Anda di halaman 1dari 22

RKAP TAHUN 2010

BAB II
PROGNOSA KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2009
2.16 ASPEK KOMERSIAL
2.1.1 Pasar
Prognosa pergerakan pesawat di tahun 2009 sebanyak
421.798 pergerakan atau naik 7,77% dibandingkan dengan
realisasi tahun 2008 sebanyak 391.375 pergerakan.
Prognosa pergerakan penumpang sebesar 39.847.482
penumpang atau naik 17,97% dibandingkan tahun 2008
sebesar 33.777.299 penumpang. Prognosa pergerakan
kargo sebanyak 243.610.043 Kg atau naik 3,27%
dibandingkan tahun 2008 sebanyak 235.894.295 Kg.
Prognosa pergerakan pesawat, penumpang dan kargo
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1

Prognosa Pergerakan Trafik Tahun 2009

2.1.2

Prognosa Produksi
Prognosa produksi yang dicapai dalam tahun 2009 bila
dibandingkan dengan RKAP 2009 dapat dilihat pada tabel
berikut ini :

RKAP TAHUN 2010

Tabel 2.2

Prognosa Produksi Tahun 2009

Prognosa produksi Aeronautika ATS, Aeronautika Non ATS


dan non Aeronautika tahun 2009 dibandingkan dengan
RKAP tahun 2009 dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.Prognosa Produksi Aeronautika ATS :
8

RKAP TAHUN 2010

1). Prognosa PJP Dalam Negeri sebesar 32.898.669


route unit atau deviasi negatif 3,88% dibandingkan
anggarannya sebesar 34.227.457 route unit.
2). Prognosa PJP Luar Negeri sebesar 25.671.185 route
unit atau deviasi positif 7,89% dibandingkan
anggarannya sebesar 23.793.356 route unit yang
antara lain disebabkan:
a).

Peningkatan
frekuensi
penerbangan di beberapa bandara, yaitu:
1). Singapore Airlines di Bandara Ngurah Rai, dari
21x menjadi 28x per minggu.
2). Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai, dari
57x menjadi 64x per minggu.
3). China Airlines di Bandara Ngurah Rai, dari 7x
menjadi 13x per minggu.
4). Korean Airlines di Bandara Ngurah Rai, dari 5x
menjadi 7x per minggu.
5). Jet Star di Bandara Ngurah Rai, dari 3x
menjadi 17x per minggu.
6). Air Asia, dari 2x menjadi 3x per minggu di
Bandara Juanda, dan 3x menjadi 4x per
minggu di Bandara Sultan Hasanuddin.

b).

Penambahan penerbangan baru


beberapa airlines, yaitu:
1). Virgin Blue Airlines di Bandara Ngurah Rai 11x
per minggu (rute DPS-BNE, DPS-PER, DPSADL).
2). Air Asia di Bandara Adisutjipto 14x per
minggu (rute JOG-SIN).

3). Prognosa PJP Overflying/Lintas Udara sebesar


62.519.325 route unit atau deviasi positif 1,00%
dibandingkan anggarannya sebesar 61.901.723
route unit.
b. Prognosa Produksi Aeronautika Non ATS Dalam Negeri :
2).

Prognosa PJP4U Dalam Negeri sebesar 9.616.470


ton atau berada deviasi negatif 2,70% dibandingkan
anggarannya sebesar 9.883.526 ton.

3).

Prognosa
PJP2U
Dalam
Negeri
sebesar
14.144.448 pax atau deviasi negatif 1,42%
dibandingkan anggarannya sebesar 14.347.668 pax.

4). Prognosa
Aviobridge
Dalam
Negeri
sebesar
2.454.392
ton
atau
deviasi
positif
1,33%
dibandingkan anggarannya sebesar 2.422.126 ton.
9

RKAP TAHUN 2010

5). Prognosa Counter Dalam Negeri sebesar 14.141.544


pax atau deviasi negatif 1,44% dibandingkan
anggarannya sebesar 14.347.668 pax.
c.Prognosa Produksi Aeronautika Non ATS Luar Negeri :
1). Prognosa PJP4U Luar Negeri sebesar 3.102.465 ton
atau
deviasi
positif
10,61%
dibandingkan
anggarannya sebesar 2.804.854 ton. Hal ini
berkorelasi dengan penjelasan PJP Luar Negeri
2). Prognosa PJP2U Luar Negeri sebesar 2.989.155 pax
atau
deviasi
positif
5,16%
dibandingkan
anggarannya sebesar 2.842.374 pax, karena :
a) Penambahan frekuensi penerbangan.
b) Adanya World Ocean Conference (WOC) di
Manado.
c) Annual Meeting Asian Development Bank (ADB)
di Bali.
3). Prognosa Aviobridge sebesar 4.943.341 ton atau
deviasi positif 13,32% dibandingkan anggarannya
sebesar 4.362.276 ton.
4). Prognosa Counter Luar Negeri sebesar 2.895.249
pax atau deviasi positif 5,54% dibandingkan
anggarannya sebesar 2.743.270 pax.
d. Prognosa Produksi Non Aeronautika :
Prognosa produksi Non Aeronautika melebihi target,
antara lain :
1). Prognosa Konsesi sebesar Rp. 1.839.787.773 atau
deviasi positif 3,68% dibandingkan anggarannya
sebesar Rp. 1.774.426.541 terhadap anggaran.
2). Prognosa Warehousing sebesar 177.321.174 kg atau
deviasi positif 22,41% dibandingkan anggarannya
sebesar 144.857.226 kg.

2.1.3. Prognosa Pendapatan


Prognosa total pendapatan tahun 2009 sebesar Rp. 2,24
Triliun atau deviasi positif 9,53% dibandingkan anggarannya
sebesar Rp. 2,05 Triliun, sebagaimana dapat dilihat pada
tabel berikut :

10

RKAP TAHUN 2010

Tabel 2.3
Prognosa Pendapatan Tahun 2009
(Rp. juta)

Prognosa pendapatan perusahaan tahun 2009 dibandingkan


dengan RKAP tahun 2010 dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Prognosa Pendapatan Operasional sebesar Rp. 1,95 Triliun
atau deviasi positif 0,40% dibandingkan anggarannya
sebesar Rp. 1,94 Triliun, dengan penjelasan sebagai
berikut :
1). Prognosa pendapatan aeronautika ATS
Prognosa PJP Dalam Negeri sebesar Rp. 26,65 Milyar
atau
deviasi
negatif
3,88%
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 27,72 Milyar. Hal ini
11

RKAP TAHUN 2010

sejalan dengan pencapaian prognosa produksi


Dalam Negeri.
Prognosa PJP Luar Negeri sebesar Rp. 114,14 Milyar
atau
deviasi
positif
7,51%
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 106,17 Milyar.
Prognosa Lintas Udara sebesar Rp. 294,39 Milyar
atau
deviasi
positif
5,25%
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 279,72 Milyar.
2). Prognosa Pendapatan Aeronautika Non ATS :
Prognosa Pendapatan Aeronautika Non ATS sebesar Rp.
1,07 Triliun atau deviasi negatif 2,85% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 1,1 Triliun. Hal ini dapat
dijelaskan sebagai berikut :
2.1. Prognosa Pendapatan Aeronautika Non ATS Dalam
Negeri :
Prognosa PJP4U Dalam Negeri sebesar Rp. 71,27
Milyar atau deviasi negatif 13,67% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 82,56 Milyar.

Prognosa PJP2U Dalam Negeri Rp. 386,64 Milyar


atau
deviasi
negatif
9,29%
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 426,22 Milyar.

Prognosa Aviobridge Dalam Negeri sebesar Rp.


15,61
Milyar
atau
deviasi
positif
16,79%
dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 13,37
Milyar.

Prognosa Counter Dalam Negeri sebesar Rp.


23,44
Milyar
atau
deviasi
positif
1,89%
dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 23 Milyar.

2.2. Prognosa Pendapatan Aeronautika Non ATS Luar


Negeri :
Prognosa PJP4U Luar Negeri sebesar Rp. 138,67
Milyar atau deviasi positif 1,18% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 137,25 Milyar. Hal ini
sejalan dengan pencapaian produksi PJP4U Luar
Negeri.
Prognosa PJP2U Luar Negeri sebesar Rp. 382,98
Milyar atau deviasi positif 3% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 371,82 Milyar. Hal ini
sejalan dengan pencapaian produksi PJP2U Luar
Negeri.

12

RKAP TAHUN 2010

Prognosa Aviobridge Luar Negeri sebesar Rp. 31,79


Milyar atau deviasi positif 10,89% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 28,67 Milyar.
Prognosa Counter Luar Negeri sebesar Rp. 14,96
Milyar atau deviasi positif 7,51% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 13,92 Milyar.
3). Prognosa Pendapatan Non Aeronautika :
Prognosa Pendapatan Non Aeronautika sebesar Rp.
452,15 Milyar atau deviasi positif 4,00% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 435,18 Milyar, dengan
penjelasan dibawah ini :
Prognosa pendapatan sewa tanah sebesar Rp. 20,01
Milyar atau deviasi positif 9,83% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 18,22 Milyar.
Prognosa pendapatan pas bandara sebesar Rp. 7,62
Milyar atau deviasi positif 53,80% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 4,95 Milyar.
Prognosa pendapatan listrik sebesar Rp. Rp. 31,5
Milyar atau deviasi positif 4,92% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 30,02 Milyar.
Prognosa pendapatan tempat reklame sebesar Rp.
32,47 Milyar atau deviasi 16,98% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 27,76 Milyar.
4). Prognosa Pendapatan Lain-lain :
Prognosa Pendapatan Lain-lain sebesar Rp. 291 Milyar
atau
deviasi
positif
181,40%
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 103,41 Milyar, yang
disebabkan antara lain :
Terjadinya fluktuasi kurs US Dollar terhadap Rupiah
sehingga mengakibatkan keuntungan selisih kurs
sebesar Rp. 94 Milyar dimana pada RKA Selisih Kurs
tidak diprogramkan.
Pendapatan dari penempatan dana di pasar uang
dan pasar modal sebesar Rp. 181,26 miliar.

2.2.

ASPEK OPERASIONAL
2.2.1 Prognosa Kinerja Operasional

13

RKAP TAHUN 2010

Prognosa Kinerja Operasional sesuai dengan Surat


Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor
SKEP/284/X/1999 seluruh jenis layanan melebihi target
sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.4
Prognosa Kinerja Operasional Tahun 2009

NO.

JENIS PELAYANAN

RKA
2009

PROGNOS
A 2009

1.

PJP4U

95,33%

98,03%

2.

PJP

97,50%

98,30%

3.

PJP2U

90,00%

93,97%

4.

Counter

91,67%

93,80%

5.

Garbarata

90,00%

99,67%

2.2.2 PROGNOSA BIAYA


Prognosa total biaya tahun 2009 adalah sebesar Rp. 1,73
Triliun atau 8,42% di atas anggaran sebesar Rp. 1,60
Triliun sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.5

Prognosa Biaya Tahun 2009


(Rp. juta)

2.2.2.1

Prognosa Biaya Operasional rata-rata di bawah


anggaran, kecuali :
14

RKAP TAHUN 2010

a. Prognosa Biaya Perjalanan Dinas sebesar Rp.


22,30 Milyar atau deviasi positif 27,25%
dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 17,52
Milyar dikarenakan peningkatan kegiatan yang
mengharuskan menggunakan perjalanan dinas
antara lain banyaknya permasalahan hukum di
Bandara dan peresmian Bandara baru serta
peningkatan audit internal.
b. Prognosa Biaya Pajak sebesar Rp. 79,93 Milyar
atau deviasi positif 27,75% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 62,57 Milyar. Hal ini
disebabkan meningkatnya PPh psl. 23 atas
pendapatan bunga deposito/jasa giro dan pasar
modal.
2.2.2.2 Prognosa Biaya Lain-lain sebesar Rp. 184,80 Milyar
atau
deviasi
positif
891,71
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 18,63 Milyar karena
terjadi fluktuasi kurs US Dollar terhadap Rupiah
menyebabkan terdapat kerugian selisih kurs.
2.3. ASPEK TEKNIS
2.3.1 Sarana Produksi
Sarana Produksi yang menunjang kegiatan operasional
perusahaan di bandara-bandara yang dikelola AP-I antara
lain Runway dan Terminal dan sarana produksi lainnya
dalam kondisi laik operasi.
2.3.2 Prognosa Investasi
Prognosa Investasi ATS terserap dana anggaran sebesar
83,92%, yang dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.6
Prognosa Investasi Per Cabang (ATS) Tahun 2009
(Rp. juta)

15

RKAP TAHUN 2010

Prognosa Investasi Non ATS terserap dana anggaran


sebesar 73,11%, yang dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.6
Prognosa Investasi Per Cabang (Non ATS) Tahun 2009
(Rp. juta)

2.4

Manajemen, Organisasi, SDM, Logistik & Hukum


2.4.1

Manajemen dan Organisasi

Manajemen telah melaksanakan beberapa program kerja di


bidang Personalia dan Umum, antara lain:
16

RKAP TAHUN 2010

a.
b.
c.

d.

e.

f.
g.
h.
i.
j.
k.

l.

Melakukan penempatan pegawai sesuai


dengan kebutuhan unit di PT. AP I
Melakukan pengisian formasi pekerjaan 1 s.d.
3 tingkat di bawah Direksi.
Konsep Organisasi dan Tata Kerja SBU
Terminal Kargo di Bandara Sultan Hasanuddin dan Sepinggan
telah
ditetapkan
dalam
KEP
Direksi
Nomor:
KEP.01/OM.01/2009.
Pembuatan Nama dan Kelas Pekerjaan,
pemberian fasilitas dan tunjangan kepada pegawai yang
ditempatkan pada SBU Terminal Kargo di Bandara Sultan
Hasanuddin dan Sepinggan telah ditetapkan dalam KEP
Direksi Nomor: KEP.02/KP.10/2009.
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja
Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Ngurah
Rai
telah
ditetapkan
dalam
KEP
Direksi
Nomor:
KEP.21/OM.01/2009.
Melakukan Road Map SDM PT. AP I.
Evaluasi tentang PKWT dan Outsourcing di
PT. AP I.
Seleksi penerimaan Calon Pegawai Kualifikasi
PKP-PK Tahap II (telah ditetapkan sebagai Calon Pegawai TMT
1 Maret 2009)
Pembuatan KEP Direksi tentang Uraian Pekerjaan.
Penyempurnaan Struktur Organisasi Kantor Pusat.
Pembuatan KEP. Direksi tentang Pedoman
pelaksanaan Hubungan Organisasi Proyek Pengembangan
Bandar Udara Ngurah Rai-Bali dengan Kantor Pusat, Kantor
Cabang Bandar Udara Ngurah-Rai dan Instansi Eksternal
telah
ditetapkan
dalam
KEP
Direksi
Nomor:
KEP.68/OM.10/2009.
Pembuatan KEP. Direksi tentang Penyetaraan Kelas Pekerjaan
Pegawai PT. Angkasa Pura I yang ditempatkan pada Yayasan
Kesejahteraan Angkasa Pura I (YAKKAP I) dan DAPENDRA.

2.4.2 Sumber Daya Manusia (SDM)


a. Jumlah Personil
Prognosa jumlah personil (termasuk outsourcing) tahun
2009 sebanyak 6.085 orang atau 386 orang di bawah
anggaran.
Sedangkan
untuk
prognosa
personil
outsourcing tenaga operasional sebanyak 2.215 orang
(lampiran hal.1 sd 18).
b. Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM khususnya
dalam menghadapi persaingan bebas yang sangat
17

RKAP TAHUN 2010

kompetitif, telah dilakukan program diklat/training,


awareness program dan benchmarking antara lain :

Perpanjangan Sertifikat Kecakapan


Personil PKP-PK, Sekuriti Bandara dan AMC.
Pelatihan Bahasa Inggris bagi Pegawai
Struktural dan Front Liner di Bandar Udara
Adisumarmo dan Adisutjipto.
Program Pendidikan AMDP.
Workshop
Aviation
Safety
dan
Training Upgrade.
Pelatihan Metode Penyusunan HPS/OE
dan
Evaluasi
Penawaran
atas
Pengadaan
Barang/Jasa.
Seminar Pandangan Makro Ekonomi di
Tahun 2009 & Ekonomi untuk Praktisi.
Seminar Mengkaji Dampak Tsunami
Finansial Dunia pada Indonesia.
Advanced Assesment Center Assessor
Training Series Batch I.
Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa.
Workshop
Teknik
Pembuatan
Dokumen Hukum Perusahaan.
Pelatihan Manajemen SDM Berbasis
Kompetensi.
Seminar Kualitas Layanan Bandara.
Training
Aerodrome
Safety
Management System (SMS).
World Cargo Symposium 2009 Focus
on the Customer, Bangkok, Thailand.
IIA Conference & On Site Learning,
Brisbane, Australia.
SITA Conference, Singapura.
Pelatihan Auditing Tingkat Lanjut.
Pelatihan ERP General, Technical dan
Implementasi.
Sosialisai AEP.
Pelatihan Get Airports Ready for
Disaster (GARD).
Aviation Security Supervisor Course di
Malaysia.
Tutorial
Penyusunan
dan
Implementasi KPI Individu.
Pelatihan Keuangan Tingkat Lanjut.
Ujian Nasional Sertifikasi Pengadaan.
Airport Planning Course Confirmation.
18

RKAP TAHUN 2010

2.4.3 L o g i s t i k
Pengadaan prasarana dan sarana, fasilitas operasional
bandara maupun fasilitas lainnya berpegang kepada
Keputusan Direksi PT.
Angkasa Pura I Nomor : KEP.
110/PL.10/2008 sebagai acuan prosedur Pengadaan
Barang atau Jasa di lingkungan PT. AP-I.
2.4.4 Hukum
a. Proses penyusunan Kesepakatan Bersama Bandara PT. AP
I (Sam Ratulangi, El Tari, Sepinggan dan Ahmad Yani)
dengan TNI yang disesuaikan dengan PP No. 6/2006
tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta
perubahannya dengan PP No. 38 Tahun 2008, masih
dilakukan pembahasan ulang dengan TNI terhadap materi
dalam konsep Perjanjian Kerjasama khususnya mengenai
hak dan kewajiban para pihak.
b. Penyusunan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PT. AP I
(Bandara Juanda, Ahmad Yani dan Adisutjipto) dengan TNI
masih dalam proses koordinasi antara PT. AP I,
Kementerian Negara BUMN dan TNI.
c. Telah dilakukan penandatangan PKS tentang Kerjasama
Pembangunan dan Pemanfaatan Sebagian Fasilitas Fisik
Sisi Udara Bandara Internasional Lombok antara Pemprop.
NTB dan PT. AP I pada tanggal 11 Agustus 2009 (untuk
PKS dengan Pemkab. Lombok Tengah masih dalam proses
koordinasi).
d. Kerjasama pengembangan Bandara Ahmad Yani dengan
TNI-AD, Ditjen Hubud, Pemprop. Jawa Tengah dan PT.
Sarana Pembangunan Jawa Tengah masih dalam proses
pembahasan, dan telah disampaikan permohonan ijin
kepada
Pangdam
IV/Diponegoro
untuk
memulai
pelaksanaan pembangunan pada areal Landside bandara.
e. Sertifikasi tanah Desa Manggar / tanah Pemancar
LME/DVOR Bandara Sepinggan masih dalam proses di BPN
Sepinggan Balikpapan.
f. Pembebasan Tanah Bado-Bado dan Tanah Kane-Kane di
Bandara Hasanuddin sedang dalam proses.
g. Gugatan
wanprestasi
Gubernur
Kalsel
No.01/PDT.G/2007/PN.BJB, dalam hal ini PT. AP I
berkedudukan sebagai Turut Tergugat, dan posisi terakhir
PT. Hutama Karya (sebagai Tergugat/Terbanding/Pemohon
Kasasi) mengajukan upaya hukum Kasasi dan saat ini
telah ditindaklanjuti dengan penyerahan Memori Kasasi.
Dalam hal ini PT. AP I tidak mengajukan Memori Kasasi.
h. Proses penyelesaian kasus Gugatan tanah Cendrawasih
Bandara Syamsudin Noor oleh PT. AP I terhadap Kasasi
19

RKAP TAHUN 2010

i.

j.

Sdr. Rusbandi dkk pada tingkat Kontra Memori Kasasi ke


Mahkamah Agung.
Masalah dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha
(KPPU):
1. Pemberian Hak Pengelolaan Reklame di lokasi Outdoor
Bandara Juanda (Toll Gate).
Keberatan yang diajukan oleh PT. AP I di Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat
terhadap temuan KPPU atas
pemberian hak pengelolaan reklame Tollgate Bandara
Juanda (Putusan KPPU No.02/KPPU-L/2008) tidak dapat
diterima Majelis Hakim. PT. AP I mengajukan
permohonan Kasasi atas Putusan tersebut dan telah
ditindaklanjuti dengan penyerahan Memori Kasasi.
2. Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
Sehat pada Kargo Warehousing Bandara Sultan
Hasanuddin
Temuan KPPU atas dugaan praktek monopoli dan
persaingan usaha tidak sehat pada SBU Warehousing
Bandara Sultan Hasanuddin, saat ini dalam proses
pengajuan Kasasi ke Mahkamah Agung RI atas Putusan
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.02/KPPU/2008/PN.
JKT.PST tanggal 4 September 2008.
3. PT. AP I diputuskan tidak terbukti atas dugaan
pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 berkaitan dengan
Pelayanan Jasa Fasilitas Counter Check-In di Bandara
Juanda.
4. Dugaan pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 berkaitan
dengan Pelayanan Jasa Pelayanan taksi di Bandara
Sultan Hasanuddin, dalam pemeriksaan lanjutan.
Penyelesaian Kasus lahan/tanah di Rawasari:
1. Terhadap aset Golf Driving Range telah ditandatangani
Berita Acara Serah Terima Pengamanan dari PT. Cipta
Tiga Prakarsa kepada PT. AP I tanggal 31 Juli 2009.
2. Atas proses Eksekusi Riil Sertifikat HPL No. 1/Rawasari
atas tanah seluas 8.075 m2, telah dibacakan Putusan
Pengadilan
Negeri
Jakarta
Pusat
No.274/PDT.G/2008/PN.JKT.PST tanggal 14 April 2009
terhadap Gugatan Perlawanan dari H. Abdullah Jufri
kepada
PT.
AP
I
dengan
Nomor
Perkara
247/PDT.BTH/2008 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
yang pada pokoknya perkara dimenangkan oleh PT. AP I
yaitu
bahwa
Pengadilan
memutuskan
menolak
perlawanan pihak Pelawan seluruhnya. Kemudian
muncul permohonan banding dari Abdullah Jufri dan PT.
AP I telah mengajukan Kontra Memori Banding.
3. Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) pada tanggal
15 Juni 2009 meminta konfirmasi kepada PT. AP I
20

RKAP TAHUN 2010

mengenai kelanjutan proses perkara atas penyelesaian


kewajiban PT. Anugerah Cipta Indah Persada yang
belum diselesaikan terkait pengelolaan Golf Driving
Range.
k. Persidangan atas Perselisihan Hubungan Industrial (PHI)
antara PT. AP I dengan Serikat Pekerja PT. AP I telah
sampai pada putusan dimana gugatan atas Penggugat (PT.
AP I) tidak diterima oleh Majelis Hakim, dan saat ini PT. AP
I sedang dalam proses mengajukan Kasasi ke Mahkamah
Agung.
l. Gugatan Komite Sekolah Perwara atas penutupan SD
Perwara (PT. AP I berkedudukan selaku Turut Tergugat),
telah dikeluarkan Salinan Putusan Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat tanggal 2 September 2009 yang
memutuskan menolak Gugatan Penggugat, dan Putusan
tersebut dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap
(perkara telah selesai).
m. Telah dilaksanakan Sidang Proses Mediasi atas Gugatan
PT. Ridho Agung Abadi kepada PT. Bilmas Utama, dkk di
PN Makassar (PT. AP I sebagai Tergugat III) terkait
pekerjaan pengadaan pemasangan instalasi penerangan
Proyek Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin.
n. Telah dilaksanakan Sidang Persiapan Pemeriksaan atas
Gugatan Pensiunan PT. AP I (Drs. Darmaji dkk) kepada PT.
AP I ke PTUN, dan pada tanggal 10 September 2009 telah
dilaksanakan Sidang Lanjutan.
2.5

Good Corporate Governance (GCG)


Sampai dengan akhir tahun 2009 beberapa program dalam
rangka penerapan GCG yang dilakukan antara lain :
a.

Pelaksanaa
n Sosialisasi dan Internalisasi Code of Conduct (Pedoman
Perilaku) GCG di 10 bandara bersama dengan Tim BPKP.
b.
Pelaksanaa
n Assessment GCG pada PT. AP I tahun 2008 oleh Tim BPKP
Perwakilan Propinsi DKI Jakarta I yang dilaksanakan tanggal
1 Juni 2009 s.d. 10 Agustus 2009, dan diperoleh skor 77,86
(baik) dan telah dipresentasikan di hadapan Direksi dan
Dewan Komisaris.
c.
Penyiapan
agenda tindak lanjut hasil Assessment GCG periode
selanjutnya.
2.6 Penelitian dan Pengembangan

21

RKAP TAHUN 2010

Studi-studi yang diprogramkan dalam RKAP


diperkirakan
realisasinya
sampai
dengan
sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut :

tahun
akhir

2009,
2009

Tabel 2.7

Posisi Studi Tahun 2009


No

Prognosa 2009

Jenis Studi

1.

Rencana Induk Adisutjipto (Finalisasi)

2.

Rencana Induk Pattimura

3.

Rencana Induk Sam Ratulangi


(Finalisasi)
RJPP 2009 - 2013

4.

Quality

Telah dilaksanakan pengukuran koordinat,


dan dalam proses penyusunan laporan
Telah dilaksanakan pengukuran koordinat
dan finalisasi
Proses pengukuran dan finalisasi
Konsep RJPP ke Komisaris

5.

Airport
Service
(13 bandara)

Survey

6.

Highest & Best Use lahan komersial

TOR dan RAB selesai, sedang dalam proses


persetujuan program dan dana
Proses Panitia Pelelangan

2.7 ASPEK KEUANGAN


2.7.1. Keuangan
Realisasi program keuangan dan akuntansi antara lain :
NO
1.

PROGRAM KERJA
Mempertahankan dan meningkatkan
kinerja keuangan

REALISASI
Realisasi kinerja
keuangan s.d.
Triwulan III 2009 mencapai skor 32,00
atau di atas target yang ditetapkan
sebesar 29,00.

Telah dilakukan Workshop


Business Process dan pembuatan
flowchart yg berbasis ERP.

Telah dilakukan penunjukan


Konsultan Pendamping.

2.

Penyempurnaan
Sistem
Informasi
Keuangan yang berbasis website

3.

Penerapan Balanced Scorecard dalam


penilaian kinerja perusahaan

4.

Mengikuti Annual Report Awards

5.

Menyiapkan Laporan Triwulanan dan


Tahunan tepat waktu

Laporan Triwulanan Tahun 2009 dan


Laporan Semester I Tahun 2009 telah
dilaporkan tepat waktu.

6.

Mempercepat
proses
penyelesaian
status BPYBDS menjadi Penyertaan
Modal Negara (PMN)

Telah terbit Rancangan Peraturan


Pemerintah (RPP) atas pengalihan
BPYBDS menjadi Penyertaan Modal
Negara (PMN) dari Dep. Keuangan.

Telah dilakukan kajian awal


dan draft cascading korporat,
bandara dan Warehousing.

Sertifikasi
bagi
Scorecard
Keeper.
Meraih peringkat ke-3 terbaik dari 20
peserta dan peringkat umum ke-55 dari
167 peserta dalam kategori BUMN Non
Keuangan Non Listed.

22

RKAP TAHUN 2010

NO
7.

PROGRAM KERJA
Optimalisasi Pengelolaan Dana melalui
penempatan dana pada pasar uang dan
pasar modal

8.

Sosialisasi Ketentuan Umum Perpajakan


(KUP)

9.

Pengajuan banding ke Pengadilan Pajak


atas
PPN
Jasa
Penerbangan
Internasional tahun buku 2009 bulan
Desember

10.

Risk
Assessment
untuk
kegiatan
pengelolaan dana oleh pihak independen

11.

Memperkecil tunggakan piutang Garuda


termasuk Mandatory Convertible Bond
(MCB) dengan mengajukan konversi
terhadap kepemilikan saham Garuda dan
anak perusahaannya

REALISASI
Pendapatan (return) yang diperoleh
melalui penempatan dana di pasar
uang dan pasar modal s.d. Triwulan III
2009 sebesar Rp. 146,25 Milyar,
berada di atas anggaran sebesar
81,95% dari yang ditargetkan sebesar
Rp. 80,38 Milyar.
Telah dilaksanakan sosialisasi ke
seluruh cabang
Permohonan
pengajuan
Sidang
Banding di Pengadilan Pajak atas PPN
Jasa Penerbangan Internasional tahun
buku 2006 telah selesai, dan saat ini
menunggu pembacaan keputusan
Risk
Assessment
oleh
pihak
independen tidak dilakukan karena
optimalisasi dana di tahun 2009 hanya
dilakukan dalam bentuk deposito dan
sebagian besar 92% di bank
pemerintah dan sisanya di Bank
Bukopin (Bank Nasional)

TMT 9 Feb. 2009 PT AP-I


menjadi salah satu pemegang
saham di PT. Garuda Indonesia,
tercantum dalam surat kolektif
saham PT. Garuda Indonesia yang
mewakili sejumlah 124.248 lembar
saham
dengan
nomor
urut
0007826565
s.d
0007950812
dengan
Nilai
Nominal
Rp.124.248.000.000,
Telah
ditandatanganinya
perjanjian konversi piutang menjadi
pinjaman pemegang saham dengan
nomor :
SP.51/ku.19/2009.DU
DS/PERJ/DZ-3119/2009
Antara PT AP-I dan PT. Garuda
Indonesia pd tgl 27 Mei 2009 di
Gedung Kementrian BUMN yang
disaksikan Bpk. Mentri Negara
BUMN. Perjanjian tersebut adalah
merupakan konversi Piutang Macet
PT. Garuda Indonesia sebesar $
8.872.465,91 dan dikonversikan
menjadi
Rp.92.388.987.521,dengan kurs USD1 = Rp.10.413,menjadi pinjaman dari
PT AP-I
selaku pemegang saham kepada PT
Garuda Indonesia
Dengan butir-butir kesepakatan sbb:
1) Rangking hutang adalah hutang
subordinasi dan dicatat oleh AP-I
sebagai pinjaman dari pemegang
saham
2) Denda
bagi keterlambataan
pembayaran bunga sebesar 2%
per tahun s.d maksimum 5% dari

23

RKAP TAHUN 2010

NO

PROGRAM KERJA

12.

Melaksanakan
Nota
Kesepahaman
(MoU) dengan Perusahaan Penerbangan
untuk
pemberlakuan
jaminan
(Guarantee)

13.

Penerapan Early Warning System dalam


pengendalian anggaran, agar terdapat
peningkatan kinerja realisasi

14.

Melanjutkan pembinaan terhadap mitra


binaan yang mengalami kesulitan dalam
pengelolaan usahanya

15.

Melanjutkan program pameran dan


promosi terhadap Mitra Binaan yang
unggul

16.

Implementasi Akuntansi PKBL sesuai


pedoman
akuntansi
PKBL
dari
Kementerian Negara BUMN

17.

Penyempurnaan sistem aplikasi PKBL


sesuai
ketentuan
waktu
yang
diberlakukan Kantor Kementerian Negara
BUMN

REALISASI
kewajiban tertunggak.
3) Pembayaran bunga
adalah
setiap 3 bulan dan bunga
mengacu kepada SBI 3 bulan
(periode sebelumnya) + 0,9%
4) Cicilan
pokok, pembayaran
dimulai
pada
saat
penandatanganan
perjanjian
pinjaman sebesar 1%, akhir
tahun kedua 5%, akhir tahun
ketiga 7,5%, akhir tahun keempat
10%, akhir tahun kelima 12,5%,
akhir tahun keenam sebesar
15% dan pelunasan 49% di akhir
tahun ketujuh.
Telah
dibuat
draft
Perjanjian
Pelayanan Jasa Kebandarudaraan
antara PT. AP I dengan Airlines yang
akan
berlaku
efektif
per
1
Januari
2009
dan
sedang
dikoordinasikan dengan PT. AP II.
Secara umum total Biaya Operasional
masih di bawah anggaran sebesar
4,43%.

Secara berkala telah dilakukan


kunjungan ke Mitra Binaan untuk
melakukan
monitoring
perkembangan usaha Mitra Binaan,
pembinaan dan pemberian saran
terhadap
permasalahan
yang
dihadapi
Mitra
Binaan,
serta
penagihan

Kolektibilitas pinjaman 75%


(skor=3).

Pameran Gelar Karya PKBL


BUMN

Pameran Inacraft 2009

Pameran NTB Expo 2009

Pameran ICRA

Pameran Indocraft
Akuntansi PKBL masih menggunakan
format lama, menunggu penyelesaian
pengadaan aplikasi PKBL baru yang
sesuai dengan Pedoman Akuntansi
PKBL dari Kementerian Negara BUMN
Sistem Aplikasi Akuntansi PKBL masih
dalam
proses
penyempurnaan
sehingga aplikasi tersebut dapat
segera
berfungsi
sebagaimana
mestinya.

Selain itu terdapat beberapa realisasi program kerja di luar program kerja RKA
2009, yaitu:

24

RKAP TAHUN 2010

NO
1.

PROGRAM KERJA
Penyempurnaan Pedoman Akuntansi
sesuai revisi PSAK terbaru

REALISASI
Bekerjasama dengan BPKP Pusat dalam
penyempurnaan Pedoman Akuntansi

2.

Inventarisasi
aset
dalam
rangka
pengamanan aset yang bermasalah
sesuai Surat Edaran Meneg BUMN
No.09 / MBU/2008 tanggal 23 Mei 2008
Inventarisasi aset atas pemisahan Unit
MATSC dari Bandara Sultan Hasanuddin

Telah dibentuk Tim dan akan melakukan


inventarisasi ke Bandara dan Kantor Pusat

3.
4.

Inventarisasi aset tidak produktif s.d.


tahun
2007
untuk
diusulkan
penghapusan kepada Pemegang Saham

5.

Penilaian aset terminal beserta fasilitas


pendukungnya oleh Konsultan Appraisal
Independen

Telah dilaksanakan inventarisasi aset dan


telah dicatat dalam Neraca Pembukuan Unit
MATSC
Telah dilakukan inventarisasi bersama
Komite Audit ke bandara dan akan segera
diusulkan
penghapusannya
kepada
Pemegang Saham
Telah
ditunjuk
Konsultan
Appraisal
Independen dan saat ini dalam penyelesaian
Laporan Draft Final

2.7.2. Prognosa Laba/(Rugi)


Prognosa Laba Perusahaan tahun 2009 sebesar Rp.
510,12 Milyar atau deviasi positif 13,49% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 449,49 Milyar. Prognosa Laba
(Rugi) adalah sebagaimana pada tabel berikut :
Table 2.8

Prognosa Laba/(Rugi) Tahun 2009


(Rp. juta)

a.

Prognosa Laba Operasi sebesar Rp. 403,91 Milyar


atau deviasi positif 10,75% terhadap anggarannya
sebesar Rp. 364,71 Milyar.

b.

Prognosa Laba Non Operasi sebesar Rp. 106,20


Milyar atau deviasi positif 25,27% dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 84,78 Milyar.

25

RKAP TAHUN 2010

2.7.3 Prognosa Neraca Perusahaan


Prognosa Total Aktiva tahun 2009 sebesar Rp.8,70 Triliun
mengalami
deviasi
positif
6,05%
dibandingkan
anggarannya sebesar Rp. 8,21 Triliun karena adanya
peningkatan pada aktiva lancar dan aktiva tidak
berwujud. Gambaran Prognosa Neraca 2009 dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 2.9

Prognosa Neraca Tahun 2009


(Rp.juta)

2.7.4 Prognosa Arus Kas Perusahaan


Prognosa arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp.
656,85 Milyar atau deviasi positif 31% dari anggarannya
sebesar Rp. 502,28 Milyar.
Prognosa arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
investasi sebesar Rp. 345,09 Milyar atau deviasi negatif
57% dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 796,86
Milyar.
Prognosa arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp.
145,10 Milyar atau deviasi negatif 29% dibandingkan
26

RKAP TAHUN 2010

anggarannya sebesar Rp. 112,62 Milyar yang disebabkan


antara lain oleh rendahnya daya serap investasi.
Prognosa Kas dan Setara Kas pada akhir periode sebesar
Rp. 1,93 Triliun atau meningkat 93% dibandingkan
anggaran.
Tabel 2.10

Prognosa Arus Kas Tahun 2009

2.7.5 Prognosa Rasio Keuangan Perusahaan


Prognosa Rasio Keuangan Perusahaan bila dibandingkan
dengan targetnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.11

Prognosa Rasio Keuangan Tahun 2009


N
O
1
2
3
4
5
6
7
8

URAIAN
RETURN ON EQUITY (%)
RETURN ON INVESMENT (%)
CASH RATIO (%)
CURRENT RATIO (%)
COLLECTION PERIOD (hari)
INVENTORY TURN OVER (hari)
TOTAL ASSET TURN OVER (%)
Total Modal Sendiri thdp Total
Asset

TARGET
TH. 2009
4.61
10.32
230.77
363.00
66
1
25.89
34.24

PROGNOS
A
TH. 2009
5.19
10.50
313.59
421.99
54
1
27.41
35.36

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa prognosa Rasio


Keuangan mengalami peningkatan khususnya untuk
Return On Equity dan Cash Ratio serta Total Asset Turn
Over, Return On Investment naik disebabkan tercapainya
prognosa Laba.
27

RKAP TAHUN 2010

2.7.7 Prognosa Tingkat Kesehatan Perusahaan


Prognosa Tingkat Kesehatan Perusahaan tahun 2009
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.12

Prognosa Tingkat Kesehatan Tahun 2009


NO
I.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

II.
1
2
3
4
5
III
1.
2.
3.
4.

U R A I AN
ASPEK KEUANGAN :
ROE
ROI
CASH RATIO
CURRENT RATIO
COLLECTION PERIOD
INVENTORY TURN OVER
TOTAL ASSET TURN OVER
RATIO MODAL SENDIRI THD
TOTAL ASSET
JMLH
SKOR
ASPEK
KEUANGAN
ASPEK OPERASIONAL :
PJP4U
PJP
PJP2U
Counter
Aviobridge
JMLH SKOR ASPEK
OPERASIONAL
ASPEK ADMINISTRASI :
LAP. PERHITUNGAN TAHUNAN
RANCANGAN RKAP
LAPORAN PERIODIK
KINERJA PUKK
JMLH SKOR ASPEK
ADMINISTRASI
TOTAL
TINGKAT KESEHATAN
PERUSAHAAN

RKAP TH.
2009

PROGNOS
A 2009

5.00
5.00
3.00
3.00

5.00
5.00
3.00
3.00

3.50
4.00
1.00
6.00

4.00
4.00
1.00
6.00

30.50

31.00

12.00
6.00
6.00
6.00
5.00
35.00

12.00
6.00
6.00
6.00
5.00
35.00

3.00
3.00
3.00
6.00
15.00

3.00
3.00
3.00
6.00
15.00

80.50
Sehat
AA

81.00
Sehat
AA

Prognosa tingkat kesehatan tercapai dari total skor 80.50


menjadi 81.00, aspek keuangan mencapai 30.00
diakibatkan Collecton Period diatas target 0,5.

28