Anda di halaman 1dari 24

Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas

(Gossypium Sp.) dan Kapuk (Ceiba


Pentandra)
Melalui Reaksi Nitrasi
OLEH:
AHMAD SYAIFUL BAHRI
DEWI MAYA SARI
MUHAMMAD ERI MALINDO

TEKNIK KIMIA-S1-A
UNIVERSITAS RIAU

NITRASI
Nitrasi diartikan sebagai reaksi terbentuknya
senyawa nitro atau masuknya gugus nitro pada
suatu senyawa. Reaksi nitrasi adalah salah satu
reaksi yang penting dalam industri sintesa
bahan organik. Garis besar penggunaannya
adalah bahan pelarut (solvent), pewarna,
farmasi, peledak, maupun bahan antara untuk
produk lebih lanjut. Nitrasi gliserol dan
selulosa adalah produk sintesis kimia tertua
yang dilakukan dengan esterifikasi langsung
dari alkohol dan asam nitrat.

Ikatan Gugus NO2 Pada Senyawa Nitro.


1).

-C-NO2 : disebut senyawa nitro


Contoh : parafin + HNO3
Nitroparafin + H2O
2).
-O-NO2 : disebut senyawa nitrat
Contoh : gliserol + 3HNO3 gliseril
trinitrat
+ 3H2O
3).
-N-NO2 : disebut senyawa nitriamin
Contoh : guanidine + HNO3
nitroguanidine + H2O

Reaksi pembentukan senyawa nitro


a) Reaksi substitusi terhadap:
a. hidrogen (-H)
CH4 + HNO3 H3CNO2 + H2O
b. klorida (-Cl)
RCl + AgNO2 AgCl + RNO2

Zat yang dapat dinitrasi


1. Parafin
Umumnya reaksi dilaksanakan pada fasa gas, reaksi berlangsung
melalui mekanisme radikal bebas. Hasil dari nitrasi parafin adalah
Nitroparafin. Hasil samping berupa alkohol, aldehid, olefin. Proses
dilaksanakan pada suhu 350-450oC
2. Olefin
Nitrasi olefin berlansung secara adisi. Reaksi pada umumnya
berlansung pada fase gas. Hasil nitrasi adalah Nitroalkohol. Apabila
nitrasi berlanjut, maka menghasilkan produk bermacam-macam,
karena senyawa nitroalkohol memiliki gugus -OH dan NO2
3. Aromatik dan turunannya
Umumnya berlangsung pada fase cair. Senyawa aromatik yang biasa
di nitrasi dalam industri adalah benzena beserta turunannya, naftalen,
dan turunannya.
4. Alkohol
Nitrasi berlansung fase cair.
5. Senyawa nitrogen

Senyawa penitrasi ( pengolah )


1.

Asam nitrat : HNO3


Pemakaian dapat berbentuk :
a. cair berasap ( ada NO2 bebas )
b. cair pekat
c. cair encer
d. gas/uap
2.
Asam nitrat dengan pengikat air
Zat pengolah golongan ini digunakan untuk nitrasi fasa
cair. Pengikat air yang digunakan dapat berupa asam
sulfat, asam phospat, dan anhidrida asam.
Contoh pengikat air : asam sulfat, asam phosfat,
dan anhidrida asetat.
3. NO2, N2O4
zat dipakai untuk fase gas.

Kegunaan proses nitrasi:


I. Bahan peledak yang berupa senyawa nitrat
misalnya : gliseril trinitrat dan selulosa nitrat
II.Sebagai senyawa antara untuk pembuatan
amina yang disentesa dengan proses reduksi
senyawa nitro.Misalnya Nitrobenzena direduksi
menjadi anilin yang merupakan bahan baku zat
warna.
III.Bahan pengoksidasi misalnya : Nitrobenzena

Aplikasi Reaksi Nitrasi


1. Nitrasi toluene menjadi
dinitrotoluenes
Tahap pertama, campuran sulfur dan asam nitrat akan
menyebabkan reaksi dengan toluen menjadi 2
mononitrotoluens (MTN). Tahap kedua,
menggunakan reagent yang sama, mononitrotoluens
akan terkonversi menjadi dinitrotoluenes (DNT)
dengan mengontrol konsentrasi asam, menjaga
pembentukan dari trinitrotoulene.

Reaksi Nitrasi toluene menjadi dinitrotoluene.

2. Reduksi dinitrotoluene menjadi tolylene


diamine
Menggunakan katalis hidrogen dengan presence
Raney Nickel, menjaga suspensi pada reaksi
menengah dengan menggunakan metanol
sebagai bahan pelarut

Reaksi Reduksi dinitrotoluene menjadi tolylene diamine

3. Posgenasi diamine menjadi


tolylene diisocyanate
Reaksi totylene diamine dengan phosgene ada 2 langkah.
1. Prosesnya sangat cepat, menggunakan tempat yang
temperaturnya rendah (0-30OC)
2. Prosesnya lebih lambat, pada suhu 170OC.
Konversi tolylene diamine ke tolylene diisocynate
mengalami 80 %. Sedangkan 20% nya merupakan
residu.
Phosgen adalah reaksi klorin berlebih dengan karon
monoksida sehingga diperoleh charcoal yang aktif, ini
terjadi pada temperatur 50OC.

4. Amonia dan asam nitrat


Proses modern untuk menghasilkan asam nitrat
HNO3 adalah okidasi amonia di udara. Dalam proses
ini, amonia dicampur dengan udara berlebih, dan
campurannya dipanaskan sampai temperatur tinggi
dengan katalis platina. Amonia akan diubah menjadi
nitrogen oksida NO, yang kemudian dioksidasi lebih
lanjut di udara menjadi nitrogen dioksida NO 2.
Nitrogen
dioksida
direaksikan
dengan
air
menghasilkan asam nitrat. Metoda ini dikembangkan
oleh Ostwald, kimiawan yang banyak memberikan
kimia katalis, dan disebut proses Ostwald.

Proses ini diungkapkan dalam persamaan


reaksi berikut.
4NH3 + 5 O2 > 4NO + 6 H2O
2NO+O2 > 2NO2
3NO2+H2O > 2HNO3+NO

5. Pembuatan Nitrogliserin
Nitrogliserin dapat dibuat dengan
mereaksikan gliserin (gliserol) dengan asam
nitrat (HNO3). Reaksi ini merupakan reaksi
esterifikasi, yaitu reaksi antara alkohol dan
asam, seperti terlihat dalam reaksi dibawah
ini.

seperti terlihat dalam reaksi dibawah ini:

Produksi Nitroselulosa
Pembuatan nitroselulosa melibatkan kapas sebagai bahan
dasar selulosa, kemudian menambahkannya pada larutan
asam sulfat yang terkonsentrasi dan 70% asam nitrat yang
didinginkan sampai 0C untuk menghasilkan Selulosa
trinitrat (Guncotton), diubah kedalam bentuk Selulosa
mononitrat (seluloid, plastic yang mudah terbakar, pada
abad ke 20 digunakan sebagai lacquers dan film
fotografi ) dengan memberikan perlakuan khusus pada
guncotton dengan menggunakan asam sulfat dan kalium
nitrat. Sementara itu guncotton merupakan zat yang
berbahaya yang memerlukan perlakuan khusus dalam
penyimpanannya yaitu harus dalam keadaan basah.

Aplikasi dalam kehidupan seharihari


1. Bahan peledak (explosives).

Komposisi Kimia Bahan Peledak:


Berdasarkan komposisi kimia, bahan peledak dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
a) Senyawa tunggal terdiri dari satu macam senyawa saja yang
sudah merupakan bahan peledak. Senyawa tunggal ini dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu :
(1) Senyawa an-organik misalnya : PbN6, Amonium nitrat.
(2) Senyawa organik misalnya : Nitrogliserin, Trinitrotoluena dan
lain-lain.
b) Campuran yang merupakan penggabungan dari berbagai macam
senyawa tunggal. Misalnya : dinamit, black powder, ANFO, dan
lain-lain.

Jenis-jenis Peledak
Ledakan merupakan reaksi kimia yang merambat dari satu
titik ke titik lain dalam massa bahan peledak tersebut.
Berdasarkan kecepatan rambat tersebut bahan peledak
dibagi menjadi :
I. Bahan peledak rendah (Low explosives). Kecepatan
rambat reaksinya rendah (umumnya dibawah 1.000
m/detik), umumnya digunakan sebagai bahan pendorong
atau propelan. Misalnya : black powder (sumbu api),
propelan (single base, double base).
II. Bahan peledak tinggi (High Explosives) yang terdiri dari :
1. Bahan peledak non initial
2. Bahan peledak penghantar
3. Bahan peledak penghancur
4. Bahan peledak initial. Misalnya: Mercury fuminate,
Tetrazene, Diazodiaminophenol.

2. Sebagai slide nitroselulosa, membrane nitroselulosa


atau kertas nitroselulosa yaitu membrane lengket yang
digunakan dalam imobilisasi asam nukleat pada uji
northerm blots dan southerm blots, selain itu nitroselulosa
banyak digunakan dalam mendukung kegiatan tes
diagnostic dimana terjadi ikatan antigen-antibodi, yaitu
pada tes kehamilan, tes U-albumin dan CRP, hal ini karena
glisin dan ion klorida membuat transfor protein lebih
efisien
3. Dalam aplikasi kulit, yaitu ketika terlarut dalam eter,
alkohol dan pelarut organik lainnya yang menghasilkan
collodion.
4. Sebagai kertas flash.
5. Dalam uji radon
6. Sebagai pernis pada pengecetan tubuh pesawat.

Penggunaan Nitroselulosa pada pabrik


pembuatan bahan peledak
Nitroselulosa adalah bagian utama dari Bahan propelan doublebase
selain nitrogliserin. Nitroselulosa dapat di produksi dari bahan
baku utama selulosa baik sintetis maupun alami. Bahan-selulosa
yang biasa digunakan sebagai bahan baku adalah selulsa turunan
kapas (cotton) atau bahan sintetis Nylon. Nitroselulose
merupakan bahan baku Untuk amunisi bahan peledak sehingga
diperlukan juga oleh FTPINDAD sebagai pabrik amunisi.
Kebutuhan amunisi diIndonesia adalah sekitar 200 ton per tahun
(PINDAD,2005). Pabrik celulosa PT.ICI (INTICELLULOSE
UTAMA) di Cilegon telah mampu memproduksi Sebesar 10.500
ton pertahun dalam berbagai Bentuk dan grade sejak tahun 1999.
Sebagian Besar produksi NC digunakan untuk ke perluan Bahan
propelan dan jihandak .