Anda di halaman 1dari 6

RODA GIGI

A. Pengertian Roda gigi


Roda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar yang berguna untuk mentransmisikan
daya. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi dari roda gigi yang
lain. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan bekerja bersama-sama disebut sebagai
transmisi roda gigi, dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi. Roda
gigi mampu mengubah kecepatan putar, torsi, dan arah daya terhadap sumber daya. Tidak semua
roda gigi berhubungan dengan roda gigi yang lain; salah satu kasusnya adalah pasangan roda gigi
dan pinion yang bersumber dari atau menghasilkan gaya translasi, bukan gaya rotasi.
Transmisi roda gigi analog dengan transmisi sabuk dan puli. Keuntungan transmisi roda
gigi terhadap sabuk dan puli adalah keberadaan gigi yang mampu mencegah slip, dan daya yang
ditransmisikan lebih besar. Namun, roda gigi tidak bisa mentransmisikan daya sejauh yang bisa
dilakukan sistem transmisi roda dan puli kecuali ada banyak roda gigi yang terlibat di
dalamnya.Ketika dua roda gigi dengan jumlah gigi yang tidak sama dikombinasikan, keuntungan
mekanis bisa didapatkan, baik itu kecepatan putar maupun torsi, yang bisa dihitung dengan
persamaan yang sederhana. Roda gigi dengan jumlah gigi yang lebih besar berperan dalam
mengurangi kecepatan putar namun meningkatkan torsi.
Rasio kecepatan yang teliti berdasarkan jumlah giginya merupakan keistimewaan dari
roda gigi yang mengalahan mekanisme transmisi yang lain (misal sabuk dan puli). Mesin yang
presisi seperti jam tangan mengambil banyak manfaat dari rasio kecepatan putar yang tepat ini.
Dalam kasus di mana sumber daya dan beban berdekatan, roda gigi memiliki kelebihan karena
mampu didesain dalam ukuran kecil. Kekurangan dari roda gigi adalah biaya pembuatannya
yang lebih mahal dan dibutuhkan pelumasan yang menjadikan biaya operasi lebih tinggi.
B. Macam-Macam Roda Gigi
a. Roda gigi lurus
Roda gigi paling dasar dengan jalur gigi yang sejajar poros.
b. Roda gigi miring
Mempunyai jalur gigi yang membentuk ulir pada silinder jarak bagi.
c. Roda gigi miring ganda

Gaya aksial yang timbul pada gigi yang mempunyai alur berbentuk V tersebut, akan saling
meniadakan.
d. Roda gigi dalam
Dipakai jika diingini alat transmisi dengan ukuran kecil dengan perbandingan reduksi besar,
karena pinyon terletak di dalam roda gigi.
e. Pinyon dan batang gigi
Merupakan dasar profil pahat pembuat gigi.
f. Roda gigi kerucut lurus
Roda gigi yang paling mudah dibuat dan paling sering dipakai.
g. Roda gigi kerucut spiral
Karena mempunyai perbandingan kontak yang lebih besar, dapat meneruskan tinggi dan beban
besar.
h. Roda gigi permukaan
i. Roda gigi miring silang
j. Roda gigi cacing silindris
Mempunyai cacing berbentuk silinder dan lebih umum dipakai.
k. Roda gigi cacing globoid
Mempunyai perbandingan kontak yang lebih besar, dipakai untuk beban yang lebih besar.
l. Roda gigi hipoid
Mempunyai jaliu gigi berbentuk sepiral pada bidang kerucut yang sumbunya bersilang. Dan
pemindahan gaya pada permukaan gigi berlangsung secara meluncurdan menggelinding.
C. Nama-Nama Bagian dan Istilah Dalam Roda Gigi
Nama - nama bagian roda gigi
a. Lebar gigi
b. Puncak kepala
c. Tinggi kepala
d. Tinggi kaki
e. Lingkaran kepala
f. Jarak bagi lingkar
g. Tebal gigi

h. Lebar ruang
i. Lingkar jarak bagi
j. Sisi kepala
k. Sisi kaki
l. Dasar kaki
Istilah dalam roda gigi
a. Lingkaran puncak
Lingkaran melalui puncak gigi. Diameter lingkaran puncak adalah Dk.
b. Lingkaran alas
Lingkaran pada alas roda gigi. Diameter lingkaran alas adalah Dv.
c. Lingkaran jarak
Lingkaran khayal yang bersinggungan dengan kecepatan keliling yang sama.
d. Puncak gigi
Bagian gigi di atas lingkaran jarak.
e. Alas gigi
Bagian gigi di bawah lingkaran jarak
f. Modul
Bilangan yang diperbanyak dengan (phi) menghasilkan jarak antara gigi-gigi (t).
D. Rumus Perhitungan Roda Gigi Lurus Pada Mesin Milling
Rumus Perhitungan Roda Lurus
No Simbol Ketentuan Rumus Perhitungan
1 M Modul ( modul pisau) M = D / Z
2 Z Jumlah Gigi Z = D / M
3 D Diameter Pitch D = Z . M
4 Da Diameter Luar Da = D + 2.M
Da = (Z + 2)M
5 Df Diameter Kaki Df = D + 2,32.M
Df = (Z + 2,32)M
6 Ha Adendum Ha = 1.M
7 Hf Defenudm Hf = 1,16.M

8 H Kedalaman alur gigi/Tinggi gigi H = 2,16.M


9 T Jarak Pitch T = .M
10 B Lebar Gigi B = 10.M
11 Zv Nomor Cutter Modul yang dipilih LIHAT TABEL
12 Nc Putaran Tuas Kepala Pembagi Nc = I / Z I = 40 : 1
13 A Jarak Poros Roda Gigi Berpasangan A= D1+D2 /Z= (Z1+Z2)M /Z

No

Simbol

Ketentuan

Rumus Perhitungan

Modul ( modul pisau)

M= D/Z

Jumlah Gigi

Z= D/M

Diameter Pitch

D=Z.M

Da

Diameter Luar

Da = D + 2.M
Da = (Z + 2)M

Df

Diameter Kaki

Df = D + 2,32.M
Df = (Z + 2,32)M

Ha

Adendum

Ha = 1.M

Hf

Defenudm

Hf = 1,16.M

Kedalaman alur gigi/Tinggi gigi

H = 2,16.M

Jarak Pitch

T = .M

10

Lebar Gigi

B = 10.M

11

Zv

Nomor Cutter Modul yang dipilih

LIHAT TABEL

12

Nc

Putaran Tuas Kepala Pembagi

Nc = I / Z

13

Jarak Poros Roda Gigi


Berpasangan

A= D1+D2 /Z= (Z1+Z2)M /Z

RODAGIGI LURUS.
1.

Tinggi kepala gigi (hk)

4. Tinggi kaki gigi (hf)

Hk = 1 x m

hf = 1,25 x m

Hk = 1 x 2

hf = 1,25 x 2

Hk = 2 mm

hf = 2,50 mm

I = 40 : 1

2.

Diameter kepala gigi (dk)

5. Diameter kaki gigi (df)

Dk = m (z + 2)

df = d 2,5 . m

Dk = 2 (22 + 2)

df = 44 2,5 . 2

Dk = 48 mm

df = 39 mm

3.

Diameter jarak bagi (d)

6. Tinggi gigi (h)

D=mxz

h = hk + hf

D = 2 x 22

h = 2 + 2,50

D = 44 mm

h = 5 mm