Anda di halaman 1dari 7

RKAP TAHUN 2010

BAB I
PENDAHULUAN
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2010 PT. Angkasa Pura I
(Persero) adalah rencana tahunan dari semua Direktorat dan Kantor
Cabang yang merupakan implementasi Rencana Jangka Panjang
Perusahaan (RJPP) Tahun 2009-2013 dan menjadi pedoman kerja
Manajemen dalam mengelola Perusahaan selama tahun 2010.
Dalam rangka memantapkan pencapaian Visi PT Angkasa Pura I menjadi
World Class Airport Company, tema untuk Tahun 2010 adalah
tahun Restrukturisasi yang meliputi Bisnis, Asset dan Permodalan,
sedangkan untuk Direktorat Personalia dan Umum, tahun 2010
merupakan tahun Revitalisasi.
Mekanisme penyusunan RKAP 2010 dilaksanakan dengan pola top down
dan bottom up. Direksi (Kantor Pusat) menetapkan asumsiasumsi dan
target/sasaran tahun 2010 yang digunakan sebagai acuan Kantor
Cabang dalam menyusun usulan RKAP 2010 Cabang kepada Direksi yang
kemudian setelah dievaluasi oleh masingmasing Direktorat terkait,
selanjutnya dibahas bersama Direksi dan Komisaris untuk ditetapkan
menjadi RKAP 2010 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
1.1. Kondisi Eksternal dan Internal
Perkembangan Kondisi Internal dan Eksternal Perusahaan akan
berpengaruh terhadap kinerja Perusahaan.
1.1.1 Kondisi Eksternal :
a. Prognosa Tahun 2009 :
Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya Perusahaan
sampai dengan akhir tahun 2009 adalah sebagai berikut :
1) Kurs Rupiah terhadap USD diperkirakan melemah. Kurs
semula ditetapkan dalam RKA tahun 2009 sebesar Rp.
9.400,- dan pada pertengahan tahun 2009 meningkat
diatas Rp 9.800,-.
2) Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No.6 Tahun 2009
tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku
Pada Departemen Perhubungan yang berpengaruh
terhadap pendapatan PJP Dalam Negeri dan Luar
Negeri.

RKAP TAHUN 2010

3) Peningkatan frekuensi penerbangan domestik dampak


berlangsungnya Kampanye Pemilu Legislatif tahun
2009.
4) Pelaksanaan Annual Meeting Asian Development Bank
(ADB) di Bali.
5) Penambahan rute dan peningkatan frekuensi beberapa
maskapai penerbangan baik Domestik maupun
Internasional karena Penerbangan Haji serta Perayaan
Natal 2009 dan Tahun Baru 2010.
6) Harga minyak dunia yang fluktuatif dan berpengaruh
langsung terhadap biaya transportasi udara.
7) Timbulnya krisis keuangan global akibat krisis
keuangan yang terjadi di Amerika Serikat yang
berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia dan
penerbangan internasional.
b. RKAP Tahun 2010 :
Faktor-faktor eksternal yang diprediksi akan mempengaruhi
jalannya perusahaan pada tahun 2010 antara lain :
1) Kurs US Dollar terhadap rupiah ditetapkan sebesar
Rp.10.000,2) Harga minyak yang volatilitasnya tinggi
3) Dampak Krisis Ekonomi Global
4) Pemberlakuan Undang-Undang Penerbangan yang
baru.
1.1.2. Kondisi Internal :
a. Prognosa Tahun 2009 :
Kondisi Internal yang mempengaruhi jalannya perusahaan
sampai dengan tahun 2009 adalah :
1) Likuiditas perusahaan yang sangat baik.
2) Pengendalian biaya dapat dilaksanakan dengan baik
melalui konsistensi penggunaan anggaran dan
penerapan Early Warning System.
3) Diresmikannya Terminal Baru Bandara Adi Sumarmo
Solo oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 7
Maret 2009 yang berdampak terhadap kenaikan Biaya
dan Pendapatan Non Aeronautika.
4) Pembangunan fisik Bandara Lombok Tengah.
2

RKAP TAHUN 2010

5) Keberhasilan investasi di Pasar Modal dan Pasar Uang


tetap dilakukan dalam rangka optimalisasi dana kas
yang tersedia.
6) Adanya World Ocean Conference (WOC) pada tanggal
11-15 Mei 2009 di Manado.
b. RKAP Tahun 2010 :
Faktor-faktor Internal yang diprediksi akan mempengaruhi
jalannya Perusahaan pada tahun 2010 antara lain:
1) Pembangunan Bandar Udara Internasional Lombok
(BIL) di Lombok Tengah yang akan selesai pada awal
tahun 2010 akan mempengaruhi ketersediaan dana
Perusahaan.
2) Kenaikan Biaya Operasional seperti : Biaya Operasi,
Biaya Penyusutan dan Amortisasi sebagai akibat dari
selesainya proyek pengembangan Bandara UPG, SOC,
BIL,
pengembangan
Terminal
SRG
serta
Levelling/Overlay R/W di SRG , JOG dan DPS.
3) Penambahan tenaga operasional outsourcing dalam
jumlah signifikan dalam rangka memenuhi standar
pelayanan dan keamanan.
4) Rencana pemisahan pengelolaan ATS dari jasa
kebandarudaraan dan pembentukan Holding BUMN
Bandara.
1.2. GAMBARAN SINGKAT KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2009
(PROGNOSA) DAN RKA TAHUN 2010
Pengukuran Kinerja BUMN mengacu pada Surat Keputusan Menteri
Badan Usaha Milik Negara No. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.
Kinerja PT. Angkasa Pura I dalam Prognosa RKAP tahun 2009
mencapai skor 81,00 dan dalam RKAP tahun 2010 diproyeksikan
mencapai skor 83,00 dengan Tingkat Kesehatan AA (lampiran
hal. 296).
Kinerja Perusahaan diukur/dinilai dari 3 (tiga) aspek yang terdiri
atas :
a. Kinerja Operasional :
Kinerja operasional diukur berdasarkan Surat Keputusan Dirjen
Perhubungan Udara No. SKEP/284/X/1999. Nilai kinerja PJP4U,
PJP, PJP2U, Counter dan Garbarata baik Domestik maupun
3

RKAP TAHUN 2010

Internasional, baik Prognosa RKA 2009 maupun RKAP 2010


mencapai skor 35,00.
b. Kinerja Keuangan :
Kinerja Keuangan Perusahaan dalam prognosa tahun 2009
mencapai skor 31,00 dan diproyeksikan pada tahun 2010
mencapai skor 33,00.
Salah satu indikator pencapaian Kinerja Keuangan tercermin
dari pencapaian Laba sebagaimana tergambar dalam perincian
Laba Perusahaan Tahun 2009 dan 2010 pada tabel berikut :

Tabel 1.1.
Laba (Rugi) Bandara & Kantor Pusat Tahun 2009
& 2010
(Rp. juta)

Pertumbuhan laba dalam RKAP 2010 sebesar Rp.592,10 milyar


atau 16% diatas prognosa 2009 sebesar Rp.510,12 milyar.
Pada RKAP 2010 terdapat beberapa Kantor Cabang yang
4

RKAP TAHUN 2010

mengalami kenaikan kerugian, seperti yang terdapat pada


(lampiran hal. 81 sd 206):
Kantor Pusat
RKAP Laba (Rugi) direncanakan (Rp.164,21 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -30% , yang
disebabkan oleh adanya program Kantor Cabang yang
dibebankan atau dilaksanakan pada Kantor Pusat seperti
biaya asuransi asset (terminal dan sarana penunjangnya,
asuransi penumpang dan liabilities insurance) sebesar
Rp.16,3 milyar, sewa gedung sebesar Rp.3,2 milyar, sewa
peralatan trolley sebesar Rp.6,2 milyar dan turunnya suku
bunga
serta
turunnya
dana
kas
yang
dapat
dioptimalisasikan.
Bandara Sultan Hasanuddin
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.18,42 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -18%, yang
disebabkan oleh pemisahan pendapatan ATS sebesar Rp.224
milyar, peningkatan biaya dalam pengoperasian bandara
baru seperti biaya outsourcing menjadi sebesar Rp.9,3
milyar, biaya pemeliharaan menjadi sebesar Rp.20,5 milyar
dan PBB menjadi sebesar Rp.3,2 milyar.
Bandara Frans Kaisiepo
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.20,26 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -22%, yang
disebabkan oleh peningkatan biaya pemeliharaan menjadi
sebesar Rp.4,4 milyar.
Bandara Adisoemarmo
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.20,39 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -18%, yang
disebabkan oleh pengembangan bandara sehingga terdapat
peningkatan biaya listrik menjadi sebesar Rp.8,7 milyar,
biaya pemeliharaan dalam hal ini biaya pemeliharaan
kebersihan menjadi sebesar Rp.2,4 milyar dan biaya
outsourcing menjadi sebesar Rp.1,4 milyar.
Bandara Ahmad Yani
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.21,01 milyar)
atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -58%,
yang
disebabkan oleh meningkatnya biaya outsourcing menjadi
sebesar Rp.1,2 milyar, biaya pemeliharaan kebersihan
menjadi sebesar Rp.2,3 milyar, biaya amortisasi overlay
menjadi sebesar Rp.5,3 milyar dan PBB menjadi sebesar
Rp.2 milyar.
Bandara Selaparang
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.26,27 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -791%,
yang
disebabkan oleh peningkatan biaya pengoperasian bandara
5

RKAP TAHUN 2010

baru seperti biaya outsourcing tenaga operasional menjadi


sebesar Rp.2,9 milyar, biaya rekening listrik menjadi sebesar
Rp.7,1 milyar, biaya sewa peralatan menjadi sebesar Rp.1,6
milyar, biaya pemeliharaan menjadi sebesar Rp.4,1 milyar,
biaya penyusutan menjadi sebesar Rp.14,6 milyar dan PBB
menjadi sebesar Rp.1,4 milyar.
Bandara Pattimura
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.27,44 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -5%, yang disebabkan
oleh peningkatan biaya pada biaya pemeliharaan alat-alat
perhubungan udara (kalibrasi) menjadi sebesar Rp.721 jt,
biaya outsourcing tenaga operasional menjadi sebesar
Rp.1,1 milyar dan biaya overlay runway menjadi sebesar
Rp.934 juta.
Bandara El Tari
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.11,15 milyar) atau
berada diatas prognosa 2009 sebesar -15%, yang
disebabkan oleh peningkatan biaya outsourcing tenaga
operasional menjadi sebesar Rp.766 juta, biaya sewa
peralatan menjadi sebesar Rp.610 juta dan biaya
pemeliharaan kebersihan menjadi sebesar Rp.459 juta.
Warehousing Makassar
RKAP laba (Rugi) direncanakan (Rp.493,67 juta) atau berada
dibawah prognosa 2009 sebesar -137%, yang disebabkan
oleh pengoperasian bandara baru, biaya pemeliharaan
kebersihan menjadi sebesar Rp.122 juta dan peningkatan
biaya outsourcing tenaga operasional menjadi sebesar Rp.4
milyar.

Disisi lain terdapat Kantor Cabang yang mengalami penurunan


laba seperti yang terdapat pada :
Warehousing Balikpapan
RKAP laba direncanakan Rp.8,10 milyar atau berada
dibawah prognosa 2009 sebesar -16%, yang disebabkan
oleh penurunan pendapatan jasa gudang incoming luar
negeri karena kontrak special handling dengan DHL berakhir
menjadi sebesar Rp.3,6 milyar dan meningkatnya biaya
outsourcing tenaga operasional menjadi sebesar Rp.2,4
milyar.
c. Kinerja Administrasi
Kinerja Administrasi perusahaan berdasarkan aspek administrasi
6

RKAP TAHUN 2010

baik tahun 2009 dan RKAP tahun 2010 direncanakan akan


mencapai skor 15,00.