Anda di halaman 1dari 8

A

M
R
E
P
S
K
BAN
BY: KELOMPOK 4
NA
MUBARAK WATTIME
MELLIENA SABTEKA
MERISA SELONG
MIRA PRATIWI
NURDIN
S
MOH. FACHRIZAL RO

N
MARIANUS KETMOE
NORI SELFASINA M
NOVIAN HIDAYAT
NUR HAFIFAH
MISDA

S LAKA
IU
D
U
A
L
K
S
U
N
IA
V
TA
OC
BI KRISDIANA
FE
A
KT
O
YID

PENGERTIAN
Bank sperma adalah pengambilan sperma dari donor sperma,
lalu di bekukan dan disimpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk
mempertahankan fertilitas sperma. Dalam bahasa medis bisa
disebut juga cryiobanking.
Cryiobanking adalah suatu teknik penyimpanan sel
cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari.

LATAR BELAKANG BANK SPERMA


Keinginan memperoleh atau menolong pasangan suami istri

yang tidak mempunyai anak untuk memperoleh keturunan;


Memperoleh generasi jenius atau orang super;
Menghindarkan kepunahan manusia;
Memilih suatu jenis kelamin;
Mengembangkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang
kedokteran.

MENURUT WERNER (2008),


Akan menjalani beberapa pengobatan terus menerus
Memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi kemampuan
untuk ejakulasi

Akan menjalani perawatan penyakit kanker


Akan memasuki daerah kerja yang berbahaya
Akan menjalani beberapa prosedur yang dapat mempengaruhi
kondisi testis, prostat, atau kemampuan ejakulasinya

Akan menjalani vasektomi

BANK SPERMA
SEGI TEORI
Tujuan diadakan bank sperma adalah semata-mata untuk
membantu pasangan suami isteri yang sulit memperoleh
keturunan dan menghindarkan dari kepunahan.
Berkaitan dengan praktik bayi tabung, pemerintah membuat
ketetapan dalam pasal 16 uu kesehatan no.23/1992 dan
permenkes no.73 tahun 1992 yang isinya menetapkan inseminasi
buatan hanya diperbolehkan pada suami istri yang sah, lalu
menggunakkan sperma dan sel telur pasangan tersebut yang
kemudian ditanam dalam rahim istri.

NEXT
SEGI MORAL
Bank sperma didirikan untuk memenuhi keperluan orang yang
menginginkan anak, tetapi dengan berbagai sebab, dengan
demikian atas kesepakatan suami isteri.
Dengan demikian, anak hasil inseminasi yang diperoleh dari bank
sperma lebih kabur statusnya dari anak zina. Sebab anak zina,
masih mungkin diketahui bapaknya (yang tidak sah meurut
hukum), dan diketahui juga ibu anak zina itu.

HUKUM BANK SPERMA


Dewan pimpinan majelis ulama indonesia, memutuskan bahwa:

Bayi tabung dengan sperma calon ovum dari pasangan suami-istri


yang sah hukumnya mubah.

Bayi tabung dari pasangan suami-istri dengan titipan rahim istri


yang lain hukumnya haram.

Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah
meninggal hukumnya haram.

Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain


pasangan suami-istri yang sah hukumnya haram.

KESIMPULAN
Hukum pendirian bank sperma tergantung dari 2 hal, yaitu cara
pengambilan sperma dari donor dan proses inseminasi.

Melalui masturbasi para ulama beda pendapat, ada yang


membolehkan dan ada yang mengharamkan.

Sedang masalah inseminasi, halal jika (sperma suami


diinseminasikan kepada rahim isteri) maka hukumnya boleh,
dan haram jika (sperma orang lain diinseminasikan ke rahim
isteri).