Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Hukum Acara Pidana Menurut R.

Soesilo adalah Hukum yang mengatur tentang cara bagaimana


mempertahankan atau menyelenggarakan hukum pidana materil, sehingga dapat memperoleh keputusan hakim
dan cara bagaimana isi keputusan itu harus dilaksanakan.
Menurut J.C.T. Simorangkir, Pengertian Hukum Acara Pidana ialah hukum acara yang melaksanakan dan
mempertahankan hukum pidana materil.
Van Bemmelen mengemukakan Pengertian Hukum Acara Pidana yaitu mempelajari peraturan-peraturan yang
diciptakan oleh negara, karena diduga terjadi pelanggaran undang-undang pidana.
Pengertian Hukum Acara Pidana Menurut Pramadyaa Puspa adalah ketentuan-ketentuan hukum yang mengatur
dengan cara bagaimana tertib hukum pidana harus di tegakkan atau dilaksanakan dengan baik, seandainya terjadi
pelanggaran dan dengan cara bagaimanakah negara harus menunaikan hak pidana atau hak menghukumnya kepada
si pelanggar hukum (terdakwa) seandainya terjadi sesuatu pelanggaran hukum pidana pihak negara diwakili oleh
penuntut umum atau jaksa di mana jaksa harus menuntut (mengajukan) tuntutan perkara itu di muka pengadilan.
Menurut Soesilo Yuwono, Pengerian Hukum Acara Pidana ialah Ketentuan-ketentuan hukum yang memuat
tentang hak dan kewajiban dari mereka yang tersangkut dalam proses pidana serta tata cara dari suatu proses
pidana.
Dari Pengertian Hukum Acara Pidana diatas dapat disimpulkan bahwa, Pengertian Hukum Acara Pidana adalah
Hukum yang mengatur tata cara mempertahankan dan menyelenggarakan hukum pidana materil di dalam
persidangan.

Hukum acara pidana merupakan pelengkap dari hukum pidana atau dengan kata lain hukum acara pidana sering disebut sebagai
hukum pidana formil. Beberapa ahli yuris memberikan defenisi dari hukum acara pidana antara lain:
1.

Simon: Hukum yang mengatur cara-cara Negara dengan alat-alat perlengkapannya mempergunakan haknya untuk
menghukum dan menjatuhkan hukuman.

2.

Van Bemmelen: Kumpulan ketentuan-ketentuan hokum yang mengatur bagaimana cara Negara, bila dihadapkan suatu
kejadian yang menimbulkan syak wasangka telah terjadi suatu pelanggaran hukum pidana, dengan perantaraan alatalatnya mencari kebenaran, menetapkan dimuka hakim suatu keputusan mengenai perbuatan yang didakwakan,
bagaimana hakim harus memutuskan suatu hal yang telah terbukti, dan bagaimana keputusan itu harus dijalankan.

3.

J. De Bosch Kemper : Sejumlah asas-asas dan peraturan-peraturan undang-undang yang mengatur hak Negara untuk
menghukum bilamana undang-undang pidana dilanggar.

4.

Sudarto : aturan-aturan yang memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum

5.

P. Achmad Soemadipradja : Hukum yang mempelajari peraturan yang diadakan oleh Negara dalam hal adanya
persangkaan telah dilanggarnya undang-undang pidana.

6.

Wiryono Prodjodikoro : merupakan suatu rangkaian peraturan-peraturan yang memuat cara bagaimana badan
pemerintah yang berkuasa (Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan) harus bertindak guna mencapai tujuan Negara
dengan mengadakan hukum pidana

FUNGSI DAN TUJUAN HAP


FUNGSI HAP :
CARA & UPAYA MEMERIKSA DAN MEMPROSES SUATU TINDAK PIDANA YANG DIDUGA TERJADI SAMPAI PADA
PELAKSANAAN PUTUSAN ATAS DUGAAN TERSEBUT

TUJUAN HAP :
UNTUK MENCARI DAN MENDAPATKAN ATAU SETIDAKNYA MENDEKATI KEBENARAN MATERIL DARI SUATU
PERKARA PIDANA

TUGAS POKOK HAP

MENCARI DAN MENDAPATKAN KEBENARAN MATERIL

MEMBERIKAN SUATU PUTUSAN HAKIM

MELAKSANAKAN PUTUSAN HAKIM

SUBJEK DAN OBJEK HAP

SUBJEK HAP :

ARTI SEMPIT :

POLISI, JAKSA, HAKIM, PENGACARA


ARTI LUAS :

SETIAP ORANG

OBJEK HAP :

KEPENTINGAN HUKUM MASYARAKAT KETERTIBAN HUKUM

KEPENTINGAN HUKUM INDIVIDU HAM

SUMBER H.A.PIDANA

KUHAP

UU TENTANG INSTANSI TERKAIT:

UU KEKUASAAN KEHAKIMAN

UU PERADILAN UMUM

UU MAHKAMAH AGUNG

UU KEPOLISIAN

UU KEJAKSAAN, DLL

UU TINDAK PIDANA KHUSUS

SUMBER H.A.PIDANA

UU NOMOR 8 TAHUN 1981

UU NOMOR 4 TAHUN 2004

UU NOMOR 5 TAHUN 2004 JO UU NOMOR 14 TAHUN 1985

UU NOMOR 2 TAHUN 2002

UU NOMOR 16 TAHUN 2004

UU NOMOR 18 TAHUN 2003

UU NOMOR 12 TAHUN 1995

FUNGSI / TUJUAN HUKUM ACARA PIDANA


1. Fungsi Penegakan Hukum
2. Tujuan Mencari dan Mendapatkan Kebenaran Materiil
3. Melaksanakan Putusan Pengadilan
4. Tujuan Melindungi Hak Asasi Manusia

Tujuan Hukum Acara Pidana sangat erat hubungannya dengan tujuan Hukum Pidana, yaitu menciptakan ketertiban,
ketentraman, kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Hukum Pidana memuat tentang rincian perbuatan
yang termasuk perbuatan pidana, pelaku perbuatan pidana yang dapat dihukum, dan macam macam hukuman yang
dapat dijatuhkan kepada pelanggar hukum pidana. Sebaliknya Hukum Acara Pidana mengatur bagaimana proses yang
harus dilalui aparat penegak hukum dalam rangka mempertahankan hukum pidana materiil terhadap pelanggarnya.

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa kedua hukum tersebut saling melengkapi, karena tanpa hukum pidana,
hukum acara pidana tidak berfungsi. Sebaliknya tanpa hukum acara pidana, hukum pidana juga tidak dapat dijalankan
(tidak berfungsi sesuai dengan tujuan). Fungsi dari Hukum Acara Pidana adalah mendapatkan kebenaran materiil,
putusan hakim, dan pelaksanaan keputusan hakim.