasil
penguraian sisa organisme yang ada dilingkungan disulap menjadi bahan organik nitrat
yang akar tanaman mampu menyerapnya sehingga jadi subur sehingga ia bersifat
autotrop yaitu Khemoautotrop karena kemampuan khemosintesisnya.

Nitrat yang di hasilkan oleh proses biologis digunakan oleh produsen (tumbuhan) diubah
menjadi molekul protein.

Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan mati, mahluk pengurai merombaknya menjadi gas
amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+). Proses ini disebut
dengan amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas/Nitrocoocus mengubah amoniak dan
senyawa ammonium menjadi nitrat oleh Nitrobacter Kedua proses yang berturutan itu
disebut dengan NitrifikasiApabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat
ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang
disebut Denitrifikasi.

Denitrifikasi menyebabkan tanah jadi tidak subur karena nitrat yang diperlukan oleh
tumbuhan terurai kembali . Bakteri yang melakukannya disebut bakteri Denitrifikans
contoh : Bakteri Pseudomonas denitrifikans

Berikut reaksi Jelasnya proses khemosintesa - Nitrifikasi oleh bakteri NS,NC dan NB bekerja
Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari
amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:

Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.

Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.

Reaksi nitratasi

Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa


yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.

Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang
berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air
menjadi berlimpah dan terjadi Eutrofikasi karena Oksigen diperlukan oleh bakteri diair
untuk pembentukan nitratnya so Oksigen air berkurang ( DO ) turun ikan pada mati

Siklus Nitrogen (N2)

Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara.

Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar
(misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang.

Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/
petir.

Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02), dan ion nitrat (N03- ).

Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar Legum dan akar
tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata.

Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung,
yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob.
Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen.

Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia.

Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri.

Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus
sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan.

Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia
diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara.

Dengan cara ini siklus nitrogen akan berulang dalam ekosistem.

JADI

Gas nitrogen ikatannya stabil dan sulit bereaksi, sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara
langsung oleh makhluk hidup.

Nitrogen dalam tubuh makhluk hidup merupakan komponen penyusun asam amino yang
akan membentuk protein.

Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat
atau petir membentuk nitrat (NO).

Tumbuhan menyerap nitrogen dalam bentuk nitrit ataupun nitrat dari dalam tanah untuk
menyusun protein dalam tubuhnya.

Ketika tumbuhan dimakan oleh herbivora, nitrogen yang ada akan berpindah ke tubuh
hewan tersebut bersama makanan.

Ketika tumbuhan dan hewan mati ataupun sisa hasil ekskresi hewan (urine) akan
diuraikan oleh dekomposer menjadi amonium dan amonia.

Oleh bakteri nitrit (contohnya Nitrosomonas), amonia akan diubah menjadi nitrit, proses
ini disebut sebagai nitritasi.

Kemudian, nitrit dengan bantuan bakteri nitrat (contohnya Nitrobacter) akan diubah
menjadi nitrat, proses ini disebut sebagai proses nitratasi.

Peristiwa proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan bakteri
disebut sebagai proses nitrifikasi.

Adapula bakteri yang mampu mengubah nitrit atau nitrat menjadi nitrogen bebas di
udara, proses ini disebut sebagai denitrifikasi.

Sumber: http://biologigonz.blogsp
ot.com/