Anda di halaman 1dari 5

1

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

4.12. PENUKAR PANAS


4.12.1. Pendahuluan
Penukar panas atau dalam industri kimia populer dengan istilah
bahasa Inggrisnya, heat exchanger (HE), adalah suatu alat yang
memungkinkan perpindahan panas dan bisa berfungsi sebagai pemanas
maupun sebagai pendingin. Biasanya, medium pemanas dipakai uap lewat
panas (super heated steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling
water). Penukar panas dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas
antar fluida dapat berlangsung secara efisien. Pertukaran panas terjadi
karena adanya kontak, baik antara fluida terdapat dinding yang
memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung begitu saja.
Penukar panas sangat luas dipakai dalam industri seperti kilang minyak,
pabrik kimia maupun petrokimia, industri gas alam, refrigerasi, pembangkit
listrik. Salah satu contoh sederhana dari alat penukar panas adalah radiator
mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara
sekitar.

18
19
20
21
22
23
24
25

4.12.2. Tabung dan Selongsong (Shell and Tube)


Jenis umum dari penukar panas, biasanya digunakan dalam kondisi
tekanan relatif tinggi, yang terdiri dari sebuah selongsong yang didalamnya
disusun suatu anulus dengan rangkaian tertentu (untuk mendapatkan luas
permukaan yang optimal). Fluida mengalir di selongsong maupun di anulus
sehingga terjadi perpindahan panas antar fluida dengan dinding anulus
sebagai perantara. Beberapa jenis rangkaian anulus misalnya; triangular,
segiempat, dll.

26
27

Gambar 4.85. Aliran pada alat penukar panas tabung dan selongsong

28

29

30
31
32
33

4.12.3. Jenis Plat


Contoh lainnya adalah penukar panas jenis plat. Alat jenis ini terdiri dari
beberapa plat yang disusun dengan rangkaian tertentu, dan fluida yang
mengalir diantaranya.

34

35

36
37
38
39
40
41

4.12.4. Dasar Teori


1. Pengertian Perpindahan Panas
Alat penukar kalor merupakan suatu alat yang menghasilkan
perpindahan panas dari suatu fluida yang temperaturnya lebih tinggi ke
fluida yang temperaturnya lebih rendah. Proses perpindahan panas tersebut
dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Maksudnya ialah :

42
43
44
45
46
47
48
49
50

a. Alat penukar kalor kontak langsung


Pada alat ini fluida yang panas akan bercampur secara langsung dengan
fluida dingin (tanpa adanya pemisah) dalam suatu bejana atau ruangan.
Misalnya ejector, daerator dan lain-lain.
b. Alat penukar kalor kontak tak langsung
Pada alat ini fluida panas tidak berhubungan langsung (indirect contact)
dengan fluida dingin. Jadi proses perpindahan panasnya itu mempunyai
media perantara, seperti pipa, plat, atau peralatan jenis lainnya.
Misalnya kondensor, ekonomiser air preheater dan lain-lain.

51

52

53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79

2. Cara-cara Perpindahan Panas


Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai berpindahnya energi
dari satu tempat ke tempatnya sebagai akibat dari perbedaan temperatur
antara tempat-tempat tersebut. Pada umumnya perpindahan panas dapat
berlangsung melalui 3 cara yaitu secara konduksi, konveksi, radiasi. Untuk
alat penukar kalor tipe spiral ini lebih ditekankan pada perpindahan panas
secara konveksi sehingga pembahasannya tidak menjelaskan tentang
perpindahan panas secara konduksi dan radiasi.
Konveksi adalah proses transport energy dengan kerja gabungan
dari konduksi panas, penyimpanan energy dan gerakan mencampur fluida.
Perpindahan panas konveksi menurut cara menggerakkan alirannya
diklasifikasikan dalam konveksi bebas dan konveksi paksa. Dikatakan
sebagai konveksi bebas (free/ natural convection) apabila gerakan
mencampur diakibatkan oleh perbedaan kerapatan massa jenis yang
disebabkan oleh gradien suhu, contohnya gerakan yang terlihat pada air
yang sedang dipanaskan. Sedangkan apabila gerakan fluida disebabkan
kerena adanya energi dari luar seperti pokpa atau kipas maka disebut
sebagai konveksi paksa (forced convection), misalnya pendinginan radiator
dengan udara yang dihembuskan oleh kipas.
Laju perpindahan panas konveksi antara suatu permukaan dan suatu
fluida dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut
Qc = hc.A.dT
Dimana
Qc = Laju perpindahan panas dengan cara konveksi (Watt)
Hc = Koefisien perpindahan panas konveksi (W/m2K)
A = Luas penampang aliran permukaan dan fluida (m2)
dT = Perbedaan suhu antara permukaan dan fluida (K)

80
81
82

Keefektifan perpindahan panas dengan cara konveksi tergantung


sebagian besarnya gerakan mencampur fluida. Sehingga studi perpindahan
konveksi didasarkan pada pengetahuan tentang ciri-ciri aliran fluida.

83

84

85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104

4.12.5. Pemeriksaan Peralatan Penukar Panas


Pada alat penukar kalor ini, kedua fluida mengalir pada dua jalur yang
berbeda dan kedua jalur dipisahkan oleh satu plat. Plat yang digunakan
adalah dari bahan tembaga. Hal ini dengan pertimbangan bahan plat dan
bahan tembaga mempunyai harga konduktivitas (thermal) yang tinggi
sehingga mempunyai kemampuan menghantarkan panas yang baik.
Pemeriksaan dilakukan sebagai berikut :
Melakukan pemeriksaan pada sekat aliran fluida yang terbuat dari
tembaga, untuk pemeriksaan kebocoran.
Melakukan pengecekan pada saluran fluida panas dan fluida dingin, jika
ada kotoran yang menyumbat harus dibersihkan terlebih dahulu,
sehingga aliran fluida dapat lancar.
Kedua jalur plat ini juga harus diperiksa agar terjadi pertukaran panas
antara kedua fluida tersebut agar fluida panas secara optimum akan
mengalami penurunan temperatur sedangkan fluida dingin akan
mengalami kenaikan temperatur.
Pemeriksaan pendahuluan sangat penting dikarenakan perbedaan
temperatur fluida pada saat masuk dan keluar alat untuk pengambilan
data menghitung q (laju aliran panas) yang terjadi pada alat penukar
kalor, sehingga pemeriksaan pendahuluan sangat penting.

105

106

107
108

109
110
111
112
113
114

4.12.6. Perawatan Peralatan Penukar Panas


Peralatan penukar panas sederhana terdiri dari :
a. 1 unit Heat Exchanger
1 unit
b. Thermometer Digital
1 buah
c. Stop Watch
1 buah
d. Selang air
Langkah-langkah perawatan sebagai berikut :
a. Buka penuh katup-katup
b. Kemudian tutup penuh katup-katup
c. Dicoba mengalirkan fluida dingin dengan menggunakan katup dan atur
debitnya dengan mengatur katup

115
116
117
118
119
120

d.

Dicoba mengalirkan fluida panas dengan menggunakan pompa dan atur


debitnya dengan mengatur katup
e. Perawatan pada aliran searah, apabila bukaan katup semakin
dipersempit maka kecepatan pada aliran fluida panas dan fluida dingin
akan semakin lambat, sehingga kinerja peralatan dapat optimum.