Anda di halaman 1dari 54

Oleh

Ns.Rina Mariyana,

Ovum

Sperma

Konsepsi
Implantasi
Plasentasi
Tumbang hasil
konsepsi

Seorang wanita disebut hamil jika sel telur


berhasil dibuahi oleh sel sperma laki laki
( Fertilisasi ).
Hasil pembuahan akan menghasilkan zigot,
yang lalu berkembang ( dengan cara
pembelahan sel secara besar besaran )
menjadi embrio.

Pembuahan hanya dapat terjadi ketika


wanita sedang dalam masa subur.
Pada masa itu, seorang wanita akan
melepaskan sel telur yang sudah
matang dan siap dibuahi.
Dalam keadaan normal, seorang pria
akan mengeluarkan jutaan sperma saa
Dari berjuta juta sel sperma tersebut
hanya satu yang akan berhasil
membenamkan diri ke dalam dinding
sel telur yang sudah masak, dan
menyatukan dua inti sel.

Sel yang telah dibuahi akan membelah


diri. Mula mula menjadi 2 lalu 4, 8, 16
dan seterusnya.
Seminggu setelah pembuahan,
kelompok sel yang terus tumbuh itu
telah sampai di dalam rongga rahim
dan melekat diri di dinding rahim
( Nidasi ).

Setiap bulan, sebuah sel yang matang


dilepaskan oleh salah satu diantara
kedua ovarium PROSES OVULASI

Ovulasi umumnya terjadi 2 minggu


setelah hari pertama haid terakhir.

Berikut adalah gambar dari sebuah


proses ovulasi.

Setelah ovulasi, sel telur berjalan


didalam TUBA FALOPII dan tetap
berada disana sampai bertemu
dengan sperma yang akan
mengadakan penetrasi dalam proses
FERTILISASI

TERDIRI ATAS
1. Kepala.
lonjong & sedikit gepeng
enzim Hialuronidase
2. Leher / bagian tengah
3. Ekor, 10 kali panjang kepala

Melalui ejakulasi dikeluarkan 40 150 juta


sperma yang segera berenang dengan cepat
menggunakan flagella menuju TUBA FALOPII
untuk membuahi sel telur.
Dengan berenang secara cepat, sperma
dapat mencapai telur dalam waktu 5 menit
tapi rata rata yang dibutuhkan 4 6 jam
Sperma dapat bertahan hidup selama 48 72
jam.
Jumlah sperma yang dapat mendekati sel
telur hanya berjumlah ratusan saja akibat
adanya penghalang yang berada didalam
saluran reproduksi wanita.

Bila sel sperma bertemu dan


mengadakan penetrasi sel telur
maka terjadilah sebuah proses
pembuahan atau fertilisasi.
Proses fertilisasi memerlukan
waktu sekitar 24 jam.
Setelah proses fertilisasi terjadi
perubahan pada permukaan sel
telur untuk mencegah terjadinya
penetrasi oleh sperma lain.

Proses pembuahan terjadi didalam


tuba fallopi,
umumnya didaerah
ampula/infundibulum
Ovum yang dilepaskan saat ovulasi
dikelilingi oleh zona pelusida yang
diluarnya ada sel yang membentuk
corona radiata.

Lanjutan

Diikuti oleh penyatuan inti ovum dan


sperma Zigot
Hasil konsepsi mungkin memiliki
44 kromosom autosom dan 2
kromosom seks XX / memiliki 44
kromosom autosom dan 1 kromosom
seks X dan 1 kromosom seks Y
Beberapa jam setelah pembuahan
pembelahan zigot 2, 4, 8, 32 dst
selama 3 hari stadium MORULA
(arbei)

Yaitu masuknya / tertanamnya


hasil konsepsi endometrium
6 hari hingga hari ke -15
Lokasi nidasi fundus di dinding
depan / belakang
Saat ini blastula diselubungi suatu
simpai trofoblas, yang mampu
menghancurkan & mencairkan
jaringan endometrium

Sampai di rongga rahim


endometrium dalam masa sekresi
mengandung sel-sel desidua
kaya glikogen dihancurkan oleh
trofoblas primer vili korealis
enzim proteolitik blastula
masuk kedalam desidua luka
kecil tanda Hartman

Pada minggu ke 16 seluruh kantong


rahim telah ditutupi oleh vili korialis.
Setelah kantung membesar, vili
diseberang janin (daerah desidua
capsularis), mengalami degenerasi,
sehingga menjadi halus (korion halus).
Vili di desidua basalis berkembang
dengan cepat membentuk plasenta
(Plasenta Pars Fetalis).

Berbentuk bundar / oval ukuran


15-20 cm, tebal 2-3 cm, biasanya
plasenta lengkap pada usia
kehamilan 16 minggu
Letak normalnya pada korpus bagian
depan/belakang kearah fundus

Tali pusat
a. panjang 50-55 cm
b. diameter 1-2,5 cm
c. terdiri dari 2 arteri dan 1 vena
umbilikal
d. jelly warton

Bagian janin:
a. vili korealis,
b. ruang interviler
c. bagian bawahnya berjalan
pembuluh darah tali pusat
berinteraksi pada plasenta bagian
permukaan maternal

Bagian maternal
a. lobus dan kotiledon (15-20 buah)
b. desidua basalis matang
(lempangan korionik)
sirkulasi uteroplasenta ruang
intervili melalui tali pusat

Whartons Jelly
Vena
Umbilikalis
Arteri Umbilikalis
Tali Pusat

Plasenta

1. Nutrisi alat yang menyalurkan


makanan dari ibu ke janin
2. ekskresi alat yang menyalurkan hasil
metabolisme dari janin ke ibu.
3. respirasi menyalurkan O2 dari ibu ke
janin
4. alat pembentuk hormone (Endokrin)
5. alat penyalur antibody dari ibu ke janin
(Imunologi)
6. Farmakologi menyalurkan obat yang
dibutuhkan janin, dari sang ibu

Setelah proses implantasi,


sejumlah sel berkembang menjadi
plasenta
Sekitar 3 minggu pasca ovulasi,
mulai terjadi pembentukan otak,
sumsum tulang belakang, dan
jantung.

Sudah mulai terlihat


struktur yang akan
membentuk muka dan
leher.
perkembangan
pembentukan jantung
dan pembuluh darah
Terjadi pula pembentukan
paru, lambung dan hepar.
Umumnya tes kehamilan
sudah positip.

Ukuran mencapai
seukuran buah anggur
diameter sekitar 2.5 cm.
Telah terjadi
pembentukan kelopak
mata dan telinga ;
kadang-kadang terlihat
adanya pangkal hidung
Tungkai dan lengan sudah
terbentuk secara lengkap
Jari-jari sudah semakin
panjang dan terpisah satu
sama lain. Kepala mulai
terangkat

Panjang janin sekitar 5 cm,


mulai terlihat gerakan janin.
Kuku mulai terbentuk
Rahim mulai dapat diraba pada
perabaan dinding perut.
Dengan alat khusus, sudah
dapat didengar detik jantung
janin
Alat kelamin sudah mulai jelas..
Fusi kelopak mata, ginjal mulai
berfungsi dan fetus
mengeluarkan urin dari 10
minggu, mulai menghisap dan
menelan, bergerak secara
bebas (tidak dirasakan ibu),
terdapat beberapa reflek
primitif

Panjang janin sekitar


11-12 cm dan berat
sekitar 250 gram
Rahim teraba sekitar
pertengahan simfisis
pusat
Mata sudah dapat
berkedip dan proses
pembentukan jantung
dan pembuluh darah
sudah sempurna.
Jari-jari tangan sudah
memiliki sidik jari.

Panjang sekitar 25
cm dan berat sekitar
450 gram
Tinggi rahim sekitar
pusar
Janin sudah dapat
mengisap ibu jari,
menyeringai .
Terasa gerakan janin

Pemeriksaan Ultrasonografi umumnya


dilakukan pada kehamilan 20 minggu
Dokter mengamati keadaan dan lokasi
plasenta
Mengamati tingkat pertumbuhan janin
dalam rahim
Dapat dilihat gerakan jantung, gerakan
janin
Umumnya sudah dapat dilihat jenis
kelamin

Berat janin sekitar 600


gram.
Memberikan respon
terhadap suara, gerakan.
Seringkali dapat dirasakan
adanya gerakan gerakan
janin
Kelenjar keringat
Dapat merasakan gerakan
naik atau turun oleh
karena organ telinga yang
sudah terbentuk dengan
baik.

Berat janin sekitar 1


kilogram
Umumnya sudah berada
pada posisinya
Kesempatan hidup
cukup besar bila
terpaksa harus
dilahirkan sebagai bayi
prematur
Waspada terhadap
gejala persalinan
preterm

Berat janin sekitar


2 kg.
Kulit sudah tidak
terlampau keriput
oleh karena sudah
mulai terjadi
pembentukan
lemak dibawah
kulit
Mengambil proses
persalinan
Persiapkan
laktasi.

Lemak meningkat
membuat tubuh
lebih bulat, lanugo
menghilang dari
tubuh, rambut
kepala
memanjang, kuku
mencapai ujung
jari, kartilago
telinga melunak,
lekukan plantar
nampak