Anda di halaman 1dari 4

Produktivitas Primer dalam Ekosistem Alami

Produktivitas primer dapat dinyatakan dalam energi per satuan luas per
satuan waktu (J/mr/tahun), atau sebagai biomassa (berat) vegetasi yang
ditambahkan ke ekosistem per satuan luasan per satuan waktu (g/m 2/tahun).
Biomassa umumnya dinyatakan sebagai berat kering bahan organik, karena
molekul air tidak mengandung energi yang dapat digunakan, dan karena
kandungan air tumbuhan bervariasi dalam jangka waktu yg singkat. Produktivitas
primer suatu ekosistem hendaknya tidak dikelirukan dengan total biomassa dari
autotrof fotosintetik yg terdapat pada suatu waktu tertentu, yang disebut biomassa
tanaman tegakan (standing crop biomass).
produktivitas primer dari ekosistem alami sangat berpariasi besarnya,baik
secara spesial maupin temporal.hal ini di sebabkan oleh 3 faktor atai keadaan
utama:
Intensitas dan arah sinar matahari
1. Masukan tahunan energy matahari secara global sangat berparisi dari yang
tertinggi di tropic sampai yang terendah di daerah kutub.dengan demikian
produktivitas pontensial tertinggi terdapat di tropic yang kemudian
2.

semakin merendah secara latitudinal


Pembatasan lingkungan
Meskipun sinar matahari berlebihan atau melimpah produktivitas primer
mungkin saja rendah akibat factor lingkungan tertentu,seperti kekurangan
atau ketiadaan air,suhu yang rendah,dan atau kekurangan nutrisi tanah.

3. Komposisi

dan

struktur

komunitas

Seperti

telash

diuraikan

terdahulu,factor-faktor jenis tumbuhan ,bentuk tumbuhan,dan jarak antar


pohon mempunyai peranan yang menentukan terhadap produktivitas
primer ini.
Produktivitas di ekosistem alami
Semua pengukuran yang dilakuakan di ekosistem alami memperlihatkan
harga prodiktuvitas primer kasar atau kotor yang rendah.

Secara garis besar produktivitas primer ekosistem alami dapat dikelompokkan


dalam tiga kategori yaitu:
1. Relatif tidak produktif, termasuk di dalamnya: lautan terbuka dan
padang pasir. Produktivitasnya lebih rendah dari 0,1 gram/m/hari.
2. Produktivitas medium, meliputi: padang rumput semi kering,
pantai llaut, danau dangkal, dan hutan di tanah kering. Harga
produktivitasnya berkisar antara 1-10 gram/m/hari.
3. Sangat produktiv, meliputi: estuaria, sistem koral, hutan lembab,
paparan

aluvial,

dan

daerah

pertanian

yang

intensif.

Produktivitasnya antara 10-20 gram/m/hari.


Gambaran Umum Produktivitas Ekosistem
a. sebagian besar prosentase permukaan bumi berada dalam kategori
produktivitas yang rendah, akibat tidak adanya air seperti padang pasir
atau kekurangan hara seperti lautan dalam.
b. produktivitas lautan pada kenyataannya

lebih

rendah

daripada

produktivitas daratan. Hal ini diakibatkan oleh beberapa penyebab, yang


paling tinggi adalah tingginya prosentase energi yang dipakai dalam
respirasi oleh pitoplangton, dan akibat kekurangan har terutama pada
lapisan permukaan air.
c. ekosistem yang paling produktif adalah ekosistem terbuka, memiliki
komunikasi yang intensif terhadap ekosisitem lainnya (adanya masukan).
Misalnya estuaria, rawa dan koral dan kesemuanya, mendapatkan masukan
nutrisi dari daerah sekitarnya. Sistem setengah tertutup dengan siklus
nutrisi yang mandiri umumnya kurang produktif
.Produktivitas dalam ekosistem pertanian
Groekosistem

(ekosistem pertanian) ditandai oleh komunitas yang

monospesifik dengan kumpulan beberapa gulma. Ekosistem pertanian sangat peka


akan kekeringan,fros t, hama/penyakit sedangkan pada ekosistem alam dengan
komunitas yang kompleks dan banyak spesies mempunyai kemampuan untuk
bertahan terhadap gangguan iklim dan makhluk perusak. Dalam agroekosistem,
tanaman dipanen dan diambil dari lapangan untuk konsumsi manusia/ternak

sehingga tanah pertanian selalu kehilangan garam-garam dan kandungan unsurunsur antara lain N, P, K, dan lain-lain. Untuk memelihara agar keadaan
produktivitas tetap tinggi kita menambah pupuk pada tanah pertanian itu. Secara
fungsional agroekosistem dicirikan dengan tingginya lapis transfer enersi dan
nutrisi terutama di grazing food chaindengan demikian hemeostasis kecil.
Produktivitas dalam ekosistem daerah pertanian sekurang-kurangnya dapat
di jelaskan sebagai berikut :
a. Pemanfaatan rata-rata energi matahari oleh ekosistem alami adalah dua
sampai tujuh kali rata-rata yang dipakai oleh tananam pertanian. Hal ini
memiliki implikasi yang sangat luas. Berarti semua atau setengah dari pola
produksi makanan kurang efisien. Bila ekosistem alami ini dikonversi
menjadi ekosistem pertanian efisiensinya menurun. Rata-rata produktivitas
biji-bijian dunia sekitar 2 grm/m2/hari, ini merupakan angka rendah jika
dibandingkan dengan ekosistem alami
b. Dalam beberapa daerah iklim,sistem petanian yang memanfaatkan energi
surya sepenuhnya adalah tanaman yang selama setahun penuh mempunyai
penutupan atau kanopi yang rapat. Dalam hal ini pertanian tumpang sari
adalah gambaran system pertanian yang efisien. Jumlah klorofil per unit
are adalah tinggi,sehingga energi lebih banyak yang dimanfaatkan.
c. Pada kenyataannya semua produktivitas yang diperkirakan untuk pertanian
memerlukan subsidi energi. Pertanian memerlukan subsidi energi bahan
bakar untuk traktor atau untuk mengolah tanah, memberikan pupuk,
pestisida dan yang lainnya. Apabila kesemuanya diperhitungkan maka
efisiensi ekosistem sangat rendah.
Efesiensi ekologis
Efesiensi ekologis adalah persentase energy yang ditransfer dari suatu
tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya ,atau rasio produktivitas bersih pada
suatu

tingkat

dibawahnya.edesiensi

ekologis

sangat

bervariasi

pada

organisme,yang umumnya berkisar mulai dari 5% sampai 20%.dengan kata laim


80% samapai 95% energy yang tersedia pada suatu tingkat trofik tidak pernah
ditransfer ke tingkat berikutnya. Hilangnya energy secara multifikatif dari suatu
rantai makanan dapat digambarkan secara diagram piramida produktifitas
(pyramid of productivirty), dimana tingkat tropic di tumpukan dalam balok-balok
dengan produsen primer sebagai dasar piramida itu.
.Implikasi bagi nutrisi manusia

Selama kenyataannya bahwa produktivitas baik system alami maupun


system pertanian adalah rendah,haruslah dilakukan usaha peningkatannya.caranya
yang memungkinkan adalah mengurangi factor pembatas,misalnya dengan
pembuatan irigasi pada daerah kering ,penyilangan dengan jenis unggul,dan
peningkatan teknologi pertanian.
Jika produktifitas alami rendah maka haruslah di lakukan usaha untuk
meningkatkannya untuk memenuhi kebutuhan manusia.