Anda di halaman 1dari 11

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER

PENGAUDITAN I/ C
Untuk:
Drs. Wartono, MSi., Akt., CPA,CA

Oleh :
R.Indra Sarjono Sipahutar

(F0312096)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
T.A 2013/2014

1.

Informasi yang diperlukan oleh auditor mengenai penerimaan


perikatan, antara lain:
1) Evaluasi mengenai integritas manajemen
2) Identifikasi keadaan khusus dan risiko luar biasa
3) Kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan audit
4) Independensi antara auditor dan pihak perusahaan
5) Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran
profesionalnya dengan kecermatan dan keseksamaan
Contoh :
Perjanjian audit atas perusahaan manufaktur bidang furniture
1) Integritas manajemen
Untuk mengetahui mengenai integritas manajemen perusahaan
manufaktur ini, auditor dapat :
a. Melakukan komunikasi dengan pihak auditor sebelumnya
mengenai

masalah-masalah

perusahaan

mengenai

spesifik

penerapan

yang

prinsip

dihadapi

akuntansi

di

perusahaan furniture tersebut,prosedur audit yang digunakan


dan alasan perusahaan/klien mengenai penggantian auditor.
b. Meminta keterangan kepada pihak ketiga
Auditor dapat menemukan informasi tentang integritas
manajemen dengan meminta keterangan dari penasihat
hukum perusahaan, pejabat bank, dan pihak lain yang
memiliki hubungan bisnis dengan klien/perusahaan furniture
c. Melakukan review terhadap pengalaman auditor di masa lalu
dalam berhubungan dengan perusahaan furniture (klien).
Hasil review ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk
melanjutkan atau menghentikan hubungan dengan klien
mengenai perikatan audit. Contohnya adalah kepatuhan
perusahaan furniture tersebut pada peraturan pemerintah,
kelengkapan notulen rapat dewan komisaris perusahaaan
furniture.
2) Keadaan khusus dan risiko luar biasa
Faktor yang perlu dipertimbangkan oleh auditor tentang kondisi
khusus dan risiko luar biasa yang mungkin berdampak terhadap
penerimaan

perikatan

audit

dari

calon

furniture) dapat diketahui dengan cara:

klien

(perusahaan

a. Mengidentifikasi pihak yang akan memakai laporan audit


perusahaan

furniture

tersebut,

seperti

pemegang

saham,investor, pemerintah, dan sebagainya


b. Mendapatkan informasi tentang stabilitas keuangan dan legal
calon klien (perusahaan furniture) di masa depan. Hal ini
berhubungan mengenai kemungkinan klien akan mengalami
kesulitan keuangan setelah melakukan audit.
c. Mengevaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya laporan
keuangan perusahaan furniture diaudit
Hal ini berhubungan mengenai ketersediaan catatan akuntansi
penting perusahaan furniture seperti jurnal, buku besar, buku
pembantu,

ketersediaan

perusahaan
furniture
furniture

furniture,

dan

dokumen

pendukung

pengendalian

intern

perusahaan

oleh

perusahaan

pembatasan-pembatasan

kepada

auditor

dalam

proses

transaksi

audit

yang

dilaksanakan.
3) Kompetensi
Pihak auditor harus menentukan apakah ia dan anggota timnya
dapat melakukan proses audit untuk perusahaan furniture
tersebut, mulai dari proses rawa material sampai barang jadi dan
persediaannya. Di sini juga ditentukan apakah auditor perlu
menggunakan konsultan atau tenaga spesialis dal proses audit
perusahaan furniture tersebut.
4) Independensi
Pihak auditor terlebih dahulu harus memastikan bahwa ia dan
anggota tim auditor tidak memiliki hubungan dengan perusahaan
furniture tersebut.
5) Kemampuan menggunakan kemahiran profesinal
Hal ini berhubungan apakah auditor dapat melaksanakan audit
dan menyusun laporan audit perusahaan furniture tersebut
2.

secara cermat dan seksama.


a. Cara menentukan materialitas dalam audit
1) Menetapkan pertimbangan materialitas awal
2) Mengalokasikan pertimbangan materialitas awal ke setiap bagian
audit
3) Mengestimasikan salah saji total di setiap bagian pengauditan
4) Mengestimasikan salah saji gabungan

5) Membandingkan

estimasi

salah

saji

gabungan

dengan

materialistis dalam penilaian awal atau penilaian yang direvisi


b. Hubungan antara materialitas dan penilaian risiko memiliki
hubungan yang negatif (berkebalikan). Ilustrasinya :
1) Jika auditor mempertahankan tingkat materialitas konstan, maka
risiko audit menjadi meningkat
2) Jika auditor menginginkan untuk mengurangi risiko audit, maka
auditor harus menambah tingkat materialitas
3) Jika auditor ingin mengurangi risiko audit, maka auditor harus
menambah sedikit tingkat materialitas dan jumlah bukti audit
yang dikumpulkan secara bersamaan
4) Jika auditor ingin mengurangi risiko
menambah

jumlah

bukti

audit

audit,

yang

auditor

harus

dikumpulkan

dan

mempertahankan tingkat materialitas


c. Hubungan antara penilaian risiko dengan desain pengujian
Desain pengujian diperlukan untuk menaksir atau menentukan nilai
risiko dan mengurangi nilai risiko audit tersebut. Dalam menentukan
hubungan

antara

nilai

risiko

dan

desain

pengujian,

menetapkan unsur berikut :


1) Tingkat risiko pengendalian taksiran yang direncanakan
2) Luasnya pemahaman atas pengendalian taksiran

auditor

yang

direncanakan
3) Pengujian pengendalian yang harus dilaksanakan untuk menaksir
risiko pengendalian
4) Pengujian substantif yang direncanakan untuk mengurangi risiko
audit ke tingkat yang cukup rendah
3.
Item

Pengujian

Pengujian substantif

pengendalian
a. Tujuan

Untuk

menentukan Untuk menguji salah

apakah pengendalian saji rupiah (moneter)


sudah

diterapkan yang

dengan

baik

secara

dan langsung

menentukan apakah berpengaruh

pada

penggunaan

saldo

ketepatan

pengendalian
dilakukan

telah laporan keuangan


dengan

efektif

b. Teknis dan atau b.1. dokumentasi


prosedur
pemeriksaan

b.1. dokumentasi

b.2. observasi
b.3.

b.2.

tanya

jawab

klien

tanya

klien
b.3.

b.4.

pengerjaan

ulang

jawab

pengerjaan

ulang
b.4.penghitungan
ulang
b.5. konfirmasi
b.6.tracing

dan

vouching

c. Program
pemeriksaan

c.1.Melakukan

c.1.prosedur

pengamatan
terhadap

audit

awal
prosedur

untuk

memperoleh

persetujuan

keyakinan tentang

pembebanan

keandalan catatan

kerugian
c.2.

piutang

Periksa

jurnal

umum

dari

akuntansi

terkait

piutang

dan c.2. prosedur analitis

lakukan pemeriksaan
terhadap
pendukung
c.3.

dokumen
piutang.

Periksa

bukti

untuk
membuktikan
keberadaan
piutang

digunakannya

keterjadian

formulir

transaksi

bernomor

dan
terkait

urut

tercetak

dan

pertanggung

piutang
c.3.pengujian

jawaban

pemakaian terhadap

formulir

tersebut. transaksi

c.4.

Periksa

memorial

rincian

bukti

untuk

yang

membuktikan

disetujui dan lakukan

kelengkapan

pengusutan

transaksi

ke

dokumen
catatan
yang

dan c.4.

akuntansi rincian saldo untuk


bersangkutan membuktikan

dengan

piutang kelengkapan

c.5.Memeriksa
adanya

pengujian

saldo

piutang

pengecekan c.5.

prosedur

independen terhadap penyajian


posting

ke

dan

buku pengungkapan

pembantu dan jurnal untuk membuktikan


mengenai piutang.

kewajaran penyajian
dan

pengungkapan

piutang

usaha

di

neraca

4.

a. Tanggung jawab auditor atas kemungkinan terjadinya fraud


1) Berdasarkan PSA 32 (SA 316.05)
a. Menentukan risiko bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan
kemungkinan menyebabkan laporan keuangan berisi salah saji
material.
b. Berdasarkan penentuan ini, auditor harus merancang auditnya
untuk memberikan keyakinan memadai bagi pendeteksian
kekeliruan dan ketidak beresan.
c. Melaksanakan audit dengan seksama dan tingkat skeptisme
professional yang semestinya dan menilai temuannya.

2) Auditor bertanggung jawab untuk mendeteksi dan melaporkan


adanya kesalahan (error) dan ketidakberesan (irregularities) (SAS
No.53)
3) Auditor

bertanggung

jawab

untuk

merancang

pemahaman

tentang pengendalian intern yang memadai (SAS N0.55)


4) Auditor bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan beberapa
temuan audit yang penting kepada komite audit mengenai
kebijakan akuntansi, estimasi akuntansi, dan sebagainya. (SAS
No.61)
5) Auditor bertanggung jawab untuk mendeteksi dan melaporkan
adanya kecurangan (fraud) yang terjadi dalam laporan keuangan
(SAS No.82)
6) Auditor
bertanggung

jawab

untuk

merencanakan

dan

melaksanakan audit guna mendapatkan keyakinan memadai


bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material baik yang
disebabkan oleh kekeliruan maupun kecurangan (SAS No.99)
7) Auditor harus dapat mendeteksi terhadap kesalahan material
dalam laporan keuangan yang ditimbulkan oleh kecurangan atau
kesalahan ( SAS No.110)

b. Kesaksian auditor sebagai saksi dalam pengadilan


Berdasarkan SA 316.08 disebutkan bahwa karena pendapat
auditor atas laporan keuangan didasarkan pada konsep keyakinan
memadai (reasonable assurance), maka laporan keuangan bukanlah
suatu jaminan. Dengan demikian kegagalan mendeteksi kecurangan
dalam laporan keuangan tidak dengan sendirinya menunjukkan
proses audit tidak dilakukan sesuai dengan standar auditing. Saya
sebagai

pihak

auditor

menyakinkan

bahwa

telah

melakukan

prosedur audit sesuai standar audit. Tidak terdeteksinya kecurangan


bukan hanya menjadi tanggung jawab auditor, bahwa walaupun
audit telah dirancang dan dilaksanakan dengan seksama, namun
tidak dapat mendeteksi adanya kecurangan apabila manajemen

(direkrur)

melakukan

kecurangan

untuk

menyesatkan

auditor

dengan membuat dokumen dan catatan palsu.


Dalam kasus ini, kecurangan ini bisa dilakukan oleh direktur
dengan dalih manajemen laba dan perataan laba. Manajemen laba
dan perataan laba ini dilakukan bukan atas sepengetahuan auditor
melainkan keinginan tersendiri dari pihak manajemen (direktur)
untuk memanipulasi aset perusahaan. Ketidakmampuan auditor
dalam mendeteksi kecurangan ini disebabkan oleh cara penggelapan
yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terdeteksi.
Dan juga kesempatan direktur untuk melakukan kecurangan ini
secara sistematis menyebabkan auditor tidak dapat menemukan
kecurangan tersebut selama proses audit.
5. Perencanaan dan perancangan pendekatan audit
1. Menerima klien dan melaksanakan perencanaan awal
2. Memahami bisnis dan industri klien
PD Gudangnya Ilmu adalah perusahaan yang bergerak dalam
usaha dagang penjualan buku teks, diktat, tas sekolah, dan
berbagai macam alat tulis sekolah dan perkantoran.
3. Menilai risiko bisnis klien
Risiko bisnis PD Gudangnya Ilmu adalah penggunaan dua tipe
transaksi
penjualan yaitu transaksi barang menggunakan
barcode dan nota
4. Menetapkan materialitas dan menilai risiko audit yang dapat
diterima serta risiko inheren
Risiko salah saji material yang dapat disebabkan oleh kesalahan
(error) seperti kesalahan tidak dibuatnya nota pada barang yang
tidak memiliki bar code.
5. Barang dagang yang tidak tertera (ada) bar code atau tertera
(ada) bar code tetapi harganya belum diupdate, maka pada saat
penjualannya akan dibuatkan nota oleh pramuniaga sebanyak
rangkap 3 ( arsip pembeli, 2 diserahkan kepada kasir dan pihak
kasir akan menyerahkan 1 arsip pembelian kepada bagian
akuntansi)
6. Jika PD Gudangnya Ilmu menggunakan sistem cash register
pada saat perhitungan barang yang tidak memiliki barcode maka
dapat terjadi kesalahan saat memberikan harga sehingga
menimbulkan kesalahan pengembalian pula.
7. Memahami
pengendalian
internal
dan
menilai
risiko
pengendalian
Hal ini terkait bagaimana pengendalian internal yang dilakukan
oleh PD Gudangnya ilmu untuk mengatasi kegiatan penjualan
persediaan (barang) dengan dua cara transaksi.

Bukti audit yang akan diperoleh guna memahami pengendalian


internal PD Gudangnya Ilmu, antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Kartu pesanan pelanggan


Faktur penjualan dan salinan
Dokumen pengiriman barang kepada pelanggan
Sistem komputer pada cash register
Kartu persediaan barang
6. Catatan waktu kerja karyawan
Cara melakukan pemahaman atas pengendalian internal
1.

Memahami struktur pengendalian internal PD Gudangnya Ilmu

mengenai

ketelitian

dalam

pencatatan

akuntansi

dan

data

akuntansinya
2.
Melakukan pemeriksaan fisik atas kas dan persediaan secara
langsung. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan penghitungan
persediaan dan observasi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menguji
mengenai keberadaan atau kejadian, kelengkapan, dan penilaian
atau alokasi.
3.
Melakukan pemeriksaan terhadap catatan akuntansi seperti
jurnal dan buku besar, catatan akuntansi ini merupakan sumber
data untuk membuat laporan keuangan.
4.
Melakukan pemeriksaan atas kecocokan

data

salinan

penjualan) dengan data transaksi kas pada cash register


5.
Melakukan konfirmasi mengenai kartu persediaan
disimpan dan dikeluarkan dari

yang

gudang umum. Persediaan ini

dikonfirmasikan ke penjaga atau kepala gudang.


6.
Memeriksa bukti dokumentasi terjadinya transaksi dalam PD
Gudangnya Ilmu.
Kesimpulan hasil penilaian pengendalian intern PD Gudangnya Ilmu :
Pengendalian internal PD Gudangnya Ilmu belum dijalankan dengan
efektif dan efisien karena apabila terjadi kesalahan pada saat
pemasukan barang yang tidak memiliki barcode maka akan
mempengaruhi jumlah persediaan yang ada, ketika kesalahan
persediaan yang ada akan berbeda dengan persediaan, maka
seluruh proses pengendalian intern hingga pembuatan laporan
keuangan akan berbeda dengan kenyataan yang terjadi di
perusahaan.

Kaitan kesimpulan tersebut dengan pengujian yang akan dilakukan


Kaitan kesimpulan dengan pengujian yang akan dilakukan adalah
terdapatnya pengendalian internal yang belum terlaksana dengan
efektif pada PD Gudangnya Ilmu maka diperlukan pengujian
pengendalian yang lebih fokus untuk menguji seberapa efektif
pengendalian internal PD Gudangnya Mulia dan juga perlu dilakukan
penelusuran salah saji moneter dengan pengujian substantif untuk
mengetahui kesalahan pada saat transaksi, sistem cash register,
dan kerugian akibat harga barang yang belum diupdate.
Kelemahan pengendalian intern atas penjualan tunai dan saran
perbaikannya
Pada penjualan barang dengan barang menggunakan bar code dan
tanpa barcode dan juga belum diupdatenya harga barang, akan
sangat mungkin terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam pencatatan
laporan keuangannya.
Saran:
PD Gudang Mulia sebaiknya melakuken pemasangan bar code pada
barang dan juga pengupdatean harga barang. Hal ini diperlukan
untuk mendukung keefektifan transaksi sistem komputer dengan
metode cash register, dan juga untuk mengurangi kekeliruan
pencatatan dan salah saji laporan keuangan.

Pengujian substantif
1. Pengujian atas transaksi

2. Prosedur analitikal

Program audit
a.1. memeriksa salinan
penjualan
a.2. mencari informasi
dari pegawai
b.1.
membandingkan
data persediaan tahun
sekarang dengan tahun
sebelumnya
b.2.
membandingkan
saldo tahun sekarang
dengan
tahun

Nama Bukti Audit


a.1. Dokumentasi
a.2. tanya
klien

jawab

b.1.
analitis

prosedur

b.2.
analitis

prosedur

sebelumnya
3. Pengujian saldo rinci
c.1. mengerjakan ulang
pengendalian
untuk
menyakinkan
bahwa
pengendalian
telah
diterapkan
dengan
benar
c.2.melakukan
penghitungan
barang
langsung

fisik
secara

c.1.pengerjaan
ulang

c.2.
fisik

pemeriksaan