Anda di halaman 1dari 5

Sekresi Tubulus

I.

Definisi
Sekresi adalah proses seluler penguraian dan pelepasan produk spesifik.Sedangkan fungsi
utama dari tubulus adalah melakukan reabsorbsi dan sekresi dari zat-zat yang ada di dalam
ultrafiltrat yang berbentuk di glomerulus.
Tubulus terbagi atas 3 bagian, yaitu :
1. Tubulus Proksimalis
Tubulus Proksimalis berfungsi untuk mengadakan reabsorbsi bahan-bahan ke dalam
cairan tubuli. Sehingga tubulus proksimalis bertanggung jawab pada proses awal
pembentukan filtrat glomeruli. Hampir75% Na, air, hampir semua glukosa dan asam amino
yang difiltrasi akan direabsorbsi kembali pada bagian ini.
2. Lengkung Henle
Lengkung Henle mempunyai fungsi untuk reabsorbsi bahan-bahan dan cairan tubulus
dansekresi bahan
ke dalam tubulus. Misalnya pada nefron juxtamedullaris 25% air dan natrium direabsorbsi pada
lengkung Henle, sedangkan urea disekresi kedalamnya. Lengkung Henle juga
memegang peranan penting dalam proses pemekatan dan pengenceran urin.
3. Tubulus Distalis
Tubulus Distalis adalah bagian mulai dari bagian akhir segmen tebal ascendens sampai ujung dari
papilla. Pada setiap nefron segmen ascendens tebal ini akan mengadakan kontak dengan glomerulus
asalnya pada kutub vaskuler, dan pada tempat ini terdapat struktur yang disebut Juxtaglomerular
Apparatus.

II.

Mekanisme
Sekresi tubulus adalah pemindahan selektif bahan-bahan dari kapiler peritubulus ke dalam
lumen tubulus. Proses ini merupakan rute kedua bagi masuknya bahan ke dalam tubulus
ginjal dari darah, sedangkan yang pertama adalah melalui filtrasi glomerulus. Hanya
sekitar 20% dari plasma yang mengalir melalui kapiler glomerulus difiltrasi ke dalam
kapsul Bowman; sisa 80% mengalir melalui arteriol eferen ke dalam kapiler peritubulus.
Sekresi tubulus merupakan mekanisme untuk mengeluarkan bahan dari plasma secara
cepat dengan mengekstraksi sejumlah tertentu bahan dari 80% plasma yang tidak

terfiltrasi di kapiler peritubulus dan memindahkannya ke bahan yang sudah ada di tubulus
sebagai hasil filtrasi.
Sekresi tubulus dapat dipandang sebagai mekanisme tambahan yang meningkatkan
eliminasi zat-zat tersebut dr tubuh. Proses sekresi yang terpenting adalah sekresi H ,K
dan ion-ion oganik.Sekresi tubulus melibatkan transportasi transepitel.

III.

Hasil Sekresi Lainnya

Sekresi Ion Hidrogen


Sekresi H ginjal sangat penting dalam pengaturan keseimbangan asam-basa tubuh.
Ion hidrogen dapat ditambah ke cairan fltrasi melalui proses sekresi pada tubulus proksimal,
distal dan pengumpul.
Tingkat sekresi H bergantung pada tingkat keasaman cairan tubuh,sebaliknya sekresi hidrogen
berkurang apabila konsentrasi H didalam cairan tubulus terlalu rendah.
Ion hidrogen juga menentukan kadar pH dalam urin.

Setiap 1 ion H yang disekresikan maka terdapat 1 ion HCO3 yang direasorbsi.

Sekresi Ion Kalium


Ion kalium secara selektif berpindah dengan arah berlawanan di berbagai tubulus.
Pada tubulus proksimal, ion kalium direabsorbsi secara aktif.
Pada tubulus distalis, ion kalium disekresikan secara aktif.
Karena K yang difiltrasi seluruhnya akan direabsorbsi kembali, oleh karena itu
sebagian besar K di urin merupakan hasil sekresi terkontrol.
Sekresi K dikontrol untuk mengatur kecepatan ekskresi K dan mempertahankan konsentrasi K plasma
yang diinginkan.
Beberapa faktor yg dapat mengubah kecepatan sekresi K, antara lain :
Hormon aldosteron peningkatan konsentrasi kalium plasma menyebabkan perangsangan pengeluaran
hormon aldosteron yang kemudian akan mendorong sekresi dan ekskresi kelebihan kalium.
Status asam-basa tubuh apabila cairan tubuh terlalu asam dan sekresi H meningkat,sebagai
tindakan kompensasinya, sekresi K akan berkurang,menyebabkan retensi K secara tidak sengaja.

DAFTAR PUSTAKA

Affandi, P. Fisiologi Perkemihan. Jakarta. Dikutip dari


https://www.scribd.com/doc/248310847/Fisiologi-Perkemihan pada tanggal 03
Maret 2015
Ganong, WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC. 1998
Sherwood, L. Fisiologi Manusia : Dari Sel Ke Sistem. Brahm U. Pendit (Alih Bahasa). Nella
Yesdelita (Editor). Jakarta : EGC. 2009 : hal 578-579