Anda di halaman 1dari 16

KEPERAWATAN MATERNITAS

Istilah-istilah Kehamilan
1. A term atau full term adalah seorang bayi yang lahir setelah usia kehamilan 37
minggu
2. Abortus adalah pengeluaran buah kehamilan (hasil konsepsi) sebelum akhir minggu
ke 20.
3. ANC(antenatal care) adalah asuhan yang diberikan untuk ibu sebelum persalinan atau
prenatal care
4. Antenatal / antepartum adalah sebelum persalinan
5. DJJ (Detak Jantung Janin): dihitung selama 1 menit dengan nilai normal 120 sampai
160 Permenit
6. Ektopik adalah suatu kehamilan yang terjadi diluar rahim
7. Embrio/mudigah: digunakan sampai usia kehamilan 11 minggu
8. Gestasi adalah usia kehamilan atau lamanya waktu sejak konsepsi
9. Gravida adalah jumlah berapa kali seorang wanita hamil
10. Graviditas : kehamilan
11. HB/ haemoglobin adalah salah satu tindakan laboratorium yang dilakukan pada masa
antenatal care
12. Intrapartum adalah selama dalam persalinan
13. IUFD adalah Intra Uterine Fetal Death atau kematian janin dalam rahim
14. IUGR atau Intra Uterine Growth retardation/ Restriction adalah pertumbuhan janin
yang terlambat didalam rahim
15. Janin/fetus: digunakan setelah usia kehamilan 11 minggu
16. LMP adalah Last Menstrual period atau hari pertama haid terakhir
17. Masa nifas: periode segera setelah kelahiran bayi hingga 40 hari (6 minggu)
dimana tubuh ibu kembali ke kondisi sebelum hamil
18. Multigravida adalah seorang wanita yang sudah pernah hamil 2 kali atau lebih
19. Multipara adalah seorang wanita yang sudah mengalami hamil dengan usia kehamilan
minimal 28 minggu dan telah melahirkan buah kehamilannya 2 kali atau lebih
20. Neonatal adalah 28 hari pertama setelah bayi lahir (usia bayi 0-28 hari)
21. Neonatal dini adalah tujuh hari pertama setelah bayi lahir (usia bayi 0-7 hari)
22. Nillipara yaitu seorang wanita yang belum pernah menyelesaikan kehamilannya
melebihi usia abortus.
23. Nulligravida adalah seorang wanita yang belum pernah hamil
24. Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan dengan usia
kehamilan lebih dari 28 minggu/ belum pernah melahirkan janin yang mampu hidup
diluar rahim
25. Paritas atau para adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu
hidup diluar rahim (28 minggu)
26. Parturience adalah seorang wanita yang sedang dalam persalinan
27. Parturient atau confinement adalah proses persalinan dan kelahiran
1

28. Perinatal adalah periode antara 28 minggu usia kehamilan dan hari ke 28 setelah bayi
lahir
29. Paterm : lahir usia 20 minggu kurang dari 37 minggu
30. Puerpera yaitu seorang wanita yang baru melahirkan
31. Postnatal atau postpartum adalah masa setelah persalinan
32. Postmatur/postterm: janin dengan usia kehamilan lebih dari 42 minggu
33. PPH atau Postpartum Hemorrhage adalah perdarahan yang hebat setelah persalinan
perdarahan paska persalahan
34. Premature adalah seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan antara 28 dan 37
minggu
35. Prenatal adalah selama kehamilan
36. Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya
37. Primipara adalah seorang wanita yang baru pertama kali melahirkan dimana janin
mencapai usia kehamilan 28 minggu atau lebih
38. Trimester adalah periode selama 3 bulan
39. Viabilitas : kapasitas untuk hidup diluar uterus (20 mg kehamilan/BJ>500gr)

Perubahan-Perubahan yang Terjadi selama Kehamilan


1. Trimester Pertama
a. Perubahan Biologis
Pada masa kehamilan terjadi suatu perubahan yang sangat berarti
dalam siklus kehidupan seorang wanita dan pasangannya, dimulai dari
peristiwa konsepsi, perkembangan kehamilan, proses persalinan dan transisi
peran. Pada trimester pertama kehamilan, banyak terjadi perubahan pada
tubuh ibu hamil dimana terjadi peningkatan kadar hormon hCG (human
Corionic Gonadotropin) dan progesteron, sehingga sering mual-mual dan
muntah, terutama pada pagi hari, merasa cepat lelah dan mudah mengantuk.
Perasaan mual muntah ini akan berakhir pada akhir trimester satu. Sejak
trimester pertama juga terjadi penekanan pada ureter oleh uterus sehingga
2

uretra mengalami dilatasi yang mengakibatkan keinginan untuk buang air


kecil pada ibu hamil meningkat (Reeder, et al., 1997).
1) Perubahan Fisik pada Trimester I
Menurut Kurnia (2009, p. 185-189), perubahan fisik pada trimester I
adalah:
a) Pembesaran Payudara
Payudara akan membesar dan mengencang, karena terjadi
peningkatan

hormon

kehamilan

yang

menimbulkan

pelebaran

pembuluh darah dan untuk mempersiapkan pemberian nutrisi pada


jaringan payudara sebagai persiapan menyusui.
b) Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini
dikarenakan rahim yang membesar dan menekan kandung kencing.
Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan akan muncul
kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh
kepala janin.

c) Konstipasi
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena
peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot
sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun keuntungan dari keadaan
ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik saat
hamil.
d) Morning Sickness, mual dan muntah
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual
dimulai sejak awal kehamilan. Mual muntah diusia muda disebut
morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi
setiap saat.
3

e) Merasa lelah
Hal ini terjadi karena tubuh bekerja secara aktif untuk
menyesuaikan secara fisik dan emosional untuk kehamilan. Juga
peningkatan hormonal yang dapat mempengaruhi pola tidur.
f) Sakit Kepala
Sakit kepala yang lebih sering dialami oleh pada ibu hamil pada
awal kehamilan karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh
sehingga ketika akan mengubah posisi dari duduk / tidur ke posisi yang
lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah merasa sulit beradaptasi.
Sakit kepala / pusing yang lebih sering daripada biasanya dapat
disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola makan yang
berubah, perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit
kepala.
g) Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat
menstruasi di bagian perut bawah atau rasa sakit seperti ditusuk yang
timbul hanya beberapa menit dan tidak menetap adalah normal. Hal ini
sering terjadi karena adanya perubahan hormonal dan juga karena
adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan
ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
h) Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus
menerus dianggap normal sebab hal ini termasuk gejala morning
sickness.
i) Peningkatan Berat Badan
Pada akhir trimester pertama wanita hamil akan merasa
kesulitan memasang kancing / rok celana panjangnya, hal ini bukan
berarti ada peningkatan berat badan yang banyak tapi karena rahim
telah berkembang dan memerlukan ruang juga, dan ini semua karena
4

pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan


hormon progresteron yang menyebabkan tubuh menahan air.
b. Perubahan Psikologi
Pada trimester pertama ibu merasakan ragu-ragu akan kehamilannya,
ambivalen (konflik perasaan), timbul reaksi syok ataupun terkejut dan sering
diperlihatkan ibu setelah mengetahui kehamilannya. Perasaan ini muncul
karena mungkin ibu tidak tahu apa yang harus dilakukan, masalah finansial,
perasaan takut terjadi aborsi dan takut adanya perubahan identitas diri (Cohen,
Kenner & Holling Sworth, 1991 dalam Nichols & Humanick, 2000). Pada
trimester ini ibu hamil lebih banyak berfokus pada diri sendiri, karena
perasaan tidak nyaman akibat perasaan mual, muntah, letih dan seringkali
keinginan seksualnya menurun (Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2005).
Perubahan psikologis pada trimester I (periode penyesuaian) Menurut
Sulistyawati (2009, p. 76-77), perubahan psikologis pada trimester I adalah:
a) Ibu merasa tidak sehat dan kadang-kadang merasa benci dengan
kehamilannya
b) Kadang muncul penolakan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan kadang ibu
berharap agar dirinya tidak hamil saja
c) Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini
dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya
d) Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian
dengan seksama
e) Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang
yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan
merahasiakannya
c. Perubahan Sosial
Faktor sosbud yang berpengaruh pada trimester I ( 0 12 minggu)
Dampak positif:

Upacara 3 bulanan supaya tidak keguguran dan pertumbuhan jiwa serta

pemenuhan nutrisi ibu dan janin.


Ngidam segera dipenuhi untuk dapat meningkatkan nutrisi ibu dan

janin.
Olahraga supaya tidak malas mampu membantu memperkuat otot

panggul
Minum jamu kunir dan madu mamapu menghilangkan bau badan.

Dampak negatif:

Tidak boleh menjahit saat hamil atresia ani


Minum jamu anton muda ketuban keruh dan bayi aspheksia.
Tidak boleh mengalungkan sesuatu pada leher lilitan tali pusat.
Minum alkohol menyebabkan fetal alcohol syndrome lahir dengan
kelainan jantung.

2. Trimester Kedua
a. Perubahan Biologis
Pada trimester kedua, kehamilan mulai tampak seiring dengan
bertambah besarnya janin, berat badan semakin meningkat. Dengan
menurunnya hCG maka estrogen mulai meningkat dan menstimulasi
perkembangan uterus dan payudara. Selain itu, terjadi peningkatan produksi
aldosteron oleh kelenjar adrenal sebagai respon protektif terhadap peningkatan
pengeluaran

sodium.

Hal

ini

merupakan

upaya

mempertahankan

keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Pada trimester ini terjadi


peningkatan kebutuhan protein, lemak dan karbohidrat (Ladewig, et al., 2002).
Perubahan fisik pada trimester II menurut Kurnia (2009, p. 190-194),
perubahan fisik pada trimester II adalah:
a) Perut semakin membesar: Setelah usia kehamilan 12 minggu, rahim akan
membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan tumbuh
6

sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu, bagian teratas rahim


sejajar dengan puser (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi pada
kebanyakan wanita, perutnya akan mulai membesar pada kehamilan 16
minggu.
b) Sendawa dan buang angin: Sendawa dan buang angin akan sering terjadi
pada ibu hamil hal ini sudah biasa dan normal karena akibat adanya
perenggangan usus selama kehamilan. Akibat dari hal tersebut perut ibu hamil
akan terasa kembung dan tidak nyaman.
c) Rasa panas di perut: Rasa panas diperut adalah keluhan yang paling sering
terjadi selama kehamilan, karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang
membesar dan juga pengaruh hormonal yang menyebabkan rileksasi otot
saluran cerna sehingga mendorong asam lambung kearah atas.
d) Pertumbuhan rambut dan kuku: Perubahan hormonal juga menyebabkan
kuku bertumbuh lebih cepat dan rambut tumbuh lebih banyak dan kadang di
tempat yang tidak diinginkan, seperti di wajah atau di perut. Tapi, tidak perlu
khawatir dengan rambut yang tumbuh tak semestinya ini, karena akan hilang
setelah bayi lahir.
e) Sakit perut bagian bawah: Pada kehamilan 18-24 minggu, ibu hamil akan
merasa nyeri di perut bagian bawah seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau
dua sisi. Hal ini karena perenggangan ligamentum dan otot untuk menahan
rahim yang semakin membesar. Nyeri ini hanya akan terjadi beberapa menit
dan bersifat tidak menetap.
f) Pusing: Pusing menjadi keluhan yang sering terjadi selama kehamilan
trimester kedua, karena ketika rahim membesar akan menekan pembuluh
darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
g) Hidung dan Gusi berdarah: Hal ini juga terjadi karena peningkatan aliran
darah selama masa kehamilan. Kadang juga mengalami sumbatan di hidung.
Ini disebabkan karena adanya perubahan hormonal.
h) Perubahan kulit: Ibu hamil akan mengalami perubahan pada kulit.
Perubahan tersebut bisa berbentuk garis kecoklatan yang dimulai dari puser
7

(umbilicus) sampai ke tulang pubis yang disebut linea nigra. Sedangkan


kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan. Hal ini dapat
menjadi petunjuk sang ibu kurang asam folat. Strecth mark terjadi karena
peregangan kulit yang berlebihan, biasanya pada paha atas, dan payudara.
Akibat peregangan kulit ini dapat menimbulkan rasa gatal, sedapat mungkin
jangan menggaruknya. Strecth mark tidak dapat dicegah, tetapi dapat diobati
setelah persalinan.
i) Payudara: Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang
kekuningan yang disebut kolostrum. Putting dan sekitarnya akan semakin
berwarna gelap dan besar. Bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting,
dan itu adalah kelenjar kulit.
j) Kram pada kaki: Kram otot ini timbul karena sirkulasi darah yang lebih
lambat saat kehamilan. Atasi dengan menaikkan kaki ke atas dan minum
kalsium yang cukup. Jika terkena kram kaki ketika duduk atau saat tidur,
cobalah menggerak-gerakkan jari-jari kaki ke arah atas.
k) Sedikit Pembengkakan: Pembengkakan adalah kondisi normal pada
kehamilan, dan hampir 40% wanita hamil mengalaminya. Hal ini karena
perubahan hormon yang menyebabkan tubuh menahan cairan. Pada trimester
kedua akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah dan terutama terlihat
pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki. Pembengkakan akan terlihat
lebih jelas pada posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.
b. Perubahan Psikologi
Menurut Sulistyawati (2009, p. 76-77), perubahan psikologis pada
trimester II adalah:
a) Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone
yang tinggi
b) Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c) Merasakan gerakan anak
d) Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran
8

e) Libido meningkat
f) Menuntut perhatian dan cinta
g) Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari
dirinya
h) Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada
orang lain yang baru menjadi ibu
i) Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran,
dan persiapan untuk peran baru
j) Pelupa
Pada beberapa ibu hamil akan menjadi sedikit pelupa selama
kehamilannya. Ada beberapa teori tentang hal ini, diantaranya adalah
karena tubuh ibu hamil terus bekerja berlebihan untuk perkembangan
bayinya sehingga menimbulkan blok pikiran.
Pada trimester kedua, adanya pergerakan bayi, membuat ibu merasa
yakin dengan keberadaan bayinya dan ibu merasa percaya akan segera
mempunyai bayi, sehingga ibu lebih berfokus pada bayinya. Perubahan ukuran
tubuh untuk beberapa orang menyebabkan terjadinya gangguan gambaran diri
(Ladewig et al., 2002). Pada trimester ini diperlukan adanya keseimbangan
diri ibu hamil, dimana ibu mengerti bahwa peran yang dibentuk oleh
kehamilan sangat berbeda dengan peran sebelumnya (Nichols & Humanick,
2000).
c. Perubahan Sosial
Biasanya ibu merasa lebih baik daripada trimester I dan belum
terganggu aktivitasnya. Ibu masih bisa jalan-jalan dan beraktivitas normal,
seperti arisan, pengajian, dll. namun banyak masyarakat yang akan
mengistimewakan seorang ibu hamil dengan melarang ibu hamil untuk bekerja
atau angkat-angkat. Ibu hamil akan disuruh untuk duduk saja.

3. Trimester Ketiga
Kehamilan adalah suatu masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
janin. Kehamilan trimester III yaitu periode 3 bulan terakhir kehamilan yang dimulai
pada minggu ke-28 sampai minggu ke-40.6
Pada wanita hamil trimester III akan mengalami perubahan Fisiologis dan
psikologis yang disebut sebagai periode penantian. Menanti kehadiran bayinya
sebagai bagian dari dirinya, wanita hamil tidak sabar untuk segera melihat bayinya.
Saat ini juga merupakan waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan
sebagai orang tua seperti terpusatnya perhatian pada kelahiran bayi.
a. Perubahan Biologis
Pada trimester ketiga, uterus menjadi sangat besar dan keras.
Kadangkala ibu merasakan adanya kontraksi dimana perut terasa mengencang.
Mendekati masa persalinan, otot-otot menjadi semakin rileks sebagai tanda
persiapan melahirkan. Adapun perubahan fisiologis akibat kehamilan yang
semakin membesar menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu, antara lain: (1)
frekuensi buang air kecil semakin meningkat sekitar 5 menit sekali, bahkan
terkadang sampai merembes keluar, (2) sesak napas karena paru-paru harus
memasok udara untuk ibu dan janin, (3) gerakan ibu menjadi kaku dan
cenderung kurang terkoordinasi karena berat dan ukuran badan yang terus
bertambah (4) nyeri punggung dan sakit kaki menjadi lebih parah, (5) sulit
tidur dan menemukan posisi berbaring yang nyaman, dan (6) kelelahan
(Bennet & Brown, 1999).
Pada bulan terakhir kehamilan, ibu akan merasa sedikit lega. Fundus
uterus mulai menurun akibat penurunan bagian terbawah janin ke segmen
10

bawah uterus yang mulai melunak. Ibu akan lebih mudah bernapas,
mengalami ketidaknyamanan pada punggung bawah dan peningkatan
frekuensi buang air kecil karena penurunan tersebut. Sekitar minggu ke-40,
tubuh ibu sudah siap menghadapi proses persalinan seiring dengan
pematangan dan perlunakan serviks yang membuka jalan lahir (Bennet &
Brown, 1999).

Perubahan fisiologis pada trimester III adalah:


a. Uterus.
Uterus mulai menekan kearah tulang belakang, menekan vena
kava dan aorta sehingga aliran darah tertekan. Pada akhir kehamilan
sering terjadi kontraksi uterus yang disebut his palsu (braxton hicks).
Itmus uteri menjadi bagian korpus dan berkembang menjadi segmen
bawah rahim yang lebih lebar dan tipis, servik menjadi lunak sekali
dan lebih mudah dimasuki dengan satu jari pada akhir kehamilan.
b. Sirlukasi Darah dan Sistem Respirasi
Volume darah meningkat 25% dengan puncak pada kehamilan
32 minggu diikuti pompa jantung meningkat 30%. Ibu hamil sering
mengeluh sesak nafas akibat pembesaran uterus yang semakin
mendesak kearah diafragma.
c. Traktus digestivus.
Ibu hamil dapat mengalami nyeri ulu hati dan regurgitasi
karena terjadi tekanan keatas uterus. Sedangkan pelebaran pembuluh
darah pada rectum, bisa terjadi.
d. Traktus urinarius
Bila kepala janin mulai turun ke PAP, maka ibu hamil akan
kembali mengeluh sering kencing.
e. Sistem muskulus skeletal.
11

Membesarnya uterus sendi pelvik pada saat hamil sedikit


bergerak untuk mengkompensasi perubahan bahu lbh tertarik ke
belakang, lebih melengkung, sendi tulang belakang lbh lentur sehingga
mengakibatnya nyeri punggung.

f. Kulit.
Terdapat striae gravidarum, mengeluh gatal, kelenjar sebacea
lebih aktif. Berat badan akan mengalami kenaikan sekitar 5,5 kg
g. Metabolisme
Perubahan metabolisme seperti terjadi kenaikan metabolisme
basal sebesar 15-20% dari semula, terutama pada trimester ketiga,
penurunan keseimbangan asam basa dari 155 mEq per liter menjadi
145 mEq per liter akibat hemodelusi darah dan kebutuhan mineral
yang diperlukan janin. Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi
untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perkembangan organ
kehamilan, dan persiapan laktasi. Dalam makanan diperlukan protein
tinggi sekitar 0,5 g/kg berat badan atau sebutir telur ayam sehari.
Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil seperti : kalsium 1,5 gram
setiap hari dan 30-40 gram untuk pembentukan tulang janin, Fosfor
rata-rata 2 gram dalam sehari, Zat besi 800 mg atau 30-50 mg per hari
dan air yang cukup.
h. Perubahan Kardiovaskuler
Volume darah total ibu hamil meningkat 30-50%, yaitu
kombinasi antara plasma 75% dan sel darah merah 33% dari nilai
sebelum hamil. Peningkatan volume darah mengalami puncaknya pada
pertenahan kehamilan dan berakhir pada usia kehamilan 32 minggu,
setelah itu relative stabil. Postur dan posisi ibu hamil mepengaruhi
tekanan arteri dan tekanan vena. Posisi terlentang pada akhir
12

kehamilan, uterus yang besar dan berat dapat menekan aliran balik
vena sehingga pengisian dan curah jantung menurun. Terdapat
penurunan tekanan darah normal pada ibu hamil yaitu tekanan sistolik
menurun 8 hingga 10 poin, sedangkan tekanan diastolic mengalami
penurunan sekitar 12 poin. Pada kehamilan juga terjadi peningkatan
aliran darah ke kulit sehingga memungkinkan penyebaran panas yang
dihasilkan dari metabolisme.
Pada kehamilan trimester III juga terjadi ketidaknyamanan, seperti
a. Peningkatan frekuensi berkemih (nonpatologis) dan konstipasi.
Frekwensi berkemih pada trimester ketiga sering dialami pada
kehamilan primi setelah terjadi lightening. Efek lightening adalah bagian
presentasi akan menurun masuk ke dalam panggul dan menimbulkan tekanan
langsung pada kandung kemih, sehingga merangsang keinginan untuk
berkemih. Terjadi perubahan pola berkemih dari diurnal menjadi nokturia
karena edema dependen yang terakumulasi sepanjang hari diekskresi. Dan
cara mengatasinya dengan menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi dan
menyarankan untuk mengurangi asupan cairan mnjelang tidur sehingga tidak
mengganggu kenyamanan tidur malam. Konstipasi diduga akibat penurunan
peristaltik yang disebabkan relaksasi otot polos pada usus besar ketika terjadi
penurunan jumlah progesterone. Akibat pembesaran uterus atau bagian
presentasi menyebabkan pergeseran dan tekanan pad usus dan penurunan
motilitas pada saluran gastrointestinal. Dan bisa juga akibat efek
mengkonsumsi zat besi. Konstipasi dapat memacu hemoroid.
b. Edema devenden dan Varises
Kedua hal ini disebabkan oleh gangguan sirkulasi vena dan
meningkatnya tekanan vena pada ekstremitas bagian bawah. Perubahan ini
akibat penekanan uterus yang membesar pada vena panggul saat wanita
tersebut duduk atau berdiri dan penekanan pada vena kava inferior saat
berbaring.
c. Nyeri Ligemen

13

Ligament teres uteri melekat di sisi-sisi tepat dibawah uterus. Secara


anatomis memiliki kemampuan memanjang saat uterus meninggi an masuk
kedalam abdomen. Nyeri ligamentum teres uteri diduga akibat peregangan dan
penekanan berat uterus yang meningkat pesat pada ligament. Ketidak
nyamanan ini merupakan salah satu yang harus ditoleransi oleh ibu hamil.
Nyeri punggung bawah tepatnya pada lumbosakral yang diakibatkan
terjadinya pergeseran pusat gravitasi dan postur tubuh ibu hamil, yang
semakin berat seiring semakin membesarnya uterus. Pengaruh sikap tubuh
lordosis, membungkuk berlebihan, jalan tanpa istirahat, mengangkat beban
berat terutama dalam kondisi lelah.
b. Perubahan Psikologis
Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ke tiga, wanita mungkin merasa
cemas terhadap kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri. Seperti : apakah nanti
bayinya lahir abnormal, membayangkan nyeri, kehilangan kendali saat persalinan,
apakah dapat bersalin normal, apakah akan mengalami cedera pada vagina saat
persalinan. Ibu juga mengalami proses duka lain ketika ibu mengantisipasi
hilangnya perhatian dan hak istimewa khusus yang dirasakan selama hamil,
perpisahan terhadap janin dalam kandungan yang tidak dapat dihindari, perasaan
kehilangan karena uterusnya akan menjadi kosong secara tiba-tiba. Umumnya ibu
dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain dan lebih menutup diri karena
perasaan rentannya yang merupakan gejala depresi ringan.
Menjelang akhir kehamilan ibu akan semakin mengalami ketidak
nyamanan fisik seperti rasa canggung, jelek, berantakan dan memerlukan
dukungan yang kuat dan konsisten dari suami dan keluarga. Dan pada pertengahan
trimester ke tiga, hasrat seksual ibu menurun, dan perlu adanya komunikasi jujur
yang dengan suaminya terutama dalam menentukan posisi dan kenyamanan dalam
hubungan sek.
Beberapa wanita mengalami ketakutan persalinan dan merasa tidak
nyaman menghadapi hari-hari menjelang persalinan dan ibu sudah mulai
menyiapkan

pakaian,

dan

tempat

untuk

bayi

serta

merencanakan

perawatannya (Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2005).

14

c. Perubahan Sosial
Pada trimester ketiga, ibu sudah mulai melakukan persiapan kelahiran
bayi. Ibu akan menanyakan tanda-tanda persalinan kepada teman/ saudara
yang telah mengalami proses persalinan. Menanyakan bagaimana rasanya
melahirkan, dan meminta saran kepada orang yang telah melahirkan.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke
III. Jakarta.
Handout Program Studi DIII Kebidanan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan
Agung Semarang http://fik.unissula.ac.id/download/web%20bidan/ASKEB%20I
%20(KEHAMILAN).docx.
Julianti, Riri. Antenatal Care. Universitas Riau.
https://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/08/antenatalcarepreeklampsia_files_of_drsmed.pdf.
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Fitramaya.
Lusa. 2011. Menentukan Periode Kehamilan. http://www.lusa.web.id/menentukan-periodekehamilan/ Menentukan Periode Kehamilan
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta:
EGC
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
Rohita, Tita, S.Kep., Ners. Anatomi & Fisiologi Kehamilan
http://www.academia.edu/5236962/ANATOMI_and_FISIOLOGI_KEHAMILAN
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika
Ying, TK. 2013 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38585/4/Chapter%20II.pdf

15

16

Anda mungkin juga menyukai